Modul AjarPertemuan 6Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Komposisi (Menyusun) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Komposisi (Menyusun) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Komposisi (Menyusun) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret

Matematika - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Komposisi (Menyusun) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikKomposisi (Menyusun) Bilangan Cacah sampai dengan 50 Menggunakan Model Konkret
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan manipulasi benda konkret, murid dapat menyusun (komposisi) bilangan cacah sampai dengan 50 dari nilai puluhan dan satuan yang diberikan dengan benar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kalian punya 2 ikat lidi (masing-masing berisi 10 lidi) dan 6 lidi lepas, berapa jumlah seluruh lidinya?
  2. Bagaimana cara menyusun bilangan 35 menggunakan benda-benda yang kalian punya?
  3. Apa bedanya 3 puluhan dengan 30 satuan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid, memastikan setiap murid telah membawa lidi atau stik es krim (20-30 buah) dan karet gelang (3 buah)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat cara mengelompokkan benda per 10?' dan meminta 2-3 murid menunjukkan cara mengelompokkan 10 lidi
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar menyusun bilangan sampai 50 menggunakan lidi dengan cara mengelompokkan puluhan dan satuan
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Jika kalian punya 2 ikat lidi yang masing-masing 10 lidi, lalu ditambah 6 lidi lepas, kira-kira berapa jumlahnya?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan cara mengikat 10 lidi menjadi 1 ikatan menggunakan karet gelang di depan kelas
  • Murid mengamati dengan seksama dan diminta menyebutkan banyak lidi dalam 1 ikatan (berkesadaran: fokus pada proses)
  • Guru menunjukkan 2 ikatan lidi (2 puluhan) dan 4 lidi lepas (4 satuan), lalu menuliskan di papan tulis: 2 puluhan + 4 satuan = 24
  • Murid mengamati dan menghubungkan benda konkret dengan lambang bilangan (bermakna: menghubungkan konkret-abstrak)
  • Guru memberikan contoh lain: 3 ikatan + 5 lepas = 35, dan meminta murid membaca bilangan tersebut dengan nyaring
  • Murid diminta mengelompokkan lidi mereka sendiri menjadi ikatan-ikatan per 10 (kemandirian)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (3-4 murid per kelompok)
  • Setiap kelompok mendapat kartu bilangan (misalnya: 26, 32, 41, 28) dan diminta menyusun bilangan tersebut menggunakan lidi dengan cara mengikat puluhan dan menyisakan satuan
  • Murid bekerja sama dalam kelompok untuk menentukan berapa ikatan puluhan dan berapa satuan yang dibutuhkan (kolaborasi)
  • Guru berkeliling memfasilitasi dan mengamati proses kerja kelompok, memberikan scaffolding sesuai kebutuhan
  • Setiap kelompok menuliskan hasil penyusunan mereka di lembar kerja: '... puluhan + ... satuan = ...' (menggembirakan: belajar sambil bermain dengan teman)
  • Guru meminta 3-4 kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas dengan menunjukkan ikatan lidi yang telah disusun
  • Murid lain memberikan tanggapan atau pertanyaan (penalaran kritis)

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian pelajari hari ini tentang menyusun bilangan?'
  • Murid diminta merefleksikan: 'Bagian mana yang mudah dan mana yang sulit saat menyusun bilangan menggunakan lidi?'
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: Setiap bilangan cacah sampai 50 dapat disusun dari nilai puluhan dan satuan
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku mereka: 'Hari ini saya belajar...' (berkesadaran: refleksi diri)
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi aktif mereka

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan soal sederhana: 'Susunlah bilangan 43 menggunakan lidi kalian, tunjukkan berapa ikatan puluhan dan berapa satuan'
  • Guru mengamati dan mencatat hasil kerja murid sebagai asesmen sumatif
  • Guru memberikan penguatan: Kalian semua hebat! Sekarang kalian bisa menyusun bilangan sampai 50 dengan cara yang benar
  • Guru meminta murid merapikan lidi dan karet gelang untuk pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat diberikan bilangan yang lebih besar (45-50), sedangkan murid yang lambat dimulai dengan bilangan yang lebih kecil (20-30)
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan dapat bekerja berpasangan dengan teman yang lebih mahir, atau mendapat bimbingan langsung dari guru
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat tabel nilai tempat sendiri dan menuliskan 3 cara berbeda menyusun satu bilangan, sedangkan murid yang lambat cukup menunjukkan 1 cara dengan benda konkret

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang masih ingat cara mengelompokkan benda per 10?'
  • Observasi kemampuan prasyarat: meminta 2-3 murid mendemonstrasikan cara mengelompokkan 10 lidi

Proses:

  • Observasi selama kegiatan kelompok: mengamati cara murid mengikat lidi, menghitung ikatan, dan menuliskan hasilnya
  • Tanya jawab selama berkeliling kelas: 'Berapa ikatan yang kalian buat? Berapa sisanya?'
  • Cek lembar kerja kelompok: apakah murid dapat menuliskan komposisi bilangan dengan benar

Akhir:

  • Tes praktik individu: murid menyusun bilangan 43 menggunakan lidi (4 ikatan puluhan + 3 satuan)
  • Observasi dan pencatatan: guru mengamati ketepatan murid dalam menentukan jumlah ikatan dan satuan
  • Penilaian rubrik berdasarkan 4 aspek: ketepatan mengikat, ketepatan jumlah puluhan dan satuan, kemampuan menuliskan komposisi, dan kecepatan kerja

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan kelompok: mengamati kemampuan murid mengelompokkan lidi per 10 dan menyusun bilangan sesuai kartu
  • Tanya jawab lisan: meminta murid menjelaskan cara menyusun bilangan yang mereka buat
  • Penilaian hasil kerja kelompok pada lembar kerja

Sumatif:

  • Tes praktik individu: murid diminta menyusun 2 bilangan (contoh: 28 dan 43) menggunakan lidi dengan menunjukkan ikatan puluhan dan satuan
  • Penilaian tertulis sederhana: melengkapi tabel nilai tempat untuk 3 bilangan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengikat Lidi per 10Belum dapat mengikat lidi dengan benar, ikatan kurang atau lebih dari 10Dapat mengikat lidi per 10 dengan bantuan guru atau temanDapat mengikat lidi per 10 dengan benar secara mandiriDapat mengikat lidi per 10 dengan cepat dan rapi secara mandiri
Ketepatan Menyusun Bilangan (Puluhan dan Satuan)Belum dapat menentukan jumlah puluhan dan satuan yang tepatDapat menentukan puluhan atau satuan dengan benar, tetapi salah satu masih keliruDapat menentukan jumlah puluhan dan satuan dengan tepat sesuai bilangan yang dimintaDapat menentukan puluhan dan satuan dengan tepat dan menjelaskan alasannya dengan jelas
Kemampuan Menuliskan Komposisi BilanganBelum dapat menuliskan komposisi bilangan dalam bentuk puluhan + satuanDapat menuliskan komposisi bilangan dengan bantuanDapat menuliskan komposisi bilangan dengan benar: '... puluhan + ... satuan = ...'Dapat menuliskan komposisi bilangan dengan benar dan menunjukkan cara alternatif
Kolaborasi dalam KelompokBelum aktif dalam kerja kelompok, cenderung pasifMulai terlibat dalam diskusi kelompok tetapi masih perlu doronganAktif berdiskusi dan bekerja sama dengan anggota kelompokSangat aktif, membantu teman, dan memberikan ide dalam kerja kelompok

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti kegiatan manipulasi benda konkret dengan baik?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?

Refleksi Murid:

  • Apa yang saya pelajari hari ini tentang menyusun bilangan?
  • Bagian mana yang mudah dan mana yang sulit saat menggunakan lidi?
  • Apa yang akan saya lakukan jika diminta menyusun bilangan lain di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II, halaman 16-22
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II, Bab 1
  3. Lidi atau stik es krim (20-30 buah per murid)
  4. Karet gelang (3 buah per murid)
  5. Kartu bilangan (26, 32, 41, 28, 35, 43)
  6. Lembar kerja kelompok untuk mencatat hasil penyusunan bilangan
  7. Papan tulis dan spidol

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.