Modul AjarPertemuan 9Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 9: Merancang Kolaborasi Peningkatan Kesadaran terhadap SDGs

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 9 dengan topik "Merancang Kolaborasi Peningkatan Kesadaran terhadap SDGs". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 9: Merancang Kolaborasi Peningkatan Kesadaran terhadap SDGs

IPS - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Merancang Kolaborasi Peningkatan Kesadaran terhadap SDGs

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMerancang Kolaborasi Peningkatan Kesadaran terhadap SDGs
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang rencana kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar terhadap salah satu isu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang terkait kerja sama dunia secara terstruktur dan realistis.
  2. Murid dapat mengomunikasikan rancangan kolaborasi tersebut menggunakan media informasi yang tepat kepada teman sekelas dengan jelas dan menarik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang terjadi jika masalah lingkungan atau sosial di sekitar kita dibiarkan tanpa ada yang peduli?
  2. Bagaimana cara sederhana namun kreatif agar pesan tentang tujuan pembangunan berkelanjutan bisa dipahami oleh warga sekitar?
  3. Pernahkah kalian melihat aksi nyata dari kerja sama dunia yang berdampak di lingkunganmu? Ceritakan!

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa (jika memungkinkan).
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk menggali pengetahuan awal tentang isu SDGs di lingkungan sekitar (asesmen awal diagnostik lisan).
  • Murid diminta menyebutkan satu contoh isu SDGs yang pernah mereka amati di lingkungan tempat tinggal sebagai penghubung dengan materi sebelumnya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas hari ini: merancang kolaborasi peningkatan kesadaran SDGs dan mengomunikasikannya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membentuk kelompok kecil (3-4 orang) secara heterogen.
  • Setiap kelompok berdiskusi memilih satu isu SDGs yang paling relevan dengan kondisi lingkungan sekitar (misalnya: sampah plastik, air bersih, kesetaraan akses pendidikan).
  • Dengan panduan lembar kerja, kelompok mencari informasi tambahan tentang akar masalah, dampak lokal, dan contoh upaya meningkatkan kesadaran masyarakat.
  • Kelompok merumuskan alasan pentingnya isu tersebut dan siapa sasaran utama kampanye kesadaran.
  • Guru berkeliling memantik diskusi dan memastikan setiap anggota berkontribusi (pengamatan sebagai asesmen proses).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok menyusun rancangan kolaborasi nyata: menentukan tujuan spesifik, pesan kunci, bentuk kegiatan (kampanye poster, video pendek, drama singkat, sosialisasi di posyandu/RW, dll.), pembagian peran, serta kebutuhan alat/bahan.
  • Kelompok memilih dan mulai merancang media komunikasi untuk mempresentasikan rencana kepada teman sekelas (poster, slide digital, mind map, storyboard, atau media sederhana lainnya).
  • Murid dipersilakan membuat prototipe atau sketsa media sesuai pilihan mereka, dengan alokasi waktu jelas.
  • Guru memberi umpan balik formatif secara lisan dan mendorong kreativitas serta kerja sama (menerapkan prinsip pembelajaran menggembirakan).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Masing-masing kelompok mempresentasikan rancangan kolaborasi dengan media yang telah dibuat di depan kelas (waktu 3-4 menit per kelompok).
  • Kelompok lain memberikan masukan konstruktif menggunakan ‘dua bintang dan satu harapan’ (dua hal baik dan satu saran perbaikan).
  • Diskusi kelas singkat: apa saja tantangan melaksanakan rencana tersebut di masyarakat sebenarnya? Bagaimana mengatasinya?
  • Guru memandu refleksi bersama menggunakan pertanyaan: Pelajaran apa yang kita dapat tentang kerja sama dan komunikasi? Sejauh mana rancangan kita bisa memberi dampak positif?
  • Murid mencatat refleksi pribadi di buku catatan (asesmen proses).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan keterkaitan antara isu global SDGs, kerja sama, dan aksi lokal.
  • Setiap kelompok mengumpulkan lembar rancangan kolaborasi dan media yang telah dibuat.
  • Guru mengapresiasi usaha semua kelompok, memberi penguatan tentang pentingnya konsistensi dalam bertindak untuk keberlanjutan.
  • Murid mengisi lembar refleksi akhir (asesmen sumatif) tentang keterampilan merancang dan mengomunikasikan.
  • Guru menyampaikan pesan moral dan menutup pertemuan dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok dapat memilih isu SDGs sesuai minat dan kedekatan dengan lingkungan masing-masing (air, sampah, pendidikan, kesehatan, dll.).
  • Proses: Murid dengan kecepatan belajar tinggi dapat membuat media digital interaktif (short video, infografis digital), sementara yang membutuhkan pendampingan dapat fokus pada poster manual atau sketsa sederhana.
  • Produk: Hasil rancangan dapat berupa storyboard, mind map, poster, naskah pendek, atau presentasi lisan dengan alat peraga, sesuai pilihan kelompok.

ASESMEN

Awal:

  • Diagnostik lisan: murid menyebutkan satu isu SDGs dan satu contoh perwujudannya di lingkungan sekitar (2-3 menit di awal pendahuluan).

Proses:

  • Lembar observasi aktivitas kelompok: keaktifan, kemampuan bertanya/menjawab, serta kontribusi ide.
  • Catatan guru tentang kualitas diskusi dan rencana awal kelompok.
  • Refleksi sementara yang dicatat murid setelah tahap Memahami dan Mengaplikasi.

Akhir:

  • Penilaian produk akhir berupa lembar rancangan kolaborasi lengkap dan media komunikasi yang telah dibuat.
  • Presentasi kelompok dinilai menggunakan rubrik (komunikasi, kreativitas, dan kualitas rencana).

Formatif:

  • Observasi partisipasi dalam diskusi pemilihan isu dan perencanaan.
  • Tanya jawab lisan saat guru berkeliling.
  • Lembar kerja perencanaan kolaborasi (catatan kelompok).

Sumatif:

  • Penilaian produk rancangan kolaborasi (lembar rencana dan media presentasi).
  • Penilaian presentasi dan komunikasi lisan menggunakan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rancangan Rencana KolaborasiIsu yang dipilih tidak jelas, tujuan tidak spesifik, langkah kegiatan tidak runtut atau tidak realistis.Isu sesuai, tujuan cukup jelas, namun langkah kegiatan kurang terperinci dan belum mempertimbangkan keterbatasan sumber daya.Isu relevan dengan lingkungan, tujuan spesifik, langkah kegiatan logis dan memungkinkan untuk dilaksanakan, pembagian peran jelas.Selain kriteria Berkembang, terdapat analisis dampak yang diharapkan, pemikiran antisipasi kendala, dan rencana monitoring sederhana.
Komunikasi dan MediaPenyampaian tidak terstruktur, sulit dipahami, media tidak mendukung atau tidak menarik.Informasi tersampaikan walau masih ada bagian yang kurang jelas, media sederhana namun cukup membantu.Presentasi lancar, isi terorganisasi, media menarik dan sesuai pesan, semua anggota terlibat.Presentasi sangat meyakinkan, menggunakan media kreatif yang memperkuat pesan, menjawab pertanyaan/tanggapan dengan baik, terlihat persiapan matang.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu menghubungkan isu global SDGs dengan kondisi nyata di lingkungan mereka?
  • Sejauh mana prinsip pembelajaran mendalam (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) terwujud dalam aktivitas hari ini?
  • Bagaimana tingkat kolaborasi dan komunikasi antar murid? Hal apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah seluruh murid terlayani dengan strategi diferensiasi yang disediakan?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling menarik yang kamu pelajari saat merancang rencana aksi untuk meningkatkan kesadaran terhadap SDGs?
  • Kesulitan apa yang kamu hadapi saat bekerja dalam kelompok? Bagaimana kamu mengatasinya?
  • Menurutmu, seberapa efektif media yang kelompokmu pilih untuk menyampaikan pesan? Apa yang bisa diperbaiki?
  • Setelah melihat presentasi teman, ide apa yang ingin kamu tambahkan ke dalam rencana kelompokmu sendiri?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX
  3. Video referensi SDGs: https://www.youtube.com/watch?v=hnzCGNnU_WM
  4. Artikel daring tentang isu-isu SDGs di Indonesia (sesuai pilihan murid)
  5. Alat dan bahan: kertas plano, spidol warna, post-it, laptop/tablet, alat peraga sederhana, proyektor (bila tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.