Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Eksplorasi Awal Pengurangan: Menghitung Mundur

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Eksplorasi Awal Pengurangan: Menghitung Mundur". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Eksplorasi Awal Pengurangan: Menghitung Mundur

Matematika - Kelas 2

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Eksplorasi Awal Pengurangan: Menghitung Mundur

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikEksplorasi Awal Pengurangan: Menghitung Mundur
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai dengan 20 sebagai kebalikan penjumlahan menggunakan benda konkret
  2. Murid dapat melakukan pengurangan dua bilangan cacah sampai dengan 20 dengan strategi menghitung mundur menggunakan garis bilangan atau benda konkret

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika Tika memetik 12 jambu air, lalu memberikan 6 buah kepada temannya, berapa sisa jambu air Tika?
  2. Bagaimana cara kalian menghitung mundur untuk menemukan jawabannya?
  3. Apakah pengurangan sama dengan penjumlahan? Apa bedanya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengajak murid mengingat kembali penjumlahan bilangan cacah sampai 20 yang telah dipelajari sebelumnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal konsep pengurangan dan belajar menghitung mundur
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang situasi pengurangan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya: permen yang dimakan, mainan yang dipinjamkan)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang)
  • Guru menyajikan soal cerita dari Buku Siswa: 'Tika memetik 12 jambu air. Kira memetik 6 lebih banyak dari Tika. Berapa banyak jambu air yang dipetik Kira?'
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk memahami cerita dan menemukan cara menyelesaikan masalah menggunakan benda konkret (kancing, sedotan, atau biji-bijian)
  • Guru membimbing murid untuk menghubungkan pengurangan sebagai kebalikan dari penjumlahan dengan menggunakan benda konkret
  • Guru memperkenalkan strategi menghitung mundur dengan menunjukkan garis bilangan di papan tulis
  • Guru memberikan contoh: 12 - 6, dimulai dari angka 12, lalu mundur 6 langkah di garis bilangan
  • Murid mengamati dan mencatat langkah-langkah menghitung mundur

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok menerima kartu bilangan dan garis bilangan (0-20)
  • Murid berlatih melakukan pengurangan dengan strategi menghitung mundur: 12-6, 18-8, 15-4, 19-8, 20-6
  • Setiap kelompok menyelesaikan soal dengan menunjukkan langkah mundur di garis bilangan atau menggunakan benda konkret
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas
  • Guru memberikan umpan balik dan memfasilitasi diskusi antar kelompok
  • Murid secara individu mengerjakan latihan pada Buku Siswa bagian 'Ayo Berlatih' nomor 1 (menghitung mundur menggunakan garis bilangan)

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar untuk sesi refleksi bersama
  • Murid diminta menceritakan pengalaman mereka saat belajar menghitung mundur: apa yang mudah, apa yang sulit
  • Guru menanyakan: 'Strategi apa yang menurut kalian paling mudah untuk melakukan pengurangan?'
  • Murid menuliskan atau menggambar satu hal baru yang mereka pelajari hari ini di buku catatan
  • Guru memberikan penguatan positif dan mengapresiasi usaha setiap murid

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pengurangan adalah kebalikan penjumlahan dan dapat dilakukan dengan menghitung mundur
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan 2-3 soal pengurangan sederhana untuk dikerjakan secara mandiri
  • Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang aktif dan murid yang berani mempresentasikan
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya: berbagai cara melakukan pengurangan (pengurangan bersusun dan pasangan bilangan)
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar dapat diberikan soal pengurangan dengan bilangan lebih besar (15-20). Murid yang masih kesulitan dapat fokus pada pengurangan bilangan kecil (sampai 10) dengan pendampingan intensif
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat bekerja secara mandiri atau membantu teman kelompoknya. Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberikan benda konkret tambahan dan bimbingan individual dari guru
  • Produk: Murid dapat memilih cara menunjukkan pemahaman: menggambar garis bilangan, menggunakan benda konkret, atau menjelaskan secara lisan. Murid yang sudah mahir dapat membuat soal cerita sendiri

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang pernah berbagi permen atau mainan? Kalau punya 10 permen, lalu dibagikan 3, sisanya berapa?'
  • Guru mengamati respons murid untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang konsep mengurangi

Proses:

  • Observasi saat murid bekerja dalam kelompok: apakah mereka dapat menggunakan benda konkret untuk merepresentasikan pengurangan
  • Mengamati cara murid menghitung mundur di garis bilangan: apakah mereka dapat melakukan langkah mundur dengan benar
  • Memeriksa hasil latihan individu pada Buku Siswa untuk mengidentifikasi kesalahan konsep
  • Memberikan umpan balik langsung saat murid mempresentasikan hasil kerja kelompok

Akhir:

  • Tes tertulis individu: 5 soal pengurangan dengan strategi menghitung mundur (soal dari Buku Siswa hal. 52 nomor 1: a. 12-6, b. 18-8, c. 15-4, d. 19-8, e. 20-6)
  • Penilaian kemampuan menjelaskan konsep pengurangan sebagai kebalikan penjumlahan menggunakan benda konkret atau gambar

Formatif:

  • Observasi aktivitas kelompok saat eksplorasi konsep pengurangan dengan benda konkret
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid
  • Pengamatan saat murid berlatih menghitung mundur menggunakan garis bilangan

Sumatif:

  • Tes tertulis: mengerjakan 5 soal pengurangan dengan strategi menghitung mundur
  • Penilaian hasil kerja kelompok dalam menyelesaikan soal cerita pengurangan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep pengurangan sebagai kebalikan penjumlahanMurid belum dapat menjelaskan hubungan antara pengurangan dan penjumlahan, bahkan dengan bantuan benda konkretMurid dapat menunjukkan pengurangan menggunakan benda konkret tetapi belum memahami hubungannya dengan penjumlahanMurid dapat menjelaskan bahwa pengurangan adalah kebalikan penjumlahan dengan bantuan benda konkretMurid dapat menjelaskan dengan jelas konsep pengurangan sebagai kebalikan penjumlahan menggunakan benda konkret dan memberikan contoh sendiri
Kemampuan melakukan pengurangan dengan strategi menghitung mundurMurid belum dapat menghitung mundur pada garis bilangan atau menggunakan benda konkretMurid dapat menghitung mundur dengan bantuan penuh dari guru atau teman, tetapi masih sering melakukan kesalahanMurid dapat menghitung mundur pada garis bilangan atau dengan benda konkret dengan benar pada 3-4 dari 5 soalMurid dapat menghitung mundur dengan tepat pada semua soal dan dapat menjelaskan langkah-langkahnya dengan jelas
Kolaborasi dalam kerja kelompokMurid tidak ikut berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan lebih banyak diamMurid mulai terlibat dalam diskusi tetapi masih pasif dan jarang memberikan pendapatMurid aktif berdiskusi dan memberikan kontribusi dalam menyelesaikan tugas kelompokMurid aktif memimpin diskusi, membantu teman yang kesulitan, dan memberikan ide kreatif untuk menyelesaikan masalah

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep pengurangan sebagai kebalikan penjumlahan?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif untuk membantu murid memahami menghitung mundur?
  • Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai untuk setiap tahapan pembelajaran?
  • Bagaimana cara meningkatkan keterlibatan murid yang masih pasif dalam diskusi kelompok?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang pengurangan?
  • Bagian mana yang paling menyenangkan saat belajar menghitung mundur?
  • Apakah kamu masih merasa kesulitan? Di bagian mana?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman dalam kelompok?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 2 SD/MI (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas 2 SD/MI (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Garis bilangan 0-20 (dapat dibuat dari kertas karton atau digambar di papan tulis)
  4. Kartu bilangan 1-20
  5. Benda konkret: kancing, sedotan, biji-bijian, atau balok mainan (minimal 20 buah per kelompok)
  6. Papan tulis dan spidol
  7. Lembar kerja kelompok (dapat difotokopi dari Buku Siswa atau dibuat sendiri)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.