Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase DSemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 9: Diskusi Jigsaw: Perbandingan Pembangunan Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 9 dengan topik "Diskusi Jigsaw: Perbandingan Pembangunan Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 9: Diskusi Jigsaw: Perbandingan Pembangunan Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi

IPS - Kelas 9

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Diskusi Jigsaw: Perbandingan Pembangunan Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikDiskusi Jigsaw: Perbandingan Pembangunan Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membandingkan karakteristik dan capaian pembangunan pada tiga periode (Orde Lama, Orde Baru, Reformasi) melalui diskusi jigsaw secara kolaboratif
  2. Murid dapat menyimpulkan perubahan orientasi kebijakan pembangunan Indonesia dari masa ke masa dan keterkaitannya dengan kondisi sosial budaya masyarakat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa setiap periode pemerintahan di Indonesia memiliki fokus pembangunan yang berbeda-beda?
  2. Bagaimana kondisi sosial budaya masyarakat mempengaruhi kebijakan pembangunan di setiap masa?
  3. Hal menarik apa yang kalian temukan dari proses pembangunan di Indonesia sejak Orde Lama hingga Reformasi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pemahaman murid tentang pembangunan yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: membandingkan pembangunan di tiga periode pemerintahan melalui diskusi jigsaw
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid tentang perubahan orientasi pembangunan Indonesia
  • Guru menjelaskan langkah-langkah diskusi jigsaw dan manfaatnya dalam membangun pemahaman bersama

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi kelas ke dalam kelompok inti (3-5 orang per kelompok)
  • Setiap anggota kelompok inti memilih satu subtopik: Pembangunan Orde Lama, Orde Baru, atau Reformasi
  • Murid yang memilih subtopik sama bergabung membentuk kelompok ahli (3 kelompok besar di kelas)
  • Di kelompok ahli, murid berdiskusi mendalam tentang: (1) Profil pemerintahan, (2) Proses pembangunan yang dilakukan, (3) Hal menarik dari periode tersebut (Orde Lama: Ganefo, Orde Baru: Industri pesawat terbang, Reformasi: Proyek Strategis Nasional)
  • Guru berkeliling memfasilitasi diskusi kelompok ahli, memberikan klarifikasi dan panduan yang dibutuhkan
  • Setiap murid mencatat poin-poin penting dari diskusi kelompok ahli untuk dibagikan nanti

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid kembali ke kelompok inti masing-masing
  • Setiap anggota kelompok inti berbagi informasi yang didapat dari kelompok ahli secara bergiliran
  • Murid lain dalam kelompok inti mendengarkan aktif, mencatat, dan mengajukan pertanyaan klarifikasi
  • Kelompok inti berdiskusi untuk membandingkan karakteristik dan capaian pembangunan di tiga periode
  • Kelompok mengidentifikasi pola perubahan orientasi kebijakan pembangunan dan keterkaitannya dengan kondisi sosial budaya
  • Guru memfasilitasi diskusi dengan menghampiri setiap kelompok, memberikan pertanyaan pendalaman dan konfirmasi pemahaman

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap murid membuat ulasan mandiri di kertas A4/A3 tentang Pembangunan Indonesia dari Masa ke Masa dengan isi: (1) Profil pemerintahan ketiga periode, (2) Gambaran proses pembangunan di setiap masa, (3) Satu hal menarik dari proses pembangunan Indonesia
  • Murid bebas memilih bentuk penyajian: tabel, mindmap, bagan, linimasa, atau kumpulan kotak teks
  • Beberapa murid dipilih secara acak untuk mempresentasikan hasil ulasan mereka di depan kelas
  • Murid lain memberikan tanggapan dan refleksi terhadap presentasi temannya
  • Guru memberikan umpan balik terhadap hasil kerja murid dan mengkonfirmasi pemahaman yang benar

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama tentang perubahan orientasi kebijakan pembangunan Indonesia dari masa ke masa
  • Guru melakukan refleksi dengan meminta murid menuliskan: (1) Apa yang sudah saya pahami hari ini?, (2) Bagaimana kolaborasi kelompok saya?, (3) Apa yang masih ingin saya pelajari lebih lanjut?
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan pendalaman dapat diberi sumber bacaan tambahan tentang detail kebijakan pembangunan, sementara murid yang sudah memahami dapat diminta mengeksplorasi perbandingan dengan negara lain
  • Proses: Kelompok ahli dapat disesuaikan komposisinya: murid yang cepat memahami dipasangkan dengan murid yang membutuhkan bimbingan lebih. Guru memberikan scaffolding berbeda sesuai kebutuhan tiap kelompok
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk ulasan mandiri sesuai kekuatan mereka: visual learner dapat membuat mindmap/bagan, verbal learner dapat membuat tabel atau teks naratif

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan: Apa yang kalian ingat tentang pembangunan Indonesia yang sudah kita bahas?
  • Guru meminta 2-3 murid menyebutkan satu contoh pembangunan di masa Orde Lama, Orde Baru, atau Reformasi

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok ahli: apakah mereka aktif berdiskusi, mencatat, dan bertanya
  • Observasi berbagi informasi di kelompok inti: apakah setiap anggota berkontribusi dan mendengarkan dengan baik
  • Pertanyaan lisan saat guru berkeliling: Apa perbedaan utama yang kalian temukan antara ketiga periode?
  • Catatan anekdotal tentang kolaborasi dan komunikasi murid

Akhir:

  • Penilaian ulasan mandiri menggunakan rubrik dengan aspek: kelengkapan informasi, kemampuan membandingkan, kesesuaian bentuk penyajian, dan kejelasan penjelasan
  • Penilaian presentasi singkat (jika dilakukan): kemampuan komunikasi dan menyampaikan simpulan
  • Refleksi tertulis murid tentang pemahaman mereka

Formatif:

  • Observasi partisipasi dan kolaborasi murid dalam diskusi kelompok ahli dan kelompok inti
  • Tanya jawab saat guru berkeliling untuk mengecek pemahaman murid
  • Penilaian proses diskusi menggunakan rubrik kolaborasi

Sumatif:

  • Penilaian ulasan mandiri tentang Pembangunan Indonesia dari Masa ke Masa menggunakan rubrik
  • Penilaian kemampuan menyimpulkan perubahan orientasi kebijakan pembangunan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan InformasiHanya menyebutkan 1 periode pembangunan tanpa detail profil atau prosesMenyebutkan 2 periode dengan detail yang kurang lengkap (hanya profil atau proses saja)Menyebutkan 3 periode dengan detail profil dan proses, namun belum mencantumkan hal menarikMenyebutkan 3 periode secara lengkap: profil pemerintahan, proses pembangunan, dan hal menarik dari setiap periode
Kemampuan MembandingkanHanya menyebutkan informasi terpisah tanpa membandingkanMenyebutkan perbedaan sederhana antara 2 periodeMembandingkan karakteristik ketiga periode dengan jelas, namun belum mengaitkan dengan kondisi sosial budayaMembandingkan karakteristik ketiga periode dan menyimpulkan perubahan orientasi kebijakan dengan mengaitkan kondisi sosial budaya masyarakat
Kolaborasi dalam Diskusi JigsawPasif dalam diskusi, tidak berkontribusi ide atau informasiSesekali berkontribusi dalam diskusi namun kurang aktif mendengarkanAktif berdiskusi di kelompok ahli dan berbagi informasi di kelompok inti, mendengarkan dengan baikSangat aktif berdiskusi, berbagi informasi dengan jelas, mendengarkan aktif, mengajukan pertanyaan pendalaman, dan membantu anggota kelompok memahami
Penyajian UlasanPenyajian tidak terstruktur dan sulit dipahamiMenggunakan bentuk penyajian sederhana (teks saja) dengan struktur yang kurang jelasMenggunakan bentuk penyajian yang sesuai (tabel/mindmap/bagan) dengan struktur yang jelasMenggunakan bentuk penyajian yang kreatif, terstruktur, dan mudah dipahami dengan visualisasi yang menarik

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi jigsaw?
  • Bagian mana dari kegiatan jigsaw yang paling efektif membantu murid memahami perbandingan pembangunan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah tepat?
  • Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran diskusi jigsaw berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah saya pahami hari ini tentang pembangunan Indonesia?
  • Bagaimana kolaborasi saya dengan kelompok? Apa kontribusi saya?
  • Apa hal baru atau menarik yang saya pelajari dari diskusi dengan teman?
  • Apa tantangan yang saya hadapi saat berdiskusi dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Apa yang masih ingin saya pelajari lebih lanjut tentang pembangunan Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS Kelas 9 Kurikulum Merdeka, Tema 3: Tantangan Pembangunan Indonesia
  2. Buku Guru IPS Kelas 9 Kurikulum Merdeka
  3. Kertas kosong A4 atau A3 untuk ulasan mandiri
  4. Spidol/pensil warna untuk membuat mindmap atau bagan
  5. Catatan murid dari pertemuan sebelumnya tentang pembangunan Indonesia
  6. Referensi tambahan: https://idtesis.com/metode-pembelajaran-jigsaw-model-team-ahli/
  7. Video tutorial diskusi jigsaw: https://www.youtube.com/watch?v=EwUGxen_e4I

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.