Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret

Matematika - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikDekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan manipulasi benda konkret, murid dapat mengurai (dekomposisi) bilangan cacah sampai dengan 50 menjadi nilai puluhan dan satuan dengan benar
  2. Melalui eksplorasi benda konkret, murid dapat menyatakan pasangan bilangan penyusun suatu bilangan cacah sampai dengan 50 dengan tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu punya 26 permen, berapa banyak cara berbeda untuk menyusunnya menjadi kelompok-kelompok?
  2. Bagaimana kalian bisa menunjukkan bilangan 35 menggunakan lidi atau stik es krim?
  3. Apakah ada cara lain untuk mengurai bilangan 42 selain menjadi 4 puluhan dan 2 satuan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan bilangan cacah yang sudah dipelajari sebelumnya (sampai dengan 50)
  • Guru menunjukkan sekumpulan lidi/stik es krim dan meminta murid menebak banyaknya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengurai bilangan cacah sampai dengan 50 dengan berbagai cara menggunakan benda konkret
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan cara mengurai bilangan 26 menggunakan lidi yang diikat per 10 (2 ikatan + 6 lidi lepas)
  • Guru menuliskan hasil penguraian di papan tulis: 26 = 2 puluhan + 6 satuan
  • Guru menunjukkan cara lain mengurai 26: menjadi 1 puluhan + 16 satuan, dengan membuka satu ikatan
  • Guru menjelaskan bahwa satu bilangan dapat diurai dengan berbagai cara
  • Murid mengamati demonstrasi guru dan mencatat penguraian bilangan dalam tabel nilai tempat
  • Guru memberi contoh lain dengan bilangan 35, mengurai menjadi 3 puluhan + 5 satuan, lalu menunjukkan cara alternatif

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap murid menerima sejumlah lidi/stik es krim (antara 20-50 buah) dan karet gelang
  • Murid menghitung total lidi yang diterima dan menuliskan bilangannya
  • Murid mengikat lidi per 10 batang untuk membentuk puluhan
  • Murid mengurai bilangan mereka menjadi puluhan dan satuan, lalu menuliskan dalam tabel nilai tempat (Cara 1)
  • Murid mencoba mengurai bilangan yang sama dengan cara berbeda, misalnya dengan membuka satu ikatan puluhan (Cara 2)
  • Murid mencoba mengurai lagi dengan cara ketiga, mencatat semua cara dalam buku
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik kepada murid yang membutuhkan
  • Murid berpasangan untuk saling menunjukkan dan menjelaskan cara mengurai bilangan mereka
  • Beberapa murid mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: Apa yang kalian pelajari hari ini tentang mengurai bilangan?
  • Murid menyampaikan pengalaman mereka saat mengurai bilangan dengan berbagai cara
  • Guru bertanya: Mengapa satu bilangan bisa diurai dengan cara berbeda? Apakah hasilnya tetap sama?
  • Murid merefleksi: Cara mana yang paling mudah bagi mereka? Mengapa?
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bahwa bilangan cacah dapat diurai menjadi puluhan dan satuan dengan berbagai cara
  • Murid menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini di buku catatan mereka

Penutup:

  • Guru memberikan latihan soal untuk mengurai bilangan 32, 41, dan 48 dalam tabel nilai tempat
  • Murid mengerjakan latihan secara mandiri sebagai asesmen akhir
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan memberikan semangat kepada yang lain
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid cepat: diberikan bilangan yang lebih besar (mendekati 50) dengan tantangan mengurai minimal 4 cara berbeda. Untuk murid lambat: diberikan bilangan lebih kecil (20-30) dengan bimbingan intensif untuk mengurai 2 cara terlebih dahulu
  • Proses: Murid cepat bekerja mandiri dan dapat membantu teman sebaya. Murid lambat bekerja dalam kelompok kecil dengan pendampingan guru atau dibimbing dengan pertanyaan terarah untuk menemukan sendiri cara mengurai bilangan
  • Produk: Murid cepat membuat poster cara mengurai bilangan dengan ilustrasi sendiri. Murid lambat menunjukkan penguraian dengan manipulasi lidi dan mengisi tabel nilai tempat dengan panduan

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan: Bilangan apa saja yang sudah kalian pelajari? Bisakah menyebutkan bilangan sampai 50?
  • Guru meminta beberapa murid menunjukkan bilangan tertentu (misalnya 23, 37) menggunakan jari atau benda di sekitar
  • Guru mengamati pemahaman awal murid tentang nilai tempat puluhan dan satuan

Proses:

  • Observasi saat murid mengikat lidi per 10 batang dan menghitung sisanya
  • Mengamati cara murid mengisi tabel nilai tempat dengan berbagai cara penguraian
  • Mendengarkan penjelasan murid saat berpasangan atau presentasi
  • Memberikan pertanyaan lisan: Mengapa 26 bisa ditulis sebagai 1 puluhan + 16 satuan?
  • Mencatat murid yang mengalami kesulitan untuk diberikan bimbingan tambahan

Akhir:

  • Latihan tertulis individu: mengurai bilangan 32, 41, dan 48 dalam tabel nilai tempat dengan minimal 2 cara
  • Penilaian hasil pekerjaan menggunakan rubrik
  • Murid mengumpulkan hasil pekerjaan untuk diperiksa guru

Formatif:

  • Observasi selama murid memanipulasi benda konkret (lidi/stik es krim) untuk mengurai bilangan
  • Tanya jawab saat murid bekerja berpasangan
  • Pemeriksaan tabel nilai tempat yang dibuat murid

Sumatif:

  • Latihan tertulis mengurai tiga bilangan (32, 41, 48) ke dalam tabel nilai tempat dengan minimal 2 cara berbeda
  • Penilaian kemampuan murid menyatakan pasangan bilangan penyusun

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuanTidak dapat mengurai bilangan atau mengurai dengan banyak kesalahan dalam menentukan nilai puluhan dan satuanDapat mengurai bilangan dengan 1 cara tetapi masih membutuhkan bimbingan atau ada kesalahan kecilDapat mengurai bilangan dengan 2 cara berbeda dengan benar tanpa bantuanDapat mengurai bilangan dengan 3 cara atau lebih dengan benar dan menjelaskan alasannya
Menyatakan pasangan bilangan penyusunTidak dapat menunjukkan pasangan bilangan atau menunjukkan dengan banyak kesalahanDapat menunjukkan 1 pasangan bilangan penyusun dengan bimbinganDapat menunjukkan 2 pasangan bilangan penyusun dengan tepatDapat menunjukkan 3 atau lebih pasangan bilangan penyusun dengan tepat dan sistematis
Penggunaan model konkret (lidi/stik es krim)Tidak dapat menggunakan benda konkret untuk merepresentasikan bilanganDapat menggunakan benda konkret tetapi masih bingung dalam mengelompokkan puluhan dan satuanDapat menggunakan benda konkret dengan tepat untuk menunjukkan penguraian bilanganDapat menggunakan benda konkret dengan sangat tepat, sistematis, dan menjelaskan hubungannya dengan tabel nilai tempat
Kemandirian dan kerja samaSangat bergantung pada bantuan guru atau teman, tidak mau mencoba sendiriMulai berusaha mandiri tetapi sering meminta bantuan, kurang aktif dalam kerja berpasanganBekerja mandiri dengan baik, aktif dalam kerja berpasangan dan berbagi ideSangat mandiri, aktif membantu teman, dan berkontribusi dalam diskusi kelas

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep dekomposisi bilangan menggunakan model konkret?
  • Murid mana yang masih membutuhkan bimbingan tambahan?
  • Apakah penggunaan lidi/stik es krim efektif dalam membantu pemahaman murid?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan diferensiasi pembelajaran untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai untuk setiap tahapan pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang mengurai bilangan?
  • Bagian mana yang paling menyenangkan dari kegiatan hari ini?
  • Apakah kamu merasa kesulitan saat mengurai bilangan? Di bagian mana?
  • Cara mana yang paling mudah bagimu untuk mengurai bilangan? Mengapa?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang bilangan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka
  3. Lidi atau stik es krim (30-50 batang per murid)
  4. Karet gelang untuk mengikat
  5. Tabel nilai tempat (dapat disiapkan di buku atau lembar kerja)
  6. Papan tulis dan spidol
  7. Lembar kerja latihan soal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.