Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 8: Segitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku 30°–60°–90°

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 8 dengan topik "Segitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku 30°–60°–90°". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 8: Segitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku 30°–60°–90°

Matematika - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Segitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku 30°–60°–90°

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikSegitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku 30°–60°–90°
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut 30°–60°–90° menggunakan teorema Pythagoras dan menemukan pola perbandingan sisinya (s : s√3 : 2s).
  2. Murid dapat membandingkan perbandingan sisi pada segitiga istimewa 30°–60°–90° dan 45°–45°–90° untuk menyelesaikan soal penentuan panjang sisi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika sebuah segitiga siku-siku memiliki sudut 30° dan 60°, apakah ada hubungan tetap antara panjang sisi-sisinya?
  2. Mengapa atap rumah dengan kemiringan 30° memiliki tinggi dan panjang kaso yang selalu proporsional?
  3. Apa perbedaan pola perbandingan sisi pada segitiga 30°–60°–90° dengan segitiga 45°–45°–90° yang sudah kita pelajari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, kemudian memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menampilkan gambar kerangka atap rumah bambu yang membentuk segitiga dengan sudut 30°–60°–90° dan bertanya: 'Apa yang kalian perhatikan dari bentuk segitiga ini?'
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta murid menuliskan di kertas kecil rumus perbandingan sisi segitiga 45°–45°–90° dan contoh penerapan teorema Pythagoras pada segitiga siku-siku sederhana (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menghubungkan dengan materi segitiga istimewa 45°–45°–90° yang telah dipelajari sebelumnya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menggambar segitiga sama sisi dengan sisi 2a, lalu membagi dua menjadi dua segitiga siku-siku 30°–60°–90°. Murid mengamati dan mencatat ukuran sudut serta sisi yang terbentuk.
  • Murid bekerja berpasangan menghitung panjang sisi tegak menggunakan teorema Pythagoras: jika hipotenusa = 2a dan sisi pendek = a, maka sisi tegak = √((2a)² – a²) = a√3.
  • Guru membimbing murid menyimpulkan pola perbandingan sisi: sisi di depan 30° : sisi di depan 60° : sisi di depan 90° = s : s√3 : 2s.
  • Murid melengkapi tabel eksplorasi (nilai s = 1, 2, 3, 4, 5) untuk memverifikasi bahwa pola s : s√3 : 2s selalu berlaku.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memberikan 3 soal kontekstual bertingkat: (1) Tentukan panjang sisi-sisi segitiga 30°–60°–90° jika sisi terpendek = 5 cm; (2) Sebuah tangga bersandar membentuk sudut 60° dengan lantai, panjang tangga 4 m, tentukan tinggi dinding yang dicapai; (3) Bandingkan: jika hipotenusa segitiga 30°–60°–90° dan segitiga 45°–45°–90° sama-sama 10 cm, tentukan panjang semua sisi masing-masing segitiga.
  • Murid mengerjakan secara berpasangan, menuliskan langkah penyelesaian lengkap di lembar kerja.
  • Perwakilan pasangan mempresentasikan hasil soal nomor 3 di depan kelas, menjelaskan perbandingan kedua segitiga istimewa.
  • Guru memberikan umpan balik langsung dan mengklarifikasi miskonsepsi yang muncul.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menuliskan ringkasan pola perbandingan sisi segitiga 30°–60°–90° dan perbedaannya dengan segitiga 45°–45°–90° menggunakan kata-kata sendiri di buku catatan.
  • Murid mengerjakan 1 soal tantangan secara mandiri: 'Sebuah segitiga siku-siku memiliki sisi terpanjang 12 cm. Jika sudut-sudutnya 30°–60°–90°, tentukan keliling segitiga tersebut.'
  • Murid melakukan penilaian diri dengan checklist: (a) Saya bisa menentukan ketiga sisi segitiga 30°–60°–90° jika satu sisi diketahui; (b) Saya bisa membedakan pola sisi segitiga 30°–60°–90° dan 45°–45°–90°.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: perbandingan sisi segitiga 30°–60°–90° adalah s : s√3 : 2s, berbeda dengan segitiga 45°–45°–90° yang a : a : a√2.
  • Guru memberikan 2 soal latihan mandiri sebagai pekerjaan rumah untuk memperkuat pemahaman.
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih diberikan tabel perbandingan sisi yang sudah terisi sebagian sebagai scaffolding. Murid cepat diberikan soal tambahan yang melibatkan penerapan pada bangun gabungan.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan bekerja dengan bimbingan langsung guru saat mengisi tabel eksplorasi. Murid cepat langsung mengerjakan soal kontekstual tanpa tabel bantuan.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup menyelesaikan soal nomor 1 dan 2. Murid cepat wajib menyelesaikan semua soal termasuk soal perbandingan kedua segitiga istimewa dan soal tantangan.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan rumus perbandingan sisi segitiga 45°–45°–90° yang telah dipelajari sebelumnya.
  • Murid menghitung panjang sisi miring segitiga siku-siku dengan sisi tegak 3 cm dan 4 cm menggunakan teorema Pythagoras.

Proses:

  • Guru mengecek ketepatan pengisian tabel eksplorasi (s = 1 sampai 5) untuk memastikan murid menemukan pola s : s√3 : 2s.
  • Guru memantau langkah penyelesaian soal kontekstual: apakah murid mengidentifikasi sisi yang bersesuaian dengan sudut 30°, 60°, dan 90° dengan benar.
  • Guru mendengarkan penjelasan murid saat presentasi untuk mengidentifikasi miskonsepsi tentang perbedaan kedua segitiga istimewa.

Akhir:

  • Soal mandiri: 'Segitiga siku-siku ABC memiliki sudut 30°–60°–90° dengan hipotenusa 12 cm. Tentukan panjang kedua sisi lainnya dan keliling segitiga.' Murid menuliskan langkah lengkap.
  • Murid menjawab pertanyaan: 'Jika sisi terpendek segitiga 30°–60°–90° sama panjang dengan sisi siku-siku segitiga 45°–45°–90°, segitiga mana yang memiliki hipotenusa lebih panjang? Jelaskan dengan perhitungan.'

Formatif:

  • Observasi diskusi berpasangan saat melengkapi tabel eksplorasi dan mengerjakan soal kontekstual.
  • Tanya jawab lisan selama presentasi hasil kerja murid.
  • Checklist penilaian diri murid di tahap refleksi.

Sumatif:

  • Lembar kerja murid berisi penyelesaian 3 soal kontekstual bertingkat dengan langkah kerja lengkap.
  • Soal tantangan mandiri di tahap refleksi sebagai asesmen akhir pertemuan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan panjang sisi segitiga 30°–60°–90° menggunakan pola perbandingan (TP 8.2.7.1)Belum dapat menentukan panjang sisi-sisi segitiga 30°–60°–90°; belum mengenali pola perbandingan s : s√3 : 2s.Dapat menyebutkan pola s : s√3 : 2s tetapi sering keliru dalam menentukan sisi mana yang bersesuaian dengan sudut tertentu atau salah perhitungan.Dapat menentukan panjang ketiga sisi segitiga 30°–60°–90° dengan benar menggunakan pola perbandingan, dengan langkah kerja yang sistematis.Dapat menentukan panjang ketiga sisi dengan benar, menjelaskan mengapa pola berlaku (dari segitiga sama sisi), dan menerapkannya pada konteks baru secara mandiri.
Membandingkan segitiga istimewa 30°–60°–90° dan 45°–45°–90° (TP 8.2.7.2)Belum dapat membedakan perbandingan sisi kedua segitiga istimewa; sering tertukar antara pola sisi keduanya.Dapat menyebutkan kedua pola perbandingan tetapi belum mampu menggunakannya untuk menyelesaikan soal perbandingan atau masih banyak kesalahan perhitungan.Dapat membandingkan kedua segitiga istimewa dan menyelesaikan soal penentuan panjang sisi dengan benar serta langkah yang jelas.Dapat membandingkan kedua segitiga istimewa dengan penjelasan konseptual yang tepat, menyelesaikan soal kompleks, dan mengomunikasikan penalaran secara runtut kepada teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah mayoritas murid berhasil menemukan pola perbandingan s : s√3 : 2s melalui kegiatan eksplorasi tabel?
  • Apakah strategi diferensiasi (scaffolding tabel dan soal bertingkat) efektif membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Miskonsepsi apa yang paling sering muncul dan bagaimana saya akan mengatasinya pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang segitiga 30°–60°–90°?
  • Bagian mana yang masih membingungkan saya: menentukan sisi yang bersesuaian dengan sudut, atau melakukan perhitungannya?
  • Strategi apa yang membantu saya memahami perbedaan segitiga 30°–60°–90° dan 45°–45°–90°?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Matematika untuk SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek (Bab 2: Teorema Pythagoras, subbab Segitiga Istimewa).
  2. Lembar Kerja Murid (tabel eksplorasi dan soal kontekstual bertingkat) yang disiapkan guru.
  3. Penggaris, busur derajat, dan kertas berpetak untuk menggambar segitiga.
  4. Media visual: gambar kerangka atap rumah bambu dan ilustrasi segitiga sama sisi yang dibagi dua.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.