MODUL AJAR Matematika — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 3 — Bentuk di Sekitar Kita INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Bentuk di Sekitar Kita |
|---|
| Alokasi Waktu | 20 JP (20 x 35 menit = 700 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.3.1 Mengidentifikasi berbagai bangun datar berupa segitiga, segiempat, segi banyak, dan lingkaran
- TP 2.3.2 Melakukan dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar menjadi beberapa bangun datar lain
- TP 2.3.3 Melakukan komposisi (penyusunan) beberapa bangun datar untuk menghasilkan bentuk segitiga, segiempat, dan segi banyak
- TP 2.3.4 Mengidentifikasi bangun ruang berupa balok, kubus, kerucut, dan bola
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa perbedaan bentuk permukaan buku tulis dengan permukaan potongan pizza yang runcing?
- Bagaimana caramu mengenali apakah suatu bentuk kertas adalah segitiga atau segiempat?
- Pernahkah kalian melihat bentuk sarang lebah atau permukaan uang koin di sekitar kalian?
- Apa bedanya bentuk yang memiliki banyak garis lurus dengan bentuk yang permukaannya melengkung bundar?
- Jika kita menarik satu garis lurus membelah sebuah persegi dari sudut ke sudut, bentuk bangun datar baru apa saja yang terbentuk?
- Apakah bangun segiempat dan segi banyak bisa kita potong-potong sehingga semuanya berubah menjadi segitiga?
- Jika kita memotong sebuah bentuk trapesium atau segi lima dengan satu atau dua garis lurus, bangun datar apa saja yang bisa terbentuk?
- Apakah bentuk bangun datar yang sama bisa dipotong/diurai menjadi potongan-potongan yang berbeda?
- Jika kita menggabungkan dua potongan segitiga sama kaki yang berukuran sama pada sisi miringnya, bentuk baru apa yang akan terbentuk?
- Bagaimana cara menyusun potongan-potongan kertas kecil berbentuk segitiga dan persegi agar membentuk bangun segitiga yang lebih besar atau persegi panjang?
- Bagaimana cara kita menyusun beberapa potongan segitiga dan persegi agar membentuk bangun datar segi banyak yang memiliki 5 atau 6 sisi?
- Jika kita menggabungkan 1 persegi dan 1 segitiga pada salah satu sisinya yang sama panjang, bentuk segi banyak apa yang akan terbentuk?
- Benda apa saja di ruang kelas kita yang permukaannya datar dan tidak bisa menggelinding?
- Mengapa bola kasti bisa menggelinding di lantai sedangkan kotak kapur tidak bisa menggelinding?
- Apa perbedaan bentuk antara kotak pensil dan topi ulang tahun?
- Bagaimana cara kita mengetahui apakah suatu bentuk termasuk segitiga, segiempat, segi banyak, atau lingkaran?
- Bentuk bangun datar apa saja yang bisa dihasilkan jika kita menyusun atau memotong bangun datar lain?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Bentuk Bangun Datar Segitiga dan Segiempat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Mengidentifikasi berbagai bangun datar berupa segitiga, segiempat, segi banyak, dan lingkaran
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan dua kartu gambar: Kartu A (gambar segitiga) dan Kartu B (gambar segiempat/persegi), lalu meminta murid menunjuk mana yang memiliki 3 sisi lurus dan mana yang 4 sisi lurus (acuan: Kartu A = 3 sisi lurus/segitiga, Kartu B = 4 sisi lurus/segiempat) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi bangun datar segitiga dan segiempat berdasarkan bentuk dan banyak sisinya (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menempelkan potongan karton besar bentuk segitiga dan segiempat di papan tulis, lalu memandu murid meraba dan menghitung bersama jumlah sisi lurus serta titik sudutnya (acuan: segitiga memiliki 3 sisi lurus dan 3 sudut; segiempat memiliki 4 sisi lurus dan 4 sudut) (10 menit).
- Murid mengamati benda-benda konkret di ruang kelas (penggaris segitiga, permukaan meja, buku, kertas lipat) dan mengidentifikasi bentuk bangun datarnya (acuan: penggaris segitiga = segitiga; permukaan meja dan buku = segiempat) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Tebak Kantong Bentuk': murid mengambil satu per satu 6 kartu gambar bangun datar dari kantong lalu mengelompokkannya ke wadah 'Segitiga' atau 'Segiempat' (daftar 6 kartu: [1] segitiga sama sisi, [2] segitiga siku-siku, [3] segitiga sembarang, [4] persegi, [5] persegi panjang, [6] trapesium; acuan pengelompokan: wadah Segitiga = kartu 1, 2, 3; wadah Segiempat = kartu 4, 5, 6) (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan identifikasi berisi 6 gambar bangun datar untuk dilingkari atau diberi label 'segitiga' (gambar 1, 3, 5) atau 'segiempat' (gambar 2, 4, 6) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa hasil pengelompokan kartu gambar dan lembar latihan dengan mencocokkan jumlah sisi pada masing-masing gambar (acuan: 3 sisi lurus = segitiga, 4 sisi lurus = segiempat) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa segitiga adalah bangun datar dengan 3 sisi lurus dan segiempat adalah bangun datar dengan 4 sisi lurus (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas kerja sama murid dan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan model bangun datar konkret tebal dari karton/busa bagi murid yang membutuhkan rabaan fisik untuk menghitung sisi.
- Proses: Bagi murid yang masih keliru menghitung sisi diberikan bimbingan perancah (scaffolding) dengan menandai tiap sisi menggunakan stiker warna; bagi murid yang cepat diberikan kartu bentuk segiempat tak beraturan dan segitiga tumpul untuk dihitung sisinya.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi bangun datar dengan menempel kartu pada kolom yang tepat atau menyebutkan langsung secara lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 kartu: Kartu A (segitiga) dan Kartu B (segiempat). Pertanyaan: 'Manakah bentuk yang sisinya ada 3 dan manakah yang sisinya ada 4?' (acuan: Kartu A = 3 sisi/segitiga; Kartu B = 4 sisi/segiempat).
Proses:- Pengamatan keterlibatan berpasangan saat memilah 6 kartu bangun datar: Kartu 1 (segitiga sama sisi), Kartu 2 (segitiga siku-siku), Kartu 3 (segitiga sembarang), Kartu 4 (persegi), Kartu 5 (persegi panjang), Kartu 6 (trapesium) ke dalam kotak Segitiga (1, 2, 3) dan Segiempat (4, 5, 6).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di lembar latihan: Murid mengidentifikasi 6 gambar bangun datar (Gambar 1: segitiga sama kaki, Gambar 2: persegi panjang, Gambar 3: segitiga siku-siku, Gambar 4: trapesium, Gambar 5: segitiga sembarang, Gambar 6: jajar genjang). Acuan jawaban benar: Segitiga = Gambar 1, 3, 5; Segiempat = Gambar 2, 4, 6.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan 'Tebak Kantong Bentuk' mengelompokkan 6 kartu gambar segitiga dan segiempat
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri mengidentifikasi 6 bangun datar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi bangun datar segitiga dan segiempat | Belum mampu mengidentifikasi bangun datar segitiga dan segiempat (benar kurang dari 3 dari 6 gambar pada lembar latihan acuan: 1, 3, 5 = segitiga; 2, 4, 6 = segiempat) meski dengan bimbingan. | Mampu mengidentifikasi 3-4 dari 6 gambar bangun datar segitiga dan segiempat sesuai acuan (Gambar 1, 3, 5 = segitiga; Gambar 2, 4, 6 = segiempat) dengan bantuan guru. | Mampu mengidentifikasi 5 dari 6 gambar bangun datar segitiga dan segiempat sesuai acuan (Gambar 1, 3, 5 = segitiga; Gambar 2, 4, 6 = segiempat) secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh (6 dari 6) gambar bangun datar segitiga dan segiempat sesuai acuan (Gambar 1, 3, 5 = segitiga; Gambar 2, 4, 6 = segiempat) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media konkret kartu dan karton bangun datar membantu murid membedakan segitiga dan segiempat?
- Bagian mana dari kegiatan berpasangan yang paling efektif melatih penalaran kritis murid dalam menghitung sisi?
Murid:- Bentuk bangun datar apa saja yang kamu temukan di dalam kelas hari ini?
- Bagaimana caramu membedakan bentuk segitiga dengan bentuk segiempat saat melihat sebuah gambar?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Bentuk Bangun Datar Segi Banyak dan Lingkaran — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Mengidentifikasi berbagai bangun datar berupa segitiga, segiempat, segi banyak, dan lingkaran
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali bentuk segitiga dan segiempat yang dipelajari di pertemuan sebelumnya, lalu menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu mengenali bentuk segi banyak (segi lima dan segi enam) serta lingkaran (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 gambar bentuk konkret: (1) permukaan uang logam 500 rupiah dan (2) gambar lubang sarang lebah, kemudian meminta murid mengacungkan tangan untuk menyebutkan ciri garis pembatasnya (acuan jawaban benar: uang logam dibatasi garis lengkung/bundar, sarang lebah dibatasi 6 garis lurus) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memperlihatkan 4 kartu peraga bangun datar di papan tulis: Kartu 1 (Segi lima beraturan), Kartu 2 (Segi enam beraturan), Kartu 3 (Lingkaran sempurna), dan Kartu 4 (Bentuk lengkung tak beraturan/lonjong) (5 menit).
- Bersama guru, murid membilang jumlah sisi lurus pada Kartu 1 (5 sisi lurus = segi lima) dan Kartu 2 (6 sisi lurus = segi enam), serta mengamati Kartu 3 yang dibatasi 1 garis lengkung bundar sempurna (lingkaran), membedakannya dari Kartu 4 (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil berpasangan dan membagikan 'Permainan Detektif Bentuk': setiap pasangan menerima 1 amplop berisi 4 kartu gambar benda konkret yaitu Gambar A (koin uang logam), Gambar B (bunga morning glory 5 kelopak/segi lima), Gambar C (sarang lebah 6 sisi/segi enam), dan Gambar D (tutup toples bulat) (5 menit).
- Murid secara berkelompok memainkan tantangan menjodohkan ke-4 gambar benda tersebut ke dalam kantong papan klasifikasi yang tepat: Kantong Segi Lima, Kantong Segi Enam, atau Kantong Lingkaran (acuan pasangan benar: Gambar A -> Kantong Lingkaran; Gambar B -> Kantong Segi Lima; Gambar C -> Kantong Segi Enam; Gambar D -> Kantong Lingkaran) (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang memuat 4 soal gambar bangun datar acak (Soal 1: bangun segi enam, Soal 2: lingkaran, Soal 3: segi lima, Soal 4: lingkaran) untuk menuliskan nama bentuk dan jumlah sisinya (acuan kunci jawaban: Soal 1 = Segi enam, 6 sisi; Soal 2 = Lingkaran, 1 garis lengkung; Soal 3 = Segi lima, 5 sisi; Soal 4 = Lingkaran, 1 garis lengkung) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil lembar kerja secara langsung dengan mencocokkan jumlah sisi dan bentuk garis pembatas pada setiap soal (5 menit).
- Murid menyampaikan bagian yang dirasa paling mudah atau membingungkan saat membedakan segi lima, segi enam, dan lingkaran berdasarkan ciri garisnya (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merangkum ciri bangun yang dipelajari: segi lima memiliki 5 sisi lurus, segi enam memiliki 6 sisi lurus, dan lingkaran memiliki garis lengkung bundar (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk mengamati benda di rumah dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu rabaan dengan tekstur garis sisi lurus dan lengkung yang jelas; murid yang cepat diberikan gambar pola susunan segi enam dan lingkaran yang lebih variatif.
- Proses: Bimbingan langsung perorangan saat menghitung sisi pada murid yang belum lancar membilang; kerja mandiri penuh bagi murid yang sudah mahir.
- Produk: Murid dapat mengidentifikasi dengan cara menempel kartu nama bangun pada gambar atau menuliskan langsung nama bangun dan jumlah sisinya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 media konkret: (1) koin 500 rupiah dan (2) gambar sarang lebah (acuan jawaban: koin berbentuk bundar/lengkung, lubang sarang lebah memiliki 6 sisi lurus).
Proses:- Penilaian ketepatan menjodohkan 4 kartu gambar benda konkret pada Permainan Detektif Bentuk (acuan: Gambar A koin -> Lingkaran, Gambar B bunga -> Segi lima, Gambar C sarang lebah -> Segi enam, Gambar D tutup toples -> Lingkaran).
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Identifikasi 4 butir: Soal 1 (Segi enam, 6 sisi), Soal 2 (Lingkaran, 1 garis lengkung), Soal 3 (Segi lima, 5 sisi), Soal 4 (Lingkaran, 1 garis lengkung).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup berupa kuis kilat cepat: guru mengangkat 3 kartu bangun datar berturut-turut (Kartu Segi Lima, Kartu Lingkaran, Kartu Segi Enam) dan murid serempak menyebutkan nama bangun serta jumlah sisi lurus/lengkungnya (acuan: Segi lima = 5 sisi lurus; Lingkaran = 1 garis lengkung; Segi enam = 6 sisi lurus).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan pada 'Permainan Detektif Bentuk' dalam mengelompokkan 4 kartu gambar ke kantong bentuk yang tepat
- Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi mandiri berisi 4 butir bangun datar (segi lima, segi enam, dan lingkaran)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan mengidentifikasi bangun datar segi banyak (segi lima dan segi enam) serta lingkaran pada Lembar Kerja Identifikasi (Total 4 butir: Soal 1 Segi enam, Soal 2 Lingkaran, Soal 3 Segi lima, Soal 4 Lingkaran) | Belum tepat mengidentifikasi atau hanya tepat 1 butir dari 4 butir soal yang diberikan. | Tepat mengidentifikasi 2 butir dari 4 butir soal yang diberikan sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi 3 butir dari 4 butir soal yang diberikan sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi seluruh 4 butir soal (segi enam, lingkaran, segi lima, lingkaran) beserta jumlah sisinya secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media konkret gambar uang logam dan sarang lebah mempermudah pemahaman murid mengenai segi banyak dan lingkaran?
- Bagian mana dari langkah identifikasi sisi yang masih membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Bangun datar mana yang paling mudah kamu kenali antara segi lima, segi enam, dan lingkaran?
- Bagaimana caramu membedakan bentuk segi lima dan segi enam?
Pertemuan 3 — Melakukan Dekomposisi Segiempat dan Segi Banyak Menjadi Beberapa Segitiga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.2 Melakukan dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar menjadi beberapa bangun datar lain
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 1 gambar bangun persegi lalu bertanya: 'Jika persegi ini dipotong lurus tepat di garis diagonalnya, akan terurai menjadi berapa segitiga?' (acuan jawaban benar: terurai menjadi 2 segitiga) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan dekomposisi atau penguraian bangun segiempat dan segi banyak menjadi beberapa bangun segitiga (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan penguraian bangun datar menggunakan model kertas karton besar berbentuk persegi panjang di papan tulis, lalu menggambar garis putus-putus lurus diagonal dari satu sudut ke sudut seberang (10 menit).
- Guru menggunting kertas karton tersebut tepat di garis putus-putus dan menunjukkan bahwa 1 persegi panjang telah terurai menjadi 2 bangun datar segitiga (acuan: penguraian 1 segiempat menghasilkan 2 segitiga) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok berpasangan dan menerima lembar peraga berupa pola 3 bangun datar kertas: (1) Bangun A: Jajar genjang (segiempat), (2) Bangun B: Trapesium sama kaki (segiempat), dan (3) Bangun C: Segi lima beraturan (segi banyak) (5 menit).
- Dalam aktivitas tantangan 'Gunting Garis Ajaib', setiap pasangan murid berdiskusi membuat garis lurus pemotong dengan pensil dan penggaris pada ketiga bangun tersebut untuk diurai seluruhnya menjadi segitiga: Bangun A ditarik 1 garis diagonal menjadi 2 segitiga; Bangun B ditarik 2 garis dari sudut atas ke alas menjadi 3 bangun yaitu 2 segitiga dan 1 segiempat, atau ditarik garis lurus diagonal membentuk segitiga; Bangun C ditarik 2 garis dari satu titik sudut ke dua sudut di hadapannya sehingga terurai menjadi 3 segitiga (20 menit).
- Setiap pasangan menggunting bangun sesuai garis yang telah ditarik dan menempelkan potongan-potongan segitiga hasil uraian tersebut pada lembar kerja pembuktian (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya meletakkan hasil tempelan potongan bangun di atas meja, lalu saling mengamati hasil pekerjaan kelompok lain untuk melihat apakah ada cara penarikan garis potong yang berbeda namun tetap menghasilkan bangun segitiga (acuan: jajar genjang dapat dipotong melalui diagonal kiri maupun kanan, keduanya sama-sama menghasilkan 2 segitiga) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan konsep bahwa sebuah segiempat dapat didekomposisi menjadi 2 segitiga melalui garis diagonal, dan segi lima dapat didekomposisi menjadi 3 segitiga (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengurai (dekomposisi) bangun segiempat dan segi banyak menjadi beberapa segitiga melalui penarikan garis lurus dan pemotongan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas keaktifan belajar murid, mengingatkan murid untuk merapikan alat gunting dan kertas, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan bangun datar yang sudah memiliki garis putus-putus penuntun potong, sedangkan murid yang siap diberikan bangun polos tanpa garis bantu.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru saat menarik garis diagonal pada segiempat, sedangkan murid yang cepat ditantang mencari 2 variasi garis potong berbeda pada jajar genjang yang sama untuk menghasilkan segitiga.
- Produk: Semua murid menghasilkan potongan dekomposisi bangun menjadi segitiga; murid cepat menyajikan dekomposisi segi lima menjadi 3 segitiga dengan lebih dari satu variasi titik sudut awal penarikan garis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menggunakan 1 bangun persegi kertas: 'Jika persegi ini dipotong lurus tepat di garis diagonalnya, akan terurai menjadi berapa segitiga?' (acuan jawaban: terurai tepat menjadi 2 segitiga).
Proses:- Formatif unjuk kerja saat kelompok mengurai 3 bangun datar konkret: (1) Bangun A jajar genjang didekomposisi dengan 1 garis potong menjadi 2 segitiga; (2) Bangun B trapesium didekomposisi menjadi segitiga; (3) Bangun C segi lima didekomposisi dengan 2 garis potong dari satu sudut menjadi 3 segitiga (acuan: seluruh potongan akhir terbukti berupa bangun datar segitiga yang memiliki 3 sisi dan 3 sudut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu berupa tugas menggambar garis dekomposisi pada 2 gambar bangun datar di lembar cek: (1) Gambar persegi panjang diminta diurai menjadi 2 segitiga (acuan: menarik 1 garis diagonal dari sudut ke sudut seberang); (2) Gambar segi enam beraturan diminta diurai dari satu titik sudut menjadi beberapa segitiga (acuan: menarik 3 garis lurus dari satu titik sudut ke sudut-sudut lainnya menghasilkan 4 segitiga).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menarik garis potong dan menggunting bangun datar segiempat dan segi banyak menjadi segitiga
- Pemeriksaan lembar kerja penempelan hasil dekomposisi bangun datar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Dekomposisi segiempat menjadi segitiga | Belum mampu menarik garis potong atau mengurai segiempat menjadi segitiga meskipun diberikan bimbingan penuh. | Mampu mengurai segiempat menjadi 2 segitiga dengan bantuan garis putus-putus penuntun. | Mampu mengurai segiempat menjadi 2 segitiga secara mandiri dan tepat melalui penarikan 1 garis diagonal. | Mampu mengurai segiempat menjadi 2 segitiga secara mandiri serta menemukan lebih dari 1 cara penarikan garis diagonal berbeda pada bangun yang sama. | | Dekomposisi segi banyak menjadi beberapa segitiga | Belum mampu mengurai bangun segi banyak (segi lima) menjadi beberapa segitiga meskipun dibimbing. | Mampu mengurai bangun segi banyak menjadi beberapa segitiga dengan bantuan arahan penarikan garis dari guru. | Mampu mengurai bangun segi banyak (segi lima) menjadi 3 segitiga secara mandiri dan tepat melalui penarikan 2 garis lurus dari satu sudut. | Mampu mengurai bangun segi banyak (segi lima dan segi enam) menjadi seluruhnya bangun segitiga secara tepat dan mandiri dari berbagai titik sudut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media manipulatif kertas karton efektif membantu murid memahami konsep dekomposisi bangun datar?
- Apakah alokasi waktu kegiatan menggunting dan menempel sudah efisien dan aman bagi seluruh murid Fase A?
- Bagian mana dari dekomposisi segi banyak yang paling dirasa menantang oleh murid?
Murid:- Bangun datar apa yang paling mudah kamu potong menjadi bentuk segitiga hari ini?
- Apakah kamu merasa senang saat menggunting dan menemukan bentuk segitiga baru dari bangun segiempat dan segi banyak?
Pertemuan 4 — Melakukan Dekomposisi Bangun Datar Kompleks Menjadi Berbagai Bangun Datar Lain — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.2 Melakukan dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar menjadi beberapa bangun datar lain
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan gambar sebuah trapesium di papan tulis, lalu meminta murid menebak bangun datar apa saja yang dihasilkan jika trapesium ditarik garis lurus dari sudut atas ke alas bawah secara tegak (acuan jawaban benar: menghasilkan 1 segitiga siku-siku dan 1 persegi/persegi panjang, atau 2 segitiga dan 1 segiempat bila ditarik dua garis miring) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan peraga karton besar berbentuk bangun datar kompleks, yaitu trapesium sama kaki dan segi lima tak beraturan di papan tulis (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan cara membuat garis putus-putus untuk mengurai trapesium sama kaki menjadi: (Cara 1) 1 persegi panjang dan 2 segitiga; (Cara 2) 2 segitiga (garis diagonal) dan 1 segitiga lagi bila dipotong lanjut, sambil menekankan bahwa satu bangun datar kompleks dapat diurai menjadi beberapa bangun datar lain dengan berbagai cara (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok berpasangan dan membagikan Lembar Kerja Tantangan Gunting Detektif Bangun Datar yang memuat 3 bangun datar kompleks: (1) Trapesium siku-siku, (2) Bangun berbentuk huruf L (segi enam tak beraturan), dan (3) Bangun gabungan rumah (segi lima beraturan) (10 menit).
- Dalam suasana menggembirakan 'Tantangan Detektif Bangun', murid secara berpasangan menggambar garis potong dan menggunting bangun-bangun tersebut untuk membuktikan dekomposisi menjadi bangun datar lain (acuan penguraian benar: (1) Trapesium siku-siku dipotong menjadi 1 persegi panjang dan 1 segitiga siku-siku ATAU menjadi 2 segitiga; (2) Bangun huruf L dipotong menjadi 2 persegi panjang/persegi ATAU 3 persegi kecil; (3) Bangun gabungan rumah dipotong menjadi 1 segitiga di atas dan 1 persegi/persegi panjang di bawah ATAU menjadi 3 segitiga) (30 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses pengerjaan, memberi bimbingan, dan mencatat ketercapaian dekomposisi setiap murid menggunakan lembar observasi asesmen proses (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan pasangan meletakkan hasil potongan bangun datar mereka di atas meja dan saling berkeliling melihat variasi penguraian yang ditemukan teman lain (5 menit).
- Guru memfasilitasi murid merefleksikan bahwa satu bentuk bangun datar kompleks dapat diurai menjadi kombinasi bangun datar yang berbeda-beda tergantung garis potongan yang dibuat (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman mandiri: murid mengamati gambar segi enam di lembar tes singkat dan menarik 2 garis lurus untuk mengurainya menjadi bangun-bangun datar (acuan: menghasilkan 3 buah belah ketupat/segiempat ATAU 2 trapesium ATAU 6 segitiga) (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang dekomposisi bangun datar kompleks dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pola garis putus-putus samar sebagai panduan awal bagi murid yang memerlukan scaffolding, serta kertas polos dengan bentuk kompleks tanpa garis bantu bagi murid yang siap eksplorasi mandiri.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih mengurai 1 bangun kompleks (bangun L) menjadi 2 segiempat, sedangkan murid cepat ditantang mencari minimal 2 alternatif cara penguraian berbeda pada bangun gabungan rumah.
- Produk: Hasil penguraian bangun datar kompleks ditempel pada lembar LKPD dengan penandaan jenis bangun hasil urai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tanya jawab cepat dengan gambar trapesium di papan tulis: Guru menanyakan bangun datar apa saja yang dihasilkan bila trapesium ditarik garis lurus dari atas ke alas secara tegak lurus (acuan jawaban: 1 segitiga dan 1 persegi panjang, atau 2 segitiga dan 1 persegi panjang jika dipotong pada kedua sisi miring).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja berpasangan mengurai 3 bangun datar kompleks pada LKPD: (1) Trapesium siku-siku (acuan: terurai menjadi 1 persegi panjang dan 1 segitiga, atau 2 segitiga), (2) Bangun huruf L (acuan: terurai menjadi 2 segiempat), (3) Bangun rumah/segi lima (acuan: terurai menjadi 1 segitiga dan 1 segiempat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu pada lembar refleksi: Murid membuat 2 garis lurus untuk mengurai gambar bangun segi enam beraturan menjadi bangun datar lain (acuan jawaban yang diterima: terurai menjadi 2 trapesium, atau 3 bangun jajar genjang/segiempat, atau 1 persegi panjang dan 2 segitiga).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menarik garis lurus dan menggunting bangun datar kompleks pada kegiatan 'Tantangan Detektif Bangun'
- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran dan cek pemahaman gambar garis di akhir pertemuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan Dekomposisi Bangun Datar Kompleks Menjadi Berbagai Bangun Datar Lain | Belum mampu membuat garis atau menggunting bangun datar kompleks untuk menghasilkan bangun datar lain tanpa bantuan penuh guru. | Mampu mengurai 1 dari 3 bangun datar kompleks menjadi bangun datar lain secara tepat sesuai acuan (misal: hanya bangun huruf L menjadi 2 segiempat). | Mampu mengurai 2 sampai 3 bangun datar kompleks menjadi bangun datar lain secara tepat sesuai acuan dengan 1 cara penguraian. | Mampu mengurai seluruh (3) bangun datar kompleks menjadi bangun datar lain secara tepat serta menemukan lebih dari 1 cara penguraian yang berbeda secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan model konkret karton dan kegiatan menggunting membantu murid memahami konsep dekomposisi bangun datar kompleks?
- Bagian mana dari langkah dekomposisi yang masih membingungkan murid saat menentukan arah garis potong?
Murid:- Bangun datar apa saja yang berhasil kamu temukan setelah memotong bangun huruf L dan rumah?
- Apakah kamu senang mencoba berbagai cara memotong bentuk bangun datar tadi?
Pertemuan 5 — Melakukan Komposisi Bangun Datar Sederhana Menjadi Bentuk Segitiga dan Segiempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.3 Melakukan komposisi (penyusunan) beberapa bangun datar untuk menghasilkan bentuk segitiga, segiempat, dan segi banyak
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
- Guru mengaitkan materi sebelumnya tentang bentuk datar dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun (komposisi) potongan bangun datar sederhana menjadi bangun datar baru berupa segitiga dan segiempat (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menunjukkan 2 segitiga siku-siku sama kaki kertas lalu meminta murid menebak bangun yang terbentuk bila sisi miringnya ditempelkan bersama (acuan: membentuk persegi/segiempat) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi guru menempelkan 2 buah potongan segitiga siku-siku sama kaki pada papan berbingkai hingga bersatu membentuk sebuah persegi (segiempat) (8 menit).
- Murid mencermati contoh kedua: guru mendemonstrasikan penggabungan 2 segitiga sama sisi kecil dengan 1 trapesium sama kaki sehingga tersusun menjadi 1 segitiga sama sisi yang lebih besar, serta penggabungan 2 buah persegi berukuran sama menjadi 1 persegi panjang (segiempat) (12 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan permainan tantangan 'Susun Bentuk Segitiga & Segiempat': setiap pasangan menerima amplop berisi 4 set potongan kertas: Set 1 (2 segitiga siku-siku sama kaki), Set 2 (2 persegi kecil berukuran sama), Set 3 (4 segitiga sama sisi berukuran identik), dan Set 4 (2 segitiga siku-siku dan 1 persegi panjang kecil) (15 menit).
- Murid mempraktikkan penyusunan (komposisi) potongan kertas pada lembar tantangan: Tantangan A menyusun Set 1 menjadi persegi (segiempat); Tantangan B menyusun Set 2 menjadi persegi panjang (segiempat); Tantangan C menyusun Set 3 menjadi 1 segitiga sama sisi besar; Tantangan D menyusun Set 4 menjadi 1 trapesium atau persegi panjang (segiempat) (20 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses penyusunan, memberikan bimbingan kepada murid yang membutuhkan, dan memeriksa ketepatan komposisi bentuk yang dihasilkan setiap pasangan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling memeriksa hasil susunan bangun datar dengan pasangan di sebelahnya, membandingkan apakah susunan yang dibuat menghasilkan bangun segitiga dan segiempat yang tepat dan rapat tanpa celah (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa beberapa bangun datar sederhana dapat digabungkan (komposisi) untuk menghasilkan bangun baru berupa segitiga atau segiempat (4 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman asesmen akhir singkat secara mandiri dengan menarik garis pasangan komposisi (4 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan pola garis putus-putus pada bidang target untuk memandu peletakan potongan, sedangkan murid yang mahir diberikan bidang kosong tanpa garis panduan.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara langsung dalam memutar dan mencocokkan sisi potongan (scaffolding), sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan menyusun komposisi bentuk dengan variasi posisi sisi yang berbeda.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menyelesaikan minimal 2 tantangan komposisi (1 bentuk segitiga dan 1 bentuk segiempat), sedangkan murid mahir menyelesaikan seluruh 4 tantangan komposisi bangun datar secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan alat peraga konkret: Guru memegang 2 potongan segitiga siku-siku sama kaki, lalu bertanya: 'Jika kedua sisi terpanjang segitiga ini disatukan rapat tanpa celah, bentuk bangun datar apa yang terbentuk?' (acuan: persegi / segiempat).
Proses:- Penilaian unjuk kerja manipulatif penyusunan potongan bangun datar pada 4 set tantangan: (1) Set 1: 2 segitiga siku-siku sama kaki dirapatkan pada sisi miring -> acuan: menghasilkan bentuk persegi (segiempat); (2) Set 2: 2 persegi kecil dirapatkan pada salah satu sisi -> acuan: menghasilkan bentuk persegi panjang (segiempat); (3) Set 3: 4 segitiga sama sisi kecil disusun rapi (1 di atas, 3 di bawah saling mengunci) -> acuan: menghasilkan bentuk segitiga sama sisi besar; (4) Set 4: 2 segitiga siku-siku kecil ditempelkan pada kedua sisi tegak 1 persegi panjang kecil -> acuan: menghasilkan bentuk trapesium atau persegi panjang besar (segiempat).
Akhir Pertemuan:- Lembar cek pemahaman mandiri di penutup: Murid memasangkan 3 susunan potongan berikut ke bentuk hasil akhirnya: (1) Gambar 2 segitiga siku-siku berimpit sisi miring -> acuan: pasangannya bentuk Persegi (segiempat); (2) Gambar 4 segitiga sama sisi kecil disusun rapi -> acuan: pasangannya bentuk Segitiga besar; (3) Gambar 2 buah persegi berimpit satu sisi -> acuan: pasangannya bentuk Persegi Panjang (segiempat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja manipulatif saat menyusun potongan bangun datar menjadi segitiga dan segiempat
- Cek lembar tugas tantangan komposisi bangun datar (Tantangan A, B, C, D)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Komposisi Bangun Datar Menjadi Segitiga dan Segiempat | Belum mampu menyusun potongan bangun datar menjadi bentuk segitiga maupun segiempat meskipun telah diberikan panduan dan bantuan. | Mampu menyusun potongan bangun datar menjadi 1 bentuk segiempat atau segitiga secara tepat dengan bimbingan pola garis bantu (1 dari 4 tantangan tepat: Set 1/Set 2/Set 3/Set 4). | Mampu melakukan komposisi potongan bangun datar menghasilkan bentuk segitiga dan segiempat secara tepat pada 2 sampai 3 set tantangan (acuan: Set 1 menjadi persegi, Set 2 menjadi persegi panjang, Set 3 menjadi segitiga besar) secara mandiri. | Mampu melakukan komposisi potongan bangun datar menghasilkan bentuk segitiga dan segiempat secara tepat pada seluruh 4 set tantangan (acuan: Set 1 menjadi persegi, Set 2 menjadi persegi panjang, Set 3 menjadi segitiga besar, Set 4 menjadi trapesium/persegi panjang) secara mandiri, rapi, dan tanpa celah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan alat peraga potongan kertas bangun datar membantu murid memahami konsep komposisi bangun datar secara konkret?
- Bagian mana dari langkah tantangan komposisi yang paling memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Bentuk bangun datar apa yang paling mudah kamu susun hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat berhasil menyusun potongan-potongan segitiga kecil menjadi satu segitiga besar?
Pertemuan 6 — Melakukan Komposisi Berbagai Bangun Datar untuk Menghasilkan Bentuk Segi Banyak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.3 Melakukan komposisi (penyusunan) beberapa bangun datar untuk menghasilkan bentuk segitiga, segiempat, dan segi banyak
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal singkat: menunjukkan 2 potongan segitiga sama kaki dan bertanya bentuk apa yang terjadi jika kedua sisi miringnya ditempelkan (acuan jawaban: segiempat/belah ketupat) serta menjelaskan target belajar menyusun aneka potongan bangun datar menjadi segi banyak beraturan/tak beraturan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan penyusunan kepingan konkret di papan: menempelkan 1 persegi (sisi 10 cm) dan 1 segitiga sama sisi (sisi 10 cm) pada salah satu sisinya sehingga menghasilkan bangun datar baru bersisi lima (segi lima/pentagon) tanpa celah dan tanpa tumpang tindih (8 menit).
- Murid secara berpasangan mengamati dan menghitung bersama jumlah sisi tepi luar dari bentuk gabungan tersebut untuk mengenali terbentuknya segi banyak (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid menerima tantangan berpasangan 'Teka-Teki Susun Segi Banyak' menggunakan set potongan kertas (tangram/pola geometri): Tantangan A menyusun 3 segitiga sama sisi menjadi trapesium (segiempat/segi banyak 4 sisi), Tantangan B menyusun 1 persegi dan 2 segitiga sama kaki menjadi segi enam (heksagon) (18 menit).
- Setiap pasangan mencoba berbagai cara merapatkan sisi-sisi potongan bangun datar agar saling berimpit rapi untuk menghasilkan bentuk segi banyak yang ditentukan pada lembar tantangan (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling memeriksa hasil susunan meja sebelah: mencocokkan apakah bangun yang dihasilkan benar-benar membentuk segi banyak tanpa saling bertumpuk (7 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama bahwa menggabungkan beberapa bangun datar pada sisinya dapat menghasilkan bentuk segi banyak baru seperti segi lima atau segi enam (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung, mengecek pemahaman singkat, merapikan alat peraga, dan menutup pembelajaran dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan potongan bangun datar dengan garis panduan tepi untuk murid yang membutuhkan bantuan visual, dan potongan aneka bangun tanpa garis untuk murid yang sudah mahir.
- Proses: Bimbingan langsung langkah demi langkah bagi pasangan yang kesulitan menyatukan sisi bangun datar; pemberian tantangan menyusun segi banyak dengan 4 kepingan berbeda bagi murid yang cepat.
- Produk: Murid dapat menghasilkan bentuk segi lima, segi enam, atau bentuk segi banyak bertingkat sesuai tingkat kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Guru menunjukkan 2 segitiga sama kaki kongruen dan meminta murid menebak bangun yang dihasilkan jika digabungkan pada alasnya (acuan jawaban: segiempat/belah ketupat/layang-layang) untuk memetakan kesiapan murid dalam melakukan komposisi bangun datar.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menyelesaikan 2 tugas komposisi bangun datar pada lembar kerja: (1) Menyusun 3 segitiga sama sisi menjadi bangun segi banyak (acuan bentuk: trapesium, memiliki 4 sisi terluar tanpa tumpang tindih); (2) Menyusun 1 persegi dan 2 segitiga sama kaki menjadi segi banyak (acuan bentuk: segi enam memanjang/rumah, memiliki 6 sisi tepi luar tanpa celah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid diminta menunjukkan satu contoh susunan 1 persegi dan 1 segitiga yang menghasilkan bangun segi banyak bersisi 5 (acuan: sisi alas segitiga menempel penuh pada salah satu sisi persegi sehingga membentuk segi lima/rumah berpucuk segitiga).
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik menyusun (komposisi) potongan bangun datar menjadi segi banyak saat aktivitas berpasangan
- Cek pemahaman lisan/visual di awal dan akhir pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Komposisi Bangun Datar Menjadi Segi Banyak | Belum mampu menyusun potongan bangun datar menjadi bentuk segi banyak; kepingan masih diletakkan bertumpuk atau menyisakan celah lebar walau dibimbing guru. | Mampu menyusun sebagian potongan bangun datar (1 dari 2 tantangan) menjadi bentuk segi banyak dengan bantuan dan arahan guru agar sisi-sisinya berimpit rapat. | Mampu menyusun potongan bangun datar secara tepat pada kedua tantangan (Tantangan 1: 3 segitiga menjadi trapesium; Tantangan 2: 1 persegi dan 2 segitiga menjadi segi enam) dengan sisi-sisi saling berimpit rapi tanpa celah dan tanpa tumpang tindih secara mandiri. | Mampu menyusun potongan bangun datar pada kedua tantangan secara tepat dan mandiri, serta mampu menyusun variasi komposisi segi banyak lain dengan kepingan yang lebih banyak (misal: 4 kepingan menjadi segi tujuh/delapan) secara konsisten dan rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alat peraga kepingan bangun datar memudahkan murid mengeksplorasi komposisi bangun datar?
- Bagian mana dari langkah menyusun bangun datar yang paling menantang bagi murid kelas 2?
- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk seluruh eksplorasi berpasangan?
Murid:- Bentuk segi banyak apa yang paling kamu sukai saat kamu buat tadi?
- Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat menempelkan sisi-sisi bangun datar agar pas?
Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Bangun Ruang Balok, Kubus, Kerucut, dan Bola pada Benda Konkret — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.4 Mengidentifikasi bangun ruang berupa balok, kubus, kerucut, dan bola
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal dengan menunjukkan 4 benda konkret di meja: (1) rubik/dadu mainan, (2) kotak pasta gigi/kotak kapur, (3) topi ulang tahun/cone kerucut, dan (4) bola kasti, kemudian mengajukan pertanyaan diagnostik cepat untuk memeriksa apakah murid mengenali nama bentuk ruangnya (acuan jawaban: dadu = kubus, kotak kapur/pasta gigi = balok, topi pesta = kerucut, bola kasti = bola) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi bentuk bangun ruang balok, kubus, kerucut, dan bola pada berbagai benda konkret di sekitar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati 4 contoh model bangun ruang konkret yang diletakkan guru: kubus (kotak kubus kayu berpermukaan persegi sama sisi), balok (kotak kardus obat berpermukaan persegipanjang), kerucut (corong/topi kertas berujung runcing), dan bola (bola karet bundar tanpa sudut) (10 menit).
- Murid meraba dan menguji permukaan benda-benda tersebut: mencoba menggelindingkan masing-masing benda di atas meja untuk mengenali ciri bangun ruang berpermukaan datar (kubus dan balok tidak menggelinding) dan berpermukaan lengkung (bola menggelinding ke segala arah, kerucut menggelinding memutar) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dalam kelompok kecil bermain tantangan 'Detektif Bangun Ruang', di mana setiap kelompok menerima sekotak berisi 8 benda konkret: (1) dadu, (2) kotak krayon, (3) bola tenis meja, (4) cetakan tumpeng mini/topi pesta mini, (5) kotak penghapus kubus, (6) kotak susu UHT kecil, (7) bola bekel, (8) corong minyak mini. Murid memilah dan mengelompokkan benda-benda tersebut ke dalam 4 wadah bertuliskan 'Balok', 'Kubus', 'Kerucut', dan 'Bola' (acuan kunci pengelompokan: Kubus = dadu, kotak penghapus kubus; Balok = kotak krayon, kotak susu UHT kecil; Kerucut = cetakan tumpeng mini/topi pesta mini, corong minyak mini; Bola = bola tenis meja, bola bekel) (20 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan identifikasi berisi 4 gambar benda konkret: A. Kardus biskuit panjang, B. Dadu angka, C. Topi petani mini/cone es krim, D. Jeruk mandarin. Murid menuliskan/memasangkan nama bangun ruang yang tepat untuk masing-masing benda (acuan kunci: A = balok, B = kubus, C = kerucut, D = bola) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengelompokan benda dan lembar latihan, membahas bersama perbedaan mendasar antara balok, kubus, kerucut, dan bola (10 menit).
- Murid memikirkan dan menyebutkan kembali satu benda konkret di rumah mereka yang berbentuk kubus, balok, kerucut, atau bola untuk menguatkan pemahaman (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan ciri dan bentuk 4 bangun ruang yang dipelajari: balok, kubus, kerucut, dan bola pada benda-benda konkret (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid, menyampaikan rencana aktivitas untuk pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan benda konkret berukuran besar dengan label nama bentuk untuk diraba langsung, sedangkan murid mahir mengamati benda konkret yang memiliki variasi ukuran dan orientasi posisi.
- Proses: Murid yang belum lancar mengidentifikasi didampingi guru dengan bimbingan perabaan permukaan benda satu per satu, sementara murid yang telah lancar langsung mengelompokkan 8 benda secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan bangun ruang dengan cara menunjuk langsung wadah berlabel atau menuliskan nama bangun ruang sesuai tingkat kelancaran menulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menggunakan 4 benda konkret di meja guru: (1) dadu mainan, (2) kotak pasta gigi, (3) topi ulang tahun, dan (4) bola kasti. Guru meminta murid menunjukkan atau menyebutkan nama bentuk bangun ruangnya (acuan kunci: dadu = kubus, kotak pasta gigi = balok, topi pesta = kerucut, bola kasti = bola).
Proses:- Observasi aktivitas kelompok 'Detektif Bangun Ruang' memilah 8 benda konkret: (1) dadu, (2) kotak krayon, (3) bola tenis meja, (4) topi pesta mini, (5) kotak penghapus kubus, (6) kotak susu UHT, (7) bola bekel, (8) corong minyak mini ke dalam 4 wadah bangun ruang (acuan: Kubus = dadu, penghapus kubus; Balok = kotak krayon, kotak susu UHT; Kerucut = topi pesta mini, corong minyak mini; Bola = bola tenis meja, bola bekel). Kriteria: ketepatan menempatkan minimal 6 dari 8 benda dengan benar.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lembar latihan mandiri mengidentifikasi 4 gambar benda konkret: (1) Kardus biskuit panjang, (2) Dadu angka, (3) Topi cone es krim, (4) Jeruk mandarin (acuan kunci: 1 = balok, 2 = kubus, 3 = kerucut, 4 = bola). Kriteria ketercapaian: tepat mengidentifikasi minimal 3 dari 4 benda.
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengelompokan 8 benda konkret ke dalam 4 kelompok bangun ruang (balok, kubus, kerucut, bola) pada aktivitas 'Detektif Bangun Ruang'
- Cek pemahaman mandiri melalui lembar identifikasi 4 gambar benda konkret di sekitar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi bangun ruang balok, kubus, kerucut, dan bola pada benda konkret | Mengidentifikasi 1 dari 4 bangun ruang pada benda konkret dengan tepat berdasarkan acuan (balok, kubus, kerucut, bola) dengan bimbingan penuh guru. | Mengidentifikasi 2 dari 4 bangun ruang pada benda konkret dengan tepat berdasarkan acuan (balok, kubus, kerucut, bola) dengan sedikit bantuan petunjuk guru. | Mengidentifikasi 3 dari 4 bangun ruang pada benda konkret dengan tepat berdasarkan acuan (balok, kubus, kerucut, bola) secara mandiri. | Mengidentifikasi seluruh 4 bangun ruang (balok, kubus, kerucut, bola) pada benda konkret dengan tepat dan konsisten secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media benda konkret membantu murid membedakan ciri bangun ruang balok, kubus, kerucut, dan bola?
- Bagian mana dari aktivitas memilah benda konkret yang paling diminati atau masih membingungkan bagi murid?
Murid:- Benda konkret apa yang paling mudah kamu tebak bentuk bangun ruangnya?
- Apakah kamu sudah bisa membedakan antara bentuk balok dan bentuk kubus?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Mengidentifikasi berbagai bangun datar berupa segitiga, segiempat, segi banyak, dan lingkaran
- TP 2.3.2 Melakukan dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar menjadi beberapa bangun datar lain
- TP 2.3.3 Melakukan komposisi (penyusunan) beberapa bangun datar untuk menghasilkan bentuk segitiga, segiempat, dan segi banyak
- TP 2.3.4 Mengidentifikasi bangun ruang berupa balok, kubus, kerucut, dan bola
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu menunjukkan pemahaman mengenai bangun datar, bangun ruang, serta kegiatan menyusun dan mengurai bangun datar yang telah dipelajari (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Aktivitas Bagian 1 dan menjelaskan petunjuk pengerjaan secara jelas: mewarnai bangun datar sesuai kode warna serta memasangkan gambar benda konkret dengan nama bangun ruang yang tepat (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 pada Lembar Aktivitas Visual secara mandiri selama 25 menit: (a) Mengidentifikasi 4 bangun datar dengan mewarnai: bentuk 1 segitiga (kuning), bentuk 2 persegi/segiempat (merah), bentuk 3 segilima/segi banyak (hijau), dan bentuk 4 lingkaran (biru) [Acuan: bentuk 1 = segitiga, bentuk 2 = segiempat, bentuk 3 = segi banyak, bentuk 4 = lingkaran]; (b) Mengelompokkan 4 gambar benda konkret ke kategori bangun ruang dengan menarik garis jodoh: gambar kotak kardus susu ke balok, gambar dadu ke kubus, gambar topi ulang tahun ke kerucut, dan gambar bola kasti ke bola [Acuan: kardus susu = balok, dadu = kubus, topi ulang tahun = kerucut, bola kasti = bola] (25 menit).
- Guru membagikan Lembar Aktivitas Bagian 2 beserta amplop berisi kepingan potongan kertas bangun datar dan lem (5 menit).
- Murid mengerjakan Tugas 2 Unjuk Kerja Manipulatif secara mandiri selama 20 menit: (a) Komposisi: menempelkan 2 keping segitiga siku-siku sama besar menjadi 1 bentuk segiempat (persegi/persegi panjang) dan menempelkan 2 keping persegi menjadi 1 bentuk persegi panjang [Acuan: gabungan 2 segitiga siku-siku membentuk 1 bangun segiempat utuh tanpa celah dan tumpang tindih; gabungan 2 persegi membentuk 1 persegi panjang utuh]; (b) Dekomposisi: menggambar 1 garis lurus pemisah pada gambar persegi untuk menghasilkan 2 bentuk segitiga, dan menggambar 1 garis lurus pemisah pada gambar persegi panjang untuk menghasilkan 2 bentuk segiempat [Acuan: garis diagonal pada persegi membagi menjadi 2 segitiga; garis lurus vertikal/horizontal di tengah persegi panjang membagi menjadi 2 segiempat] (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menginstruksikan murid memeriksa kembali kelengkapan identitas dan hasil pekerjaannya sebelum dikumpulkan secara tertib ke meja guru (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif Bab 3 (3 menit).
- Guru menutup sesi dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk secara individual bagi murid yang memerlukan bimbingan membaca instruksi, tanpa mengubah soal, kriteria penilaian, maupun target kompetensi.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Unjuk kerja manipulatif dan penugasan lembar aktivitas visual serentak: Hasil tempelan komposisi dan garis dekomposisi bangun datar pada lembar aktivitas, serta hasil memasangkan dan mengelompokkan gambar/kartu bangun datar dan bangun ruang
- Penugasan lembar aktivitas visual serentak: Lembar aktivitas murid berisi hasil identifikasi bangun datar (mewarnai/menandai bentuk segitiga, segiempat, segi banyak, lingkaran) dan pengelompokan gambar benda konkret ke kategori bangun ruang (balok, kubus, kerucut, bola) yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (30 menit; kelompok; instrumen: Lembar ceklis dan kunci jawaban identifikasi bentuk)
- Unjuk kerja manipulatif serentak: Artefak lembar kerja manipulatif serentak oleh 28 murid: menempelkan kepingan bangun datar menjadi bentuk baru (komposisi) dan menggambar satu garis lurus pemisah untuk membagi satu bangun datar menjadi bangun datar baru yang ditentukan (dekomposisi) (40 menit; kelompok; instrumen: Rubrik unjuk kerja komposisi dan dekomposisi bangun datar)
Sumatif:- Unjuk kerja manipulatif dan penugasan lembar aktivitas visual serentak: Hasil tempelan komposisi dan garis dekomposisi bangun datar pada lembar aktivitas, serta hasil memasangkan dan mengelompokkan gambar/kartu bangun datar dan bangun ruang
- Penugasan lembar aktivitas visual serentak: Lembar aktivitas murid berisi hasil identifikasi bangun datar (mewarnai/menandai bentuk segitiga, segiempat, segi banyak, lingkaran) dan pengelompokan gambar benda konkret ke kategori bangun ruang (balok, kubus, kerucut, bola) yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (30 menit; kelompok; instrumen: Lembar ceklis dan kunci jawaban identifikasi bentuk)
- Unjuk kerja manipulatif serentak: Artefak lembar kerja manipulatif serentak oleh 28 murid: menempelkan kepingan bangun datar menjadi bentuk baru (komposisi) dan menggambar satu garis lurus pemisah untuk membagi satu bangun datar menjadi bangun datar baru yang ditentukan (dekomposisi) (40 menit; kelompok; instrumen: Rubrik unjuk kerja komposisi dan dekomposisi bangun datar)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Bangun Datar dan Bangun Ruang (TP 1 & TP 4) | Tepat mengidentifikasi 1-2 dari 8 target bangun datar dan bangun ruang yang diujikan (Daftar acuan: segitiga, segiempat, segi banyak, lingkaran, balok, kubus, kerucut, bola). | Tepat mengidentifikasi 3-5 dari 8 target bangun datar dan bangun ruang yang diujikan (Daftar acuan: segitiga, segiempat, segi banyak, lingkaran, balok, kubus, kerucut, bola). | Tepat mengidentifikasi 6-7 dari 8 target bangun datar dan bangun ruang yang diujikan (Daftar acuan: segitiga, segiempat, segi banyak, lingkaran, balok, kubus, kerucut, bola). | Tepat mengidentifikasi seluruh 8 target bangun datar dan bangun ruang yang diujikan secara tepat dan mandiri (Daftar acuan: segitiga, segiempat, segi banyak, lingkaran, balok, kubus, kerucut, bola). | | Melakukan Komposisi dan Dekomposisi Bangun Datar (TP 2 & TP 3) | Tepat menyelesaikan 1 dari 4 target unjuk kerja komposisi dan dekomposisi (Daftar target acuan: menyusun 2 segitiga menjadi segiempat, menyusun 2 persegi menjadi persegi panjang, mengurai persegi menjadi 2 segitiga dengan 1 garis lurus, mengurai persegi panjang menjadi 2 segiempat dengan 1 garis lurus). | Tepat menyelesaikan 2 dari 4 target unjuk kerja komposisi dan dekomposisi (Daftar target acuan: menyusun 2 segitiga menjadi segiempat, menyusun 2 persegi menjadi persegi panjang, mengurai persegi menjadi 2 segitiga dengan 1 garis lurus, mengurai persegi panjang menjadi 2 segiempat dengan 1 garis lurus). | Tepat menyelesaikan 3 dari 4 target unjuk kerja komposisi dan dekomposisi (Daftar target acuan: menyusun 2 segitiga menjadi segiempat, menyusun 2 persegi menjadi persegi panjang, mengurai persegi menjadi 2 segitiga dengan 1 garis lurus, mengurai persegi panjang menjadi 2 segiempat dengan 1 garis lurus). | Tepat menyelesaikan seluruh 4 target unjuk kerja komposisi dan dekomposisi secara rapi, tepat batas, dan mandiri (Daftar target acuan: menyusun 2 segitiga menjadi segiempat, menyusun 2 persegi menjadi persegi panjang, mengurai persegi menjadi 2 segitiga dengan 1 garis lurus, mengurai persegi panjang menjadi 2 segiempat dengan 1 garis lurus). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk pengerjaan tugas tertulis dan tugas manipulatif sudah mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagian materi mana dari Bab 3 yang masih menunjukkan kesulitan terbesar bagi sebagian murid berdasarkan hasil asesmen sumatif?
Murid:- Tugas bagian mana yang paling mudah kamu selesaikan hari ini?
- Apakah kamu merasa percaya diri saat menyusun dan memotong bentuk-bentuk bangun datar tadi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Set kartu bangun datar (segitiga dan segiempat)
- Benda-benda konkret di sekitar ruang kelas (penggaris segitiga, buku, kertas lipat)
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Uang koin logam 500 rupiah dan kartu gambar sarang lebah, bunga, serta tutup toples
- Model karton bangun datar segi lima, segi enam, dan lingkaran
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 3 Subbab B Halaman 72-82)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 3 Halaman 81-89)
- Lembar pola bangun datar (jajar genjang, trapesium, segi lima) dari kertas gambar/karton
- Gunting anak berujung tumpul, penggaris, pensil, dan lem kertas
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021)
- Karton aneka bangun datar kompleks (trapesium siku-siku, bentuk L, bentuk rumah)
- Gunting anak, penggaris, dan lem kertas
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022) Bab 3
- Alat peraga manipulatif: guntingan karton berwarna berbentuk segitiga siku-siku, segitiga sama sisi, dan persegi
- Lembar tantangan kerja 'Susun Bentuk Segitiga & Segiempat'
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Bab 3 Subbab B
- Set kepingan peraga bangun datar kertas/karton tebal (segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, persegi)
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II Bab 3 'Bentuk di Sekitar Kita'
- Benda konkret di ruang kelas dan rumah: dadu, kotak pasta gigi, kotak susu, bola bekel, topi ulang tahun, corong minyak mini
- Model alat peraga bangun ruang (balok, kubus, kerucut, bola) dari kayu atau plastik
- Lembar Aktivitas Asesmen Sumatif Bab 3
- Kepingan manipulatif kertas warna (segitiga dan persegi) serta lem kertas
|