Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Tri Pramana sebagai Tanda Kehidupan Ciptaan Hyang Widhi Wasa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Tri Pramana sebagai Tanda Kehidupan Ciptaan Hyang Widhi Wasa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Tri Pramana sebagai Tanda Kehidupan Ciptaan Hyang Widhi Wasa

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Tri Pramana sebagai Tanda Kehidupan Ciptaan Hyang Widhi Wasa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikTri Pramana sebagai Tanda Kehidupan Ciptaan Hyang Widhi Wasa
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan tiga unsur Tri Pramana (bayu, sabda, idep) yang diberikan Hyang Widhi Wasa kepada makhluk hidup
  2. Murid dapat menjelaskan perbedaan Tri Pramana yang dimiliki manusia, hewan, dan tumbuhan sebagai bukti kasih Hyang Widhi Wasa kepada ciptaan-Nya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membuat manusia berbeda dengan hewan dan tumbuhan?
  2. Mengapa manusia bisa berpikir, tetapi hewan dan tumbuhan tidak?
  3. Apa saja pemberian Hyang Widhi Wasa kepada makhluk hidup?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama dan parama santih (Om Santih Santih Santih Om)
  • Guru menyapa murid dengan penuh kehangatan dan mengecek kehadiran
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah melihat hewan berbicara seperti manusia? Siapa yang pernah melihat pohon berjalan?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: kita akan belajar tentang pemberian istimewa Hyang Widhi Wasa kepada setiap makhluk hidup yang disebut Tri Pramana
  • Guru menampilkan gambar manusia, hewan (ayam/kucing), dan tumbuhan (pohon/bunga) untuk diamati murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati gambar makhluk hidup dengan penuh kesadaran, memperhatikan ciri-ciri setiap makhluk (prinsip berkesadaran)
  • Guru menjelaskan bahwa Hyang Widhi Wasa memberikan tiga jenis pemberian kepada makhluk hidup yang disebut Tri Pramana: bayu (tenaga), sabda (suara), dan idep (pikiran)
  • Guru menunjukkan perbedaan: manusia memiliki ketiga-tiganya (Tri Pramana), hewan memiliki bayu dan sabda (Dwi Pramana), tumbuhan hanya memiliki bayu (Eka Pramana)
  • Murid diajak menyebutkan contoh bayu (bergerak, berjalan), sabda (berbicara, bersuara), dan idep (berpikir, memilih baik-buruk) dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru mengaitkan materi dengan pengalaman murid: 'Kalian bisa berpikir sebelum bertindak, itulah idep pemberian Hyang Widhi Wasa' (prinsip bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk kerja kelompok
  • Setiap kelompok mendapat tugas mengidentifikasi Tri Pramana pada makhluk hidup di sekitar kelas atau halaman sekolah
  • Murid keluar kelas dengan tertib, mengamati makhluk hidup (teman, hewan peliharaan, tanaman) dan mencatat Tri Pramana yang dimiliki masing-masing
  • Murid mengisi tabel pengamatan: Nama Makhluk Hidup, Bayu (ada/tidak), Sabda (ada/tidak), Idep (ada/tidak)
  • Setelah selesai, murid kembali ke kelas dan setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya dengan percaya diri (prinsip menggembirakan)
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik positif pada setiap kelompok

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dan menutup mata sejenak, merasakan napas (bayu), mendengar suara di sekitar (sabda), dan menyadari pikiran yang muncul (idep) - praktik kesadaran diri
  • Murid diminta merefleksikan: 'Bagaimana perasaanmu mengetahui Hyang Widhi Wasa memberikan idep kepadamu? Apa yang akan kamu lakukan dengan pikiran yang baik?'
  • Murid berbagi refleksi secara sukarela, guru mencatat respons murid untuk asesmen formatif
  • Guru membimbing murid menyimpulkan: Tri Pramana adalah bukti kasih Hyang Widhi Wasa kepada semua ciptaan-Nya, dan manusia mendapat pemberian paling lengkap
  • Murid menulis atau menggambar satu hal yang akan mereka lakukan untuk mensyukuri Tri Pramana (menggunakan idep untuk berbuat baik)

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan pertanyaan lisan: 'Sebutkan tiga unsur Tri Pramana!', 'Apa perbedaan Tri Pramana manusia dan hewan?'
  • Guru memberikan penguatan: kita bersyukur kepada Hyang Widhi Wasa dengan menggunakan bayu, sabda, dan idep untuk kebaikan
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif, disiplin, dan bekerja sama dengan baik
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan parama santih
  • Guru memberikan penugasan ringan: murid diminta mengamati anggota keluarga di rumah dan menceritakan bagaimana mereka menggunakan Tri Pramana dalam kegiatan sehari-hari

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca diberikan gambar visual yang lebih banyak dan penjelasan lisan yang lebih detail. Murid cepat diberikan bacaan tambahan tentang perbedaan tingkat kesadaran makhluk hidup
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dipasangkan dengan teman sebaya yang lebih mahir dalam kelompok. Murid cepat diberikan peran sebagai ketua kelompok atau presenter
  • Produk: Murid yang kesulitan menulis boleh menggambar atau menyampaikan lisan. Murid cepat diminta membuat tabel perbandingan lebih lengkap atau cerita pendek tentang Tri Pramana

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Apa yang membedakan manusia dengan hewan dan tumbuhan?'
  • Observasi pemahaman awal murid tentang ciptaan Hyang Widhi Wasa dari pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi aktivitas murid saat mengamati gambar dan mendengarkan penjelasan guru
  • Penilaian kerja kelompok: kemampuan mengidentifikasi Tri Pramana pada makhluk hidup
  • Monitoring diskusi kelompok dan presentasi hasil pengamatan
  • Penilaian refleksi diri murid tentang penggunaan Tri Pramana

Akhir:

  • Tes lisan individu: menyebutkan tiga unsur Tri Pramana (bayu, sabda, idep)
  • Tes lisan individu: menjelaskan perbedaan Tri Pramana yang dimiliki manusia, hewan, dan tumbuhan
  • Penilaian produk: hasil refleksi tertulis atau gambar tentang mensyukuri Tri Pramana

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi dan kerja kelompok
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran
  • Penilaian hasil pengamatan dan tabel Tri Pramana
  • Penilaian refleksi murid (lisan atau tulisan/gambar)

Sumatif:

  • Tes lisan di akhir pembelajaran: menyebutkan Tri Pramana dan perbedaannya pada manusia, hewan, tumbuhan
  • Penilaian produk: tabel pengamatan kelompok dan refleksi individu

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengetahuan Tri PramanaMurid belum dapat menyebutkan unsur Tri Pramana sama sekaliMurid dapat menyebutkan 1 unsur Tri Pramana dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2-3 unsur Tri Pramana secara mandiriMurid dapat menyebutkan 3 unsur Tri Pramana lengkap dan memberikan contoh nyata masing-masing
Pemahaman Perbedaan Tri PramanaMurid belum dapat menjelaskan perbedaan Tri Pramana pada makhluk hidupMurid dapat menyebutkan perbedaan dengan bantuan guru namun masih kurang tepatMurid dapat menjelaskan perbedaan Tri Pramana pada manusia, hewan, dan tumbuhan dengan cukup tepatMurid dapat menjelaskan perbedaan Tri Pramana secara lengkap dan mengaitkannya sebagai bukti kasih Hyang Widhi Wasa
Partisipasi dan KolaborasiMurid pasif dalam kegiatan kelompok, tidak berkontribusi dalam pengamatanMurid mulai berpartisipasi namun masih memerlukan banyak doronganMurid aktif berpartisipasi dalam kerja kelompok dan pengamatanMurid sangat aktif, membantu teman, dan memimpin diskusi kelompok dengan antusias
Refleksi dan PenghayatanMurid belum mampu merefleksikan makna Tri Pramana dalam kehidupanMurid mulai merefleksikan namun masih sangat sederhana dan umumMurid dapat merefleksikan makna Tri Pramana dan mengaitkan dengan tindakan nyataMurid merefleksikan secara mendalam, menunjukkan rasa syukur, dan merencanakan tindakan konkret untuk menggunakan Tri Pramana dengan baik

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid dapat memahami konsep Tri Pramana dengan jelas?
  • Apakah metode pembelajaran yang digunakan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagian mana yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan semua murid?
  • Apakah murid menunjukkan penghayatan terhadap kasih Hyang Widhi Wasa melalui Tri Pramana?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang kamu pahami tentang Tri Pramana?
  • Bagaimana perasaanmu mengetahui Hyang Widhi Wasa memberikan bayu, sabda, dan idep kepadamu?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk mensyukuri pemberian Tri Pramana?
  • Apakah ada yang masih membingungkan dari pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas II (halaman 47-50)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas II (halaman 80-107)
  3. Gambar makhluk hidup: manusia, hewan (ayam, kucing), dan tumbuhan (pohon, bunga)
  4. Lingkungan sekitar kelas dan halaman sekolah sebagai laboratorium alam
  5. Tabel pengamatan Tri Pramana (lembar kerja kelompok)
  6. Alat tulis dan kertas untuk menulis/menggambar refleksi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.