Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Mengukur Berat Benda dengan Satuan Tidak Baku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Mengukur Berat Benda dengan Satuan Tidak Baku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Mengukur Berat Benda dengan Satuan Tidak Baku

Matematika - Kelas 2

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mengukur Berat Benda dengan Satuan Tidak Baku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMengukur Berat Benda dengan Satuan Tidak Baku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku (kelereng, balok mainan, bola tenis) dan menuliskan hasil pengukurannya dalam tabel
  2. Murid dapat mengestimasi berat benda sebelum mengukur, lalu membandingkan hasil estimasi dengan hasil pengukuran menggunakan satuan tidak baku

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menimbang sesuatu tanpa menggunakan timbangan? Bagaimana caranya?
  2. Menurutmu, boneka lebih berat atau lebih ringan dari tas sekolahmu? Bagaimana kita bisa membuktikannya?
  3. Jika kita tidak punya timbangan, benda apa saja yang bisa kita pakai untuk mengukur berat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang berat benda dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru menunjukkan beberapa benda (buku, pensil, boneka) dan meminta murid menebak mana yang lebih berat secara langsung
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar mengukur berat benda menggunakan benda-benda kecil seperti kelereng dan bola tenis
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan cara mengukur berat boneka menggunakan timbangan sederhana (gantungan baju dengan 2 kantong plastik) dan bola tenis, seperti contoh dalam buku siswa
  • Guru menjelaskan langkah demi langkah: meletakkan boneka di satu sisi, menambahkan bola tenis satu per satu di sisi lain hingga seimbang
  • Murid mengamati bahwa hasil pengukuran bisa berbeda tergantung alat ukur yang digunakan (contoh: 1 boneka = 4 bola tenis, tetapi 1 boneka = 10 kelereng)
  • Guru mengajak murid berdiskusi: Mengapa hasilnya berbeda? Karena ukuran dan berat alat ukurnya berbeda
  • Murid mencatat pemahaman mereka tentang konsep satuan tidak baku di buku catatan

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang)
  • Setiap kelompok menerima: timbangan sederhana (gantungan baju + 2 kantong plastik), kelereng/balok mainan/bola tenis sebagai alat ukur, dan 2-3 benda untuk diukur (kotak pensil, buku, gunting)
  • Murid mengestimasi terlebih dahulu: Berapa kelereng kira-kira berat kotak pensil? Tulis tebakan di kolom 'Tebakanku' pada tabel
  • Murid melakukan pengukuran dengan menempatkan benda di satu sisi dan menambahkan kelereng di sisi lain hingga seimbang
  • Murid menuliskan hasil pengukuran di kolom 'Hasil Pengukuran' pada tabel
  • Murid membandingkan estimasi dengan hasil pengukuran aktual untuk setiap benda
  • Guru berkeliling memfasilitasi dan mengajukan pertanyaan penuntun: 'Apakah tebakanmu mendekati hasil pengukuran? Mengapa bisa berbeda?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran mereka di depan kelas
  • Murid membandingkan hasil antar kelompok: Apakah semua kelompok mendapat hasil yang sama? Mengapa bisa berbeda?
  • Guru memandu diskusi refleksi: 'Apa yang kalian pelajari tentang mengukur berat? Apakah estimasi kalian akurat? Bagaimana cara membuat estimasi lebih baik?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi: Apa yang menarik dari kegiatan ini? Apa yang masih sulit?
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata: Di mana lagi kita perlu mengukur berat benda?

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan 2-3 soal latihan dari buku siswa (mengamati gambar pengukuran dan menuliskan hasilnya)
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Berat benda dapat diukur dengan satuan tidak baku, hasil pengukuran bergantung pada alat ukur yang digunakan
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi aktif mereka
  • Guru memberikan tugas rumah opsional: Coba ukur berat 2 benda di rumah menggunakan benda-benda kecil yang ada
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam (5 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru menyediakan tantangan tambahan mengukur benda yang lebih berat atau menggunakan 2 jenis alat ukur berbeda. Untuk murid yang membutuhkan bantuan lebih, guru memberikan panduan visual langkah demi langkah dan mendampingi langsung.
  • Proses: Murid yang belum lancar dapat bekerja dengan pendampingan guru atau teman tutor sebaya. Murid yang sudah mahir dapat mencoba mengukur tanpa bantuan dan membuat prediksi untuk benda lain.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyajikan hasil: tabel lengkap dengan gambar, presentasi lisan sederhana, atau diagram perbandingan hasil estimasi vs pengukuran.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid dengan konsep berat (benda berat/ringan)
  • Minta murid mengurutkan 3 benda dari yang paling ringan ke paling berat secara visual

Proses:

  • Observasi kemampuan murid mengestimasi berat benda sebelum mengukur
  • Observasi keterampilan murid menggunakan timbangan sederhana dan menghitung jumlah alat ukur
  • Pemeriksaan kelengkapan pengisian tabel hasil pengukuran
  • Pertanyaan penuntun untuk menilai pemahaman: Mengapa hasil pengukuran berbeda saat menggunakan kelereng dan bola tenis?

Akhir:

  • Soal latihan tertulis: mengamati gambar timbangan dengan berbagai benda dan menuliskan hasil pengukuran (contoh: 1 buku = 5 bola tenis)
  • Soal perbandingan: melengkapi kalimat berdasarkan hasil pengukuran (buah jeruk lebih ringan/berat dari...)
  • Penilaian kemampuan membandingkan estimasi awal dengan hasil pengukuran aktual melalui presentasi kelompok

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan kelompok: kemampuan mengestimasi, mengukur, dan mencatat hasil
  • Pertanyaan lisan selama proses: Mengapa hasil pengukuranmu berbeda dari tebakanmu?
  • Pemeriksaan tabel hasil pengukuran setiap kelompok

Sumatif:

  • Latihan soal individu di akhir pembelajaran: mengamati gambar pengukuran dan menuliskan hasil
  • Penilaian kemampuan membandingkan estimasi dengan hasil pengukuran aktual

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengukur berat menggunakan satuan tidak bakuMurid belum dapat menggunakan timbangan sederhana dan menghitung alat ukur dengan tepatMurid dapat menggunakan timbangan sederhana dengan bantuan, tetapi masih kesulitan menghitung jumlah alat ukurMurid dapat mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku dan menuliskan hasilnya dengan sedikit kesalahanMurid dapat mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku secara mandiri, menuliskan hasil dengan tepat, dan menjelaskan prosesnya
Kemampuan mengestimasi dan membandingkanMurid belum dapat membuat estimasi atau membandingkan hasil estimasi dengan pengukuranMurid dapat membuat estimasi tetapi belum mampu membandingkannya dengan hasil pengukuran aktualMurid dapat mengestimasi dan membandingkan hasil, meskipun masih membutuhkan bimbingan dalam menjelaskan perbedaannyaMurid dapat mengestimasi dengan cukup akurat, membandingkan dengan hasil pengukuran, dan menjelaskan mengapa terjadi perbedaan
Penalaran kritis dalam memahami perbedaan hasil pengukuranMurid belum memahami bahwa alat ukur berbeda menghasilkan angka berbedaMurid menyadari ada perbedaan hasil tetapi belum memahami penyebabnyaMurid memahami bahwa alat ukur berbeda menghasilkan hasil berbeda dan dapat menjelaskan dengan sederhanaMurid dapat menjelaskan dengan jelas mengapa hasil pengukuran berbeda berdasarkan ukuran dan berat alat ukur yang digunakan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan pengukuran?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk murid yang kesulitan?
  • Apakah waktu yang dialokasikan cukup untuk semua tahapan pembelajaran?
  • Bagaimana cara meningkatkan kemampuan murid dalam mengestimasi di pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari kegiatan mengukur berat hari ini?
  • Apakah tebakanmu tentang berat benda mendekati hasil pengukuran? Mengapa?
  • Apa yang masih sulit bagimu dalam mengukur berat benda?
  • Kapan lagi kamu bisa menggunakan cara ini untuk mengukur berat benda?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 2 Kurikulum Merdeka (halaman 168-172)
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas 2 Kurikulum Merdeka (halaman 172-175)
  3. Timbangan sederhana (gantungan baju dengan 2 kantong plastik transparan)
  4. Alat ukur: kelereng, balok mainan, bola tenis, koin
  5. Benda untuk diukur: kotak pensil, buku, boneka, gunting, buah-buahan (opsional)
  6. Tabel hasil pengukuran (disiapkan guru atau menggunakan template dari buku siswa)
  7. Papan tulis dan spidol untuk demonstrasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.