Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase DSemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 9: Apersepsi dan Orientasi Tema Tantangan Pembangunan Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 9 dengan topik "Apersepsi dan Orientasi Tema Tantangan Pembangunan Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 9: Apersepsi dan Orientasi Tema Tantangan Pembangunan Indonesia

IPS - Kelas 9

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Apersepsi dan Orientasi Tema Tantangan Pembangunan Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikApersepsi dan Orientasi Tema Tantangan Pembangunan Indonesia
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi gambaran umum tantangan pembangunan Indonesia dengan merumuskan pertanyaan kritis berdasarkan pengamatan fenomena pembangunan di lingkungan sekitar
  2. Murid dapat menyusun kesepakatan belajar dan tujuan pribadi terkait tema tantangan pembangunan Indonesia sebagai landasan partisipasi aktif sepanjang bab

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja pembangunan yang kamu lihat di lingkungan sekitar rumah atau sekolahmu?
  2. Apakah semua pembangunan di Indonesia sudah berjalan baik? Apa tantangan yang kamu ketahui?
  3. Bagaimana kita sebagai pelajar bisa berkontribusi untuk pembangunan Indonesia?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid untuk berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan murid untuk belajar
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Apa yang kalian ketahui tentang pembangunan?' dan mencatat respons murid di papan tulis
  • Guru menayangkan video atau gambar tentang berbagai proyek pembangunan di Indonesia (infrastruktur, pendidikan, kesehatan) untuk memicu keingintahuan
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengaitkan dengan kehidupan murid: 'Hari ini kita akan mengamati pembangunan di sekitar kita dan menyusun pertanyaan kritis untuk menggali lebih dalam'

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan memberikan lembar observasi
  • Setiap kelompok mengamati foto atau video tentang fenomena pembangunan di Indonesia (jalan tol, rumah sakit baru, sekolah, proyek digitalisasi)
  • Murid mengidentifikasi dan mencatat apa saja yang mereka lihat: jenis pembangunan, lokasi, siapa yang terlibat, dampak yang terlihat
  • Guru memandu diskusi singkat di setiap kelompok dengan pertanyaan panduan: 'Apa yang berhasil dari pembangunan ini? Apa yang masih menjadi tantangan?'
  • Kelompok membuat mind map sederhana tentang gambaran umum pembangunan Indonesia berdasarkan pengamatan mereka

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru meminta setiap kelompok merumuskan 3-5 pertanyaan kritis tentang pembangunan Indonesia berdasarkan pengamatan mereka (contoh: Mengapa pembangunan di kota lebih cepat daripada di desa? Apa yang membuat proyek pembangunan tertunda?)
  • Kelompok menuliskan pertanyaan mereka di kertas plano dan menempelkan di dinding kelas
  • Setiap kelompok melakukan gallery walk untuk melihat pertanyaan kelompok lain dan memberikan tanda bintang pada pertanyaan yang paling menarik
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengidentifikasi tema-tema besar dari pertanyaan yang muncul
  • Murid secara individu memilih satu pertanyaan yang paling ingin mereka dalami selama bab ini dan menuliskannya di jurnal belajar

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid kembali ke kelompok untuk menyusun kesepakatan belajar bersama tentang bagaimana mereka akan belajar tentang tantangan pembangunan Indonesia
  • Setiap kelompok membuat kesepakatan: sikap dalam diskusi, cara berbagi tugas, target yang ingin dicapai di akhir bab
  • Murid secara individu menuliskan tujuan pribadi mereka dalam mempelajari tema ini: 'Apa yang ingin saya ketahui? Keterampilan apa yang ingin saya kembangkan?'
  • Beberapa murid mempresentasikan tujuan pribadi mereka secara sukarela
  • Guru memberikan apresiasi dan menegaskan bahwa semua pertanyaan dan tujuan murid akan menjadi panduan pembelajaran di pertemuan-pertemuan berikutnya

Penutup:

  • Guru memfasilitasi refleksi kelas: 'Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini? Apa yang masih membingungkan?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat di jurnal belajar mereka menggunakan format 3-2-1: 3 hal yang dipelajari, 2 pertanyaan yang muncul, 1 aksi yang ingin dilakukan
  • Guru memberikan gambaran singkat tentang pertemuan berikutnya: pembangunan Indonesia dari masa ke masa
  • Guru menutup pembelajaran dengan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan mengajak berdoa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan foto pembangunan lokal yang lebih dekat dengan kehidupan mereka, sementara murid yang lebih cepat dapat menganalisis data statistik pembangunan nasional
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan dapat bekerja dalam kelompok dengan pendampingan lebih intensif dari guru, sedangkan murid mandiri diberi kebebasan mengeksplorasi sumber tambahan dari internet atau artikel
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyajikan pertanyaan kritis mereka: mind map visual, daftar tertulis, atau rekaman audio pertanyaan wawancara

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pemahaman awal murid mengenai konsep pembangunan
  • Mencatat respons murid di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati dan mengidentifikasi fenomena pembangunan
  • Pemeriksaan pertanyaan kritis yang dirumuskan kelompok saat gallery walk
  • Catatan anekdot tentang keterlibatan murid dalam diskusi

Akhir:

  • Penilaian kesepakatan belajar dan tujuan pribadi menggunakan rubrik
  • Review refleksi 3-2-1 di jurnal belajar untuk mengukur pemahaman dan kesadaran diri murid

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok dan perumusan pertanyaan kritis
  • Pemeriksaan lembar observasi dan mind map kelompok
  • Penilaian kualitas pertanyaan kritis yang dihasilkan (relevansi, kedalaman, orisinalitas)

Sumatif:

  • Penilaian kesepakatan belajar kelompok dan tujuan pribadi murid berdasarkan rubrik
  • Review jurnal belajar murid (refleksi 3-2-1)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengidentifikasi fenomena pembangunanMurid kesulitan mengidentifikasi jenis pembangunan dan hanya menyebutkan hal-hal umum tanpa detailMurid dapat mengidentifikasi 1-2 jenis pembangunan dengan detail terbatasMurid dapat mengidentifikasi 3-4 jenis pembangunan dengan detail yang cukup jelas (lokasi, dampak, pihak terlibat)Murid dapat mengidentifikasi berbagai jenis pembangunan secara sistematis dan detail, serta menghubungkannya dengan konteks lokal
Kualitas pertanyaan kritisPertanyaan bersifat faktual sederhana dan tidak mendorong penyelidikan lebih lanjut (contoh: Apa itu pembangunan?)Pertanyaan mulai mengarah pada penggalian informasi tetapi masih dangkal (contoh: Di mana ada pembangunan?)Pertanyaan menggali penyebab atau dampak dengan cukup baik (contoh: Mengapa pembangunan di desa lebih lambat?)Pertanyaan kritis, mendalam, dan mendorong analisis multi-perspektif (contoh: Bagaimana ketimpangan pembangunan mempengaruhi kehidupan masyarakat dan apa peran kita?)
Kesepakatan belajar dan tujuan pribadiMurid belum mampu menyusun kesepakatan atau tujuan yang jelas, hanya menuliskan hal-hal umumKesepakatan atau tujuan sudah ada tetapi masih sangat umum dan kurang spesifikKesepakatan dan tujuan cukup spesifik, mencerminkan komitmen belajar dan relevan dengan temaKesepakatan dan tujuan sangat spesifik, terukur, menunjukkan kesadaran diri yang tinggi, dan relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia
Partisipasi dalam kolaborasiMurid pasif dalam diskusi kelompok, tidak berkontribusi dalam penyusunan ideMurid sesekali memberikan pendapat tetapi kontribusinya masih terbatasMurid aktif berdiskusi, memberikan ide, dan mendengarkan pendapat teman dengan baikMurid sangat aktif, memfasilitasi diskusi kelompok, menghargai perbedaan pendapat, dan memastikan semua anggota terlibat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu rasa ingin tahu murid?
  • Bagaimana respons murid terhadap penggunaan foto/video pembangunan? Apakah media tersebut efektif?
  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok, atau ada yang masih pasif? Apa yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan partisipasi mereka?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?
  • Apa penyesuaian yang perlu saya lakukan untuk pertemuan berikutnya berdasarkan hasil asesmen hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa 3 hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang pembangunan Indonesia?
  • Apa 2 pertanyaan yang masih ada di pikiranmu setelah pembelajaran ini?
  • Apa 1 aksi nyata yang ingin kamu lakukan untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia?
  • Bagaimana perasaanmu selama belajar hari ini? Apa yang paling menyenangkan? Apa yang paling menantang?
  • Apakah tujuan pribadi yang kamu buat sudah sesuai dengan apa yang ingin kamu capai? Bagaimana kamu akan mencapainya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS Kelas 9 Kurikulum Merdeka, Tema 3: Tantangan Pembangunan Indonesia
  2. Buku Panduan Guru IPS Kelas 9 Kurikulum Merdeka
  3. Video dokumenter tentang proyek pembangunan infrastruktur Indonesia (jalan tol, MRT, bendungan)
  4. Foto-foto pembangunan lokal di sekitar sekolah atau daerah murid
  5. Kertas plano, spidol warna, sticky notes untuk kegiatan kelompok
  6. Lembar observasi dan jurnal belajar murid
  7. Artikel atau infografis tentang pembangunan Indonesia dari media daring (opsional untuk murid yang lebih cepat)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.