Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Ciri-Ciri Bangun Ruang: Permukaan Datar dan Lengkung

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Ciri-Ciri Bangun Ruang: Permukaan Datar dan Lengkung". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Ciri-Ciri Bangun Ruang: Permukaan Datar dan Lengkung

Matematika - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Ciri-Ciri Bangun Ruang: Permukaan Datar dan Lengkung

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikCiri-Ciri Bangun Ruang: Permukaan Datar dan Lengkung
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membedakan bangun ruang yang memiliki permukaan datar (kubus, balok) dan permukaan lengkung (kerucut, bola) berdasarkan eksplorasi benda di sekitar
  2. Murid dapat menjelaskan alasan mengapa bangun ruang tertentu dapat menggelinding dan bangun ruang lain tidak dapat menggelinding

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Benda apa saja di kelas kita yang bisa kita gelindingkan?
  2. Mengapa bola bisa menggelinding tapi kotak pensil tidak bisa?
  3. Apa yang kalian rasakan saat menyentuh permukaan kardus dan permukaan bola?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid bernyanyi atau melakukan ice breaking sederhana untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (5 menit)
  • Guru menunjukkan beberapa benda konkret: kubus rubik, kotak tisu, bola plastik, topi ulang tahun berbentuk kerucut
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Benda mana yang bisa menggelinding? Mengapa?
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: Hari ini kita akan mencari tahu rahasia benda yang bisa menggelinding dan yang tidak bisa menggelinding

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati benda-benda di sekitar kelas: kotak pensil, buku, penghapus berbentuk balok, bola, kaleng minuman
  • Murid diminta menyentuh permukaan benda-benda tersebut satu per satu dan merasakan: apakah permukaannya datar atau lengkung?
  • Guru memandu diskusi kelas: Apa yang kalian rasakan saat menyentuh kotak pensil? Bagaimana dengan bola?
  • Guru mengenalkan istilah permukaan datar dan permukaan lengkung dengan menunjukkan contoh konkret
  • Guru menjelaskan bahwa bangun ruang dengan permukaan datar contohnya kubus dan balok, sedangkan bangun ruang dengan permukaan lengkung contohnya bola dan kerucut

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 anak per kelompok)
  • Setiap kelompok mendapat 5-6 benda berbentuk bangun ruang: kubus, balok, bola, kerucut, dan tabung
  • Murid melakukan eksperimen menggelindingkan setiap benda di atas meja atau lantai yang datar
  • Murid mencatat hasil pengamatan dalam tabel sederhana: benda apa, bisa menggelinding atau tidak, jenis permukaan (datar/lengkung)
  • Murid mengamati bahwa benda dengan permukaan lengkung (bola, kerucut, tabung) dapat menggelinding, sedangkan benda dengan permukaan datar saja (kubus, balok) tidak bisa menggelinding
  • Guru berkeliling membimbing kelompok yang membutuhkan bantuan dengan pertanyaan pengarah: Coba perhatikan bagian bawah benda ini, apakah datar atau lengkung?

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan mereka di depan kelas
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: Mengapa bola bisa menggelinding? Apa yang membuatnya berbeda dari kubus?
  • Murid menyimpulkan bersama: benda yang memiliki permukaan lengkung dapat menggelinding karena tidak ada sudut yang menahan, sedangkan benda dengan permukaan datar tidak bisa menggelinding karena ada sudut yang menjadi penahan
  • Murid diminta menyebutkan contoh benda lain di rumah atau sekolah yang memiliki permukaan datar dan lengkung
  • Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok dan merayakan proses belajar yang telah dilakukan

Penutup:

  • Guru membimbing murid membuat kesimpulan: bangun ruang dibedakan berdasarkan permukaannya, ada yang datar (kubus, balok) dan ada yang lengkung (bola, kerucut)
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada murid: Apa yang paling menarik dari kegiatan hari ini? Apa yang masih membingungkan?
  • Murid mengerjakan lembar kerja individu sederhana untuk mengelompokkan gambar benda ke dalam kategori permukaan datar dan permukaan lengkung
  • Guru memberikan umpan balik positif dan memotivasi murid untuk terus mengamati benda-benda di sekitar
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bersyukur atas kesempatan belajar hari ini

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat: tambahkan eksplorasi tabung (memiliki permukaan datar dan lengkung). Untuk murid yang lambat: fokus pada 2 jenis bangun ruang saja (kubus dan bola)
  • Proses: Murid yang cepat dapat bekerja lebih mandiri dan mencatat hasil dengan kalimat lengkap. Murid yang lambat mendapat bimbingan guru lebih intensif dan menggunakan tabel bergambar untuk mencatat
  • Produk: Murid yang cepat membuat poster sederhana yang mengelompokkan benda berdasarkan permukaan. Murid yang lambat cukup menempelkan gambar benda pada kolom yang sesuai di lembar kerja

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan: Siapa yang pernah bermain bola? Apakah bola bisa menggelinding? Bagaimana dengan kotak mainan?
  • Guru meminta 2-3 murid menunjukkan benda di kelas yang menurutnya bisa menggelinding

Proses:

  • Observasi kemampuan murid membedakan permukaan datar dan lengkung saat menyentuh benda
  • Observasi kolaborasi dalam kelompok saat melakukan eksperimen
  • Mendengarkan penjelasan murid tentang hasil pengamatan: apakah mereka bisa menghubungkan jenis permukaan dengan kemampuan menggelinding
  • Mengamati catatan hasil eksperimen dalam tabel

Akhir:

  • Lembar kerja individu: murid mengelompokkan 10 gambar benda (kubus, balok, bola, kerucut, kotak susu, jeruk, dadu, topi pesta, buku, kaleng) ke dalam 2 kolom: permukaan datar dan permukaan lengkung
  • Pertanyaan terbuka tertulis atau lisan: Mengapa bola bisa menggelinding tetapi kotak tidak bisa? (murid menjawab dengan bahasa mereka sendiri)
  • Guru melakukan penilaian rubrik berdasarkan ketepatan pengelompokan dan kemampuan menjelaskan alasan

Formatif:

  • Observasi saat murid melakukan eksperimen menggelindingkan benda
  • Tanya jawab selama diskusi kelas tentang perbedaan permukaan datar dan lengkung
  • Mengamati kemampuan murid mengelompokkan benda berdasarkan jenis permukaan

Sumatif:

  • Lembar kerja individu: mengelompokkan 8-10 gambar benda ke dalam kategori permukaan datar dan permukaan lengkung
  • Tes lisan sederhana: murid menjelaskan mengapa benda tertentu bisa atau tidak bisa menggelinding

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan permukaan datar dan lengkungMurid belum dapat membedakan permukaan datar dan lengkung, masih kesulitan mengelompokkan bendaMurid dapat membedakan permukaan datar dan lengkung dengan bantuan guru, mengelompokkan 3-4 benda dengan benarMurid dapat membedakan permukaan datar dan lengkung secara mandiri, mengelompokkan 5-7 benda dengan benarMurid dapat membedakan permukaan datar dan lengkung dengan sangat baik, mengelompokkan 8-10 benda dengan benar dan dapat menyebutkan contoh lain
Menjelaskan alasan benda dapat menggelindingMurid belum dapat menjelaskan mengapa benda bisa atau tidak bisa menggelindingMurid dapat menyebutkan bahwa benda bulat bisa menggelinding tetapi belum menghubungkan dengan jenis permukaanMurid dapat menjelaskan bahwa benda dengan permukaan lengkung dapat menggelinding, benda dengan permukaan datar tidak bisa menggelindingMurid dapat menjelaskan dengan detail bahwa permukaan lengkung membuat benda mudah bergerak menggelinding karena tidak ada sudut yang menahan, dan dapat memberikan contoh konkret
Kemandirian dalam eksplorasiMurid sangat bergantung pada bimbingan guru, belum berani mencoba sendiriMurid mulai mencoba melakukan eksplorasi dengan bimbingan minimalMurid dapat melakukan eksplorasi secara mandiri dan mencatat hasil pengamatanMurid melakukan eksplorasi secara mandiri, mencatat hasil dengan rapi, dan mengajukan pertanyaan lanjutan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan eksplorasi?
  • Apakah waktu yang dialokasikan cukup untuk semua tahap pembelajaran?
  • Strategi diferensiasi apa yang paling efektif untuk kelas ini?
  • Apakah ada murid yang membutuhkan bimbingan tambahan untuk memahami konsep permukaan datar dan lengkung?
  • Bagaimana cara membuat pembelajaran ini lebih menggembirakan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari belajar hari ini?
  • Apa yang kamu pelajari tentang bentuk benda di sekitar kita?
  • Benda apa yang paling menarik saat kamu mencoba menggelindingkannya? Mengapa?
  • Apa yang masih membuat kamu bingung?
  • Benda apa lagi di rumahmu yang ingin kamu coba gelindingkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka, Bab 3 halaman 90-93
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka, Bab 3 halaman 91
  3. Benda konkret: kubus kayu/plastik, balok kayu/kotak, bola plastik, kerucut (topi ulang tahun), tabung (kaleng minuman)
  4. Lembar kerja bergambar untuk mengelompokkan benda
  5. Tabel pengamatan sederhana untuk mencatat hasil eksperimen
  6. Benda-benda di sekitar kelas: kotak pensil, buku, penghapus, bola, penggaris

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.