MODUL AJAR Matematika — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 5 — Pecahan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Pecahan |
|---|
| Alokasi Waktu | 21 JP (21 x 35 menit = 735 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.5.1 Menunjukkan pemahaman pecahan setengah sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda sama banyak
- TP 2.5.2 Menunjukkan pemahaman pecahan setengah sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi kumpulan benda sama banyak
- TP 2.5.3 Menunjukkan pemahaman pecahan seperempat sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda sama banyak
- TP 2.5.4 Menunjukkan pemahaman pecahan seperempat sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi kumpulan benda sama banyak
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika kita memiliki satu buah kue dan ingin berbagi dengan satu teman secara adil, bagaimana cara membaginya?
- Apa syarat agar potongan benda utuh dapat disebut pecahan setengah?
- Bagaimana caramu melipat selembar kertas persegi agar terbagi menjadi dua bagian yang persis sama besar?
- Jika sebuah gambar bangun datar dipotong menjadi dua bagian yang tidak sama besar, apakah satu potongannya bisa disebut setengah?
- Jika Ibu guru mempunyai 4 kelereng dan ingin membaginya kepada 2 anak sama banyak, berapa kelereng yang didapat masing-masing anak?
- Bagaimana cara kita membagi sekumpulan benda agar setiap bagian bernilai tepat setengah?
- Jika ada 6 gambar buah apel di kertas, bagaimana caramu melingkari setengah bagian dari kumpulan apel tersebut?
- Mengapa saat kita membagi sekumpulan benda menjadi setengah bagian, kedua kelompok gambarnya harus berjumlah sama banyak?
- Jika satu kue utuh dipotong untuk 4 anak agar tidak ada yang iri, bagaimana ukuran setiap potongannya?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa 1 bagian potongan kue itu bernilai seperempat?
- Jika selembar kertas persegi dilipat menjadi empat bagian yang sama besar, bagaimana bentuk satu bagiannya?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa satu bagian yang diwarnai pada gambar bangun datar bernilai seperempat?
- Jika kita memiliki 8 kancing dan ingin membagikannya secara adil ke dalam 4 piring, berapa kancing di setiap piring?
- Bagaimana kita menunjukkan seperempat bagian dari kumpulan benda yang kita miliki?
- Jika ada 8 buah apel pada gambar, bagaimana cara kita membaginya ke dalam 4 kelompok yang sama banyak?
- Berapa banyak buah apel yang ada di setiap kelompok jika satu kelompok itu adalah seperempat bagian?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa satu bagian lipatan kertas benar-benar bernilai setengah atau seperempat?
- Bagaimana caramu membagi sekumpulan benda ke dalam wadah agar setiap wadah berisi setengah atau seperempat bagian sama banyak?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menunjukkan Pecahan Setengah Melalui Eksplorasi Membagi Benda Konkret Menjadi Dua Sama Besar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.1 Menunjukkan pemahaman pecahan setengah sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda sama banyak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (5 menit).
- Guru mengaitkan materi melalui cerita kontekstual martabak manis dari Buku Siswa: Kira ingin berbagi 1 martabak manis dengan Tika secara adil dan sama besar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar potongan kertas: Gambar X (persegi dibagi 2 bagian sama besar tepat di tengah) dan Gambar Y (persegi dipotong miring tidak sama besar). Murid diminta menunjuk gambar mana yang pembagiannya adil/sama besar (acuan jawaban: Gambar X sama besar; Gambar Y tidak sama besar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan pemotongan 1 buah plastisin bulat menjadi 2 bagian tepat sama besar menggunakan pisau mainan, lalu menunjukkan bahwa tiap potongan bernilai setengah (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan pemotongan 1 buah plastisin bulat kedua menjadi 2 bagian yang satu besar dan satu sangat kecil, lalu menanyakan apakah potongan itu setengah atau bukan (acuan: bukan setengah karena tidak sama besar) (10 menit).
- Murid berkesadaran menyimpulkan konsep inti: setengah terbentuk jika satu benda utuh dipotong atau dibagi menjadi dua bagian yang sama besar (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan menggembirakan 'Potong Tepat Sama': setiap pasangan menerima 2 benda konkret tiruan (1 lempeng plastisin persegi dan 1 roti tawar/biskuit) serta pisau plastik tumpul (10 menit).
- Tantangan 1: Pasangan memotong lempeng plastisin menjadi 2 bagian sama besar, lalu menempelkan kedua potongan secara bertumpuk untuk membuktikan potongannya pas/sama besar dan menunjukkan bagian setengahnya (3 menit).
- Tantangan 2: Pasangan memotong biskuit menjadi 2 bagian sama besar, lalu menunjukkan satu potongan dan menyebutnya sebagai pecahan setengah dari biskuit utuh (12 menit).
- Guru berkeliling mengamati dan menilai kemampuan murid menunjukkan potongan setengah serta membedakan potongan yang sama besar versus tidak sama besar (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan pasangan memperagakan hasil potongan benda konkretnya di hadapan kelas dan menunjukkan pecahan setengahnya (10 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan makna pecahan setengah: mengapa jika potongannya tidak sama besar tidak boleh disebut setengah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali bahwa pecahan setengah diperoleh dari satu benda utuh yang dibagi menjadi dua bagian sama besar (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan plastisin berpola garis bantu potong di tengah, sedangkan murid yang sudah mahir memotong benda konkret tanpa garis panduan.
- Proses: Bimbingan langsung (scaffolding) diberikan kepada murid yang masih kesulitan menyejajarkan potongan benda agar simetris.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti pecahan setengah dari hasil pemotongan benda konkret (plastisin dan biskuit tiruan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual: Guru menunjukkan 2 kartu gambar potongan bangun persegi: Gambar X (persegi terbagi 2 bagian sama besar tepat di garis tengah) dan Gambar Y (persegi terbagi 2 bagian asimetris/tidak sama besar). Pertanyaan: 'Manakah potongan yang adil/sama besar dan menghasilkan setengah?' (Acuan jawaban benar: Gambar X, karena kedua bagian berukuran sama besar; Gambar Y bukan setengah karena potongannya berbeda ukuran).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja berpasangan pada 2 tantangan konkret: (1) Memotong plastisin menjadi 2 bagian sama besar dan membuktikan kesamaan ukuran dengan menumpuk kedua potongan; (2) Memotong biskuit tiruan menjadi 2 bagian sama besar dan menunjukkan potongan yang bernilai setengah. (Acuan: Kedua potongan berukuran identik/sama besar saat ditumpuk, dan murid dapat menunjuk salah satu potongan sebagai representasi pecahan setengah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/visual di akhir sesi: Guru memperlihatkan 3 benda hasil potongan: Benda 1 (apel mainan terbelah tepat di tengah sama besar), Benda 2 (kue mainan terpotong pucuknya saja sehingga satu potongan kecil dan satu besar), dan Benda 3 (wortel mainan terpotong rata di tengah menjadi 2 sama panjang). Murid diminta menunjukkan benda mana saja yang potongannya menunjukkan pecahan setengah. (Acuan jawaban benar: Benda 1 dan Benda 3 menunjukkan setengah karena dibagi menjadi 2 sama besar; Benda 2 bukan setengah karena kedua bagian tidak sama besar).
Formatif:- Unjuk kerja eksplorasi memotong benda konkret menjadi dua bagian sama besar dan menunjukkan bagian setengah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Pecahan Setengah dari Sebuah Benda Konkret Sama Banyak/Besar | Belum mampu membagi benda konkret menjadi dua bagian sama besar dan belum tepat menunjukkan potongan yang bernilai setengah. | Mampu membagi benda konkret menjadi dua bagian tetapi ukurannya belum sama besar, atau mampu menunjukkan pecahan setengah hanya dengan bimbingan penuh guru. | Mampu membagi benda konkret menjadi dua bagian sama besar dan tepat menunjukkan satu bagian potongan sebagai pecahan setengah secara mandiri. | Mampu membagi benda konkret menjadi dua bagian sama besar secara sangat presisi, menunjukkan pecahan setengah secara mandiri, serta membuktikan kesamaan besar kedua potongan dengan menumpuknya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media plastisin dan biskuit memudahkan seluruh murid memahami syarat pecahan setengah yaitu dua bagian harus sama besar?
- Bagian mana dari langkah eksplorasi memotong benda konkret yang memerlukan bimbingan lebih intensif?
Murid:- Bagian kegiatan memotong benda konkret mana yang paling kamu sukai hari ini?
- Bagaimana caramu membuktikan kepada temanmu bahwa potongan kue yang kamu buat sudah benar-benar setengah?
Pertemuan 2 — Menunjukkan Pecahan Setengah Melalui Melipat Kertas dan Mewarnai Satu Bagian Gambar Bangun Datar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.1 Menunjukkan pemahaman pecahan setengah sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda sama banyak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan menyiapkan media pembelajaran berupa kertas lipat origami serta pensil warna (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 gambar bangun persegi: Gambar A (persegi dibagi 2 segitiga sama besar) dan Gambar B (persegi dibagi 2 bagian tidak sama besar). Murid diminta menunjukkan mana yang merupakan pembagian setengah (acuan: Gambar A karena terbagi menjadi 2 bagian yang sama besar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan selembar kertas origami persegi kepada setiap murid dan mengarahkan mereka mengamati bentuk utuhnya secara saksama (5 menit).
- Murid mempraktikkan melipat kertas origami menjadi dua bagian yang saling berhimpit tepat di tepinya sehingga membentuk dua bagian sama besar, lalu membuka kembali lipatan untuk melihat garis lipatan (acuan: lipatan simetris horizontal, vertikal, atau diagonal membagi kertas menjadi dua bagian identik sama besar) (15 menit).
- Guru memberikan penegasan konsep bahwa satu bagian dari kertas yang dibagi menjadi dua bagian sama besar tersebut bernilai setengah (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan menggembirakan 'Tebak Setengah': murid berdiri jika guru mengangkat kartu bangun datar yang terbagi dua sama besar dan tetap duduk jika potongannya tidak sama besar; kartu yang ditunjukkan yaitu (1) lingkaran dibagi dua sama besar [berdiri], (2) persegi panjang dibagi dua tidak sama besar [duduk], (3) segitiga dibagi dua sama besar [berdiri], (4) trapesium dibagi dua tidak sama besar [duduk] (10 menit).
- Murid menerima lembar kerja yang memuat 4 gambar bangun datar utuh bergaris bagi di tengahnya: (1) persegi bergaris tengah vertikal, (2) lingkaran bergaris tengah horizontal, (3) persegi panjang bergaris diagonal, dan (4) belah ketupat bergaris tengah (10 menit).
- Murid mewarnai tepat 1 bagian dari 2 bagian sama besar pada masing-masing 4 gambar bangun datar tersebut untuk menunjukkan nilai pecahan setengah (acuan: pada setiap nomor, tepat satu dari dua bidang yang terbentuk diwarnai penuh) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pewarnaan bangun datarnya dengan meneliti apakah bagian yang diwarnai benar-benar berpasangan dengan bagian yang sama besar (10 menit).
- Murid saling menunjukkan hasil karyanya kepada teman sebangku dan memverifikasi ketepatan nilai setengah pada gambar masing-masing (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa pecahan setengah dari benda utuh diperoleh jika benda tersebut dilipat atau dibagi menjadi dua bagian yang sama besar, lalu diambil satu bagiannya (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas usaha belajar mandiri seluruh murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (pecahan setengah dari kumpulan benda), dan menutup kegiatan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kertas origami dengan bantuan garis putus-putus lipatan di tengahnya, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan kertas berbentuk lingkaran atau segitiga sama sisi.
- Proses: Murid yang masih ragu melipat didampingi secara langsung melalui pemodelan langkah demi langkah, sementara murid yang mahir mencoba menemukan lebih dari satu cara melipat kertas persegi menjadi setengah sama besar.
- Produk: Semua murid mewarnai 1 bagian dari 2 bagian sama besar; murid mahir dapat menambahkan variasi arsiran atau warna pada beberapa cara lipatan bangun datar yang berbeda.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pertemuan: Guru memperlihatkan dua gambar persegi di papan tulis: Gambar A (persegi dipotong diagonal menjadi 2 segitiga sama besar) dan Gambar B (persegi dipotong garis condong tidak di tengah menjadi 2 bidang berbeda ukuran). Murid diminta menunjuk gambar yang menunjukkan pecahan setengah (acuan jawaban: Gambar A, karena membagi satu benda utuh menjadi dua bagian yang sama besar).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melipat kertas origami: Guru memeriksa apakah lipatan murid membagi kertas tepat menjadi 2 bagian yang sama besar (ujung-ujung kertas saling menutupi secara pas).
- Pemeriksaan ketepatan mewarnai pada Lembar Kerja 4 bangun datar: (1) Persegi terbagi 2 sama besar secara vertikal, (2) Lingkaran terbagi 2 sama besar secara horizontal, (3) Persegi panjang terbagi 2 sama besar secara diagonal, (4) Belah ketupat terbagi 2 sama besar secara vertikal (acuan ketepatan: murid mewarnai tepat 1 bagian dari 2 bagian pada masing-masing 4 gambar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menjawab pertanyaan lisan guru dengan menunjukkan kartu pilihan 'Ya' atau 'Tidak' terhadap pernyataan: 'Jika selembar kertas digunting menjadi dua bagian, bagian yang kecil disebut setengah' (acuan jawaban benar: 'Tidak', karena untuk bernilai setengah kedua bagian harus sama besar).
Formatif:- Unjuk kerja melipat kertas origami menjadi dua bagian sama besar
- Pemeriksaan lembar kerja mewarnai 1 bagian dari 2 bagian sama besar pada gambar bangun datar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pecahan setengah melalui melipat kertas | Belum mampu melipat kertas menjadi dua bagian sama besar meskipun telah diberikan bimbingan. | Mampu melipat kertas menjadi dua bagian sama besar dengan bantuan arahan berulang dari guru. | Mampu melipat kertas menjadi dua bagian sama besar secara mandiri dengan tepi lipatan yang saling berhimpit tepat. | Mampu melipat kertas menjadi dua bagian sama besar secara mandiri menggunakan lebih dari satu cara lipatan (misal: horizontal, vertikal, dan diagonal). | | Menunjukkan pecahan setengah melalui mewarnai satu bagian gambar bangun datar | Belum tepat mewarnai satu bagian gambar bangun datar (mewarnai seluruh bagian atau tidak ada yang diwarnai) pada 4 butir lembar kerja. | Mampu mewarnai tepat 1 bagian dari 2 bagian sama besar pada 1–2 dari 4 gambar bangun datar yang disediakan. | Mampu mewarnai tepat 1 bagian dari 2 bagian sama besar pada 3 dari 4 gambar bangun datar yang disediakan. | Mampu mewarnai tepat 1 bagian dari 2 bagian sama besar pada seluruh (4 dari 4) gambar bangun datar yang disediakan secara tepat dan rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat memahami bahwa syarat mutlak pecahan setengah dari suatu benda adalah terbagi menjadi dua bagian yang persis sama besar?
- Apakah variasi kegiatan melipat dan mewarnai cukup memfasilitasi keterlibatan aktif dan kemandirian murid?
Murid:- Apa yang harus kamu pastikan saat melipat kertas agar hasilnya benar-benar bernilai setengah?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini, melipat kertas origami atau mewarnai gambar bangun datar?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Pecahan Setengah Melalui Eksplorasi Membagi Kumpulan Benda Konkret Menjadi Dua Bagian Sama Banyak — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.2 Menunjukkan pemahaman pecahan setengah sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi kumpulan benda sama banyak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal singkat: memperlihatkan 4 tutup botol di atas meja, lalu meminta 2 orang perwakilan murid membagi rata benda tersebut ke dalam 2 piring kecil (acuan: masing-masing piring berisi tepat 2 tutup botol) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan pecahan setengah melalui eksplorasi membagi kumpulan benda konkret menjadi dua bagian sama banyak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak cerita kontekstual dari Buku Siswa tentang Malosi dan Upe yang memiliki 4 kelereng dan ingin membaginya sama banyak ke dalam dua wadah (3 menit).
- Dengan bimbingan guru, murid mengamati peragaan pembagian 4 kelereng: mengambil 2 kelereng secara adil (1 untuk wadah A, 1 untuk wadah B) hingga habis, sehingga masing-masing wadah berisi tepat 2 kelereng (prinsip: Bermakna) (7 menit).
- Guru memberikan penegasan konsep: membagi sekumpulan benda menjadi dua kelompok sama banyak menghasilkan pecahan setengah dari kumpulan benda tersebut (jika dibagi tidak sama banyak, misalnya 3 dan 1, bukan bernilai setengah) (prinsip: Berkesadaran) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan permainan tantangan 'Bagi Adil Bintang Kejora': setiap pasangan menerima wadah berisi stik es krim untuk dibagi ke dalam 2 lingkaran kertas secara bergantian (prinsip: Menggembirakan) (10 menit).
- Pasangan murid melakukan eksplorasi pertama: mengambil 6 stik es krim dan membaginya ke dalam 2 kelompok sama banyak (acuan: masing-masing lingkaran berisi tepat 3 stik) (10 menit).
- Pasangan murid melakukan eksplorasi kedua: mengambil 8 stik es krim dan membaginya ke dalam 2 kelompok sama banyak (acuan: masing-masing lingkaran berisi tepat 4 stik) (10 menit).
- Pasangan murid melakukan eksplorasi ketiga: mengambil 10 stik es krim dan membaginya ke dalam 2 kelompok sama banyak (acuan: masing-masing lingkaran berisi tepat 5 stik) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap pasangan saling mengecek hasil pembagian stik pasangannya dan menunjukkan kumpulan stik yang menunjukkan nilai setengah (acuan: 3 dari 6, 4 dari 8, dan 5 dari 10) (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan syarat kumpulan benda dapat disebut bernilai setengah, yaitu kumpulan benda utuh harus terbagi rata menjadi dua bagian yang jumlahnya persis sama banyak (prinsip: Berkesadaran) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan dan tindakan langsung menggunakan 6 kancing: murid diminta menunjukkan setengah dari 6 kancing (acuan jawaban: tepat 3 kancing) (5 menit).
- Guru mengapresiasi kerja sama seluruh pasangan murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kumpulan benda konkret berjumlah kecil (4 dan 6 benda), sedangkan murid yang sudah mahir bereksplorasi dengan kumpulan 12 dan 14 benda.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan langsung dengan metode distribusi satu per satu ke wadah, sedangkan murid yang cepat membagi secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti belajar yang sama yaitu hasil pengelompokan kumpulan benda konkret menjadi 2 bagian sama banyak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja manipulatif singkat: Murid membagi 4 tutup botol ke dalam 2 piring sama banyak. Kriteria ketercapaian: Tepat membagi menjadi 2 piring yang masing-masing berisi 2 tutup botol (acuan: piring A = 2 tutup botol, piring B = 2 tutup botol).
Proses:- Observasi ketercapaian pembagian kumpulan benda konkret saat kegiatan inti: (1) Membagi 6 stik es krim menjadi 2 kelompok sama banyak (acuan: masing-masing 3 stik); (2) Membagi 8 stik es krim menjadi 2 kelompok sama banyak (acuan: masing-masing 4 stik); (3) Membagi 10 stik es krim menjadi 2 kelompok sama banyak (acuan: masing-masing 5 stik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman langsung individu/berpasangan: Menunjukkan nilai setengah dari kumpulan 6 kancing (acuan: murid mengambil dan menunjukkan tepat 3 kancing).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi membagi kumpulan benda konkret (stik es krim) menjadi dua bagian sama banyak.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Pecahan Setengah dari Kumpulan Benda Konkret | Belum mampu membagi kumpulan benda konkret (6, 8, 10) menjadi dua bagian sama banyak meskipun dengan bimbingan penuh guru. | Mampu membagi kumpulan benda konkret menjadi dua bagian sama banyak pada 1 dari 3 target jumlah benda (acuan target: 6 stik -> masing-masing 3, 8 stik -> masing-masing 4, 10 stik -> masing-masing 5) dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu membagi kumpulan benda konkret menjadi dua bagian sama banyak pada minimal 2 dari 3 target jumlah benda (acuan target: 6 stik -> masing-masing 3; 8 stik -> masing-masing 4; 10 stik -> masing-masing 5) secara mandiri. | Mampu menunjukkan pecahan setengah dengan membagi kumpulan benda konkret menjadi dua bagian sama banyak secara tepat pada seluruh 3 target jumlah benda (6 stik -> masing-masing 3; 8 stik -> masing-masing 4; 10 stik -> masing-masing 5) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media konkret (stik es krim, kelereng, kancing) efektif membantu murid memahami konsep setengah dari kumpulan benda?
- Apakah ada murid yang masih kesulitan membagi kumpulan benda secara adil menjadi dua bagian sama banyak?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan membagi stik es krim tadi yang paling kamu sukai?
- Berapa banyak benda yang kamu peroleh jika kamu mengambil setengah dari 8 stik?
Pertemuan 4 — Menunjukkan Pecahan Setengah Melalui Pengelompokan Gambar Kumpulan Benda Menjadi Dua Bagian Sama Banyak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.2 Menunjukkan pemahaman pecahan setengah sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi kumpulan benda sama banyak
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan menunjukkan gambar 4 buah bintang di papan tulis, lalu meminta murid menunjukkan berapa banyak bintang yang merupakan setengah bagian dari kumpulan tersebut (acuan: setengah dari 4 bintang adalah 2 bintang) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan pecahan setengah dengan cara mengelompokkan atau melingkari gambar kumpulan benda menjadi dua bagian sama banyak (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati peragaan guru di papan tulis tentang 8 gambar permen yang dikelompokkan menjadi dua bagian sama banyak dengan menarik garis pemisah di tengah atau melingkari separuhnya (acuan: masing-masing bagian berisi 4 permen) (7 menit).
- Murid bersama teman sebangku mencermati kartu bergambar kumpulan benda (berisi 6 gambar jeruk) untuk menentukan setengah dari kumpulan gambar tersebut (acuan: setengah dari 6 jeruk adalah 3 jeruk) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan tantangan menggembirakan 'Tebak & Lingkari Setengah', di mana setiap pasangan mendapat 3 kartu tugas bergambar dan berlomba melingkari setengah bagian gambar secara tepat: Kartu A (10 gambar pensil; acuan dilingkari: 5 pensil), Kartu B (4 gambar buku; acuan dilingkari: 2 buku), dan Kartu C (8 gambar bola; acuan dilingkari: 4 bola) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja pengelompokan gambar kumpulan benda yang memuat 3 soal melingkari setengah bagian: (1) 6 gambar balon (acuan dilingkari: 3 balon), (2) 8 gambar daun (acuan dilingkari: 4 daun), dan (3) 12 gambar kelereng (acuan dilingkari: 6 kelereng) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama guru dengan menghitung jumlah benda yang dilingkari dan yang tidak dilingkari untuk memastikan kedua kelompok sama banyak (acuan: bila jumlah kedua bagian sama, maka bagian yang dilingkari bernilai setengah) (5 menit).
- Murid menyebutkan kesimpulan cara menentukan setengah dari gambar kumpulan benda, yaitu menghitung seluruh gambar lalu membaginya menjadi dua kelompok yang sama banyak (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep bahwa setengah dari kumpulan gambar benda diperoleh jika gambar dikelompokkan menjadi dua bagian yang jumlahnya tepat sama banyak (5 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar tugas dengan variasi jumlah gambar yang lebih sedikit (4-6 gambar) bagi murid yang membutuhkan bimbingan bertahap, serta jumlah gambar lebih banyak (14-16 gambar) bagi murid yang cepat paham.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan dapat menggunakan bantuan garis pemisah atau mencoret berpasangan saat mengelompokkan gambar, sedangkan murid mahir dapat langsung melingkari setengah bagian secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan setengah bagian dari kumpulan gambar benda dengan melingkari atau mengelompokkan secara tepat sesuai jumlah target.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan dengan memperlihatkan 4 gambar bintang di papan tulis. Murid diminta menunjuk berapa banyak bintang yang merupakan setengah dari kumpulan tersebut. (Acuan jawaban benar: 2 bintang).
Proses:- Pengamatan saat pengerjaan tantangan berpasangan dan lembar kerja mandiri. Guru mencatat ketepatan murid melingkari setengah bagian gambar kumpulan benda pada 3 soal lembar kerja: (1) 6 gambar balon (acuan: dilingkari 3 balon), (2) 8 gambar daun (acuan: dilingkari 4 daun), dan (3) 12 gambar kelereng (acuan: dilingkari 6 kelereng).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menunjukkan setengah bagian dari 10 gambar bunga yang digambar di papan tulis dengan mengangkat jari tangan sesuai jumlah setengahnya. (Acuan jawaban benar: 5 jari/5 bunga).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid melingkari setengah bagian gambar kumpulan benda pada aktivitas berpasangan
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri pengelompokan gambar kumpulan benda menjadi dua bagian sama banyak
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pecahan setengah dari kumpulan benda pada gambar | Belum mampu melingkari setengah bagian dari gambar kumpulan benda secara tepat (0 butir benar dari 3 soal lembar kerja). | Mampu melingkari setengah bagian dari gambar kumpulan benda secara tepat pada 1 butir soal dari 3 butir soal yang diberikan. | Mampu melingkari setengah bagian dari gambar kumpulan benda secara tepat pada 2 butir soal dari 3 butir soal yang diberikan. | Mampu melingkari setengah bagian dari gambar kumpulan benda secara tepat pada seluruh butir soal (3 butir soal benar: 3 balon, 4 daun, dan 6 kelereng) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami transisi dari membagi benda konkret ke mengelompokkan gambar kumpulan benda menjadi dua bagian sama banyak?
- Bagian mana dari kegiatan melingkari gambar kumpulan benda yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar mengelompokkan gambar hari ini?
- Apakah kamu sudah bisa menentukan setengah dari kumpulan gambar benda dengan mudah?
Pertemuan 5 — Menunjukkan Pecahan Seperempat Melalui Eksplorasi Memotong Benda Konkret Menjadi Empat Sama Besar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.3 Menunjukkan pemahaman pecahan seperempat sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda sama banyak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengaitkan materi sebelumnya mengenai pecahan setengah, lalu menceritakan konteks: 'Kira memiliki 1 kue martabak bulat dan ingin membaginya kepada 4 anak (Kira, Malosi, Upe, dan Tika) sama besar' (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menunjukkan 2 buah gambar lingkaran yang dipotong menjadi 4 bagian, yaitu Gambar A (4 potongan sama besar) dan Gambar B (4 potongan berbeda ukuran/tidak sama besar). Murid diminta menunjuk gambar mana yang menunjukkan cara membagi 4 bagian sama besar (acuan jawaban benar: memilih Gambar A karena setiap bagian memiliki ukuran yang sama besar) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati peragaan guru memotong 1 model plastisin berbentuk martabak bulat utuh menjadi 4 bagian yang sama besar menggunakan pisau plastik (5 menit).
- Murid mencermati penegasan konsep bahwa 1 benda utuh jika dipotong menjadi 4 bagian sama besar, maka setiap 1 potongan bernilai seperempat (5 menit).
- Murid mengamati guru membandingkan 1 potongan seperempat dengan 3 potongan lainnya dengan menumpuknya untuk membuktikan bahwa ukurannya tepat sama besar (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Prinsip Menggembirakan diwujudkan lewat aktivitas 'Tantangan Koki Martabak': Setiap murid menerima 1 bulatan plastisin utuh dan sebuah pisau plastik untuk bereksplorasi memotong benda tersebut menjadi 4 bagian sama besar secara mandiri (10 menit).
- Murid membuktikan hasil potongannya dengan saling menumpuk keempat potongan plastisin tersebut; jika keempatnya saling menutupi secara pas, murid mengangkat 1 potongan dan menunjukkan: 'Ini satu bagian seperempat' (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Praktik Konkret: dari 4 bentuk benda plastisin berbeda yang sudah disiapkan guru (1 lingkaran dibagi 4 sama besar, 1 persegi panjang dibagi 4 sama besar, 1 lingkaran dibagi 4 tidak sama besar, dan 1 segitiga dibagi 2 sama besar), murid diminta memilih dan menunjuk 2 benda yang menunjukkan pecahan seperempat (acuan jawaban benar: memilih bentuk lingkaran yang dibagi 4 sama besar dan persegi panjang yang dibagi 4 sama besar) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyimpulkan pengalaman belajarnya dengan menunjuk kembali 1 bagian plastisin hasil potongannya dan menyatakan syarat pecahan seperempat, yaitu berasal dari 1 benda utuh yang dipotong menjadi 4 bagian sama besar (5 menit).
- Murid memeriksa kembali apakah ada potongan miliknya yang belum sama besar dan mengidentifikasi penyebabnya (misalnya garis potong tidak pas di tengah) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil eksplorasi murid dalam memotong dan menunjukkan pecahan seperempat dari sebuah benda konkret (3 menit).
- Guru menyampaikan asesmen akhir/cek pemahaman singkat serta menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan eksplorasi pecahan seperempat melalui melipat kertas dan mewarnai gambar bangun datar, lalu menutup sesi dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan plastisin dengan cetakan garis panduan potongan 4 bagian sama besar; murid yang mahir diberikan plastisin berbentuk balok/persegi panjang untuk dipotong menjadi 4 bagian sama besar tanpa garis bantu.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru langkah demi langkah saat membelah plastisin menjadi 2 lalu menjadi 4; murid yang mandiri memotong langsung secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan 1 potongan bernilai seperempat dari benda utuh yang dipotong menjadi 4 sama besar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan konsep membagi sama besar: Guru menunjukkan 2 gambar lingkaran yang dipotong 4. Gambar A dipotong menjadi 4 juring sama besar, Gambar B dipotong menjadi 4 bagian tidak beraturan. Murid diminta menunjuk gambar yang dipotong sama besar (acuan jawaban: murid menunjuk Gambar A karena tiap bagian berukuran sama).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid memotong bulatan plastisin menjadi 4 bagian dan menunjuk 1 bagian potongan bernilai seperempat (acuan ketercapaian: plastisin terbagi menjadi 4 bagian sama besar dan murid mampu menunjuk salah satu bagian sebagai pecahan seperempat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir pertemuan: Guru menyajikan 3 buah replika kue mini dari plastisin di meja depan: Kue 1 dipotong menjadi 4 sama besar, Kue 2 dipotong menjadi 2 sama besar, dan Kue 3 dipotong menjadi 4 tidak sama besar. Setiap murid secara bergiliran diminta menunjuk kue yang potongannya menunjukkan pecahan seperempat (acuan jawaban benar: murid menunjuk Kue 1 karena berasal dari 1 benda utuh yang dibagi menjadi 4 bagian sama besar).
Formatif:- Unjuk kerja eksplorasi memotong benda konkret (plastisin) menjadi 4 bagian sama besar dan menunjuk 1 bagian bernilai seperempat
- Cek pemahaman memilih benda konkret yang menunjukkan pecahan seperempat pada lembar praktik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pecahan seperempat dari sebuah benda yang dibagi sama banyak | Belum mampu memotong benda konkret menjadi 4 bagian sama besar dan belum mampu menunjuk 1 bagian bernilai seperempat meskipun telah diberi bimbingan penuh. | Mampu memotong benda konkret menjadi 4 bagian tetapi ukurannya belum sama besar, atau mampu menunjuk potongan seperempat hanya jika dibimbing guru. | Mampu memotong benda konkret menjadi 4 bagian sama besar dan mampu menunjuk 1 bagian bernilai seperempat secara tepat. | Mampu memotong benda konkret (baik bentuk lingkaran maupun persegi panjang) menjadi 4 bagian sama besar secara mandiri, rapi, serta konsisten menunjukkan 1 bagian bernilai seperempat secara tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media plastisin dan pisau plastik efektif membantu seluruh murid memahami konsep memotong 4 bagian sama besar?
- Bagian mana dari langkah eksplorasi memotong benda yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis bagi murid?
Murid:- Apakah kamu merasa mudah saat memotong plastisin menjadi 4 bagian yang ukurannya sama besar?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa potongan plastisin yang kamu pegang bernilai seperempat?
Pertemuan 6 — Menunjukkan Pecahan Seperempat Melalui Melipat Kertas dan Mewarnai Satu Bagian dari Empat Bagian Gambar Datar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.3 Menunjukkan pemahaman pecahan seperempat sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda sama banyak
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar bangun datar persegi di papan tulis: Gambar A (persegi dibagi 4 sama besar dengan 1 bagian diarsir) dan Gambar B (persegi dibagi 4 tidak sama besar dengan 1 bagian diarsir). Guru meminta murid mengacungkan jari 1 untuk Gambar A atau jari 2 untuk Gambar B yang menunjukkan pecahan seperempat (acuan: Gambar A menunjukkan pecahan seperempat karena dibagi menjadi 4 bagian sama besar, sedangkan Gambar B bukan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan pecahan seperempat dari sebuah benda utuh melalui kegiatan melipat kertas origami dan mewarnai satu bagian dari empat bagian gambar bangun datar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membagikan selembar kertas origami berbentuk persegi kepada setiap murid dan mendemonstrasikan eksplorasi melipat kertas menjadi dua bagian sama besar, lalu melipatnya sekali lagi hingga menghasilkan 4 bagian yang sama besar (acuan: garis lipatan membentuk 4 persegi kecil sama besar atau 4 segitiga sama besar) (7 menit).
- Murid membuka lipatan kertas origami masing-masing, mengamati 4 bekas lipatan sama besar, lalu secara mandiri mengarsir atau mewarnai tepat 1 bagian lipatan dengan pensil warna untuk menunjukkan nilai pecahan seperempat (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan menggembirakan 'Misi Detektif Seperempat' berpasangan: setiap murid menerima selembar kertas origami baru, lalu ditantang melipat dengan cara berbeda (misalnya lipatan silang diagonal membentuk 4 segitiga sama besar) dan mewarnai 1 bagian untuk menunjukkan pecahan seperempat (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan mewarnai dan mengidentifikasi pecahan seperempat pada 4 gambar bangun datar: (1) Persegi panjang dibagi 4 petak tegak sama besar; (2) Lingkaran dibagi 4 juring sama besar; (3) Segitiga dibagi 4 bidang tidak sama besar; (4) Persegi dibagi 4 kotak sama besar. Tugas murid: mewarnai 1 bagian pada gambar (1), (2), dan (4) untuk menunjukkan seperempat, serta memberi tanda silang (X) pada gambar (3) karena bukan seperempat (acuan jawaban benar: gambar 1, 2, dan 4 diwarnai tepat 1 bagian karena terbagi 4 sama besar; gambar 3 diberi tanda silang karena bagiannya tidak sama besar) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling mencocokkan hasil lipatan kertas origami dan lembar kerjanya dengan panduan acuan di papan tulis, memeriksa apakah bangun datar benar-benar terbagi menjadi 4 bagian yang sama besar dan tepat 1 bagian yang diwarnai (acuan: 4 bagian sama ukuran dan 1 bagian diwarnai bernilai seperempat) (7 menit).
- Murid mengevaluasi pemahamannya sendiri dengan mengangkat kartu jempol ke atas jika sudah mampu menunjukkan pecahan seperempat melalui melipat dan mewarnai, atau jempol menyamping jika masih ragu menentukan potongan yang sama besar (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa seperempat dari sebuah benda diperoleh jika benda utuh dibagi menjadi 4 bagian yang sama besar dan diambil atau diwarnai 1 bagian (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas hasil belajar murid, menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari pecahan seperempat dari kumpulan benda konkret, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kertas origami dengan garis bantu putus-putus samar bagi murid yang memerlukan dukungan motorik melipat rapi.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan melipat menjadi 4 bagian sama besar, serta memberikan tantangan melipat bentuk geometri lingkaran menjadi 4 juring sama besar bagi murid yang cepat paham.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pecahan seperempat melalui variasi lipatan persegi (lipatan 4 kotak persegi kecil atau lipatan 4 segitiga silang).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pembelajaran: Murid memilih antara Gambar A (persegi dibagi 4 bagian sama besar dengan 1 bagian diarsir) dan Gambar B (persegi dibagi 4 bagian tidak sama besar dengan 1 bagian diarsir). (Acuan: Gambar A menunjukkan pecahan seperempat karena terbagi menjadi 4 bagian sama besar, sedangkan Gambar B bukan pecahan seperempat karena bagiannya tidak sama besar).
Proses:- Formatif unjuk kerja melipat kertas: Memeriksa kemampuan murid melipat kertas origami menjadi 4 bagian sama besar dan mewarnai tepat 1 bagian (acuan: kertas terbagi menjadi 4 bidang kongruen/sama besar dan tepat 1 bidang terarsir/diwarnai).
- Formatif lembar latihan 4 butir: (1) Persegi panjang terbagi 4 sama besar -> murid mewarnai tepat 1 bagian; (2) Lingkaran terbagi 4 sama besar -> murid mewarnai tepat 1 bagian; (3) Segitiga terbagi 4 tidak sama besar -> murid memberi tanda silang (bukan seperempat); (4) Persegi terbagi 4 sama besar -> murid mewarnai tepat 1 bagian. (Acuan: benar jika mengerjakan keempat butir sesuai ketentuan acuan di atas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir (exit ticket lisan/tunjuk jari): Guru menampilkan gambar persegi panjang yang dibagi menjadi 4 bagian sama besar dengan 1 bagian diwarnai kuning. Murid menunjukkan nilai pecahannya dengan menyebutkan 'seperempat' (acuan jawaban tepat: seperempat atau satu per empat, karena satu benda utuh dibagi 4 bagian sama besar dan 1 bagian diwarnai).
Formatif:- Observasi unjuk kerja melipat kertas origami menjadi 4 bagian sama besar dan mewarnai 1 bagian.
- Pemeriksaan lembar latihan mewarnai 1 dari 4 bagian bangun datar sama besar.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pecahan seperempat melalui melipat kertas | Belum mampu melipat kertas menjadi 4 bagian sama besar meskipun telah diberikan bimbingan. | Mampu melipat kertas menjadi 4 bagian tetapi ukuran bagian-bagiannya belum sama besar, atau belum mewarnai 1 bagian dengan tepat. | Mampu melipat kertas menjadi 4 bagian sama besar dan mewarnai tepat 1 bagian untuk menunjukkan pecahan seperempat dengan arahan guru. | Mampu melipat kertas menjadi 4 bagian sama besar dengan lebih dari satu cara lipatan (misal bentuk kotak dan segitiga) serta mewarnai tepat 1 bagian secara mandiri. | | Menunjukkan pecahan seperempat melalui mewarnai bagian gambar bangun datar | Belum tepat mewarnai atau mengidentifikasi bangun datar yang menunjukkan pecahan seperempat dari 4 butir yang diberikan (benar 0-1 butir dari acuan: gambar 1, 2, 4 diwarnai 1 bagian; gambar 3 disilang). | Cukup tepat mewarnai atau mengidentifikasi pecahan seperempat pada gambar bangun datar (benar 2 butir dari 4 butir acuan). | Tepat mewarnai dan mengidentifikasi pecahan seperempat pada sebagian besar gambar bangun datar (benar 3 butir dari 4 butir acuan). | Tepat dan sempurna mewarnai serta mengidentifikasi pecahan seperempat pada seluruh gambar bangun datar (benar seluruh 4 butir dari 4 butir acuan: gambar 1, 2, 4 diwarnai tepat 1 bagian dan gambar 3 disilang). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat melipat kertas origami menjadi empat bagian yang benar-benar sama besar?
- Bagian mana dari kegiatan melipat dan mewarnai yang paling efektif membantu murid memahami konsep pecahan seperempat dari sebuah benda utuh?
Murid:- Apakah kamu dapat melipat kertas origami menjadi empat bagian yang sama besar?
- Bagaimana caramu memastikan bahwa satu bagian gambar yang kamu warnai nilainya adalah seperempat?
Pertemuan 7 — Menunjukkan Pecahan Seperempat Melalui Eksplorasi Membagi Kumpulan Benda Konkret Menjadi Empat Bagian Sama Banyak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.4 Menunjukkan pemahaman pecahan seperempat sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi kumpulan benda sama banyak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengambil 4 stik es krim dan membaginya sama banyak ke dalam 2 wadah untuk memastikan kesiapan konsep berbagi sama rata (acuan: masing-masing wadah berisi 2 stik) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membagi kumpulan benda konkret menjadi 4 bagian sama banyak untuk menunjukkan pecahan seperempat (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menyajikan masalah konkret: 'Ibu memiliki 8 buah kancing dan ingin membagikannya sama rata ke dalam 4 kotak kecil. Berapa isi masing-masing kotak?' (5 menit).
- Guru mendemonstrasikan pembagian 8 kancing secara bertahap satu demi satu ke dalam 4 piring kertas hingga habis, sehingga masing-masing piring berisi 2 kancing dan menegaskan bahwa 1 piring berisi 2 kancing adalah seperempat bagian dari 8 kancing (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan 'Berbagi Empat Ceria': setiap pasangan menerima 4 wadah kecil dan paket manipulatif (12 tutup botol dan 16 biji manik-manik), lalu membagi 12 tutup botol secara adil ke 4 wadah dan menunjukkan isi 1 wadah sebagai seperempat bagian (acuan: tiap wadah berisi 3 tutup botol; seperempat bagian dari 12 adalah 3) (15 menit).
- Setiap pasangan melanjutkan tantangan dengan membagi 16 biji manik-manik ke dalam 4 wadah secara sama rata, lalu menunjukkan satu bagian wadah sebagai pecahan seperempat (acuan: tiap wadah berisi 4 manik-manik; seperempat bagian dari 16 adalah 4) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Secara mandiri pada lembar eksplorasi, murid mengambil 8 kancing dari mejanya, membaginya ke 4 lingkaran yang digambar di kertas, lalu menunjukkan dan melingkari satu kelompok sebagai bukti seperempat bagian (acuan: 8 kancing terbagi masing-masing 2 kancing per lingkaran; melingkari 1 kelompok berisi 2 kancing) (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa untuk menunjukkan pecahan seperempat dari kumpulan benda, benda harus dibagi menjadi 4 bagian sama banyak, dan 1 bagian tersebut bernilai seperempat (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid, memberikan umpan balik, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan jumlah benda konkret yang bervariasi: bilangan 8 bagi murid yang memerlukan bimbingan, serta bilangan 12 dan 16 bagi murid yang siap eksplorasi lebih.
- Proses: Memberikan panduan fisik langkah demi langkah (distribusi satu per satu ke 4 piring) bagi murid yang kesulitan, serta memberikan tantangan pembagian mandiri bagi murid yang cepat.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pecahan seperempat langsung pada wadah fisik atau dengan melingkari kelompok benda konkret di lembar kerja eksplorasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman awal pembagian sama banyak: Murid membagi 4 stik es krim ke dalam 2 wadah sama rata. (Acuan: tiap wadah berisi tepat 2 stik es krim).
Proses:- Formatif unjuk kerja berpasangan: Mengamati ketepatan murid membagi 12 tutup botol ke dalam 4 wadah sama banyak (acuan: masing-masing 3 buah) dan 16 manik-manik ke dalam 4 wadah sama banyak (acuan: masing-masing 4 buah), serta kemampuan menunjukkan 1 wadah sebagai pecahan seperempat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir sesi: Murid membagi 8 kancing konkret ke dalam 4 lingkaran sama banyak dan menunjukkan 1 bagian lingkaran sebagai seperempat. (Acuan: 4 lingkaran terisi masing-masing 2 kancing; murid menunjuk 1 lingkaran berisi 2 kancing sebagai seperempat dari 8 kancing).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat membagi kumpulan benda konkret ke dalam 4 bagian sama banyak
- Pemeriksaan hasil lembar cek unjuk kerja mandiri menunjukkan seperempat dari kumpulan benda
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan seperempat dari kumpulan benda konkret | Belum mampu membagi kumpulan benda konkret menjadi 4 bagian sama banyak dan belum dapat menunjukkan seperempat bagian. | Mampu membagi kumpulan benda konkret menjadi 4 bagian tetapi jumlahnya belum sama banyak, atau memerlukan bantuan penuh guru untuk menunjukkan seperempat bagian. | Mampu membagi kumpulan benda konkret menjadi 4 bagian sama banyak dan menunjukkan 1 bagian sebagai pecahan seperempat dengan tepat pada 2 tantangan (acuan: membagi 8 kancing menjadi masing-masing 2 kancing, dan membagi 12 tutup botol menjadi masing-masing 3 buah). | Mampu membagi kumpulan benda konkret menjadi 4 bagian sama banyak dan menunjukkan 1 bagian sebagai pecahan seperempat secara mandiri dan tepat pada seluruh tantangan (acuan: membagi 8 kancing -> 2; membagi 12 tutup botol -> 3; membagi 16 manik-manik -> 4). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media benda konkret (kancing, tutup botol, manik-manik) efektif membantu murid memahami konsep pembagian 4 bagian sama banyak?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat melakukan aktivitas pembagian berpasangan?
Murid:- Bagian mana dari membagi benda menjadi 4 bagian yang paling menyenangkan bagimu?
- Apakah kamu sudah bisa menemukan berapa isi seperempat dari kumpulan bendamu?
Pertemuan 8 — Menunjukkan Pecahan Seperempat Melalui Pengelompokan Gambar Kumpulan Benda Menjadi Empat Bagian Sama Banyak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.4 Menunjukkan pemahaman pecahan seperempat sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi kumpulan benda sama banyak
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan khidmat (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan murid serta melakukan asesmen awal diagnostik singkat menggunakan gambar 4 bintang di papan tulis: murid diminta menunjukkan seperempat bagian dari kumpulan 4 bintang tersebut dengan melingkari 1 bintang (acuan: seperempat dari 4 bintang adalah tepat 1 bintang) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan gambar kumpulan 8 buah jeruk di papan tulis dan memodelkan cara mengelompokkan gambar tersebut menjadi 4 kelompok sama banyak dengan membuat 4 lingkaran pembagi yang masing-masing berisi 2 jeruk (acuan: 8 dibagi 4 kelompok = 2 jeruk per kelompok) (10 menit).
- Guru menekankan konsep bahwa satu kelompok dari empat kelompok sama banyak tersebut bernilai seperempat bagian dari keseluruhan kumpulan benda (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan kuis tantangan 'Lingkari Seperempat': setiap pasangan menerima kartu bergambar kumpulan benda (kartu A: gambar 4 pensil; kartu B: gambar 12 permen) dan berlomba melingkari seperempat bagian gambar benda dengan cepat dan tepat (acuan: seperempat dari 4 pensil = melingkari 1 pensil; seperempat dari 12 permen = melingkari 3 permen) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas 'Menunjukkan Seperempat Gambar Benda' yang memuat 4 butir soal gambar kumpulan benda: (1) melingkari seperempat dari 4 bola (acuan: 1 bola); (2) melingkari seperempat dari 8 topi (acuan: 2 topi); (3) melingkari seperempat dari 12 kelereng (acuan: 3 kelereng); (4) melingkari seperempat dari 16 bunga (acuan: 4 bunga) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama teman sebangku saling mencocokkan hasil pengelompokan gambar benda berdasarkan kunci acuan yang ditampilkan guru, lalu memeriksa apakah setiap kelompok benar-benar sama banyak (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa untuk menunjukkan pecahan seperempat dari kumpulan benda pada gambar, kumpulan gambar harus dikelompokkan menjadi 4 bagian yang sama banyak dan diambil 1 bagian (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar gambar dengan garis panduan putus-putus untuk mempermudah pembagian 4 kelompok, sedangkan murid mahir diberikan gambar kumpulan benda dengan jumlah hingga 20 objek.
- Proses: Murid yang belum lancar mengelompokkan gambar dibimbing guru langkah demi langkah membagi objek satu per satu ke 4 kotak, sedangkan murid mandiri langsung mengelompokkan secara visual.
- Produk: Semua murid menunjukkan seperempat bagian melalui tanda lingkaran pada kumpulan gambar benda dengan jumlah butir target sesuai kesiapan belajar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman awal membagi kumpulan gambar: Guru menampilkan gambar 4 bintang di papan tulis dan meminta murid menunjukkan seperempat bagiannya dengan menunjuk/melingkari (acuan: seperempat dari 4 bintang adalah tepat 1 bintang).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat mengerjakan tantangan berpasangan melingkari kartu A (4 pensil, acuan: 1 pensil dilingkari) dan kartu B (12 permen, acuan: 3 permen dilingkari).
- Pemeriksaan Lembar Aktivitas mandiri berisi 4 butir: (1) 4 bola (acuan: 1 bola); (2) 8 topi (acuan: 2 topi); (3) 12 kelereng (acuan: 3 kelereng); (4) 16 bunga (acuan: 4 bunga).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab cepat secara serentak dengan menuliskan angka pada papan kecil: 'Berapa banyak jeruk yang harus dilingkari untuk menunjukkan seperempat dari gambar 8 jeruk?' (acuan: tepat 2 jeruk).
Formatif:- Observasi unjuk kerja melingkari gambar saat kuis tantangan berpasangan
- Pemeriksaan hasil pengerjaan 4 butir Lembar Aktivitas pengelompokan gambar kumpulan benda
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menunjukkan pecahan seperempat dari kumpulan gambar benda | Belum mampu menunjukkan pecahan seperempat dari kumpulan gambar benda secara tepat (0 butir benar dari 4 butir acuan: 4 bola, 8 topi, 12 kelereng, 16 bunga). | Menunjukkan pecahan seperempat dari kumpulan gambar benda secara tepat pada 1–2 butir dari 4 butir acuan dengan bantuan guru. | Menunjukkan pecahan seperempat dari kumpulan gambar benda secara tepat pada minimal 3 butir dari 4 butir acuan secara mandiri. | Menunjukkan pecahan seperempat dari kumpulan gambar benda secara tepat pada seluruh (4 butir) acuan: 1 bola dari 4, 2 topi dari 8, 3 kelereng dari 12, dan 4 bunga dari 16 secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar kumpulan benda mempermudah murid memahami konsep pecahan seperempat?
- Bagian mana dari langkah pengelompokan gambar yang masih menjadi kendala bagi murid yang membutuhkan bimbingan?
Murid:- Apakah kamu dapat menemukan seperempat bagian dari gambar kumpulan benda yang dibagikan tadi?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar membagi gambar benda hari ini?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.1 Menunjukkan pemahaman pecahan setengah sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda sama banyak
- TP 2.5.2 Menunjukkan pemahaman pecahan setengah sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi kumpulan benda sama banyak
- TP 2.5.3 Menunjukkan pemahaman pecahan seperempat sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda sama banyak
- TP 2.5.4 Menunjukkan pemahaman pecahan seperempat sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi kumpulan benda sama banyak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan yaitu sesi asesmen sumatif bab untuk menunjukkan pemahaman pecahan setengah dan seperempat dari sebuah benda serta dari kumpulan benda (2 menit).
- Guru menjelaskan alur pengerjaan dua tugas sumatif, membagikan lembar kerja beserta media manipulatif (kertas origami bentuk lingkaran dan persegi, serta lembar kerja gambar kancing dan stiker) secara tertib ke setiap meja murid (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan petunjuk Tugas 1: melipat kertas lingkaran menjadi 2 bagian sama besar dan mewarnai 1 bagian (setengah), serta melipat kertas persegi menjadi 4 bagian sama besar dan mewarnai 1 bagian (seperempat) (3 menit).
- Murid menyimak petunjuk Tugas 2: mengelompokkan gambar 8 kancing ke dalam 2 wadah sama banyak untuk menunjukkan setengah, serta mengelompokkan gambar 12 stiker ke dalam 4 kotak sama banyak untuk menunjukkan seperempat (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid melaksanakan Tugas 1 secara serentak di meja masing-masing dalam kelompok meja: melipat 1 kertas origami bentuk lingkaran menjadi 2 bagian sama besar lalu mewarnai 1 bagian (acuan: lipatan tepat membagi lingkaran menjadi 2 juring sama besar, 1 bagian diwarnai mewakili pecahan 1/2) serta melipat 1 kertas origami bentuk persegi menjadi 4 bagian sama besar lalu mewarnai 1 bagian (acuan: lipatan membagi persegi menjadi 4 bagian sama besar baik bentuk persegi kecil atau segitiga, 1 bagian diwarnai mewakili pecahan 1/4) kemudian menempelkannya pada lembar kerja (26 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 2 secara serentak di meja masing-masing dalam kelompok meja: melingkari atau menarik garis pembagian pada lembar kerja pengelompokan kumpulan benda, yaitu membagi gambar 8 kancing ke dalam 2 wadah sama banyak (acuan: setiap wadah berisi tepat 4 kancing untuk menunjukkan pecahan 1/2) dan membagi gambar 12 stiker ke dalam 4 kotak sama banyak (acuan: setiap kotak berisi tepat 3 stiker untuk menunjukkan pecahan 1/4) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan hasil lipatan, pewarnaan, dan jumlah pembagian benda pada kedua lembar kerja sebelum dikumpulkan (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja artefak unjuk kerja manipulatif dan pengelompokan gambar dari seluruh murid (2 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan secara singkat seluruh pembelajaran Bab 5 Pecahan yang telah diselesaikan serta menutup pertemuan dengan apresiasi dan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format: kertas origami dan lembar bergambar disediakan dengan garis batas cetak yang kontras untuk murid yang memerlukan bantuan kejelasan visual tanpa mengubah ukuran maupun jumlah bagian.
- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan pendampingan motorik halus diberikan alat bantu pelipat kertas tumpul atau bimbingan instruksi verbal ulang tanpa guru memberikan kunci jawaban.
- Produk: Standar bukti tetap sama untuk semua murid: menghasilkan artefak lipatan dan pewarnaan 1/2 (lingkaran) dan 1/4 (persegi) serta artefak pengelompokan 8 kancing (4 per wadah) dan 12 stiker (3 per kotak).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan serentak di awal sesi: guru menunjukkan selembar kertas dan bertanya apakah murid mengingat syarat pecahan setengah (acuan kesiapan: murid menjawab harus dibagi menjadi 2 bagian sama besar) dan menunjukkan 4 pensil lalu bertanya berapa setengahnya (acuan kesiapan: murid menjawab 2 pensil).
Proses:- Observasi keterlibatan dan kemandirian murid saat melipat kertas geometri dan mengelompokkan gambar kumpulan benda secara serentak tanpa saling mencontek.
Sumatif Bab:- unjuk kerja manipulatif dan lembar penugasan bergambar: hasil melipat/mewarnai gambar pecahan sebuah benda serta hasil pengelompokan benda konkret/gambar kumpulan benda menjadi setengah dan seperempat bagian sama banyak
- lembar kerja unjuk kerja serentak: hasil melipat kertas bentuk geometri (lingkaran dan persegi) menjadi 2 dan 4 bagian sama besar serta mewarnai 1 bagian untuk menunjukkan nilai setengah dan seperempat yang dikerjakan seluruh murid secara serentak (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemotongan/pembagian bangun datar)
- lembar kerja kinerja pengelompokan serentak: lembar kerja penempelan/lingkaran pengelompokan gambar kumpulan benda (misal: 8 kancing dibagi 2 wadah sama banyak untuk setengah, dan 12 stiker dibagi 4 kotak sama banyak untuk seperempat) yang diselesaikan serentak oleh seluruh murid di meja masing-masing (35 menit; kelompok; instrumen: lembar cek hasil pengelompokan dan pedoman penskoran)
Sumatif:- unjuk kerja manipulatif dan lembar penugasan bergambar: hasil melipat/mewarnai gambar pecahan sebuah benda serta hasil pengelompokan benda konkret/gambar kumpulan benda menjadi setengah dan seperempat bagian sama banyak
- lembar kerja unjuk kerja serentak: hasil melipat kertas bentuk geometri (lingkaran dan persegi) menjadi 2 dan 4 bagian sama besar serta mewarnai 1 bagian untuk menunjukkan nilai setengah dan seperempat yang dikerjakan seluruh murid secara serentak (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemotongan/pembagian bangun datar)
- lembar kerja kinerja pengelompokan serentak: lembar kerja penempelan/lingkaran pengelompokan gambar kumpulan benda (misal: 8 kancing dibagi 2 wadah sama banyak untuk setengah, dan 12 stiker dibagi 4 kotak sama banyak untuk seperempat) yang diselesaikan serentak oleh seluruh murid di meja masing-masing (35 menit; kelompok; instrumen: lembar cek hasil pengelompokan dan pedoman penskoran)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Pecahan Setengah dari Sebuah Benda (TP 2.5.1) | Belum mampu melipat lingkaran menjadi 2 bagian sama besar atau bagian yang dilipat ukurannya berbeda jauh, serta pewarnaan belum menunjukkan 1 bagian. | Mampu melipat lingkaran menjadi 2 bagian tetapi belum tepat sama besar, atau sudah sama besar tetapi mewarnai lebih/kurang dari 1 bagian. | Mampu melipat lingkaran menjadi 2 bagian sama besar dan mewarnai tepat 1 bagian (acuan: 1 dari 2 juring sama besar diwarnai) dengan sedikit arahan. | Mampu melipat lingkaran menjadi 2 bagian tepat sama besar dan mewarnai tepat 1 bagian (acuan: 1 dari 2 juring sama besar diwarnai) secara mandiri dan rapi. | | Menunjukkan Pecahan Setengah dari Kumpulan Benda (TP 2.5.2) | Belum mampu membagi 8 gambar kancing ke dalam 2 wadah sama banyak (jumlah di tiap wadah tidak sama dan tidak berjumlah 4). | Membagi 8 gambar kancing ke dalam 2 wadah namun jumlahnya belum sama banyak (misal: 5 dan 3 kancing). | Mampu membagi 8 gambar kancing ke dalam 2 wadah sama banyak secara tepat (acuan: masing-masing wadah berisi tepat 4 kancing) dengan sedikit bimbingan. | Mampu membagi 8 gambar kancing ke dalam 2 wadah sama banyak secara tepat (acuan: masing-masing wadah berisi tepat 4 kancing) secara mandiri dan teliti. | | Menunjukkan Pecahan Seperempat dari Sebuah Benda (TP 2.5.3) | Belum mampu melipat persegi menjadi 4 bagian sama besar (lipatan menghasilkan ukuran tidak sama) dan belum mewarnai 1 bagian. | Mampu melipat persegi menjadi 4 bagian tetapi belum sama besar, atau sudah sama besar tetapi bagian yang diwarnai bukan 1 bagian. | Mampu melipat persegi menjadi 4 bagian sama besar dan mewarnai tepat 1 bagian (acuan: 1 dari 4 bagian sama besar diwarnai) dengan sedikit arahan. | Mampu melipat persegi menjadi 4 bagian tepat sama besar dan mewarnai tepat 1 bagian (acuan: 1 dari 4 bagian sama besar diwarnai) secara mandiri dan rapi. | | Menunjukkan Pecahan Seperempat dari Kumpulan Benda (TP 2.5.4) | Belum mampu membagi 12 gambar stiker ke dalam 4 kotak sama banyak (pembagian tidak merata dan bukan 3 stiker per kotak). | Membagi 12 gambar stiker ke dalam 4 kotak namun ada kotak yang jumlahnya tidak sama banyak. | Mampu membagi 12 gambar stiker ke dalam 4 kotak sama banyak secara tepat (acuan: masing-masing kotak berisi tepat 3 stiker) dengan sedikit bimbingan. | Mampu membagi 12 gambar stiker ke dalam 4 kotak sama banyak secara tepat (acuan: masing-masing kotak berisi tepat 3 stiker) secara mandiri dan teliti. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan unjuk kerja melipat dan lembar pengelompokan?
- Bagian mana dari konsep pecahan (setengah vs seperempat, atau benda utuh vs kumpulan benda) yang masih banyak memerlukan penguatan bagi murid?
Murid:- Bagian tugas mana yang paling mudah kamu kerjakan: melipat kertas atau mengelompokkan gambar benda?
- Apakah kamu sudah yakin bahwa bagian yang kamu lipat atau kelompokkan sudah benar-benar sama besar dan sama banyak?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Bab 5 Pecahan
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Bab 5 Pecahan Halaman 126–132
- Plastisin, pisau plastik mainan/tumpul, biskuit/kue mainan, kartu gambar potongan benda
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 5: Pecahan)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 5: Pecahan)
- Kertas lipat origami berbagai warna
- Pensil warna/krayon
- Lembar kerja gambar bangun datar (persegi, lingkaran, persegi panjang, belah ketupat)
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Benda konkret: kelereng, stik es krim, piring plastik/lingkaran kertas, kancing, dan tutup botol
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, Bab 5 Pecahan)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, Bab 5 Pecahan)
- Kartu gambar kumpulan benda (permen, jeruk, pensil, buku, bola)
- Lembar kerja murid bergambar kumpulan benda (balon, daun, kelereng)
- Plastisin/malam mainan
- Pisau pemotong plastik anak yang aman
- Model bangun konkret (lingkaran dan persegi panjang dari plastisin)
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 5 Pecahan)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 5 Pecahan)
- Kertas origami berwarna ukuran 15x15 cm
- Lembar latihan bergambar bangun datar (persegi panjang, lingkaran, segitiga, persegi)
- Buku Siswa Matematika SD/MI Kelas II Semester 2
- Buku Panduan Guru Matematika SD/MI Kelas II
- Benda konkret di sekitar kelas: kancing, tutup botol, manik-manik, stik es krim, piring/wadah plastik kecil
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022)
- Kartu gambar tantangan benda berpasangan
- Lembar Aktivitas Siswa Menunjukkan Seperempat Kumpulan Benda
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022) Bab 5 Pecahan
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022) Bab 5 Pecahan
- Kertas origami bentuk lingkaran dan persegi
- Pensil warna/krayon dan lem kertas
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 5 (Tugas 1: Unjuk Kerja Melipat/Mewarnai; Tugas 2: Pengelompokan Kumpulan Benda 8 kancing dan 12 stiker)
|