Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Membandingkan Berat Beberapa Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Membandingkan Berat Beberapa Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Membandingkan Berat Beberapa Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku

Matematika - Kelas 2

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Membandingkan Berat Beberapa Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMembandingkan Berat Beberapa Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membandingkan berat dua benda atau lebih berdasarkan hasil pengukuran dengan satuan tidak baku, dan menyimpulkan benda yang paling berat dan paling ringan
  2. Murid dapat melengkapi kalimat perbandingan berat (lebih berat, lebih ringan, sama berat, paling berat, paling ringan) berdasarkan data hasil pengukuran satuan tidak baku

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kita bisa mengetahui benda mana yang lebih berat jika tidak ada timbangan?
  2. Benda apa saja di sekitar kita yang bisa digunakan untuk mengukur berat?
  3. Apakah benda yang besar selalu lebih berat dari benda yang kecil?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menunjukkan dua benda (misalnya buku tebal dan pensil) dan bertanya: 'Menurut kalian, mana yang lebih berat?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar membandingkan berat beberapa benda menggunakan benda-benda kecil sebagai alat ukur
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran: murid diajak fokus mengamati proses pengukuran step-by-step, Bermakna: menggunakan benda konkret dari kehidupan sehari-hari murid):

  • Guru menampilkan gambar timbangan jungkat-jungkit dengan dua benda di atasnya dan menjelaskan konsep perbandingan berat (sisi yang turun menunjukkan benda lebih berat)
  • Guru memperkenalkan satuan tidak baku untuk mengukur berat: kelereng, bola tenis, balok mainan, dan koin
  • Guru mendemonstrasikan cara mengukur berat boneka menggunakan bola tenis: letakkan boneka di satu sisi, tambahkan bola tenis satu per satu di sisi lain hingga seimbang, lalu hitung jumlah bola tenis
  • Murid mengamati demonstrasi dan mencatat hasilnya: 'Berat boneka = ... bola tenis'
  • Guru menjelaskan istilah perbandingan: lebih berat, lebih ringan, sama berat, paling berat, paling ringan

Mengaplikasi (Bermakna: murid melakukan pengukuran sendiri dengan benda nyata, Menggembirakan: kegiatan hands-on dalam kelompok yang menyenangkan, Berkesadaran: murid diminta teliti dalam menghitung dan mencatat):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 orang)
  • Setiap kelompok menerima: 3 benda yang akan diukur (contoh: kotak pensil, gunting, buku), 1 jenis satuan tidak baku (kelereng/balok mainan), dan 1 timbangan jungkat-jungkit atau gantungan baju
  • Murid dalam kelompok mengukur berat setiap benda secara bergantian: satu murid meletakkan benda, yang lain menambahkan satuan tidak baku, satu lagi mencatat hasilnya
  • Murid mengisi tabel hasil pengukuran di lembar kerja: nama benda, alat ukur, hasil pengukuran
  • Setelah mengukur ketiga benda, murid berdiskusi untuk menyimpulkan: benda mana yang paling berat? Benda mana yang paling ringan?
  • Murid melengkapi kalimat perbandingan: 'Kotak pensil lebih ... dari gunting', 'Buku adalah benda yang paling ...'
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran dan kesimpulannya di depan kelas

Merefleksi (Berkesadaran: murid diminta merefleksikan proses belajar dan tantangan yang dihadapi, Bermakna: menghubungkan pengalaman konkret dengan konsep matematis):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa yang kalian pelajari dari kegiatan mengukur berat tadi?'
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: 'Apakah semua kelompok mendapat hasil yang sama? Mengapa bisa berbeda?'
  • Murid menyampaikan pengalaman dan tantangan yang dihadapi saat mengukur
  • Guru membimbing murid menyimpulkan: hasil pengukuran bisa berbeda karena satuan tidak baku tidak standar, pentingnya ketelitian saat mengukur
  • Murid mengerjakan soal latihan individual: mengamati gambar hasil pengukuran dan melengkapi kalimat perbandingan berat
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pekerjaan murid

Penutup:

  • Guru membimbing murid menyimpulkan pembelajaran: kita bisa membandingkan berat benda menggunakan satuan tidak baku, benda yang memerlukan lebih banyak satuan tidak baku untuk seimbang berarti lebih berat
  • Guru melakukan asesmen akhir: menampilkan 3 gambar hasil pengukuran dan meminta murid mengurutkan dari yang paling ringan ke paling berat
  • Murid mengisi lembar refleksi tentang apa yang dipelajari hari ini dan apa yang masih ingin diketahui
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktifnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat: diberikan tantangan membandingkan 4-5 benda sekaligus dan membuat urutan dari yang paling ringan ke paling berat. Murid yang lambat: fokus membandingkan 2 benda terlebih dahulu dengan bimbingan guru
  • Proses: Murid yang cepat: bekerja lebih mandiri dengan minimal bimbingan. Murid yang lambat: mendapat scaffolding berupa panduan langkah-langkah bergambar dan pendampingan guru/teman sebaya
  • Produk: Murid yang cepat: membuat poster visual yang menunjukkan hasil pengukuran dengan kalimat perbandingan lengkap. Murid yang lambat: cukup mengisi tabel dan melengkapi 2-3 kalimat perbandingan sederhana

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan dua benda berbeda ukuran dan berat, lalu bertanya kepada murid: 'Mana yang lebih berat menurut kalian? Bagaimana cara membuktikannya?'
  • Observasi pemahaman awal murid tentang konsep berat dan cara membandingkannya

Proses:

  • Observasi saat murid melakukan pengukuran dalam kelompok: apakah murid bisa menggunakan satuan tidak baku dengan benar, menghitung dengan teliti, dan mencatat hasilnya
  • Mendengarkan diskusi kelompok: apakah murid bisa membandingkan hasil pengukuran dan menyimpulkan benda paling berat/ringan
  • Mengamati saat murid melengkapi kalimat perbandingan: apakah murid memilih kata yang tepat (lebih berat, lebih ringan, paling berat, paling ringan, sama berat)
  • Memberikan pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman: 'Mengapa benda ini lebih berat dari yang itu?'

Akhir:

  • Tes tertulis individual: murid mengamati 3 gambar hasil pengukuran (misalnya: jeruk = 4 balok, mangga = 7 balok, rambutan = 2 balok), lalu melengkapi kalimat: 'Jeruk lebih ... dari rambutan', 'Buah yang paling berat adalah ...', 'Buah yang paling ringan adalah ...'
  • Murid mengurutkan ketiga benda dari yang paling ringan ke paling berat
  • Lembar refleksi: murid menuliskan atau menggambar apa yang sudah dipelajari hari ini

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan kelompok: ketelitian dalam mengukur, kemampuan bekerja sama, dan keterlibatan aktif
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman konsep
  • Penilaian hasil diskusi kelompok dan presentasi

Sumatif:

  • Tes tertulis: mengamati gambar hasil pengukuran 3 benda dengan satuan tidak baku, lalu melengkapi kalimat perbandingan dan menentukan benda paling berat dan paling ringan
  • Penilaian lembar kerja: ketepatan hasil pengukuran dan kesimpulan perbandingan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengukur berat benda dengan satuan tidak bakuMurid belum bisa menggunakan satuan tidak baku untuk mengukur berat, tidak bisa menghitung jumlah satuan yang digunakanMurid bisa mengukur dengan bantuan penuh, masih sering keliru dalam menghitung jumlah satuanMurid bisa mengukur dengan sedikit bantuan, menghitung jumlah satuan dengan sebagian besar benarMurid bisa mengukur secara mandiri dan akurat, menghitung jumlah satuan dengan benar dan teliti
Kemampuan membandingkan berat beberapa bendaMurid belum bisa membandingkan berat benda berdasarkan hasil pengukuran, tidak bisa menentukan benda paling berat/ringanMurid bisa membandingkan 2 benda dengan bantuan, belum bisa menentukan urutan 3 benda atau lebihMurid bisa membandingkan 3 benda dan menentukan paling berat/ringan dengan sedikit bantuanMurid bisa membandingkan 3 benda atau lebih secara mandiri dan tepat menentukan urutan dari paling ringan ke paling berat
Kemampuan melengkapi kalimat perbandingan beratMurid belum bisa memilih kata perbandingan yang tepat (lebih berat, lebih ringan, dst)Murid bisa melengkapi 1-2 kalimat perbandingan dengan bantuan penuhMurid bisa melengkapi sebagian besar kalimat perbandingan dengan tepat, kadang masih keliruMurid bisa melengkapi semua kalimat perbandingan dengan kata yang tepat dan konsisten
Kolaborasi dalam kelompokMurid tidak berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, bekerja sendiri atau mengganggu temanMurid mulai terlibat dalam kelompok tetapi masih pasif, menunggu instruksiMurid aktif berpartisipasi, berbagi tugas dengan teman, mendengarkan pendapat orang lainMurid aktif memimpin diskusi, membantu teman yang kesulitan, dan memastikan semua anggota terlibat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan pengukuran?
  • Apakah alat dan bahan yang disediakan cukup dan sesuai untuk semua kelompok?
  • Hambatan apa yang muncul selama pembelajaran dan bagaimana mengatasinya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan efektif untuk mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?
  • Aspek mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan mengukur berat hari ini?
  • Apa yang sudah kamu pahami tentang membandingkan berat benda?
  • Apa yang masih sulit atau membingungkan?
  • Bagaimana kerja sama kalian dalam kelompok tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 2 Kurikulum Merdeka (Bab 6 Pengukuran)
  2. Buku Guru Matematika Kelas 2 Kurikulum Merdeka (Bab 6 Pengukuran)
  3. Timbangan jungkat-jungkit atau gantungan baju (1 set per kelompok)
  4. Satuan tidak baku: kelereng (50 butir), bola tenis (10 buah), balok mainan (30 buah), koin (30 keping)
  5. Benda yang akan diukur: kotak pensil, gunting, buku, boneka, buah-buahan (jeruk, apel, pisang), sayuran (terong, tomat, wortel)
  6. Lembar kerja siswa (tabel pengukuran dan latihan soal)
  7. Papan tulis dan spidol untuk demonstrasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.