MODUL AJAR Matematika — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 1 — Ayo Membilang sampai dengan 50 INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Ayo Membilang sampai dengan 50 |
|---|
| Alokasi Waktu | 24 JP (24 x 35 menit = 840 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.1.1 Membaca bilangan cacah sampai 50 melalui kumpulan benda konkret
- TP 2.1.2 Menulis bilangan cacah sampai 50 sesuai kumpulan benda konkret
- TP 2.1.3 Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada bilangan cacah sampai 50
- TP 2.1.4 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 50 menggunakan kumpulan benda konkret
- TP 2.1.5 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 50 menggunakan kumpulan benda konkret
- TP 2.1.6 Membandingkan bilangan cacah sampai 50 menggunakan benda konkret atau nilai tempat
- TP 2.1.7 Mengurutkan bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil atau terbesar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika kita memiliki banyak sekali stik es krim, bagaimana cara tercepat dan termudah untuk menghitung dan membaca jumlahnya?
- Bagaimana pengelompokan tiap sepuluh benda dapat membantu kita melafalkan nama bilangan cacah lebih dari 20?
- Jika ada 2 ikatan berisi masing-masing 10 stik dan 4 stik lepas, bagaimana kita menuliskan angka dan sebutan bilangannya?
- Apa bedanya lambang bilangan dengan nama bilangan saat kita menghitung banyak benda?
- Jika kita memiliki 24 batang stik es krim, bagaimana cara mengelompokkannya agar lebih mudah dihitung?
- Berapa ikatan puluhan dan berapa sisa satuan lepas yang kita dapatkan dari 27 lidi?
- Jika kita memiliki 3 ikat stik berisi 10 dan 4 stik lepas, angka mana yang menempati puluhan dan angka mana yang satuan?
- Bagaimana cara menuliskan bilangan 45 pada tabel nilai tempat puluhan dan satuan?
- Jika Ibu Guru mempunyai 2 ikat lidi (masing-masing 10) dan 4 lidi lepas, berapakah bilangan yang terbentuk jika digabungkan?
- Bagaimana caramu menyusun stik es krim puluhan dan satuan agar menjadi bilangan 35?
- Jika Ibu Guru memiliki 34 stik es krim, bagaimana cara kita mengurainya menjadi puluhan dan satuan?
- Apakah satu bilangan, misalnya 25, bisa diurai menjadi dua bagian benda dengan cara yang berbeda?
- Jika kelompokmu memiliki 24 stik es krim dan kelompok sebelah memiliki 31 stik es krim, kumpulan mana yang lebih banyak?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa suatu kumpulan benda lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak dibanding kumpulan benda lainnya?
- Jika ada dua bilangan, bagian mana yang pertama kali kita perhatikan pada tabel nilai tempat: puluhan atau satuan?
- Bagaimana jika angka puluhannya sama besar, angka mana yang menentukan bilangan itu lebih besar atau lebih kecil?
- Jika kita memiliki kartu bilangan 23, 45, dan 31, kartu mana yang harus kita letakkan paling depan jika diurutkan dari yang paling kecil?
- Bagaimana cara kita mengetahui urutan bilangan dari yang terbesar ke terkecil dengan melihat nilai puluhan dan satuannya?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa kamu sudah mahir membilang, menulis, dan menyusun bilangan sampai 50?
- Mengapa kita perlu teliti saat mengelompokkan puluhan dan satuan ketika menghitung banyak benda?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Membaca Bilangan Cacah 21 sampai 50 melalui Kumpulan Benda Konkret — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Membaca bilangan cacah sampai 50 melalui kumpulan benda konkret
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengaitkan materi bilangan 1 sampai 20 yang telah dipelajari di kelas 1 dengan situasi menghitung benda di sekitar kelas (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menunjukkan 2 ikatan sedotan (tiap ikat berisi 10) ditambah 3 sedotan lepas di meja, lalu meminta murid secara lisan menyebutkan nama bilangannya. Acuan: murid membaca lisan dengan tepat 'dua puluh tiga' (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca lambang bilangan cacah 21 sampai 50 berdasarkan kumpulan benda konkret yang dikelompokkan per sepuluh (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru meletakkan 2 ikatan stik es krim (masing-masing 10 stik) dan 4 stik satuan di meja peraga, lalu memodelkan cara menghitungnya: 'sepuluh, dua puluh, lalu dua puluh satu, dua puluh dua, dua puluh tiga, dua puluh empat' (8 menit).
- Murid mengamati kartu bilangan 24 yang diletakkan di samping benda konkret tersebut, lalu guru melatih seluruh murid melafalkan lisan nama bilangannya secara bersama-sama: 'dua puluh empat' (7 menit).
- Guru mendemonstrasikan contoh kedua menggunakan 3 ikatan stik es krim (masing-masing 10) dan 5 stik lepas, menunjukkan lambang bilangan 35, lalu membimbing murid melafalkan nama bilangannya: 'tiga puluh lima' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 3-4 anak dan menerima paket wadah berisi stik es krim serta karet gelang pengikat (5 menit).
- Setiap kelompok mengelompokkan stik es krim ke dalam ikatan berisi 10 stik untuk 3 susunan benda konkret yang disiapkan guru: Susunan A (2 ikat dan 6 lepas), Susunan B (3 ikat dan 2 lepas), dan Susunan C (4 ikat dan 5 lepas) (10 menit).
- Murid bermain tantangan 'Tunjuk dan Baca Nyaring': anggota kelompok secara bergantian menunjuk kumpulan benda konkret dan kartu lambang bilangan yang cocok (26, 32, 45), lalu melafalkan nama bilangannya dengan lantang dan tepat di hadapan kelompoknya (acuan lisan: Susunan A dibaca 'dua puluh enam', Susunan B dibaca 'tiga puluh dua', Susunan C dibaca 'empat puluh lima') (15 menit).
- Setiap murid secara individu mengerjakan lembar cek baca mandiri: guru menunjukkan 4 gambar kumpulan benda konkret (Kumpulan 1: 2 ikat 8 lepas [28]; Kumpulan 2: 3 ikat 4 lepas [34]; Kumpulan 3: 4 ikat 1 lepas [41]; Kumpulan 4: 4 ikat 9 lepas [49]) dan meminta murid membaca lisan satu per satu saat guru berkeliling (acuan lisan: Kumpulan 1 dibaca 'dua puluh delapan', Kumpulan 2 dibaca 'tiga puluh empat', Kumpulan 3 dibaca 'empat puluh satu', Kumpulan 4 dibaca 'empat puluh sembilan') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid merangkum strategi membaca bilangan: mengelompokkan sepuluh-sepuluh memudahkan kita mengetahui puluhan lalu menambahkan satuan untuk dibaca (5 menit).
- Murid mengidentifikasi secara lisan hal yang dirasakan paling mudah dan hal yang masih perlu ketelitian saat membaca bilangan di atas 20 dari kumpulan benda konkret (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pembacaan bilangan yang dilakukan murid selama kegiatan (4 menit).
- Guru menyampaikan gambaran kegiatan pada pertemuan berikutnya mengenai cara menulis lambang dan nama bilangan (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan stik es krim dengan ikatan warna kontras pada rentang 21-30; murid yang siap tantangan menggunakan rentang bilangan 31-50.
- Proses: Scaffolding bertahap: murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung dalam menghitung ikatan puluhan sebelum membaca; murid mahir berlatih membaca langsung secara berpasangan.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti yang sama yaitu membaca lisan nama bilangan sesuai kumpulan benda konkret, dengan variasi jumlah butir (3 butir untuk pendampingan, hingga 5 butir untuk pengayaan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru memperagakan kumpulan benda konkret berupa 2 ikat sedotan (masing-masing 10) dan 3 sedotan satuan di depan kelas. Guru menanyakan: 'Berapa nama bilangan dari kumpulan sedotan ini bila dibaca?' (Acuan jawaban tepat: 'dua puluh tiga').
Proses:- Cek unjuk kerja kelompok saat tantangan 'Tunjuk dan Baca Nyaring': mengamati ketepatan murid membaca lisan Susunan A (2 ikat 6 lepas = 'dua puluh enam'), Susunan B (3 ikat 2 lepas = 'tiga puluh dua'), dan Susunan C (4 ikat 5 lepas = 'empat puluh lima').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu membaca lisan 4 susunan benda konkret: Kumpulan 1 (2 ikat 8 lepas), Kumpulan 2 (3 ikat 4 lepas), Kumpulan 3 (4 ikat 1 lepas), Kumpulan 4 (4 ikat 9 lepas). Acuan jawaban lisan tepat: Kumpulan 1 dibaca 'dua puluh delapan'; Kumpulan 2 dibaca 'tiga puluh empat'; Kumpulan 3 dibaca 'empat puluh satu'; Kumpulan 4 dibaca 'empat puluh sembilan'.
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca lisan bilangan cacah 21 sampai 50 melalui kumpulan benda konkret yang dikelompokkan per sepuluh
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membaca bilangan cacah 21 sampai 50 melalui kumpulan benda konkret | Belum mampu membaca lisan nama bilangan cacah dari kumpulan benda konkret yang disajikan, atau hanya membaca tepat 1 dari 4 susunan acuan (Kumpulan 1-4) meski dengan bimbingan penuh. | Mampu membaca lisan nama bilangan cacah secara tepat pada 2 dari 4 susunan acuan kumpulan benda konkret (Kumpulan 1-4) dengan arahan guru. | Mampu membaca lisan nama bilangan cacah secara tepat pada minimal 3 dari 4 susunan acuan kumpulan benda konkret (Kumpulan 1: 'dua puluh delapan', Kumpulan 2: 'tiga puluh empat', Kumpulan 3: 'empat puluh satu', Kumpulan 4: 'empat puluh sembilan') secara mandiri. | Mampu membaca lisan nama bilangan cacah secara tepat pada seluruh 4 susunan acuan kumpulan benda konkret (Kumpulan 1: 'dua puluh delapan', Kumpulan 2: 'tiga puluh empat', Kumpulan 3: 'empat puluh satu', Kumpulan 4: 'empat puluh sembilan') secara mandiri, lancar, dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam mengelompokkan benda per sepuluh dan melafalkan nama bilangannya?
- Bagian mana dari rentang bilangan 21 sampai 50 yang paling sering membuat murid keliru saat membaca lisan?
Murid:- Apakah kamu merasa terbantu saat menghitung benda dengan cara mengikatnya per sepuluh sebelum membaca bilangannya?
- Bilangan mana antara 21 sampai 50 yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu baca?
Pertemuan 2 — Menulis Lambang dan Nama Bilangan Cacah sampai 50 Sesuai Kumpulan Benda Konkret — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Menulis bilangan cacah sampai 50 sesuai kumpulan benda konkret
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan media stik es krim serta kartu angka di atas meja peraga (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan kumpulan konkret berisi 2 ikat stik (20 stik) dan 3 stik lepas, lalu meminta murid menuliskan lambang dan nama bilangannya di papan tulis mini masing-masing (acuan: lambang bilangan '23', nama bilangan 'dua puluh tiga') (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan pengelompokan 10-10 menggunakan 3 ikat stik es krim (masing-masing 10) dan 5 stik lepas di depan kelas, lalu membedakan bahwa '35' adalah lambang bilangan (angka) dan 'tiga puluh lima' adalah nama bilangan (kata) (10 menit).
- Murid menyimak peragaan guru saat menuliskan lambang dan nama bilangan untuk 4 ikatan stik (40 stik) dan 2 stik lepas secara runtut di papan tulis kelas (acuan: lambang '42', nama bilangan 'empat puluh dua') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tebak Ikat Tulis Tepat' secara menggembirakan: satu anak mengambil wadah berisi kumpulan stik terikat puluhan dan satuan, lalu pasangannya menuliskan lambang dan nama bilangan pada papan tulis kecil (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan Menulis Bilangan secara mandiri yang memuat 4 gambar kumpulan benda konkret berikut: (1) 2 ikat lidi (isi 10) dan 6 lidi lepas, (2) 3 ikat lidi dan 1 lidi lepas, (3) 4 ikat lidi dan 7 lidi lepas, (4) 5 ikat lidi tanpa sisa; murid menuliskan lambang bilangan dan nama bilangan untuk tiap nomor (acuan: nomor 1: lambang '26', nama 'dua puluh enam'; nomor 2: lambang '31', nama 'tiga puluh satu'; nomor 3: lambang '47', nama 'empat puluh tujuh'; nomor 4: lambang '50', nama 'lima puluh') (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil tulisan lambang dan nama bilangan pada lembar kerja dengan kartu kunci di papan tulis, lalu murid menandai sendiri nomor yang sudah tepat dan nomor yang perlu diperbaiki tulisannya (10 menit).
- Murid menyampaikan bagian penulisan nama bilangan yang paling mudah dan kata bilangan yang tadi masih perlu dicermati ejaannya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menulis lambang bilangan (berupa angka) dan nama bilangan (berupa kata) sesuai banyak ikatan puluhan dan satuan benda konkret (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas usaha murid menulis secara mandiri, menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai nilai tempat, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kumpulan benda konkret nyata (stik berikat) untuk dihitung langsung sebelum menulis, sedangkan murid yang mahir diberikan gambar kumpulan benda acak yang harus dikelompokkan 10-10 secara mandiri.
- Proses: Scaffolding bertahap: murid yang lambat didampingi menulis kata 'puluh' terlebih dahulu, sedangkan murid mandiri langsung menyelesaikan 4 butir latihan.
- Produk: Murid menyelesaikan penulisan lambang dan nama bilangan pada lembar kerja sesuai kapasitas ketepatan masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menuliskan lambang dan nama bilangan dari peragaan 2 ikat stik (20 stik) dan 3 stik lepas (acuan tepat: lambang bilangan '23', nama bilangan 'dua puluh tiga').
Proses:- Pemeriksaan ketepatan menulis lambang bilangan dan nama bilangan pada lembar latihan 4 butir: Butir 1 (kumpulan 26 stik) -> lambang '26', nama 'dua puluh enam'; Butir 2 (kumpulan 31 stik) -> lambang '31', nama 'tiga puluh satu'; Butir 3 (kumpulan 47 stik) -> lambang '47', nama 'empat puluh tujuh'; Butir 4 (kumpulan 50 stik) -> lambang '50', nama 'lima puluh'.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Menuliskan lambang dan nama bilangan untuk kumpulan 3 ikat stik dan 8 stik lepas yang diangkat guru di akhir kelas (acuan tepat: lambang '38', nama 'tiga puluh delapan').
Formatif:- Penilaian kinerja menulis lambang dan nama bilangan pada lembar latihan mandiri (4 butir benda konkret)
- Observasi diagnostik awal saat menuliskan lambang dan nama bilangan dari peragaan 23 stik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menulis Lambang dan Nama Bilangan Cacah sampai 50 Sesuai Kumpulan Benda Konkret (4 butir acuan: 26, 31, 47, 50) | Belum mampu menulis lambang maupun nama bilangan secara tepat untuk kumpulan benda konkret yang diberikan (0 butir tepat dari 4 butir acuan). | Menuliskan lambang atau nama bilangan dengan tepat pada 1 sampai 2 butir dari 4 butir acuan benda konkret. | Menuliskan lambang bilangan dan nama bilangan secara tepat pada 3 butir dari 4 butir acuan benda konkret. | Menuliskan lambang bilangan dan nama bilangan secara tepat pada seluruh 4 butir acuan benda konkret (26, 31, 47, dan 50) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan model ikatan 10 stik es krim efektif membantu murid mengaitkan jumlah konkret dengan penulisan lambang dan nama bilangannya?
- Bagian penulisan nama bilangan mana (misalnya kata 'puluh' atau ejaan angka satuan) yang paling banyak memerlukan perbaikan dari murid?
Murid:- Apakah kamu sudah bisa membedakan antara menulis lambang bilangan (angka) dan nama bilangan (kata)?
- Bilangan berapa dari benda yang kamu hitung hari ini yang paling mudah kamu tuliskan namanya?
Pertemuan 3 — Menentukan Nilai Tempat Puluhan dan Satuan Bilangan sampai 30 Menggunakan Benda Konkret — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.3 Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada bilangan cacah sampai 50
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan menyiapkan perlengkapan belajar lidi/stik es krim serta karet gelang (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada bilangan cacah sampai 30 menggunakan kumpulan benda konkret (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: memperlihatkan 1 ikat lidi berisi 10 batang dan 4 lidi lepas di depan kelas, lalu meminta murid menyebutkan bilangan dan nilai tempatnya (acuan jawaban: 1 puluhan dan 4 satuan = 14) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan cara mengelompokkan 24 stik es krim di meja peragaan: menghitung 10 stik lalu mengikatnya dengan karet gelang menjadi 1 ikat puluhan, menghitung 10 stik lagi menjadi ikatan puluhan kedua, dan menyisakan 4 stik lepas sebagai satuan (10 menit).
- Guru meletakkan ikatan stik pada wadah berlabel 'Puluhan' dan stik lepas pada wadah berlabel 'Satuan', kemudian membimbing murid mengidentifikasi bahwa 24 terdiri dari 2 puluhan dan 4 satuan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 2 orang, lalu melakukan permainan tantangan berpasangan 'Ambil, Ikat, dan Tentukan': setiap pasangan mengambil kantong berisi sejumlah stik (rentang 21-30), mengikat setiap 10 stik menjadi 1 ikat puluhan, membiarkan sisanya sebagai satuan, lalu menuliskan jumlah puluhan dan satuannya pada kartu meja kelompok (20 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan penentuan nilai tempat untuk 4 kumpulan benda konkret berikut: (1) 2 ikat lidi dan 3 lidi lepas (acuan: 2 puluhan dan 3 satuan = 23); (2) 2 ikat stik dan 6 stik lepas (acuan: 2 puluhan dan 6 satuan = 26); (3) 2 ikat stik dan 8 stik lepas (acuan: 2 puluhan dan 8 satuan = 28); (4) 3 ikat stik penuh tanpa sisa (acuan: 3 puluhan dan 0 satuan = 30) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pengelompokan bendanya bersama pasangan dengan menghitung ulang tiap ikatan (10 batang) dan batang satuan lepas guna memastikan ketepatan nilai tempat puluhan dan satuan yang telah ditentukan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap 10 benda diikat menjadi 1 puluhan, sedangkan benda yang tidak cukup 10 menempati nilai tempat satuan (10 menit).
- Guru memberikan penguatan atas ketepatan kerja murid, menginformasikan materi pertemuan berikutnya (menentukan nilai tempat 31-50 pada tabel nilai tempat), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan bilangan di rentang 21-25 dengan wadah fisik berlabel 'Puluhan' dan 'Satuan', sedangkan murid yang lebih cepat diberikan bilangan hingga 30.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dibimbing guru mengelompokkan lidi satu per satu per 10 batang, sedangkan murid mahir bekerja mandiri memverifikasi bilangan pasangan teman.
- Produk: Murid yang membutuhkan scaffolding menuliskan angka puluhan dan satuan pada kartu berbingkai warna berbeda, sedangkan murid mahir langsung menuliskan kalimat matematika nilai tempat secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menunjukkan 1 ikat lidi (isi 10) dan 4 lidi lepas di depan kelas, lalu meminta murid menentukan nilai tempatnya. Acuan jawaban benar: 1 puluhan dan 4 satuan (bilangan 14).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid mengelompokkan stik es krim menjadi puluhan dan satuan serta mencatat ketepatan menentukan nilai tempat pada 4 butir lembar latihan mandiri: (1) 23 = 2 puluhan dan 3 satuan; (2) 26 = 2 puluhan dan 6 satuan; (3) 28 = 2 puluhan dan 8 satuan; (4) 30 = 3 puluhan dan 0 satuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tulis singkat di akhir sesi: Guru meletakkan 2 ikat stik (masing-masing 10) dan 7 stik lepas di atas meja guru, kemudian murid menuliskan nilai tempatnya pada papan tulis mini/kertas (acuan jawaban benar: 2 puluhan dan 7 satuan = 27).
Formatif:- Observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret (mengikat puluhan dan menyisakan satuan)
- Lembar latihan penentuan nilai tempat puluhan dan satuan bilangan sampai 30
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan bilangan sampai 30 menggunakan benda konkret | Belum mampu mengelompokkan benda menjadi ikatan puluhan dan belum tepat menentukan nilai tempat puluhan maupun satuan (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan latihan: 23, 26, 28, 30). | Mampu mengelompokkan benda menjadi ikatan puluhan dengan bantuan guru dan menentukan nilai tempat secara tepat pada 2 butir dari 4 butir acuan latihan (23, 26, 28, 30). | Mampu mengelompokkan benda konkret menjadi ikatan puluhan dan satuan lepas serta menentukan nilai tempat secara tepat pada minimal 3 dari 4 butir acuan latihan (23, 26, 28, 30) secara mandiri. | Mampu mengelompokkan benda konkret menjadi ikatan puluhan dan satuan lepas serta menentukan nilai tempat secara tepat pada seluruh 4 butir acuan latihan (23, 26, 28, 30) secara mandiri dan konsisten tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan stik es krim dan karet gelang membantu murid memahami konsep 1 puluhan bernilai 10 satuan?
- Apakah pembagian waktu pada kegiatan berpasangan dan latihan mandiri sudah cukup bagi seluruh murid menyelesaikan tugas?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah: mengikat stik menjadi puluhan atau menghitung stik satuan yang lepas?
- Apakah kamu sudah bisa menentukan puluhan dan satuan jika diberi 25 stik es krim?
Pertemuan 4 — Menentukan Nilai Tempat Puluhan dan Satuan Bilangan 31 sampai 50 Menggunakan Tabel Nilai Tempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.3 Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada bilangan cacah sampai 50
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan untuk bilangan 31 sampai 50 menggunakan tabel nilai tempat (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan kartu bilangan 24 di papan tulis lalu meminta murid menyebutkan angka puluhan dan satuannya (acuan: puluhan = 2, satuan = 4) untuk memetakan kesiapan memahami nilai tempat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menggambar tabel nilai tempat (kolom Puluhan dan Satuan) di papan tulis dan membagikan lembar templat tabel nilai tempat kepada setiap murid (10 menit).
- Guru memodelkan cara meletakkan bilangan 35 pada tabel nilai tempat: 35 terdiri dari 3 puluhan dan 5 satuan, sehingga angka 3 ditulis pada kolom Puluhan dan angka 5 pada kolom Satuan (10 menit).
- Guru bersama murid membedah contoh kedua untuk bilangan 42: menguraikan bahwa 42 terdiri dari 4 puluhan dan 2 satuan, kemudian menuliskan angka 4 di kolom Puluhan dan angka 2 di kolom Satuan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan menggembirakan 'Tebak Rumah Angka': guru memperlihatkan 3 kartu bilangan secara berurutan yaitu Kartu A (38), Kartu B (46), dan Kartu C (50), lalu murid secara berpasangan cepat-cepatan menuliskan angka puluhan dan satuan pada tabel nilai tempat mini masing-masing (acuan: Kartu A: puluhan = 3, satuan = 8; Kartu B: puluhan = 4, satuan = 6; Kartu C: puluhan = 5, satuan = 0) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan Menentukan Nilai Tempat yang memuat 4 butir bilangan: (1) 34, (2) 41, (3) 47, dan (4) 49 ke dalam tabel nilai tempat serta melengkapi kalimat uraian puluhan dan satuan (acuan: 1. puluhan = 3, satuan = 4; 2. puluhan = 4, satuan = 1; 3. puluhan = 4, satuan = 7; 4. puluhan = 4, satuan = 9) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid mencocokkan jawaban latihan mandiri secara klasikal dan memeriksa letak angka puluhan dan satuan pada tabel nilai tempat (10 menit).
- Murid memverifikasi ketepatan pekerjaannya sendiri serta menyadari bahwa angka di sebelah kiri selalu menempati nilai puluhan dan angka di sebelah kanan menempati nilai satuan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid merangkum aturan pengisian tabel nilai tempat untuk bilangan 31 sampai 50 bahwa posisi kiri adalah puluhan dan posisi kanan adalah satuan (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman lisan penutup berupa pertanyaan cepat: 'Pada bilangan 48, berapakah nilai puluhannya dan berapakah nilai satuannya?' (acuan: puluhan = 4, satuan = 8) dan menutup kelas dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, tabel nilai tempat dilengkapi warna pembeda (kolom puluhan berwarna biru, satuan berwarna merah). Bagi murid yang mahir, tabel disajikan dalam bentuk polos tanpa bantuan warna.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi guru dengan peragaan ikatan stik puluhan sebelum menuliskan angka ke tabel. Murid yang cepat langsung mengisi tabel secara mandiri dan diberi soal tambahan bilangan 31-50 lainnya.
- Produk: Semua murid mengisi tabel nilai tempat; murid yang memerlukan scaffolding diperbolehkan menuliskan angka dengan bantuan kartu angka tempel, sedangkan murid reguler menuliskan lambang angka secara langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan nilai tempat di awal pembelajaran: Guru menunjukkan kartu lambang bilangan 24 dan menanyakan nilai tempat angka 2 dan 4 (acuan jawaban: angka 2 menempati nilai tempat puluhan, angka 4 menempati nilai tempat satuan).
Proses:- Formatif pada permainan 'Tebak Rumah Angka': mengamati ketepatan murid menempatkan angka puluhan dan satuan pada 3 kartu bilangan: (1) 38 (puluhan = 3, satuan = 8), (2) 46 (puluhan = 4, satuan = 6), dan (3) 50 (puluhan = 5, satuan = 0).
- Formatif lembar latihan mandiri: memeriksa ketepatan menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada 4 butir bilangan: 34 (3 puluhan + 4 satuan), 41 (4 puluhan + 1 satuan), 47 (4 puluhan + 7 satuan), dan 49 (4 puluhan + 9 satuan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menentukan nilai tempat pada bilangan 48 (acuan jawaban: puluhan = 4, satuan = 8).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan 'Tebak Rumah Angka' menggunakan tabel nilai tempat mini
- Pemeriksaan hasil lembar latihan mandiri menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada 4 butir bilangan (34, 41, 47, 49)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan bilangan 31 sampai 50 pada tabel nilai tempat | Belum mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan dengan benar pada 4 butir soal latihan mandiri (benar 0-1 butir dari 4 butir: 34, 41, 47, 49). | Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan secara tepat pada 2 dari 4 butir soal latihan mandiri (acuan butir: 34 = 3 puluhan 4 satuan; 41 = 4 puluhan 1 satuan; 47 = 4 puluhan 7 satuan; 49 = 4 puluhan 9 satuan). | Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan secara tepat pada 3 dari 4 butir soal latihan mandiri (acuan butir: 34 = 3 puluhan 4 satuan; 41 = 4 puluhan 1 satuan; 47 = 4 puluhan 7 satuan; 49 = 4 puluhan 9 satuan). | Mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan secara tepat dan mandiri pada seluruh 4 butir soal latihan mandiri (acuan butir: 34 = 3 puluhan 4 satuan; 41 = 4 puluhan 1 satuan; 47 = 4 puluhan 7 satuan; 49 = 4 puluhan 9 satuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan tabel nilai tempat efektif membantu murid memahami posisi puluhan dan satuan pada rentang bilangan 31 sampai 50?
- Bagian mana dari langkah menentukan nilai tempat yang masih membingungkan murid, khususnya ketika satuan bernilai 0?
Murid:- Apakah kamu sudah bisa membedakan mana angka puluhan dan mana angka satuan pada tabel nilai tempat?
- Angka mana yang kamu tulis duluan saat mengisi tabel nilai tempat, puluhan atau satuan?
Pertemuan 5 — Melakukan Komposisi (Menyusun) Bilangan Cacah sampai 50 Menggunakan Kumpulan Benda Konkret — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.4 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 50 menggunakan kumpulan benda konkret
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 ikat stik (tiap ikat berisi 10 stik) dan 3 stik lepas di meja depan, lalu meminta murid menyebutkan bilangan yang tersusun (acuan diagnostik: 2 ikat puluhan dan 3 satuan menyusun bilangan 23) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 50 dari kumpulan puluhan dan satuan menggunakan benda konkret stik dan karet gelang (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memperagakan konsep komposisi (menyusun bilangan) menggunakan model konkret stik: mengambil 3 ikat stik (masing-masing 10 stik) dan 6 stik lepas, lalu menunjukkan bahwa 3 puluhan (30) dan 6 satuan (6) jika dikomposisikan/disusun menjadi satu kumpulan membentuk bilangan 36 (acuan: 30 dan 6 menyusun 36) (8 menit).
- Murid dalam kelompok kecil mengamati peragaan guru dan bersama-sama menirukan cara menggabungkan 2 ikat puluhan (20) dan 7 stik lepas (7) di atas meja masing-masing sehingga terbukti menyusun bilangan 27 (acuan: 20 dan 7 menyusun 27) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan permainan tantangan 'Susun Bilanganku': salah satu murid mengambil kartu tantangan bagian puluhan dan satuan, lalu pasangannya menyusun stik konkret di atas meja untuk membentuk bilangan yang dimaksud (15 menit).
- Tantangan menyusun dilakukan untuk 3 kartu tugas konkret berikut: Kartu A berisi '2 puluhan dan 5 satuan' -> murid menyusun 2 ikat puluhan dan 5 stik lepas menghasilkan 25; Kartu B berisi '3 puluhan dan 8 satuan' -> murid menyusun 3 ikat puluhan dan 8 stik lepas menghasilkan 38; Kartu C berisi '4 puluhan dan 2 satuan' -> murid menyusun 4 ikat puluhan dan 2 stik lepas menghasilkan 42 (acuan: Kartu A = 25, Kartu B = 38, Kartu C = 42) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap pasangan saling memeriksa susunan stik pasangannya dan memverifikasi apakah gabungan ikatan puluhan dan stik satuan sudah tepat membentuk bilangan sasaran (acuan pemeriksaan: memastikan setiap ikat berisi tepat 10 stik dan jumlah satuan sesuai) (8 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan bahwa menyusun (komposisi) bilangan dilakukan dengan menggabungkan kumpulan puluhan dan satuan menjadi satu bilangan utuh (4 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 2 butir soal cek pemahaman cepat di lembar kerja mini dan guru menutup pembelajaran dengan apresiasi serta doa penutup (6 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun bilangan konkret dalam rentang 21-30, sedangkan murid yang sudah mahir menyusun bilangan konkret dalam rentang 31-50.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru dengan memisahkan wadah puluhan dan wadah satuan saat menyusun benda, sedangkan murid mahir menyusun secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti susunan stik konkret yang tepat sesuai kartu bilangan yang diberikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan peragaan langsung stik konkret: 'Jika Ibu memegang 2 ikat puluhan (20) dan 3 stik lepas (3), bilangan berapakah yang tersusun?' (Acuan jawaban benar: 23).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menyelesaikan 3 tugas 'Susun Bilanganku' menggunakan stik dan karet gelang: (1) Kartu A: 2 puluhan dan 5 satuan (acuan susunan: 2 ikat puluhan dan 5 stik lepas = 25); (2) Kartu B: 3 puluhan dan 8 satuan (acuan susunan: 3 ikat puluhan dan 8 stik lepas = 38); (3) Kartu C: 4 puluhan dan 2 satuan (acuan susunan: 4 ikat puluhan dan 2 stik lepas = 42).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis singkat pada lembar mini: Butir 1: '3 puluhan dan 4 satuan disusun menjadi bilangan ...' (Acuan jawaban: 34); Butir 2: '4 puluhan dan 7 satuan disusun menjadi bilangan ...' (Acuan jawaban: 47).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menyusun stik konkret puluhan dan satuan sesuai kartu tantangan
- Cek pemahaman tertulis singkat pada akhir pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Komposisi (Menyusun) Bilangan Cacah sampai 50 Menggunakan Benda Konkret | Belum mampu menyusun kumpulan benda konkret puluhan dan satuan menjadi bilangan cacah yang tepat dari 3 tugas yang diberikan (0 dari 3 tugas tepat sesuai acuan: Kartu A=25, Kartu B=38, Kartu C=42). | Mampu menyusun kumpulan benda konkret puluhan dan satuan menjadi bilangan cacah secara tepat pada 1 dari 3 tugas yang diberikan (hanya 1 tepat dari acuan: Kartu A=25, Kartu B=38, Kartu C=42). | Mampu menyusun kumpulan benda konkret puluhan dan satuan menjadi bilangan cacah secara tepat pada 2 dari 3 tugas yang diberikan (2 tepat dari acuan: Kartu A=25, Kartu B=38, Kartu C=42). | Mampu menyusun seluruh kumpulan benda konkret puluhan dan satuan menjadi bilangan cacah secara tepat dan mandiri pada ketiga tugas yang diberikan (3 dari 3 tugas tepat sesuai acuan: Kartu A=25, Kartu B=38, Kartu C=42). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan ikatan stik es krim efektif membantu murid memahami konsep komposisi (menyusun) bilangan puluhan dan satuan?
- Bagian mana dari langkah menyusun benda konkret yang masih membuat murid keliru saat menggabungkan puluhan dan satuan?
Murid:- Apakah kamu senang menyusun ikatan stik dan stik satuan menjadi bilangan hari ini?
- Tantangan bilangan mana yang paling mudah kamu susun dengan stik es krim tadi?
Pertemuan 6 — Melakukan Dekomposisi (Mengurai) Bilangan Cacah sampai 50 Menggunakan Kumpulan Benda Konkret — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.5 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 50 menggunakan kumpulan benda konkret
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurai (melakukan dekomposisi) kumpulan benda konkret sampai 50 menjadi puluhan dan satuan atau bagian-bagian penyusunnya (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru memperlihatkan seikat 10 lidi dan 4 lidi lepas (total 14 lidi), lalu meminta murid menjawab pertanyaan lisan: 'Jika 14 lidi ini kita urai/pisahkan, ada berapa lidi puluhan dan berapa lidi satuan?' (Acuan jawaban benar: 1 ikatan puluhan bernilai 10 lidi dan 4 lidi satuan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru meletakkan 2 ikatan sedotan (tiap ikat berisi 10 sedotan) dan 6 sedotan lepas di meja peraga, lalu menunjukkan bahwa total 26 sedotan dapat diurai menjadi 2 ikatan puluhan (20) dan 6 satuan (6) (5 menit).
- Murid menyimak peragaan alternatif penguraian bilangan 26 menggunakan benda konkret: 1 ikatan puluhan (10) dan 16 sedotan lepas (16), serta membuktikan bahwa jumlahnya tetap utuh 26 sedotan (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Prinsip Menggembirakan: Murid bermain dalam kelompok berpasangan melalui permainan 'Tantangan Bongkar Ikatan'. Guru memberikan wadah berisi 35 stik es krim (3 ikatan berisi masing-masing 10 stik dan 5 stik lepas). Pasangan murid berlomba mengurai 35 stik tersebut menjadi dua wadah piring kertas dengan 2 cara berbeda: Cara 1 (3 puluhan dan 5 satuan: 30 dan 5) serta Cara 2 (2 puluhan dan 15 satuan: 20 dan 15) (13 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja praktikum konkret untuk mengurai 3 bilangan berikut menggunakan kancing/stik: (1) Bilangan 24 diurai menjadi puluhan dan satuan (acuan: 20 dan 4); (2) Bilangan 37 diurai menjadi puluhan dan satuan (acuan: 30 dan 7); (3) Bilangan 42 diurai menjadi puluhan dan satuan (acuan: 40 dan 2) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memverifikasi hasil pemisahan benda konkret pada lembar kerja praktikum untuk memastikan tidak ada stik atau kancing yang tercecer atau salah hitung (5 menit).
- Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan uraian kumpulan benda konkret yang telah mereka susun dan merapikan kembali alat peraga ke dalam wadah (5 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa mengurai (dekomposisi) bilangan artinya memisahkan suatu kumpulan benda menjadi bagian puluhan dan satuan tanpa mengubah jumlah total bendanya (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan memberikan apresiasi atas kerja sama murid, berdoa bersama, dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan bilangan di bawah 30 dengan ikatan stik yang sudah diberi karet per sepuluh; murid yang cepat bekerja mengurai bilangan 40 sampai 50 dengan menemukan lebih dari 2 kombinasi penguraian konkret.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru langkah demi langkah saat melepas ikatan karet; murid mahir melakukan penguraian mandiri berpasangan.
- Produk: Semua murid menghasilkan uraian fisik benda konkret dan mencatat pasangan bilangannya pada lembar kerja praktikum.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 14 lidi (1 ikat sepuluh dan 4 lepas). Pertanyaan: 'Jika 14 lidi ini kita urai/pisahkan, ada berapa lidi puluhan dan berapa lidi satuan?' (Acuan: 1 puluhan/10 lidi dan 4 satuan/4 lidi lepas).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mengurai 35 stik es krim menjadi dua bagian pada piring kertas dengan 2 cara (Acuan Cara 1: 30 dan 5; Acuan Cara 2: 20 dan 15).
- Pemeriksaan lembar praktikum individual penguraian 3 bilangan konkret: Butir 1 bilangan 24 (Acuan: 20 dan 4); Butir 2 bilangan 37 (Acuan: 30 dan 7); Butir 3 bilangan 42 (Acuan: 40 dan 2).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/peragaan cepat di penutup: Murid menunjukkan penguraian bilangan 18 menggunakan stik es krim di mejanya (Acuan: 1 kelompok 10 dan 8 stik satuan lepas).
Formatif:- Unjuk kerja penguraian benda konkret berpasangan ('Tantangan Bongkar Ikatan')
- Pemeriksaan lembar praktikum penguraian 3 bilangan cacah konkret
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan dekomposisi bilangan cacah sampai 50 menggunakan kumpulan benda konkret | Belum mampu mengurai kumpulan benda konkret pada ketiga butir tugas (24, 37, 42) meskipun telah diberi bimbingan langsung. | Mampu mengurai kumpulan benda konkret secara tepat pada 1 dari 3 butir tugas (acuan butir: 24 -> 20 dan 4; 37 -> 30 dan 7; 42 -> 40 dan 2) dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu mengurai kumpulan benda konkret secara tepat pada minimal 2 dari 3 butir tugas (acuan butir: 24 -> 20 dan 4; 37 -> 30 dan 7; 42 -> 40 dan 2) secara mandiri. | Mampu mengurai kumpulan benda konkret secara tepat pada seluruh (3 dari 3) butir tugas (acuan butir: 24 -> 20 dan 4; 37 -> 30 dan 7; 42 -> 40 dan 2) serta mampu menunjukkan cara penguraian alternatif lain secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penyediaan media konkret (stik es krim berikat dan lepas) membantu murid memahami konsep dekomposisi bilangan secara utuh?
- Bagian mana dari kegiatan penguraian benda konkret yang masih membuat murid keliru menghitung?
Murid:- Apakah kamu merasa senang bermain memisahkan ikatan stik es krim tadi?
- Cara mengurai bilangan mana yang paling mudah kamu lakukan dengan benda konkret?
Pertemuan 7 — Membandingkan Bilangan Cacah sampai 50 Menggunakan Kumpulan Benda Konkret — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.6 Membandingkan bilangan cacah sampai 50 menggunakan benda konkret atau nilai tempat
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 wadah transparan di depan kelas: Wadah A berisi 12 kelereng dan Wadah B berisi 18 kelereng. Murid diminta mengamati dan menentukan wadah mana yang berisi benda 'lebih banyak' atau 'lebih sedikit' (acuan: Wadah B [18 kelereng] lebih banyak dari Wadah A [12 kelereng], atau Wadah A lebih sedikit dari Wadah B) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan banyak benda pada dua kumpulan bilangan cacah sampai 50 menggunakan istilah 'lebih banyak dari', 'lebih sedikit dari', atau 'sama banyak dengan' (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru meletakkan dua kelompok stik es krim di meja peraga: Kumpulan X berisi 25 stik (diikat menjadi 2 ikat puluhan dan 5 stik lepas) dan Kumpulan Y berisi 32 stik (3 ikat puluhan dan 2 stik lepas) (5 menit).
- Guru membimbing murid menghitung dan memasangkan secara langsung atau membandingkan ikatan puluhan dan sisa satuan pada kedua kumpulan benda konkret tersebut (5 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan perbandingan konkret tersebut dengan menggunakan istilah perbandingan yang tepat: '25 stik lebih sedikit dari 32 stik' atau '32 stik lebih banyak dari 25 stik' (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan dan diajak melakukan aktivitas permainan tantangan konkret 'Ambil dan Bandingkan' menggunakan wadah kancing/stik es krim dan kartu simbol kata ('lebih banyak dari', 'lebih sedikit dari', 'sama banyak dengan') (5 menit).
- Setiap pasangan menyelesaikan 3 tugas perbandingan benda konkret berikut pada lembar kerja pasangan:
1. Membandingkan Kumpulan A (24 kancing) dan Kumpulan B (28 kancing) -> (acuan: Kumpulan A lebih sedikit dari Kumpulan B, atau 24 lebih sedikit dari 28).
2. Membandingkan Kumpulan C (35 stik) dan Kumpulan D (31 stik) -> (acuan: Kumpulan C lebih banyak dari Kumpulan D, atau 35 lebih banyak dari 31).
3. Membandingkan Kumpulan E (42 manik-manik) dan Kumpulan F (42 manik-manik) -> (acuan: Kumpulan E sama banyak dengan Kumpulan F, atau 42 sama banyak dengan 42) (13 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses pemasangan/pengelompokan puluhan-satuan konkret oleh setiap pasangan dan memberikan bimbingan langsung bagi yang membutuhkan (7 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan pasangan memverifikasi hasil perbandingan konkret mereka di depan meja peraga bersama guru dan teman sekelas (5 menit).
- Murid mengidentifikasi cara paling mudah dalam membandingkan dua kumpulan benda konkret, misalnya dengan membuat kelompok sepuluhan (ikatan) terlebih dahulu (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara membandingkan dua kumpulan benda cacah sampai 50 dengan melihat jumlah kelompok puluhan dan sisa satuannya (4 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir singkat (cek pemahaman mandiri) berupa 1 soal perbandingan konkret bergambar: membandingkan Kumpulan P (34 balok) dan Kumpulan Q (26 balok) (acuan: Kumpulan P lebih banyak dari Kumpulan Q, atau 34 lebih banyak dari 26) (4 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan mengapresiasi kerja sama murid dan memimpin doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan benda konkret berukuran lebih besar (balok kayu/stik es krim terikat karet per 10) bagi murid yang membutuhkan dukungan taktil visual yang jelas.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi pemasangan benda satu per satu atau per sepuluh; bagi murid yang cepat paham, diberikan tantangan membandingkan kumpulan benda konkret dengan selisih jumlah yang sangat dekat (misalnya 48 dan 49).
- Produk: Murid dapat menunjukkan perbandingan dengan meletakkan kartu kata langsung di antara dua wadah konkret atau menuliskannya di lembar kerja pasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik perbandingan langsung benda konkret di pendahuluan: Guru memperlihatkan Wadah A berisi 12 kelereng dan Wadah B berisi 18 kelereng. Murid diminta menentukan wadah mana yang berisi benda lebih banyak (acuan: Wadah B [18 kelereng] lebih banyak dari Wadah A [12 kelereng]).
Proses:- Penilaian unjuk kerja LKPD berpasangan menyelesaikan 3 butir tugas membandingkan kumpulan benda konkret:
1. Membandingkan 24 kancing dan 28 kancing (acuan: 24 kancing lebih sedikit dari 28 kancing).
2. Membandingkan 35 stik dan 31 stik (acuan: 35 stik lebih banyak dari 31 stik).
3. Membandingkan 42 manik-manik dan 42 manik-manik (acuan: 42 manik-manik sama banyak dengan 42 manik-manik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri 1 butir soal tertulis bergambar di akhir sesi: Membandingkan Kumpulan P (34 balok) dan Kumpulan Q (26 balok) dengan menuliskan istilah 'lebih banyak dari', 'lebih sedikit dari', atau 'sama banyak dengan' (acuan jawaban: Kumpulan P lebih banyak dari Kumpulan Q, atau 34 lebih banyak dari 26).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan saat membandingkan dua kumpulan benda konkret menggunakan lembar observasi.
- Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan menggunakan 1 butir soal perbandingan kumpulan konkret bergambar.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Membandingkan Kumpulan Benda Konkret sampai 50 | Belum mampu menentukan perbandingan dua kumpulan benda konkret sampai 50 secara tepat meskipun telah dibimbing guru. | Mampu membandingkan 1 dari 3 pasangan kumpulan benda konkret sampai 50 secara tepat dengan bimbingan guru. | Mampu membandingkan 2 sampai 3 pasangan kumpulan benda konkret sampai 50 secara tepat dengan mandiri (acuan: 24 < 28, 35 > 31, 42 = 42). | Mampu membandingkan seluruh pasangan kumpulan benda konkret sampai 50 secara tepat dan mandiri, serta mampu menjelaskan pembuktian perbandingannya melalui pengelompokan puluhan dan satuan benda. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media konkret (stik es krim, kancing, manik-manik) efektif membantu murid memahami konsep lebih banyak, lebih sedikit, dan sama banyak?
- Bagaimana keterlibatan dan kolaborasi murid saat melaksanakan aktivitas berpasangan?
Murid:- Benda apa yang paling membantumu saat menghitung dan membandingkan tadi?
- Bagian mana yang paling kamu sukai saat bermain membandingkan kumpulan benda bersama temanmu?
Pertemuan 8 — Membandingkan Bilangan Cacah sampai 50 Menggunakan Nilai Tempat Puluhan dan Satuan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.6 Membandingkan bilangan cacah sampai 50 menggunakan benda konkret atau nilai tempat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pasang bilangan di papan tulis: Pasang A (23 dan 41) serta Pasang B (35 dan 38), lalu meminta murid mengamati angka puluhan dan satuannya (acuan: 23 terdiri atas 2 puluhan 3 satuan, 41 terdiri atas 4 puluhan 1 satuan; 35 dan 38 sama-sama memiliki 3 puluhan, namun satuan 38 lebih banyak yaitu 8 dibanding 5) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati pemodelan guru membandingkan bilangan 26 dan 32 menggunakan tabel nilai tempat: menuliskan 26 (2 puluhan, 6 satuan) dan 32 (3 puluhan, 2 satuan), lalu membandingkan angka puluhan terlebih dahulu (acuan: 3 puluhan lebih banyak dari 2 puluhan, sehingga 32 lebih besar dari 26) (10 menit).
- Murid mengamati kasus kedua ketika angka puluhan sama, yaitu membandingkan 43 dan 47 pada tabel nilai tempat: puluhan sama-sama 4, sehingga membandingkan nilai satuan (acuan: 7 satuan lebih banyak dari 3 satuan, sehingga 47 lebih besar dari 43 atau 43 lebih kecil dari 47) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Adu Kartu Nilai Tempat': setiap pasangan mendapat kartu bilangan dan memasukkan angka ke tabel nilai tempat masing-masing untuk menentukan bilangan yang lebih besar atau lebih kecil (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan membandingkan 4 pasang bilangan menggunakan tabel nilai tempat: (1) 24 dan 31, (2) 45 dan 25, (3) 36 dan 32, (4) 48 dan 49 (acuan kunci: (1) 31 lebih besar dari 24 karena 3 puluhan > 2 puluhan; (2) 45 lebih besar dari 25 karena 4 puluhan > 2 puluhan; (3) 36 lebih besar dari 32 karena puluhan sama yaitu 3, tetapi 6 satuan > 2 satuan; (4) 48 lebih kecil dari 49 karena puluhan sama yaitu 4, tetapi 8 satuan < 9 satuan) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas hasil latihan dan menyimpulkan langkah membandingkan dua bilangan cacah: pertama periksa nilai puluhannya; jika puluhannya sama, periksa nilai satuannya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung atas ketepatan penentuan nilai tempat puluhan dan satuan yang dikerjakan murid (4 menit).
- Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya (mengurutkan bilangan cacah sampai 50) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tabel nilai tempat kosong bergaris bantu warna untuk murid yang memerlukan dukungan visual saat membandingkan angka puluhan dan satuan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan memeriksa angka puluhan langkah demi langkah, sedangkan murid yang sudah mahir membandingkan 3 pasang bilangan tambahan secara mandiri.
- Produk: Murid menuliskan perbandingan menggunakan kata 'lebih besar dari' atau 'lebih kecil dari' pada lembar kerja bertabel nilai tempat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di pendahuluan dengan memeriksa pemahaman nilai tempat pada 2 pasang bilangan: Pasang A (23 dan 41) serta Pasang B (35 dan 38). Acuan: murid dapat menyebutkan bahwa pada Pasang A puluhannya berbeda (2 puluhan dan 4 puluhan), sedangkan pada Pasang B puluhannya sama-sama 3 sehingga melihat satuannya (5 dan 8).
Proses:- Formatif latihan tertulis pada tahap Mengaplikasi dengan 4 butir soal perbandingan nilai tempat: Butir 1 (24 dan 31), Butir 2 (45 dan 25), Butir 3 (36 dan 32), Butir 4 (48 dan 49). Kunci jawaban: (1) 31 lebih besar dari 24; (2) 45 lebih besar dari 25; (3) 36 lebih besar dari 32; (4) 48 lebih kecil dari 49.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir inti: murid diminta menentukan bilangan yang lebih besar antara 34 dan 43 menggunakan alasan nilai tempat (acuan jawaban benar: 43 lebih besar dari 34 karena 43 memiliki 4 puluhan sedangkan 34 memiliki 3 puluhan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat tantangan berpasangan memasukkan angka ke tabel nilai tempat
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri membandingkan 4 pasang bilangan menggunakan nilai tempat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan bilangan cacah sampai 50 menggunakan nilai tempat puluhan dan satuan | Belum tepat menentukan perbandingan bilangan cacah berdasarkan nilai tempat puluhan maupun satuan (0-1 dari 4 butir tepat). | Mampu membandingkan bilangan cacah dengan memeriksa nilai tempat puluhan yang berbeda, namun masih keliru jika nilai puluhannya sama (2 dari 4 butir tepat). | Mampu membandingkan bilangan cacah sampai 50 menggunakan nilai tempat puluhan dan satuan dengan tepat (minimal 3 dari 4 butir tepat sesuai acuan kunci). | Mampu membandingkan seluruh bilangan cacah sampai 50 menggunakan nilai tempat puluhan dan satuan secara mandiri dan tepat (4 dari 4 butir tepat sesuai acuan kunci). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan tabel nilai tempat efektif membantu murid memahami alasan sebuah bilangan lebih besar atau lebih kecil?
- Bagian mana dari langkah membandingkan (saat puluhan berbeda vs puluhan sama) yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Bagian mana yang harus kamu lihat terlebih dahulu saat membandingkan dua bilangan: puluhan atau satuan?
- Apa yang kamu lakukan jika angka puluhan dari kedua bilangan bernilai sama?
Pertemuan 9 — Mengurutkan Bilangan Cacah sampai 50 dari yang Terkecil atau Terbesar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.7 Mengurutkan bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil atau terbesar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurutkan bilangan cacah sampai 50 baik dari yang terkecil maupun terbesar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa kuis cepat: guru menuliskan 3 bilangan di papan tulis yaitu 25, 12, dan 35, lalu meminta murid menunjukkan mana bilangan paling kecil dan mana paling besar (acuan jawaban: terkecil = 12, terbesar = 35) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang strategi mengurutkan deret bilangan dengan memperhatikan nilai puluhan terlebih dahulu; jika nilai puluhan sama, baru perhatikan nilai satuannya (5 menit).
- Guru mencontohkan langkah mengurutkan bilangan 46, 23, 40 dari terkecil ke terbesar: membandingkan puluhan (2 puluhan pada 23 lebih kecil dari 4 puluhan pada 46 dan 40), lalu membandingkan satuan dari bilangan berpuluhan sama (40 memiliki 0 satuan, 46 memiliki 6 satuan), sehingga urutannya adalah 23, 40, 46 (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Permainan Kereta Bilangan: Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, setiap kelompok menerima 4 kartu bilangan fisik berisi angka 24, 45, 44, dan 32. Secara kolaboratif, murid menyusun kartu membentuk barisan kereta dari bilangan terkecil ke terbesar (acuan urutan: 24, 32, 44, 45) dan sebaliknya dari terbesar ke terkecil (acuan urutan: 45, 44, 32, 24) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan Mengurutkan Bilangan yang berisi 4 set deret bilangan: (1) Urutkan dari terkecil: 23, 20, 34, 45 (acuan: 20, 23, 34, 45); (2) Urutkan dari terkecil: 25, 12, 35, 21 (acuan: 12, 21, 25, 35); (3) Urutkan dari terbesar: 46, 43, 23, 40 (acuan: 46, 43, 40, 23); (4) Urutkan dari terbesar: 34, 45, 32, 37 (acuan: 45, 37, 34, 32) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar latihan secara klasikal dengan mencocokkan pada kunci jawaban di papan tulis (10 menit).
- Murid melakukan refleksi terbimbing mengenai kemudahan dan tantangan saat membandingkan puluhan serta satuan untuk mengurutkan bilangan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid dalam mengurutkan bilangan cacah sampai 50 (5 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bilangan berpola angka bulat atau rentang puluhan berbeda jelas (misal: 15, 27, 42), sedangkan murid mahir diberikan kartu bilangan dengan puluhan yang identik (misal: 31, 38, 34, 39).
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi secara langsung menggunakan bantuan garis bilangan mini 1-50 atau tabel nilai tempat puluhan-satuan, sedangkan murid mahir mengurutkan secara mandiri langsung dari kartu acak.
- Produk: Semua murid menyelesaikan target mengurutkan 4 deret bilangan dari terkecil atau terbesar sesuai lembar latihan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di awal pembelajaran: Murid menentukan bilangan terkecil dan terbesar dari kumpulan bilangan: 25, 12, 35. (Acuan jawaban: bilangan terkecil = 12; bilangan terbesar = 35).
Proses:- Observasi partisipasi dan ketepatan menyusun kereta kartu bilangan (24, 45, 44, 32) dari terkecil (24, 32, 44, 45) maupun dari terbesar (45, 44, 32, 24).
- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 set lembar latihan mandiri: Soal 1 (23, 20, 34, 45 urut terkecil -> 20, 23, 34, 45); Soal 2 (25, 12, 35, 21 urut terkecil -> 12, 21, 25, 35); Soal 3 (46, 43, 23, 40 urut terbesar -> 46, 43, 40, 23); Soal 4 (34, 45, 32, 37 urut terbesar -> 45, 37, 34, 32).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat: Murid mengurutkan 3 bilangan cepat secara mandiri: 48, 29, 36 dari yang terkecil. (Acuan jawaban benar tepat: 29, 36, 48).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan kelompok menyusun 4 kartu bilangan kereta (24, 32, 44, 45)
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri mengurutkan 4 set deret bilangan cacah sampai 50
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengurutkan bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil atau terbesar | Belum mampu mengurutkan deret bilangan cacah sampai 50 dengan benar (0-1 set benar dari 4 set latihan) meskipun telah dibimbing. | Mampu mengurutkan sebagian kecil deret bilangan cacah sampai 50 dengan tepat (tepat 2 set benar dari 4 set latihan) dengan bimbingan guru. | Mampu mengurutkan sebagian besar deret bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil maupun terbesar dengan tepat secara mandiri (tepat 3 set benar dari 4 set latihan). | Mampu mengurutkan seluruh deret bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil maupun terbesar dengan tepat secara mandiri dan konsisten (4 set benar dari 4 set latihan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan permainan kereta kartu bilangan mempermudah murid memahami perbandingan posisi bilangan?
- Bagian mana dari langkah menentukan urutan puluhan dan satuan yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apakah kamu lebih mudah mengurutkan bilangan dari yang paling kecil atau dari yang paling besar?
- Langkah apa yang kamu lakukan terlebih dahulu saat melihat bilangan yang memiliki puluhan yang sama?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Membaca bilangan cacah sampai 50 melalui kumpulan benda konkret
- TP 2.1.2 Menulis bilangan cacah sampai 50 sesuai kumpulan benda konkret
- TP 2.1.3 Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan pada bilangan cacah sampai 50
- TP 2.1.4 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 50 menggunakan kumpulan benda konkret
- TP 2.1.5 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 50 menggunakan kumpulan benda konkret
- TP 2.1.6 Membandingkan bilangan cacah sampai 50 menggunakan benda konkret atau nilai tempat
- TP 2.1.7 Mengurutkan bilangan cacah sampai 50 dari yang terkecil atau terbesar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memimpin doa singkat bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 1 untuk menunjukkan kemampuan membilang, menulis, menentukan nilai tempat, menyusun, mengurai, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah sampai 50 (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis dan menjelaskan tata cara pengerjaan tugas secara mandiri serta alur rotasi tes lisan dan unjuk kerja ke meja guru (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara mandiri mengerjakan lembar tes tertulis berisi 4 bagian: Bagian 1 menulis lambang bilangan berdasarkan gambar kumpulan benda konkret (Nomor 1 gambar 2 ikatan sepuluh permen dan 7 permen lepas, kunci: 27; Nomor 2 gambar 4 ikatan sepuluh stik dan 3 stik lepas, kunci: 43); Bagian 2 melengkapi bagan dekomposisi puluhan dan satuan (Nomor 3: 35 = 3 puluhan + 5 satuan, kunci: 3 dan 5; Nomor 4: 48 = 4 puluhan + 8 satuan, kunci: 4 dan 8); Bagian 3 melingkari kata perbandingan yang tepat (Nomor 5: 34 ... 43, kunci: 'kurang dari'; Nomor 6: 49 ... 29, kunci: 'lebih dari'); Bagian 4 menuliskan urutan bilangan dari yang terkecil atau terbesar (Nomor 7 mengurutkan dari terkecil: 38, 25, 41, kunci: 25, 38, 41; Nomor 8 mengurutkan dari terbesar: 47, 32, 50, kunci: 50, 47, 32) (25 menit).
- Secara bergiliran (paralel saat pengerjaan tertulis berlangsung), setiap murid dipanggil ke meja guru selama 1 menit untuk tes lisan dan unjuk kerja manipulasi stik: (a) membaca kartu bilangan yang ditunjukkan guru: murid membaca kartu '36' (kunci: melafalkan 'tiga puluh enam') dan kartu '42' (kunci: melafalkan 'empat puluh dua'); (b) menentukan nilai tempat serta melakukan komposisi stik es krim untuk membentuk bilangan 24: murid menyebutkan '2 puluhan dan 4 satuan' lalu mengambil dan menyusun 2 ikat puluhan stik es krim dan 4 stik lepas di atas meja (kunci: menyebutkan nilai tempat 2 puluhan 4 satuan dan menyusun tepat 2 ikat puluhan serta 4 stik lepas) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan lembar observasi unjuk kerja murid, kemudian mengajak murid menyadari proses penyelesaian tugas secara jujur dan mandiri (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid selama menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 1 (2 menit).
- Guru merangkum perjalanan belajar Bab 1 mengenai bilangan cacah sampai 50 serta menutup pertemuan dengan doa dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses visual berupa lembar soal dengan ukuran gambar dan teks yang lebih besar bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan, tanpa mengubah isi dan tingkat kesulitan soal.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang instruksi soal secara individual bagi murid yang mengalami kesulitan membaca kalimat petunjuk, tanpa membimbing atau memberi tahu jawaban.
- Produk: Standar bukti tetap sama untuk semua murid: lembar tes tertulis individual dan peragaan manipulasi stik serta pelafalan lisan di meja guru.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan tes lisan-unjuk kerja individual singkat: lembar kerja tertulis (menulis lambang bilangan, dekomposisi, membandingkan, dan mengurutkan bilangan sampai 50) serta catatan ketercapaian membaca bilangan dan manipulasi stik puluhan-satuan di meja guru
- tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis berisi tugas menulis lambang bilangan 1-50 berdasarkan gambar benda konkret, melengkapi bagan dekomposisi puluhan-satuan, melingkari simbol/kata perbandingan yang tepat, dan menuliskan urutan bilangan dari terkecil ke terbesar (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran)
- tes lisan dan unjuk kerja bergiliran: pelafalan nama bilangan dari kartu bilangan/benda konkret serta peragaan menyusun stik es krim ikatan puluhan dan satuan sesuai bilangan yang diminta, dinilai 1 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara kelas menyelesaikan lembar kerja (30 menit / 1 menit = 30 murid, muat 28 murid) (30 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi unjuk kerja dan pelafalan lisan)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan tes lisan-unjuk kerja individual singkat: lembar kerja tertulis (menulis lambang bilangan, dekomposisi, membandingkan, dan mengurutkan bilangan sampai 50) serta catatan ketercapaian membaca bilangan dan manipulasi stik puluhan-satuan di meja guru
- tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis berisi tugas menulis lambang bilangan 1-50 berdasarkan gambar benda konkret, melengkapi bagan dekomposisi puluhan-satuan, melingkari simbol/kata perbandingan yang tepat, dan menuliskan urutan bilangan dari terkecil ke terbesar (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran)
- tes lisan dan unjuk kerja bergiliran: pelafalan nama bilangan dari kartu bilangan/benda konkret serta peragaan menyusun stik es krim ikatan puluhan dan satuan sesuai bilangan yang diminta, dinilai 1 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara kelas menyelesaikan lembar kerja (30 menit / 1 menit = 30 murid, muat 28 murid) (30 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi unjuk kerja dan pelafalan lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menuliskan Lambang Bilangan dan Dekomposisi (Tertulis Bagian 1 & 2) | Menjawab dengan benar kurang dari 2 butir dari total 4 butir (acuan: No. 1 = 27, No. 2 = 43, No. 3 = 3 dan 5, No. 4 = 4 dan 8). | Menjawab dengan benar 2 butir dari total 4 butir (acuan: No. 1 = 27, No. 2 = 43, No. 3 = 3 dan 5, No. 4 = 4 dan 8). | Menjawab dengan benar 3 butir dari total 4 butir (acuan: No. 1 = 27, No. 2 = 43, No. 3 = 3 dan 5, No. 4 = 4 dan 8). | Menjawab dengan benar seluruh 4 butir secara tepat dan mandiri (acuan: No. 1 = 27, No. 2 = 43, No. 3 = 3 dan 5, No. 4 = 4 dan 8). | | Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan (Tertulis Bagian 3 & 4) | Menjawab dengan benar kurang dari 2 butir dari total 4 butir (acuan: No. 5 = 'kurang dari', No. 6 = 'lebih dari', No. 7 = 25, 38, 41, No. 8 = 50, 47, 32). | Menjawab dengan benar 2 butir dari total 4 butir (acuan: No. 5 = 'kurang dari', No. 6 = 'lebih dari', No. 7 = 25, 38, 41, No. 8 = 50, 47, 32). | Menjawab dengan benar 3 butir dari total 4 butir (acuan: No. 5 = 'kurang dari', No. 6 = 'lebih dari', No. 7 = 25, 38, 41, No. 8 = 50, 47, 32). | Menjawab dengan benar seluruh 4 butir secara tepat dan mandiri (acuan: No. 5 = 'kurang dari', No. 6 = 'lebih dari', No. 7 = 25, 38, 41, No. 8 = 50, 47, 32). | | Membaca Bilangan, Nilai Tempat, dan Komposisi Benda Konkret (Lisan & Unjuk Kerja) | Hanya memenuhi 1 kriteria dengan tepat dari 4 kriteria unjuk kerja (acuan: [1] membaca kartu '36' sebagai tiga puluh enam, [2] membaca kartu '42' sebagai empat puluh dua, [3] menyebutkan nilai tempat bilangan 24 adalah 2 puluhan dan 4 satuan, [4] menyusun stik 2 ikatan puluhan dan 4 satuan lepas). | Memenuhi 2 kriteria dengan tepat dari 4 kriteria unjuk kerja (acuan: [1] membaca kartu '36' sebagai tiga puluh enam, [2] membaca kartu '42' sebagai empat puluh dua, [3] menyebutkan nilai tempat bilangan 24 adalah 2 puluhan dan 4 satuan, [4] menyusun stik 2 ikatan puluhan dan 4 satuan lepas). | Memenuhi 3 kriteria dengan tepat dari 4 kriteria unjuk kerja (acuan: [1] membaca kartu '36' sebagai tiga puluh enam, [2] membaca kartu '42' sebagai empat puluh dua, [3] menyebutkan nilai tempat bilangan 24 adalah 2 puluhan dan 4 satuan, [4] menyusun stik 2 ikatan puluhan dan 4 satuan lepas). | Memenuhi seluruh 4 kriteria unjuk kerja dengan tepat secara mandiri (acuan: [1] membaca kartu '36' sebagai tiga puluh enam, [2] membaca kartu '42' sebagai empat puluh dua, [3] menyebutkan nilai tempat bilangan 24 adalah 2 puluhan dan 4 satuan, [4] menyusun stik 2 ikatan puluhan dan 4 satuan lepas). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk tes tertulis dan 30 menit rotasi unjuk kerja individual di meja guru berjalan efektif mencakup seluruh murid?
- Bagian materi mana dari Bab 1 yang paling banyak dikuasai dengan baik oleh murid, dan materi mana yang masih membutuhkan tindak lanjut remedial?
Murid:- Bagian tugas mana pada asesmen hari ini yang terasa paling mudah kamu selesaikan?
- Apakah kamu merasa percaya diri saat membilang dan menyusun stik es krim di meja guru tadi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, 2022) Bab 1
- Stik es krim atau lidi (sekitar 50 buah per kelompok)
- Karet gelang pengikat
- Kartu lambang bilangan cacah 21 sampai 50
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Stik es krim dan karet gelang (alat peraga konkret puluhan dan satuan)
- Papan tulis mini/whiteboard kecil dan spidol untuk murid
- Lembar kerja latihan menulis lambang dan nama bilangan
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II
- Benda konkret: stik es krim, lidi, karet gelang, wadah bertuliskan 'Puluhan' dan 'Satuan'
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
- Templat tabel nilai tempat (kolom Puluhan dan Satuan)
- Kartu lambang bilangan rentang 31 sampai 50
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II.
- Benda konkret: 50 stik es krim/lidi per pasang murid dan karet gelang pengikat.
- Kartu tantangan komposisi bilangan (Kartu A, Kartu B, dan Kartu C).
- Buku Siswa Matematika Kelas II SD/MI Kemendikbudristek
- Buku Panduan Guru Matematika Kelas II SD/MI Kemendikbudristek
- Stik es krim dan karet gelang
- Sedotan plastik dan wadah/piring kertas
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II.
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II Bab 1.
- Kumpulan benda konkret: stik es krim, karet gelang, kancing warna-warni, manik-manik, wadah transparan, dan kartu kata pembanding ('lebih banyak dari', 'lebih sedikit dari', 'sama banyak dengan').
- Tabel nilai tempat (puluhan dan satuan)
- Kartu angka bilangan 21 sampai 50
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II Bab 1 'Ayo Membilang sampai dengan 50'
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II
- Kartu-kartu bilangan konkret angka 1 sampai 50
- Papan tulis dan spidol penanda
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 1)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 1)
- Lembar Soal Asesmen Tertulis Bab 1
- Kartu Lambang Bilangan (angka 36 dan 42)
- Stik es krim (ikatan puluhan dengan karet gelang dan stik satuan lepas)
- Lembar Ceklis Observasi Asesmen Sumatif Guru
|