Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 8: Segitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku Sama Kaki (45°–45°–90°)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 8 dengan topik "Segitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku Sama Kaki (45°–45°–90°)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 8: Segitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku Sama Kaki (45°–45°–90°)

Matematika - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Segitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku Sama Kaki (45°–45°–90°)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikSegitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku Sama Kaki (45°–45°–90°)
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku sama kaki (sudut 45°–45°–90°) menggunakan teorema Pythagoras dan menemukan pola perbandingan sisinya (s : s : s√2).
  2. Murid dapat menghitung panjang sisi yang belum diketahui pada segitiga siku-siku sama kaki dengan menerapkan perbandingan sisi segitiga istimewa 45°–45°–90°.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu melipat sebuah kertas persegi tepat di diagonal, bentuk apa yang kamu dapatkan? Apa yang bisa kamu katakan tentang sudut-sudut dan sisi-sisinya?
  2. Jika kedua sisi siku-siku sebuah segitiga sama panjang, apakah ada cara cepat untuk menemukan panjang sisi miringnya tanpa menghitung dari awal setiap kali?
  3. Menurutmu, apakah ada pola tertentu yang menghubungkan panjang sisi siku-siku dan sisi miring pada segitiga siku-siku sama kaki?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak murid bersiap belajar (2 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan gambar segitiga siku-siku sama kaki dan menanyakan secara lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang segitiga ini? Sudut berapa saja yang ada?' — guru mencatat respons murid untuk pemetaan awal pemahaman (3 menit).
  • Guru menampilkan foto nyata penggunaan segitiga 45°–45°–90° dalam kehidupan sehari-hari, misalnya penggaris segitiga, atap rumah, atau ubin diagonal, sambil bertanya: 'Di mana kamu pernah melihat bentuk seperti ini?' untuk membangun keterhubungan dengan pengalaman murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menemukan pola sisi segitiga siku-siku sama kaki dan menggunakannya untuk menghitung sisi yang belum diketahui (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik dan memberi ruang murid untuk mengemukakan dugaan awal mereka (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid mengambil selembar kertas persegi, lalu melipatnya secara diagonal untuk menghasilkan segitiga siku-siku sama kaki. Murid diminta mengamati dan menyebutkan: berapa besar setiap sudut, dan sisi mana yang sama panjang. (Berkesadaran — murid membangun konsep dari pengalaman fisik langsung, 5 menit)
  • Guru membimbing murid menuliskan misalkan panjang sisi siku-siku = a, lalu bersama-sama menerapkan teorema Pythagoras: AC² = AB² + BC² = a² + a² = 2a², sehingga AC = a√2. Guru menuliskan proses ini langkah demi langkah di papan tulis sambil murid ikut menulis di buku masing-masing. (Bermakna — menghubungkan pengetahuan teorema Pythagoras yang sudah dipelajari ke situasi baru, 8 menit)
  • Murid mengisi tabel eksplorasi: untuk panjang sisi siku-siku 1, 2, 3, 4, 5, mereka menghitung panjang hipotenusa menggunakan rumus a√2. Guru mengarahkan murid untuk menyederhanakan bentuk akar. (Berkesadaran — murid aktif mengonstruksi pola, 7 menit)
  • Diskusi kelas: guru bertanya 'Apa pola yang kalian lihat antara panjang sisi siku-siku dan hipotenusa?' Murid diarahkan menyimpulkan bahwa perbandingan sisi segitiga 45°–45°–90° adalah s : s : s√2. Guru mencatat kesimpulan di papan. (Bermakna — murid merumuskan sendiri pola yang ditemukan, 5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan mengerjakan 4 soal bertingkat. Soal tingkat 1–2: diketahui sisi siku-siku, cari hipotenusa. Soal tingkat 3–4: diketahui hipotenusa, cari sisi siku-siku. Guru berkeliling memberikan umpan balik langsung. (Bermakna — latihan bertahap dari sederhana ke kompleks, 10 menit)
  • Guru menyajikan satu soal kontekstual: 'Sebuah ubin berbentuk persegi dengan sisi 30 cm dipotong diagonal menjadi dua segitiga. Berapa panjang potongan diagonal tersebut?' Murid menyelesaikan secara berpasangan, kemudian satu pasang mempresentasikan jawaban di depan kelas. (Bermakna — konteks nyata, Menggembirakan — murid berbagi hasil kerja, 8 menit)
  • Tantangan cepat (opsional untuk murid yang sudah selesai lebih awal): 'Sebuah sisi miring segitiga siku-siku sama kaki adalah 10√2 cm. Berapakah panjang sisi siku-sikunya? Hitung pula luasnya.' (Menggembirakan — memberi stimulasi ekstra tanpa tekanan, 5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid secara individu mengisi lembar refleksi singkat dengan tiga pertanyaan: (1) Apa konsep paling penting yang kamu pahami hari ini? (2) Langkah mana yang masih terasa sulit? (3) Di mana kamu bisa menggunakan pengetahuan ini di luar kelas? (Berkesadaran — murid mengevaluasi proses belajarnya sendiri, 5 menit)
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: meminta 2–3 murid berbagi jawaban refleksi mereka, kemudian guru merespons dan meluruskan miskonsepsi yang muncul. (Berkesadaran — umpan balik berbasis refleksi nyata, 4 menit)
  • Murid menilai pemahaman diri sendiri menggunakan skala bintang 1–4 di lembar refleksi: 1 = belum paham, 4 = sangat paham dan bisa menjelaskan ke teman. Guru mengumpulkan lembar ini sebagai data asesmen proses. (Menggembirakan — penilaian diri yang ringan dan mandiri, 3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan: segitiga siku-siku sama kaki memiliki sudut 45°–45°–90° dan perbandingan sisi s : s : s√2 (3 menit).
  • Guru memberikan kuis penutup singkat: 2 soal tertulis individual — satu soal mencari hipotenusa, satu soal mencari sisi siku-siku — dikerjakan di selembar kertas dan dikumpulkan sebagai asesmen akhir (5 menit).
  • Guru menyampaikan koneksi ke pertemuan berikutnya: 'Pada pertemuan berikutnya kita akan mempelajari segitiga istimewa lainnya, yaitu 30°–60°–90°.' (2 menit)
  • Guru menutup pelajaran dengan apresiasi singkat atas partisipasi murid dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar operasi akar kuadrat diberikan tabel referensi nilai √2 ≈ 1,41 dan contoh soal yang lebih sederhana dengan bilangan bulat kecil (sisi 1–5 cm). Murid yang sudah mahir diberikan soal dengan konteks lebih kompleks, misalnya menghitung diagonal ruang dengan komponen segitiga 45°–45°–90°.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan bekerja dalam kelompok kecil dibimbing guru atau tutor sebaya. Murid yang lebih cepat memproses materi dapat langsung mengerjakan soal tantangan secara mandiri dan diminta menuliskan penjelasan langkah-langkahnya sebagai persiapan menjadi tutor sebaya.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman melalui pilihan: (1) menyelesaikan soal hitungan tertulis, (2) membuat diagram/ilustrasi berlabel yang menjelaskan pola perbandingan sisi, atau (3) mendeskripsikan secara lisan kepada guru/teman cara menemukan pola s : s : s√2.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: guru menampilkan gambar segitiga siku-siku sama kaki dan menanyakan apa yang murid ketahui tentang sudut dan sisi-sisinya — untuk memetakan pengetahuan awal tentang segitiga siku-siku dan teorema Pythagoras.
  • Guru juga dapat menunjukkan sebuah persegi dan bertanya 'Jika persegi ini dipotong diagonal, berapa besar sudut yang terbentuk di setiap sudut segitiga?' sebagai cek pemahaman awal tentang sudut.

Proses:

  • Pengamatan saat murid mengisi tabel eksplorasi — guru memperhatikan ketepatan perhitungan dan kemampuan menyederhanakan bentuk akar.
  • Cek cepat (thumbs up/down/middle) setelah murid menyimpulkan pola perbandingan sisi, sebelum melanjutkan ke tahap Mengaplikasi.
  • Pemantauan dan umpan balik langsung saat murid mengerjakan soal berpasangan — guru mencatat pasangan yang perlu bimbingan tambahan.
  • Lembar refleksi diri yang dikumpulkan di akhir tahap Merefleksi sebagai data pemahaman proses.

Akhir:

  • Kuis tertulis individual 2 soal di penutup pembelajaran: Soal 1 — Diketahui sisi siku-siku segitiga siku-siku sama kaki = 7 cm, tentukan panjang hipotenusanya. Soal 2 — Diketahui hipotenusa segitiga siku-siku sama kaki = 12√2 cm, tentukan panjang sisi siku-sikunya.
  • Jawaban dinilai berdasarkan rubrik 4 level yang mencakup aspek: ketepatan menerapkan pola perbandingan, proses perhitungan, dan penyederhanaan bentuk akar.

Formatif:

  • Observasi guru selama murid mengisi tabel eksplorasi (tahap Memahami) — guru mencatat murid yang mengalami kesulitan menyederhanakan bentuk akar.
  • Pemantauan kerja berpasangan saat mengerjakan soal bertingkat (tahap Mengaplikasi) — guru memberikan umpan balik langsung.
  • Lembar refleksi diri murid (tahap Merefleksi) — berisi skala pemahaman diri dan identifikasi langkah yang masih sulit, dikumpulkan dan dianalisis guru.

Sumatif:

  • Kuis penutup 2 soal tertulis individual: satu soal mencari hipotenusa dari sisi siku-siku yang diketahui, satu soal mencari sisi siku-siku dari hipotenusa yang diketahui — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Pola Perbandingan Sisi (s : s : s√2)Murid tidak dapat mengidentifikasi hubungan antara sisi siku-siku dan hipotenusa meskipun dengan bantuan penuh.Murid dapat menyebutkan pola s : s : s√2 hanya dengan bantuan tabel atau petunjuk eksplisit dari guru, belum dapat merumuskan sendiri.Murid dapat menemukan dan menyebutkan pola perbandingan sisi s : s : s√2 secara mandiri berdasarkan hasil eksplorasi tabel, namun penjelasannya masih kurang lengkap.Murid dapat menemukan, menyebutkan, dan menjelaskan pola perbandingan sisi s : s : s√2 secara mandiri dengan alasan yang logis, termasuk mengaitkannya dengan teorema Pythagoras.
Menghitung Hipotenusa dari Sisi Siku-siku yang DiketahuiMurid tidak dapat menghitung hipotenusa meskipun rumus sudah dituliskan, atau jawaban tidak relevan dengan soal.Murid dapat menerapkan rumus a√2 namun melakukan kesalahan dalam operasi aritmatika atau tidak dapat menyederhanakan bentuk akar.Murid dapat menghitung hipotenusa dengan benar menggunakan rumus a√2, termasuk menyederhanakan bentuk akar, dengan langkah yang cukup sistematis.Murid dapat menghitung hipotenusa dengan benar, langkah sistematis dan lengkap, serta mampu memeriksa kembali jawaban menggunakan teorema Pythagoras.
Menghitung Sisi Siku-siku dari Hipotenusa yang DiketahuiMurid tidak dapat memanipulasi rumus untuk mencari sisi siku-siku dari hipotenusa yang diketahui.Murid mencoba memanipulasi rumus namun melakukan kesalahan aljabar atau aritmatika yang mengarah ke jawaban keliru.Murid dapat mencari sisi siku-siku dari hipotenusa dengan benar menggunakan manipulasi aljabar dasar (membagi dengan √2 atau merasionalkan), dengan langkah yang cukup jelas.Murid dapat mencari sisi siku-siku dari hipotenusa dengan benar, menggunakan langkah yang sistematis dan efisien, serta dapat menjelaskan alasan setiap langkah perhitungannya.
Komunikasi dan Penyajian SolusiMurid tidak menuliskan langkah penyelesaian, hanya menulis jawaban akhir atau jawaban kosong.Murid menuliskan beberapa langkah penyelesaian tetapi tidak sistematis atau sulit dipahami alur pengerjaannya.Murid menuliskan langkah penyelesaian secara urut dan dapat dipahami, meskipun ada beberapa bagian yang kurang lengkap dalam penjelasan.Murid menuliskan langkah penyelesaian secara lengkap, urut, dan jelas mulai dari yang diketahui, yang ditanya, proses penyelesaian, hingga kesimpulan jawaban.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menemukan pola perbandingan s : s : s√2 melalui eksplorasi tabel? Jika tidak, di langkah mana mereka mengalami hambatan?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu penyesuaian pada pertemuan berikutnya?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang diterapkan? Apakah murid yang membutuhkan dukungan mendapat cukup bantuan tanpa mengurangi tantangan bagi murid yang lebih cepat?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu murid? Bagaimana cara membuatnya lebih relevan dengan konteks kehidupan murid?

Refleksi Murid:

  • Konsep apa yang paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang segitiga siku-siku sama kaki?
  • Langkah atau bagian mana yang masih terasa sulit bagimu? Apa yang akan kamu lakukan untuk memahaminya lebih baik?
  • Di mana kamu bisa menemukan atau menggunakan segitiga siku-siku sama kaki di kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika SMP/MTs Kelas VIII (Kurikulum Merdeka) — Bab 2 Teorema Pythagoras, Subbab C: Segitiga Istimewa
  2. Buku Panduan Guru Matematika SMP/MTs Kelas VIII (Kurikulum Merdeka) — Panduan Subbab C: Segitiga Istimewa
  3. Kertas persegi (untuk aktivitas melipat diagonal di tahap Memahami)
  4. Lembar kerja eksplorasi: tabel panjang sisi siku-siku vs. hipotenusa (disiapkan guru)
  5. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru, berisi 3 pertanyaan refleksi dan skala bintang 1–4)
  6. Papan tulis atau proyektor untuk menyajikan contoh soal kontekstual (foto ubin, atap rumah, penggaris segitiga)
  7. Kalkulator (opsional, untuk murid yang kesulitan dengan operasi akar kuadrat)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.