Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase DSemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 9: Potensi Kekayaan Alam Indonesia dan Tantangan Menjadi Negara Maju (Debat)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 9 dengan topik "Potensi Kekayaan Alam Indonesia dan Tantangan Menjadi Negara Maju (Debat)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 9: Potensi Kekayaan Alam Indonesia dan Tantangan Menjadi Negara Maju (Debat)

IPS - Kelas 9

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Potensi Kekayaan Alam Indonesia dan Tantangan Menjadi Negara Maju (Debat)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPotensi Kekayaan Alam Indonesia dan Tantangan Menjadi Negara Maju (Debat)
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis potensi sumber daya alam Indonesia sebagai modal pembangunan sekaligus tantangan dalam pengelolaannya menuju status negara maju
  2. Murid dapat menyajikan argumen pro dan kontra pengelolaan kekayaan alam Indonesia untuk pembangunan melalui kegiatan debat terstruktur

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kekayaan alam Indonesia selalu menjadi berkah bagi kemajuan bangsa, atau justru bisa menjadi tantangan?
  2. Mengapa negara-negara lain sejak zaman dahulu tertarik dengan Indonesia?
  3. Bagaimana cara kita mengelola kekayaan alam agar Indonesia bisa menjadi negara maju?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama (5 menit)
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menganalisis potensi SDA Indonesia dan melakukan debat terstruktur tentang pengelolaannya
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Apakah kekayaan alam Indonesia selalu menjadi berkah bagi kemajuan bangsa?'
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya kepada beberapa murid tentang pemahaman mereka mengenai potensi SDA Indonesia
  • Guru menjelaskan teknis kegiatan debat dan membagi kelas menjadi dua kelompok besar melalui undian (kelompok Pro dan Kontra)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan topik debat: 'Kekayaan Alam Indonesia, Berkah bagi Kemajuan Indonesia'
  • Guru menyajikan wawasan tentang sejarah kekayaan alam Indonesia dari masa kuno hingga modern (kronik pelaut Tiongkok, masa kolonial, hingga investasi asing modern)
  • Kelompok Pro dan Kontra diberikan waktu untuk mengumpulkan dan mendiskusikan data serta informasi mendukung posisi mereka
  • Murid dalam setiap kelompok berkolaborasi mengidentifikasi argumen utama: kelompok Pro menyusun argumen yang mendukung pernyataan bahwa kekayaan alam adalah berkah, sedangkan kelompok Kontra menyusun argumen yang menyanggah dengan fokus pada tantangan pengelolaan
  • Guru memfasilitasi dengan memberikan panduan data yang bisa digunakan (potensi tambang, pertanian, kelautan, serta isu eksploitasi dan degradasi lingkungan)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengatur posisi kelompok agar saling berhadapan dan menjelaskan aturan debat (tiga periode: pembukaan argumen, sanggahan, dan penutup)
  • Periode 1 (10 menit): Setiap kelompok menyampaikan argumen pembuka secara bergantian. Guru memastikan setiap anggota kelompok mendapat kesempatan berbicara
  • Periode 2 (10 menit): Sesi sanggahan, di mana kelompok Pro dan Kontra saling menanggapi argumen lawan dengan data dan logika
  • Periode 3 (10 menit): Setiap kelompok menyampaikan argumen penutup dan penguatan posisi mereka
  • Guru berperan sebagai fasilitator yang memastikan debat berjalan tertib, setiap orang dapat menyampaikan pendapat, dan diskusi tetap fokus pada substansi

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk mencatat kesimpulan dari debat yang telah dilakukan
  • Murid dari kedua kelompok merefleksikan: argumen mana yang paling kuat, apa kekurangan argumen mereka, dan apa yang bisa diperbaiki
  • Guru mengajak murid mengidentifikasi sintesis dari kedua posisi: bahwa kekayaan alam adalah potensi besar tetapi memerlukan pengelolaan bijak dan berkelanjutan
  • Murid menuliskan refleksi pribadi tentang tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus dalam mengelola SDA Indonesia menuju negara maju

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap konsep yang telah dipelajari: potensi SDA Indonesia dan pentingnya pengelolaan berkelanjutan
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid menyampaikan kesimpulan pembelajaran hari ini
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif dalam debat
  • Guru meminta murid mengerjakan refleksi tertulis sebagai tugas mandiri
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan penguatan diberikan bahan bacaan sederhana tentang potensi SDA Indonesia, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan artikel analitis tentang tantangan eksploitasi SDA dan pembangunan berkelanjutan
  • Proses: Murid yang kurang percaya diri dalam berdebat dapat berperan sebagai pencatat argumen atau pengumpul data dalam kelompok, sedangkan murid yang lebih aktif dapat menjadi juru bicara utama
  • Produk: Murid dapat memilih format refleksi: esai tertulis, peta konsep, atau video singkat yang menjelaskan pandangan mereka tentang pengelolaan SDA Indonesia

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pemahaman murid mengenai potensi sumber daya alam Indonesia
  • Mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang tantangan pengelolaan SDA melalui pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam mengumpulkan data dan menyusun argumen
  • Memantau kualitas argumen yang disampaikan selama debat
  • Mengamati kemampuan murid dalam menyanggah argumen lawan dengan sopan dan berdasar
  • Memberikan umpan balik langsung kepada kelompok tentang struktur argumen dan penyampaian

Akhir:

  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang sintesis pembelajaran dan kesimpulan debat
  • Penilaian menggunakan rubrik untuk aspek analisis konsep, keterampilan berdebat, kolaborasi, dan komunikasi
  • Meminta beberapa murid menyampaikan kesimpulan pembelajaran secara lisan

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok dan debat
  • Penilaian kemampuan menyusun argumen berdasarkan data dan logika
  • Penilaian kemampuan mendengarkan dan merespons argumen lawan secara kritis

Sumatif:

  • Penilaian hasil refleksi tertulis murid tentang kesimpulan debat dan tanggung jawab pengelolaan SDA
  • Penilaian rubrik kualitas argumen, kolaborasi kelompok, dan keterampilan komunikasi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Potensi SDA dan Tantangan PengelolaanMurid belum mampu mengidentifikasi potensi SDA Indonesia dan tidak memahami tantangan pengelolaannyaMurid dapat menyebutkan beberapa potensi SDA Indonesia tetapi belum mampu menjelaskan tantangan pengelolaannya secara mendalamMurid mampu menganalisis potensi SDA Indonesia dan menjelaskan beberapa tantangan pengelolaan dengan cukup baikMurid mampu menganalisis secara komprehensif potensi SDA Indonesia sebagai modal pembangunan sekaligus tantangan pengelolaannya menuju negara maju dengan data dan argumen yang kuat
Keterampilan Berdebat dan Menyusun ArgumenMurid belum mampu menyusun argumen yang jelas dan tidak dapat menyampaikannya dalam debatMurid dapat menyusun argumen sederhana tetapi masih kesulitan menyampaikannya secara terstruktur dalam debatMurid mampu menyusun argumen yang cukup kuat dan menyampaikannya dengan baik dalam debat, meskipun sesekali masih memerlukan bantuanMurid mampu menyusun argumen yang kuat berdasarkan data, menyampaikannya dengan terstruktur, dan menanggapi sanggahan lawan dengan logis dan sopan
Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi dalam persiapan debatMurid mulai terlibat dalam diskusi kelompok tetapi kontribusinya masih terbatasMurid aktif berdiskusi dan berkontribusi dalam menyusun argumen kelompokMurid sangat aktif berkolaborasi, membantu anggota kelompok lain, dan berkontribusi signifikan dalam menyusun strategi dan argumen kelompok
Komunikasi dan Penyampaian PendapatMurid tidak dapat menyampaikan pendapat dengan jelas dan sulit dipahamiMurid dapat menyampaikan pendapat tetapi masih kurang jelas dan kurang terstrukturMurid mampu menyampaikan pendapat dengan cukup jelas dan terstruktur, serta dapat dipahami oleh pendengarMurid mampu menyampaikan pendapat dengan sangat jelas, terstruktur, persuasif, dan menunjukkan keterampilan komunikasi yang efektif

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap debat sudah efektif?
  • Bagaimana saya dapat lebih mendorong partisipasi murid yang masih pasif dalam debat?
  • Apakah murid sudah mampu memahami konsep bahwa kekayaan alam memerlukan pengelolaan bijak?
  • Strategi apa yang bisa saya tingkatkan agar debat lebih berkualitas dan semua murid terlibat aktif?

Refleksi Murid:

  • Apa argumen terkuat yang kamu dengar hari ini, dan mengapa argumen itu kuat?
  • Apa yang bisa kamu perbaiki dari cara kamu menyampaikan argumen dalam debat?
  • Bagaimana kamu sebagai generasi muda dapat berkontribusi dalam pengelolaan kekayaan alam Indonesia?
  • Apa yang paling berkesan dari kegiatan debat hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS Kelas IX SMP/MTs (Kemendikbudristek, 2021), Bab 3: Tantangan Pembangunan Indonesia
  2. Buku Guru IPS Kelas IX SMP/MTs (Kemendikbudristek, 2021), Lembar Aktivitas 5: Debat Umum Pro dan Kontra Kekayaan Alam Indonesia
  3. Data statistik potensi sumber daya alam Indonesia (BPS, Kementerian ESDM)
  4. Artikel atau video tentang sejarah perdagangan rempah dan kekayaan Nusantara
  5. Papan tulis/whiteboard, spidol, kertas untuk mencatat argumen
  6. Proyektor/LCD (jika tersedia) untuk menampilkan data pendukung

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.