Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Pengertian dan Kedudukan Kitab Mahabharata dalam Hindu

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Pengertian dan Kedudukan Kitab Mahabharata dalam Hindu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Pengertian dan Kedudukan Kitab Mahabharata dalam Hindu

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Pengertian dan Kedudukan Kitab Mahabharata dalam Hindu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikPengertian dan Kedudukan Kitab Mahabharata dalam Hindu
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian kitab Mahabharata sebagai bagian dari kitab Itihasa dalam Hindu dengan kata-kata sendiri
  2. Murid dapat menyebutkan kedudukan kitab Mahabharata dalam kelompok kitab suci Hindu (Weda, Itihasa, Purana) secara lisan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang pernah mendengar cerita Mahabharata?
  2. Kalian tahu tidak, dari mana cerita Mahabharata berasal?
  3. Apa bedanya kitab Mahabharata dengan kitab suci lainnya dalam Hindu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan ajakan Om Swastyastu dan berdoa bersama (5 menit)
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan murid untuk belajar
  • Guru menampilkan gambar-gambar kitab suci Hindu: Weda, Itihasa (termasuk Mahabharata), dan Purana
  • Guru menampilkan gambar anak sedang membaca kitab Mahabharata
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Siapa yang pernah mendengar cerita Mahabharata? Kalian tahu dari mana cerita itu berasal?
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami murid kelas 2

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati gambar kitab Mahabharata dengan penuh perhatian (berkesadaran)
  • Guru menjelaskan arti kata Maha (besar) dan Bharata (keluarga Bharata) dengan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan murid
  • Guru menceritakan bahwa Mahabharata adalah kitab yang berisi cerita keluarga besar Bharata, termasuk Pandawa dan Korawa
  • Guru menjelaskan bahwa Mahabharata termasuk dalam kelompok Itihasa, yang merupakan bagian dari kitab suci Hindu
  • Guru menampilkan diagram sederhana yang menunjukkan kedudukan Mahabharata: Weda → Itihasa (Mahabharata & Ramayana) dan Purana
  • Murid mengamati dan mencatat informasi penting dengan bimbingan guru
  • Guru memberikan kesempatan murid bertanya jika ada yang belum dipahami

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang)
  • Setiap kelompok diminta menjelaskan kembali pengertian Mahabharata dengan kata-kata mereka sendiri
  • Murid diminta menyusun gambar-gambar kitab suci (Weda, Itihasa, Purana) sesuai urutannya
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas
  • Guru memfasilitasi murid lain untuk memberikan tanggapan dengan suasana saling menghargai
  • Murid diminta menceritakan pengalaman atau momen ketika mereka mendengar cerita Mahabharata di rumah atau tempat ibadah
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan usaha setiap murid

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dan mengingat kembali apa yang sudah dipelajari hari ini
  • Murid diminta menyampaikan satu hal penting yang mereka pelajari tentang Mahabharata
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: Mengapa penting bagi kita mengenal kitab Mahabharata? Apa manfaatnya untuk hidup kita?
  • Murid diminta menuliskan atau menggambar satu hal yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini di buku catatan mereka
  • Guru membimbing murid untuk mensyukuri kesempatan belajar tentang kitab suci Hindu
  • Guru menghubungkan pembelajaran dengan nilai-nilai keimanan: kitab Mahabharata adalah anugerah Hyang Widhi yang memberi tuntunan hidup

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan tentang pengertian dan kedudukan kitab Mahabharata
  • Guru memberikan penguatan: Mahabharata adalah bagian dari Itihasa, salah satu kelompok kitab suci Hindu yang bersumber dari Weda
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya: mengenal tokoh-tokoh dalam Mahabharata
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu Aku Anak Jujur (nada Kasih Ibu) untuk menggembirakan suasana
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan ucapan Om Santih Santih Santih Om

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberikan bacaan tambahan tentang isi singkat cerita Mahabharata. Murid yang lambat diberikan gambar visual lebih banyak dengan penjelasan sederhana satu per satu
  • Proses: Murid yang cepat diminta membantu teman yang kesulitan dalam kelompok. Murid yang lambat mendapat bimbingan individual dari guru saat kegiatan kelompok berlangsung
  • Produk: Murid yang cepat diminta membuat diagram kedudukan kitab suci lebih lengkap dengan contoh lain. Murid yang lambat cukup menyebutkan secara lisan atau menunjuk gambar yang benar

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kepada murid: Siapa yang pernah mendengar kata Mahabharata?
  • Guru mengamati respons awal murid terhadap gambar-gambar kitab suci yang ditampilkan
  • Guru mencatat pengetahuan awal murid tentang kitab suci Hindu melalui pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati dan mencatat informasi tentang Mahabharata (tahap Memahami)
  • Penilaian diskusi kelompok: kemampuan murid menjelaskan pengertian Mahabharata dengan bahasa sendiri (tahap Mengaplikasi)
  • Penilaian aktivitas menyusun gambar kitab suci sesuai urutan kedudukan (tahap Mengaplikasi)
  • Mendengarkan respons murid saat merefleksikan pembelajaran (tahap Merefleksi)

Akhir:

  • Tanya jawab lisan: Apa pengertian Mahabharata? (minimal murid bisa menyebutkan artinya atau menjelaskan bahwa Mahabharata adalah cerita keluarga Bharata)
  • Tanya jawab lisan: Mahabharata termasuk kelompok kitab apa? (minimal murid bisa menyebutkan Itihasa atau menunjuk gambar yang benar)
  • Penilaian hasil refleksi tertulis atau gambar murid di buku catatan

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat mengamati gambar dan mendengarkan penjelasan guru
  • Penilaian diskusi kelompok: kemampuan menjelaskan pengertian Mahabharata dengan kata-kata sendiri
  • Tanya jawab lisan saat kegiatan inti tentang kedudukan Mahabharata

Sumatif:

  • Penilaian presentasi kelompok tentang pengertian dan kedudukan Mahabharata
  • Penilaian lisan individual: murid menyebutkan kedudukan Mahabharata dalam kelompok kitab suci Hindu

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian kitab MahabharataMurid belum bisa menjelaskan pengertian Mahabharata sama sekaliMurid bisa menyebutkan kata Mahabharata tetapi belum bisa menjelaskan artinyaMurid bisa menjelaskan bahwa Mahabharata adalah cerita keluarga Bharata dengan sedikit bimbinganMurid bisa menjelaskan pengertian Mahabharata (cerita keluarga besar Bharata, termasuk Pandawa dan Korawa) dengan kata-kata sendiri tanpa bantuan
Menyebutkan kedudukan kitab MahabharataMurid belum bisa menyebutkan kedudukan Mahabharata dalam kitab suci HinduMurid bisa menyebutkan bahwa Mahabharata adalah kitab suci tetapi belum bisa menyebutkan kelompoknyaMurid bisa menyebutkan bahwa Mahabharata termasuk Itihasa dengan sedikit bantuan atau menunjuk gambar yang benarMurid bisa menyebutkan secara lisan bahwa Mahabharata termasuk kelompok Itihasa dan menjelaskan kedudukannya dalam kitab suci Hindu (Weda, Itihasa, Purana) dengan lancar
Partisipasi dan keaktifan dalam pembelajaranMurid pasif, tidak terlibat dalam kegiatan pembelajaranMurid mengikuti pembelajaran tetapi jarang berpartisipasi aktifMurid aktif mengikuti pembelajaran, sesekali bertanya atau menjawab pertanyaanMurid sangat aktif, berani bertanya, menjawab, dan terlibat penuh dalam diskusi kelompok
Sikap spiritual dan syukurMurid belum menunjukkan sikap syukur terhadap kesempatan belajar kitab suciMurid menunjukkan sikap syukur hanya ketika diingatkan guruMurid menunjukkan sikap syukur dan menghargai kitab Mahabharata sebagai kitab suciMurid menunjukkan sikap syukur, menghargai kitab suci, dan mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Hyang Widhi atas anugerah kitab Mahabharata

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami pengertian kitab Mahabharata dengan jelas?
  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan sudah sesuai dengan karakteristik murid kelas 2?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah membantu murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?
  • Apakah suasana pembelajaran sudah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang masih membuat kamu bingung tentang kitab Mahabharata?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang kitab Mahabharata?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang Mahabharata?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2 (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2 (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Gambar-gambar kitab suci Hindu: Weda, Itihasa (Mahabharata dan Ramayana), Purana
  4. Gambar anak sedang membaca kitab Mahabharata
  5. Diagram sederhana kedudukan kitab suci Hindu
  6. Kertas gambar dan alat tulis untuk aktivitas murid
  7. Lirik lagu Aku Anak Jujur (nada Kasih Ibu)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.