MODUL AJAR Matematika — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 6 — Pengukuran INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Pengukuran |
|---|
| Alokasi Waktu | 23 JP (23 x 35 menit = 805 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.6.1 Membandingkan berat benda secara langsung
- TP 2.6.2 Mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku
- TP 2.6.3 Mengestimasi berat benda menggunakan satuan tidak baku
- TP 2.6.4 Membandingkan durasi waktu berbagai kegiatan sehari-hari
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika tangan kananmu memegang sebuah buku tulis dan tangan kirimu memegang sebuah pensil, benda mana yang terasa lebih berat menekan tanganmu?
- Bagaimana caramu membuktikan benda mana yang lebih berat hanya dengan menggunakan kedua tanganmu?
- Bagaimana posisi ujung timbangan sederhana jika salah satu benda lebih berat dari benda lainnya?
- Jika kita menimbang penghapus dan buku tulis menggunakan gantungan baju, manakah sisi yang akan turun ke bawah?
- Bagaimana cara kita mengetahui berat sebuah kotak pensil jika kita tidak memiliki timbangan jarum?
- Berapa banyak kelereng yang kita butuhkan agar gantungan baju menjadi seimbang dengan sebuah penghapus?
- Jika kita menimbang sebuah buku tulis menggunakan klip kertas dan penghapus pensil, apakah jumlah benda yang dibutuhkan akan sama?
- Bagaimana posisi timbangan sederhana ketika berat benda yang diukur sudah tepat seimbang dengan satuan penimbangnya?
- Jika satu buah penghapus dipegang di tangan kiri dan beberapa kelereng di tangan kanan, kira-kira berapa butir kelereng yang beratnya sama dengan penghapus itu?
- Mengapa kita perlu menebak atau memperkirakan berat suatu benda terlebih dahulu sebelum menimbangnya?
- Sebelum menimbang dengan gantungan baju, bagaimana cara kita menebak berapa banyak kelereng atau koin yang seimbang dengan tempat pensil kita?
- Mengapa tebakan (estimasi) berat kita bisa mendekati atau bahkan sama dengan hasil timbangan aslinya?
- Saat kalian berolahraga dan saat kalian minum air, manakah yang membutuhkan waktu lebih lama?
- Apakah kegiatan mencuci tangan berlangsung lebih sebentar daripada belajar di sekolah?
- Apakah sarapan pagi membutuhkan waktu yang lebih lama atau lebih sebentar dibandingkan tidur di malam hari?
- Bagaimana cara kita mengetahui kegiatan mana yang membutuhkan waktu lebih lama di antara kegiatan pagi, siang, dan malam hari?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa kotak bekal lebih berat daripada penghapus pensil tanpa timbangan timbel?
- Jika menimbang buku tulis membutuhkan 8 butir kelereng, berapa butir kira-kira berat buku gambar yang lebih tebal?
- Di antara kegiatan mencuci tangan dan tidur malam, kegiatan mana yang berlangsung lebih lama dan mana yang lebih sebentar?
- Bagaimana cara kita mengetahui benda mana yang lebih berat atau lebih ringan saat menimbang langsung?
- Mengapa kita perlu menebak (mengestimasi) jumlah satuan kelereng terlebih dahulu sebelum menimbangnya sampai seimbang?
- Di antara kegiatan mencuci tangan dan tidur malam, kegiatan mana yang berlangsung lebih lama?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Membandingkan Berat Dua Benda secara Langsung Menggunakan Kedua Tangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Membandingkan berat benda secara langsung
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memegang penghapus di tangan kanan dan buku tulis di tangan kiri secara serentak, lalu bertanya: 'Benda mana yang terasa lebih berat?' (acuan: buku tulis lebih berat daripada penghapus) untuk memetakan kepekaan indra peraba murid dalam membandingkan berat benda secara langsung (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan cara menimbang secara langsung menggunakan kedua telapak tangan yang terbuka: meletakkan satu benda di telapak tangan kanan dan satu benda di telapak tangan kiri, merentangkan tangan sejajar, lalu merasakan tangan mana yang lebih tertarik ke bawah atau terasa lebih berat (5 menit).
- Guru memperkenalkan istilah perbandingan berat: 'lebih berat' (tangan yang tertekan lebih kuat/turun ke bawah) dan 'lebih ringan' (tangan yang terangkat/terasa ringan) melalui demonstrasi membandingkan 1 buah apel plastik di tangan kanan dan 1 buah semangka plastik di tangan kiri (acuan: semangka plastik lebih berat dari apel plastik, apel plastik lebih ringan dari semangka plastik) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan tantangan menggembirakan 'Timbangan Tangan Cepat', di mana setiap pasangan menguji 3 pasang benda konkret yang telah disiapkan di meja: Pasangan 1 (Buku paket dan Rautan pensil), Pasangan 2 (Tempat pensil berisi alat tulis dan Satu buah pensil kayu), serta Pasangan 3 (Gunting anak dan Selembar kertas origami) (15 menit).
- Murid secara bergantian memegang masing-masing pasangan benda di kedua tangannya, membandingkan beratnya secara langsung, lalu mencatat hasil perbandingan pada kartu catatan dengan melengkapi kalimat rumpang: (1) Buku paket ... dari rautan pensil (acuan: lebih berat), (2) Pensil kayu ... dari tempat pensil (acuan: lebih ringan), (3) Gunting anak ... dari kertas origami (acuan: lebih berat) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa hasil perbandingan berat benda yang telah dicatat untuk memastikan ketepatan penentuan benda yang lebih berat dan lebih ringan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa berat dua benda dapat dibandingkan secara langsung dengan meletakkannya di kedua tangan dan merasakan benda yang menekan lebih berat ke bawah (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada murid: memegang sebotol air minum penuh di tangan kanan dan tutup botol di tangan kiri, lalu meminta murid menyebutkan benda mana yang lebih berat (acuan: botol air minum penuh lebih berat dari tutup botol), kemudian menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan pasangan benda dengan perbedaan berat yang sangat mencolok (misalnya buku tebal dengan penghapus kecil). Murid yang berpencapaian tinggi diberikan pasangan benda dengan selisih berat yang mendekati (misalnya spidol papan tulis dengan kotak stabilo).
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu langsung oleh guru cara memposisikan kedua telapak tangan sejajar tanpa bersandar di meja agar sensasi berat terasa jelas.
- Produk: Semua murid melengkapi lembar pencatatan perbandingan berat benda sesuai 3 pasang objek yang diuji.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik peragaan langsung: Murid diminta memegang penghapus di tangan kanan dan buku tulis di tangan kiri, lalu guru mengajukan pertanyaan: 'Benda manakah yang lebih berat?' (acuan jawaban tepat: buku tulis lebih berat daripada penghapus).
Proses:- Formatif unjuk kerja dan pencatatan: Menilai ketepatan murid membandingkan berat 3 pasang benda menggunakan kedua tangan pada kegiatan inti, dengan rincian: (1) Buku paket vs Rautan pensil (acuan: Buku paket lebih berat dari rautan pensil), (2) Pensil kayu vs Tempat pensil (acuan: Pensil kayu lebih ringan dari tempat pensil), (3) Gunting anak vs Kertas origami (acuan: Gunting anak lebih berat dari kertas origami).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir pembelajaran: Guru menunjukkan sebotol air minum terisi penuh dan satu buah tutup botol, meminta murid menentukan hubungan beratnya (acuan jawaban: botol air minum penuh lebih berat dari tutup botol, atau tutup botol lebih ringan dari botol air minum penuh).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid membandingkan berat pasangan benda menggunakan kedua telapak tangan.
- Pemeriksaan hasil catatan perbandingan 3 pasang benda pada lembar kerja.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan berat dua benda secara langsung menggunakan kedua tangan | Belum mampu membandingkan berat dua benda secara langsung menggunakan kedua tangan (0 dari 3 pasangan benda dijawab tepat sesuai acuan). | Mampu membandingkan berat benda secara langsung menggunakan kedua tangan dengan bimbingan guru (hanya 1 dari 3 pasangan benda dijawab tepat sesuai acuan). | Mampu membandingkan berat benda secara langsung menggunakan kedua tangan secara mandiri (minimal 2 dari 3 pasangan benda dijawab tepat sesuai acuan). | Mampu membandingkan berat benda secara langsung menggunakan kedua tangan secara mandiri dan konsisten (seluruh 3 pasangan benda dijawab tepat sesuai acuan: buku paket lebih berat dari rautan, pensil kayu lebih ringan dari tempat pensil, gunting anak lebih berat dari kertas origami). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat merasakan perbedaan berat benda secara langsung dengan meletakkan benda di kedua telapak tangannya?
- Apakah benda konkret yang disediakan memiliki perbedaan berat yang cukup jelas dirasakan oleh murid kelas 2?
Murid:- Bagaimana caramu mengetahui benda mana yang lebih berat saat memegang dua benda di tangan kanan dan tangan kiri?
- Benda apa yang menurutmu paling berat dari benda-benda yang kamu pegang hari ini?
Pertemuan 2 — Membandingkan Berat Beberapa Benda secara Langsung Menggunakan Timbangan Sederhana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Membandingkan berat benda secara langsung
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperagakan timbangan sederhana (gantungan baju dan dua kantong plastik) berisi satu apel di sisi kiri dan satu anggur di sisi kanan, lalu bertanya: 'Manakah buah yang posisinya turun ke bawah dan apa artinya?' (acuan jawaban benar: apel posisinya di bawah karena lebih berat dari anggur; anggur di atas karena lebih ringan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan berat beberapa benda secara langsung menggunakan timbangan sederhana (gantungan baju/jungkat-jungkit) dengan melihat posisi sisi yang turun atau naik (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan timbangan sederhana (gantungan baju dengan dua kantong plastik bening) di depan kelas dan meletakkan dua benda: satu kotak pensil di sisi kiri dan satu rautan pensil di sisi kanan, lalu meminta murid mengamati kemiringan gantungan (10 menit).
- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan konsep visual timbangan sederhana: benda yang lebih berat posisinya turun ke bawah (lebih rendah), benda yang lebih ringan posisinya naik ke atas (lebih tinggi), dan jika beratnya sama maka posisi kedua sisi sejajar/seimbang (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok berpasangan dan membagikan alat timbangan sederhana (gantungan baju dengan dua kantong plastik) beserta set benda kelas yang akan dibandingkan (5 menit).
- Tantangan Menimbang Ceria (Joyful): Setiap pasangan melakukan penimbangan langsung terhadap 4 pasangan benda konkret: (1) Buku gambar vs Buku tulis, (2) Kotak pensil vs Spidol papan tulis, (3) Rautan vs Penghapus papan tulis, (4) Penggaris plastik vs Buku teks. Murid secara bergantian memasukkan benda ke masing-masing kantong dan mengamati posisi kantong (15 menit).
- Murid mencatat hasil perbandingan berat pada lembar kerja dengan mengisi pernyataan: (1) 'Buku gambar ... daripada Buku tulis' (acuan: lebih berat), (2) 'Spidol papan tulis ... daripada Kotak pensil' (acuan: lebih ringan), (3) 'Penghapus papan tulis ... daripada Rautan' (acuan: lebih berat), (4) 'Penggaris plastik ... daripada Buku teks' (acuan: lebih ringan) (15 menit).
- Setiap pasangan mencoba membandingkan 3 benda secara langsung berpasangan (apel, jeruk, anggur) untuk mengurutkan benda dari yang paling berat ke paling ringan berdasarkan posisi timbangan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memeriksa kembali hasil perbandingan pada timbangan sederhana dan memverifikasi mengapa suatu benda dikatakan 'lebih berat', 'lebih ringan', atau 'sama berat' berdasarkan posisi kemiringan timbangan (10 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan bersama bahwa membandingkan berat secara langsung dengan timbangan sederhana dilihat dari sisi yang condong ke bawah (lebih berat) dan ke atas (lebih ringan) (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan/visual cepat kepada murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan benda dengan perbedaan berat yang sangat kontras (buku tebal vs klip kertas) untuk murid yang membutuhkan bantuan visual nyata, dan benda dengan perbedaan berat tipis untuk murid yang lebih cepat.
- Proses: Memberikan pendampingan terbimbing saat memegang poros timbangan gantungan baju bagi murid yang kesulitan menjaga keseimbangan alat, serta memberi kesempatan mandiri penuh bagi murid yang sudah mahir.
- Produk: Murid dapat melengkapi tabel perbandingan dengan mencentang pilihan kata (lebih berat/lebih ringan) atau menuliskan kalimat perbandingan lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan peragaan gantungan baju berisi apel di kiri dan anggur di kanan: 'Manakah buah yang posisinya berada di bawah, dan manakah yang lebih berat?' (Acuan jawaban benar: apel berada di posisi bawah karena apel lebih berat daripada anggur; anggur di posisi atas karena lebih ringan).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menimbang 4 pasangan benda pada timbangan sederhana:
- Butir 1: Buku gambar vs Buku tulis (Acuan: Sisi buku gambar turun ke bawah -> Buku gambar lebih berat dari buku tulis).
- Butir 2: Kotak pensil vs Spidol papan tulis (Acuan: Sisi spidol papan tulis naik ke atas -> Spidol papan tulis lebih ringan dari kotak pensil).
- Butir 3: Rautan vs Penghapus papan tulis (Acuan: Sisi penghapus papan tulis turun ke bawah -> Penghapus papan tulis lebih berat dari rautan).
- Butir 4: Penggaris plastik vs Buku teks (Acuan: Sisi penggaris plastik naik ke atas -> Penggaris plastik lebih ringan dari buku teks).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman visual di penutup: Guru memperlihatkan gambar timbangan sederhana yang memuat benda A (posisi di bawah) dan benda B (posisi di atas). Murid melengkapi kalimat: (1) Benda A ... dari benda B; (2) Benda B ... dari benda A. (Acuan jawaban benar: (1) lebih berat; (2) lebih ringan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menimbang benda secara langsung menggunakan timbangan sederhana (gantungan baju/timbangan jungkat-jungkit)
- Pemeriksaan lembar kerja pencatatan hasil perbandingan berat 4 pasangan benda konkret
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Membandingkan Berat Benda Menggunakan Timbangan Sederhana | Belum mampu menentukan benda yang lebih berat atau lebih ringan melalui posisi timbangan sederhana tanpa bimbingan penuh guru (0-1 pasangan tepat dari 4 pasangan benda acuan). | Mampu menentukan benda yang lebih berat atau lebih ringan menggunakan timbangan sederhana pada 2 dari 4 pasangan benda acuan dengan benar. | Mampu menentukan benda yang lebih berat atau lebih ringan menggunakan timbangan sederhana pada minimal 3 dari 4 pasangan benda acuan dengan tepat secara mandiri. | Mampu menentukan perbandingan berat secara tepat pada seluruh (4 dari 4) pasangan benda acuan menggunakan timbangan sederhana serta mampu membandingkan 3 benda sekaligus untuk menentukan yang paling berat dan paling ringan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan alat timbangan sederhana (gantungan baju dan kantong plastik) efektif membantu murid melihat perbedaan berat benda secara langsung?
- Bagian kegiatan mana yang memerlukan pendampingan lebih intensif bagi murid saat menyeimbangkan timbangan?
Murid:- Bagaimana cara kita mengetahui benda mana yang lebih berat saat diletakkan pada timbangan gantungan baju?
- Kegiatan menimbang benda apa yang paling menyenangkan hari ini?
Pertemuan 3 — Mengukur Berat Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku Kelereng — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.2 Mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku kelereng dengan bantuan timbangan gantungan baju (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan sebuah rautan pensil dan bertanya: 'Jika rautan ini dimasukkan ke satu kantong timbangan, apa yang terjadi pada sisi kelereng agar seimbang?' (acuan jawaban benar: sisi kelereng harus diisi kelereng satu per satu hingga posisi gantungan sejajar/seimbang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan alat timbangan sederhana berupa gantungan baju dengan dua kantong plastik transparan di kedua ujungnya, lalu memasukkan 1 spidol papan tulis ke salah satu kantong plastik (5 menit).
- Guru bersama murid mengamati posisi gantungan yang miring ke arah spidol, kemudian memasukkan kelereng satu demi satu ke kantong plastik di sisi seberangnya hingga posisi kedua kantong sejajar dan seimbang (acuan peragaan: 1 spidol seimbang dengan 6 kelereng) (5 menit).
- Guru menegaskan konsep bahwa berat 1 spidol sama dengan 6 kelereng, di mana kelereng berfungsi sebagai satuan tidak baku untuk mengukur berat benda tersebut (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok berpasangan, lalu membagikan 1 set timbangan gantungan baju, 30 butir kelereng, serta lembar kerja pengukuran untuk mengukur berat 3 benda kelas: (1) penghapus karet standar, (2) lem kertas stik kecil, dan (3) kotak pensil plastik (5 menit).
- Secara bergembira dalam bentuk 'Tantangan Detektif Kelereng', setiap pasangan menimbang ketiga benda satu per satu dengan memasukkan kelereng ke kantong penyeimbang hingga seimbang sempurna, lalu mencatat jumlah kelereng pada lembar kerja (acuan ukuran standar kelas: penghapus karet = 4 kelereng; lem stik = 7 kelereng; kotak pensil = 12 kelereng; rentang toleransi pengamatan ±1 kelereng tergantung merek benda) (15 menit).
- Setiap pasangan murid memeriksa kembali hasil pengukuran ketiga benda secara mandiri untuk memastikan posisi gantungan benar-benar sejajar saat pembacaan jumlah kelereng (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil pengukuran kelompoknya dengan kelompok lain dan menyimpulkan bersama bahwa benda yang lebih berat memerlukan jumlah kelereng yang lebih banyak untuk mencapai keseimbangan (5 menit).
- Guru memandu murid merefleksikan proses pengukuran: apa yang terjadi jika kelereng yang dimasukkan terlalu banyak atau terlalu sedikit terhadap posisi timbangan (acuan: jika terlalu banyak maka kantong kelereng turun ke bawah; jika terlalu sedikit maka kantong kelereng tetap di atas) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa kelereng dapat digunakan sebagai satuan tidak baku untuk mengukur berat benda melalui kondisi seimbang pada timbangan (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan mengukur benda yang lebih ringan (1 penghapus dan 1 rautan) dengan jumlah kelereng di bawah 5 butir; murid cepat mengukur benda tambahan yang membutuhkan kelereng lebih banyak (buku tulis isi 38 lembar).
- Proses: Murid yang kesulitan dibimbing guru dalam menstabilkan gantungan baju dan menghitung kelereng satu per satu; murid mahir melakukan pengukuran secara mandiri.
- Produk: Semua murid mengisi tabel hasil pengukuran berat benda dalam satuan kelereng sesuai target bendanya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika sisi kiri gantungan ditaruh rautan dan miring ke bawah, apa yang harus kita lakukan pada kantong sisi kanan agar kedua sisi lurus seimbang?' (Acuan jawaban benar: menambahkan kelereng satu demi satu ke kantong kanan sampai posisi gantungan mendatar/seimbang).
Proses:- Lembar observasi keterlibatan dan ketepatan murid menimbang 3 benda kelas menggunakan satuan tidak baku kelereng pada timbangan gantungan baju.
- Pemeriksaan hasil lembar kerja: (1) Berat penghapus karet = 4 kelereng (toleransi 3-5 kelereng); (2) Berat lem kertas stik = 7 kelereng (toleransi 6-8 kelereng); (3) Berat kotak pensil = 12 kelereng (toleransi 11-13 kelereng).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi berupa 2 butir soal lisan/tulis singkat: (1) 'Jika sebuah gunting seimbang dengan 8 kelereng pada gantungan baju, berapa berat gunting tersebut?' (acuan jawaban: 8 kelereng); (2) 'Jika gantungan masih miring ke arah buku dan kantong kelereng masih terangkat di atas, apakah jumlah kelereng perlu ditambah atau dikurangi?' (acuan jawaban: ditambah).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menimbang benda menggunakan gantungan baju dan menghitung jumlah kelereng hingga seimbang
- Pemeriksaan lembar kerja pencatatan hasil pengukuran berat 3 benda dalam satuan kelereng
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku kelereng | Belum mampu meletakkan kelereng hingga timbangan seimbang atau belum mampu mencatat hasil pengukuran dengan benar walau dibimbing. | Mampu mengukur 1 dari 3 benda dengan tepat hingga timbangan seimbang dan mencatat jumlah kelerengnya dengan bimbingan guru. | Mampu mengukur minimal 2 dari 3 benda target dengan tepat hingga timbangan seimbang dan mencatat jumlah kelerengnya secara mandiri. | Mampu mengukur seluruh (3 dari 3) benda target dengan tepat hingga seimbang sempurna serta mencatat jumlah kelereng secara mandiri dan teliti. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan alat peraga gantungan baju dan kelereng memudahkan murid memahami konsep pengukuran berat satuan tidak baku?
- Bagaimana pengelolaan waktu saat kegiatan menimbang berpasangan berlangsung di kelas?
Murid:- Benda mana yang paling banyak membutuhkan kelereng saat kalian timbang tadi?
- Bagian mana dari kegiatan menimbang dengan kelereng hari ini yang paling kamu sukai?
Pertemuan 4 — Mengukur Berat Benda Menggunakan Berbagai Satuan Tidak Baku di Kelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.2 Mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 kotak pensil pada timbangan gantungan baju dan mendemonstrasikan memasukkan kelereng hingga seimbang di angka 6 kelereng, lalu menanyakan: 'Berapa kelereng berat kotak pensil ini?' (acuan jawaban: 6 kelereng) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur berat benda menggunakan berbagai satuan tidak baku selain kelereng yang ada di sekitar kelas seperti klip kertas, tutup botol plastik, dan balok mainan kayu kecil (4 menit).
- Guru menjelaskan aturan keselamatan dan prosedur penggunaan timbangan gantungan baju sederhana berplastik bening di kelompok masing-masing (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan penimbangan 1 buah spidol papan tulis menggunakan 2 jenis satuan tidak baku berbeda secara bergantian pada timbangan gantungan baju: pertama menggunakan tutup botol plastik (seimbang di 5 tutup botol), kedua menggunakan balok kayu kecil (seimbang di 2 balok kayu) (10 menit).
- Murid mengamati bahwa posisi gantungan baju harus lurus horizontal sejajar untuk menyatakan kondisi seimbang dan mencatat bahwa berat spidol = 5 tutup botol atau 2 balok kayu (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kerja (beranggotakan 3-4 anak) dan membagikan Lembar Kerja Eksplorasi serta perlengkapan ukur berupa timbangan gantungan baju, 2 kantong plastik bening, dan 3 wadah satuan ukur tidak baku (wadah A: klip kertas, wadah B: tutup botol plastik, wadah C: balok mainan kayu kecil) (5 menit).
- Murid secara berkelompok melakukan aktivitas 'Tantangan Timbang Pas': menimbang 3 benda kelas yang telah disiapkan secara bergantian, yaitu (1) penghapus papan tulis menggunakan satuan tutup botol plastik, (2) buku tulis tipis menggunakan satuan balok mainan kayu kecil, dan (3) gunting tumpul menggunakan satuan klip kertas, dengan memasukkan satuan satu per satu hingga posisi timbangan seimbang sempurna (20 menit).
- Setiap kelompok menuliskan bilangan hasil penimbangan pada tabel Lembar Kerja: kolom nama benda, satuan tidak baku yang dipakai, dan jumlah satuan yang membuat timbangan seimbang (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok membacakan hasil ukurnya di meja masing-masing dan membandingkan hasil pengukuran antar-kelompok untuk benda dan satuan yang sama untuk memastikan ketelitian hasil (12 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa berat sebuah benda dapat dinyatakan menggunakan berbagai satuan tidak baku, dan jumlah satuannya berbeda tergantung berat masing-masing satuan yang digunakan (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan lembar cek pemahaman mandiri berisi 2 butir soal gambar timbangan seimbang untuk dikerjakan secara mandiri oleh setiap murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini dan menyampaikan apresiasi atas ketelitian seluruh kelompok dalam menimbang (3 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan satuan tidak baku dengan kontras ukuran yang jelas (balok kayu yang lebih besar/berat dan klip kertas yang lebih ringan) agar perbedaan jumlah satuan terlihat nyata.
- Proses: Bagi kelompok yang kesulitan menyeimbangkan timbangan, guru memberikan bimbingan langsung dalam memasukkan satuan satu demi satu secara perlahan; bagi kelompok yang cepat, diberikan 1 benda tambahan (misal: stapler kecil) untuk diukur dengan dua satuan berbeda.
- Produk: Format pelaporan hasil pengukuran berupa pengisian tabel terstruktur dengan lambang bilangan cacah sesuai jumlah satuan tidak baku yang terpakai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menggunakan peragaan gantungan baju: Guru meletakkan 1 kotak pensil di kantong kiri dan memasukkan kelereng satu per satu ke kantong kanan hingga timbangan horizontal seimbang tepat di 6 kelereng. Guru bertanya: 'Berapa berat kotak pensil ini jika diukur dengan satuan kelereng?' (Acuan jawaban benar: 6 kelereng).
Proses:- Lembar observasi kelompok saat melakukan penimbangan 3 benda kelas dengan timbangan gantungan baju: (1) Mengukur berat penghapus papan tulis menggunakan tutup botol plastik (acuan: timbangan seimbang pada 8 tutup botol plastik); (2) Mengukur berat buku tulis tipis menggunakan balok mainan kayu kecil (acuan: timbangan seimbang pada 4 balok kayu kecil); (3) Mengukur berat gunting tumpul menggunakan klip kertas (acuan: timbangan seimbang pada 12 klip kertas). Kriteria penilaian: ketepatan mencapai posisi seimbang horizontal dan ketepatan menghitung jumlah satuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis mandiri di penutup berupa 2 soal gambar timbangan seimbang: Soal 1: 'Pada gambar timbangan seimbang, berat 1 botol lem kertas sama dengan ... tutup botol plastik.' (Gambar menampilkan 1 botol lem di kiri dan 5 tutup botol di kanan; acuan jawaban benar: 5 tutup botol). Soal 2: 'Pada gambar timbangan seimbang, berat 1 kotak krayon sama dengan ... balok kayu.' (Gambar menampilkan 1 kotak krayon di kiri dan 6 balok kayu di kanan; acuan jawaban benar: 6 balok kayu).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat kelompok melakukan penimbangan benda dengan satuan tidak baku hingga seimbang.
- Pemeriksaan ketepatan pencatatan hasil pengukuran pada lembar kerja kelompok dan lembar cek mandiri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku | Belum mampu mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku; posisi timbangan belum seimbang atau pembacaan jumlah satuan belum tepat pada ketiga tugas penimbangan. | Mampu mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku secara tepat hingga posisi timbangan seimbang pada 1 dari 3 tugas penimbangan dengan bimbingan guru. | Mampu mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku secara tepat hingga posisi timbangan seimbang pada minimal 2 dari 3 tugas penimbangan secara mandiri. | Mampu mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku secara tepat hingga posisi timbangan seimbang pada seluruh (3 dari 3) tugas penimbangan secara mandiri dan konsisten teliti. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alat peraga timbangan gantungan baju dan satuan tidak baku yang disediakan berfungsi seimbang dan mudah digunakan oleh tangan murid kelas 2?
- Apakah murid sudah memahami prinsip keseimbangan horizontal sebagai tanda bahwa berat benda telah sama dengan banyaknya satuan tidak baku?
Murid:- Benda apa yang menurutmu paling mudah diukur beratnya hari ini?
- Bagaimana caramu mengetahui bahwa timbangan gantungan baju sudah seimbang saat menimbang benda?
Pertemuan 5 — Mengestimasi Berat Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku Kelereng — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.3 Mengestimasi berat benda menggunakan satuan tidak baku
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menunjukkan 1 buah kotak pensil dan beberapa butir kelereng, lalu mengajukan pertanyaan pemantik mengenai perkiraan berat benda tersebut (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu belajar mengestimasi (memperkirakan/menebak) berat berbagai benda kelas dengan satuan tidak baku kelereng sebelum membuktikannya (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara klasikal dengan meminta murid menebak berat sebuah rautan pensil dalam satuan kelereng dari pilihan acuan yang disediakan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memodelkan cara mengestimasi berat benda secara berkesadaran: memegang 1 buah penghapus karet di satu tangan dan merasakan berat 1 butir kelereng di tangan lainnya, lalu mengajak murid merasakan beban tersebut (5 menit).
- Guru menjelaskan bahwa mengestimasi adalah memperkirakan bilangan satuan yang masuk akal berdasarkan rasa berat benda di tangan sebelum dihitung atau ditimbang secara pasti (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan lembar kerja estimasi dan menyiapkan 3 benda nyata di meja setiap murid/kelompok kecil: (1) penghapus karet, (2) spidol papan tulis, dan (3) gunting kecil tumpul (5 menit).
- Guru memandu permainan tantangan tebak berat 'Tebak Tepat Kelereng': murid memegang masing-masing benda lalu menuliskan angka estimasi beratnya dalam satuan butir kelereng pada kolom 'Tebakanku' di lembar kerja sebelum ditimbang (12 menit).
- Murid secara bergiliran meletakkan benda pada timbangan gantungan baju sederhana dan memasukkan kelereng satu demi satu hingga seimbang untuk melihat selisih antara estimasi tebakan mereka dengan hasil sebenarnya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan angka tebakan awal mereka dengan hasil timbangan nyata, lalu mencermati apakah tebakannya mendekati (selisih sedikit) atau masih jauh (5 menit).
- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan bahwa makin sering kita merasakan berat benda, perkiraan atau estimasi kita akan menjadi makin mendekati kenyataan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketelitian dan keberanian murid dalam memperkirakan berat benda (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini dan menutup pembelajaran dengan doa penutup (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan acuan patokan awal (misal: 1 penghapus kira-kira setara 3 kelereng), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan benda tambahan dengan variasi ukuran lebih berat (buku tulis tipis).
- Proses: Murid yang masih kesulitan membandingkan beban tangan dibimbing memegang kelereng pembanding secara berdampingan dengan benda, sedangkan murid mandiri langsung mengestimasi 3 benda secara mandiri.
- Produk: Semua murid mengisi tabel lembar kerja estimasi berisi 3 benda target (penghapus, spidol, gunting) dengan mencantumkan angka tebakan kelereng.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik singkat di awal pelajaran: Guru menunjukkan 1 buah rautan pensil plastik kecil dan meminta murid memilih estimasi yang paling masuk akal: apakah seberat (A) 2 kelereng, (B) 20 kelereng, atau (C) 50 kelereng. (Acuan jawaban benar: A, yaitu 2 kelereng, karena rautan plastik berukuran kecil dan ringan).
Proses:- Formatif pada tahap Mengaplikasi: Guru memeriksa keterisian dan kelogisan angka estimasi murid pada 3 benda target di lembar kerja sebelum penimbangan dilakukan: (1) Penghapus karet (rentang estimasi logis: 3–6 kelereng; acuan hasil timbang: 4 kelereng), (2) Spidol papan tulis (rentang estimasi logis: 4–8 kelereng; acuan hasil timbang: 6 kelereng), (3) Gunting kecil tumpul (rentang estimasi logis: 6–10 kelereng; acuan hasil timbang: 8 kelereng). Kriteria: estimasi dinilai logis/berkembang jika angka tebakan berada dalam rentang estimasi logis yang mendekati acuan timbang.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi pembelajaran: Guru mengangkat sebuah lem kertas stik dan menanyakan angka estimasi kelereng yang masuk akal kepada murid. Pilihan acuan: 1 kelereng, 5 kelereng, atau 30 kelereng. (Acuan jawaban logis: 5 kelereng, karena lem stik memiliki bobot sedang setara spidol/penghapus dan tidak seberat 30 kelereng).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid mengestimasi berat benda dengan memegang benda dan kelereng
- Pemeriksaan lembar kerja estimasi berat benda (kolom 'Tebakanku' dalam satuan kelereng)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengestimasi berat benda menggunakan satuan tidak baku kelereng | Belum mampu memberikan estimasi berat benda secara mandiri, tebakan angka kelereng sangat jauh dari bobot nyata (misal menebak 50 kelereng untuk penghapus) walau sudah dibimbing. | Mampu memberikan estimasi berat dalam satuan kelereng untuk 1 dari 3 benda target dengan nilai tebakan yang mendekati rentang logis, masih membutuhkan bantuan penuh guru. | Mampu mengestimasi berat dalam satuan kelereng secara mandiri untuk 2 dari 3 benda target (penghapus, spidol, gunting) dengan angka tebakan yang masuk akal dan mendekati rentang logis acuan. | Mampu mengestimasi berat dalam satuan kelereng secara mandiri dan konsisten untuk seluruh (3 dari 3) benda target (penghapus, spidol, gunting) dengan angka tebakan yang berada tepat dalam rentang logis acuan (selisih maksimal 1-2 kelereng dari hasil timbangan nyata). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid menunjukkan intuisi perkiraan (number sense) yang masuk akal saat memegang benda sebelum menimbangnya?
- Bagian mana dari kegiatan estimasi kelereng yang paling efektif membantu murid memahami konsep mengira-ngira ukuran berat?
Murid:- Apakah tebakan berat kelerengmu hari ini mendekati hasil timbangan aslinya?
- Benda mana yang paling mudah kamu tebak berat kelerengnya?
Pertemuan 6 — Mengestimasi dan Membuktikan Berat Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.3 Mengestimasi berat benda menggunakan satuan tidak baku
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memperkirakan (mengestimasi) berat berbagai benda kelas dengan satuan tidak baku (kelereng dan uang koin) lalu membuktikannya menggunakan timbangan gantungan baju (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 penghapus papan tulis dan 1 kelereng, lalu meminta murid menebak: 'Apakah berat 1 penghapus ini kira-kira 2 kelereng atau 12 kelereng?' (acuan: jawaban masuk akal adalah 12 kelereng, karena penghapus jauh lebih berat dari 2 kelereng) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru memegang sebuah kotak kapur di satu tangan dan 5 butir kelereng di tangan lain untuk merasakan dan membuat estimasi awal berat kotak kapur tersebut sebelum ditimbang (5 menit).
- Murid dipandu memahami konsep estimasi berat satuan tidak baku: membuat perkiraan jumlah satuan (kelereng/koin) yang bernalar berdasarkan bobot benda di tangan, bukan sekadar menebak sembarangan (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan pembuktian estimasi kotak kapur menggunakan timbangan gantungan baju berplastik transparan dengan memasukkan kelereng satu per satu hingga posisi gantungan sejajar/seimbang (acuan hasil timbang: 8 kelereng) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok berpasangan dan menerima lembar kerja 'Tebak & Buktikan' berisi 4 target benda kelas: (1) Kotak pensil (alat ukur: kelereng), (2) Buku tulis (alat ukur: kelereng), (3) Botol minum plastik kecil kosong (alat ukur: uang logam koin Rp500), (4) Gunting tumpul anak (alat ukur: uang logam koin Rp500) (10 menit).
- Secara bergembira melalui permainan tantangan 'Detektif Timbangan', setiap pasangan memegang benda target di satu tangan dan beberapa satuan ukur di tangan lain untuk menuliskan estimasi berat masing-masing pada kolom 'Tebakanku' di lembar kerja (15 menit).
- Setiap pasangan membuktikan estimasinya dengan menimbang benda target menggunakan gantungan baju dan kantong plastik transparan, memasukkan satuan satu demi satu hingga seimbang, lalu mencatat bilangan hasil timbang nyata pada kolom 'Hasil Pembuktian' (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan bilangan pada kolom 'Tebakanku' dan 'Hasil Pembuktian' pada ke-4 benda untuk memeriksa seberapa dekat selisih estimasi mereka terhadap hasil timbangan nyata (10 menit).
- Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan bahwa estimasi yang cermat (dengan merasakan bobot satuan terlebih dahulu) membuat perkiraan kita semakin mendekati hasil timbangan yang sebenarnya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap ketercapaian estimasi dan ketelitian pembuktian yang telah dilakukan murid (5 menit).
- Guru memandu murid merapikan kembali alat timbang dan bahan ukur, lalu menutup sesi pertemuan dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan 2 benda dengan satuan ukur kelereng saja (kotak pensil dan buku tulis), sedangkan murid yang lebih cepat mengestimasi benda tambahan seperti stapler kecil menggunakan koin.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu memegang 5 butir kelereng sebagai patokan tetap di satu tangan saat memperkirakan berat benda di tangan yang lain.
- Produk: Semua murid mencatatkan hasil estimasi dan pembuktian pada tabel lembar kerja sesuai jumlah benda target yang dikerjakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: Guru mengangkat 1 penghapus papan tulis dan 1 kelereng, lalu bertanya: 'Jika penghapus ini ditimbang dengan kelereng, manakah perkiraan yang lebih masuk akal: 2 kelereng atau 12 kelereng?' (acuan jawaban: 12 kelereng, karena massa penghapus jelas jauh lebih berat daripada 2 butir kelereng).
Proses:- Observasi saat murid melakukan estimasi dengan tangan sebelum menimbang dan saat murid memasukkan satuan kelereng/koin ke dalam kantong timbangan gantungan baju hingga seimbang.
- Pemeriksaan lembar kerja pada 4 target benda: (1) Kotak pensil (estimasi kelereng), (2) Buku tulis (estimasi kelereng), (3) Botol minum plastik kosong (estimasi koin), (4) Gunting tumpul anak (estimasi koin) dengan kriteria selisih nilai estimasi terhadap pembuktian timbangan nyata tidak terpaut lebih dari 3 satuan ukur.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjukkan 1 rautan pensil dan 1 butir kelereng. Guru bertanya: 'Berapakah kira-kira estimasi berat 1 rautan pensil ini dalam satuan kelereng: 1-2 kelereng atau 15 kelereng?' (acuan jawaban: 1-2 kelereng, karena ukuran dan bobot rautan pensil setara dengan 1 hingga 2 butir kelereng).
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses mengestimasi dan membuktikan berat benda menggunakan timbangan sederhana
- Pemeriksaan lembar kerja pengamatan 'Tebak & Buktikan'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan Mengestimasi Berat Benda Menggunakan Satuan Tidak Baku | Belum mampu memperkirakan berat benda; tebakan bilangan sangat jauh dari kenyataan (selisih > 5 satuan) dan tidak bernalar pada ke-4 target benda. | Mampu mengestimasi berat benda dengan selisih yang masuk akal (selisih ≤ 3 satuan terhadap hasil pembuktian) pada 1-2 benda target secara terbimbing. | Mampu mengestimasi berat benda dengan selisih yang masuk akal (selisih ≤ 3 satuan terhadap hasil pembuktian) pada 3-4 benda target secara mandiri. | Mampu mengestimasi berat benda secara sangat akurat (selisih ≤ 1 satuan atau tepat sama dengan hasil pembuktian) pada seluruh (4) benda target secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan alat bantu gantungan baju dan kantong plastik transparan memudahkan seluruh murid membuktikan estimasi berat secara mandiri?
- Bagian mana dari kegiatan mengestimasi yang paling memerlukan bimbingan tambahan bagi murid yang belum percaya diri menebak bobot benda?
Murid:- Apakah tebakan (estimasi) jumlah kelereng atau koinmu tadi banyak yang mendekati hasil timbangan aslinya?
- Benda apa yang paling mudah dan paling sulit kamu tebak beratnya hari ini?
Pertemuan 7 — Membandingkan Durasi Waktu Kegiatan Sehari-hari Lebih Lama dan Lebih Sebentar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.4 Membandingkan durasi waktu berbagai kegiatan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
- Guru mengaitkan materi dengan pengalaman harian murid melalui asesmen awal diagnostik lisan: guru menyebutkan 2 pasang kegiatan lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas jika kegiatan pertama lebih lama atau jempol ke bawah jika lebih sebentar: (1) Berkedip vs makan bekal (acuan: berkedip lebih sebentar daripada makan bekal); (2) Tidur malam vs mencuci tangan (acuan: tidur malam lebih lama daripada mencuci tangan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan durasi waktu kegiatan sehari-hari menggunakan istilah 'lebih lama' dan 'lebih sebentar' (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru membacakan cerita bergambar 'Olahraga Minggu Kira' (Kira berolahraga lari keliling taman dari pagi hingga selesai, kemudian setelah itu Kira mandi) dan mengajak murid mencermati durasi kedua kegiatan tersebut (7 menit).
- Guru membimbing murid memahami makna kata 'lebih lama' dan 'lebih sebentar' melalui perbandingan konkret cerita Kira: 'Berolahraga lebih lama dari mandi' dan 'Mandi lebih sebentar dari berolahraga' (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan gerak interaktif 'Tantangan Durasi': guru menyebutkan 3 pasang kegiatan secara bergiliran, yaitu (1) Menyisir rambut vs Mandi, (2) Belajar di sekolah vs Sarapan, (3) Mencuci tangan vs Bermain bola. Murid melompat ke kanan jika kegiatan pertama lebih lama, atau melompat ke kiri jika kegiatan pertama lebih sebentar (acuan: (1) menyisir rambut lebih sebentar dari mandi; (2) belajar di sekolah lebih lama dari sarapan; (3) mencuci tangan lebih sebentar dari bermain bola) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan perbandingan durasi berisi 4 butir soal berpasangan untuk menentukan kegiatan yang lebih lama atau lebih sebentar: Butir 1: [Menyisir rambut] atau [Mandi] -> lebih lama: Mandi; Butir 2: [Tidur malam] atau [Menyikat gigi] -> lebih lama: Tidur malam; Butir 3: [Belajar di sekolah] atau [Sarapan] -> lebih sebentar: Sarapan; Butir 4: [Mencuci tangan] atau [Bermain bola] -> lebih sebentar: Mencuci tangan (acuan: 1=Mandi, 2=Tidur malam, 3=Sarapan, 4=Mencuci tangan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi pemeriksaan jawaban lembar latihan bersama secara klasikal dan meminta murid mengecek ketepatan jawaban masing-masing sesuai acuan (10 menit).
- Murid merenungkan kesadaran waktu dalam aktivitas harian: menyadari bahwa kegiatan yang bermakna seperti belajar dan tidur cukup membutuhkan waktu lebih lama, sedangkan kegiatan kebersihan diri harian tertentu berlangsung lebih sebentar (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara membandingkan durasi dua kegiatan menggunakan kata 'lebih lama' dan 'lebih sebentar' (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar hari ini dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membandingkan durasi waktu kegiatan di pagi, siang, dan malam hari, lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan petunjuk visual ukuran waktu kegiatan, sedangkan murid yang mahir diberikan kartu situasi tambahan dengan 3 kegiatan bertingkat.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan istilah didampingi guru secara intensif pada saat latihan mandiri; murid yang sudah mahir langsung membandingkan pasangan kegiatan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat memberikan tanda centang pada gambar kegiatan atau menuliskan kata 'lebih lama'/'lebih sebentar' sesuai kesiapannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 pasangan kegiatan ekstrem: (1) Berkedip vs makan bekal (acuan: berkedip lebih sebentar daripada makan bekal); (2) Tidur malam vs mencuci tangan (acuan: tidur malam lebih lama daripada mencuci tangan).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan respons murid pada permainan gerak 'Tantangan Durasi' terhadap 3 pasang perbandingan kegiatan harian.
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri membandingkan durasi kegiatan harian pada 4 butir tugas tertulis: Butir 1: [Menyisir rambut vs Mandi] (kegiatan lebih lama: Mandi); Butir 2: [Tidur malam vs Menyikat gigi] (kegiatan lebih lama: Tidur malam); Butir 3: [Belajar di sekolah vs Sarapan] (kegiatan lebih sebentar: Sarapan); Butir 4: [Mencuci tangan vs Bermain bola] (kegiatan lebih sebentar: Mencuci tangan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup berupa perbandingan cepat 2 butir kegiatan: (1) Mengikat tali sepatu vs belajar di kelas (acuan: mengikat tali sepatu lebih sebentar); (2) Menonton film anak vs minum segelas air (acuan: menonton film anak lebih lama).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja keaktifan saat permainan respon gerak 'Tantangan Durasi'
- Penilaian hasil pengerjaan lembar latihan tertulis mandiri perbandingan durasi kegiatan (4 butir soal)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan membandingkan durasi waktu kegiatan sehari-hari | Belum tepat membandingkan durasi dua kegiatan sehari-hari (0-1 dari 4 butir tepat pada acuan tugas mandiri: 1=Mandi, 2=Tidur malam, 3=Sarapan, 4=Mencuci tangan) dan memerlukan bimbingan penuh. | Mampu membandingkan durasi kegiatan sehari-hari dengan tepat pada 2 dari 4 butir sesuai acuan tugas mandiri (1=Mandi, 2=Tidur malam, 3=Sarapan, 4=Mencuci tangan) dengan bantuan guru. | Mampu membandingkan durasi kegiatan sehari-hari dengan tepat pada minimal 3 dari 4 butir sesuai acuan tugas mandiri (1=Mandi, 2=Tidur malam, 3=Sarapan, 4=Mencuci tangan) secara mandiri. | Mampu membandingkan durasi kegiatan sehari-hari dengan tepat pada seluruh 4 butir sesuai acuan tugas mandiri (1=Mandi, 2=Tidur malam, 3=Sarapan, 4=Mencuci tangan) secara tepat, konsisten, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif dan antusias saat mengikuti permainan interaktif 'Tantangan Durasi'?
- Bagian mana dari konsep 'lebih lama' dan 'lebih sebentar' yang masih membingungkan bagi murid tertentu?
Murid:- Kegiatan apa yang menurutmu paling menyenangkan dalam pelajaran hari ini?
- Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan kegiatan mana yang lebih lama dan mana yang lebih sebentar di rumah?
Pertemuan 8 — Membandingkan Durasi Waktu Berbagai Kegiatan Pagi, Siang, dan Malam Hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.4 Membandingkan durasi waktu berbagai kegiatan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar perbandingan kegiatan pagi hari: (1) Menyikat gigi dan (2) Belajar di sekolah pagi hari, lalu meminta murid menunjukkan mana kegiatan yang berlangsung lebih lama dan mana yang lebih sebentar secara lisan (acuan: belajar di sekolah lebih lama, menyikat gigi lebih sebentar) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan durasi waktu berbagai kegiatan sehari-hari yang dilakukan pada pagi, siang, dan malam hari menggunakan istilah lebih lama dan lebih sebentar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati dan mencermati 3 cerita bergambar kegiatan sehari-hari yang disajikan guru di papan tulis: Kegiatan A (Pagi: Berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat sekolah), Kegiatan B (Siang: Belajar di kelas dari pagi hingga siang), dan Kegiatan C (Malam: Tidur malam) (7 menit).
- Guru memandu murid membandingkan durasi waktu pasangan kegiatan tersebut dengan mengajukan pertanyaan terarah untuk menemukan konsep perbandingan durasi (acuan: Berpamitan lebih sebentar daripada belajar di sekolah; Tidur malam lebih lama daripada makan siang) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui permainan tantangan cepat 'Berdiri atau Duduk', guru membacakan 4 pasang perbandingan kegiatan, murid berdiri jika kegiatan pertama 'lebih lama' dan duduk jika 'lebih sebentar': (1) Memakai sepatu vs bermain bola di sore hari (acuan: memakai sepatu lebih sebentar -> murid duduk); (2) Belajar di sekolah vs mencuci tangan siang hari (acuan: belajar di sekolah lebih lama -> murid berdiri); (3) Tidur malam vs minum segelas susu malam hari (acuan: tidur malam lebih lama -> murid berdiri); (4) Menyalakan lampu malam hari vs tidur malam (acuan: menyalakan lampu lebih sebentar -> murid duduk) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan Perbandingan Durasi Waktu yang berisi 4 butir soal: (1) Membandingkan Sarapan pagi dengan Belajar di sekolah; (2) Membandingkan Makan siang dengan Beristirahat siang; (3) Membandingkan Mencuci piring makan malam dengan Tidur malam; (4) Menentukan kegiatan paling lama di antara sarapan pagi, belajar di sekolah, dan memakai kaus kaki (acuan kunci: (1) Sarapan pagi lebih sebentar dari belajar di sekolah / Belajar di sekolah lebih lama dari sarapan pagi; (2) Makan siang lebih sebentar dari istirahat siang / Istirahat siang lebih lama dari makan siang; (3) Mencuci piring lebih sebentar dari tidur malam / Tidur malam lebih lama dari mencuci piring; (4) Kegiatan paling lama adalah belajar di sekolah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar latihan dan mencocokkan perbandingan durasi waktu yang telah dikerjakan berdasarkan acuan jawaban yang benar (5 menit).
- Murid menyadari pentingnya mengenali durasi waktu kegiatan sehari-hari agar dapat memperkirakan waktu yang dibutuhkan dalam berkegiatan dari pagi sampai malam (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pemahaman murid mengenai penggunaan kata perbandingan durasi 'lebih lama' dan 'lebih sebentar' (5 menit).
- Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (Latihan Terbimbing Pengukuran Berat Satuan Tidak Baku dan Durasi Waktu) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu bergambar kegiatan konkret dengan ilustrasi perkiraan lamanya waktu (misal: gambar matahari terbit hingga terik untuk kegiatan belajar sekolah). Murid yang mahir diberikan kartu skenario 4 kegiatan sekaligus untuk diurutkan dari yang paling sebentar hingga paling lama.
- Proses: Bagi murid yang masih keliru membedakan durasi, guru memberikan scaffolding dengan analogi hitungan ketukan jari sederhana antara dua aktivitas.
- Produk: Murid menjawab lembar latihan dengan memberi tanda centang pada opsi kata 'lebih lama'/'lebih sebentar' atau melengkapi kalimat perbandingan durasi secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran dengan 2 gambar kegiatan: (1) Menyikat gigi dan (2) Belajar di sekolah. Murid diminta menentukan kegiatan yang berlangsung lebih lama dan lebih sebentar (kriteria ketercapaian: murid tepat menyebutkan bahwa belajar di sekolah berlangsung lebih lama dan menyikat gigi berlangsung lebih sebentar).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan respons gerak murid pada permainan 'Berdiri atau Duduk' saat membandingkan 4 pasang kegiatan sehari-hari (acuan: butir 1 duduk, butir 2 berdiri, butir 3 berdiri, butir 4 duduk).
- Pemeriksaan hasil lembar latihan mandiri 4 butir soal perbandingan durasi kegiatan pagi, siang, dan malam (acuan kunci: butir 1 sarapan lebih sebentar dari belajar di sekolah; butir 2 makan siang lebih sebentar dari istirahat siang; butir 3 mencuci piring lebih sebentar dari tidur malam; butir 4 kegiatan paling lama adalah belajar di sekolah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir sesi: guru menyebutkan 1 pasangan kegiatan malam hari yaitu 'Menutup pintu rumah' dan 'Tidur malam', lalu murid serentak menyebutkan kegiatan mana yang lebih sebentar dan mana yang lebih lama (acuan: menutup pintu lebih sebentar, tidur malam lebih lama).
Formatif:- Tes lisan diagnostik singkat di awal pembelajaran untuk mengecek pengenalan durasi waktu kegiatan
- Observasi unjuk kerja saat permainan respons gerak perbandingan durasi 'Berdiri atau Duduk'
- Penilaian tertulis lembar kerja mandiri membandingkan durasi 4 pasang kegiatan pagi, siang, dan malam hari
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan membandingkan durasi waktu kegiatan sehari-hari (pagi, siang, dan malam hari) | Belum mampu membandingkan durasi waktu kegiatan sehari-hari atau hanya tepat pada 1 butir soal latihan mandiri dengan bimbingan penuh. | Mampu membandingkan durasi waktu kegiatan sehari-hari secara tepat pada 2 dari 4 butir soal latihan mandiri. | Mampu membandingkan durasi waktu kegiatan sehari-hari secara tepat pada 3 dari 4 butir soal latihan mandiri secara mandiri. | Mampu membandingkan durasi waktu kegiatan sehari-hari secara tepat pada seluruh (4 dari 4) butir soal latihan mandiri secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah konteks kegiatan pagi, siang, dan malam hari yang disajikan mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman sehari-hari murid?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang paling efektif membantu murid memahami perbedaan durasi waktu 'lebih lama' dan 'lebih sebentar'?
Murid:- Kegiatan apa di rumah yang menurutmu membutuhkan waktu paling lama?
- Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan kegiatan mana yang lebih lama dan mana yang lebih sebentar?
Pertemuan 9 — Latihan Terbimbing Pengukuran Berat Satuan Tidak Baku dan Durasi Waktu — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Membandingkan berat benda secara langsung
- TP 2.6.2 Mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku
- TP 2.6.3 Mengestimasi berat benda menggunakan satuan tidak baku
- TP 2.6.4 Membandingkan durasi waktu berbagai kegiatan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar secara tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan latihan hari ini, yaitu menguji kembali keterampilan membandingkan berat secara langsung, mengukur dan mengestimasi berat dengan satuan kelereng/balok mainan, serta membandingkan durasi waktu kegiatan (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat secara lisan dan peragaan: (1) Mengangkat penghapus di tangan kanan dan buku paket di tangan kiri, murid diminta menebak benda yang lebih berat secara langsung (acuan: buku paket lebih berat); (2) Meminta murid membandingkan durasi antara 'mengedipkan mata' dan 'belajar di sekolah' (acuan: mengedipkan mata lebih sebentar, belajar di sekolah lebih lama) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak peragaan guru di depan kelas tentang alur 4 stasiun mini pengukuran: Stasiun 1 (membandingkan langsung 2 benda dengan telapak tangan), Stasiun 2 (mengukur berat benda dengan timbangan gantungan baju dan satuan kelereng), Stasiun 3 (mengestimasi berat kotak pensil dengan kelereng lalu menimbangnya untuk membuktikan), dan Stasiun 4 (membandingkan durasi kegiatan sehari-hari dari 3 pasang kartu kegiatan) (5 menit).
- Murid bersama guru mencermati lembar kerja stasiun dan menyepakati aturan kegiatan serta cara mencatat hasil pengukuran secara teliti (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) berkeliling menyelesaikan tantangan di 4 stasiun mini latihan terbimbing dengan suasana permainan 'Jelajah Pengukuran':
- Stasiun 1 (TP 2.6.1): Membandingkan berat langsung menggunakan telapak tangan antara (a) tempat pensil plastik vs kamus cilik (acuan: kamus cilik lebih berat), dan (b) rautan vs spidol (acuan: rautan lebih ringan).
- Stasiun 2 (TP 2.6.2): Menimbang berat 1 buah gunting menggunakan kelereng pada gantungan baju bersaku plastik hingga seimbang (acuan: setara dengan 6 kelereng).
- Stasiun 3 (TP 2.6.3): Mengestimasi berat 1 kotak kapur tulis dengan satuan kelereng sebelum menimbang, lalu membuktikan dengan menimbang langsung pada gantungan baju (acuan: estimasi wajar 7-9 kelereng, hasil timbang nyata = 8 kelereng; estimasi dinilai tepat jika berselisih maksimal ±2 kelereng dari hasil timbang).
- Stasiun 4 (TP 2.6.4): Melengkapi perbandingan durasi pada 3 pasang kartu kegiatan: (1) 'Menyikat gigi' vs 'Tidur malam' (acuan: menyikat gigi lebih sebentar, tidur malam lebih lama); (2) 'Makan siang' vs 'Minum segelas air' (acuan: makan siang lebih lama, minum segelas air lebih sebentar); (3) 'Upacara bendera' vs 'Membuka sepatu' (acuan: upacara bendera lebih lama, membuka sepatu lebih sebentar) (20 menit).
- Guru berkeliling memberikan bimbingan berjenjang (scaffolding) bagi kelompok yang membutuhkan penyesuaian keseimbangan gantungan baju atau pembacaan kartu durasi kegiatan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok memeriksa kecocokan hasil pengukuran dan perbandingan mereka dengan acuan kunci di bawah panduan guru, lalu mendiskusikan mengapa hasil estimasi bisa mendekati atau berbeda dari hasil timbang (6 menit).
- Murid mengevaluasi langkah mana yang paling mudah dilakukan (membandingkan langsung atau durasi waktu) dan bagian mana yang memerlukan kehati-hatian ekstra (menjaga gantungan baju tetap seimbang dan menghitung butir kelereng) (4 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan latihan hari ini: berat dapat dibandingkan langsung dengan kedua tangan atau diukur dengan satuan tidak baku seperti kelereng pada timbangan gantungan baju; estimasi dilakukan dengan memperkirakan sebelum menimbang; serta durasi kegiatan dapat dibandingkan menggunakan istilah 'lebih lama' atau 'lebih sebentar' (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas ketelitian dan kerja sama murid selama latihan, serta menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kegiatan durasi dengan gambar konkret bagi murid yang masih tahap awal membaca, serta menyediakan benda riil di kelas dengan selisih berat yang sangat kontras.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu menyeimbangkan timbangan gantungan baju, guru memberikan bimbingan langsung satu-lawan-satu; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan tambahan mengestimasi dan menimbang 1 botol lem kertas (acuan: 10 kelereng).
- Produk: Lembar kerja latihan terbimbing mencantumkan isian centang/kata pembanding (lebih berat/lebih ringan/lebih lama/lebih sebentar) dan angka hasil timbang kelereng.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: (1) Guru memegang penghapus di tangan kanan dan buku paket di tangan kiri, meminta murid menunjukkan benda yang lebih berat (acuan: buku paket lebih berat); (2) Guru menyebutkan dua kegiatan: 'mengedipkan mata' dan 'belajar di sekolah', murid menentukan mana yang lebih lama dan mana yang lebih sebentar (acuan: mengedipkan mata lebih sebentar, belajar di sekolah lebih lama).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Stasiun Jelajah Pengukuran selama murid praktik:
1. Ketepatan membandingkan berat langsung 2 pasang benda (acuan: kamus cilik lebih berat dari kotak pensil plastik; rautan lebih ringan dari spidol).
2. Ketepatan mengukur berat 1 gunting dengan kelereng (acuan: 6 kelereng seimbang).
3. Ketepatan mengestimasi berat kotak kapur dengan toleransi selisih ±2 kelereng dari hasil timbang nyata 8 kelereng (acuan rentang estimasi: 6 s.d. 10 kelereng).
4. Ketepatan membandingkan 3 pasang durasi kegiatan (acuan pasangan: menyikat gigi lebih sebentar dari tidur malam; makan siang lebih lama dari minum segelas air; upacara bendera lebih lama dari membuka sepatu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup (quick quiz 2 butir):
1. 'Jika 1 mangga beratnya seimbang dengan 5 balok dan 1 apel seimbang dengan 3 balok, buah mana yang lebih berat?' (acuan: mangga lebih berat).
2. 'Membaca 1 halaman buku cerita dibandingkan berlibur akhir pekan selama 2 hari, mana yang membutuhkan durasi lebih lama?' (acuan: berlibur akhir pekan selama 2 hari lebih lama).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid membandingkan berat langsung dengan kedua tangan, menyeimbangkan gantungan baju dengan kelereng, melakukan estimasi, serta membandingkan kartu durasi waktu pada Lembar Kerja Stasiun.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan berat secara langsung (TP 2.6.1) | Belum mampu menentukan benda yang lebih berat atau lebih ringan saat memegang 2 pasang benda secara langsung. | Mampu membandingkan berat benda secara langsung pada 1 dari 2 pasang benda dengan tepat. | Mampu membandingkan berat benda secara langsung pada kedua pasang benda (kamus cilik lebih berat dari kotak pensil; rautan lebih ringan dari spidol) dengan tepat. | Mampu membandingkan berat benda secara langsung pada kedua pasang benda dengan tepat dan mandiri tanpa bimbingan guru. | | Mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku (TP 2.6.2) | Belum mampu meletakkan kelereng hingga gantungan baju seimbang untuk mengukur berat gunting. | Mampu meletakkan kelereng tetapi posisi timbangan belum seimbang (selisih lebih dari 2 butir kelereng dari acuan 6 kelereng). | Mampu mengukur berat gunting hingga timbangan seimbang tepat 6 kelereng sesuai acuan. | Mampu mengukur berat gunting hingga seimbang tepat 6 kelereng secara mandiri serta teliti dalam menghitung butir kelereng. | | Mengestimasi berat benda menggunakan satuan tidak baku (TP 2.6.3) | Belum mampu membuat estimasi berat kotak kapur menggunakan acuan kelereng (estimasi meleset sangat jauh, selisih > 4 kelereng dari hasil timbang 8 kelereng). | Membuat estimasi berat kotak kapur dengan selisih 3-4 kelereng dari hasil timbang nyata 8 kelereng. | Membuat estimasi wajar kotak kapur dengan selisih maksimal ±2 butir kelereng dari hasil timbang nyata 8 kelereng (rentang 6-10 kelereng). | Membuat estimasi kotak kapur sangat dekat (selisih 0 atau ±1 butir kelereng) dari hasil timbang nyata 8 kelereng secara mandiri. | | Membandingkan durasi waktu kegiatan sehari-hari (TP 2.6.4) | Belum tepat membandingkan durasi waktu pada ketiga pasang kartu kegiatan. | Tepat membandingkan durasi waktu pada 1 dari 3 pasang kartu kegiatan. | Tepat membandingkan durasi waktu pada 2 dari 3 pasang kartu kegiatan sesuai acuan. | Tepat membandingkan seluruh (3 dari 3) pasang durasi kegiatan (menyikat gigi vs tidur malam, makan siang vs minum segelas air, upacara bendera vs membuka sepatu) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain 4 stasiun mini latihan terbimbing memfasilitasi seluruh murid melatih keempat TP secara aktif?
- Apakah alokasi waktu 25 menit untuk kegiatan rotasi stasiun mencukupi bagi semua kelompok?
- Bagian mana dari pengukuran berat atau durasi waktu yang masih membutuhkan penguatan terbimbing sebelum asesmen sumatif?
Murid:- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat berlatih di stasiun tadi?
- Apakah kamu merasa lebih mudah menebak berat benda dengan tangan langsung atau menimbangnya dengan kelereng?
- Dapatkah kamu menyebutkan satu kegiatan di rumahmu yang berlangsung lebih sebentar daripada tidur malam?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Membandingkan berat benda secara langsung
- TP 2.6.2 Mengukur berat benda menggunakan satuan tidak baku
- TP 2.6.3 Mengestimasi berat benda menggunakan satuan tidak baku
- TP 2.6.4 Membandingkan durasi waktu berbagai kegiatan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, menyapa murid, serta mengecek kesiapan fisik dan alat tulis murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-10, yaitu asesmen sumatif untuk mengukur kemampuan membandingkan berat benda secara langsung, mengestimasi dan mengukur berat benda dengan satuan tidak baku, serta membandingkan durasi waktu (3 menit).
- Guru membagi kelas menjadi 7 kelompok beranggotakan 4 murid, lalu menjelaskan aturan pelaksanaan unjuk kerja stasiun penimbangan dan tes tertulis bergambar (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Stasiun Penimbangan kepada 7 kelompok dan Lembar Kerja Bergambar Durasi Waktu kepada setiap murid, lalu mendemonstrasikan sekilas prosedur pencatatan estimasi sebelum penimbangan serta cara menjawab lembar tertulis tanpa membocorkan jawaban (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Unjuk Kerja Stasiun Penimbangan Serentak - TP 1, 2, 3): Ketujuh kelompok serentak di mejanya masing-masing (tiap kelompok memiliki 1 gantungan baju timbangan, 2 kantong plastik, 20 kelereng satuan, dan 2 benda target yaitu botol lem stik kecil dan kotak pensil kain). Langkah kerja: (1) Murid mengangkat kedua benda langsung dengan kedua tangan lalu menuliskan perbandingan beratnya pada tabel (acuan: kotak pensil lebih berat dari botol lem); (2) Setiap murid menuliskan angka estimasi berat botol lem dalam satuan kelereng pada tabel; (3) Kelompok menimbang botol lem memasukkan kelereng satu per satu hingga seimbang dan mencatat hasil ukur nyata (acuan: berat botol lem = 6 kelereng); (4) Setiap murid menuliskan estimasi berat kotak pensil; (5) Kelompok menimbang kotak pensil hingga seimbang dan mencatat hasil ukur nyata (acuan: berat kotak pensil = 12 kelereng) (37 menit).
- Tugas 2 (Tes Tertulis Mandiri Perbandingan Durasi Waktu - TP 4): Setiap murid secara individual dan hening mengerjakan Lembar Kerja Bergambar berisi 4 nomor soal perbandingan durasi kegiatan sehari-hari dengan melingkari gambar yang tepat: Soal 1: Manakah yang lebih lama? Pilihan: [Gambar A: Menggosok gigi] vs [Gambar B: Tidur malam] (kunci: B. Tidur malam); Soal 2: Manakah yang lebih sebentar? Pilihan: [Gambar A: Mengikat tali sepatu] vs [Gambar B: Belajar di sekolah] (kunci: A. Mengikat tali sepatu); Soal 3: Manakah yang lebih lama? Pilihan: [Gambar A: Berlibur ke rumah kakek selama akhir pekan] vs [Gambar B: Minum segelas air] (kunci: A. Berlibur ke rumah kakek); Soal 4: Manakah yang lebih sebentar? Pilihan: [Gambar A: Menonton film di bioskop] vs [Gambar B: Bersin] (kunci: B. Bersin) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan semua Lembar Stasiun Penimbangan kelompok dan Lembar Kerja Bergambar individual, kemudian memandu murid memeriksa kembali kejujuran pencatatan hasil estimasi vs hasil timbangan serta ketepatan pengerjaan tes durasi (2 menit).
Penutup:- Guru bersama murid merangkum seluruh pembelajaran Bab 6 Pengukuran: membandingkan berat secara langsung, mengukur dan mengestimasi berat dengan satuan tidak baku kelereng, serta membedakan durasi waktu lama dan sebentar (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan kejujuran seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif bab, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Lembar asesmen menyajikan teks sederhana berukuran besar yang dilengkapi ilustrasi gambar jelas untuk memudahkan murid membaca situasi kegiatan.
- Proses: Akomodasi akses visual dan pendampingan pembacaan instruksi soal bagi murid yang memiliki hambatan kelancaran membaca, tanpa memberikan jawaban.
- Produk: Format respons seragam sesuai acuan ATP: pengisian tabel data pengukuran untuk stasiun dan melingkari gambar pilihan untuk tes tertulis durasi waktu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan awal asesmen sumatif: Guru menanyakan secara lisan pemahaman kata kunci perbandingan: 'Jika tangan kanan kita terasa lebih tertarik ke bawah saat memegang dua benda, artinya benda di tangan kanan lebih...?' (acuan jawaban: lebih berat), dan 'Antara mengedipkan mata dengan makan siang, mana yang lebih sebentar?' (acuan jawaban: mengedipkan mata).
Proses:- Pengamatan langsung keterlibatan dan kepatuhan murid pada prosedur penimbangan di stasiun: memastikan setiap murid mencatat estimasi sebelum kelereng dimasukkan, serta menimbang hingga posisi gantungan baju seimbang.
Sumatif Bab:- unjuk kerja stasiun penimbangan dan lembar kerja bergambar serentak: tabel kerja berisi estimasi dan hasil penimbangan benda konkret dengan satuan tidak baku serta lembar kerja bergambar perbandingan durasi kegiatan
- unjuk kerja kelompok kecil serentak di stasiun penimbangan: tabel hasil estimasi lisan yang dicatat pada lembar stasiun, hasil penimbangan langsung perbandingan dua benda (lebih berat/lebih ringan/sama berat), dan hasil pengukuran berat benda menggunakan kelereng/penghapus sebagai satuan tidak baku yang dikerjakan bersama kelompok serentak (7 kelompok beranggotakan 4 murid) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja stasiun pengukuran dan lembar cek kelompok)
- tes tertulis serentak: lembar kerja bergambar yang membandingkan durasi waktu dua kegiatan sehari-hari dengan melingkari atau mencentang kegiatan yang lebih lama atau lebih sebentar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (25 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar kerja)
Sumatif:- unjuk kerja stasiun penimbangan dan lembar kerja bergambar serentak: tabel kerja berisi estimasi dan hasil penimbangan benda konkret dengan satuan tidak baku serta lembar kerja bergambar perbandingan durasi kegiatan
- unjuk kerja kelompok kecil serentak di stasiun penimbangan: tabel hasil estimasi lisan yang dicatat pada lembar stasiun, hasil penimbangan langsung perbandingan dua benda (lebih berat/lebih ringan/sama berat), dan hasil pengukuran berat benda menggunakan kelereng/penghapus sebagai satuan tidak baku yang dikerjakan bersama kelompok serentak (7 kelompok beranggotakan 4 murid) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja stasiun pengukuran dan lembar cek kelompok)
- tes tertulis serentak: lembar kerja bergambar yang membandingkan durasi waktu dua kegiatan sehari-hari dengan melingkari atau mencentang kegiatan yang lebih lama atau lebih sebentar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (25 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar kerja)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan Berat secara Langsung (TP 2.6.1) | Belum mampu menentukan perbandingan berat kedua benda (botol lem dan kotak pensil kain) secara langsung menggunakan tangan. | Mampu membandingkan berat kedua benda secara langsung namun hasil pembandingan terbalik (menyebut botol lem lebih berat dari kotak pensil). | Mampu membandingkan berat kedua benda secara langsung dengan tepat sesuai acuan (kotak pensil lebih berat dari botol lem) dengan sedikit bimbingan konfirmasi guru. | Mampu membandingkan berat kedua benda secara langsung dengan tepat dan mandiri sesuai acuan (kotak pensil lebih berat dari botol lem, atau botol lem lebih ringan dari kotak pensil). | | Mengukur Berat Benda dengan Satuan Tidak Baku (TP 2.6.2) | Belum mampu menimbang hingga posisi timbangan seimbang atau hasil pengukuran kedua benda tidak tepat sama sekali. | Mampu mengukur berat 1 dari 2 benda target secara tepat menggunakan satuan kelereng hingga seimbang (acuan: botol lem = 6 kelereng; kotak pensil = 12 kelereng). | Mampu mengukur berat kedua benda target (botol lem = 6 kelereng dan kotak pensil = 12 kelereng) secara tepat dengan timbangan seimbang. | Mampu mengukur berat kedua benda target secara tepat (botol lem = 6 kelereng dan kotak pensil = 12 kelereng), teliti memastikan keseimbangan timbangan, dan mencatat data secara mandiri. | | Mengestimasi Berat Benda dengan Satuan Tidak Baku (TP 2.6.3) | Belum mampu memberikan angka estimasi sebelum menimbang atau menulis angka estimasi setelah melihat hasil timbangan teman. | Menuliskan angka estimasi sebelum menimbang, namun selisih estimasi sangat jauh dari ukuran nyata pada kedua benda (selisih > 5 kelereng untuk botol lem [6] dan selisih > 7 kelereng untuk kotak pensil [12]). | Menuliskan angka estimasi yang masuk akal dan mendekati hasil ukur nyata pada minimal 1 benda target (selisih estimasi ≤ 2 kelereng dari ukuran nyata botol lem [6] atau kotak pensil [12]). | Menuliskan angka estimasi yang logis dan sangat dekat dengan hasil ukur nyata pada kedua benda target (selisih estimasi ≤ 2 kelereng dari botol lem [6] dan kotak pensil [12]) sebelum penimbangan dimulai. | | Membandingkan Durasi Waktu Kegiatan Sehari-hari (TP 2.6.4) | Melingkari jawaban yang tepat pada paling banyak 1 dari 4 soal tes bergambar perbandingan durasi waktu. | Melingkari jawaban yang tepat pada 2 dari 4 soal tes bergambar perbandingan durasi waktu (daftar acuan: No 1: Tidur malam; No 2: Mengikat tali sepatu; No 3: Berlibur ke rumah kakek; No 4: Bersin). | Melingkari jawaban yang tepat pada 3 dari 4 soal tes bergambar perbandingan durasi waktu sesuai daftar acuan kunci. | Melingkari jawaban yang tepat pada seluruh (4 dari 4) soal tes bergambar perbandingan durasi waktu secara mandiri dan tepat sesuai daftar acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk stasiun penimbangan dan 25 menit untuk tes tertulis cukup memadai bagi seluruh murid menyelesaikan tugas sumatif?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 2 dalam mengestimasi berat benda dengan satuan tidak baku, apakah nalar intuisinya sudah mulai terbentuk?
- Apakah ada butir soal perbandingan durasi kegiatan yang membingungkan bagi murid Fase A?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan menimbang dengan kelereng tadi yang paling kamu sukai?
- Apakah tebakan (estimasi) kelerengmu tadi dekat dengan hasil timbangan yang sebenarnya?
- Apakah kamu dapat membedakan kegiatan yang berlangsung lebih lama dan lebih sebentar dengan mudah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2022) Bab 6 Halaman 158–162
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2022) Bab 6 Halaman 158–162
- Benda konkret di kelas: buku paket, rautan pensil, tempat pensil, pensil kayu, gunting anak, kertas origami, penghapus, botol minum
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022) Bab 6 Halaman 158-162
- Alat peraga timbangan sederhana (gantungan baju, tali, kantong plastik bening)
- Benda-benda konkret di ruang kelas (buku tulis, buku gambar, kotak pensil, spidol, penghapus, rautan, penggaris)
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022, Bab 6 Pengukuran)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022, Bab 6 Pengukuran)
- Gantungan baju kawat/plastik dan kantong plastik transparan
- Kelereng ukuran standar sebagai satuan ukur tidak baku
- Benda-benda konkret di kelas: penghapus, lem kertas stik, kotak pensil, spidol
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022) Bab 6 Halaman 168-173
- Timbangan gantungan baju kawat/plastik dan kantong plastik transparan
- Benda yang diukur: penghapus papan tulis, buku tulis tipis, gunting tumpul, botol lem, kotak krayon
- Satuan tidak baku: tutup botol plastik, balok mainan kayu kecil, klip kertas
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 6 Pengukuran)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 6 Pengukuran Halaman 171-172)
- Benda konkret kelas: kelereng (satuan ukur), penghapus karet, spidol boardmarker, gunting anak tumpul, rautan pensil
- Alat timbangan sederhana (gantungan baju dan 2 kantong plastik transparan)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022) Bab 6 Halaman 168-172
- Gantungan baju plastik dan kantong plastik transparan sebagai timbangan sederhana
- Benda satuan tidak baku: kelereng dan uang logam koin Rp500
- Benda kelas yang diukur: kotak pensil, buku tulis, botol minum plastik kosong, gunting tumpul anak, dan penghapus papan tulis
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2022, Bab 6)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2022, Bab 6 Halaman 182-186)
- Gambar ilustrasi kegiatan sehari-hari (Kira berolahraga, mandi, sarapan, mencuci tangan, belajar, bermain bola)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022 (Bab 6: Pengukuran, Subbab Waktu)
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II, 2022
- Kartu gambar aktivitas kegiatan sehari-hari (pagi, siang, dan malam)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Perbandingan Durasi Waktu
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021) Bab 6 Pengukuran
- Alat peraga timbangan gantungan baju dan 2 kantong plastik transparan
- Benda konkret di kelas: kelereng, gunting, kotak kapur, kamus cilik, tempat pensil plastik, rautan, spidol
- Kartu bergambar kegiatan sehari-hari (menyikat gigi, tidur malam, makan siang, minum segelas air, upacara bendera, membuka sepatu)
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2022, Bab 6 Pengukuran)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2022, Bab 6 Pengukuran Halaman 156-171)
- 7 set alat timbangan sederhana (gantungan baju kawat/plastik dan 2 kantong plastik bening)
- Satuan tidak baku: kelereng kelereng kaca berukuran seragam (20 butir per kelompok)
- Benda konkret terstandar per kelompok: botol lem stik kecil (berat setara 6 kelereng) dan kotak pensil kain (berat setara 12 kelereng)
- Lembar Stasiun Penimbangan Kelompok dan Lembar Kerja Bergambar Durasi Waktu Individual
|