Modul AjarPertemuan 3Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Cacah sampai dengan 100

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Cacah sampai dengan 100". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Cacah sampai dengan 100

Matematika - Kelas 2

Bab 7 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Cacah sampai dengan 100

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMembaca dan Menulis Lambang Bilangan Cacah sampai dengan 100
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca lambang bilangan cacah sampai dengan 100 dengan benar
  2. Murid dapat menuliskan lambang bilangan cacah sampai dengan 100 sesuai nama bilangannya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Berapa banyak kue cubit milik Pak Ahmad jika ada 10 bungkus dan setiap bungkus berisi 10 kue?
  2. Bagaimana cara kalian membaca angka 92? Berapa puluhannya dan berapa satuannya?
  3. Kalau kalian mendengar nama bilangan 'delapan puluh lima', bagaimana cara menuliskan lambang bilangannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali bilangan sampai dengan 50 yang telah dipelajari semester lalu
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan cara membaca dan menulis bilangan 50, 40, 30
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar membaca dan menulis lambang bilangan sampai dengan 100
  • Guru menampilkan cerita Pak Ahmad penjual kue cubit dan mengajukan pertanyaan pemantik

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar 10 bungkus kue cubit, setiap bungkus berisi 10 kue, dan membimbing murid menghitung secara puluhan: 10, 20, 30, ..., 100
  • Guru memperkenalkan konsep 10 puluhan = 100 menggunakan tabel nilai tempat
  • Murid mengamati contoh-contoh bilangan dengan puluhan dan satuan (contoh: 92 = 9 puluhan dan 2 satuan)
  • Guru mendemonstrasikan cara membaca lambang bilangan: angka di tempat puluhan dibaca dulu, lalu angka di tempat satuan (contoh: 73 dibaca 'tujuh puluh tiga')
  • Guru mendemonstrasikan cara menulis lambang bilangan dari nama bilangan: dengar kata 'puluh' untuk menentukan angka puluhan, kata terakhir untuk angka satuan (contoh: 'delapan puluh lima' ditulis 85)
  • Murid berlatih membaca lambang bilangan dari kartu bilangan yang ditunjukkan guru (66, 87, 92, 73, 100)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan latihan menghitung benda dalam kelompok puluhan dan satuan, kemudian membaca bilangannya (Buku Siswa hal. 204-205)
  • Murid menghubungkan nama bilangan dengan lambang bilangan yang tepat (contoh: 9 puluhan dan 2 satuan dipasangkan dengan 92)
  • Murid menebak banyak benda, lalu menghitung untuk memverifikasi tebakan mereka
  • Murid menulis lambang bilangan sesuai nama bilangan yang diberikan: enam puluh dua, lima puluh tiga, sembilan puluh dua, tujuh puluh delapan
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan individual kepada murid yang mengalami kesulitan

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diminta memikirkan: bilangan mana yang paling mudah dibaca? Mana yang paling sulit? Mengapa?
  • Murid berbagi dengan teman sebangku tentang strategi mereka membaca dan menulis bilangan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: apa perbedaan antara membaca bilangan yang hanya ada puluhannya (seperti 70) dengan bilangan yang ada puluhan dan satuan (seperti 73)?
  • Murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dengan kata-kata sendiri

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid membaca dan menulis bilangan secara acak
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas usaha murid
  • Guru memberikan tugas mandiri: mencari 5 contoh bilangan sampai dengan 100 di rumah (nomor rumah, harga barang, dll.) dan menuliskan cara membacanya
  • Guru menutup pembelajaran dengan refleksi singkat dan doa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar dapat langsung berlatih dengan bilangan mendekati 100, sedangkan murid yang belum lancar fokus pada bilangan 50-80 terlebih dahulu
  • Proses: Murid yang cepat menguasai dapat membantu teman sebangku sebagai tutor sebaya. Murid yang lambat mendapat bimbingan lebih intensif dari guru dengan media konkret (stik es krim yang diikat per 10)
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat membuat kartu bilangan sendiri dan menantang teman untuk membacanya. Murid yang masih berlatih cukup menyelesaikan latihan dasar di Buku Siswa

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: murid diminta membaca dan menulis bilangan 30, 40, 50 untuk mengecek pemahaman prasyarat

Proses:

  • Observasi selama tahap Memahami: apakah murid dapat menunjukkan puluhan dan satuan dari suatu bilangan
  • Cek pekerjaan murid di Buku Siswa hal. 204-208: ketepatan menghitung, membaca, dan menulis bilangan
  • Bertanya kepada murid secara acak untuk membaca bilangan yang ditampilkan di papan tulis

Akhir:

  • Tes tertulis singkat: murid menulis 3 lambang bilangan dari nama bilangan (contoh: tujuh puluh enam, delapan puluh sembilan, sembilan puluh lima)
  • Tes lisan: murid membaca 3 lambang bilangan yang ditunjukkan guru (contoh: 82, 67, 94)
  • Observasi: murid menunjukkan pemahaman nilai tempat dengan menyebutkan berapa puluhan dan berapa satuan dari suatu bilangan

Formatif:

  • Observasi saat murid membaca lambang bilangan dari kartu bilangan
  • Mengecek hasil pekerjaan murid dalam menghubungkan nama bilangan dengan lambang bilangan
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran

Sumatif:

  • Tes tertulis: murid menulis lambang bilangan dari 5 nama bilangan yang disebutkan guru
  • Tes lisan: murid membaca 5 lambang bilangan yang ditunjukkan guru

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca lambang bilangan cacah sampai dengan 100Murid belum dapat membaca lambang bilangan dengan benar, keliru dalam menyebut puluhan dan satuanMurid dapat membaca beberapa lambang bilangan (50-80) dengan bantuan guru, masih sering raguMurid dapat membaca sebagian besar lambang bilangan (51-99) dengan benar, sesekali masih perlu konfirmasiMurid dapat membaca semua lambang bilangan (51-100) dengan benar, lancar, dan percaya diri
Menulis lambang bilangan cacah sampai dengan 100 sesuai nama bilangannyaMurid belum dapat menulis lambang bilangan dengan benar, sering terbalik posisi puluhan dan satuanMurid dapat menulis beberapa lambang bilangan sederhana (yang puluhannya saja atau yang mudah) dengan bantuanMurid dapat menulis sebagian besar lambang bilangan dengan benar, kadang masih keliru pada bilangan tertentuMurid dapat menulis semua lambang bilangan dari nama bilangannya dengan tepat dan konsisten

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah strategi yang saya gunakan efektif membantu semua murid memahami konsep membaca dan menulis bilangan?
  • Murid mana yang masih memerlukan bimbingan lebih lanjut?
  • Apakah media pembelajaran (tabel nilai tempat, kartu bilangan) membantu murid memahami konsep dengan lebih baik?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah kamu pahami hari ini tentang membaca dan menulis bilangan?
  • Bagian mana yang masih sulit untukmu?
  • Bagaimana perasaanmu saat belajar hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas II halaman 192-209
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas II halaman 146-150
  3. Kartu bilangan (51-100)
  4. Tabel nilai tempat
  5. Stik es krim atau lidi (diikat per 10) sebagai media konkret
  6. Gambar kue cubit dan benda-benda di sekitar sekolah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.