Modul AjarPertemuan 5Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 100

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 100". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 100

Matematika - Kelas 2

Bab 7 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 100

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikDekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 100
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengurai (dekomposisi) bilangan cacah sampai dengan 100 menjadi nilai puluhan dan satuan menggunakan model konkret
  2. Murid dapat menuliskan hasil penguraian bilangan cacah sampai dengan 100 dalam bentuk pasangan bilangan (puluhan + satuan)

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kita punya 45 kelereng, bagaimana cara kita mengelompokkannya menjadi puluhan dan satuan?
  2. Bilangan 78 bisa diurai menjadi berapa puluhan dan berapa satuan?
  3. Apakah ada cara lain untuk mengurai bilangan 63 selain 6 puluhan + 3 satuan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan kesiapan belajar
  • Asesmen Awal: Guru menunjukkan bilangan 26 dan bertanya, 'Siapa yang masih ingat, 26 itu terdiri dari berapa puluhan dan berapa satuan?' (diagnostik pemahaman nilai tempat)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengurai bilangan cacah sampai 100 menjadi puluhan dan satuan
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Kalau Ibu punya 53 permen dan ingin membaginya dalam kelompok sepuluh, bagaimana caranya?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyiapkan lidi atau stik es krim dan karet gelang sebagai media konkret
  • Guru mendemonstrasikan bilangan 34 menggunakan lidi: mengikat 3 ikatan (masing-masing 10 lidi) dan 4 lidi lepas
  • Guru menjelaskan: '34 dapat diurai menjadi 3 puluhan (30) + 4 satuan'
  • Murid mengamati dan menyimak demonstrasi guru dengan penuh perhatian
  • Guru menunjukkan cara menuliskan di tabel nilai tempat: Puluhan = 3, Satuan = 4
  • Guru memberikan contoh lain: bilangan 67 menggunakan lidi (6 ikatan + 7 lidi lepas)
  • Murid diminta menyebutkan hasil penguraian: 67 = 6 puluhan + 7 satuan

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap murid mendapat lidi/stik es krim dan karet gelang untuk eksplorasi mandiri
  • Guru memberikan bilangan: 45, 58, 72, 89
  • Murid mengurai bilangan tersebut dengan cara mengikat lidi menjadi ikatan puluhan dan menyisakan satuan
  • Murid menuliskan hasil penguraian dalam tabel nilai tempat di buku masing-masing
  • Asesmen Proses: Guru berkeliling mengamati kerja murid, memberi bantuan bagi yang kesulitan, dan mencatat kemampuan murid dalam mengurai bilangan
  • Murid berpasangan saling mengecek pekerjaan temannya (peer checking)
  • Guru meminta beberapa murid mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas
  • Murid lain diberi kesempatan memberikan tanggapan atau bertanya

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid berdiskusi: 'Apa yang kalian rasakan saat mengurai bilangan menggunakan lidi?'
  • Murid menceritakan pengalaman dan kesulitan yang dialami
  • Guru bertanya reflektif: 'Mengapa kita perlu mengurai bilangan? Di mana kita bisa gunakan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari?'
  • Murid merefleksikan pembelajaran: menuliskan satu hal yang sudah dipahami dan satu hal yang masih perlu dipelajari
  • Guru memberikan penguatan: mengurai bilangan membantu kita memahami nilai tempat dan membandingkan bilangan dengan lebih mudah

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Bilangan cacah sampai 100 dapat diurai menjadi puluhan dan satuan menggunakan benda konkret
  • Asesmen Akhir: Guru memberikan soal evaluasi tertulis (5 soal mengurai bilangan ke dalam tabel nilai tempat)
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan memberi motivasi kepada semua murid
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat diberikan bilangan yang lebih besar (80-100) dan tantangan mengurai dengan cara berbeda (misalnya 56 = 5 puluhan + 6 satuan, atau 4 puluhan + 16 satuan). Murid yang lambat fokus pada bilangan 20-50 dengan bimbingan guru secara intensif.
  • Proses: Murid yang cepat bekerja mandiri dan diminta membantu teman. Murid yang lambat mendapat scaffolding tambahan: guru membimbing langkah demi langkah, menggunakan bilangan lebih kecil, dan memberikan lembar kerja dengan petunjuk bergambar.
  • Produk: Murid yang cepat membuat poster tentang berbagai cara mengurai satu bilangan (misalnya 48 bisa 4 puluhan + 8 satuan, atau 3 puluhan + 18 satuan). Murid yang lambat mengumpulkan hasil penguraian di tabel nilai tempat dengan benar.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang nilai tempat bilangan 26 untuk mengecek pemahaman prasyarat murid tentang puluhan dan satuan

Proses:

  • Observasi guru berkeliling saat murid mengurai bilangan 45, 58, 72, 89 menggunakan lidi
  • Catatan anekdotal tentang kemampuan murid mengikat lidi, menghitung, dan menuliskan hasil dalam tabel nilai tempat
  • Peer checking: murid saling mengecek pekerjaan pasangannya

Akhir:

  • Tes tertulis: Murid mengisi tabel nilai tempat untuk bilangan 37, 52, 68, 81, 95
  • Soal isian: 43 = ... puluhan + ... satuan; 76 = ... puluhan + ... satuan
  • Unjuk kerja: Murid mengurai bilangan 64 menggunakan lidi dan menjelaskan hasilnya kepada guru

Formatif:

  • Observasi saat murid mengurai bilangan menggunakan lidi (keterampilan mengikat, menghitung, mengelompokkan)
  • Tanya jawab lisan tentang hasil penguraian
  • Peer assessment saat murid saling mengecek pekerjaan

Sumatif:

  • Tes tertulis: mengisi tabel nilai tempat untuk 5 bilangan berbeda
  • Unjuk kerja: mengurai bilangan yang ditentukan guru menggunakan lidi dan menjelaskan hasilnya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengurai bilangan menggunakan model konkret (lidi)Murid belum mampu mengelompokkan lidi menjadi ikatan puluhan dan satuan, masih memerlukan bimbingan penuh guruMurid mampu mengelompokkan lidi menjadi ikatan puluhan dan satuan dengan banyak bantuan guru, hasilnya belum selalu tepatMurid mampu mengelompokkan lidi menjadi ikatan puluhan dan satuan dengan sedikit bantuan, hasilnya sebagian besar tepatMurid mampu mengelompokkan lidi menjadi ikatan puluhan dan satuan secara mandiri dengan hasil yang tepat dan cepat
Menuliskan hasil penguraian dalam bentuk pasangan bilanganMurid belum mampu menuliskan hasil penguraian ke dalam tabel nilai tempat atau bentuk puluhan + satuanMurid mampu menuliskan hasil penguraian dengan banyak kesalahan (lebih dari 3 kesalahan dari 5 soal)Murid mampu menuliskan hasil penguraian dengan beberapa kesalahan (1-2 kesalahan dari 5 soal)Murid mampu menuliskan hasil penguraian dengan tepat untuk semua soal yang diberikan
Penalaran kritis dalam mengurai bilanganMurid tidak dapat menjelaskan alasan penguraian bilangan, hanya meniru tanpa pemahamanMurid dapat menjelaskan dengan sangat sederhana dan memerlukan banyak pertanyaan pemandu dari guruMurid dapat menjelaskan cara mengurai bilangan dengan cukup jelas meskipun masih memerlukan sedikit bantuanMurid dapat menjelaskan cara mengurai bilangan dengan jelas, logis, dan bahkan mampu menunjukkan cara alternatif

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah media konkret (lidi) yang digunakan efektif membantu murid memahami konsep dekomposisi bilangan?
  • Murid mana yang masih kesulitan dan memerlukan intervensi tambahan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid cepat dan lambat?
  • Bagaimana cara memperbaiki pembelajaran agar lebih bermakna dan menggembirakan bagi murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang mengurai bilangan?
  • Bagian mana yang menurutmu paling menyenangkan? Bagian mana yang masih sulit?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika menemukan bilangan lain dan ingin mengurainya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka
  2. Buku Guru Matematika Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka
  3. Lidi atau stik es krim (minimal 100 batang per kelompok)
  4. Karet gelang untuk mengikat lidi
  5. Lembar kerja tabel nilai tempat
  6. Papan tulis dan spidol

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.