MODUL AJAR Matematika — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 2 — Penjumlahan dan Pengurangan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Penjumlahan dan Pengurangan |
|---|
| Alokasi Waktu | 26 JP (26 x 35 menit = 910 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 11 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.2.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
- TP 2.2.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
- TP 2.2.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
- TP 2.2.4 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika di tangan kananmu ada 3 balok kayu dan di tangan kirimu ada 2 balok kayu, berapakah jumlah semua balok jika digabungkan?
- Bagaimana caramu membuktikan banyaknya benda setelah dua kelompok benda disatukan?
- Jika kamu sudah memiliki 12 stik es krim di dalam wadah dan diberi 4 stik lagi, bagaimana caramu menghitung jumlah akhirnya tanpa mengulang dari angka satu?
- Mengapa membilang maju dari bilangan yang lebih besar membuat penjumlahan menjadi lebih cepat?
- Jika kita mengikat 10 batang stik es krim menjadi satu ikatan puluhan, bagaimana cara kita menjumlahkannya dengan stik satuan lainnya?
- Bagaimana pengelompokan puluhan dan satuan membantu kita menjumlahkan benda sampai 20 dengan lebih cepat?
- Jika kamu memiliki 8 stik es krim lalu kamu memberikan 3 stik kepada temanmu dengan cara mengambilnya, berapa sisa stik yang kamu pegang?
- Apa yang terjadi dengan jumlah benda ketika kita mengambil sebagian benda dari kumpulan semula?
- Jika kamu memiliki 14 buah kancing lalu memberikan 4 kancing secara satu per satu sambil menghitung mundur, berapa kancing yang tersisa?
- Bagaimana caramu menghitung mundur dengan stik es krim untuk mencari sisa benda?
- Jika kita punya 1 ikat lidi berisi 10 buah dan 6 batang lidi lepas, bagaimana cara kita mengambil 4 batang lidi?
- Bagian mana yang kita kurangi terlebih dahulu: ikatan puluhan atau batang satuan?
- Apa arti tanda sama dengan (=) ketika kita melihat gambar kumpulan benda di sisi kiri dan kanan?
- Jika sisi kiri ada gambar 3 apel dan 2 apel, berapa gambar apel yang harus ada di sisi kanan agar kedua sisi seimbang atau sama banyak?
- Apa arti tanda sama dengan (=) jika kita melihat dua kelompok gambar buah jambu air di sisi kiri dan kanan?
- Jika sisi kiri ada gambar 11 jambu dan 4 jambu, berapa banyak gambar jambu di sisi kanan agar kedua sisi bernilai sama banyak?
- Jika kita punya 7 apel lalu diambil 3 apel, ada berapa banyak sisa apel kita?
- Mengapa kita menulis tanda sama dengan (=) di antara gambar sisa pengurangan dan bilangan hasil akhirnya?
- Jika kita punya 16 buah apel lalu dimakan 4 buah, berapa sisa apel yang kita punya?
- Mengapa tanda '=' dipakai di antara gambar sisa pengurangan dengan gambar kumpulan benda yang jumlahnya sama?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa hasil penjumlahan atau pengurangan benda konkret sudah tepat?
- Apa arti tanda sama dengan (=) ketika kita melihat kumpulan gambar di sebelah kiri dan kanan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Melakukan Operasi Penjumlahan Gabungan Benda Konkret sampai 10 — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: guru meletakkan 2 stik es krim di wadah A dan 3 stik es krim di wadah B di atas meja guru, kemudian meminta murid menyebutkan total benda jika disatukan ke dalam satu wadah (acuan jawaban tepat: 5 stik) guna memetakan kesiapan murid dalam membilang gabungan benda konkret (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru meletakkan dua kelompok benda konkret di atas meja peragaan: kelompok pertama berisi 4 kelereng dan kelompok kedua berisi 3 kelereng, lalu menunjukkan proses menyatukan kedua kelompok kelereng tersebut ke dalam satu mangkuk besar sambil membilang bersama murid satu per satu dari benda pertama hingga benda terakhir (acuan hasil gabungan: 4 + 3 = 7 kelereng) (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan kembali contoh kedua menggunakan balok kayu: 5 balok di sisi kiri digabungkan dengan 4 balok di sisi kanan, kemudian bersama-sama membilang seluruh balok di wadah gabungan untuk menemukan jumlah totalnya (acuan hasil gabungan: 5 + 4 = 9 balok) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan permainan tantangan 'Keranjang Gabung Ceria': setiap pasangan menerima 10 kancing warna-warni dan 2 wadah kecil, lalu mengambil kartu tantangan 1 yang meminta murid menggabungkan 3 kancing merah dan 5 kancing biru, kemudian membilang seluruh kancing dalam wadah gabungan secara bersama (acuan jawaban: 3 + 5 = 8 kancing) (15 menit).
- Setiap pasangan melanjutkan ke kartu tantangan 2 dan kartu tantangan 3: kartu tantangan 2 meminta menggabungkan 6 stik es krim dan 2 stik es krim (acuan jawaban: 6 + 2 = 8 stik); kartu tantangan 3 meminta menggabungkan 4 kelereng dan 6 kelereng (acuan jawaban: 4 + 6 = 10 kelereng), murid memanipulasi benda langsung di mejanya (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan Berhitung Konkret secara mandiri dengan memanipulasi balok/stik yang tersedia di mejanya untuk menyelesaikan 3 soal gabungan: (1) 2 balok digabung 5 balok (acuan: 7 balok), (2) 5 stik digabung 5 stik (acuan: 10 stik), (3) 6 kancing digabung 3 kancing (acuan: 9 kancing) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid memeriksa hasil hitungan gabungan benda konkret secara berpasangan, mengecek apakah proses menyatukan dan membilang benda sudah sesuai dengan jumlah fisik benda yang ada (10 menit).
- Murid menyampaikan bagian mana yang dirasa paling mudah atau masih memerlukan bantuan saat menggabungkan dan menghitung benda konkret sampai 10 (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan bahwa menjumlahkan dua kelompok benda konkret dilakukan dengan mengumpulkan semua benda menjadi satu lalu membilang seluruhnya sampai selesai (acuan konsep: gabungan benda menghasilkan jumlah keseluruhan) (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid merapikan kembali alat peraga konkret ke dalam kotak penyimpanan dan berdoa bersama sebelum pembelajaran selesai (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan benda berukuran lebih besar dan jumlah gabungan lebih sedikit (sampai 5), sedangkan murid yang cepat diberikan gabungan benda konkret bervariasi mendekati batas 10.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membilang gabungan benda didampingi langsung oleh guru dengan bimbingan one-on-one saat menyatukan benda; murid yang sudah mahir membilang gabungan benda secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan hasil akhir berupa penghitungan jumlah gabungan benda konkret yang tepat pada lembar kerja (minimal 3 butir soal gabungan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab peragaan langsung di awal sesi: guru meletakkan 2 stik es krim di wadah A dan 3 stik es krim di wadah B, lalu meminta murid menentukan banyaknya stik jika disatukan ke satu wadah (acuan jawaban: 5 stik es krim).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan manipulasi benda konkret dalam menyelesaikan kartu tantangan berpasangan: ketepatan menggabungkan dua kelompok benda dan ketepatan membilang jumlah gabungan untuk kartu 1 (3 + 5 = 8), kartu 2 (6 + 2 = 8), dan kartu 3 (4 + 6 = 10).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri melalui Lembar Latihan Berhitung Konkret 3 butir soal gabungan benda: (1) 2 balok digabung 5 balok (acuan: 7 balok), (2) 5 stik digabung 5 stik (acuan: 10 stik), (3) 6 kancing digabung 3 kancing (acuan: 9 kancing).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menggabungkan dan membilang benda konkret pada permainan Keranjang Gabung Ceria
- Pemeriksaan lembar latihan berhitung konkret berisi 3 soal penjumlahan gabungan benda sampai 10
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan operasi penjumlahan gabungan benda konkret sampai 10 | Belum mampu menggabungkan dua kumpulan benda konkret atau hasil pembilangan gabungan belum tepat pada seluruh butir (0 dari 3 butir benar) meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menggabungkan dua kumpulan benda konkret dan membilang hasilnya secara tepat pada 1 dari 3 butir soal (acuan butir: 2+5=7; 5+5=10; 6+3=9) dengan bantuan/arahan intensif guru. | Mampu menggabungkan dua kumpulan benda konkret dan membilang hasilnya secara tepat pada minimal 2 dari 3 butir soal (acuan butir: 2+5=7; 5+5=10; 6+3=9) secara mandiri. | Mampu menggabungkan dua kumpulan benda konkret dan membilang hasilnya secara tepat pada seluruh 3 butir soal (acuan: 2+5=7 balok; 5+5=10 stik; 6+3=9 kancing) secara konsisten dan mandiri tanpa kesalahan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media benda konkret (kancing, stik, balok) efektif membantu seluruh murid memahami konsep penjumlahan sebagai penggabungan?
- Bagian mana dari kegiatan penggabungan benda konkret yang membutuhkan waktu pendampingan lebih lama bagi murid yang lambat?
Murid:- Apakah kamu merasa mudah menghitung semua benda setelah digabungkan menjadi satu wadah?
- Benda konkret apa yang paling kamu sukai saat dipakai berhitung tadi?
Pertemuan 2 — Melakukan Operasi Penjumlahan dengan Membilang Maju Menggunakan Benda Konkret sampai 20 — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan tempat duduk berpasangan serta meletakkan wadah berisi 20 stik es krim di tiap meja (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: menunjukkan kelompok 8 kancing lalu menambahkan 3 kancing sambil meminta murid membilang maju dari 8 (acuan: setelah 8 adalah 9, 10, 11; hasil = 11 kancing) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan penjumlahan bilangan sampai 20 menggunakan benda konkret dengan strategi membilang maju (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memodelkan cara menjumlahkan dengan benda konkret: meletakkan 11 stik es krim di wadah A dan 4 stik es krim di wadah B di meja peraga (7 menit).
- Guru mendemonstrasikan strategi membilang maju secara berkesadaran: menyimpan bilangan 11 di kepala, lalu memindahkan satu per satu 4 stik dari wadah B sambil membilang maju dengan lantang bersama murid: 'dua belas, tiga belas, empat belas, lima belas' (acuan hasil: 11 + 4 = 15) (8 menit).
- Murid menyimak perbandingan: guru menunjukkan bahwa membilang maju dari 11 jauh lebih efisien daripada menghitung ulang dari stik ke-1 sampai ke-15 (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dalam kelompok berpasangan memainkan aktivitas 'Tantangan Langkah Maju Stik Konkret' menggunakan kartu bilangan dan wadah stik es krim (10 menit).
- Setiap pasangan mengambil 1 kartu bilangan dasar (pilihan: 10, 12, 13, 14, 15) dan 1 kartu bilangan tambahan (pilihan: 2, 3, 4, 5) lalu menyiapkan stik konkret sesuai kartu dasar di wadah utama (10 menit).
- Pasangan murid melakukan operasi penjumlahan dengan membilang maju sambil memindahkan stik tambahan satu demi satu ke wadah utama untuk menyelesaikan 3 putaran soal konkret berikut: Soal 1: 12 stik + 4 stik (acuan langkah: 13, 14, 15, 16; hasil = 16); Soal 2: 10 stik + 6 stik (acuan langkah: 11, 12, 13, 14, 15, 16; hasil = 16); Soal 3: 13 stik + 5 stik (acuan langkah: 14, 15, 16, 17, 18; hasil = 18) (7 menit).
- Guru melakukan observasi formatif berkeliling kelas mengecek ketepatan teknik membilang maju menggunakan benda konkret pada lembar observasi (10 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan latihan penjumlahan 4 butir tugas konkret pada lembar kerja: Butir 1: 14 kancing + 3 kancing (acuan: membilang 15, 16, 17; hasil = 17); Butir 2: 11 kancing + 5 kancing (acuan: membilang 12, 13, 14, 15, 16; hasil = 16); Butir 3: 15 kancing + 4 kancing (acuan: membilang 16, 17, 18, 19; hasil = 19); Butir 4: 12 kancing + 7 kancing (acuan: membilang 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19; hasil = 19) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa hasil hitungan stik dan mencocokkan apakah bilangan akhir yang didapat dari membilang maju sudah tepat sama (5 menit).
- Dua orang perwakilan murid memperagakan kembali di depan kelas cara membilang maju 13 + 4 menggunakan benda konkret (acuan: mulai dari 13, membilang 14, 15, 16, 17; hasil = 17) (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid merangkum langkah penjumlahan membilang maju: simpan bilangan awal pada kumpulan benda pertama, lalu lanjutkan membilang maju sebanyak benda yang ditambahkan (3 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman cepat: jika ada 16 balok dan ditambah 3 balok, sebutkan bilangan maju berikutnya (acuan: 17, 18, 19; hasil = 19 balok) (3 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas ketertiban belajar murid, menyampaikan sekilas topik pertemuan berikutnya (penjumlahan mengelompokkan puluhan dan satuan), lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan bilangan dasar hingga 12 dengan penambahan maksimal 3 benda konkret; murid yang mahir menggunakan bilangan dasar hingga 15 dengan penambahan hingga 5 benda konkret.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru memegang langsung stik satu per satu saat membilang; murid yang sudah mahir membilang maju secara mandiri berpasangan.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti perhitungan operasi penjumlahan dengan benda konkret pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik peragaan konkret: Guru meletakkan 8 kancing dan menyodorkan 3 kancing tambahan, lalu meminta murid membilang maju dari 8 (acuan: murid melanjutkan membilang '9, 10, 11' sehingga hasil akhirnya 11 kancing).
Proses:- Observasi keteraturan murid melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda konkret dengan strategi membilang maju pada 3 soal berpasangan (acuan kunci: Soal 1: 12 + 4 = 16; Soal 2: 10 + 6 = 16; Soal 3: 13 + 5 = 18).
- Pemeriksaan unjuk kerja mandiri 4 butir lembar kerja (acuan kunci: Butir 1: 14 + 3 = 17; Butir 2: 11 + 5 = 16; Butir 3: 15 + 4 = 19; Butir 4: 12 + 7 = 19).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menyebutkan situasi 'Ada 16 balok di kotak, lalu dimasukkan 3 balok lagi. Sebutkan bilangan maju dan hasil akhirnya!' (acuan jawaban: membilang 17, 18, 19; hasil akhir = 19 balok).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid membilang maju memindahkan benda konkret dalam tantangan berpasangan
- Pemeriksaan hasil lembar kerja mandiri penjumlahan membilang maju benda konkret sampai 20
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Operasi penjumlahan menggunakan benda konkret dengan membilang maju sampai 20 | Belum mampu membilang maju dengan benda konkret; masih menghitung ulang seluruh benda mulai dari angka 1 atau hasil penjumlahan salah untuk seluruh butir. | Mampu melakukan operasi penjumlahan dengan membilang maju menggunakan benda konkret secara tepat pada 1-2 butir soal dengan bantuan/arahan guru (acuan: dari 4 butir LK). | Mampu melakukan operasi penjumlahan dengan membilang maju menggunakan benda konkret secara tepat pada minimal 3 dari 4 butir soal LK secara mandiri (acuan LK: 14+3=17, 11+5=16, 15+4=19, 12+7=19). | Mampu melakukan operasi penjumlahan dengan membilang maju menggunakan benda konkret secara tepat dan runtut pada seluruh (4 dari 4) butir soal LK secara konsisten dan mandiri tanpa kesalahan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah memahami konsep membilang maju tanpa perlu mengulang hitungan dari angka 1 saat menggunakan benda konkret?
- Bagian mana dari aktivitas memindahkan stik es krim yang paling efektif membantu murid memahami penjumlahan sampai 20?
Murid:- Apakah kamu merasa lebih cepat menghitung dengan cara membilang maju daripada menghitung dari angka satu?
- Berapa bilangan paling besar yang berhasil kamu jumlahkan hari ini dengan stik es krim?
Pertemuan 3 — Melakukan Operasi Penjumlahan Mengelompokkan Benda Konkret Puluhan dan Satuan sampai 20 — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan media stik es krim, karet gelang, serta bagan/kantong nilai tempat puluhan dan satuan (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan 12 kelereng kepada murid untuk dikelompokkan menjadi 1 ikat sepuluh dan sisanya, lalu menanyakan jumlahnya jika ditambah 3 kelereng lagi (acuan diagnostik: 1 ikat sepuluh dan 2 satuan ditambah 3 satuan menjadi 1 ikat sepuluh dan 5 satuan = 15) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memperagakan pengelompokan benda konkret: mengambil 13 stik es krim dan mengikat 10 stik dengan karet gelang menjadi '1 puluhan', sedangkan 3 stik diletakkan di wadah 'satuan' (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan penjumlahan 13 + 4 menggunakan benda konkret: menambahkan 4 stik lepas ke wadah satuan sehingga di wadah satuan terdapat 3 + 4 = 7 stik lepas, lalu menggabungkannya dengan 1 ikatan puluhan menghasilkan 1 puluhan dan 7 satuan (17 stik) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan permainan interaktif 'Tantangan Ikat dan Gabung': setiap pasangan mengambil kartu soal penjumlahan konkret lalu menggunakan stik es krim dan karet gelang untuk mengelompokkan 1 ikat puluhan serta menambahkan stik satuan untuk menemukan hasil penjumlahan (20 menit).
- Setiap pasangan menyelesaikan 3 butir tugas penjumlahan konkret: (1) Menjumlahkan 11 stik + 5 stik dengan mengelompokkan 1 ikat sepuluh dan (1 + 5) satuan (acuan hasil: 1 puluhan + 6 satuan = 16); (2) Menjumlahkan 14 stik + 3 stik dengan mengelompokkan 1 ikat sepuluh dan (4 + 3) satuan (acuan hasil: 1 puluhan + 7 satuan = 17); (3) Menjumlahkan 12 stik + 6 stik dengan mengelompokkan 1 ikat sepuluh dan (2 + 6) satuan (acuan hasil: 1 puluhan + 8 satuan = 18) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memeriksa kembali hasil hitungan pengelompokan puluhan dan satuan serta menyadari bahwa menggabungkan satuan terlebih dahulu pada ikatan puluhan yang tetap membuat perhitungan menjadi teratur dan akurat (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara melakukan penjumlahan konkret sampai 20 dengan mengelompokkan 1 ikat puluhan dan menjumlahkan benda pada nilai tempat satuan (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir melalui 1 soal konkret cepat: menghitung gabungan 15 kancing (1 wadah sepuluh dan 5 lepas) ditambah 4 kancing lepas (acuan: 1 puluhan dan 9 satuan = 19 kancing) (7 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dalam kelompok dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan wadah berlabel warna kontras 'Puluhan' dan 'Satuan' bagi murid yang membutuhkan panduan visual, serta stik es krim polos dan karet gelang bagi murid yang sudah lancar.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi peragaan penggabungan satuan secara langsung langkah demi langkah; bagi murid yang cepat menguasai, diberikan tantangan penjumlahan konkret bilangan belasan dengan bilangan satuan yang mendekati 20 (misalnya 12 + 7 = 19).
- Produk: Bentuk pembuktian hasil hitung disajikan melalui susunan ikatan puluhan dan stik satuan konkret di atas meja kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan konkret di awal pelajaran: Murid diminta mengambil 12 kelereng, mengelompokkannya menjadi 1 kelompok sepuluh dan 2 lepas, lalu menambahkan 3 kelereng pada kelompok lepas. (Acuan: Murid tepat menunjukkan kelompok sepuluh tetap utuh dan kelereng lepas menjadi 2 + 3 = 5, total 15 kelereng).
Proses:- Formatif kinerja kelompok pada tahap Mengaplikasi dengan 3 tugas konkret: Butir 1 (11 stik + 5 stik; acuan: 1 puluhan dan 6 satuan = 16), Butir 2 (14 stik + 3 stik; acuan: 1 puluhan dan 7 satuan = 17), Butir 3 (12 stik + 6 stik; acuan: 1 puluhan dan 8 satuan = 18). Dinilai berdasarkan ketepatan mengelompokkan 1 ikatan puluhan, menjumlahkan satuan, dan menyebutkan total hasil benda konkret.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid secara mandiri memperagakan penjumlahan konkret dari 15 kancing (1 wadah isi sepuluh dan 5 kancing lepas) ditambah 4 kancing lepas. (Acuan: Murid meletakkan 4 kancing ke wadah satuan menjadi 9 satuan, digabung dengan 1 puluhan menghasilkan total tepat 19 kancing).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengelompokan benda konkret puluhan dan satuan saat menyelesaikan operasi penjumlahan sampai 20
- Cek pemahaman lisan/peragaan cepat di akhir sesi pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda konkret dengan mengelompokkan puluhan dan satuan sampai 20 | Belum mampu mengelompokkan benda menjadi ikatan puluhan dan satuan sehingga hasil penjumlahan konkret dari 3 butir tugas belum tepat walaupun sudah dibimbing guru. | Mampu mengelompokkan 1 ikatan puluhan dan satuan tetapi masih memerlukan bantuan guru saat menjumlahkan stik satuan sehingga baru menyelesaikan 1 dari 3 butir tugas konkret dengan tepat (acuan butir: 11+5=16, 14+3=17, 12+6=18). | Mampu mengelompokkan 1 ikatan puluhan dan menjumlahkan benda satuan secara mandiri dengan tepat pada minimal 2 dari 3 butir tugas konkret yang diberikan (acuan butir: 11+5=16, 14+3=17, 12+6=18). | Mampu mengelompokkan 1 ikatan puluhan dan menjumlahkan benda satuan secara tepat, konsisten, dan mandiri pada seluruh (3 dari 3) butir tugas konkret (11+5=16, 14+3=17, 12+6=18) serta dapat membuktikan hasilnya tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media ikatan stik puluhan dan stik satuan membantu murid memahami konsep penggabungan bilangan cacah sampai 20 secara konkret?
- Bagian langkah mana dalam pengelompokan puluhan dan satuan yang masih membingungkan murid saat melakukan penjumlahan?
Murid:- Apakah kamu merasa lebih mudah menjumlahkan stik es krim setelah mengikat sepuluh stik menjadi satu ikatan puluhan?
- Tantangan penjumlahan mana yang paling seru kamu selesaikan bersama teman sebangkumu hari ini?
Pertemuan 4 — Melakukan Operasi Pengurangan dengan Mengambil Benda Konkret sampai 10 — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta menghitung 7 kelereng di meja, lalu guru mengambil 2 kelereng di depan murid dan bertanya: 'Berapa sisa kelereng di meja sekarang?' (acuan: sisa 5 kelereng) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru meletakkan 9 balok kayu kecil di atas meja demonstrasi, meminta murid menghitung bersama jumlah awal balok tersebut (9 balok), kemudian guru memodelkan tindakan pengurangan dengan secara fisik mengambil 4 balok dari kumpulan tersebut (10 menit).
- Guru membimbing murid mengamati sisa balok yang tidak diambil dengan membilang satu per satu balok yang tersisa di meja untuk menemukan hasil pengurangan 9 dikurangi 4 (acuan: tersisa 5 balok) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Ambil dan Hitung Sisanya' menggunakan wadah berisi stik es krim: murid pertama meletakkan sejumlah stik (antara 6 sampai 10) dan menyebutkan berapa yang harus diambil, murid kedua secara fisik mengambil stik tersebut lalu menghitung sisa stik yang tertinggal dalam wadah secara bergantian (20 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan latihan operasi pengurangan menggunakan benda konkret (kancing/stik) untuk 4 soal berikut pada lembar kerja: (1) 8 kancing diambil 3 kancing; (2) 10 kancing diambil 4 kancing; (3) 7 kancing diambil 5 kancing; (4) 9 kancing diambil 6 kancing (acuan jawaban: soal 1 = sisa 5 kancing; soal 2 = sisa 6 kancing; soal 3 = sisa 2 kancing; soal 4 = sisa 3 kancing) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kembali hasil penghitungan pada lembar kerja dengan memperagakan ulang pengambilan benda konkret pada soal yang masih keliru untuk menyadari konsep bahwa pengurangan dengan mengambil benda selalu menghasilkan jumlah yang lebih sedikit dari kumpulan awal (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara melakukan pengurangan sampai 10 dengan teknik mengambil langsung benda konkret dari kumpulan awal (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketelitian murid dalam membilang sisa benda dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi benda konkret (kancing berukuran besar, balok kayu, stik es krim warna-warni) sesuai kenyamanan genggaman motorik murid.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan pendampingan langsung dalam memisahkan kumpulan yang diambil dan membilang sisa satu per satu; bagi murid yang cepat selesai, diberikan latihan mandiri tambahan dengan variasi pengurangan bilangan hingga 10 (misalnya 10 - 7 = 3 dan 10 - 8 = 2).
- Produk: Murid menunjukkan hasil pengurangan baik secara langsung melalui peragaan fisik pemisahan benda konkret di mejanya maupun mencatat angka hasil sisanya pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan peragaan langsung di meja demonstrasi: Guru menunjukkan 7 kelereng, mengambil 2 kelereng, lalu meminta murid menyebutkan sisa kelereng di meja (acuan: tepat menyebutkan sisa 5 kelereng).
Proses:- Observasi tindakan murid saat melakukan operasi pengurangan dengan mengambil benda konkret (kancing/stik) pada 4 butir latihan mandiri: (1) 8 diambil 3 (acuan: sisa 5); (2) 10 diambil 4 (acuan: sisa 6); (3) 7 diambil 5 (acuan: sisa 2); (4) 9 diambil 6 (acuan: sisa 3).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan dan unjuk kerja singkat: Murid diminta mengambil 4 balok dari 6 balok yang ada di mejanya dan menyebutkan sisa balok yang tidak terambil (acuan: memperagakan pengambilan 4 balok secara tepat dan menyatakan sisa 2 balok).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja peragaan pengambilan benda konkret sampai 10
- Pemeriksaan lembar kerja penghitungan sisa benda konkret pada 4 butir soal pengurangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Operasi pengurangan dengan mengambil benda konkret sampai 10 | Belum mampu memisahkan/mengambil benda konkret sesuai bilangan pengurang atau salah membilang sisa benda pada seluruh 4 butir soal. | Mampu melakukan pengurangan dengan mengambil benda konkret secara tepat pada 1-2 dari 4 butir soal latihan (acuan: soal 1 sisa 5, soal 2 sisa 6, soal 3 sisa 2, soal 4 sisa 3) dengan bimbingan guru. | Mampu melakukan pengurangan dengan mengambil benda konkret secara tepat pada 3 dari 4 butir soal latihan (acuan: soal 1 sisa 5, soal 2 sisa 6, soal 3 sisa 2, soal 4 sisa 3) secara mandiri. | Mampu melakukan pengurangan dengan mengambil benda konkret secara tepat pada seluruh 4 butir soal latihan (acuan: soal 1 sisa 5, soal 2 sisa 6, soal 3 sisa 2, soal 4 sisa 3) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media konkret (kancing, stik, balok) efektif membantu murid memahami konsep pengurangan sebagai tindakan mengambil sebagian benda?
- Bagian mana dari langkah membilang sisa benda yang masih menjadi kendala bagi sebagian murid?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat belajar menghitung pengurangan dengan mengambil stik dan kancing hari ini?
- Apakah kamu lebih mudah menghitung sisa benda setelah mengambil langsung bendanya dengan tanganmu?
Pertemuan 5 — Melakukan Operasi Pengurangan dengan Membilang Mundur Menggunakan Benda Konkret sampai 20 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan operasi pengurangan bilangan sampai 20 dengan strategi membilang mundur menggunakan benda konkret (stik es krim/kancing) (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan kepada seluruh murid dengan meminta murid menyebutkan urutan 5 bilangan mundur dari 15: '15, 14, 13, 12, 11' (acuan jawaban: 14, 13, 12, 11, 10) untuk memetakan kesiapan membilang mundur (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru meletakkan 15 stik es krim di atas meja demonstrasi dan menuliskan soal '15 - 4' di papan tulis (5 menit).
- Guru memodelkan cara membilang mundur dengan mengambil satu per satu stik es krim dari kumpulan 15 stik: mengambil stik pertama sambil mengucap '14', stik kedua '13', stik ketiga '12', dan stik keempat '11' (acuan hasil: sisa 11 stik es krim) (7 menit).
- Murid bersama bimbingan guru mempraktikkan hal serupa menggunakan kancing masing-masing untuk soal '13 - 3' dengan memindahkan 3 kancing sambil membilang mundur: '12, 11, 10' sehingga diperoleh sisa 10 (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Langkah Mundur Benda': setiap murid menerima wadah berisi 20 stik es krim dan kartu soal pengurangan (5 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan 4 soal pengurangan menggunakan stik es krim dengan cara mengambil stik satu per satu sambil membilang mundur: (1) 16 - 4, (2) 18 - 5, (3) 14 - 6, (4) 19 - 7 (acuan hasil: (1) 12, (2) 13, (3) 8, (4) 12) (12 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses manipulasi benda konkret dan memastikan murid membilang mundur dengan tepat saat memisahkan benda (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil hitungannya dengan menghitung langsung sisa stik es krim yang tertinggal di wadah untuk mencocokkan hasil pengurangan (5 menit).
- Murid menceritakan pengalaman menghitung mundur dengan benda konkret: apakah membilang mundur mempermudah mereka menemukan sisa benda tanpa harus menghitung ulang dari angka satu (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara melakukan pengurangan bilangan sampai 20 dengan membilang mundur menggunakan benda konkret (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir soal cek pemahaman cepat yang dikerjakan menggunakan benda konkret: (1) 17 - 4 dan (2) 12 - 5 (acuan jawaban: (1) 13, (2) 7) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan rentang bilangan 11-15 dengan pengurang di bawah 5, sedangkan murid yang mahir menggunakan rentang bilangan hingga 20.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi guru memindahkan benda satu demi satu secara perlahan sambil membilang mundur; murid mandiri langsung mengerjakan tantangan kartu soal.
- Produk: Semua murid menunjukkan hasil akhir pengurangan berupa sisa benda konkret dan menuliskan bilangan hasilnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan membilang mundur singkat: Guru meminta murid membilang mundur 5 langkah mulai dari bilangan 15. Acuan urutan tepat: 14, 13, 12, 11, 10. Jika murid belum lancar, guru memberi penguatan deret hitung mundur 1-20 terlebih dahulu.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid mengerjakan 4 soal pengurangan menggunakan stik es krim: (1) 16 - 4, (2) 18 - 5, (3) 14 - 6, (4) 19 - 7. Guru memeriksa ketepatan pengambilan stik satu per satu sambil membilang mundur dan kecocokan hasil akhir (acuan kunci: (1) 12, (2) 13, (3) 8, (4) 12).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir soal pengurangan menggunakan benda konkret di akhir pertemuan: Soal 1: 17 - 4 (acuan: murid mengambil 4 stik sambil membilang mundur 16, 15, 14, 13; hasil sisa = 13); Soal 2: 12 - 5 (acuan: murid mengambil 5 stik sambil membilang mundur 11, 10, 9, 8, 7; hasil sisa = 7).
Formatif:- Observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret saat membilang mundur pada 4 soal latihan
- Cek pemahaman lisan/tulis di akhir sesi pembelajaran menggunakan benda konkret
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan melakukan pengurangan bilangan sampai 20 dengan membilang mundur menggunakan benda konkret | Belum mampu membilang mundur dengan benda konkret sehingga hasil pengurangan tidak tepat untuk 4 soal latihan (0 butir tepat dari 4 butir: 16 - 4 = 12, 18 - 5 = 13, 14 - 6 = 8, 19 - 7 = 12). | Mampu melakukan pengurangan dengan membilang mundur menggunakan benda konkret secara tepat pada 1-2 dari 4 soal latihan dengan bimbingan guru. | Mampu melakukan pengurangan dengan membilang mundur menggunakan benda konkret secara tepat pada 3 dari 4 soal latihan secara mandiri. | Mampu melakukan pengurangan dengan membilang mundur menggunakan benda konkret secara tepat pada seluruh (4 dari 4) soal latihan (16 - 4 = 12, 18 - 5 = 13, 14 - 6 = 8, 19 - 7 = 12) secara mandiri dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan stik es krim efektif membantu murid memahami konsep membilang mundur pada operasi pengurangan?
- Bagian mana dari langkah membilang mundur yang paling sering membuat murid keliru saat memindahkan benda?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat menghitung mundur dengan stik es krim?
- Apakah kamu merasa lebih mudah menemukan sisa benda dengan cara membilang mundur?
Pertemuan 6 — Melakukan Operasi Pengurangan Memisahkan Benda Konkret Puluhan dan Satuan sampai 20 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan operasi pengurangan bilangan sampai 20 dengan memisahkan benda konkret menjadi kelompok puluhan dan satuan (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta mengambil 14 stik es krim, memisahkannya menjadi 1 ikat puluhan (10 stik) dan satuan lepas (4 stik), lalu guru meminta murid mengambil 2 stik dari bagian satuan untuk melihat kesiapan pengurangan dasar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan pengurangan 17 - 5 di depan kelas menggunakan stik es krim: 1 ikat berisi 10 stik (1 puluhan) ditaruh di wadah puluhan dan 7 stik lepas ditaruh di wadah satuan (5 menit).
- Guru menunjukkan proses pengurangan dengan memisahkan dan mengambil langsung 5 stik dari wadah satuan, sehingga tersisa 2 stik pada satuan dan 1 ikat puluhan (10 stik) tetap utuh, menghasilkan total 10 + 2 = 12 stik (acuan: 17 = 10 dan 7; 7 - 5 = 2; 10 + 2 = 12) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan stik es krim dan karet pengikat kepada setiap murid untuk melakukan permainan tantangan berpasangan 'Ambil Satuanku': murid secara bergantian mencabut kartu soal dan mempraktikkan pengurangan menggunakan stik yang dipisah puluhan dan satuan (5 menit).
- Setiap murid menyelesaikan 4 butir operasi pengurangan berikut menggunakan stik konkret: (1) 16 - 2 = 14 (1 ikat 10 dan 6 lepas, diambil 2 dari lepas, sisa 10 + 4 = 14); (2) 18 - 5 = 13 (1 ikat 10 dan 8 lepas, diambil 5 dari lepas, sisa 10 + 3 = 13); (3) 15 - 4 = 11 (1 ikat 10 dan 5 lepas, diambil 4 dari lepas, sisa 10 + 1 = 11); (4) 19 - 6 = 13 (1 ikat 10 dan 9 lepas, diambil 6 dari lepas, sisa 10 + 3 = 13) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menghitung kembali sisa stik es krim pada wadah puluhan dan wadah satuan untuk memastikan hasil pengurangannya benar dan mencatat hasilnya pada lembar peragaan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa pengurangan bilangan belasan lebih mudah dilakukan dengan memisahkan puluhan dan mengurangkan langsung bagian satuannya terlebih dahulu (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa satu soal cek mandiri dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan stik berwarna berbeda antara puluhan dan satuan serta kartu bilangan bergambar nilai tempat; murid mahir menggunakan stik polos tanpa pembeda warna.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langkah demi langkah saat memisahkan stik satuan; murid yang cepat bekerja mandiri menyelesaikan tantangan.
- Produk: Murid mencatatkan hasil pengurangan pada lembar kerja benda konkret sesuai jumlah butir yang diselesaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemilahan puluhan-satuan dan pengurangan konkret: Guru meminta murid menyiapkan 14 stik, mengikat 10 stik menjadi 1 puluhan dan meletakkan 4 stik satuan, lalu mengambil 2 stik dari satuan (acuan: murid tepat mengelompokkan 1 ikat puluhan berisi 10 stik dan 4 stik lepas, serta tepat mengambil 2 stik lepas sehingga tersisa 1 ikat 10 dan 2 lepas = 12 stik).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan 4 butir operasi pengurangan konkret dengan memisahkan puluhan dan satuan: (1) 16 - 2 = 14; (2) 18 - 5 = 13; (3) 15 - 4 = 11; (4) 19 - 6 = 13 (acuan: murid memisahkan 1 kelompok puluhan bernilai 10 dan stik satuan lepas, mengambil stik satuan sejumlah pengurang, dan menghitung sisa gabungan puluhan dan satuan dengan benar untuk ke-4 butir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di penutup: Murid memperagakan pengurangan 17 - 3 menggunakan stik es krim dengan memisahkan puluhan dan satuan di mejanya (acuan jawaban: murid meletakkan 1 kelompok 10 dan 7 stik satuan, mengambil 3 stik dari bagian satuan, sehingga menghasilkan sisa 10 + 4 = 14 stik).
Formatif:- Unjuk kerja manipulatif memisahkan benda konkret puluhan dan satuan serta lembar observasi ketepatan hasil pengurangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan operasi pengurangan memisahkan benda konkret puluhan dan satuan sampai 20 | Belum mampu memisahkan benda konkret menjadi kelompok puluhan dan satuan, serta hasil pengurangan 4 butir latihan belum tepat (< 2 butir benar dari acuan: 16-2=14, 18-5=13, 15-4=11, 19-6=13) walau dengan bimbingan penuh guru. | Mampu memisahkan benda konkret menjadi puluhan dan satuan dengan arahan guru serta menyelesaikan 2 dari 4 butir pengurangan konkret secara tepat sesuai acuan kunci (16-2=14, 18-5=13, 15-4=11, 19-6=13). | Mampu memisahkan benda konkret puluhan dan satuan serta menyelesaikan minimal 3 dari 4 butir pengurangan konkret secara tepat sesuai acuan kunci (16-2=14, 18-5=13, 15-4=11, 19-6=13) secara mandiri. | Mampu memisahkan benda konkret puluhan dan satuan serta menyelesaikan seluruh (4 dari 4 butir) pengurangan konkret secara tepat sesuai acuan kunci (16-2=14, 18-5=13, 15-4=11, 19-6=13) secara mandiri, konsisten, dan lancar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media stik es krim yang diikat puluhan efektif mempermudah murid memahami konsep pengurangan satuan?
- Bagian mana dari langkah pemisahan puluhan dan satuan yang masih membuat murid ragu?
Murid:- Bagian mana yang menurutmu lebih mudah: mengurangkan stik dari ikatan puluhan atau dari stik satuan yang lepas?
- Apakah kamu merasa senang bermain mengambil stik bersama temanmu hari ini?
Pertemuan 7 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol '=' pada Kalimat Matematika Penjumlahan sampai 10 Menggunakan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pasang gambar di papan tulis: Pasangan A (kiri: 4 lingkaran, kanan: 4 lingkaran) dan Pasangan B (kiri: 2 lingkaran, kanan: 5 lingkaran). Murid diminta mengacungkan jempol ke atas jika kedua sisi sama banyak dan jempol ke bawah jika tidak sama banyak (acuan: Pasangan A jempol ke atas/sama banyak; Pasangan B jempol ke bawah/tidak sama banyak) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami dan menunjukkan makna tanda sama dengan (=) sebagai tanda 'sama banyak' atau 'seimbang' pada penjumlahan sampai 10 menggunakan gambar timbangan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memperagakan gambar timbangan dua lengan seimbang di papan tulis. Di piring kiri diletakkan gambar 3 bola dan 2 bola (kalimat matematika: 3 + 2). Guru memandu murid menghitung total bola di piring kiri, yaitu 5 bola (6 menit).
- Guru menunjukkan piring kanan timbangan yang berisi gambar 5 bola, lalu meletakkan simbol '=' di poros tengah timbangan untuk menegaskan bahwa simbol '=' bermakna nilai atau jumlah gambar di sisi kiri sama banyak dengan sisi kanan (3 + 2 = 5) (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Berpasangan 'Kartu Timbangan Seimbang': Murid berpasangan memainkan permainan kartu bergambar. Setiap pasangan menerima 4 kartu sisi kiri dan 4 kartu sisi kanan. Murid memasangkan kartu yang bernilai sama banyak: (1) Kartu kiri '2 bintang + 4 bintang' dipasangkan dengan kartu kanan '6 bintang'; (2) Kartu kiri '5 apel + 3 apel' dipasangkan dengan kartu kanan '8 apel'; (3) Kartu kiri '4 daun + 3 daun' dipasangkan dengan kartu kanan '7 daun'; (4) Kartu kiri '6 jeruk + 4 jeruk' dipasangkan dengan kartu kanan '10 jeruk' (18 menit).
- Secara mandiri, setiap murid mengerjakan Lembar Kerja Bergambar berisi 3 soal menentukan kesamaan jumlah gambar: Soal 1 menghubungkan gambar '3 stroberi + 1 stroberi' dengan gambar '4 stroberi'; Soal 2 melengkapi gambar titik pada sisi kanan agar seimbang dengan '4 titik + 5 titik' (menggambar 9 titik); Soal 3 menentukan tanda '=' pada perbandingan gambar '2 bunga + 5 bunga' dengan '7 bunga' (acuan: Soal 1 = 4 stroberi; Soal 2 = 9 titik; Soal 3 = simbol '=') (14 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan mendiskusikan kembali arti tanda '=' bahwa jumlah benda pada gambar di sisi kiri tanda '=' harus sama banyaknya dengan jumlah benda pada gambar di sisi kanan (6 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman cepat: Guru menunjukkan gambar 4 pensil + 2 pensil di sisi kiri dan simbol '=', lalu murid serentak menunjukkan kartu angka/gambar yang tepat untuk sisi kanan (acuan: 6 pensil) (6 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja fokus murid, menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya konsep tanda '=' ini akan dilanjutkan ke bilangan sampai 20, dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan petak hitung bantu (ten-frame), sedangkan murid yang cepat diberikan gambar susunan acak hingga jumlah 10.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu langsung oleh guru dengan menghitung satu per satu gambar di kedua lengan timbangan, sedangkan murid yang mandiri langsung bekerja berpasangan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan kesamaan dengan cara menarik garis gambar atau menggambar langsung jumlah objek pengimbang di sisi kanan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pembelajaran: Memeriksa pemahaman konsep 'sama banyak' menggunakan 2 pasangan gambar di papan tulis (Pasangan A: 4 lingkaran dan 4 lingkaran [acuan: sama banyak]; Pasangan B: 2 lingkaran dan 5 lingkaran [acuan: tidak sama banyak]).
Proses:- Observasi aktivitas berpasangan mencocokkan 4 kartu timbangan: ketepatan murid memasangkan kartu sisi kiri dan kartu sisi kanan yang bernilai sama banyak (acuan: 2+4=6, 5+3=8, 4+3=7, 6+4=10).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 3 butir soal pemahaman simbol '=' pada penjumlahan sampai 10 menggunakan gambar (acuan: butir 1 = 4 stroberi, butir 2 = 9 titik, butir 3 = tanda '=' tepat menghubungkan 7 bunga).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Menunjukkan gambar sisi kanan yang seimbang untuk kalimat matematika gambar '4 pensil + 2 pensil = ...' (acuan kunci: kartu bergambar 6 pensil).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan kartu timbangan seimbang berpasangan
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menunjukkan pemahaman simbol '=' pada gambar penjumlahan sampai 10
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan makna simbol '=' pada penjumlahan sampai 10 menggunakan gambar | Belum mampu menunjukkan kesamaan jumlah gambar pada kedua sisi simbol '=' meski dengan bimbingan penuh guru (0 atau 1 butir tepat dari 4 butir kartu timbangan). | Mampu menunjukkan kesamaan jumlah gambar pada kedua sisi simbol '=' dengan bantuan bimbingan guru (tepat 2 butir dari 4 butir kartu timbangan: 2+4=6, 5+3=8, 4+3=7, 6+4=10). | Mampu menunjukkan kesamaan jumlah gambar pada kedua sisi simbol '=' secara tepat dengan sedikit arahan (tepat 3 butir dari 4 butir kartu timbangan: 2+4=6, 5+3=8, 4+3=7, 6+4=10). | Mampu menunjukkan kesamaan jumlah gambar pada kedua sisi simbol '=' secara tepat, lengkap, dan mandiri pada seluruh butir latihan (tepat 4 butir dari 4 butir kartu timbangan: 2+4=6, 5+3=8, 4+3=7, 6+4=10). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar timbangan dua lengan efektif membantu murid memahami bahwa simbol '=' berarti sama banyak/seimbang?
- Bagian mana dari aktivitas berpasangan yang memerlukan penyesuaian bimbingan untuk murid yang belum lancar berhitung?
Murid:- Apakah kamu merasa senang bermain kartu timbangan seimbang hari ini?
- Apa arti tanda '=' yang kamu pelajari dari gambar timbangan tadi?
Pertemuan 8 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol '=' pada Kalimat Matematika Penjumlahan Bilangan Cacah sampai 20 Menggunakan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan menunjukkan makna simbol sama dengan (=) sebagai tanda 'sama banyak' atau 'seimbang' pada penjumlahan bilangan sampai 20 menggunakan media gambar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid mengamati gambar timbangan di papan tulis dengan 5 lingkaran di piring kiri dan 5 lingkaran di piring kanan, lalu murid mengangkat kartu simbol '=' untuk menunjukkan kedua sisi sama banyak (acuan: sisi kiri 5 dan sisi kanan 5 bernilai sama sehingga diberi tanda '=') (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan gambar timbangan keseimbangan pada layar/papan tulis yang memuat kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 20, yaitu kelompok gambar 12 jambu air ditambah 3 jambu air di sisi kiri (total 15), serta kelompok gambar 15 jambu air di sisi kanan (8 menit).
- Murid mencermati penegasan guru bahwa simbol '=' menunjukkan jumlah benda pada gambar di sisi kiri nilainya sama banyak dengan jumlah benda pada gambar di sisi kanan (tidak berat sebelah/seimbang) (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tantangan Kartu Seimbang': pasangan murid menerima 4 pasang kartu bergambar penjumlahan dan mencocokkan pasangan yang nilainya sama banyak dengan meletakkan kartu simbol '=' di antara kedua kartu gambar: (1) Kartu A (gambar 9 apel + 7 apel) dipasangkan dengan Kartu B (gambar 16 apel); (2) Kartu C (gambar 11 jeruk + 4 jeruk) dipasangkan dengan Kartu D (gambar 15 jeruk); (3) Kartu E (gambar 8 mangga + 5 mangga) dipasangkan dengan Kartu F (gambar 13 mangga); (4) Kartu G (gambar 10 stroberi + 8 stroberi) dipasangkan dengan Kartu H (gambar 18 stroberi) (acuan: 9+7 = 16; 11+4 = 15; 8+5 = 13; 10+8 = 18) (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan bergambar berisi 4 butir soal untuk menunjukkan makna simbol '=' pada kalimat matematika penjumlahan sampai 20: (1) Gambar 13 bintang + 4 bintang ... gambar 17 bintang (isi simbol '=' atau '≠'; acuan: '='); (2) Gambar 8 bola + 6 bola ... gambar 15 bola (isi simbol '=' atau '≠'; acuan: '≠' karena 14 tidak sama dengan 15); (3) Gambar 12 daun + 6 daun = gambar ... daun (gambar titik-titik diisi jumlah daun; acuan: 18 daun); (4) Gambar 7 pensil + ... pensil = gambar 19 pensil (titik-titik diisi jumlah pensil; acuan: 12 pensil) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar latihan bergambar dan memverifikasi arti tanda '=' pada penjumlahan bilangan sampai 20 bahwa kedua ruas gambar harus selalu menunjukkan nilai hitung yang sama banyak (6 menit).
- Murid mengutarakan pengalaman belajarnya mengenai kemudahan atau kendala saat menghitung kumpulan gambar hingga 20 untuk membuktikan keseimbangan simbol '=' (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid menunjukkan kartu centang jika pernyataan gambar benar dan kartu silang jika salah pada soal: 'Gambar 14 kubus + 5 kubus = gambar 19 kubus' (acuan: benar/centang, karena 14 + 5 bernilai sama dengan 19) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar kumpulan benda yang sudah dikelompokkan dalam bingkai puluhan (ten frame) untuk murid yang membutuhkan bantuan visual membilang sampai 20.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi menghitung banyak gambar satu per satu dengan mencoret gambar, sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan gambar dengan variasi penjumlahan dua kelompok gambar di kedua sisi tanda '=' (misal gambar 10+6 = gambar 9+7).
- Produk: Murid dapat menunjukkan makna simbol '=' dengan menempelkan kartu simbol '=', melingkari gambar yang seimbang, atau menggambar kekurangan objek hingga bernilai sama banyak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual timbangan pada awal pertemuan: murid mengamati gambar timbangan seimbang berisi 5 lingkaran di piring kiri dan 5 lingkaran di piring kanan, kemudian murid mengangkat kartu simbol '=' untuk menunjukkan kedua sisi sama banyak (acuan: sisi kiri bernilai 5 dan sisi kanan bernilai 5 sehingga bernilai sama/seimbang dan diberi simbol '=')
Proses:- Formatif proses pada pengerjaan lembar latihan mandiri 4 butir: (1) Gambar 13 bintang + 4 bintang ... gambar 17 bintang (acuan: '='); (2) Gambar 8 bola + 6 bola ... gambar 15 bola (acuan: '≠'); (3) Gambar 12 daun + 6 daun = gambar ... daun (acuan: 18 daun); (4) Gambar 7 pensil + ... pensil = gambar 19 pensil (acuan: 12 pensil). Kriteria ketuntasan minimal tepat 3 dari 4 butir.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: murid mengangkat kartu centang (benar) atau silang (salah) untuk pernyataan gambar 'Gambar 14 kubus + 5 kubus = gambar 19 kubus' (acuan: kartu centang/benar, karena 14 + 5 = 19 sehingga sisi kiri sama banyak dengan sisi kanan)
Formatif:- Observasi unjuk kerja mencocokkan kartu bergambar yang seimbang menggunakan simbol '='
- Pemeriksaan lembar latihan bergambar makna simbol '=' pada penjumlahan bilangan sampai 20
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pemahaman makna simbol '=' pada penjumlahan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar | Belum mampu menunjukkan makna simbol '=' pada gambar penjumlahan sampai 20 (tepat 0-1 dari 4 butir lembar latihan). | Mulai mampu menunjukkan makna simbol '=' pada gambar penjumlahan sampai 20 dengan bimbingan (tepat 2 dari 4 butir lembar latihan). | Mampu menunjukkan makna simbol '=' pada gambar penjumlahan sampai 20 secara tepat (tepat 3 dari 4 butir lembar latihan). | Sangat mandiri dan tepat menunjukkan makna simbol '=' pada seluruh kalimat matematika penjumlahan sampai 20 menggunakan gambar (tepat 4 dari 4 butir lembar latihan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media visual gambar timbangan dan kartu bergambar efektif membantu murid memahami bahwa '=' berarti bernilai sama banyak, bukan sekadar tanda hasil?
- Bagaimana pengelolaan alokasi waktu pada saat murid membilang gambar benda konkret sampai bilangan 20?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan menghitung gambar buah tadi yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu sudah bisa menentukan tanda sama dengan (=) jika melihat dua kelompok gambar yang sama banyak?
Pertemuan 9 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol '=' pada Kalimat Matematika Pengurangan sampai 10 Menggunakan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.4 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami makna simbol '=' sebagai tanda kesamaan banyak benda dalam kalimat pengurangan sampai 10 menggunakan bantuan gambar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 gambar timbangan datar di papan tulis: Gambar A menunjukkan 5 lingkaran di ruas kiri dan 5 lingkaran di ruas kanan (seimbang/sama banyak); Gambar B menunjukkan 6 lingkaran di ruas kiri dan 4 lingkaran di ruas kanan (tidak seimbang/berbeda banyak). Murid diminta menunjuk gambar mana yang menunjukkan arti simbol '=' (acuan jawaban: Gambar A, karena jumlah kedua ruas sama banyak yaitu 5 = 5) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menempelkan ilustrasi gambar pengurangan di papan tulis: ruas kiri menampilkan 8 gambar jeruk dengan 3 jeruk diberi tanda silang (menyatakan operasi 8 – 3), dan di tengah diletakkan simbol '=', serta ruas kanan menampilkan 5 gambar jeruk utuh (menyatakan sisa jeruk) (5 menit).
- Guru membimbing murid memperhatikan bahwa ruas kiri (8 dikurangi 3 yang bersisa 5 gambar jeruk) memiliki nilai atau banyak yang sama persis dengan ruas kanan (5 gambar jeruk), sehingga simbol '=' bermakna 'sama banyak' atau 'seimbang nilainya' antara sisi kiri dan sisi kanan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid secara berpasangan untuk memainkan tantangan interaktif 'Kartu Timbangan Pengurangan Sama Banyak'. Setiap pasangan menerima 3 pasang kartu gambar pengurangan sampai 10: Pasangan 1 terdiri dari Kartu A (6 gambar bintang dicoret 2) dan Kartu B (4 gambar bintang utuh); Pasangan 2 terdiri dari Kartu C (9 gambar kelereng dicoret 4) dan Kartu D (5 gambar kelereng utuh); Pasangan 3 terdiri dari Kartu E (7 gambar segitiga dicoret 1) dan Kartu F (6 gambar segitiga utuh). Murid memasangkan kartu yang setara nilainya dengan meletakkan kartu simbol '=' di antara kedua kartu tersebut (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi 3 soal kalimat matematika pengurangan bergambar untuk membuktikan pemahaman simbol '=': Soal 1: '7 – 4 = ...' dengan gambar 7 ikan dicoret 4 di sisi kiri, simbol '=', dan murid menggambar 3 ikan di sisi kanan; Soal 2: '9 – 3 = ...' dengan gambar 9 daun dicoret 3 di sisi kiri, simbol '=', dan murid menggambar 6 daun di sisi kanan; Soal 3: '10 – 5 = ...' dengan gambar 10 donat dicoret 5 di sisi kiri, simbol '=', dan murid menggambar 5 donat di sisi kanan (acuan: Soal 1 = 3 ikan; Soal 2 = 6 daun; Soal 3 = 5 donat) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan LKS dan meminta 2 perwakilan murid menunjukkan di depan kelas bahwa jumlah sisa gambar benda di ruas kiri benar-benar sama banyak dengan jumlah gambar di ruas kanan simbol '=' (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa simbol '=' pada pengurangan berarti nilai hasil sisa pengurangan di ruas kiri sama banyak dengan bilangan/gambar di ruas kanan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman cepat di akhir sesi: Guru memperlihatkan gambar '5 kupu-kupu dicoret 2 [=] 3 kupu-kupu' dan bertanya apakah kalimat matematika bergambar ini benar menunjukkan arti simbol '=' (acuan jawaban: Benar, karena 5 – 2 bernilai 3, sama banyak dengan 3 kupu-kupu di ruas kanan) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dalam menyelesaikan aktivitas dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan angka bantuan di bawahnya (misal: 6 gambar coret 2 disertai tulisan 'sisa 4'). Murid yang berpencapaian tinggi diberikan kartu gambar pengurangan tanpa angka panduan.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi secara langsung (scaffolding) dengan menghitung silang gambar satu per satu menggunakan jari. Murid cepat bekerja mandiri bersama pasangannya.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menempel stiker jumlah gambar sisa di ruas kanan simbol '=', sedangkan murid mandiri menggambar sendiri benda sisa di ruas kanan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pembelajaran: Murid diminta memilih 1 dari 2 gambar timbangan (Gambar A: 5 lingkaran di kiri dan 5 lingkaran di kanan; Gambar B: 6 lingkaran di kiri dan 4 lingkaran di kanan) yang menunjukkan makna simbol '=' sama banyak (acuan: Gambar A karena kedua sisi seimbang berjumlah 5).
Proses:- Observasi pasangan saat mencocokkan 3 pasangan kartu gambar pengurangan sampai 10 dengan meletakkan simbol '=': (1) 6 dicoret 2 dipasangkan dengan 4 bintang; (2) 9 dicoret 4 dipasangkan dengan 5 kelereng; (3) 7 dicoret 1 dipasangkan dengan 6 segitiga (acuan: ketepatan menempatkan simbol '=' pada ketiga pasangan kartu yang nilainya sama banyak).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan Lembar Kerja Siswa (LKS) individu berisi 3 butir soal gambar sisa pengurangan di ruas kanan simbol '=': Butir 1 (7 ikan dicoret 4 = 3 ikan); Butir 2 (9 daun dicoret 3 = 6 daun); Butir 3 (10 donat dicoret 5 = 5 donat). Kriteria ketepatan: minimal 2 dari 3 butir digambar dengan jumlah yang tepat sesuai acuan.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat memasangkan kartu timbangan pengurangan bergambar dengan simbol '='.
- Penilaian tes tertulis Lembar Kerja Siswa (LKS) melengkapi gambar sisa pengurangan pada kalimat matematika bersimbol '='.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pemahaman makna simbol '=' pada kalimat matematika pengurangan sampai 10 menggunakan gambar | Belum mampu menunjukkan makna simbol '=' pada gambar pengurangan sampai 10 (0 dari 3 butir LKS tepat). | Mampu menunjukkan makna simbol '=' pada gambar pengurangan sampai 10 dengan tepat pada 1 dari 3 butir LKS. | Mampu menunjukkan makna simbol '=' pada gambar pengurangan sampai 10 dengan tepat pada 2 dari 3 butir LKS. | Mampu menunjukkan makna simbol '=' pada gambar pengurangan sampai 10 dengan tepat pada seluruh 3 butir LKS secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar benda konkret yang dicoret efektif membantu murid memahami konsep kesamaan nilai pada simbol '=' dalam pengurangan?
- Apakah murid mengalami kesulitan dalam menghitung sisa gambar pengurangan pada ruas kiri sebelum menyamakannya dengan ruas kanan?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan memasangkan kartu gambar pengurangan tadi yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu sudah tahu mengapa di tengah-tengah gambar pengurangan diberi tanda sama dengan (=)?
Pertemuan 10 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol '=' pada Kalimat Matematika Pengurangan Bilangan Cacah sampai 20 Menggunakan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.4 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan gambar 14 donat yang disilang 4 buah di sebelah kiri dan 10 donat utuh di sebelah kanan timbangan gambar, lalu menanyakan apakah kedua sisi bernilai sama banyak (acuan jawaban: ya, kedua sisi sama banyak bernilai 10) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami makna tanda sama dengan (=) sebagai penanda kesamaan nilai pada kalimat matematika pengurangan bilangan sampai 20 menggunakan bantuan gambar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan gambar timbangan datar di papan tulis dengan sisi kiri berupa gambar 18 buah mangga disilang 6 (18 - 6) dan sisi kanan berupa kumpulan 12 buah mangga utuh, lalu membimbing murid menghitung bahwa sisi kiri bernilai 12 dan sisi kanan bernilai 12 (7 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab terbimbing untuk menegaskan bahwa tanda '=' berarti nilai sisa pengurangan pada ruas kiri sama banyaknya dengan nilai pada ruas kanan, misalnya pada kalimat matematika 18 - 6 = 12 yang diwakili gambar (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain secara berpasangan dalam aktivitas menggembirakan 'Tantangan Kartu Keseimbangan Pengurangan': setiap pasangan mencocokkan 4 kartu pengurangan bergambar dengan 4 kartu hasil bergambar yang senilai: (1) Gambar 15 kelereng disilang 5 dipasangkan dengan gambar 10 kelereng; (2) Gambar 17 bintang disilang 3 dipasangkan dengan gambar 14 bintang; (3) Gambar 19 kancing disilang 7 dipasangkan dengan gambar 12 kancing; (4) Gambar 20 jeruk disilang 9 dipasangkan dengan gambar 11 jeruk (10 menit).
- Secara mandiri pada lembar kerja, murid mengerjakan tugas menunjukkan kesamaan nilai dengan memberi tanda '=' atau menuliskan kalimat matematika pengurangan berdasarkan gambar untuk 4 butir soal: Butir 1: Gambar 16 apel disilang 4 ... gambar 12 apel (acuan: tanda '='); Butir 2: Gambar 14 bunga disilang 6 ... gambar 8 bunga (acuan: tanda '='); Butir 3: Kalimat matematika dari gambar 17 balon disilang 5 bernilai sama dengan 12 balon (acuan: 17 - 5 = 12); Butir 4: Kalimat matematika dari gambar 19 pensil disilang 8 bernilai sama dengan 11 pensil (acuan: 19 - 8 = 11) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memeriksa kembali hasil penempatan tanda '=' dan mencocokkan jumlah sisa benda pada gambar ruas kiri dengan ruas kanan (5 menit).
- Guru memandu murid menyimpulkan bahwa tanda '=' pada pengurangan bilangan sampai 20 selalu menyatakan bahwa hasil sisa di sebelah kiri tanda '=' persis sama banyaknya dengan kumpulan benda di sebelah kanan tanda '=' (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman cepat di akhir pelajaran dengan menampilkan gambar 13 daun disilang 5 di ruas kiri dan 8 daun di ruas kanan, lalu meminta murid mengonfirmasi apakah tanda '=' tepat diletakkan di tengahnya (acuan jawaban: tepat/benar, karena 13 - 5 bernilai 8) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja fokus murid hari ini dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar pengurangan dengan garis bantu hitung silang puluhan dan satuan untuk murid yang membutuhkan bantuan visual lebih terstruktur.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langsung menghitung satu per satu sisa benda yang tidak disilang, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan gambar dengan variasi susunan objek acak.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menempelkan kartu simbol '=' pada gambar yang setara, sedangkan murid mahir menuliskan kalimat matematika pengurangan secara lengkap (misal: 19 - 8 = 11) di samping gambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan gambar timbangan: sisi kiri 14 donat disilang 4 buah dan sisi kanan 10 donat utuh. Murid diminta menentukan apakah kedua sisi setara dan berhak diberi tanda '=' (acuan jawaban: setara/sama banyak, bernilai 10).
Proses:- Pengamatan saat murid mencocokkan 4 pasang kartu bergambar pada aktivitas berpasangan: (1) 15-5 dengan 10 kelereng; (2) 17-3 dengan 14 bintang; (3) 19-7 dengan 12 kancing; (4) 20-9 dengan 11 jeruk (acuan: tepat memasangkan sesuai nilai kesetaraan).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 4 butir: Butir 1 tanda '=' (16-4 setara 12); Butir 2 tanda '=' (14-6 setara 8); Butir 3 menulis 17 - 5 = 12; Butir 4 menulis 19 - 8 = 11 (acuan: kunci tepat pada 4 butir tersebut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman cepat: Murid menunjukkan kartu benar/salah terhadap pernyataan visual 'Gambar 13 daun disilang 5 = Gambar 8 daun' (acuan jawaban: Benar, karena 13 dikurangi 5 bernilai 8 yang sama banyak dengan gambar di ruas kanan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan pada permainan Kartu Keseimbangan Pengurangan sampai 20
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menunjukkan pemahaman simbol '=' pada pengurangan menggunakan gambar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pemahaman makna simbol '=' pada pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar | Belum mampu menunjukkan kesetaraan nilai pada pengurangan menggunakan gambar (benar kurang dari 2 butir dari 4 butir tugas mandiri). | Mampu menunjukkan makna simbol '=' pada pengurangan sampai 20 menggunakan gambar dengan benar pada 2 butir dari 4 butir tugas mandiri. | Mampu menunjukkan makna simbol '=' pada pengurangan sampai 20 menggunakan gambar dengan benar pada 3 butir dari 4 butir tugas mandiri. | Mampu menunjukkan makna simbol '=' pada pengurangan sampai 20 menggunakan gambar dengan benar pada seluruh (4 butir) tugas mandiri secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar timbangan dan gambar benda yang disilang mempermudah murid memahami kesetaraan nilai pada tanda '='?
- Bagian mana dari aktivitas pengurangan sampai 20 menggunakan gambar yang paling dipahami atau masih membingungkan bagi murid?
Murid:- Apakah kamu terbantu melihat sisa gambar yang disilang untuk memastikan jumlahnya sama dengan gambar di sebelah tanda '='?
- Aktivitas mana yang paling kamu sukai saat belajar pengurangan hari ini?
Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
- TP 2.2.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
- TP 2.2.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
- TP 2.2.4 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memimpin doa singkat, dan menyampaikan bahwa hari ini adalah asesmen sumatif untuk mengukur kemampuan penjumlahan, pengurangan, dan pemahaman simbol '=' sampai 20 yang telah dipelajari sepanjang Bab 2 (3 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib asesmen: seluruh murid mengerjakan tes tertulis secara serentak dan tertib di meja masing-masing, sementara unjuk kerja manipulasi stik es krim dilakukan bergantian secara mandiri di meja guru (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis dan membacakan petunjuk pengerjaan: murid mengamati gambar objek, menghitung banyaknya objek di kedua ruas, lalu melengkapi angka dan simbol matematika '=' yang rumpang (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak mengerjakan tes tertulis bergambar mandiri sebanyak 4 butir soal: Butir 1 (Penjumlahan sampai 10): Gambar 4 apel dan 3 apel di ruas kiri, gambar 7 apel di ruas kanan -> Kalimat matematika rumpang: 4 + 3 [...] 7 (acuan jawaban: simbol '='); Butir 2 (Penjumlahan sampai 20): Gambar 11 bintang dan 5 bintang di ruas kiri, gambar 16 bintang di ruas kanan -> Kalimat matematika rumpang: 11 + 5 [...] 16 (acuan jawaban: simbol '='); Butir 3 (Pengurangan sampai 10): Gambar 9 kelereng disilang 4 kelereng di ruas kiri, gambar 5 kelereng di ruas kanan -> Kalimat matematika rumpang: 9 - 4 [...] 5 (acuan jawaban: simbol '='); Butir 4 (Pengurangan sampai 20): Gambar 18 bola disilang 6 bola di ruas kiri, gambar 12 bola di ruas kanan -> Kalimat matematika rumpang: 18 - 6 [...] 12 (acuan jawaban: simbol '=') (25 menit).
- Bersamaan dengan pengerjaan tes tertulis, guru memanggil murid secara bergantian ke meja guru untuk unjuk kerja manipulasi benda konkret menggunakan stik es krim (42 menit total untuk 28 murid, masing-masing sekitar 1,5 menit): Tugas A (Penjumlahan sampai 20): Guru memberikan instruksi lisan 'Ambil 8 stik es krim, gabungkan dengan 6 stik es krim, hitung jumlah seluruhnya' (acuan unjuk kerja: murid menggabungkan kedua kelompok stik dan menghitung tepat sebanyak 14 stik); Tugas B (Pengurangan sampai 20): Guru memberikan instruksi lisan 'Ambil 15 stik es krim, ambil/pisahkan 7 stik es krim, hitung sisanya' (acuan unjuk kerja: murid memisahkan 7 stik dari 15 stik dan menghitung sisa tepat sebanyak 8 stik) (32 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan meminta murid duduk dengan tenang untuk memeriksa kembali kesiapan serta perasaan mereka setelah menyelesaikan seluruh tugas asesmen (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, ketertiban, dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan asesmen sumatif Bab 2 (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan menyampaikan pesan singkat sebagai penutup Bab 2 (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami kesulitan membaca instruksi tertulis, guru membacakan instruksi soal tanpa memberi tahu jawaban atau membimbing pengerjaan hitungan.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi unjuk kerja benda konkret dan tes tertulis bergambar: unjuk kerja manipulasi benda konkret untuk operasi hitung penjumlahan dan pengurangan sampai 20 serta lembar kerja melengkapi kalimat matematika bertanda sama dengan berdasarkan gambar
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid melengkapi angka dan simbol matematika '=' pada kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan sampai 20 berdasarkan sajian kelompok gambar objek yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (28 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja bergiliran: praktik tiap murid menggabungkan stik es krim untuk penjumlahan dan mengambil/memisahkan stik es krim untuk pengurangan sampai 20 secara bergantian di meja guru (42 menit / 1,5 menit = 28 murid penuh terlayani) (42 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian unjuk kerja manipulasi benda konkret)
Sumatif:- kombinasi unjuk kerja benda konkret dan tes tertulis bergambar: unjuk kerja manipulasi benda konkret untuk operasi hitung penjumlahan dan pengurangan sampai 20 serta lembar kerja melengkapi kalimat matematika bertanda sama dengan berdasarkan gambar
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid melengkapi angka dan simbol matematika '=' pada kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan sampai 20 berdasarkan sajian kelompok gambar objek yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (28 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja bergiliran: praktik tiap murid menggabungkan stik es krim untuk penjumlahan dan mengambil/memisahkan stik es krim untuk pengurangan sampai 20 secara bergantian di meja guru (42 menit / 1,5 menit = 28 murid penuh terlayani) (42 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian unjuk kerja manipulasi benda konkret)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Manipulasi Benda Konkret Penjumlahan sampai 20 (TP 2.2.1) | Belum mampu menggabungkan dan menghitung stik es krim untuk 8 + 6 = 14 meski dibimbing. | Mampu menggabungkan stik es krim namun keliru dalam membilang jumlah gabungannya (bukan 14). | Mampu menggabungkan stik es krim dan menghitung tepat sebanyak 14 stik dengan sedikit jeda/ragu. | Mampu menggabungkan stik es krim dan membilang hasilnya tepat 14 stik secara cepat, runtut, dan mandiri. | | Manipulasi Benda Konkret Pengurangan sampai 20 (TP 2.2.2) | Belum mampu memisahkan dan menghitung sisa stik es krim untuk 15 - 7 = 8 meski dibimbing. | Mampu mengambil stik es krim namun keliru menghitung sisa stik yang tersisa (bukan 8). | Mampu memisahkan 7 stik dari 15 stik dan menghitung sisanya tepat 8 stik dengan sedikit jeda/ragu. | Mampu memisahkan 7 stik dari 15 stik dan menghitung sisanya tepat 8 stik secara cepat, runtut, dan mandiri. | | Pemahaman Simbol '=' pada Penjumlahan sampai 20 Berdasarkan Gambar (TP 2.2.3) | Belum mampu melengkapi simbol '=' pada kedua butir penjumlahan bergambar (Butir 1 dan Butir 2 salah). | Hanya mampu melengkapi simbol '=' dengan tepat pada 1 butir soal penjumlahan bergambar (Butir 1: 4 + 3 = 7 ATAU Butir 2: 11 + 5 = 16). | Mampu melengkapi simbol '=' dengan tepat pada kedua butir penjumlahan bergambar (Butir 1: 4 + 3 = 7 DAN Butir 2: 11 + 5 = 16). | Mampu melengkapi simbol '=' dengan tepat pada kedua butir penjumlahan bergambar (Butir 1 dan 2) secara mandiri, tepat, dan tanpa keraguan. | | Pemahaman Simbol '=' pada Pengurangan sampai 20 Berdasarkan Gambar (TP 2.2.4) | Belum mampu melengkapi simbol '=' pada kedua butir pengurangan bergambar (Butir 3 dan Butir 4 salah). | Hanya mampu melengkapi simbol '=' dengan tepat pada 1 butir soal pengurangan bergambar (Butir 3: 9 - 4 = 5 ATAU Butir 4: 18 - 6 = 12). | Mampu melengkapi simbol '=' dengan tepat pada kedua butir pengurangan bergambar (Butir 3: 9 - 4 = 5 DAN Butir 4: 18 - 6 = 12). | Mampu melengkapi simbol '=' dengan tepat pada kedua butir pengurangan bergambar (Butir 3 dan 4) secara mandiri, tepat, dan tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu tes tertulis serentak (28 menit) dan unjuk kerja bergiliran (42 menit) berjalan efektif melayani seluruh murid?
- Bagian mana dari operasi hitung atau pemahaman simbol sama dengan yang masih memerlukan penguatan pascasumatif?
Murid:- Tugas mana yang terasa paling mudah dikerjakan hari ini, menghitung stik es krim atau menuliskan simbol sama dengan pada lembar gambar?
- Apakah kamu merasa yakin dengan hasil hitungan penjumlahan dan penguranganmu hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II
- Benda konkret: kancing warna-warni, stik es krim, balok kayu kecil, kelereng
- Wadah kecil/keranjang plastik dan kartu tantangan berhitung
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2022) Bab 2 Subbab A
- Benda konkret: stik es krim, kancing hitung, balok kecil (masing-masing 20 buah per pasang murid)
- Wadah plastik kecil dan kartu bilangan angka 10-15 serta 2-7
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Benda konkret: stik es krim, karet gelang pengikat puluhan, wadah/kantong nilai tempat, kelereng, dan kancing
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Benda konkret: stik es krim, balok kayu kecil, kancing pakaian, wadah/kotak kecil
- Benda konkret: stik es krim, kancing warna-warni, wadah plastik kecil
- Kartu soal pengurangan bilangan sampai 20
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 2 Subbab B)
- Stik es krim (minimal 20 batang per murid) dan karet gelang/pengikat lidi
- Dua wadah kecil bertuliskan 'Puluhan' dan 'Satuan'
- Kartu soal pengurangan bilangan konkret sampai 20
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022)
- Media peraga gambar timbangan dua lengan dan kartu gambar penjumlahan bilangan sampai 10
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2022
- Set kartu gambar buah dan benda (lingkaran, jambu air, apel, jeruk, mangga, stroberi, bintang, bola, daun, pensil, kubus) bernilai sampai 20
- Kartu simbol '=' dan '≠'
- Kartu bergambar pengurangan sampai 10 dan kartu simbol '='
- Lembar Kerja Siswa (LKS) pengurangan bergambar
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II Bab 2, Kemendikbudristek 2022
- Kartu gambar pengurangan dan kartu gambar benda himpunan bilangan cacah sampai 20
- Papan tulis dan spidol untuk ilustrasi model timbangan matematika
- Stik es krim (sebanyak 20 buah di meja guru)
- Lembar Asesmen Sumatif Bergambar Bab 2
|