MODUL AJAR Matematika — Kelas 2 (Fase A) Topik: Eksplorasi Awal Pengurangan: Menghitung Mundur INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Eksplorasi Awal Pengurangan: Menghitung Mundur |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai dengan 20 sebagai kebalikan penjumlahan menggunakan benda konkret
- Murid dapat melakukan pengurangan dua bilangan cacah sampai dengan 20 dengan strategi menghitung mundur menggunakan garis bilangan atau benda konkret
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika Tika memetik 12 jambu air, lalu memberikan 6 buah kepada temannya, berapa sisa jambu air Tika?
- Bagaimana cara kalian menghitung mundur untuk menemukan jawabannya?
- Apakah pengurangan sama dengan penjumlahan? Apa bedanya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
- Guru melakukan apersepsi dengan mengajak murid mengingat kembali penjumlahan bilangan cacah sampai 20 yang telah dipelajari sebelumnya
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal konsep pengurangan dan belajar menghitung mundur
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang situasi pengurangan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya: permen yang dimakan, mainan yang dipinjamkan)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang)
- Guru menyajikan soal cerita dari Buku Siswa: 'Tika memetik 12 jambu air. Kira memetik 6 lebih banyak dari Tika. Berapa banyak jambu air yang dipetik Kira?'
- Setiap kelompok berdiskusi untuk memahami cerita dan menemukan cara menyelesaikan masalah menggunakan benda konkret (kancing, sedotan, atau biji-bijian)
- Guru membimbing murid untuk menghubungkan pengurangan sebagai kebalikan dari penjumlahan dengan menggunakan benda konkret
- Guru memperkenalkan strategi menghitung mundur dengan menunjukkan garis bilangan di papan tulis
- Guru memberikan contoh: 12 - 6, dimulai dari angka 12, lalu mundur 6 langkah di garis bilangan
- Murid mengamati dan mencatat langkah-langkah menghitung mundur
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok menerima kartu bilangan dan garis bilangan (0-20)
- Murid berlatih melakukan pengurangan dengan strategi menghitung mundur: 12-6, 18-8, 15-4, 19-8, 20-6
- Setiap kelompok menyelesaikan soal dengan menunjukkan langkah mundur di garis bilangan atau menggunakan benda konkret
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas
- Guru memberikan umpan balik dan memfasilitasi diskusi antar kelompok
- Murid secara individu mengerjakan latihan pada Buku Siswa bagian 'Ayo Berlatih' nomor 1 (menghitung mundur menggunakan garis bilangan)
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru mengajak murid duduk melingkar untuk sesi refleksi bersama
- Murid diminta menceritakan pengalaman mereka saat belajar menghitung mundur: apa yang mudah, apa yang sulit
- Guru menanyakan: 'Strategi apa yang menurut kalian paling mudah untuk melakukan pengurangan?'
- Murid menuliskan atau menggambar satu hal baru yang mereka pelajari hari ini di buku catatan
- Guru memberikan penguatan positif dan mengapresiasi usaha setiap murid
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pengurangan adalah kebalikan penjumlahan dan dapat dilakukan dengan menghitung mundur
- Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan 2-3 soal pengurangan sederhana untuk dikerjakan secara mandiri
- Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang aktif dan murid yang berani mempresentasikan
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya: berbagai cara melakukan pengurangan (pengurangan bersusun dan pasangan bilangan)
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah lancar dapat diberikan soal pengurangan dengan bilangan lebih besar (15-20). Murid yang masih kesulitan dapat fokus pada pengurangan bilangan kecil (sampai 10) dengan pendampingan intensif
- Proses: Murid yang cepat memahami dapat bekerja secara mandiri atau membantu teman kelompoknya. Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberikan benda konkret tambahan dan bimbingan individual dari guru
- Produk: Murid dapat memilih cara menunjukkan pemahaman: menggambar garis bilangan, menggunakan benda konkret, atau menjelaskan secara lisan. Murid yang sudah mahir dapat membuat soal cerita sendiri
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan: 'Siapa yang pernah berbagi permen atau mainan? Kalau punya 10 permen, lalu dibagikan 3, sisanya berapa?'
- Guru mengamati respons murid untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang konsep mengurangi
Proses:- Observasi saat murid bekerja dalam kelompok: apakah mereka dapat menggunakan benda konkret untuk merepresentasikan pengurangan
- Mengamati cara murid menghitung mundur di garis bilangan: apakah mereka dapat melakukan langkah mundur dengan benar
- Memeriksa hasil latihan individu pada Buku Siswa untuk mengidentifikasi kesalahan konsep
- Memberikan umpan balik langsung saat murid mempresentasikan hasil kerja kelompok
Akhir:- Tes tertulis individu: 5 soal pengurangan dengan strategi menghitung mundur (soal dari Buku Siswa hal. 52 nomor 1: a. 12-6, b. 18-8, c. 15-4, d. 19-8, e. 20-6)
- Penilaian kemampuan menjelaskan konsep pengurangan sebagai kebalikan penjumlahan menggunakan benda konkret atau gambar
Formatif:- Observasi aktivitas kelompok saat eksplorasi konsep pengurangan dengan benda konkret
- Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid
- Pengamatan saat murid berlatih menghitung mundur menggunakan garis bilangan
Sumatif:- Tes tertulis: mengerjakan 5 soal pengurangan dengan strategi menghitung mundur
- Penilaian hasil kerja kelompok dalam menyelesaikan soal cerita pengurangan
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman konsep pengurangan sebagai kebalikan penjumlahan | Murid belum dapat menjelaskan hubungan antara pengurangan dan penjumlahan, bahkan dengan bantuan benda konkret | Murid dapat menunjukkan pengurangan menggunakan benda konkret tetapi belum memahami hubungannya dengan penjumlahan | Murid dapat menjelaskan bahwa pengurangan adalah kebalikan penjumlahan dengan bantuan benda konkret | Murid dapat menjelaskan dengan jelas konsep pengurangan sebagai kebalikan penjumlahan menggunakan benda konkret dan memberikan contoh sendiri | | Kemampuan melakukan pengurangan dengan strategi menghitung mundur | Murid belum dapat menghitung mundur pada garis bilangan atau menggunakan benda konkret | Murid dapat menghitung mundur dengan bantuan penuh dari guru atau teman, tetapi masih sering melakukan kesalahan | Murid dapat menghitung mundur pada garis bilangan atau dengan benda konkret dengan benar pada 3-4 dari 5 soal | Murid dapat menghitung mundur dengan tepat pada semua soal dan dapat menjelaskan langkah-langkahnya dengan jelas | | Kolaborasi dalam kerja kelompok | Murid tidak ikut berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan lebih banyak diam | Murid mulai terlibat dalam diskusi tetapi masih pasif dan jarang memberikan pendapat | Murid aktif berdiskusi dan memberikan kontribusi dalam menyelesaikan tugas kelompok | Murid aktif memimpin diskusi, membantu teman yang kesulitan, dan memberikan ide kreatif untuk menyelesaikan masalah |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat memahami konsep pengurangan sebagai kebalikan penjumlahan?
- Strategi pembelajaran mana yang paling efektif untuk membantu murid memahami menghitung mundur?
- Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut di pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu sudah sesuai untuk setiap tahapan pembelajaran?
- Bagaimana cara meningkatkan keterlibatan murid yang masih pasif dalam diskusi kelompok?
Refleksi Murid:- Apa yang kamu pelajari hari ini tentang pengurangan?
- Bagian mana yang paling menyenangkan saat belajar menghitung mundur?
- Apakah kamu masih merasa kesulitan? Di bagian mana?
- Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman dalam kelompok?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Matematika Kelas 2 SD/MI (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Panduan Guru Matematika Kelas 2 SD/MI (Kemendikbudristek, 2022)
- Garis bilangan 0-20 (dapat dibuat dari kertas karton atau digambar di papan tulis)
- Kartu bilangan 1-20
- Benda konkret: kancing, sedotan, biji-bijian, atau balok mainan (minimal 20 buah per kelompok)
- Papan tulis dan spidol
- Lembar kerja kelompok (dapat difotokopi dari Buku Siswa atau dibuat sendiri)
|