Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase DSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 8: Menyelesaikan Persamaan Linier Satu Variabel dengan Perkalian dan Pembagian

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 8 dengan topik "Menyelesaikan Persamaan Linier Satu Variabel dengan Perkalian dan Pembagian". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 8: Menyelesaikan Persamaan Linier Satu Variabel dengan Perkalian dan Pembagian

Matematika - Kelas 8

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menyelesaikan Persamaan Linier Satu Variabel dengan Perkalian dan Pembagian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenyelesaikan Persamaan Linier Satu Variabel dengan Perkalian dan Pembagian
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan aturan perkalian dan pembagian pada kedua ruas untuk menyelesaikan persamaan linier satu variabel yang lebih kompleks.
  2. Murid dapat memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel menggunakan operasi perkalian dan pembagian.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kita sudah bisa menyelesaikan persamaan dengan penjumlahan dan pengurangan, bagaimana cara menyelesaikan persamaan seperti 3x = 18 atau x/5 = 4?
  2. Pernahkah kalian membagi harga total belanjaan untuk mengetahui harga satuan? Operasi apa yang kalian gunakan?
  3. Mengapa kita harus melakukan operasi yang sama pada kedua ruas persamaan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyelesaikan PLSV menggunakan perkalian dan pembagian.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan 2 soal singkat di papan tulis (misal: x + 5 = 12 dan x − 3 = 7) untuk mengecek pemahaman prasyarat tentang penyelesaian PLSV dengan penjumlahan/pengurangan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Bagaimana jika persamaannya berbentuk 4x = 20? Bisakah kita gunakan cara yang sama seperti pertemuan lalu?
  • Guru mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari: menghitung harga satuan barang jika diketahui harga total beberapa barang.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan persamaan 5x = 35 dan bertanya: Apa yang harus dilakukan agar x berdiri sendiri?
  • Guru menjelaskan konsep: untuk mengisolasi variabel, kita membagi kedua ruas dengan koefisien variabel (5x ÷ 5 = 35 ÷ 5, sehingga x = 7).
  • Guru menampilkan persamaan x/4 = 6 dan menjelaskan: untuk menghilangkan pembagi, kalikan kedua ruas dengan 4 (x/4 × 4 = 6 × 4, sehingga x = 24).
  • Guru memberikan contoh persamaan yang lebih kompleks: 2x/3 = 8, lalu menunjukkan langkah penyelesaian bertahap (kalikan kedua ruas dengan 3, lalu bagi dengan 2).
  • Murid mencatat langkah-langkah penyelesaian dan prinsip kesetaraan ruas: operasi yang dilakukan pada ruas kiri harus sama dengan ruas kanan.
  • Guru meminta 2-3 murid menjelaskan kembali prinsip penyelesaian dengan kata-kata mereka sendiri untuk memastikan pemahaman.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok heterogen (3-4 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja berisi 4 soal bertingkat: (1) 7x = 42, (2) x/6 = 9, (3) -3x = 21, (4) Soal cerita: Pak Budi membeli 5 kg buah dengan total harga Rp85.000. Berapa harga per kg buah tersebut? Nyatakan dalam persamaan dan selesaikan.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan soal, saling menjelaskan langkah penyelesaian kepada anggota yang belum paham.
  • Guru berkeliling memantau kerja kelompok, memberikan scaffolding pada kelompok yang kesulitan dengan pertanyaan penuntun (bukan langsung memberi jawaban).
  • Dua kelompok mempresentasikan hasil kerja di depan kelas, kelompok lain memberikan tanggapan atau koreksi.
  • Guru memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap miskonsepsi yang muncul, misalnya kesalahan tanda saat membagi bilangan negatif.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: Apa perbedaan cara menyelesaikan PLSV dengan penjumlahan/pengurangan dibanding perkalian/pembagian? Kapan kita menggunakan masing-masing cara?
  • Murid menuliskan di buku catatan: (1) satu hal baru yang dipelajari hari ini, (2) satu hal yang masih membingungkan.
  • Guru meminta 2-3 murid berbagi refleksi mereka secara lisan.
  • Guru menghubungkan kembali pembelajaran dengan kehidupan nyata: kemampuan ini berguna saat menghitung pembagian biaya, menentukan harga satuan, atau menyelesaikan masalah proporsi.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi hari ini: prinsip perkalian dan pembagian pada kedua ruas untuk menyelesaikan PLSV.
  • Guru memberikan asesmen akhir: 2 soal exit ticket (1 soal prosedural dan 1 soal cerita) dikerjakan secara individu dalam 5 menit.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan motivasi dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mahir diberikan soal tambahan dengan koefisien pecahan dan bilangan negatif (misal: -2x/5 = 8). Murid yang masih berkembang diberikan soal dengan bilangan bulat positif sederhana dan alat bantu visual berupa diagram kesetimbangan.
  • Proses: Murid cepat berperan sebagai tutor sebaya dalam kelompok. Murid yang membutuhkan waktu lebih mendapat bimbingan langsung dari guru dengan pertanyaan penuntun bertahap.
  • Produk: Murid cepat menuliskan penyelesaian lengkap dengan penjelasan alasan setiap langkah. Murid yang masih berkembang cukup menuliskan langkah penyelesaian dengan format terstruktur yang disediakan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Murid mengerjakan 2 soal prasyarat di awal pembelajaran: (1) x + 5 = 12, (2) x − 3 = 7, untuk memastikan penguasaan penyelesaian PLSV dengan penjumlahan dan pengurangan sebagai dasar materi hari ini.

Proses:

  • Guru mengamati kemampuan murid menjelaskan prinsip kesetaraan ruas saat diskusi kelompok.
  • Guru memeriksa ketepatan langkah penyelesaian pada Lembar Kerja kelompok, terutama pada soal dengan bilangan negatif dan soal cerita.
  • Guru mencatat miskonsepsi yang muncul saat presentasi kelompok untuk ditindaklanjuti.

Akhir:

  • Exit ticket individu soal 1: Selesaikan persamaan -6x = 54.
  • Exit ticket individu soal 2: Seorang pedagang membagi rata 48 buah jeruk ke dalam beberapa kantong. Setiap kantong berisi 8 jeruk. Buatlah persamaan dan tentukan banyak kantong yang dibutuhkan.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: keaktifan, ketepatan langkah, kemampuan menjelaskan.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami.
  • Pemantauan Lembar Kerja kelompok selama tahap Mengaplikasi.

Sumatif:

  • Exit ticket individu: 2 soal (1 prosedural, 1 soal cerita kontekstual) di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan aturan perkalian dan pembagian pada PLSVMurid belum mampu menentukan operasi yang tepat untuk mengisolasi variabel dan tidak dapat menyelesaikan persamaan sederhana.Murid dapat menentukan operasi yang tepat tetapi masih melakukan kesalahan perhitungan atau lupa menerapkan operasi pada kedua ruas.Murid dapat menyelesaikan persamaan dengan perkalian dan pembagian secara tepat pada soal dengan bilangan bulat positif.Murid dapat menyelesaikan persamaan yang lebih kompleks (koefisien pecahan, bilangan negatif) dengan tepat dan mampu menjelaskan alasan setiap langkah.
Pemecahan masalah kontekstualMurid belum mampu mengubah soal cerita menjadi model persamaan linier satu variabel.Murid dapat mengidentifikasi variabel dan membuat persamaan, tetapi belum tepat dalam penyelesaian atau interpretasi jawaban.Murid dapat membuat model persamaan dari soal cerita dan menyelesaikannya dengan benar.Murid dapat membuat model persamaan, menyelesaikan dengan benar, menginterpretasi jawaban dalam konteks soal, dan memverifikasi kebenaran solusi dengan substitusi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami prinsip kesetaraan ruas dalam operasi perkalian dan pembagian?
  • Apakah scaffolding yang diberikan sudah cukup membantu murid yang kesulitan tanpa mengurangi kesempatan mereka berpikir mandiri?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • Apa langkah yang paling penting saat menyelesaikan persamaan dengan perkalian atau pembagian?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit dan perlu saya pelajari lagi?
  • Bagaimana saya bisa menggunakan materi hari ini dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Matematika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek)
  2. Lembar Kerja Murid (LKPD) yang disiapkan guru
  3. Papan tulis dan spidol warna untuk demonstrasi langkah penyelesaian
  4. Alat peraga kesetimbangan (opsional) untuk visualisasi prinsip kesetaraan ruas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.