Modul AjarBab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 2 Bab 7: Ayo Membilang Sampai dengan 100

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 2 untuk Bab 7 "Ayo Membilang Sampai dengan 100", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 2 Bab 7: Ayo Membilang Sampai dengan 100

Matematika - Kelas 2

Bab 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 7 — Ayo Membilang Sampai dengan 100

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 7 — Ayo Membilang Sampai dengan 100
Alokasi Waktu26 JP (26 x 35 menit = 910 menit)
Jumlah Pertemuan11
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.7.1 Membaca bilangan cacah sampai 100
  2. TP 2.7.2 Menulis bilangan cacah sampai 100
  3. TP 2.7.3 Menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 100
  4. TP 2.7.4 Membandingkan bilangan cacah sampai 100
  5. TP 2.7.5 Mengurutkan bilangan cacah sampai 100

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kita lebih cepat menghitung banyak stik es krim jika jumlahnya lebih dari 20?
  2. Jika ada 2 ikat stik berisi puluhan dan 4 stik lepas, bagaimana kita membacanya?
  3. Jika Ibu guru mempunyai 6 ikat stik (tiap ikat berisi 10 stik) dan 3 stik lepas, bagaimana cara kita membaca bilangan tersebut?
  4. Bagaimana cara kita membaca lambang bilangan 51 sampai 100 setelah menghitung kelompok benda puluhan dan satuannya?
  5. Jika Ibu Guru menyebut nama bilangan 'tiga puluh empat', angka berapa saja yang harus kita tulis?
  6. Bagaimana bentuk lambang bilangan dari nama bilangan 'empat puluh delapan'?
  7. Bagaimana bentuk tulisan angka jika guru menyebut bilangan enam puluh dua?
  8. Jika tertulis angka 78, bagaimana kalian menuliskan nama bilangannya menggunakan huruf?
  9. Jika kita memiliki 2 ikat stik (masing-masing 10) dan 4 stik lepas, berapa banyak stik semuanya?
  10. Di mana letak angka puluhan dan di mana letak angka satuan pada bilangan 35?
  11. Jika kita memiliki 6 ikatan stik es krim berisi masing-masing 10 stik dan ada 4 stik lepas, di kolom manakah kita menuliskan angka 6 dan 4 pada tabel nilai tempat?
  12. Pada bilangan 85, angka manakah yang menempati nilai tempat puluhan dan angka manakah yang menempati nilai tempat satuan?
  13. Jika Kira membawa 26 permen dan Tika membawa 32 permen, permen milik siapa yang lebih banyak?
  14. Bagaimana cara kita membandingkan dua bilangan menggunakan kata 'lebih dari' atau 'kurang dari'?
  15. Jika kantong kelereng Halim berisi 56 butir dan kantong kelereng Malosi berisi 65 butir, kelereng siapa yang lebih banyak?
  16. Bagaimana cara kita mengetahui bilangan mana yang lebih besar hanya dengan melihat angka puluhan dan satuannya?
  17. Jika kita memiliki bilangan 24, 38, dan 19, bilangan mana yang paling kecil dan mana yang paling besar?
  18. Bagaimana urutan bilangan jika kita berbaris dari yang memiliki nomor terkecil ke terbesar?
  19. Jika kita memiliki tiga bilangan, yaitu 76, 83, dan 57, bilangan mana yang paling kecil dan mana yang paling besar?
  20. Bagaimana cara melihat nilai tempat puluhan dan satuan untuk membantu mengurutkan tiga bilangan?
  21. Bagaimana caramu membuktikan bahwa kamu sudah lancar membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100?
  22. Mengapa kita perlu teliti saat memeriksa puluhan dan satuan pada bilangan sebelum membandingkan atau mengurutkannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Membaca Bilangan Cacah 21 sampai 50 melalui Pengelompokan Benda — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.1 Membaca bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal dengan menunjukkan kartu lambang bilangan 20, 24, dan 30 secara berurutan, lalu meminta murid membaca nama bilangannya secara lisan (acuan: 'dua puluh', 'dua puluh empat', 'tiga puluh') (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca bilangan cacah 21 sampai 50 melalui pengelompokan sepuluh-sepuluh menggunakan benda konkret (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan cara mengelompokkan 24 stik es krim menjadi 2 ikat puluhan (masing-masing 10 stik diikat karet) dan 4 stik satuan lepas di atas meja (5 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati bahwa 2 ikat puluhan bernilai 20 dan 4 stik bernilai 4, digabung menjadi 24, lalu mencontohkan membaca lambang 24 dengan lafal 'dua puluh empat' secara nyaring bersama-sama (5 menit).
  • Guru menyajikan contoh pengelompokan kedua dengan 3 ikat sepuluh dan 5 stik lepas (35), lalu memodelkan cara membacanya: 'tiga puluh lima' (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan, tiap pasangan menerima wadah berisi kumpulan stik es krim dan karet gelang untuk mengelompokkan setiap 10 stik menjadi satu ikatan puluhan (7 menit).
  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Ambil, Kelompokkan, dan Baca': Murid A mengambil sejumlah stik acak (rentang 21-50), bersama-sama mengikat per sepuluh benda, lalu Murid B membaca lambang bilangan yang terbentuk secara lisan, kemudian bergantian peran (8 menit).
  • Setiap murid secara berpasangan mengerjakan Lembar Kerja Berhitung Benda Berkelompok yang memuat 4 butir soal gambar ikatan puluhan dan satuan berikut: Butir 1 (2 ikat sepuluh dan 3 lepas) dibaca 'dua puluh tiga'; Butir 2 (3 ikat sepuluh dan 6 lepas) dibaca 'tiga puluh enam'; Butir 3 (4 ikat sepuluh dan 2 lepas) dibaca 'empat puluh dua'; Butir 4 (4 ikat sepuluh dan 8 lepas) dibaca 'empat puluh delapan' (acuan kunci pembacaan: 1. dua puluh tiga; 2. tiga puluh enam; 3. empat puluh dua; 4. empat puluh delapan) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid mencocokkan hasil pembacaan bilangan pada keempat butir lembar kerja secara lisan bersama-sama untuk memverifikasi ketepatan membaca bilangan cacah 21 sampai 50 (5 menit).
  • Murid memikirkan dan menyampaikan kesan mengenai kemudahan membaca bilangan ketika benda-benda dikelompokkan dalam ikatan sepuluh-sepuluh dibanding menghitung satu demi satu (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bilangan 21 sampai 50 dapat dibaca dengan mudah dengan melihat berapa kelompok puluhan dan berapa satuannya (3 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir lisan secara acak kepada murid menggunakan 2 kartu bilangan: 27 dibaca 'dua puluh tujuh' dan 45 dibaca 'empat puluh lima', kemudian menutup pembelajaran dengan doa (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan stik es krim berwarna atau kartu titik sepuluh bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret tambahan.
  • Proses: Murid yang masih memerlukan bimbingan didampingi guru saat menghitung dan mengikat per 10 benda; murid yang sudah cepat diarahkan langsung membilang benda dalam rentang 41-50.
  • Produk: Murid melafalkan pembacaan bilangan secara lisan langsung kepada guru/pasangan atau menuliskannya dalam suku kata bantuan membaca.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: Murid diminta membaca 3 lambang bilangan yang ditunjukkan guru: 20 (acuan: dibaca 'dua puluh'), 24 (acuan: dibaca 'dua puluh empat'), dan 30 (acuan: dibaca 'tiga puluh').

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam membaca bilangan 21 sampai 50 dari kumpulan benda konkret yang telah dikelompokkan sepuluh-sepuluh pada 4 butir lembar kerja (acuan: Butir 1 = 23 dibaca 'dua puluh tiga'; Butir 2 = 36 dibaca 'tiga puluh enam'; Butir 3 = 42 dibaca 'empat puluh dua'; Butir 4 = 48 dibaca 'empat puluh delapan').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjukkan kartu lambang bilangan 27 dan 45, murid membaca nama bilangannya dengan tepat (acuan: 27 dibaca 'dua puluh tujuh'; 45 dibaca 'empat puluh lima').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca bilangan secara lisan saat aktivitas berpasangan
  • Pemeriksaan ketepatan membaca 4 bilangan pada Lembar Kerja Berhitung Benda Berkelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Membaca Bilangan Cacah 21-50Belum mampu membaca bilangan cacah 21 sampai 50 sesuai kelompok benda (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan: 23, 36, 42, 48).Mampu membaca sebagian kecil bilangan cacah 21 sampai 50 sesuai kelompok benda dengan tepat (2 butir tepat dari 4 butir acuan: 23, 36, 42, 48) dengan bantuan guru.Mampu membaca sebagian besar bilangan cacah 21 sampai 50 sesuai kelompok benda dengan tepat (3 butir tepat dari 4 butir acuan: 23, 36, 42, 48) secara mandiri.Mampu membaca seluruh bilangan cacah 21 sampai 50 sesuai kelompok benda dengan tepat tanpa kekeliruan (4 butir tepat dari 4 butir acuan: 23, 36, 42, 48) secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan model ikatan 10 stik efektif membantu murid membaca bilangan 21 sampai 50?
  • Bagian mana dari kegiatan pengelompokan yang paling membutuhkan bimbingan intensif?

Murid:

  • Apakah kamu merasa lebih mudah membaca bilangan setelah stik dikelompokkan sepuluh-sepuluh?
  • Bilangan berapa di antara 21 sampai 50 yang paling mudah kamu baca hari ini?

Pertemuan 2 — Membaca Bilangan Cacah 51 sampai 100 dengan Bantuan Benda Konkret — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.1 Membaca bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan pertemuan sebelumnya tentang bilangan sampai 50 melalui tanya jawab singkat mengenai cara membilang puluhan (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 kartu lambang bilangan: 50, 45, dan 32, lalu meminta murid secara lisan membaca lambang bilangan tersebut satu per satu (acuan bacaan: 50 dibaca 'lima puluh', 45 dibaca 'empat puluh lima', 32 dibaca 'tiga puluh dua') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperagakan pengelompokan benda konkret menggunakan stik es krim yang diikat karet (1 ikat = 10 stik / 1 puluhan) dan stik lepas (satuan) untuk membentuk bilangan 51 sampai 100, misalnya 6 ikat dan 4 stik lepas (60 dan 4) lalu membimbing murid membaca nama bilangannya: 'enam puluh empat' (8 menit).
  • Murid menyimak demonstrasi guru membaca 4 contoh susunan benda konkret dan lambang bilangan di papan tulis: 5 ikat dan 5 stik lepas (55 = 'lima puluh lima'), 7 ikat dan 2 stik lepas (72 = 'tujuh puluh dua'), 8 ikat dan 0 stik lepas (80 = 'delapan puluh'), serta 10 ikat penuh (100 = 'seratus') (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid bermain tantangan 'Ambil, Hitung, dan Baca': satu murid mengambil sejumlah ikatan stik es krim puluhan dan stik satuan di atas meja, kemudian pasangannya membilang dan membaca nama bilangannya dengan lantang (15 menit).
  • Setiap pasangan murid mengerjakan lembar latihan membaca 5 susunan benda konkret berikut: (1) 5 ikat puluhan dan 8 stik satuan -> dibaca 'lima puluh delapan'; (2) 6 ikat puluhan dan 7 stik satuan -> dibaca 'enam puluh tujuh'; (3) 7 ikat puluhan dan 5 stik satuan -> dibaca 'tujuh puluh lima'; (4) 8 ikat puluhan dan 9 stik satuan -> dibaca 'delapan puluh sembilan'; (5) 9 ikat puluhan dan 4 stik satuan -> dibaca 'sembilan puluh empat' (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak perwakilan murid membaca nyaring nama bilangan dari hasil hitungan benda konkret di depan kelas, lalu bersama-sama mengonfirmasi ketepatan pelafalan nama bilangannya (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara membaca bilangan cacah 51 sampai 100 dengan menyebutkan kelompok puluhan terlebih dahulu lalu satuannya (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas kegiatan belajar hari ini, mengingatkan murid untuk terus berlatih membaca bilangan di sekitar rumah, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan ikatan stik es krim dengan penanda warna berbeda untuk kelompok puluhan bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru membaca bilangan puluhan utuh terlebih dahulu (50, 60, 70, dst.) sebelum membaca bilangan dengan satuan; murid yang cepat membaca diberi kumpulan benda acak bilangan 80–100 untuk dibaca secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman dengan melafalkan langsung nama bilangan dari susunan benda konkret atau memasangkan kartu nama bilangan dengan kelompok bendanya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan membaca 3 lambang bilangan cacah sampai 50 di awal pertemuan: (1) lambang bilangan 50 (acuan: dibaca 'lima puluh'); (2) lambang bilangan 45 (acuan: dibaca 'empat puluh lima'); (3) lambang bilangan 32 (acuan: dibaca 'tiga puluh dua'). Kriteria siap: murid dapat membaca minimal 2 dari 3 bilangan dengan tepat.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid bermain berpasangan dan mengerjakan lembar latihan membaca 5 susunan benda konkret bilangan 51 sampai 100: (1) 5 ikat dan 8 satuan (acuan: 'lima puluh delapan'); (2) 6 ikat dan 7 satuan (acuan: 'enam puluh tujuh'); (3) 7 ikat dan 5 satuan (acuan: 'tujuh puluh lima'); (4) 8 ikat dan 9 satuan (acuan: 'delapan puluh sembilan'); (5) 9 ikat dan 4 satuan (acuan: 'sembilan puluh empat'). Kriteria: ketepatan melafalkan nama bilangan puluhan dan satuannya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: guru menunjuk 3 susunan benda konkret: (1) 6 ikat dan 1 satuan (acuan: 'enam puluh satu'); (2) 8 ikat dan 3 satuan (acuan: 'delapan puluh tiga'); (3) 10 ikat puluhan (acuan: 'seratus'), lalu murid melafalkannya.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan saat murid membilang dan membaca bilangan 51 sampai 100 dengan bantuan benda konkret.
  • Pemeriksaan lembar latihan membaca 5 susunan benda konkret menjadi nama bilangan lisan/tertulis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca Bilangan Cacah 51 sampai 100Belum mampu membaca nama bilangan cacah 51 sampai 100 dari benda konkret yang disediakan (0 sampai 1 dari 5 acuan benar: 58, 67, 75, 89, 94) meskipun telah dibimbing.Mampu membaca sebagian kecil nama bilangan cacah 51 sampai 100 dari benda konkret (2 sampai 3 dari 5 acuan benar: 58, 67, 75, 89, 94) dengan bimbingan guru.Mampu membaca sebagian besar nama bilangan cacah 51 sampai 100 dari benda konkret secara tepat (4 dari 5 acuan benar: 58, 67, 75, 89, 94) secara mandiri.Mampu membaca seluruh nama bilangan cacah 51 sampai 100 dari benda konkret secara tepat dan lancar (5 dari 5 acuan benar: 58, 67, 75, 89, 94) secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan benda konkret stik es krim terikat membantu murid memahami cara membaca bilangan cacah 51 sampai 100 dengan lebih mudah?
  • Bagian mana dari rentang bilangan 51 sampai 100 yang paling sering membuat murid keliru dalam pelafalan nama bilangannya?

Murid:

  • Bagian mana yang paling kamu sukai saat menghitung dan membaca bilangan bersama temanmu tadi?
  • Apakah kamu sudah bisa membaca bilangan dari 51 sampai 100 dengan tepat?

Pertemuan 3 — Menulis Lambang Bilangan Cacah 21 sampai 50 Sesuai Nama Bilangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.2 Menulis bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan materi membilang sebelumnya dan menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu menulis lambang bilangan cacah 21 sampai 50 sesuai nama bilangannya (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menyebutkan lisan 2 nama bilangan: (1) 'dua puluh tiga' dan (2) 'tiga puluh lima', lalu meminta semua murid serempak menuliskannya di papan tulis mini/kertas masing-masing (acuan jawaban: [1] 23, [2] 35) untuk memeriksa kesiapan awal (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperagakan hubungan nama bilangan dengan lambang bilangan di papan tulis menggunakan kartu kata dan kartu angka pada 3 contoh: (1) 'dua puluh lima' ditulis 25, (2) 'tiga puluh tujuh' ditulis 37, dan (3) 'empat puluh dua' ditulis 42 (8 menit).
  • Murid menyimak penjelasan bahwa kata 'puluh' menunjukkan angka puluhan di depan dan kata satuan menunjukkan angka di belakangnya, kemudian berlatih bersama mengecek penulisan lambang bilangan (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan permainan tantangan 'Tebak dan Tulis Cepat': satu murid membacakan kartu nama bilangan, pasangannya menulis lambang bilangannya secara bergantian menggunakan 4 kartu nama bilangan: (1) 'dua puluh delapan' -> 28, (2) 'tiga puluh satu' -> 31, (3) 'empat puluh enam' -> 46, (4) 'lima puluh' -> 50 (acuan: kartu 1 = 28, kartu 2 = 31, kartu 3 = 46, kartu 4 = 50) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menulis lambang bilangan cacah berdasarkan 5 nama bilangan yang tertulis: (1) 'dua puluh empat', (2) 'tiga puluh tiga', (3) 'tiga puluh sembilan', (4) 'empat puluh satu', (5) 'empat puluh tujuh' (acuan kunci jawaban: [1] 24, [2] 33, [3] 39, [4] 41, [5] 47) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar latihan mandiri dengan kunci jawaban di papan tulis, menandai jawaban yang tepat secara jujur dan berkesadaran (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara menulis lambang bilangan 21 sampai 50 dari nama bilangannya (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, menutup kegiatan dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan didukung dengan kartu petunjuk nama puluhan (20, 30, 40, 50), sedangkan murid yang cepat langsung menggunakan kartu nama bilangan utuh.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan bimbingan terfokus saat menulis angka puluhan dan satuan, sementara murid yang sudah mahir mengerjakan latihan mandiri secara penuh.
  • Produk: Murid yang selesai lebih awal diberi tantangan tambahan menulis lambang bilangan dari 3 nama bilangan acak tambahan: 'dua puluh sembilan' (29), 'tiga puluh delapan' (38), dan 'empat puluh lima' (45).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menuliskan lambang bilangan di papan tulis mini saat guru menyebutkan 2 nama bilangan lisan: (1) 'dua puluh tiga' (acuan: 23) dan (2) 'tiga puluh lima' (acuan: 35)

Proses:

  • Memeriksa ketepatan penulisan 4 lambang bilangan pada aktivitas permainan 'Tebak dan Tulis Cepat': (1) 'dua puluh delapan' -> 28, (2) 'tiga puluh satu' -> 31, (3) 'empat puluh enam' -> 46, (4) 'lima puluh' -> 50 (acuan: 28, 31, 46, 50)

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketepatan pada lembar latihan mandiri menulis lambang bilangan dari 5 nama bilangan: (1) 'dua puluh empat' -> 24, (2) 'tiga puluh tiga' -> 33, (3) 'tiga puluh sembilan' -> 39, (4) 'empat puluh satu' -> 41, (5) 'empat puluh tujuh' -> 47 (acuan kunci jawaban: [1] 24, [2] 33, [3] 39, [4] 41, [5] 47; kriteria tuntas: minimal 4 dari 5 butir tepat)

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan pasangan 'Tebak dan Tulis Cepat' menuliskan 4 lambang bilangan
  • Penilaian lembar kerja mandiri menuliskan 5 lambang bilangan cacah 21 sampai 50 sesuai nama bilangannya

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menulis Lambang Bilangan Cacah 21 sampai 50 Sesuai Nama Bilangan (Acuan 5 butir lembar mandiri: [1] 24, [2] 33, [3] 39, [4] 41, [5] 47)Menulis dengan tepat 1 atau belum ada lambang bilangan yang tepat dari 5 butir yang diberikan.Menulis dengan tepat 2 sampai 3 lambang bilangan dari 5 butir yang diberikan dengan bimbingan guru.Menulis dengan tepat 4 lambang bilangan dari 5 butir yang diberikan secara mandiri.Menulis dengan tepat seluruh 5 lambang bilangan dari 5 butir yang diberikan secara mandiri dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan posisi angka puluhan dan satuan saat menuliskan lambang bilangannya?
  • Bagian mana dari kegiatan menulis lambang bilangan yang masih membingungkan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Apakah kamu merasa mudah menuliskan angka saat Ibu/Bapak Guru membacakan nama bilangannya?
  • Bilangan mana antara 21 sampai 50 yang menurutmu paling mudah ditulis lambang bilangannya?

Pertemuan 4 — Menulis Lambang dan Nama Bilangan Cacah 51 sampai 100 — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.2 Menulis bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid di kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mendiktekan 2 nama bilangan cacah di bawah 50, lalu murid menuliskan lambang bilangannya di papan tulis mini/kertas masing-masing: (1) 'Tiga puluh empat' (acuan lambang: 34); (2) 'Empat puluh tujuh' (acuan lambang: 47) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menuliskan lambang bilangan (angka) dan nama bilangan (huruf) untuk bilangan cacah dari 51 sampai 100 (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memperagakan pemodelan menulis lambang dan nama bilangan cacah 51 sampai 100 di papan tulis: menunjukkan angka 53 ditulis nama bilangannya 'lima puluh tiga', dan nama bilangan 'tujuh puluh delapan' ditulis lambang bilangannya '78' (15 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang pola penulisan nama bilangan puluhan dan satuan dari rentang 51 sampai 100 (misalnya 60 ditulis 'enam puluh', 92 ditulis 'sembilan puluh dua', 100 ditulis 'seratus') serta menirukan penulisan 2 contoh di buku catatan (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Tebak & Tulis Cepat': satu murid menyebutkan/menunjukkan kartu nama bilangan atau lambang bilangan secara bergantian, lalu pasangannya menuliskan pasangannya pada papan tulis mini (1) Kartu lambang '56' ditulis nama bilangannya 'lima puluh enam'; (2) Kartu nama 'tujuh puluh satu' ditulis lambangnya '71'; (3) Kartu lambang '84' ditulis nama bilangannya 'delapan puluh empat'; (4) Kartu nama 'sembilan puluh sembilan' ditulis lambangnya '99' (acuan sesuai rincian kartu tersebut) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menulis lambang dan nama bilangan cacah 51 sampai 100 yang memuat 4 butir: Butir 1 menulis lambang dari 'enam puluh dua' (acuan: 62); Butir 2 menulis lambang dari 'sembilan puluh dua' (acuan: 92); Butir 3 menulis nama bilangan dari lambang '78' (acuan: tujuh puluh delapan); Butir 4 menulis nama bilangan dari lambang '85' (acuan: delapan puluh lima) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid memeriksa hasil pekerjaannya secara mandiri dengan mencocokkan pada kunci jawaban di papan tulis, lalu murid mengidentifikasi penulisan lambang atau nama bilangan mana yang masih keliru atau terbalik (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali aturan penulisan lambang bilangan (berupa angka) dan nama bilangan (berupa kata/huruf) untuk rentang bilangan 51 sampai 100 (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan penulisan murid, mengingatkan murid untuk tetap berlatih di rumah, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata puluhan ('lima puluh', 'enam puluh', dst.), sedangkan murid yang telah mahir diberikan variasi bilangan hingga 100.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara intensif dalam menulis nama bilangan berhuruf, sedangkan murid yang cepat langsung mengerjakan lembar latihan mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan tulisan lambang dan nama bilangan; murid yang membutuhkan bimbingan fokus menyelesaikan minimal 2 butir dengan tepat, sedangkan murid mahir menyelesaikan seluruh 4 butir latihan beserta 2 butir pengayaan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Mendiktekan 2 bilangan cacah di bawah 50 untuk ditulis lambang bilangannya secara individu: (1) Nama bilangan 'Tiga puluh empat' (acuan kunci lambang: 34); (2) Nama bilangan 'Empat puluh tujuh' (acuan kunci lambang: 47).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan lembar latihan mandiri yang berisi 4 butir: (1) Tulis lambang dari 'enam puluh dua' (acuan: 62); (2) Tulis lambang dari 'sembilan puluh dua' (acuan: 92); (3) Tulis nama bilangan dari '78' (acuan: tujuh puluh delapan); (4) Tulis nama bilangan dari '85' (acuan: delapan puluh lima).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: murid menuliskan di selembar kertas kecil satu pasang lambang dan nama bilangan yang ditentukan guru: lambang '94' ditulis nama bilangannya (acuan: sembilan puluh empat), dan nama bilangan 'seratus' ditulis lambang bilangannya (acuan: 100).

Formatif:

  • Tes tertulis singkat pada lembar latihan mandiri menulis lambang bilangan dan nama bilangan cacah 51 sampai 100.
  • Observasi unjuk kerja saat permainan berpasangan menuliskan lambang dan nama bilangan di papan tulis mini.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menulis Lambang Bilangan Cacah 51 sampai 100Belum mampu menulis lambang bilangan 51 sampai 100 sesuai nama bilangannya dengan tepat (0 butir benar dari 2 butir acuan: 62 dan 92).Mampu menulis 1 dari 2 butir lambang bilangan 51 sampai 100 secara tepat sesuai acuan (acuan: 62 dan 92) dengan bantuan guru.Mampu menulis seluruh (2 butir) lambang bilangan 51 sampai 100 secara tepat sesuai acuan (acuan: 62 dan 92) secara mandiri.Mampu menulis seluruh (2 butir) lambang bilangan 51 sampai 100 secara tepat sesuai acuan (acuan: 62 dan 92) secara mandiri dan konsisten tepat pada butir pengayaan bilangan 100.
Ketepatan Menulis Nama Bilangan Cacah 51 sampai 100Belum mampu menulis nama bilangan 51 sampai 100 sesuai lambang bilangannya dengan tepat (0 butir benar dari 2 butir acuan: 'tujuh puluh delapan' dan 'delapan puluh lima').Mampu menulis 1 dari 2 butir nama bilangan 51 sampai 100 secara tepat sesuai acuan (acuan: 'tujuh puluh delapan' dan 'delapan puluh lima') dengan bantuan guru.Mampu menulis seluruh (2 butir) nama bilangan 51 sampai 100 secara tepat sesuai acuan (acuan: 'tujuh puluh delapan' dan 'delapan puluh lima') secara mandiri.Mampu menulis seluruh (2 butir) nama bilangan 51 sampai 100 secara tepat sesuai acuan (acuan: 'tujuh puluh delapan' dan 'delapan puluh lima') secara mandiri dan konsisten tepat pada butir pengayaan nama bilangan 'seratus'.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid mengalami kesulitan dalam menuliskan ejaan nama bilangan puluhan dan satuan dari 51 sampai 100?
  • Apakah alokasi waktu pada tahap permainan dan latihan mandiri sudah mencukupi untuk memantau kemandirian seluruh murid?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah: menulis lambang angka atau menulis nama bilangan dengan huruf?
  • Bilangan antara 51 sampai 100 mana yang menurutmu masih sulit dituliskan nama bilangannya?

Pertemuan 5 — Menentukan Nilai Tempat Puluhan dan Satuan Bilangan Cacah sampai 50 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.3 Menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid serta menyiapkan perlengkapan belajar berupa stik es krim dan karet gelang (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menunjukkan 2 ikat stik (tiap ikat berisi 10 stik) dan 3 stik lepas di depan kelas, lalu meminta murid menentukan banyaknya puluhan dan satuan serta bilangan yang terbentuk (acuan diagnostik: 2 puluhan dan 3 satuan = 23) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperagakan pengelompokan 10 stik es krim yang diikat menjadi 1 ikatan puluhan, lalu menunjukkan 3 ikatan puluhan dan 6 stik lepas (36) sambil menuliskan penempatan angka pada tabel nilai tempat di papan tulis: kolom Puluhan diisi angka 3 dan kolom Satuan diisi angka 6 (acuan: 3 puluhan bernilai 30, 6 satuan bernilai 6, bilangan 36) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengamati dan membuktikan penempatan nilai tempat dari 4 ikatan stik dan 2 stik lepas, kemudian menentukan nilai tempatnya pada lembar mini tabel nilai tempat (acuan: puluhan = 4, satuan = 2, bilangan 42) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Tebak Kantong Nilai Tempat': setiap pasangan mengambil kartu bilangan acak lalu menyusun stik es krim ke dalam kantong nilai tempat berlabel 'Puluhan' dan 'Satuan' untuk 3 kartu bilangan berikut: Kartu A (27: 2 puluhan dan 7 satuan), Kartu B (34: 3 puluhan dan 4 satuan), Kartu C (48: 4 puluhan dan 8 satuan) (acuan: Kartu A = 2 puluhan dan 7 satuan; Kartu B = 3 puluhan dan 4 satuan; Kartu C = 4 puluhan dan 8 satuan) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Menentukan Nilai Tempat yang berisi 4 butir soal: (1) Bilangan 24 = ... puluhan + ... satuan; (2) Bilangan 31 = ... puluhan + ... satuan; (3) Bilangan 45 = ... puluhan + ... satuan; (4) Bilangan 50 = ... puluhan + ... satuan (acuan kunci jawaban: 1. 2 puluhan + 4 satuan; 2. 3 puluhan + 1 satuan; 3. 4 puluhan + 5 satuan; 4. 5 puluhan + 0 satuan) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid memeriksa kembali hasil pekerjaan mereka dengan menanyakan letak puluhan dan satuan pada bilangan dua angka (angka di kiri menunjukkan puluhan, angka di kanan menunjukkan satuan) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap konsep nilai tempat puluhan dan satuan sampai 50 serta mengapresiasi kerja mandiri murid (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan ikatan stik es krim konkret bagi murid yang membutuhkan scaffolding sensori visual-kinestetik, dan kartu angka tabel nilai tempat langsung bagi murid yang sudah mahir.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi mengelompokkan benda per 10 satu per satu, sedangkan murid mahir langsung menentukan nilai tempat puluhan dan satuan secara mandiri.
  • Produk: Murid menuangkan hasil penentuan nilai tempat dalam bentuk isian tabel nilai tempat atau melengkapi bentuk penjumlahan puluhan dan satuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan menggunakan peragaan konkret: Guru menunjukkan 2 ikat stik (masing-masing 10 stik) dan 3 stik lepas, lalu menanyakan: 'Berapa puluhan dan berapa satuan yang ada, serta bilangan berapa yang terbentuk?' (acuan jawaban: 2 puluhan dan 3 satuan, membentuk bilangan 23).

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja berpasangan pada tantangan 'Tebak Kantong Nilai Tempat' dengan 3 kartu bilangan target: Kartu A (27), Kartu B (34), dan Kartu C (48) (acuan jawaban: Kartu A = 2 puluhan dan 7 satuan; Kartu B = 3 puluhan dan 4 satuan; Kartu C = 4 puluhan dan 8 satuan).
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri menentukan nilai tempat yang memuat 4 butir soal: 1. 24 = ... puluhan + ... satuan; 2. 31 = ... puluhan + ... satuan; 3. 45 = ... puluhan + ... satuan; 4. 50 = ... puluhan + ... satuan (acuan kunci jawaban: 1. 2 puluhan + 4 satuan; 2. 3 puluhan + 1 satuan; 3. 4 puluhan + 5 satuan; 4. 5 puluhan + 0 satuan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat (exit ticket) lisan/tulis di akhir sesi untuk 2 butir soal: (1) Tentukan puluhan dan satuan dari bilangan 39; (2) Tentukan puluhan dan satuan dari bilangan 40 (acuan kunci jawaban: butir 1 = 3 puluhan dan 9 satuan; butir 2 = 4 puluhan dan 0 satuan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat menyusun stik es krim ke kantong nilai tempat puluhan dan satuan
  • Pemeriksaan hasil lembar latihan menentukan nilai tempat puluhan dan satuan sampai 50

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan bilangan cacah sampai 50Belum mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada bilangan cacah sampai 50 secara tepat (benar 0 atau 1 butir dari 4 butir acuan latihan).Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada sebagian bilangan cacah sampai 50 dengan bantuan guru (benar 2 butir dari 4 butir acuan latihan).Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada sebagian besar bilangan cacah sampai 50 secara tepat dan mandiri (benar 3 butir dari 4 butir acuan latihan: 24, 31, 45, 50).Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada seluruh bilangan cacah sampai 50 secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa kesalahan (benar seluruh 4 butir acuan latihan: 24 = 2 puluhan 4 satuan; 31 = 3 puluhan 1 satuan; 45 = 4 puluhan 5 satuan; 50 = 5 puluhan 0 satuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media konkret ikatan stik es krim efektif membantu murid memahami posisi nilai tempat puluhan dan satuan?
  • Bagian mana dari penentuan nilai tempat puluhan dan satuan sampai 50 yang masih memerlukan penguatan pada murid?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membedakan mana angka yang menempati puluhan dan mana yang menempati satuan?
  • Kegiatan apa yang paling membantumu memahami nilai tempat hari ini?

Pertemuan 6 — Menentukan Nilai Tempat Puluhan dan Satuan Bilangan Cacah 51 sampai 100 pada Tabel Nilai Tempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.3 Menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama untuk menumbuhkan suasana belajar yang tertib (5 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar murid dan melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu bilangan (34 dan 48), lalu meminta murid menjawab secara lisan nilai tempat puluhan dan satuan dari kedua bilangan tersebut (acuan: bilangan 34 memiliki nilai tempat puluhan 3 dan satuan 4; bilangan 48 memiliki nilai tempat puluhan 4 dan satuan 8) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperkenalkan tabel nilai tempat (kolom Puluhan dan kolom Satuan) di papan tulis menggunakan model ikatan stik es krim (tiap ikat berisi 10 stik) dan stik lepas untuk bilangan 51 sampai 100 (10 menit).
  • Guru mendemonstrasikan cara meletakkan 6 ikat stik (6 puluhan bernilai 60) pada kolom Puluhan dan 3 stik lepas pada kolom Satuan, lalu menuliskannya ke dalam tabel nilai tempat: Puluhan = 6, Satuan = 3 untuk bilangan 63 (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid memainkan tantangan 'Tebak Kartu Nilai Tempat': setiap pasangan mengambil secara bergiliran 4 kartu bilangan terbalik dari tumpukan (57, 68, 74, 92), lalu menyusun stik es krim puluhan dan satuan serta mengisi tabel nilai tempat di lembar kerja berpasangan (acuan: 57 -> Puluhan: 5, Satuan: 7; 68 -> Puluhan: 6, Satuan: 8; 74 -> Puluhan: 7, Satuan: 4; 92 -> Puluhan: 9, Satuan: 2) (25 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Menentukan Nilai Tempat yang memuat 4 butir bilangan cacah rentang 51-100: (1) 53 = ... puluhan + ... satuan; (2) 78 = ... puluhan + ... satuan; (3) 84 = ... puluhan + ... satuan; (4) 96 = ... puluhan + ... satuan pada tabel nilai tempat (acuan: 1) Puluhan: 5, Satuan: 3; 2) Puluhan: 7, Satuan: 8; 3) Puluhan: 8, Satuan: 4; 4) Puluhan: 9, Satuan: 6) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa kebenaran isian tabel nilai tempat dan membahas kekeliruan umum (misalnya tertukar antara posisi puluhan di sebelah kiri dan satuan di sebelah kanan) dengan sikap saling menghargai (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada bilangan cacah 51 sampai 100 menggunakan tabel nilai tempat (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid hari ini dan mengakhiri pembelajaran dengan doa bersama serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan ikatan stik es krim konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan kartu bilangan langsung bagi murid yang sudah mahir.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan pendampingan terbimbing guru saat memisahkan puluhan dan satuan, sedangkan murid mahir bekerja mandiri menyelesaikan bilangan hingga 100.
  • Produk: Semua murid mengisi tabel nilai tempat; murid cepat dapat menyelesaikan tantangan tambahan menentukan nilai tempat bilangan 100 (1 ratusan, 0 puluhan, 0 satuan atau 10 puluhan dan 0 satuan).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai nilai tempat dua bilangan cacah: (1) 34 (acuan: 3 puluhan dan 4 satuan); (2) 48 (acuan: 4 puluhan dan 8 satuan).

Proses:

  • Pengamatan langsung dan pencatatan lembar observasi ketika murid mengerjakan tantangan berpasangan menentukan nilai tempat 4 kartu bilangan: 57, 68, 74, dan 92 pada tabel nilai tempat (acuan: 57 = 5 puluhan 7 satuan; 68 = 6 puluhan 8 satuan; 74 = 7 puluhan 4 satuan; 92 = 9 puluhan 2 satuan).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri yang berisi 4 soal penentuan nilai tempat: (1) 53 = ... puluhan + ... satuan (acuan: 5 puluhan, 3 satuan); (2) 78 = ... puluhan + ... satuan (acuan: 7 puluhan, 8 satuan); (3) 84 = ... puluhan + ... satuan (acuan: 8 puluhan, 4 satuan); (4) 96 = ... puluhan + ... satuan (acuan: 9 puluhan, 6 satuan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menyusun stik es krim dan mengisi tabel nilai tempat berpasangan pada bilangan 51 sampai 100.
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri penentuan nilai tempat puluhan dan satuan untuk 4 butir bilangan cacah 51 sampai 100.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan bilangan cacah 51 sampai 100 pada tabel nilai tempatBelum mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan dari 4 butir bilangan cacah yang diberikan (0-1 butir tepat sesuai acuan).Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada 2 dari 4 butir bilangan cacah yang diberikan sesuai acuan dengan bantuan guru.Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada 3 dari 4 butir bilangan cacah yang diberikan secara tepat sesuai acuan secara mandiri.Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada seluruh 4 butir bilangan cacah yang diberikan secara tepat sesuai acuan secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media konkret stik es krim dan tabel nilai tempat membantu murid memahami posisi puluhan dan satuan pada bilangan 51 sampai 100?
  • Bagian mana dari kegiatan menentukan nilai tempat yang masih membuat sebagian murid keliru menempatkan angka puluhan dan satuan?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah saat kamu memisahkan puluhan dan satuan pada tabel nilai tempat?
  • Apakah kamu merasa terbantu saat menggunakan stik es krim untuk menentukan puluhan dan satuan?

Pertemuan 7 — Membandingkan Bilangan Cacah sampai 50 Menggunakan Istilah Lebih Dari dan Kurang Dari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.4 Membandingkan bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan dua bilangan cacah sampai 50 menggunakan istilah 'lebih dari' dan 'kurang dari' (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 pasang bilangan di papan tulis: Pasang A (15 dan 25) serta Pasang B (40 dan 30). Murid diminta menyebutkan mana bilangan yang lebih besar (acuan jawaban: pada pasang A bilangan lebih besar adalah 25; pada pasang B bilangan lebih besar adalah 40) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menyajikan masalah kontekstual menggunakan benda konkret kelereng/stik es krim: kelompok pertama berisi 26 benda dan kelompok kedua berisi 32 benda, lalu menuntun murid membandingkan jumlah puluhan dan satuannya (5 menit).
  • Guru memodelkan cara membandingkan dua bilangan cacah sampai 50 menggunakan istilah 'lebih dari' dan 'kurang dari' pada contoh: 32 lebih dari 26, dan 26 kurang dari 32 dengan melihat nilai puluhan terlebih dahulu (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan melakukan permainan 'Kartu Bilangan Cepat': setiap pasangan mendapat set kartu bilangan (1 sampai 5) dan menyusun 2 bilangan dua digit (rentang 21-50), lalu membandingkan kedua bilangan tersebut menggunakan kartu kata 'lebih dari' atau 'kurang dari' secara bergantian sebanyak 3 putaran (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan Membandingkan Bilangan yang memuat 4 butir soal perbandingan sampai 50: (1) 35 ... 28, (2) 24 ... 42, (3) 47 ... 49, (4) 50 ... 39 (acuan jawaban: (1) 35 lebih dari 28; (2) 24 kurang dari 42; (3) 47 kurang dari 49; (4) 50 lebih dari 39) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid membahas bersama hasil lembar latihan dan murid memeriksa ketepatan penggunaan istilah 'lebih dari' dan 'kurang dari' pada pekerjaannya (5 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan cara membandingkan dua bilangan sampai 50, yaitu dengan melihat angka puluhan terlebih dahulu, dan bila puluhannya sama baru melihat angka satuan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid hari ini (5 menit).
  • Guru memandu refleksi singkat perasaan belajar dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda konkret/biji/stik es krim dan bagan puluhan-satuan untuk murid yang membutuhkan scaffolding visual dalam membandingkan bilangan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membandingkan bilangan dengan selisih puluhan mencolok (misal 21 dan 45) dengan pendampingan langsung, sedangkan murid mahir membandingkan pasangan bilangan yang puluhannya sama (misal 43 dan 48).
  • Produk: Murid menyelesaikan perbandingan bilangan secara tertulis menggunakan istilah 'lebih dari' atau 'kurang dari' sesuai lembar kerja tingkat kesiapan masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di papan tulis: Murid membandingkan 2 pasang bilangan cacah, yaitu (1) 15 dan 25 serta (2) 40 dan 30 dengan menyebutkan bilangan yang bernilai lebih besar (acuan jawaban: (1) 25 lebih besar dari 15; (2) 40 lebih besar dari 30).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid membandingkan 2 bilangan dua digit saat permainan 'Kartu Bilangan Cepat' menggunakan kartu kata 'lebih dari' dan 'kurang dari'.
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir perbandingan bilangan cacah sampai 50: (1) 35 ... 28 [lebih dari], (2) 24 ... 42 [kurang dari], (3) 47 ... 49 [kurang dari], (4) 50 ... 39 [lebih dari].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan pasangan bilangan '34 dan 43', murid serentak menunjukkan kartu kata yang benar (acuan jawaban: 34 kurang dari 43, atau 43 lebih dari 34).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan kartu berpasangan membandingkan dua bilangan cacah sampai 50.
  • Tes tertulis formatif berupa lembar latihan membandingkan 4 butir pasangan bilangan cacah sampai 50 menggunakan istilah 'lebih dari' atau 'kurang dari'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Membandingkan Bilangan Cacah sampai 50 Menggunakan Istilah Lebih Dari dan Kurang DariBelum tepat membandingkan bilangan cacah sampai 50 menggunakan istilah 'lebih dari' dan 'kurang dari' (benar 0-1 butir dari 4 butir latihan: 35 lebih dari 28, 24 kurang dari 42, 47 kurang dari 49, 50 lebih dari 39) meski telah diberi bimbingan.Mulai mampu membandingkan bilangan cacah sampai 50 menggunakan istilah 'lebih dari' dan 'kurang dari' dengan benar pada 2 dari 4 butir latihan acuan dengan bantuan benda konkret.Mampu membandingkan bilangan cacah sampai 50 menggunakan istilah 'lebih dari' dan 'kurang dari' dengan benar pada 3 dari 4 butir latihan acuan secara mandiri.Sangat mahir membandingkan bilangan cacah sampai 50 menggunakan istilah 'lebih dari' dan 'kurang dari' secara mandiri dan tepat pada seluruh (4 butir) latihan acuan (35 lebih dari 28; 24 kurang dari 42; 47 kurang dari 49; 50 lebih dari 39).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu bilangan dan benda konkret membantu murid memahami perbandingan puluhan dan satuan bilangan sampai 50?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi semua murid untuk menyelesaikan latihan perbandingan bilangan?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah saat membandingkan dua bilangan: melihat angka puluhan atau angka satuan?
  • Bagaimana perasaanmu setelah bermain kartu bilangan membandingkan 'lebih dari' dan 'kurang dari' bersama teman?

Pertemuan 8 — Membandingkan Dua Bilangan Cacah 51 sampai 100 Berdasarkan Nilai Tempat Puluhan dan Satuan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.4 Membandingkan bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang nilai tempat puluhan dan satuan dengan memajang tabel nilai tempat di papan tulis (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen diagnostik singkat: membandingkan dua bilangan rentang 21-50, yaitu 32 dan 26, lalu meminta murid menentukan bilangan yang lebih besar (acuan: 32 lebih besar dari 26 karena 3 puluhan lebih banyak dari 2 puluhan) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan dua bilangan cacah 51 sampai 100 berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan menggunakan istilah 'lebih dari' dan 'kurang dari' atau 'lebih besar dari' dan 'lebih kecil dari' (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan perbandingan dua bilangan dengan angka puluhan berbeda: bilangan 56 (5 puluhan dan 6 satuan) dan bilangan 65 (6 puluhan dan 5 satuan) menggunakan tabel nilai tempat dan ikatan stik es krim per sepuluhan (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru bahwa langkah pertama membandingkan adalah memeriksa angka puluhan: karena 6 puluhan lebih banyak dari 5 puluhan, maka 65 lebih besar dari 56 (atau 56 kurang dari 65) tanpa perlu membandingkan satuannya (10 menit).
  • Guru memodelkan kasus kedua dengan angka puluhan sama: membandingkan bilangan 54 (5 puluhan dan 4 satuan) dan bilangan 58 (5 puluhan dan 8 satuan) pada tabel nilai tempat; karena puluhannya sama-sama 5, maka murid diarahkan membandingkan satuannya: 8 satuan lebih banyak dari 4 satuan, sehingga 58 lebih besar dari 54 (atau 54 kurang dari 58) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid secara berpasangan dan membagikan kartu bilangan 51 sampai 100 serta lembar tantangan berpasangan 'Tanding Bilangan' (5 menit).
  • Secara berpasangan, tiap murid mengambil satu kartu, meletakkannya berdampingan di atas tabel nilai tempat, membandingkan puluhan lalu satuan, lalu menuliskan kalimat perbandingannya pada lembar tantangan (contoh: 73 dan 68 -> '73 lebih dari 68'; 82 dan 87 -> '82 kurang dari 87') (10 menit).
  • Murid mengerjakan latihan mandiri berisi 4 pasangan bilangan untuk dibandingkan: (1) 64 dan 59; (2) 71 dan 78; (3) 85 dan 83; (4) 92 dan 96 (acuan jawaban: (1) 64 lebih dari 59; (2) 71 kurang dari 78; (3) 85 lebih dari 83; (4) 92 kurang dari 96) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa kebenaran hasil latihan mandiri dan membahas cara cepat menentukan perbandingan: puluhan dulu yang dilihat, jika sama baru lihat satuan (10 menit).
  • Murid mengungkapkan apa yang dirasakan saat membandingkan bilangan dan bagian mana yang perlu ketelitian ekstra (misalnya saat angka puluhannya sama persis) (10 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid menyimpulkan aturan membandingkan dua bilangan dua angka: bandingkan angka puluhannya terlebih dahulu; jika angka puluhan sama, bandingkan angka satuannya (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan/tertulis singkat untuk 1 pasang bilangan: tentukan perbandingan antara 76 dan 67 (acuan: 76 lebih dari 67 karena 7 puluhan lebih dari 6 puluhan) (3 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan mengapresiasi kerja sama seluruh murid dan berdoa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu angka bergambar kantong/ikatan sepuluhan konkret, sedangkan murid mahir langsung menggunakan angka lambang bilangan pada tabel nilai tempat.
  • Proses: Murid yang kesulitan didampingi secara intensif oleh guru untuk menunjuk kolom puluhan terlebih dahulu sebelum melihat satuan, sedangkan murid yang cepat menyelesaikan tantangan pasangan bilangan tambahan hingga bilangan 100 secara mandiri.
  • Produk: Tuntutan bukti sama (menentukan hubungan perbandingan lebih dari/kurang dari), murid yang membutuhkan bantuan dapat menuliskan lambang perbandingan dengan melingkari kartu yang lebih besar terlebih dahulu sebelum menulis kalimat lengkapnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan prasyarat di awal pelajaran: Murid diminta menentukan mana yang lebih banyak antara 32 dan 26 menggunakan tabel nilai tempat (acuan jawaban: 32 lebih banyak/besar dari 26 karena 32 memiliki 3 puluhan sedangkan 26 memiliki 2 puluhan).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri 4 butir perbandingan bilangan 51 sampai 100: (1) 64 dan 59 (acuan: 64 lebih dari 59); (2) 71 dan 78 (acuan: 71 kurang dari 78); (3) 85 dan 83 (acuan: 85 lebih dari 83); (4) 92 dan 96 (acuan: 92 kurang dari 96). Indikator ketercapaian: murid tepat menentukan perbandingan minimal 3 dari 4 butir dengan memeriksa nilai tempat puluhan dan satuan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Menentukan perbandingan satu pasang bilangan 76 dan 67 menggunakan istilah 'lebih dari' atau 'kurang dari' (acuan jawaban: 76 lebih dari 67; atau 67 kurang dari 76).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan saat membandingkan kartu bilangan menggunakan bantuan tabel nilai tempat.
  • Pemeriksaan hasil latihan tertulis perbandingan 4 butir pasangan bilangan cacah 51-100.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Membandingkan Dua Bilangan Cacah 51 sampai 100 Berdasarkan Nilai Tempat Puluhan dan SatuanBelum tepat membandingkan dua bilangan cacah 51 sampai 100 (benar 0-1 dari 4 butir latihan: 64 dan 59; 71 dan 78; 85 dan 83; 92 dan 96).Mulai mampu membandingkan dua bilangan cacah 51 sampai 100 yang angka puluhannya berbeda, namun masih keliru jika angka puluhannya sama (benar 2 dari 4 butir latihan).Mampu membandingkan dua bilangan cacah 51 sampai 100 baik yang angka puluhannya berbeda maupun sama dengan tepat (benar 3 dari 4 butir latihan secara mandiri).Mampu membandingkan dua bilangan cacah 51 sampai 100 secara konsisten dan tepat pada seluruh butir (benar 4 dari 4 butir latihan secara mandiri tanpa keraguan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media konkret tabel nilai tempat dan ikatan stik efektif membantu murid memahami alasan suatu bilangan bernilai lebih besar?
  • Apakah ada murid yang masih terkecoh melihat angka satuan terlebih dahulu sebelum membandingkan angka puluhan?

Murid:

  • Angka mana yang harus kamu lihat terlebih dahulu ketika membandingkan dua bilangan puluhan?
  • Apa yang kamu lakukan jika kedua bilangan memiliki angka puluhan yang sama?

Pertemuan 9 — Mengurutkan Bilangan Cacah sampai 50 dari Terkecil dan Terbesar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.5 Mengurutkan bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurutkan bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil dan dari yang terbesar (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal singkat: guru menunjukkan 3 kartu bilangan di papan tulis yaitu 25, 12, dan 34, lalu meminta murid menyebutkan bilangan yang nilainya paling kecil dan paling besar (acuan: paling kecil 12, paling besar 34) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati peragaan guru dengan tiga kelompok stik es krim: 2 ikatan puluhan dan 3 stik (23), 4 ikatan puluhan dan 1 stik (41), serta 1 ikatan puluhan dan 8 stik (18) untuk memahami cara menentukan urutan bilangan dengan memeriksa nilai puluhan terlebih dahulu, kemudian nilai satuan jika puluhannya sama (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang dua arah urutan: urutan dari terkecil ke terbesar (18, 23, 41) dan urutan dari terbesar ke terkecil (41, 23, 18) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Kereta Bilangan Ceria': setiap pasangan menerima 4 set kartu bilangan berisi 3 kartu per set. Set 1: (35, 21, 48), Set 2: (42, 27, 39), Set 3: (16, 44, 31), Set 4: (50, 25, 37). Pasangan murid menyusun kartu fisik tersebut secara langsung menjadi urutan dari terkecil ke terbesar dan dari terbesar ke terkecil (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan mengurutkan 4 set bilangan cacah sampai 50: Butir 1 urutkan dari terkecil [28, 14, 45] (acuan: 14, 28, 45); Butir 2 urutkan dari terkecil [36, 49, 22] (acuan: 22, 36, 49); Butir 3 urutkan dari terbesar [19, 41, 33] (acuan: 41, 33, 19); Butir 4 urutkan dari terbesar [47, 50, 38] (acuan: 50, 47, 38) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil urutan lembar latihan dan murid mengidentifikasi letak kesalahan urutan yang mungkin dilakukan (5 menit).
  • Murid menyimpulkan langkah mengurutkan bilangan cacah sampai 50, yaitu membandingkan angka puluhan terlebih dahulu, lalu mengurutkannya sesuai perintah (terkecil atau terbesar) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas latihan mandiri dan mengapresiasi ketelitian murid dalam mengurutkan bilangan (5 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu bilangan berpembantu gambar ikatan puluhan-satuan, sedangkan murid yang mahir mengurutkan 4 bilangan sekaligus sampai 50 tanpa gambar.
  • Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru dengan memeriksa angka puluhan satu per satu, sementara murid mandiri langsung mengurutkan kartu.
  • Produk: Murid menuangkan hasil urutan bilangan dalam bentuk lembar kerja isian bilangan secara tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat: guru menampilkan 3 bilangan (25, 12, 34) di papan tulis, murid menentukan bilangan terkecil dan terbesar. Kunci acuan: terkecil = 12, terbesar = 34.

Proses:

  • Pengamatan saat murid menyusun kartu bilangan berpasangan pada 4 set kartu: Set 1 (35, 21, 48), Set 2 (42, 27, 39), Set 3 (16, 44, 31), Set 4 (50, 25, 37) sesuai urutan terkecil atau terbesar.
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir: Butir 1 urutkan dari terkecil [28, 14, 45] (acuan: 14, 28, 45); Butir 2 urutkan dari terkecil [36, 49, 22] (acuan: 22, 36, 49); Butir 3 urutkan dari terbesar [19, 41, 33] (acuan: 41, 33, 19); Butir 4 urutkan dari terbesar [47, 50, 38] (acuan: 50, 47, 38).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi berupa 1 soal cepat: 'Urutkan bilangan 32, 15, 46 dari yang terkecil!' (acuan: 15, 32, 46) dan 'Urutkan bilangan 29, 48, 37 dari yang terbesar!' (acuan: 48, 37, 29).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menyusun kartu bilangan saat permainan Kereta Bilangan Ceria
  • Pemeriksaan ketepatan hasil urutan bilangan pada lembar kerja mandiri (4 butir)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengurutkan bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecilBelum mampu mengurutkan 3 bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil dengan tepat walau dibimbing (0 dari 2 butir benar pada latihan Butir 1 dan 2).Mampu mengurutkan 3 bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil secara tepat pada 1 dari 2 butir latihan (acuan Butir 1: 14, 28, 45; Butir 2: 22, 36, 49) dengan bantuan bimbingan guru.Mampu mengurutkan 3 bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil secara tepat pada 2 dari 2 butir latihan (acuan Butir 1: 14, 28, 45; Butir 2: 22, 36, 49) secara mandiri.Mampu mengurutkan 3 bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil secara tepat pada seluruh butir latihan (2 butir) secara mandiri serta tepat menyelesaikan soal pengayaan 4 bilangan [43, 17, 35, 26] (acuan: 17, 26, 35, 43).
Mengurutkan bilangan cacah sampai 50 dari yang terbesarBelum mampu mengurutkan 3 bilangan cacah sampai 50 dari yang terbesar dengan tepat walau dibimbing (0 dari 2 butir benar pada latihan Butir 3 dan 4).Mampu mengurutkan 3 bilangan cacah sampai 50 dari yang terbesar secara tepat pada 1 dari 2 butir latihan (acuan Butir 3: 41, 33, 19; Butir 4: 50, 47, 38) dengan bantuan bimbingan guru.Mampu mengurutkan 3 bilangan cacah sampai 50 dari yang terbesar secara tepat pada 2 dari 2 butir latihan (acuan Butir 3: 41, 33, 19; Butir 4: 50, 47, 38) secara mandiri.Mampu mengurutkan 3 bilangan cacah sampai 50 dari yang terbesar secara tepat pada seluruh butir latihan (2 butir) secara mandiri serta tepat menyelesaikan soal pengayaan 4 bilangan [24, 49, 15, 38] (acuan: 49, 38, 24, 15).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat membedakan langkah mengurutkan bilangan dari terkecil dengan mengurutkan dari terbesar?
  • Bagian mana dari aktivitas menyusun kartu bilangan yang paling efektif membantu murid memahami urutan nilai bilangan?

Murid:

  • Apakah kamu lebih mudah mengurutkan bilangan dari yang terkecil atau dari yang terbesar?
  • Apa yang kamu perhatikan terlebih dahulu saat melihat tiga bilangan berbeda untuk diurutkan?

Pertemuan 10 — Mengurutkan Tiga Bilangan Cacah sampai 100 dari yang Terkecil atau Terbesar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.5 Mengurutkan bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurutkan tiga bilangan cacah sampai 100 dari yang terkecil atau terbesar dengan mengamati nilai tempatnya (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menuliskan 3 bilangan di papan tulis: 62, 45, 81. Guru meminta murid secara lisan menunjuk bilangan yang memiliki nilai puluhan paling kecil dan paling besar (acuan: paling kecil 45 karena 4 puluhan, paling besar 81 karena 8 puluhan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati penjelasan guru mengenai tiga bilangan pada Buku Siswa halaman 214: 76 (7 puluhan 6 satuan), 83 (8 puluhan 3 satuan), dan 57 (5 puluhan 7 satuan) menggunakan tabel nilai tempat (10 menit).
  • Murid bersama guru membandingkan angka puluhannya: bilangan dengan puluhan paling sedikit adalah 57 (5 puluhan), dan puluhan paling banyak adalah 83 (8 puluhan), sehingga urutan dari yang terkecil adalah 57, 76, 83 (acuan urutan: 57, 76, 83) (10 menit).
  • Murid mengamati kasus kedua ketika angka puluhan sama: 65, 56, 74. Guru membimbing murid memeriksa puluhan terlebih dahulu (5 puluhan pada 56, 6 puluhan pada 65, 7 puluhan pada 74) sehingga urutan dari terkecil adalah 56, 65, 74 (acuan urutan: 56, 65, 74) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Trio Bilangan Juara': setiap pasangan menerima 3 set kartu bilangan acak, yaitu Set A (65, 56, 74), Set B (77, 86, 79), dan Set C (83, 58, 92) (10 menit).
  • Setiap pasangan bekerja sama menyusun kartu ke dalam urutan yang diminta: Set A dari terkecil (acuan: 56, 65, 74), Set B dari terbesar (acuan: 86, 79, 77), dan Set C dari terkecil (acuan: 58, 83, 92) pada papan nilai tempat (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan mengurutkan 3 set tiga bilangan pada buku catatan: (1) Urutkan 68, 86, 72 dari terkecil (acuan: 68, 72, 86); (2) Urutkan 94, 59, 81 dari terbesar (acuan: 94, 81, 59); (3) Urutkan 73, 79, 71 dari terkecil (acuan: 71, 73, 79) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa hasil pekerjaannya bersama bimbingan guru dan menyadari pentingnya mengecek nilai puluhan terlebih dahulu sebelum mengecek satuan (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan aturan mengurutkan tiga bilangan: bandingkan angka puluhan terlebih dahulu, jika angka puluhan sama maka bandingkan angka satuannya (10 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas kerja fokus murid dan berdoa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tabel bantuan nilai tempat (puluhan dan satuan) bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi langkah pengecekan angka puluhan satu per satu; bagi murid cepat, diberikan tantangan mengurutkan tiga bilangan dengan angka puluhan yang identik (misalnya: 82, 89, 85).
  • Produk: Hasil urutan dituliskan dalam bentuk kartu urutan berderet atau langsung angka berurutan di buku catatan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Murid menentukan bilangan dengan nilai tempat puluhan terkecil dan terbesar dari tiga bilangan: 62, 45, 81 (acuan: terkecil adalah 45 karena memiliki 4 puluhan; terbesar adalah 81 karena memiliki 8 puluhan).

Proses:

  • Pengecekan ketepatan kerja berpasangan pada 3 set kartu bilangan: Set A dari terkecil (acuan: 56, 65, 74), Set B dari terbesar (acuan: 86, 79, 77), Set C dari terkecil (acuan: 58, 83, 92).
  • Pemeriksaan ketepatan latihan mandiri pada 3 butir soal: (1) Urutkan 68, 86, 72 dari terkecil (acuan: 68, 72, 86); (2) Urutkan 94, 59, 81 dari terbesar (acuan: 94, 81, 59); (3) Urutkan 73, 79, 71 dari terkecil (acuan: 71, 73, 79).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara mandiri menuliskan urutan dari terbesar untuk tiga bilangan: 64, 91, 75 (acuan: 91, 75, 64).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan menyusun 3 set kartu bilangan pada tabel nilai tempat.
  • Pemeriksaan hasil latihan mandiri mengurutkan tiga bilangan cacah sampai 100.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengurutkan Tiga Bilangan Cacah sampai 100Belum mampu mengurutkan tiga bilangan cacah sampai 100 secara tepat meskipun telah dibimbing dengan tabel nilai tempat (0 butir benar dari 3 butir latihan).Mampu mengurutkan 1 dari 3 set tiga bilangan cacah sampai 100 dengan bantuan tabel nilai tempat dan arahan guru.Mampu mengurutkan 2 dari 3 set tiga bilangan cacah sampai 100 dari yang terkecil atau terbesar secara mandiri dan tepat sesuai acuan kunci.Mampu mengurutkan seluruh (3 dari 3) set tiga bilangan cacah sampai 100 dari yang terkecil maupun terbesar secara mandiri, tepat, dan konsisten sesuai acuan kunci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan tabel nilai tempat efektif membantu murid membedakan besar-kecilnya tiga bilangan?
  • Apakah seluruh murid sudah memahami perbedaan instruksi urutan dari yang terkecil versus dari yang terbesar?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah saat mengurutkan tiga bilangan?
  • Apa yang kamu lakukan jika menemukan dua bilangan yang angka puluhannya sama saat mengurutkan?

Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.1 Membaca bilangan cacah sampai 100
  • TP 2.7.2 Menulis bilangan cacah sampai 100
  • TP 2.7.3 Menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 100
  • TP 2.7.4 Membandingkan bilangan cacah sampai 100
  • TP 2.7.5 Mengurutkan bilangan cacah sampai 100

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 7 serta mekanisme pelaksanaan: pengerjaan lembar kerja tertulis secara mandiri dan panggilan bergiliran ke meja guru untuk membaca lambang bilangan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja asesmen tertulis dan menjelaskan petunjuk pengisian tiap bagian: Bagian I (Menulis Lambang Bilangan), Bagian II (Nilai Tempat Puluhan dan Satuan), Bagian III (Membandingkan Bilangan), dan Bagian IV (Mengurutkan Bilangan) serta tata cara panggilan rotasi lisan ke meja guru tanpa mengganggu teman lain (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid mengerjakan lembar asesmen tertulis secara individual dan serentak yang memuat 4 nomor soal: Bagian I No. 1a 'empat puluh tujuh' -> lambang 47, No. 1b 'sembilan puluh dua' -> lambang 92; Bagian II No. 2a gambar 3 ikat stik (puluhan) dan 8 stik lepas (satuan) -> 3 puluhan dan 8 satuan = 38, No. 2b gambar 6 ikat stik dan 4 stik lepas -> 6 puluhan dan 4 satuan = 64; Bagian III No. 3a mengisi kata pembanding antara 45 dan 54 -> 45 kurang dari 54, No. 3b mengisi kata pembanding antara 87 dan 78 -> 87 lebih dari 78; Bagian IV No. 4a mengurutkan dari terkecil bilangan 63, 29, 51 -> urutan 29, 51, 63, No. 4b mengurutkan dari terbesar bilangan 74, 95, 82 -> urutan 95, 82, 74 (35 menit).
  • Secara paralel saat murid mengerjakan lembar tertulis, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru secara bergiliran (alokasi sekitar 45-50 detik per anak untuk 28 murid) untuk membaca nyaring 2 kartu lambang bilangan yang diambil dari set kartu: Pasangan A (36 dan 85 dibaca 'tiga puluh enam' dan 'delapan puluh lima'), Pasangan B (42 dan 79 dibaca 'empat puluh dua' dan 'tujuh puluh sembilan'), Pasangan C (58 dan 91 dibaca 'lima puluh delapan' dan 'sembilan puluh satu'), atau Pasangan D (67 dan 100 dibaca 'enam puluh tujuh' dan 'seratus') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru menginstruksikan murid berhenti menulis, mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis ke meja guru secara tertib, dan memfasilitasi murid memeriksa kelengkapan identitas pada lembar masing-masing (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengapresiasi kemandirian dan ketelitian seluruh murid dalam menuntaskan asesmen bab 7 secara jujur serta meminta murid mengungkapkan perasaan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian materi bilangan cacah sampai 100 (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bab 7 dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses penyajian teks dan gambar soal dengan ukuran font dan visual kumpulan stik puluhan-satuan yang kontras dan jelas bagi seluruh murid tanpa mengubah isi materi bilangan cacah sampai 100.
  • Proses: Akomodasi pendampingan pembacaan instruksi soal bagi murid dengan hambatan membaca visual (read-aloud petunjuk) tanpa membacakan jawaban atau kunci soal.
  • Produk: Format pembuktian tetap seragam mengikuti acuan ATP: lembar jawaban tertulis individual dan pelafalan lisan langsung di hadapan guru.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis bergambar dan unjuk kerja membaca lisan bergiliran: lembar asesmen tertulis (menulis lambang bilangan, nilai tempat puluhan-satuan, perbandingan, dan pengurutan bilangan cacah sampai 100) serta ketepatan pelafalan lisan membaca lambang bilangan saat rotasi meja guru
  • tes tertulis serentak: lembar kerja asesmen tertulis yang mencakup penulisan lambang bilangan sesuai nama bilangan, pengisian tabel nilai tempat puluhan dan satuan dari gambar benda/kumpulan stik, penentuan tanda/kata lebih dari atau kurang dari antara dua bilangan, serta pengurutan tiga bilangan dari terkecil/terbesar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif)
  • unjuk kerja membaca nyaring: pelafalan lisan nama bilangan secara tepat saat murid diminta membaca 2 kartu lambang bilangan cacah sampai 100 secara bergiliran ke meja guru berdurasi sekitar 45-50 detik per murid berjalan paralel saat kelas menyelesaikan lembar asesmen (25 menit total / 0,85 menit per murid = muat melayani 28 murid) (25 menit; individual; instrumen: lembar ceklis ketercapaian pelafalan membaca lambang bilangan)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis bergambar dan unjuk kerja membaca lisan bergiliran: lembar asesmen tertulis (menulis lambang bilangan, nilai tempat puluhan-satuan, perbandingan, dan pengurutan bilangan cacah sampai 100) serta ketepatan pelafalan lisan membaca lambang bilangan saat rotasi meja guru
  • tes tertulis serentak: lembar kerja asesmen tertulis yang mencakup penulisan lambang bilangan sesuai nama bilangan, pengisian tabel nilai tempat puluhan dan satuan dari gambar benda/kumpulan stik, penentuan tanda/kata lebih dari atau kurang dari antara dua bilangan, serta pengurutan tiga bilangan dari terkecil/terbesar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif)
  • unjuk kerja membaca nyaring: pelafalan lisan nama bilangan secara tepat saat murid diminta membaca 2 kartu lambang bilangan cacah sampai 100 secara bergiliran ke meja guru berdurasi sekitar 45-50 detik per murid berjalan paralel saat kelas menyelesaikan lembar asesmen (25 menit total / 0,85 menit per murid = muat melayani 28 murid) (25 menit; individual; instrumen: lembar ceklis ketercapaian pelafalan membaca lambang bilangan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca Lambang Bilangan Cacah sampai 100 (TP 2.7.1) — Acuan: Pasangan A (36: tiga puluh enam; 85: delapan puluh lima), B (42: empat puluh dua; 79: tujuh puluh sembilan), C (58: lima puluh delapan; 91: sembilan puluh satu), D (67: enam puluh tujuh; 100: seratus)Belum mampu membaca kedua lambang bilangan yang ditunjukkan dengan tepat.Mampu membaca tepat 1 dari 2 lambang bilangan yang ditunjukkan sesuai acuan.Mampu membaca tepat kedua (2 dari 2) lambang bilangan yang ditunjukkan sesuai acuan dengan sedikit keraguan.Mampu membaca tepat kedua (2 dari 2) lambang bilangan yang ditunjukkan sesuai acuan secara lancar dan mandiri.
Menulis Lambang Bilangan Cacah sampai 100 (TP 2.7.2) — Acuan: No. 1a 'empat puluh tujuh' = 47; No. 1b 'sembilan puluh dua' = 92Belum mampu menuliskan lambang bilangan dengan tepat pada kedua butir soal.Mampu menuliskan lambang bilangan dengan tepat pada 1 dari 2 butir soal sesuai acuan.Mampu menuliskan lambang bilangan dengan tepat pada kedua (2 dari 2) butir soal sesuai acuan (47 dan 92).Mampu menuliskan lambang bilangan dengan tepat pada kedua (2 dari 2) butir soal sesuai acuan secara mandiri dan rapi.
Menentukan Nilai Tempat Puluhan dan Satuan (TP 2.7.3) — Acuan: No. 2a (3 puluhan dan 8 satuan = 38); No. 2b (6 puluhan dan 4 satuan = 64)Belum mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada kedua butir soal gambar.Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan dengan tepat pada 1 dari 2 butir soal gambar sesuai acuan.Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan dengan tepat pada kedua (2 dari 2) butir soal gambar sesuai acuan (38 dan 64).Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan dengan tepat pada kedua (2 dari 2) butir soal gambar sesuai acuan secara mandiri dan teliti.
Membandingkan Bilangan Cacah sampai 100 (TP 2.7.4) — Acuan: No. 3a (45 kurang dari 54); No. 3b (87 lebih dari 78)Belum mampu membandingkan dua bilangan menggunakan istilah yang tepat pada kedua butir soal.Mampu membandingkan dua bilangan dengan tepat pada 1 dari 2 butir soal sesuai acuan.Mampu membandingkan dua bilangan dengan tepat pada kedua (2 dari 2) butir soal sesuai acuan ('kurang dari' dan 'lebih dari').Mampu membandingkan dua bilangan dengan tepat pada kedua (2 dari 2) butir soal sesuai acuan secara mandiri dan konsisten.
Mengurutkan Tiga Bilangan Cacah sampai 100 (TP 2.7.5) — Acuan: No. 4a urutan terkecil (29, 51, 63); No. 4b urutan terbesar (95, 82, 74)Belum mampu mengurutkan tiga bilangan dengan benar pada kedua butir soal.Mampu mengurutkan tiga bilangan dengan benar pada 1 dari 2 butir soal sesuai acuan.Mampu mengurutkan tiga bilangan dengan benar pada kedua (2 dari 2) butir soal sesuai acuan (29, 51, 63 dan 95, 82, 74).Mampu mengurutkan tiga bilangan dengan benar pada kedua (2 dari 2) butir soal sesuai acuan secara mandiri dan cepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu antara pengerjaan tertulis serentak dan giliran membaca lisan di meja guru berjalan tertib dan tepat waktu?
  • Tujuan pembelajaran manakah dari TP 1 sampai TP 5 yang capaian muridnya paling merata, dan TP mana yang masih membutuhkan remidiasi?

Murid:

  • Soal bagian mana yang paling mudah kamu kerjakan hari ini?
  • Apakah kamu merasa percaya diri saat membaca lambang bilangan di meja guru tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II Kemendikbudristek
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II Kemendikbudristek
  3. Stik es krim atau lidi (minimal 50 buah per pasang)
  4. Karet gelang pengikat
  5. Kartu lambang bilangan 21-50
  6. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022)
  7. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II Bab 7 (Ayo Membilang sampai dengan 100)
  8. Benda konkret: stik es krim (minimal 100 batang per kelompok), karet gelang pengikat
  9. Kartu lambang bilangan 51 sampai 100
  10. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  11. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  12. Kartu nama bilangan dan kartu lambang bilangan 21 sampai 50
  13. Papan tulis mini atau buku latihan murid
  14. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022) Bab 7.
  15. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022) Bab 7.
  16. Kartu lambang bilangan dan kartu nama bilangan rentang 51 sampai 100.
  17. Papan tulis mini atau kertas tulis dan spidol untuk murid.
  18. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II
  19. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II
  20. Media manipulatif konkret: stik es krim, karet gelang per 10 batang, kantong nilai tempat puluhan dan satuan, serta kartu bilangan sampai 50
  21. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  22. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  23. Stik es krim dan karet gelang (sebagai media ikatan puluhan dan satuan lepas).
  24. Tabel nilai tempat (kolom Puluhan dan Satuan) dan kartu bilangan 51-100.
  25. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek RI 2021
  26. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek RI 2021
  27. Set kartu angka 1-5, kartu kata 'lebih dari' dan 'kurang dari', stik es krim/kelereng, dan tabel nilai tempat puluhan-satuan
  28. Kumpulan kartu bilangan 51 sampai 100.
  29. Tabel nilai tempat (kolom Puluhan dan Satuan).
  30. Benda konkret (stik es krim yang diikat per sepuluh dan stik satuan, atau kelereng).
  31. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
  32. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
  33. Kartu-kartu bilangan 1 sampai 50
  34. Benda konkret (stik es krim dan karet pengikat puluhan)
  35. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021) Bab 7
  36. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021) Bab 7 Halaman 214-217
  37. Kartu bilangan 1-100 dan papan/tabel nilai tempat puluhan-satuan
  38. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022) Bab 7
  39. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022) Bab 7
  40. Lembar Soal Asesmen Tertulis Sumatif Bab 7
  41. Set Kartu Lambang Bilangan (Pasangan A: 36, 85; Pasangan B: 42, 79; Pasangan C: 58, 91; Pasangan D: 67, 100)
  42. Lembar Ceklis Observasi Membaca Lambang Bilangan Guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.