Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 9: Pengertian, Penyebab, dan Bentuk Kerja Sama Internasional

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 9 dengan topik "Pengertian, Penyebab, dan Bentuk Kerja Sama Internasional". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 9: Pengertian, Penyebab, dan Bentuk Kerja Sama Internasional

IPS - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Pengertian, Penyebab, dan Bentuk Kerja Sama Internasional

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPengertian, Penyebab, dan Bentuk Kerja Sama Internasional
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendeskripsikan pengertian kerja sama internasional dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya kerja sama antarnegara.
  2. Murid dapat membedakan berbagai bentuk kerja sama internasional (bilateral, regional, multilateral) beserta contoh nyatanya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan kamu tinggal di sebuah pulau kecil yang kaya kopi tapi tidak punya beras sama sekali — apa yang akan kamu lakukan untuk bisa makan?
  2. Mengapa menurutmu negara-negara di dunia lebih memilih bekerja sama daripada bersaing habis-habisan satu sama lain?
  3. Pernahkah kamu melihat produk buatan luar negeri di rumahmu? Itu tanda apa antara Indonesia dan negara lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa singkat, dan memeriksa kehadiran murid. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal: menampilkan gambar produk impor (misalnya smartphone, gandum, minyak bumi) lalu bertanya secara lisan, 'Dari mana barang ini berasal dan mengapa Indonesia tidak memproduksinya sendiri?' Catat respons murid di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi jeda agar murid berpikir sebelum menjawab secara sukarela. (4 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan memahami apa itu kerja sama internasional, mengapa terjadi, dan apa saja bentuknya — dikaitkan dengan kehidupan nyata Indonesia. (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan infografis sederhana bertajuk 'Satu Dunia, Banyak Kebutuhan' yang menampilkan peta dunia dengan ikon sumber daya khas tiap negara (minyak, gandum, teknologi, tekstil). Murid diminta mengamati selama 2 menit secara saksama. (Berkesadaran)
  • Guru membimbing murid menemukan konsep: 'Tidak ada satu negara pun yang mampu memenuhi semua kebutuhannya sendiri.' Murid menuliskan satu kalimat definisi kerja sama internasional dengan kata-kata mereka sendiri di buku catatan. (5 menit)
  • Guru mempresentasikan materi terstruktur tentang: (a) definisi resmi kerja sama internasional, (b) faktor penyebab — keterbatasan sumber daya, perbedaan kemampuan produksi, persamaan kepentingan, keamanan bersama, dan kemajuan teknologi. Menggunakan papan tulis atau slide ringkas. (10 menit)
  • Murid mengajukan pertanyaan klarifikasi. Guru mendorong pertanyaan dengan kalimat: 'Ada yang ingin memastikan pemahamannya?' (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 6 kelompok (4–5 orang). Setiap kelompok mendapat satu amplop berisi kartu-kartu fakta tentang kerja sama nyata (contoh: Indonesia–Malaysia soal TKI, ASEAN Free Trade Area, kerja sama WTO). (2 menit)
  • Tugas kelompok: (a) Baca kartu fakta, (b) tentukan apakah kerja sama tersebut bersifat bilateral, regional, atau multilateral, (c) identifikasi faktor penyebab yang mendorong kerja sama tersebut. Tuliskan hasil analisis di lembar kerja kelompok. (12 menit) (Bermakna)
  • Setiap kelompok menempelkan lembar kerja di dinding kelas (gallery walk). Dua anggota tetap di stan untuk menjelaskan, tiga anggota berkeliling membaca hasil kelompok lain dan memberi tanda bintang pada poin yang menarik atau tanda tanya pada yang membingungkan. (8 menit) (Menggembirakan)
  • Guru berkeliling memantau, memberi umpan balik lisan singkat, dan mencatat kelompok yang perlu penguatan konsep.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak seluruh kelas kembali ke posisi duduk. Wakil tiap kelompok menyampaikan satu temuan paling menarik dari gallery walk dalam 1–2 kalimat. (5 menit)
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Dari semua bentuk kerja sama tadi, mana yang paling banyak melibatkan Indonesia? Mengapa itu penting bagi kita?' (5 menit) (Bermakna)
  • Murid secara individu mengisi 'Kartu Refleksi 3-2-1': 3 hal yang dipelajari hari ini, 2 contoh kerja sama internasional yang mereka temukan relevan dengan kehidupan sehari-hari, 1 pertanyaan yang masih ingin mereka ketahui lebih lanjut. (5 menit) (Berkesadaran)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman bersama di papan tulis: definisi kerja sama internasional, 5 faktor penyebab, dan 3 bentuk (bilateral–regional–multilateral) dengan satu contoh masing-masing. (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid menjawab 3 soal pilihan ganda + 1 soal uraian singkat pada lembar kecil (exit ticket) yang dikumpulkan sebelum keluar kelas. (5 menit)
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi kelas dan menyampaikan topik pertemuan berikutnya: peran dan keterlibatan Indonesia dalam kerja sama internasional. (2 menit)
  • Guru menutup dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan tantangan lebih diberikan kartu fakta tambahan berisi kasus kerja sama yang lebih kompleks (misalnya G20, Paris Agreement) untuk dianalisis faktor penyebab dan bentuknya. Murid yang memerlukan dukungan disediakan kartu fakta dengan petunjuk berupa pertanyaan panduan ('Berapa negara yang terlibat? Apakah satu kawasan?').
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat langsung mengerjakan analisis mandiri tanpa panduan kelompok dan diminta membandingkan dua bentuk kerja sama secara tertulis. Murid yang memerlukan dukungan ekstra didampingi guru atau teman sebaya (peer tutor) saat mengisi lembar kerja kelompok.
  • Produk: Murid yang mahir dapat menyajikan hasil analisis dalam bentuk tabel perbandingan atau diagram sederhana. Murid yang membutuhkan dukungan cukup melengkapi tabel yang sudah disediakan dengan kolom isian yang telah diberi contoh satu baris pertama.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar 3–4 produk impor yang umum dikenal murid (smartphone, gandum/terigu, kedelai, minyak bumi) dan bertanya secara lisan: 'Dari mana asal barang ini? Mengapa Indonesia tidak membuat/menanamnya sendiri?' Respons murid dicatat di papan sebagai peta pengetahuan awal untuk mengetahui sejauh mana murid sudah memiliki konsep kerja sama antarnegara sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Guru menggunakan checklist observasi saat gallery walk untuk menilai kemampuan murid mengklasifikasikan bentuk kerja sama (bilateral/regional/multilateral) dan mengidentifikasi faktor penyebab dari kartu fakta yang diberikan.
  • Guru membaca dan memberi komentar singkat pada lembar kerja kelompok yang ditempel di dinding — tanda centang untuk yang tepat, tanda tanya untuk yang perlu diklarifikasi.
  • Kartu Refleksi 3-2-1 digunakan guru untuk melihat pemahaman individual murid dan pertanyaan yang belum terjawab, sebagai bahan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Akhir:

  • Exit ticket tertulis — 3 soal pilihan ganda mengukur pemahaman pengertian dan bentuk kerja sama internasional, dan 1 soal uraian singkat mengukur kemampuan murid mengidentifikasi faktor penyebab beserta contoh nyata. Guru menilai menggunakan kunci jawaban dan rubrik yang sudah disiapkan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok dan gallery walk menggunakan checklist sederhana (aktif bertanya, memberikan ide, mendengarkan teman).
  • Pemantauan lembar kerja kelompok saat guru berkeliling — fokus pada ketepatan mengklasifikasikan bentuk kerja sama dan mengidentifikasi faktor penyebab.
  • Kartu Refleksi 3-2-1 yang dikerjakan murid di akhir tahap Merefleksi sebagai umpan balik proses berpikir.

Sumatif:

  • Exit ticket berisi 3 soal pilihan ganda (pengertian dan bentuk kerja sama) dan 1 soal uraian singkat: 'Sebutkan dua faktor penyebab kerja sama internasional dan berikan satu contoh nyata untuk masing-masing faktor.' Dikumpulkan di akhir pertemuan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan pengertian kerja sama internasionalMurid belum dapat menjelaskan apa itu kerja sama internasional atau jawabannya tidak relevan dengan konsep yang dipelajari.Murid menyebutkan bahwa kerja sama internasional adalah hubungan antarnegara, namun belum menyertakan unsur kesepakatan atau tujuan pemenuhan kebutuhan.Murid mendeskripsikan kerja sama internasional sebagai hubungan antara dua negara atau lebih dengan kesepakatan tertentu untuk saling memenuhi kebutuhan, menggunakan bahasanya sendiri.Murid mendeskripsikan pengertian kerja sama internasional secara lengkap, akurat, dan mampu menghubungkannya dengan contoh nyata atau kondisi Indonesia secara mandiri.
Mengidentifikasi faktor penyebab kerja sama internasionalMurid tidak dapat menyebutkan faktor penyebab, atau jawaban tidak berkaitan dengan materi.Murid hanya menyebutkan satu faktor penyebab kerja sama internasional tanpa penjelasan atau contoh.Murid menyebutkan dua atau lebih faktor penyebab kerja sama internasional dengan penjelasan yang memadai.Murid menyebutkan tiga atau lebih faktor penyebab, menjelaskan masing-masing dengan tepat, dan mengaitkan setidaknya satu faktor dengan contoh kerja sama nyata yang melibatkan Indonesia.
Membedakan bentuk kerja sama internasional (bilateral, regional, multilateral)Murid tidak dapat membedakan bentuk-bentuk kerja sama internasional atau mencampuradukkan definisinya.Murid dapat menyebutkan nama ketiga bentuk kerja sama, namun belum mampu menjelaskan perbedaannya secara tepat.Murid dapat menjelaskan perbedaan bilateral, regional, dan multilateral dengan benar serta memberikan minimal satu contoh untuk salah satu bentuk.Murid dapat menjelaskan perbedaan ketiga bentuk kerja sama secara tepat dan memberikan contoh nyata yang relevan untuk masing-masing bentuk, termasuk keterlibatan Indonesia.
Partisipasi dalam diskusi kelompok dan gallery walkMurid tidak aktif berkontribusi dalam kelompok — tidak memberikan ide, tidak merespons teman, atau mengganggu jalannya diskusi.Murid berpartisipasi jika diminta, namun belum menunjukkan inisiatif dalam berdiskusi atau memberikan pendapat.Murid aktif berpartisipasi, memberikan ide atau pendapat minimal satu kali, dan mendengarkan teman dengan baik selama diskusi.Murid menunjukkan kontribusi aktif secara konsisten: mengajukan ide, merespons pendapat teman secara konstruktif, dan membantu kelompok mencapai kesimpulan bersama.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil memahami perbedaan antara bilateral, regional, dan multilateral setelah kegiatan hari ini? Dari exit ticket, berapa murid yang masih keliru?
  • Apakah kartu fakta yang digunakan dalam diskusi kelompok cukup variatif dan relevan bagi murid kelas 9? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah alokasi waktu di setiap tahap (Memahami–Mengaplikasi–Merefleksi) sudah proporsional, atau ada tahap yang terlalu panjang atau terlalu singkat?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan benar-benar membantu murid yang membutuhkan dukungan dan memberi tantangan bagi murid yang cepat?

Refleksi Murid:

  • Dari 3 hal yang kamu tulis di Kartu Refleksi, mana yang paling mengejutkan atau paling baru kamu ketahui hari ini?
  • Apakah kamu bisa menjelaskan kepada teman atau keluargamu apa bedanya kerja sama bilateral, regional, dan multilateral? Coba pikirkan satu contoh untuk masing-masing.
  • Pertanyaan apa yang masih kamu miliki tentang kerja sama internasional yang ingin kamu cari jawabannya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS Kelas IX — Bab 4: Kerja Sama Dunia (Kemendikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru IPS Kelas IX — Tema 04: Kerja Sama Dunia (Kemendikbudristek)
  3. Infografis 'Satu Dunia, Banyak Kebutuhan' — dibuat guru atau diunduh dari sumber terpercaya (dapat menggunakan Canva atau Piktochart)
  4. Kartu fakta kerja sama internasional (bilateral, regional, multilateral) — disiapkan guru, berisi data faktual singkat tentang kerja sama nyata seperti Indonesia–Malaysia, ASEAN, WTO, G20
  5. Lembar kerja kelompok berisi tabel klasifikasi bentuk kerja sama dan faktor penyebab
  6. Kartu Refleksi 3-2-1 (lembar isian individu)
  7. Exit ticket (lembar soal pilihan ganda + uraian singkat)
  8. Papan tulis / whiteboard dan spidol
  9. Kertas HVS atau manila untuk ditempel saat gallery walk
  10. Referensi digital opsional: https://www.kemlu.go.id (profil kerja sama bilateral Indonesia) dan https://asean.org (profil ASEAN)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.