MODUL AJAR Matematika — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 4 — Posisi Benda dan Pola di Sekitar Kita INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Posisi Benda dan Pola di Sekitar Kita |
|---|
| Alokasi Waktu | 20 JP (20 x 35 menit = 700 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.4.1 Menentukan posisi benda terhadap benda lain (kanan, kiri, depan, belakang, bawah, atas) menggunakan benda konkret di sekitar
- TP 2.4.2 Mengenali pola bukan bilangan melalui gambar dan warna secara tepat
- TP 2.4.3 Meniru pola bukan bilangan berupa gambar, warna, dan bunyi/suara
- TP 2.4.4 Melanjutkan pola bukan bilangan berupa gambar, warna, dan bunyi/suara berdasarkan urutan keteraturan yang ada
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Di mana letak buku tulismu jika ditaruh di atas meja atau di kolong bangku?
- Siapakah teman yang duduk tepat di depan dan di belakang kursimu?
- Saat kalian duduk menghadap papan tulis, benda apa yang berada tepat di sebelah kananmu?
- Jika sebuah botol diletakkan di tengah meja, di manakah posisi buku jika ditaruh di sebelah kiri botol?
- Apa yang kalian perhatikan jika melihat susunan segitiga, lingkaran, segitiga, lingkaran di papan tulis?
- Bagaimana kita tahu bahwa suatu susunan gambar memiliki pola yang berulang dan teratur?
- Apakah kalian pernah melihat susunan warna baju atau bendera yang berulang secara teratur?
- Bagaimana kita tahu warna apa yang muncul berulang-ulang pada suatu barisan?
- Jika guru bertepuk tangan 'prok - prok prok - prok - prok prok', bisakah kamu meniru suara tepukan yang sama?
- Bagaimana kita bisa menirukan bunyi tepukan atau ketukan meja secara tepat tanpa salah urutan?
- Jika guru menyusun kartu gambar bintang-lingkaran-bintang-lingkaran, bisakah kamu meniru susunan yang sama persis di mejamu?
- Bagaimana caramu menyusun balok warna agar susunannya meniru pola merah-kuning-hijau milik temanmu?
- Jika kita bertepuk: tepuk 1 kali, tepuk 2 kali, tepuk 1 kali, bunyi tepukan apa yang harus kita lakukan berikutnya?
- Bagaimana cara kita mengetahui gambar atau warna apa yang muncul selanjutnya pada susunan yang teratur?
- Bagaimana caramu menentukan apakah sebuah benda berada di sebelah kanan atau kiri benda lain?
- Bagaimana caramu mengetahui gambar atau suara mana yang harus muncul berikutnya dalam sebuah pola yang berulang?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menentukan Posisi Atas, Bawah, Depan, dan Belakang Menggunakan Benda Konkret di Kelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menentukan posisi benda terhadap benda lain (kanan, kiri, depan, belakang, bawah, atas) menggunakan benda konkret di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 relawan murid meletakkan kotak pensil sesuai 3 instruksi lisan berurutan: (1) letakkan kotak pensil di atas meja (acuan: berada di permukaan meja), (2) letakkan di bawah kursi (acuan: berada di lantai kolong kursi), dan (3) berdiri di depan papan tulis (acuan: menghadap kelas dengan papan tulis di belakang tubuh) untuk memetakan kesiapan awal murid (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan posisi benda terhadap benda lain (atas, bawah, depan, belakang) menggunakan benda-benda konkret di ruang kelas (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meletakkan bola di atas meja guru, lalu memindahkannya ke bawah meja, kemudian meletakkan tas di depan lemari kelas dan sepatu di belakang pintu untuk memperagakan posisi benda terhadap patokan benda lain (10 menit).
- Murid secara klasikal mengamati posisi 4 benda konkret yang diletakkan guru dan menyebutkan posisinya terhadap benda acuan secara terpandu (acuan pengamatan: bola di atas meja, kotak kapur di bawah meja, tempat sampah di depan meja, sapu di belakang pintu) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain permainan 'Detektif Posisi Kelas' secara berpasangan: satu murid menaruh botol minum dan teman pasangannya menentukan letaknya dengan melengkapi 4 kalimat posisi konkret: (1) Botol di ... meja (atas/bawah), (2) Tas di ... kursi (bawah/atas), (3) Penghapus di ... kotak pensil (depan/belakang), (4) Penggaris di ... buku (belakang/depan) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan penentuan posisi 4 benda konkret di kelas: Butir 1: 'Buku terletak di ... meja' [Pilihan: atas / bawah; acuan: atas]. Butir 2: 'Sepatu terletak di ... kolong bangku' [Pilihan: atas / bawah; acuan: bawah]. Butir 3: 'Guru berdiri di ... papan tulis' [Pilihan: depan / belakang; acuan: depan]. Butir 4: 'Ransel ditaruh di ... sandaran kursi' [Pilihan: depan / belakang; acuan: belakang] (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali hasil penentuan posisi benda bersama teman sebangku dengan mencocokkan benda pada posisi aslinya di meja masing-masing (acuan kunci 4 butir: 1=atas, 2=bawah, 3=depan, 4=belakang) (15 menit).
- Murid menyimpulkan makna posisi bahwa untuk menyebut posisi atas, bawah, depan, atau belakang, kita selalu memerlukan benda lain sebagai patokan (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara menentukan posisi atas, bawah, depan, dan belakang menggunakan benda konkret di ruang kelas (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kerja mandiri murid, mengingatkan materi pertemuan berikutnya tentang posisi kanan dan kiri, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan 2 benda berukuran besar dengan batas ruang yang sangat jelas (misal: meletakkan bola besar di atas dan di bawah meja guru), sedangkan murid yang sudah mahir menentukan posisi benda berukuran kecil di antara susunan benda bertumpuk.
- Proses: Murid yang belum lancar membaca dibacakan teks soal lembar latihan oleh guru secara lisan seraya menunjuk langsung bendanya, sedangkan murid mandiri membaca dan melingkari pilihan posisi secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan boleh menunjukkan langsung letak benda konkret saat ditanya posisi oleh guru, sedangkan murid yang berkembang menuliskan kata posisi (atas/bawah/depan/belakang) pada lembar kerjanya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan langsung 3 posisi benda konkret: (1) Kotak pensil ditaruh di atas meja (acuan: benda berada di permukaan atas meja), (2) Kotak pensil ditaruh di bawah kursi (acuan: benda berada di lantai bagian kolong kursi), (3) Murid berdiri di depan papan tulis (acuan: tubuh berada di hadapan papan tulis menghadap kelas).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam permainan berpasangan Detektif Posisi Kelas dalam menentukan 4 posisi benda konkret (botol di atas meja, tas di bawah kursi, penghapus di depan kotak pensil, penggaris di belakang buku).
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir: Butir 1 (Buku di atas meja -> acuan: atas), Butir 2 (Sepatu di kolong bangku -> acuan: bawah), Butir 3 (Guru di papan tulis -> acuan: depan), Butir 4 (Ransel di sandaran kursi -> acuan: belakang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: guru menaruh botol di 2 posisi berbeda lalu murid serempak menyebutkan posisinya: Butir A (botol di atas kursi -> acuan: atas), Butir B (botol di belakang tas -> acuan: belakang).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan Detektif Posisi Kelas dan pemeriksaan hasil lembar kerja penentuan 4 posisi benda konkret (atas, bawah, depan, belakang)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menentukan posisi benda konkret (atas, bawah, depan, belakang) terhadap benda patokan | Belum tepat menentukan posisi benda konkret terhadap benda lain (0-1 dari 4 posisi tepat sesuai acuan: atas, bawah, depan, belakang) meski telah dibimbing. | Menentukan posisi benda konkret terhadap benda lain dengan tepat pada 2 dari 4 posisi sesuai acuan (atas, bawah, depan, belakang) dengan bantuan petunjuk guru. | Menentukan posisi benda konkret terhadap benda lain dengan tepat pada 3-4 dari 4 posisi sesuai acuan (atas, bawah, depan, belakang) secara mandiri. | Menentukan seluruh 4 posisi benda konkret terhadap benda lain secara tepat (atas, bawah, depan, belakang) secara konsisten dan mandiri pada berbagai susunan benda konkret di kelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan benda konkret di ruang kelas memudahkan seluruh murid memahami perbedaan posisi atas, bawah, depan, dan belakang?
- Bagian instruksi mana yang masih membingungkan murid saat membedakan posisi depan dan belakang terhadap benda patokan?
Murid:- Apakah kamu dapat membedakan kapan suatu benda dikatakan berada di atas atau di bawah meja?
- Bagian mana dari kegiatan menentukan posisi benda tadi yang paling kamu sukai?
Pertemuan 2 — Menentukan Posisi Kanan dan Kiri terhadap Benda Lain Menggunakan Benda Konkret — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menentukan posisi benda terhadap benda lain (kanan, kiri, depan, belakang, bawah, atas) menggunakan benda konkret di sekitar
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik cepat: Guru meminta seluruh murid mengangkat tangan kanan, lalu mengangkat tangan kiri secara serempak. Guru kemudian menaruh sebuah kotak pensil di tengah meja guru dan meletakkan penghapus di sebelah kanannya, lalu bertanya: 'Apakah penghapus berada di sebelah kanan atau kiri kotak pensil?' (acuan jawaban: di sebelah kanan kotak pensil) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan posisi benda terhadap benda lain (kanan dan kiri) menggunakan benda konkret di kelas (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meletakkan sebuah buku tulis di tengah meja peragaan sebagai benda acuan utama, lalu meletakkan tempat pensil di sebelah kanan buku dan botol minum di sebelah kiri buku (5 menit).
- Guru memodelkan cara menentukan posisi: 'Buku adalah patokan kita. Tempat pensil berada di sebelah kanan buku. Botol minum berada di sebelah kiri buku' (5 menit).
- Murid menyimak peragaan guru sambil memperhatikan pita penanda warna di pergelangan tangan (pita merah di tangan kanan, pita biru di tangan kiri) untuk memperkuat pemahaman arah kanan dan kiri dari sudut pandang pengamat yang menghadap benda (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Kanan-Kiri': Murid A meletakkan penghapus di tengah meja, lalu memberi tantangan kepada Murid B untuk menaruh rautan di sebelah kanan penghapus dan penggaris di sebelah kiri penghapus, kemudian bergantian peran (3 menit).
- Setiap murid menerima Lembar Aktivitas Konkret Meja Siswa. Murid menata 3 benda konkret miliknya di atas meja (sebuah buku di tengah sebagai acuan, sebuah pensil di kanan buku, dan sebuah penghapus di kiri buku) sesuai 4 instruksi tertulis berikut: (1) Letakkan buku di tengah mejamu; (2) Letakkan pensil di sebelah kanan buku; (3) Letakkan penghapus di sebelah kiri buku; (4) Tentukan posisi pensil terhadap buku dan posisi penghapus terhadap buku (12 menit).
- Murid mengisi 4 butir latihan penentuan posisi berdasarkan susunan benda konkret di mejanya: Butir 1: 'Pensil berada di sebelah ... buku' (acuan: kanan); Butir 2: 'Penghapus berada di sebelah ... buku' (acuan: kiri); Butir 3: 'Buku berada di sebelah ... penghapus' (acuan: kanan); Butir 4: 'Buku berada di sebelah ... pensil' (acuan: kiri) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Secara berpasangan dengan teman sebangku, murid saling memeriksa ketepatan letak benda dan jawaban 4 butir latihan menggunakan benda acuan di meja masing-masing (15 menit).
- Guru memfasilitasi murid mengevaluasi cara menentukan arah kanan dan kiri terhadap benda acuan: menyamakan arah hadap dengan benda acuan agar tidak tertukar posisi kanan dan kirinya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung atas hasil kerja murid dan mengonfirmasi ketepatan penentuan posisi kanan dan kiri terhadap benda acuan (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran bahwa posisi kanan dan kiri ditentukan berdasarkan sudut pandang pengamat terhadap benda patokan/acuan (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai pola bentuk dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan bantuan gelang pita penanda (merah = kanan, biru = kiri); murid yang mahir menggunakan benda konkret tanpa tanda gelang.
- Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru dengan bimbingan bertahap menentukan tangan kanan/kiri terlebih dahulu; murid yang sudah lancar berlatih mandiri dengan memvariasikan susunan benda acuan.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menentukan posisi 2 benda (kanan dan kiri dasar); murid yang mahir menentukan hubungan timbal balik (posisi benda A terhadap B, dan posisi B terhadap A).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik peragaan: Guru menaruh kotak pensil di meja dan penghapus di sebelah kanannya, lalu meminta murid menentukan: 'Apakah penghapus berada di sebelah kanan atau kiri kotak pensil?' (acuan jawaban: kanan).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menata benda konkret di meja dan menyelesaikan lembar kerja berisi 4 butir penentuan posisi: Butir 1 (pensil terhadap buku -> acuan: kanan), Butir 2 (penghapus terhadap buku -> acuan: kiri), Butir 3 (buku terhadap penghapus -> acuan: kanan), Butir 4 (buku terhadap pensil -> acuan: kiri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tunjuk cepat di akhir sesi: Guru menunjuk botol di meja guru yang berada di sebelah kiri tas, lalu meminta murid menyebutkan posisinya (acuan: botol berada di sebelah kiri tas; tas berada di sebelah kanan botol).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menata dan menentukan posisi benda konkret di meja dalam permainan berpasangan
- Pemeriksaan hasil lembar aktivitas 4 butir penentuan posisi benda terhadap benda lain (kanan dan kiri)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menentukan posisi kanan dan kiri benda terhadap benda lain menggunakan benda konkret | Belum mampu menentukan posisi kanan dan kiri benda terhadap benda lain (0-1 dari 4 butir tepat; masih sering tertukar arah kanan dan kiri meskipun dibimbing). | Mampu menentukan posisi kanan atau kiri benda terhadap benda lain secara tepat pada 2 dari 4 butir tugas dengan bimbingan atau arahan guru. | Mampu menentukan posisi kanan dan kiri benda terhadap benda lain secara tepat pada minimal 3 dari 4 butir tugas secara mandiri. | Mampu menentukan posisi kanan dan kiri benda terhadap benda lain secara tepat pada seluruh (4 dari 4) butir tugas serta konsisten menentukan hubungan posisi timbal balik antar-benda secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan pita warna di pergelangan tangan efektif membantu murid membedakan posisi kanan dan kiri terhadap benda acuan?
- Bagian kegiatan mana yang membuat murid paling antusias dan apakah alokasi waktu 105 menit sudah mencukupi untuk latihan konkret semua murid?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat bermain meletakkan benda di sebelah kanan dan kiri?
- Apakah kamu masih merasa bingung membedakan posisi sebelah kanan dan sebelah kiri mejamu?
Pertemuan 3 — Mengenali Pola Bukan Bilangan Melalui Gambar Pengulangan Bentuk — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Mengenali pola bukan bilangan melalui gambar dan warna secara tepat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan deret 4 gambar bangun datar: segitiga, lingkaran, segitiga, lingkaran, lalu menanyakan apakah susunan tersebut berulang secara teratur (acuan jawaban: ya, membentuk pola berulang segitiga dan lingkaran) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali pola bukan bilangan melalui gambar pengulangan bentuk di sekitar kita (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menunjukkan gambar taplak meja berhias bentuk: bunga, segiempat, bunga, segiempat, bunga, segiempat, kemudian membimbing murid mengidentifikasi bentuk-bentuk yang berulang secara teratur (15 menit).
- Guru menampilkan 2 barisan gambar di papan: Barisan A memuat bintang, hati, bintang, hati, bintang; Barisan B memuat bintang, bintang, hati, lingkaran, awan. Murid mengamati dan menentukan barisan mana yang memiliki keteraturan pola berulang (acuan: Barisan A merupakan pola karena bentuk bintang dan hati berulang secara teratur; Barisan B bukan pola karena urutan bentuk acak dan tidak berulang) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Pola Bentuk': Setiap pasangan menerima kartu berisi 3 deret gambar berikut: Deret 1 (segiempat, lingkaran, segiempat, lingkaran); Deret 2 (segitiga, segitiga, bintang, bintang, segitiga, segitiga); Deret 3 (bintang, segiempat, segitiga, lingkaran, hati). Pasangan murid bersama-sama menunjuk dan menandai deret mana yang membentuk pola berulang teratur (acuan: Deret 1 adalah pola berulang 2 bentuk; Deret 2 adalah pola berulang ganda; Deret 3 bukan pola karena tidak berulang) (20 menit).
- Secara mandiri, setiap murid mengerjakan lembar latihan mengenali pola bentuk yang memuat 4 deret gambar: (1) lingkaran, segitiga, lingkaran, segitiga; (2) hati, segiempat, hati, segiempat; (3) awan, bintang, awan, bintang; (4) lingkaran, segiempat, segitiga, bintang. Murid menentukan status setiap deret (acuan jawaban: nomor 1, 2, dan 3 adalah pola pengulangan bentuk teratur; nomor 4 bukan pola pengulangan bentuk) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid membahas hasil pengerjaan lembar latihan, mendiskusikan ciri utama pola bukan bilangan, yaitu adanya bentuk yang muncul kembali secara teratur (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman akhir melalui kartu cek cepat berisi deret: bintang, bulan, bintang, bulan, dan murid serempak menunjukkan tanda jempol ke atas jika itu pola teratur (acuan: benar pola teratur bintang dan bulan) (5 menit).
- Guru menyimpulkan pembelajaran tentang mengenali pola bentuk dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas pola keteraturan warna, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan deret dengan pola 2 bentuk sederhana (AB-AB), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan deret pola 3 bentuk (ABC-ABC atau AABB-AABB).
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan mengidentifikasi pola dengan bantuan menunjuk benda konkret kartu bentuk, sedangkan murid mahir mengamati langsung pada lembar gambar secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan bukti pengenalan pola dengan melingkari gambar unit yang berulang pada lembar kerja sesuai tingkat kesiapan belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menggunakan deret 4 gambar (segitiga, lingkaran, segitiga, lingkaran) untuk memeriksa apakah murid mengenali pengulangan bentuk secara teratur (acuan: murid menyatakan susunan tersebut berpola berulang teratur segitiga dan lingkaran).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat mengerjakan kartu 'Detektif Pola Bentuk' berpasangan untuk membedakan deret berpola (Deret 1: segiempat, lingkaran, segiempat, lingkaran; Deret 2: segitiga, segitiga, bintang, bintang, segitiga, segitiga) dan bukan pola (Deret 3: bintang, segiempat, segitiga, lingkaran, hati).
- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 deret gambar pada lembar mandiri (acuan: deret 1 pola, deret 2 pola, deret 3 pola, deret 4 bukan pola).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman cepat satu butir: Murid menentukan apakah susunan gambar bintang, bulan, bintang, bulan merupakan pola keteraturan bentuk (acuan: murid menjawab tepat bahwa susunan tersebut adalah pola berulang teratur).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan saat menandai deret pola pengulangan bentuk
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri identifikasi 4 deret pola bentuk
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali pola bukan bilangan melalui gambar pengulangan bentuk | Belum mampu mengenali deret gambar yang membentuk pola berulang teratur maupun yang bukan pola (0-1 dari 4 deret tepat). | Mampu mengenali deret gambar yang membentuk pola berulang teratur sederhana dengan bantuan/bimbingan guru (2 dari 4 deret tepat). | Mampu mengenali dan membedakan deret gambar berpola dan bukan pola secara tepat dan mandiri (3 dari 4 deret tepat sesuai kunci acuan). | Mampu mengenali dan membedakan seluruh deret gambar berpola dan bukan pola secara tepat, konsisten, dan mandiri (4 dari 4 deret tepat sesuai kunci acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar pengulangan bentuk yang disajikan cukup jelas dan mempermudah murid memahami konsep pola?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas kelompok berpasangan mendeteksi pola bentuk?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan menebak pola bentuk yang paling menyenangkan bagiku?
- Apakah aku sudah bisa membedakan susunan gambar yang beraturan dan yang tidak beraturan?
Pertemuan 4 — Mengenali Pola Bukan Bilangan Melalui Keteraturan Warna — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Mengenali pola bukan bilangan melalui gambar dan warna secara tepat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan satu deret 6 lingkaran berwarna: Merah - Kuning - Merah - Kuning - Merah - Kuning, lalu bertanya urutan warna apa yang berulang (acuan jawaban: pola perulangan Merah - Kuning) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan konsep keteraturan warna menggunakan kartu manik-manik berwarna di papan tulis: Biru - Hijau - Biru - Hijau - Biru - Hijau, lalu mengajak murid mengamati bagian yang berulang yaitu 'Biru - Hijau' (10 menit).
- Guru menampilkan deretan 6 gelas warna-warni pada Buku Siswa (Merah - Biru - Merah - Biru - Merah - Biru) dan meminta murid secara berkesadaran mengidentifikasi unit warna yang berulang (acuan: warna yang berulang teratur adalah Merah - Biru) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan permainan tantangan 'Tebak Pengulangan Warna', di mana setiap pasangan memeriksa 3 kartu susunan warna berikut: Kartu A (Kuning - Hijau - Kuning - Hijau - Kuning - Hijau; acuan pengulangan: Kuning - Hijau), Kartu B (Merah - Merah - Biru - Merah - Merah - Biru; acuan pengulangan: Merah - Merah - Biru), dan Kartu C (Ungu - Jingga - Putih - Ungu - Jingga - Putih; acuan pengulangan: Ungu - Jingga - Putih) secara menggembirakan (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan mengidentifikasi pola pengulangan warna pada 3 gambar susunan kancing: Baris 1 berisi kancing Merah - Hijau - Merah - Hijau (acuan pengulangan: Merah - Hijau); Baris 2 berisi kancing Kuning - Kuning - Biru - Kuning - Kuning - Biru (acuan pengulangan: Kuning - Kuning - Biru); Baris 3 berisi kancing Hitam - Putih - Abu - Hitam - Putih - Abu (acuan pengulangan: Hitam - Putih - Abu) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengamatan pola warna dan murid menandai barisan pola mana yang paling mudah mereka kenali keteraturannya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa pola warna adalah urutan susunan warna yang berulang secara teratur (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan atas ketepatan murid mengenali pola warna, menyampaikan materi pertemuan berikutnya tentang pola bunyi/suara, dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu warna 2 variasi (pola AB) untuk murid yang membutuhkan scaffolding dan kartu 3 variasi warna (pola ABC/AAB) untuk murid yang lebih cepat.
- Proses: Memberikan pendampingan intensif dengan menunjuk fisik kartu bagi murid lambat, sedangkan murid cepat diminta mengenali pola warna yang memiliki variasi urutan lebih panjang.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti mengenali keteraturan warna pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menggunakan 1 deret 6 lingkaran warna: Merah - Kuning - Merah - Kuning - Merah - Kuning. Murid diminta menyebutkan warna apa saja yang berulang secara teratur (acuan jawaban: warna Merah dan Kuning secara bergantian berulang).
Proses:- Pengamatan saat murid berpasangan mengidentifikasi pengulangan warna pada 3 kartu tugas: Kartu A (Kuning - Hijau - Kuning - Hijau - Kuning - Hijau; acuan: Kuning - Hijau), Kartu B (Merah - Merah - Biru - Merah - Merah - Biru; acuan: Merah - Merah - Biru), dan Kartu C (Ungu - Jingga - Putih - Ungu - Jingga - Putih; acuan: Ungu - Jingga - Putih).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri mengidentifikasi keteraturan unit warna berulang pada 3 deret kancing: Baris 1 Merah - Hijau - Merah - Hijau (acuan: Merah - Hijau); Baris 2 Kuning - Kuning - Biru - Kuning - Kuning - Biru (acuan: Kuning - Kuning - Biru); Baris 3 Hitam - Putih - Abu - Hitam - Putih - Abu (acuan: Hitam - Putih - Abu). Kriteria ketercapaian: tepat mengidentifikasi minimal 2 dari 3 baris secara benar.
Formatif:- Tes lisan singkat saat apersepsi diagnostik awal
- Observasi unjuk kerja berpasangan mengenali pengulangan warna pada permainan kartu
- Pemeriksaan lembar latihan identifikasi pola susunan warna kancing
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali keteraturan pola warna | Belum mampu mengenali pengulangan urutan warna pada ketiga baris kancing (0 baris tepat sesuai acuan: Baris 1 Merah - Hijau; Baris 2 Kuning - Kuning - Biru; Baris 3 Hitam - Putih - Abu). | Mengenali keteraturan urutan warna dengan tepat pada 1 dari 3 baris kancing sesuai acuan. | Mengenali keteraturan urutan warna dengan tepat pada 2 dari 3 baris kancing sesuai acuan. | Mengenali keteraturan urutan warna dengan tepat pada seluruh (3 dari 3) baris kancing sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu warna konkret mempermudah murid menemukan keteraturan urutan warna yang berulang?
- Bagian mana dari susunan pola warna (AB, AAB, atau ABC) yang paling banyak membutuhkan bimbingan tambahan?
Murid:- Susunan pola warna mana yang paling mudah kamu tebak keteraturannya hari ini?
- Apakah kamu senang mencari warna yang berulang pada kancing-kancing tadi?
Pertemuan 5 — Meniru Pola Bukan Bilangan Berupa Bunyi dan Suara Tepukan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.3 Meniru pola bukan bilangan berupa gambar, warna, dan bunyi/suara
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan presensi kehadiran dan mengondisikan kesiapan belajar murid (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes peragaan mandiri: Guru mendemonstrasikan 1 pola bunyi 'prok - prok' (tepuk 1 kali, jeda, tepuk 2 kali) dan meminta setiap murid menirukannya secara bergantian untuk memetakan kesiapan meniru bunyi (acuan: meniru tepat 1 kali tepukan lalu 2 kali tepukan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan contoh 3 model pola bunyi dan suara tepukan di depan kelas: Model 1: 'Tepuk 1x - Tepuk 2x - Tepuk 1x - Tepuk 2x'; Model 2: 'Tepuk meja (duk) - Tepuk tangan (prok) - Tepuk meja (duk) - Tepuk tangan (prok)'; Model 3: 'Tepuk paha (plak) - Tepuk tangan (prok) - Tepuk tangan (prok) - Tepuk paha (plak) - Tepuk tangan (prok) - Tepuk tangan (prok)' (10 menit).
- Murid menyimak keteraturan urutan bunyi dari model yang dicontohkan guru secara penuh kesadaran dan mencermati kesesuaian jumlah tepukan serta sumber bunyi (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain 'Tantangan Gema Suara': Guru memperagakan Pola A ('prok - prok - duk - prok - prok - duk') dan seluruh murid serentak menirukan urutan bunyi tersebut secara tepat dan menggembirakan (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan tugas meniru 3 pola bunyi yang diperagakan guru satu per satu: Butir 1 ('prok - prok prok - prok - prok prok'), Butir 2 ('duk duk - prok - duk duk - prok'), dan Butir 3 ('plak - prok - duk - plak - prok - duk') (acuan: Butir 1 meniru 1 tepukan lalu 2 tepukan secara berulang; Butir 2 meniru 2 ketukan meja lalu 1 tepukan secara berulang; Butir 3 meniru 1 tepukan paha, 1 tepukan tangan, lalu 1 ketukan meja secara berulang) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali ketepatan tiruan bunyi mereka dengan mencocokkan ingatan ritme saat guru memperagakan ulang kunci urutan bunyi ketiga pola tersebut (5 menit).
- Murid mengidentifikasi bagian pola bunyi yang dirasa paling mudah atau paling menantang untuk ditirukan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa meniru pola bunyi dilakukan dengan memperhatikan urutan jenis suara dan banyaknya ketukan secara teratur (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas performa meniru pola suara tepukan seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi pola bunyi 2 ketukan sederhana untuk murid yang membutuhkan bimbingan, serta pola bunyi kombinasi 3 sumber suara (paha, tangan, meja) untuk murid yang lebih cepat.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan pengulangan peragaan pola bunyi secara lebih lambat oleh guru, sedangkan murid yang mahir langsung meniru dengan tempo normal tanpa jeda tambahan.
- Produk: Seluruh murid dinilai dari ketepatan menirukan pola bunyi yang diperagakan guru sesuai acuan urutan bunyi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Asesmen diagnostik peragaan: Guru mendemonstrasikan pola 'prok - prok prok' (1 tepuk tangan lalu 2 tepuk tangan berurutan) dan meminta murid menirukannya secara langsung. Acuan jawaban benar: murid menghasilkan bunyi tepuk tangan 1 kali, jeda singkat, diikuti tepuk tangan 2 kali.
Proses:- Asesmen formatif unjuk kerja menirukan 3 pola bunyi secara berurutan: (1) Pola 1: 'prok - prok prok - prok - prok prok' (1 tepuk, 2 tepuk, 1 tepuk, 2 tepuk); (2) Pola 2: 'duk duk - prok - duk duk - prok' (2 ketuk meja, 1 tepuk tangan, 2 ketuk meja, 1 tepuk tangan); (3) Pola 3: 'plak - prok - duk - plak - prok - duk' (1 tepuk paha, 1 tepuk tangan, 1 ketuk meja, 1 tepuk paha, 1 tepuk tangan, 1 ketuk meja). Acuan penilaian: ketepatan menirukan urutan dan jenis bunyi pada ketiga butir pola tersebut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir peragaan: Guru mendemonstrasikan pola bunyi penutup 'prok - duk - prok - duk' (tepuk tangan, ketuk meja, tepuk tangan, ketuk meja) dan meminta murid menirukannya kembali secara tepat (acuan: urutan bunyi tepuk tangan lalu ketuk meja sebanyak 2 siklus pengulangan).
Formatif:- Unjuk kerja menirukan pola bunyi dan suara tepukan secara langsung berdasarkan demonstrasi guru
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Meniru Pola Bukan Bilangan Berupa Bunyi dan Suara Tepukan | Belum mampu menirukan pola bunyi dan suara tepukan sesuai urutan yang diperagakan, atau hanya meniru bunyi acak (0 dari 3 butir tepat). | Mampu menirukan 1 dari 3 butir pola bunyi/suara tepukan secara tepat sesuai acuan demonstrasi guru. | Mampu menirukan 2 dari 3 butir pola bunyi/suara tepukan secara tepat sesuai acuan demonstrasi guru secara mandiri. | Mampu menirukan seluruh (3 dari 3) butir pola bunyi/suara tepukan secara tepat sesuai acuan demonstrasi guru secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah peragaan pola bunyi dan tepukan tangan sudah cukup jelas untuk didengar dan ditiru seluruh murid?
- Bagaimana pengelolaan kelas agar suara tepukan murid tetap teratur dan fokus selama kegiatan berlangsung?
Murid:- Pola suara atau tepukan mana yang paling mudah kamu tiru hari ini?
- Apakah kamu berhasil meniru semua urutan bunyi yang dicontohkan guru tanpa salah urutan?
Pertemuan 6 — Meniru Pola Bukan Bilangan Berupa Susunan Gambar dan Warna — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.3 Meniru pola bukan bilangan berupa gambar, warna, dan bunyi/suara
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal dengan menunjukkan kartu berpola bentuk: Segitiga - Persegi - Segitiga - Persegi di papan tulis, lalu meminta murid memilih satu set kartu replika yang sama persis dari dua pilihan (Pilihan A: Segitiga - Persegi - Segitiga - Persegi; Pilihan B: Segitiga - Segitiga - Persegi - Persegi; acuan jawaban benar: Pilihan A) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu meniru susunan pola gambar dan warna secara tepat menggunakan kartu konkret (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan susunan pola gambar di papan flanel: Apel - Jeruk - Apel - Jeruk, kemudian murid mengamati keteraturan susunan tersebut secara saksama (5 menit).
- Guru mencontohkan cara meniru pola gambar tersebut langkah demi langkah di meja peraga menggunakan kartu replika yang identik (Apel - Jeruk - Apel - Jeruk) (5 menit).
- Guru mendemonstrasikan peniruan pola warna menggunakan balok warna dengan susunan: Merah - Kuning - Biru - Merah - Kuning - Biru di depan kelas (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan 'Tiru Polaku' secara berpasangan gembira: Murid A menyusun kartu pola dan Murid B meniru susunan yang sama persis secara bergantian (10 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja 'Meniru Pola Gambar dan Warna' berisi 3 tantangan peniruan konkret menggunakan stiker/potongan kertas: Tantangan 1 (Bintang - Bulan - Bintang - Bulan), Tantangan 2 (Kancing Merah - Kancing Biru - Kancing Merah - Kancing Biru), dan Tantangan 3 (Bunga - Daun - Bunga - Daun; acuan: murid menempelkan susunan yang identik persis dengan model soal) (10 menit).
- Murid mengerjakan peniruan ketiga susunan pola secara mandiri di meja masing-masing sambil dipantau oleh guru (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tiruan susunan gambar dan warnanya dengan mencocokkan langsung kartu tiruan di bawah kartu contoh model (5 menit).
- Murid menyimpulkan bahwa meniru pola berarti menyusun gambar atau warna dalam urutan yang sama persis tanpa ada yang tertukar (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil karya tiruan pola gambar dan warna murid di kelas (4 menit).
- Guru bersama murid merapikan perlengkapan kartu dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pola 2 elemen berulang sederhana (A-B-A-B), sedangkan murid yang cepat diberikan pola 3 elemen berulang (A-B-C-A-B-C).
- Proses: Murid yang masih ragu meniru dengan menempelkan kartu tepat di atas kartu contoh (metode overlay), sedangkan murid mandiri meniru di baris terpisah di bawahnya.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan meniru 2 susunan pola gambar/warna dengan benar; murid mahir meniru 3 susunan pola gambar dan warna secara tepat dan mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Memilih kartu pola tiruan yang sama persis dengan contoh guru di papan tulis: Contoh Segitiga - Persegi - Segitiga - Persegi. Pilihan A: Segitiga - Persegi - Segitiga - Persegi; Pilihan B: Segitiga - Segitiga - Persegi - Persegi (Acuan jawaban benar: Pilihan A).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid meniru 3 susunan pola pada Lembar Kerja: (1) Pola Bintang - Bulan - Bintang - Bulan; (2) Pola Kancing Merah - Kancing Biru - Kancing Merah - Kancing Biru; (3) Pola Bunga - Daun - Bunga - Daun. Acuan: susunan tiruan murid wajib identik urutannya dengan model contoh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri: murid meniru 1 pola warna yang ditunjukkan guru di akhir sesi, yaitu Lingkaran Kuning - Lingkaran Hijau - Lingkaran Kuning - Lingkaran Hijau (Acuan: urutan tiruan murid adalah Lingkaran Kuning - Lingkaran Hijau - Lingkaran Kuning - Lingkaran Hijau).
Formatif:- Unjuk kerja meniru susunan pola gambar dan pola warna menggunakan kartu konkret pada lembar kerja.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Meniru Pola Gambar dan Warna | Belum mampu meniru susunan pola gambar maupun pola warna (0 dari 3 tantangan benar) meskipun dengan bimbingan. | Mampu meniru 1 dari 3 susunan pola gambar atau warna secara tepat dengan bantuan guru. | Mampu meniru 2 dari 3 susunan pola gambar dan warna secara tepat dan mandiri. | Mampu meniru seluruhnya (3 dari 3 susunan: Bintang-Bulan, Kancing Merah-Biru, dan Bunga-Daun) secara tepat, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar dan potongan warna konkret efektif memfasilitasi murid dalam melatih keterampilan meniru pola?
- Bagian mana dari kegiatan meniru susunan pola yang dirasa paling menantang bagi sebagian murid?
Murid:- Susunan pola gambar atau warna apa yang paling kamu sukai saat kamu tirukan tadi?
- Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat meniru urutan warna kartu?
Pertemuan 7 — Melanjutkan Pola Bukan Bilangan Berupa Gambar, Warna, dan Bunyi/Suara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.4 Melanjutkan pola bukan bilangan berupa gambar, warna, dan bunyi/suara berdasarkan urutan keteraturan yang ada
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal secara klasikal dengan memperagakan pola bunyi ketukan: meja-tepuk-meja-tepuk, lalu meminta murid menyebutkan bunyi berikutnya (acuan jawaban benar: meja) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan dan melanjutkan pola bukan bilangan berupa gambar, warna, dan bunyi/suara (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati papan tulis yang menampilkan 3 deret pola bukan bilangan: (1) Pola gambar: segitiga - lingkaran - segitiga - lingkaran - [ ... ]; (2) Pola warna lingkaran: merah - kuning - hijau - merah - kuning - [ ... ]; (3) Pola simbol bunyi: tepuk tangan (Prok) - hentak kaki (Duk) - Prok - Duk - [ ... ] (7 menit).
- Murid bersama guru mencermati bagian yang berulang pada masing-masing deret untuk menentukan kelanjutannya secara tepat (acuan: 1. segitiga; 2. hijau; 3. Prok) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan 'Lanjutkan Bunyiku': guru membunyikan urutan suara instrumen ritmis sederhana (tepuk paha - tepuk meja - petik jari - tepuk paha - tepuk meja), kemudian murid secara serempak melanjutkan 1 bunyi berikutnya (acuan: petik jari) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan melanjutkan 3 pola bukan bilangan: (1) Pola gambar: bintang - hati - bintang - hati - [ ... ]; (2) Pola warna kotak: biru - merah - biru - merah - [ ... ]; (3) Pola suara: siul - tepuk - tepuk - siul - tepuk - [ ... ] (acuan jawaban: 1. bintang; 2. biru; 3. tepuk) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa jawaban latihan mandiri dengan mencocokkan pola pengulangan yang mendasarinya (7 menit).
- Murid mengutarakan cara berpikir mereka dalam menemukan elemen berikutnya pada pola gambar, warna, dan bunyi yang telah diselesaikan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas keberhasilan murid mengenali dan melanjutkan pola gambar, warna, serta bunyi (5 menit).
- Guru menutup pertemuan pembelajaran hari ini dengan doa bersama dan salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan deret pola 2 elemen berulang (A-B-A-B) untuk murid yang butuh bimbingan, dan pola 3 elemen berulang (A-B-C-A-B-C) atau pola bertingkat untuk murid yang cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bantuan dengan alat bantu visual kartu bergambar konkret, sedangkan murid mahir langsung menyelesaikan tantangan lembar kerja secara mandiri.
- Produk: Murid dapat melanjutkan pola dengan menggambar simbol, menempel warna, atau memperagakan bunyi kelanjutannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat: Guru membunyikan pola meja-tepuk-meja-tepuk dan meminta murid menentukan 1 bunyi berikutnya (acuan benar: meja).
Proses:- Pemeriksaan lembar latihan mandiri kelanjutan 3 pola bukan bilangan: (1) Pola gambar: bintang - hati - bintang - hati - [bintang]; (2) Pola warna: biru - merah - biru - merah - [biru]; (3) Pola bunyi: siul - tepuk - tepuk - siul - tepuk - [tepuk].
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Menentukan 1 kelanjutan dari pola gambar apel - jeruk - apel - jeruk - [ ... ] (acuan benar: apel).
Formatif:- Pengamatan kinerja saat permainan 'Lanjutkan Bunyiku' dan pemeriksaan hasil lembar latihan melanjutkan 3 pola bukan bilangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melanjutkan pola bukan bilangan (gambar, warna, dan bunyi/suara) | Belum mampu melanjutkan pola gambar, warna, maupun bunyi/suara (0 dari 3 butir tepat). | Mampu melanjutkan 1 dari 3 jenis pola bukan bilangan (gambar, warna, atau bunyi/suara) dengan tepat. | Mampu melanjutkan 2 dari 3 jenis pola bukan bilangan (gambar, warna, atau bunyi/suara) dengan tepat. | Mampu melanjutkan seluruh (3 dari 3) pola bukan bilangan berupa gambar, warna, dan bunyi/suara secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat mengidentifikasi unsur pengulangan sebelum menentukan kelanjutan pola?
- Media atau aktivitas ritmis apa yang paling efektif membantu murid memahami kelanjutan pola bunyi?
Murid:- Pola mana yang paling mudah kamu lanjutkan: pola gambar, warna, atau bunyi/suara?
- Bagaimana caramu menebak bunyi atau gambar apa yang datang berikutnya?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menentukan posisi benda terhadap benda lain (kanan, kiri, depan, belakang, bawah, atas) menggunakan benda konkret di sekitar
- TP 2.4.2 Mengenali pola bukan bilangan melalui gambar dan warna secara tepat
- TP 2.4.3 Meniru pola bukan bilangan berupa gambar, warna, dan bunyi/suara
- TP 2.4.4 Melanjutkan pola bukan bilangan berupa gambar, warna, dan bunyi/suara berdasarkan urutan keteraturan yang ada
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama untuk menyiapkan suasana belajar yang tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini, yaitu melaksanakan asesmen sumatif bab untuk menunjukkan kemampuan menentukan posisi benda serta mengenali, meniru, dan melanjutkan pola bukan bilangan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar kerja asesmen visual serta menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian A (posisi benda) dan Bagian B (mengenali dan melanjutkan pola gambar/warna), serta menjelaskan mekanisme penilaian unjuk kerja pola ketukan bunyi serentak per kelompok meja (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan penugasan lembar kerja bergambar serentak secara mandiri selama 40 menit: Bagian A menentukan posisi benda pada gambar lembar kerja: (1) melingkari benda di atas meja (pilihan: bola di atas meja vs sepatu di bawah meja; acuan: bola); (2) memberi tanda centang pada benda di bawah kursi (pilihan: tas di bawah kursi vs buku di atas kursi; acuan: tas); (3) melingkari benda di depan lemari (pilihan: kotak di depan lemari vs sapu di belakang lemari; acuan: kotak); (4) memberi tanda silang pada benda di belakang pintu (pilihan: payung di belakang pintu vs sandal di depan pintu; acuan: payung); (5) melingkari benda di sebelah kanan pot bunga (pilihan: batu di kanan pot vs ember di kiri pot; acuan: batu); (6) melingkari benda di sebelah kiri pohon (pilihan: kucing di kiri pohon vs sepeda di kanan pohon; acuan: kucing). Bagian B mengenali dan melanjutkan pola gambar dan warna: (7) mengenali inti pengulangan pola gambar segitiga-lingkaran-segitiga-lingkaran dengan melingkari 1 kelompok bentuk berulang (acuan: melingkari pasangan bentuk segitiga dan lingkaran); (8) mengenali inti pola warna merah-kuning-merah-kuning dengan melingkari 1 kelompok warna berulang (acuan: melingkari pasangan warna merah dan kuning); (9) melanjutkan pola gambar bintang-bulan-bintang-bulan-[...] dengan menggambar bentuk berikutnya (acuan: gambar bintang); (10) melanjutkan pola warna persegi: biru-hijau-biru-hijau-[...] dengan mewarnai persegi berikutnya (acuan: warna biru) (40 menit).
- Guru menilai demonstrasi unjuk kerja serentak per kelompok meja (beranggotakan 4-5 murid) secara bergantian dalam 6 putaran cepat selama 15 menit, di mana murid menirukan urutan pola bunyi/suara yang dicontohkan guru: Putaran kelompok 1-6 menirukan 2 siklus pola ritme serentak: (a) Pola 1: tepuk tangan - tepuk meja - tepuk tangan - tepuk meja (acuan: 4 ketukan tepat bergantian tangan-meja); (b) Pola 2: tepuk tangan - tepuk tangan - tepuk meja - tepuk meja (acuan: 4 ketukan tepat dua kali tangan diikuti dua kali meja) menggunakan lembar cek observasi ketepatan ritme guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja murid, kemudian memfasilitasi murid memeriksa kembali secara hening pengalaman menyelesaikan tugas posisi benda dan pola ritme secara tertib (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 4 (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: guru membacakan ulang kalimat instruksi pada lembar kerja bagi murid yang memerlukan bantuan membaca teks soal tanpa memberi tahu jawaban posisi maupun pola yang benar.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi penugasan lembar aktivitas visual serentak dan unjuk kerja respons gerak-bunyi terpimpin serentak: hasil melingkari/menandai posisi benda, melengkapi serta mewarnai lanjutan pola visual pada lembar kerja, serta ketepatan peragaan meniru pola ketukan bunyi serentak
- penugasan lembar kerja bergambar serentak: lembar kerja murid berisi hasil menandai letak benda (kanan, kiri, depan, belakang, atas, bawah), mengidentifikasi pengulangan pola gambar/warna dengan melingkari inti pola, serta mewarnai dan menggambar objek lanjutan dari pola yang disediakan (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban visual dan rubrik penilaian lembar kerja)
- demonstrasi unjuk kerja serentak per kelompok meja: peragaan menirukan urutan pola bunyi/suara (tepuk tangan dan tepuk meja) yang dicontohkan guru, dinilai per kelompok meja beranggotakan 4-5 murid secara bergantian dalam 6 putaran cepat (25 menit; kelompok; instrumen: lembar cek observasi ketepatan pola ritme)
Sumatif:- kombinasi penugasan lembar aktivitas visual serentak dan unjuk kerja respons gerak-bunyi terpimpin serentak: hasil melingkari/menandai posisi benda, melengkapi serta mewarnai lanjutan pola visual pada lembar kerja, serta ketepatan peragaan meniru pola ketukan bunyi serentak
- penugasan lembar kerja bergambar serentak: lembar kerja murid berisi hasil menandai letak benda (kanan, kiri, depan, belakang, atas, bawah), mengidentifikasi pengulangan pola gambar/warna dengan melingkari inti pola, serta mewarnai dan menggambar objek lanjutan dari pola yang disediakan (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban visual dan rubrik penilaian lembar kerja)
- demonstrasi unjuk kerja serentak per kelompok meja: peragaan menirukan urutan pola bunyi/suara (tepuk tangan dan tepuk meja) yang dicontohkan guru, dinilai per kelompok meja beranggotakan 4-5 murid secara bergantian dalam 6 putaran cepat (25 menit; kelompok; instrumen: lembar cek observasi ketepatan pola ritme)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menentukan Posisi Benda (TP 2.4.1: Butir 1-6) | Menentukan dengan tepat 0-2 posisi benda dari 6 butir acuan (bola, tas, kotak, payung, batu, kucing). | Menentukan dengan tepat 3-4 posisi benda dari 6 butir acuan (bola, tas, kotak, payung, batu, kucing). | Menentukan dengan tepat 5 posisi benda dari 6 butir acuan (bola, tas, kotak, payung, batu, kucing). | Menentukan dengan tepat seluruh 6 posisi benda sesuai acuan (1=bola di atas meja, 2=tas di bawah kursi, 3=kotak di depan lemari, 4=payung di belakang pintu, 5=batu di sebelah kanan pot, 6=kucing di sebelah kiri pohon). | | Mengenali Pola Bukan Bilangan (TP 2.4.2: Butir 7-8) | Belum tepat melingkari kelompok pengulangan bentuk maupun warna pada 2 butir acuan. | Mengenali dan melingkari dengan tepat 1 dari 2 kelompok acuan pola pengulangan (pasangan segitiga-lingkaran ATAU pasangan merah-kuning). | Mengenali dan melingkari dengan tepat kedua kelompok acuan pola pengulangan (pasangan segitiga-lingkaran DAN pasangan merah-kuning) namun garis lingkari masih kurang rapi. | Mengenali dan melingkari dengan tepat dan cermat kedua kelompok pengulangan sesuai acuan (butir 7: pasangan bentuk segitiga-lingkaran; butir 8: pasangan warna merah-kuning). | | Meniru Pola Bunyi/Suara (TP 2.4.3: Peragaan Kelompok) | Belum mampu menirukan urutan ketukan bunyi tepuk tangan dan meja pada kedua pola acuan ritme. | Mampu menirukan urutan ketukan bunyi dengan tepat hanya pada 1 pola acuan ritme (Pola 1 ATAU Pola 2). | Mampu menirukan urutan ketukan bunyi pada kedua pola acuan ritme (Pola 1: tangan-meja-tangan-meja dan Pola 2: tangan-tangan-meja-meja) dengan 1 kali ketukan jeda/keliru. | Mampu menirukan seluruh urutan ketukan bunyi secara tepat dan serentak sesuai acuan (Pola 1: tepuk tangan-tepuk meja-tepuk tangan-tepuk meja; Pola 2: tepuk tangan-tepuk tangan-tepuk meja-tepuk meja) tanpa kesalahan ritme. | | Melanjutkan Pola Gambar dan Warna (TP 2.4.4: Butir 9-10) | Belum tepat menggambar dan mewarnai objek lanjutan pola pada butir 9 dan butir 10. | Melanjutkan pola dengan tepat pada 1 dari 2 butir acuan (menggambar bentuk bintang pada butir 9 ATAU mewarnai persegi dengan warna biru pada butir 10). | Melanjutkan pola dengan tepat pada kedua butir acuan (menggambar bintang dan mewarnai biru) namun bentuk gambar bintang belum proporsional. | Melanjutkan pola dengan tepat dan jelas pada kedua butir sesuai acuan (butir 9: menggambar bentuk bintang; butir 10: mewarnai bidang persegi dengan warna biru). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk lembar kerja dan 15 menit untuk unjuk kerja bunyi per kelompok meja berjalan efektif dan tertib?
- Bagian mana dari konsep posisi benda atau pola bukan bilangan yang masih memerlukan penguatan sebelum berlanjut ke bab berikutnya?
Murid:- Soal manakah pada lembar kerja yang paling mudah kamu selesaikan hari ini?
- Apakah kamu merasa percaya diri saat menirukan pola tepukan tangan dan meja di depan guru bersama teman satu mejamu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Bab 4
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Bab 4
- Benda-benda konkret di ruang kelas: meja, kursi, papan tulis, tas, buku, tempat pensil, bola plastik, botol minum
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 4)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 4 Halaman 104-107)
- Benda-benda konkret di kelas (buku tulis, pensil, penghapus, rautan, botol minum, kotak pensil)
- Pita penanda warna (merah untuk tangan kanan, biru untuk tangan kiri)
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022)
- Kartu gambar aneka bentuk (lingkaran, segitiga, segiempat, bintang, hati, awan, bulan)
- Lembar Kerja Murid (LKM) 'Detektif Pola Bentuk'
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Kartu lingkaran dan kancing aneka warna (merah, kuning, biru, hijau, ungu, jingga, putih, hitam, abu-abu)
- Media suara/bunyi konkret (tepukan tangan, tepukan paha, dan ketukan meja di ruang kelas)
- Set kartu gambar (bintang, bulan, bunga, daun, apel, jeruk) dan kartu warna konkret (merah, kuning, biru, hijau)
- Kartu bentuk geometris bergambar (bintang, hati, segitiga, lingkaran), kartu warna, dan instrumen bunyi ritmis (tepukan tangan, ketukan meja).
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Visual Bab 4 (posisi benda dan pola gambar/warna)
- Lembar Observasi Peragaan Ketukan Ritme Pola Bunyi Guru
- Pensil warna/krayon dan meja kelas untuk peragaan bunyi ketukan
|