Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Cacah 21–35

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 2 dengan topik "Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Cacah 21–35". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 2: Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Cacah 21–35

Matematika - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Cacah 21–35

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMembaca dan Menulis Lambang Bilangan Cacah 21–35
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan gambar dan benda konkret, murid dapat membaca lambang bilangan cacah dari 21 sampai dengan 35 dengan benar
  2. Melalui latihan tertulis, murid dapat menuliskan lambang bilangan cacah dari 21 sampai dengan 35 dengan benar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Teman-teman sudah bisa membaca bilangan sampai 20, siapa yang bisa menebak bagaimana cara membaca bilangan yang lebih besar?
  2. Kalau kita punya 2 puluhan dan 5 satuan, kira-kira bilangannya berapa ya?
  3. Pernahkah kalian melihat angka di atas 20 di sekitar kita? Di mana saja?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama dipimpin oleh salah satu murid (5 menit)
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang masih ingat bilangan 20? Bagaimana cara membacanya?' dan meminta beberapa murid menyebutkan bilangan 11–20
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar membaca dan menulis bilangan 21 sampai 35
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyiapkan lidi atau stik es krim dan karet gelang di meja masing-masing murid
  • Guru membimbing murid mengamati contoh 2 ikatan lidi (2 puluhan) dan 1 lidi satuan, lalu menjelaskan bahwa itu adalah bilangan 21 yang dibaca 'dua puluh satu'
  • Guru mencontohkan cara menulis lambang bilangan 21 di papan tulis dengan suara nyaring sambil menuliskan: 'Dua-puluh-satu, ditulis 2-1'
  • Murid mengamati pola bilangan 21–25 melalui tabel yang ditampilkan guru (sesuai Tabel 1.1 dari buku): 20+1=21, 20+2=22, hingga 20+5=25
  • Guru menjelaskan bahwa angka pertama menunjukkan puluhan dan angka kedua menunjukkan satuan
  • Murid diminta menyebutkan kembali cara membaca bilangan 21, 22, 23, 24, 25 secara bergantian

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lidi/stik es krim kepada setiap murid (30 batang per anak) dan meminta mereka menyusun sendiri bilangan 26–35 dengan cara membuat ikatan puluhan dan satuan
  • Murid bekerja mandiri menyusun 2 puluhan + 6 satuan (26), kemudian menuliskan lambang bilangan 26 di buku latihan
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan bimbingan individual bagi murid yang kesulitan
  • Murid melanjutkan menyusun bilangan 27, 28, 29, 30 dengan bimbingan guru, kemudian menuliskannya di buku
  • Murid diminta melengkapi titik-titik pada halaman buku siswa (hal. 8) untuk bilangan 26–30 secara mandiri: 20 + 6 = 26, 20 + 7 =..., dst.
  • Guru meminta murid melanjutkan pola untuk bilangan 31–35 dengan menyusun benda konkret terlebih dahulu, lalu menuliskan lambang bilangan dan cara membacanya
  • Murid mengerjakan latihan tertulis: melengkapi urutan bilangan (soal no. 5) dan menarik garis dari bilangan 20–35 secara berurutan (soal no. 6)

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru meminta 3–5 murid maju ke depan kelas untuk menunjukkan hasil susunan lidi dan menuliskan lambang bilangan pilihannya (antara 21–35) di papan tulis
  • Murid lain diminta membaca dengan suara nyaring bilangan yang ditulis temannya dan memberikan komentar apakah sudah benar
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa yang kalian rasakan saat belajar bilangan baru hari ini? Mana yang lebih mudah, membaca atau menulis lambang bilangan? Mengapa?'
  • Murid menuliskan satu hal yang mereka pelajari hari ini dan satu hal yang masih ingin mereka tanyakan di kertas kecil (exit ticket)
  • Guru membacakan beberapa refleksi murid dan memberikan umpan balik positif

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: bilangan 21–35 terdiri dari puluhan dan satuan, dibaca sesuai nilai tempatnya (5 menit)
  • Guru memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran hari ini dan mengapresiasi usaha murid
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya belajar bilangan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya menghitung uang, menghitung benda belanjaan)
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: menunjukkan kartu bilangan acak (24, 31, 28, 35) dan meminta murid membacanya
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya (nilai tempat bilangan 21–35)
  • Doa penutup dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami dapat diberikan tantangan bilangan hingga 40. Murid yang lambat tetap fokus pada bilangan 21–30 terlebih dahulu dengan pendampingan intensif.
  • Proses: Murid yang kesulitan dibimbing secara individual dengan lebih banyak manipulasi benda konkret dan pengulangan verbal. Murid yang cepat diminta membantu teman atau mengerjakan soal pengayaan (menulis bilangan dalam kalimat sederhana).
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat kartu bilangan 21–35 sendiri lengkap dengan gambar benda konkretnya. Murid yang lambat cukup menyelesaikan latihan dasar menulis lambang bilangan dengan benar.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang bilangan 11–20 yang sudah dipelajari sebelumnya
  • Guru menunjukkan kartu bilangan 15, 18, 20 dan meminta murid membacanya untuk mengecek pemahaman prasyarat

Proses:

  • Observasi saat murid menyusun benda konkret untuk merepresentasikan bilangan 21–35
  • Monitoring saat murid mengerjakan latihan tertulis di buku (melengkapi urutan bilangan, menarik garis)
  • Catatan anekdotal untuk murid yang mengalami kesulitan atau menunjukkan kemajuan signifikan
  • Cek pemahaman dengan bertanya secara acak kepada beberapa murid: 'Bilangan 28 terdiri dari berapa puluhan dan berapa satuan?'

Akhir:

  • Tes lisan individual: guru menunjukkan 5 kartu bilangan acak (24, 31, 28, 35, 22) dan murid membacanya dengan benar
  • Exit ticket: murid menuliskan satu bilangan antara 21–35 dan cara membacanya di kertas kecil
  • Evaluasi hasil pekerjaan tertulis: ketepatan menulis lambang bilangan dan melengkapi urutan bilangan pada latihan di buku

Formatif:

  • Observasi selama murid menyusun benda konkret (lidi/stik es krim) dan menuliskan lambang bilangan
  • Tanya jawab lisan saat murid membaca bilangan yang ditunjukkan guru
  • Pengecekan hasil kerja tertulis pada buku latihan (melengkapi titik-titik, urutan bilangan)

Sumatif:

  • Tes tertulis: menulis lambang bilangan 21–35 dari gambar benda konkret (10 soal)
  • Tes lisan: membaca 5 lambang bilangan acak antara 21–35 yang ditunjukkan guru

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca lambang bilangan 21–35Murid belum mampu membaca lambang bilangan 21–35 dengan benar, sering terbalik atau salah menyebutMurid dapat membaca 1–3 lambang bilangan 21–35 dengan benar, masih memerlukan bimbingan untuk bilangan lainnyaMurid dapat membaca 4–7 lambang bilangan 21–35 dengan benar, sesekali masih ragu pada bilangan tertentuMurid dapat membaca semua lambang bilangan 21–35 dengan benar dan lancar tanpa bimbingan
Menulis lambang bilangan 21–35Murid belum mampu menulis lambang bilangan 21–35 dengan benar, sering terbalik posisi angka puluhan dan satuanMurid dapat menulis 1–3 lambang bilangan 21–35 dengan benar, masih banyak kesalahan pada bilangan lainnyaMurid dapat menulis 4–7 lambang bilangan 21–35 dengan benar, sesekali masih keliru pada penulisan angkaMurid dapat menulis semua lambang bilangan 21–35 dengan benar, rapi, dan tanpa bimbingan
Kemandirian dalam belajarMurid sangat bergantung pada guru dan tidak mencoba mengerjakan sendiriMurid mulai mencoba mengerjakan sendiri tetapi sering meminta bantuanMurid dapat mengerjakan sebagian besar tugas secara mandiri, hanya meminta bantuan saat benar-benar kesulitanMurid mengerjakan semua tugas secara mandiri, mampu mencari solusi sendiri jika mengalami kesulitan
Penalaran dalam menyusun bilanganMurid belum memahami konsep puluhan dan satuan, tidak dapat menyusun benda konkret sesuai bilanganMurid mulai memahami konsep puluhan dan satuan tetapi masih sering keliru dalam menyusun benda konkretMurid memahami konsep puluhan dan satuan, dapat menyusun benda konkret dengan benar untuk sebagian besar bilangan 21–35Murid memahami dengan baik konsep puluhan dan satuan, dapat menyusun benda konkret dengan benar untuk semua bilangan 21–35 dan menjelaskan alasannya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Jika tidak, apa yang menjadi kendala?
  • Apakah penggunaan benda konkret (lidi/stik es krim) efektif membantu murid memahami konsep bilangan 21–35?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik minat murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang cepat dan lambat?
  • Apa yang akan saya lakukan berbeda pada pertemuan berikutnya untuk meningkatkan pemahaman murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari pelajaran hari ini?
  • Bilangan mana yang paling mudah kamu baca dan tulis? Yang paling sulit?
  • Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang bilangan?
  • Bagaimana perasaanmu saat belajar hari ini? Senang, sulit, atau biasa saja?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (halaman 8, 14–16)
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (halaman 21–28)
  3. Lidi atau stik es krim (30 batang per murid)
  4. Karet gelang untuk mengikat lidi per 10 batang
  5. Kartu bilangan 21–35 (dibuat guru)
  6. Papan tulis dan spidol
  7. Kertas kecil untuk exit ticket

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.