MODUL AJAR IPS — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 3 — Perdagangan Era Digital dan Peristiwa Sejarah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Perdagangan Era Digital dan Peristiwa Sejarah |
|---|
| Alokasi Waktu | 48 JP (48 x 40 menit = 1920 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 16 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.3.1 Menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
- TP 9.3.2 Menelaah peran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
- TP 9.3.3 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global
- TP 9.3.4 Mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global secara berkolaborasi
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana kebiasaan masyarakat berbelanja daring melalui marketplace dapat memicu perputaran uang dan membuka lapangan kerja baru?
- Mengapa sikap kritis seorang konsumen digital menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional?
- Mengapa pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) perlu beralih memanfaatkan marketplace atau media digital untuk memasarkan produknya?
- Bagaimana peran produsen lokal dalam menggerakkan perekonomian masyarakat saat mereka mulai berdagang secara digital?
- Mengapa kehadiran komunitas kreatif lokal seperti kreator konten dan desainer grafis dapat memperluas pemasaran produk masyarakat?
- Bagaimana tingkat pemahaman masyarakat tentang keamanan transaksi keuangan digital berpengaruh langsung terhadap perputaran roda ekonomi?
- Mengapa negara perlu membuat undang-undang khusus untuk transaksi jual beli di platform daring (e-commerce)?
- Apa akibatnya bagi konsumen dan perekonomian jika negara tidak mengatur perlindungan data pribadi dan izin usaha digital?
- Mengapa jaringan internet yang cepat dan merata menjadi kunci keberhasilan pedagang daring di seluruh pelosok Indonesia?
- Apa yang terjadi pada pertumbuhan ekonomi daerah terpencil jika negara tidak membangun infrastruktur telekomunikasi?
- Bagaimana insentif pajak dan subsidi dari negara dapat membantu pedagang kecil bertahan dan berkembang di platform digital?
- Mengapa program pelatihan digitalisasi UMKM dari pemerintah sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional?
- Bagaimana pasar tradisional atau pelabuhan lokal di daerah kita pada masa lampau membentuk cara berdagang warga saat ini?
- Apakah keputusan atau peristiwa perdagangan lokal di masa sekarang dapat menentukan kondisi perekonomian daerah kita di masa mendatang?
- Mengapa peristiwa sejarah nasional seperti Sumpah Pemuda 1928 masih berpengaruh pada kehidupan berbangsa kita hari ini?
- Bagaimana keputusan para pendiri bangsa di masa lampau membentuk arah cita-cita Indonesia di masa depan?
- Bagaimana peristiwa Revolusi Industri pada masa lampau membentuk cara manusia bekerja dan berbelanja secara digital pada masa kini?
- Jika teknologi masa kini terus berkembang pesat dari akar sejarahnya, apa prediksi kondisi perdagangan global di masa depan?
- Bagaimana peristiwa jalur perdagangan rempah di masa lampau mempengaruhi posisi pelabuhan Indonesia saat ini dan prediksi jalur logistik maritim di masa depan?
- Mengapa peristiwa sejarah yang terjadi di tingkat lokal atau nasional tidak pernah lepas dari keterhubungannya dengan peristiwa di tingkat global lintas waktu?
- Bagaimana cara kita memilah fakta yang benar-benar relevan dari cerita atau catatan tentang peristiwa sejarah lokal di daerah kita?
- Mengapa kita perlu bekerja sama dalam mengelompokkan dan menghubungkan informasi sejarah lokal agar menjadi informasi yang runut?
- Bagaimana kita memilah fakta yang benar-benar relevan dari tumpukan catatan sejarah peristiwa nasional seperti Proklamasi Kemerdekaan?
- Mengapa dalam mengolah data sejarah nasional kita perlu menyelaraskan kronologi waktu serta peran tokoh penting secara bersama-sama?
- Bagaimana cara kita memilah informasi yang benar-benar relevan dari sebuah peristiwa sejarah berskala global?
- Mengapa dalam mengolah data sejarah dunia kita perlu bekerja sama dan menyusunnya ke dalam kategori yang teratur?
- Bagaimana krisis ekonomi global dapat memicu perubahan besar pada pola perdagangan dan perekonomian nasional di Indonesia?
- Apa persamaan dan perbedaan penting saat kita membandingkan dampak peristiwa ekonomi-sejarah skala global dengan skala nasional?
- Bagaimana cara kita menyatukan kepingan data sejarah dari lingkup lokal, nasional, dan global agar menghasilkan satu kesimpulan yang utuh?
- Mengapa dalam mengolah hasil penyelidikan sejarah kita perlu memilah informasi yang benar-benar relevan dan menyingkirkan data yang tidak mendukung?
- Bagaimana keterkaitan antara peran masyarakat dan kebijakan negara dalam membentuk ekosistem ekonomi digital yang inklusif?
- Mengapa pemahaman terhadap peristiwa sejarah masa lampau penting untuk menganalisis kondisi masa kini dan merancang masa depan peradaban manusia?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menelaah Peran Konsumen Digital dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menelaah peran masyarakat khususnya sebagai konsumen digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid menjawab 3 pertanyaan tertulis di selembar kertas mengenai konsep peran konsumen digital: (1) Apa peran utama konsumen saat bertransaksi di lokapasar/e-commerce? (Acuan: mengalirkan daya beli/permintaan yang menggerakkan produksi barang/jasa); (2) Sebutkan 1 dampak positif belanja produk lokal via aplikasi digital terhadap perputaran ekonomi! (Acuan: meningkatkan pendapatan pedagang lokal/membuka lapangan kerja kurir dan logistik); (3) Mengapa kehati-hatian konsumen terhadap penipuan daring memengaruhi iklim ekonomi digital? (Acuan: menjaga kepercayaan bertransaksi sehingga perputaran pasar digital tetap berjalan aman) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan materi dan studi kasus singkat mengenai 3 peran utama konsumen digital dalam perekonomian: (a) sebagai penggerak permintaan barang dan jasa melalui e-commerce, (b) sebagai penyokong produk lokal/UMKM melalui pemilihan platform digital, dan (c) sebagai penjaga ekosistem transaksi yang aman lewat literasi review/keamanan transaksi (15 menit).
- Murid mengikuti kuis interaktif cepat 'Benar atau Salah Konsumen Cerdas' untuk menguji pemahaman konsep peran konsumen digital (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Telaah yang memuat 3 studi kasus perilaku konsumen digital: Kasus A (Konsumen rutin membeli makanan dari warung tetangga lewat aplikasi pesan antar lokal), Kasus B (Konsumen teliti memeriksa reputasi toko daring dan ulasan pembeli sebelum bertransaksi guna menghindari penipuan), Kasus C (Konsumen memanfaatkan promo pembayaran nontunai/QRIS untuk belanja kebutuhan pokok harian) (10 menit).
- Secara mandiri, murid menelaah ketiga studi kasus tersebut dengan mengisi tabel telaah untuk mengidentifikasi: (1) wujud peran konsumen yang muncul, (2) mekanisme dampak langsung terhadap perputaran ekonomi, dan (3) konsekuensi terhadap pertumbuhan ekonomi secara lebih luas (Acuan kunci: Kasus A = meningkatkan perputaran omzet pelaku usaha lokal dan menyerap tenaga kerja mitra pengantaran; Kasus B = mempertahankan tingkat kepercayaan publik pada sistem pasar digital dan menekan kerugian finansial masyarakat; Kasus C = mempercepat laju peredaran uang, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mencatat riwayat transaksi ekonomi secara formal) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi pencocokan hasil telaah mandiri terhadap lembar kunci telaah, di mana murid memverifikasi ketepatan dan kelengkapan analisisnya (15 menit).
- Murid menuliskan refleksi personal berkesadaran di buku catatan mengenai bagaimana pola belanja digital yang mereka atau keluarga mereka lakukan selama ini telah berkontribusi nyata pada roda perekonomian (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang peran vital masyarakat sebagai konsumen digital yang cerdas dan berdaya dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil telaah murid dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas peran produsen dan UMKM lokal di era digital, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci alur ekonomi (permintaan -> pendapatan produsen -> serapan tenaga kerja), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan studi kasus tambahan mengenai tren belanja siaran langsung (live shopping).
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal rendah dipandu secara bertahap dalam menguraikan hubungan sebab-akibat pada Kasus A terlebih dahulu sebelum mengerjakan kasus berikutnya.
- Produk: Semua murid menuntaskan tabel telaah yang sama; murid yang cepat menelaah dapat menambahkan elaborasi indikator dampak ekonomi makro (seperti penerimaan pajak platform digital).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis diagnostik singkat (3 butir) pada pendahuluan: (1) Peran utama konsumen di e-commerce (Acuan: mengalirkan daya beli/permintaan barang/jasa); (2) Dampak belanja daring lokal (Acuan: meningkatkan omzet pedagang lokal/membuka lapangan kerja sektor kurir); (3) Alasan kehati-hatian transaksi menjaga iklim ekonomi (Acuan: memelihara kepercayaan masyarakat pada ekosistem digital sehingga transaksi terus bertumbuh).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan Lembar Kerja Telaah Mandiri 3 kasus peran konsumen digital. Kriteria ketepatan: Kasus A tepat mengaitkan pembelian lokal dengan omzet usaha lokal dan serapan kerja; Kasus B tepat mengaitkan literasi/kehati-hatian dengan terjaganya kepercayaan publik serta kontinuitas pasar digital; Kasus C tepat mengaitkan adopsi pembayaran digital dengan efisiensi dan laju perputaran uang.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup berupa 1 butir telaah terarah: 'Jelaskan hubungan sebab-akibat antara keputusan seorang konsumen yang cermat memilih produk dalam negeri di lokapasar dengan pertumbuhan ekonomi nasional!' (Kriteria penerimaan operasional: jawaban memuat alur logis bahwa pembelian produk dalam negeri meningkatkan pendapatan produsen lokal, mempertahankan/menambah lapangan kerja lokal, dan menggerakkan Produk Domestik Bruto).
Formatif:- Kuis cepat konsep peran konsumen digital pada tahap Memahami
- Penilaian Lembar Kerja Telaah 3 studi kasus peran konsumen digital pada tahap Mengaplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan Menelaah Peran Konsumen Digital dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi | Belum mampu mengidentifikasi wujud peran konsumen maupun alur dampaknya terhadap perputaran ekonomi pada ketiga studi kasus yang disajikan (0 kasus tepat). | Mampu menelaah wujud peran konsumen dan alur dampaknya terhadap perputaran ekonomi secara tepat pada 1 dari 3 studi kasus sesuai kunci acuan. | Mampu menelaah wujud peran konsumen dan alur dampaknya terhadap perputaran ekonomi secara tepat pada 2 dari 3 studi kasus sesuai kunci acuan. | Mampu menelaah wujud peran konsumen dan alur dampaknya terhadap perputaran ekonomi secara lengkap dan tepat pada seluruh (3 dari 3) studi kasus sesuai kunci acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur studi kasus yang disajikan berhasil memandu murid memahami peran konkret konsumen digital dalam mekanisme pertumbuhan ekonomi?
- Bagaimana keterlibatan murid selama proses penelaahan mandiri dan verifikasi kunci jawaban?
Murid:- Apakah saya sudah dapat melihat hubungan langsung antara kebiasaan belanja online saya/keluarga dengan jalannya roda perekonomian?
- Langkah nyata apa yang dapat saya lakukan sebagai konsumen digital agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di lingkungan sekitar saya?
Pertemuan 2 — Menelaah Peran Produsen dan Pelaku UMKM Lokal dalam Perdagangan Era Digital — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) Sebutkan 1 contoh peran produsen UMKM lokal saat menjual produknya di marketplace online; (2) Sebutkan 1 dampak positif digitalisasi bagi penjualan produsen UMKM (acuan jawaban: 1. memproduksi barang lokal/memasarkan produk ke pembeli yang lebih luas/membuka lapangan kerja; 2. memperluas jangkauan pasar/meningkatkan omzet/mengurangi biaya sewa toko fisik) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, lingkup materi tentang peran produsen dan UMKM lokal di era digital, serta keterkaitannya dengan pertemuan sebelumnya tentang peran konsumen (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan dan lembar bacaan ringkas mengenai studi kasus 'Kripik Singkong Berkah', sebuah UMKM lokal yang bertransformasi dari penjualan konvensional ke toko daring (marketplace), mencakup aspek perluasan pasar, penyerapan tenaga kerja lokal, dan peningkatan omzet (15 menit).
- Murid bermain kuis interaktif cepat 'Benar atau Salah: Peran Produsen Digital' yang terdiri atas 4 pernyataan cepat: (1) Produsen yang bergabung ke marketplace membantu menyerap hasil tani lokal (Benar); (2) UMKM lokal go digital hanya menguntungkan pemilik platform bukan masyarakat (Salah); (3) Penjualan online membantu produsen lokal menjangkau pembeli di luar pulau (Benar); (4) Produsen lokal tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah (Salah) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid bekerja secara berpasangan menganalisis 3 profil usaha UMKM lokal pada lembar analisis: Profil A (Pengrajin Gerabah Tradisional go-digital), Profil B (Produsen Sambal Kemasan Rumah Tangga di media sosial), dan Profil C (Penjahit Konveksi Lokal di e-commerce) (20 menit).
- Murid menelaah dan menguraikan secara tertulis pada lembar kerja 3 peran konkret produsen masyarakat tersebut terhadap perekonomian: (1) Peran dalam perluasan jangkauan pasar, (2) Peran dalam penyerapan tenaga kerja lingkungan sekitar, dan (3) Peran dalam peningkatan nilai tambah produk lokal (acuan: Profil A memperluas pasar seni ke luar kota dan melestarikan perajin; Profil B meningkatkan nilai jual cabai lokal dan mempekerjakan tetangga; Profil C meningkatkan volume pesanan seragam dan memberi upah buruh jahit lokal) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mendiskusikan kesimpulan hasil telaah mengenai pentingnya transformasi digital bagi produsen lokal dalam menggerakkan perekonomian masyarakat secara mandiri (15 menit).
- Murid menuliskan refleksi pribadi 1 paragraf mengenai kesadaran akan pentingnya mendukung produsen dan UMKM lokal di platform digital sebagai wujud kewargaan ekonomi yang baik (10 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketercapaian telaah murid, mengapresiasi keaktifan belajar, dan menginfokan topik pertemuan berikutnya mengenai peran komunitas kreatif dan literasi keuangan digital tanpa mengakhiri bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan dengan petunjuk pertanyaan pemandu pada setiap profil UMKM; murid yang berpencapaian tinggi diberikan bahan kasus UMKM dengan data perbandingan omzet sebelum dan sesudah digitalisasi.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dituntun langsung oleh guru dalam mengidentifikasi indikator peran ekonomi; murid berpencapaian tinggi menelaah keterkaitan antara efisiensi biaya produksi digital dengan peningkatan pendapatan UMKM secara mandiri.
- Produk: Semua murid menuntaskan lembar telaah peran produsen UMKM lokal dengan kedalaman uraian analisis yang disesuaikan tingkat kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis singkat 2 butir diagnostik kesiapan konsep: Butir 1: 'Sebutkan 1 contoh peran produsen UMKM lokal saat menjual produknya di marketplace online!'; Butir 2: 'Sebutkan 1 dampak positif digitalisasi bagi penjualan produsen UMKM!'. Acuan jawaban benar: Butir 1 = memproduksi barang lokal, memasarkan produk ke konsumen luar daerah, atau membuka lapangan kerja pengemasan/produksi; Butir 2 = memperluas jangkauan pasar, meningkatkan omzet/pendapatan, atau menghemat biaya sewa tempat usaha.
Proses:- Observasi pengerjaan lembar telaah peran produsen UMKM lokal. Acuan kelengkapan analisis meliputi 3 aspek peran: (1) perluasan pasar/transaksi digital, (2) penyerapan tenaga kerja atau bahan baku lokal, dan (3) kontribusi perputaran uang bagi perekonomian lokal.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 2 butir pada penutup: Butir 1: 'Telaahlah bagaimana peran produsen lokal di platform digital mampu membantu perekonomian warga di sekitarnya!'; Butir 2: 'Sebutkan 2 tantangan yang dihadapi produsen UMKM lokal saat beralih ke perdagangan digital!'. Acuan jawaban benar: Butir 1 = dengan menjual produk secara online, permintaan meningkat sehingga produsen membeli lebih banyak bahan baku dari warga sekitar dan mempekerjakan tetangga untuk proses produksi atau pengemasan; Butir 2 = keterbatasan literasi digital/penggunaan gawai, persaingan ketat dengan produk impor, masalah pengemasan/logistik, atau modal untuk promosi digital.
Formatif:- Asesmen diagnostik tertulis singkat di awal pembelajaran mengenai peran produsen UMKM
- Kuis cepat 'Benar atau Salah' mengenai peran produsen di era digital
- Lembar telaah analisis peran 3 profil produsen/UMKM lokal dalam ekonomi digital
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menelaah peran produsen dan UMKM lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital | Belum mampu menelaah peran produsen/UMKM lokal dalam ekonomi digital; analisis belum memuat hubungan antara penjualan digital dengan dampak ekonomi masyarakat sesuai acuan. | Mampu menelaah peran produsen/UMKM lokal dalam ekonomi digital tetapi hanya mencakup 1 aspek (misal hanya menyebutkan perluasan pasar saja) sesuai acuan. | Mampu menelaah peran produsen/UMKM lokal dalam ekonomi digital secara tepat mencakup minimal 2 aspek peran (perluasan pasar dan penyerapan tenaga kerja/bahan baku lokal) sesuai acuan. | Mampu menelaah peran produsen/UMKM lokal dalam ekonomi digital secara komprehensif dan tepat mencakup seluruh 3 aspek peran (perluasan pasar, penyerapan tenaga kerja/bahan baku lokal, serta peningkatan nilai tambah perputaran ekonomi) secara mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah analisis studi kasus profil UMKM lokal efektif membantu murid memahami peran nyata produsen dalam ekonomi digital?
- Bagaimana keterlibatan murid selama kuis interaktif dan kegiatan telaah berpasangan berlangsung?
Murid:- Apa hal paling penting yang saya pelajari hari ini tentang peran pedagang kecil dan UMKM di internet?
- Bagaimana cara saya sebagai generasi muda menghargai dan mendukung produsen lokal di era belanja digital saat ini?
Pertemuan 3 — Menelaah Peran Komunitas Kreatif dan Literasi Keuangan Digital Masyarakat — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital, khususnya peran komunitas kreatif dan literasi keuangan digital (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis klasikal singkat untuk mengecek pemahaman dasar murid mengenai konsep literasi keuangan dan peran komunitas digital masyarakat (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati paparan materi singkat dan dua studi kasus nyata: Kasus A (Komunitas Kreator Konten Digital Desa yang membantu mengemas jenama madu hutan lokal hingga tembus pasar nasional) dan Kasus B (Kelompok Warga yang menerapkan literasi keuangan digital dengan mencatat arus kas via dompet digital dan waspada terhadap modus penipuan transfer) (15 menit).
- Dalam kelompok berpasangan, murid menelaah keterkaitan antara aktivitas komunitas kreatif dan literasi keuangan dengan peningkatan volume transaksi ekonomi masyarakat menggunakan panduan pertanyaan telaah pada lembar kerja (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan interaktif 'Cerdas Finansial & Kreatif Digital' secara berpasangan: setiap pasangan diberikan 4 kartu skenario peran masyarakat untuk dianalisis jenis peran dan dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi. Kartu 1: 'Komunitas fotografer lokal membuka pelatihan foto produk gratis bagi warga perajin anyaman bambu' (Peran: Komunitas Kreatif; Dampak ekonomi: Nilai jual dan daya tarik visual katalog produk naik drastis sehingga penjualan melonjak); Kartu 2: 'Ibu-ibu paguyuban arisan beralih menggunakan pencatatan digital dan QRIS resmi yang diawasi BI untuk menghindari penipuan investasi bodong' (Peran: Literasi Keuangan Digital; Dampak ekonomi: Keamanan dana usaha terjamin dan perputaran modal usaha keluarga terlindungi); Kartu 3: 'Komunitas programmer muda membuatkan etalase toko digital terpadu untuk pedagang sayur pasar tradisional' (Peran: Komunitas Kreatif; Dampak ekonomi: Efisiensi rantai distribusi dan jangkauan pasar pedagang meluas melampaui batas wilayah fisik); Kartu 4: 'Warga desa menolak tautan phising belanja fiktif dan cerdas memverifikasi izin fintech pinjaman produktif modal warung' (Peran: Literasi Keuangan Digital; Dampak ekonomi: Mencegah kerugian finansial warga dan menjaga kelancaran likuiditas modal usaha mikro) (20 menit).
- Setiap pasangan menuliskan hasil telaah mendalam pada lembar kerja: menelaah 2 peran komunitas kreatif dan 2 peran literasi keuangan digital masyarakat serta menjelaskan masing-masing dampak konkritnya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok membacakan ringkasan hasil telaah mereka, lalu guru bersama murid menyamakan persepsi bahwa kecakapan kreatif dan kehati-hatian finansial masyarakat adalah fondasi penggerak ekonomi digital yang tangguh (15 menit).
- Murid menyusun simpulan tertulis personal mengenai kontribusi nyata yang dapat mereka lakukan sebagai bagian dari masyarakat dalam mendukung ekonomi digital di lingkungan sekitarnya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keseluruhan proses belajar dan memberikan umpan balik formatif atas ketepatan telaah lembar kerja murid (3 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan butir-butir penting pembelajaran pertemuan ini dan guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai peran regulasi negara dalam ekonomi digital (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu skenario kasus bergambar dengan bahasa sederhana bagi murid yang memerlukan perancah belajar (scaffolding), serta kartu studi kasus riil ekosistem digital mandiri bagi kelompok murid yang siap menghadapi materi lebih kompleks.
- Proses: Memberikan pendampingan berfokus saat mengidentifikasi hubungan sebab-akibat ekonomi bagi kelompok yang masih berkembang, serta memberikan kemandirian penuh menelaah bagi murid yang sudah mahir.
- Produk: Format penyajian laporan telaah dapat berupa diagram alir dampak ekonomi sederhana atau uraian telaah terstruktur dua kolom (peran masyarakat vs dampak pertumbuhan ekonomi).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat lisan di pendahuluan dengan 2 pertanyaan: (1) Sebutkan 1 contoh kegiatan komunitas kreatif di sekitarmu yang memanfaatkan internet! (Acuan: komunitas desain logo, pembuat konten video promosi, fotografer katalog online, pembuat aplikasi desa); (2) Mengapa masyarakat pengguna dompet digital harus merahasiakan kode PIN dan OTP saat bertransaksi? (Acuan: untuk menjaga keamanan saldo/dana, mencegah pencurian akun/penipuan transaksi).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja telaah berpasangan selama tahap Mengaplikasi dengan acuan ketepatan telaah: (1) Mampu mengelompokkan Kartu 1 dan Kartu 3 sebagai peran Komunitas Kreatif dengan dampak perluasan akses pasar dan kenaikan nilai tambah produk; (2) Mampu mengelompokkan Kartu 2 dan Kartu 4 sebagai peran Literasi Keuangan Digital dengan dampak perlindungan aset modal usaha dan pencegahan kerugian moneter akibat kejahatan siber.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis di akhir tahap refleksi berupa penulisan 2 telaah mandiri: (1) Telaah 1 peran komunitas kreatif masyarakat dalam memajukan ekonomi digital lokal (Kriteria penerimaan: menyebutkan bentuk peran kreatif dan menjelaskan minimal 1 mekanisme peningkatkan penjualan/pemasaran produk); (2) Telaah 1 peran literasi keuangan masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi digital (Kriteria penerimaan: menyebutkan kecakapan keuangan digital/keamanan transaksi dan menjelaskan dampaknya terhadap kelancaran perputaran uang atau perlindungan modal warga).
Formatif:- Penilaian kinerja telaah studi kasus pada lembar kerja 'Cerdas Finansial & Kreatif Digital' menggunakan rubrik analitis.
- Observasi partisipasi aktif berpasangan dalam mengidentifikasi hubungan peran masyarakat dan dampak pertumbuhan ekonomi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menelaah Peran Komunitas Kreatif dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi | Hanya menyebutkan contoh komunitas kreatif tanpa mampu menelaah hubungannya dengan peningkatan aktivitas ekonomi atau penjualan produk. | Mampu menelaah 1 peran komunitas kreatif namun penjelasan dampak ekonominya masih belum logis atau belum menunjukkan keterkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi digital. | Mampu menelaah minimal 2 peran komunitas kreatif dan menjelaskan dampak konkritnya terhadap perluasan pasar atau peningkatan nilai jual produk secara logis. | Mampu menelaah seluruh peran komunitas kreatif secara komprehensif, logis, dan mandiri serta merinci hubungan sebab-akibat antara kreativitas digital dengan efisiensi ekonomi masyarakat. | | Menelaah Peran Literasi Keuangan Digital Masyarakat dalam Pertumbuhan Ekonomi | Hanya menyebutkan istilah aplikasi keuangan tanpa mampu menelaah peran kehati-hatian atau literasi keuangan bagi ekonomi masyarakat. | Mampu menelaah 1 peran literasi keuangan digital namun keterkaitannya dengan perlindungan perputaran modal dan kelancaran transaksi ekonomi belum terurai. | Mampu menelaah minimal 2 peran literasi keuangan digital (keamanan transaksi dan pengelolaan arus kas) serta menjelaskan dampaknya bagi kelangsungan perputaran modal ekonomi. | Mampu menelaah peran literasi keuangan digital secara mendalam, tepat, dan mandiri mencakup pencegahan risiko kerugian ekonomi serta penguatan kepercayaan masyarakat dalam ekosistem perdagangan digital. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain kasus pada kartu skenario pembelajaran kontekstual dan berhasil mengasah daya nalar kritis murid terkait topik literasi keuangan dan komunitas kreatif?
- Bagaimana keterlibatan murid selama aktivitas permainan berpasangan, dan bagian materi mana yang memerlukan penguatan kembali pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Peran komunitas kreatif atau kecakapan literasi keuangan apa yang paling berkesan dan membuka wawasan baru bagi saya hari ini?
- Tindakan nyata apa yang dapat saya terapkan secara bijak dalam menjaga keamanan keuangan digital dan mendukung produk lokal di lingkungan saya?
Pertemuan 4 — Menelaah Peran Regulasi dan Perlindungan Konsumen oleh Negara dalam Ekonomi Digital — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.2 Menelaah peran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai telaah peran regulasi serta perlindungan konsumen oleh negara dalam ekonomi digital (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 3 butir pertanyaan singkat untuk memetakan kesiapan murid terkait pemahaman peran regulasi negara dalam perdagangan digital (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid membaca teks paparan mengenai bentuk regulasi negara dan fungsi perlindungan konsumen dalam ekonomi digital: (1) UU ITE dan UU Perlindungan Data Pribadi (menjamin keamanan data transaksi), (2) UU Perlindungan Konsumen dan PP PMSE (kewajiban izin usaha pelaku usaha digital dan hak pengembalian dana atas barang rusak/palsu), serta (3) Satgas Pengawasan/Kominfo (pemblokiran situs web/toko online penipuan) (15 menit).
- Guru mengadakan kuis cepat interaktif 'Benar atau Salah' yang menggembirakan berisi 3 pernyataan peran negara di layar/papan tulis: (1) 'Negara mengatur kewajiban pendaftaran toko daring agar identitas penjual resmi dan dapat ditindak bila menipu' [Benar], (2) 'Pemerintah tidak berhak memblokir toko online yang terbukti menjual barang ilegal' [Salah], (3) 'Regulasi perlindungan konsumen digital dibuat untuk menumbuhkan rasa aman sehingga transaksi ekonomi daring meningkat' [Benar], di mana murid mengangkat kartu warna hijau (Benar) atau merah (Salah) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri atau berpasangan menelaah Lembar Studi Kasus yang menyajikan 2 skenario pelanggaran ekonomi digital: Skenario 1 (Kasus kebocoran data pengguna pada aplikasi belanja online lokal) dan Skenario 2 (Kasus toko online fiktif yang tidak mengirimkan barang pesanan dan memblokir kontak pembeli) (20 menit).
- Murid mengidentifikasi bentuk regulasi negara yang dilanggar dan merumuskan bentuk tindakan intervensi negara untuk melindungi konsumen serta menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi digital berdasarkan kedua skenario tersebut pada lembar kerja (acuan telaah: Skenario 1 = pelanggaran UU Pelindungan Data Pribadi, tindakan negara berupa audit sistem keamanan dan sanksi denda administratif; Skenario 2 = pelanggaran UU Perlindungan Konsumen/PP PMSE, tindakan negara berupa pemblokiran rekening/rekening penampung dan penutupan akun toko fiktif) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil telaah lembar kerja mereka dengan membandingkannya terhadap kunci acuan regulasi negara yang dikonfirmasi guru di depan kelas (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa regulasi dan perlindungan konsumen oleh negara merupakan fondasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dan menumbuhkan transaksi ekonomi digital (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir soal uraian singkat serta menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas peran negara dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkasan berisi kata kunci nama regulasi dan definisinya; murid yang cepat diberikan teks kasus regulasi perlindungan konsumen lintas negara (cross-border e-commerce).
- Proses: Murid yang belum menguasai konsep dasar dibimbing langsung melalui penelaahan terbimbing pada skenario 1; murid mahir menganalisis kedua skenario secara mandiri serta mengaitkannya dengan dampak pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
- Produk: Format penyampaian hasil telaah lembar kerja dapat berupa tabel isian sistematis atau diagram alur sebab-akibat regulasi negara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan kesiapan belajar awal (3 butir pertanyaan singkat lisan/tulis): (1) Mengapa pembeli belanja online memerlukan aturan perlindungan dari pemerintah? (acuan: agar terhindar dari penipuan dan data pribadi tidak disalahgunakan), (2) Sebutkan satu contoh tindakan pemerintah jika ada toko online fiktif! (acuan: memblokir situs/aplikasi atau mencabut izin usaha), (3) Apa pengaruh rasa aman berbelanja daring terhadap perekonomian? (acuan: masyarakat semakin percaya sehingga transaksi dan perputaran uang meningkat).
Proses:- Penilaian lembar telaah 2 skenario kasus regulasi ekonomi digital: (1) Skenario 1 (kebocoran data aplikasi belanja): telaah tepat jika menyebutkan peran regulasi perlindungan data pribadi dan sanksi audit/denda oleh negara; (2) Skenario 2 (toko online fiktif tanpa pengiriman barang): telaah tepat jika menyebutkan peran perlindungan hak ganti rugi konsumen serta pemblokiran/penindakan hukum bagi penjual fiktif oleh regulator.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis akhir sesi (2 butir): Butir 1: 'Jelaskan 2 bentuk peran nyata negara dalam melindungi konsumen perdagangan digital!' (acuan jawaban: menerbitkan undang-undang/aturan izin usaha e-commerce dan memblokir situs toko daring ilegal/penipu); Butir 2: 'Bagaimana penegakan regulasi digital dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara?' (acuan jawaban: terciptanya rasa aman dan kepercayaan bertransaksi meningkatkan volume belanja daring dan memajukan pelaku usaha resmi).
Formatif:- Kuis interaktif 'Benar atau Salah' pemahaman peran regulasi negara
- Lembar kerja telaah studi kasus regulasi dan perlindungan konsumen dalam ekonomi digital
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menelaah peran regulasi dan perlindungan konsumen oleh negara dalam ekonomi digital | Belum mampu menelaah peran regulasi dan perlindungan konsumen oleh negara pada kedua skenario kasus yang diberikan. | Mampu menelaah peran regulasi atau tindakan perlindungan konsumen oleh negara secara tepat hanya pada 1 skenario kasus dengan bantuan guru. | Mampu menelaah peran regulasi dan tindakan perlindungan konsumen oleh negara secara tepat pada kedua skenario kasus secara mandiri sesuai acuan materi. | Mampu menelaah peran regulasi dan perlindungan konsumen oleh negara secara tepat dan komprehensif pada kedua skenario kasus serta menguraikan keterhubungannya dengan peningkatan kepercayaan transaksi ekonomi digital secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario kasus penipuan dan kebocoran data digital mempermudah murid mengontekstualisasikan peran regulasi negara?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam kuis interaktif Benar-Salah untuk membedakan fungsi perlindungan negara?
Murid:- Apa hak perlindungan yang paling penting kamu ketahui saat melakukan transaksi di toko daring?
- Mengapa aturan hukum dari pemerintah sangat menentukan kemajuan perdagangan digital di Indonesia?
Pertemuan 5 — Menelaah Peran Penyediaan Infrastruktur Telekomunikasi oleh Negara dalam Ekonomi Digital — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.2 Menelaah peran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menelaah peran negara dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital (5 menit).
- Murid mengerjakan asesmen awal berupa kuis cepat 3 butir benar/salah secara lisan untuk memetakan pemahaman awal: (1) Sinyal internet dan jaringan kabel optik merupakan bentuk infrastruktur fisik yang dibangun negara untuk mendukung e-commerce; (2) Proyek Palapa Ring bertujuan mempersempit kesenjangan digital antarwilayah di Indonesia; (3) Pembangunan menara BTS di daerah 3T tidak berdampak bagi aktivitas jual-beli daring masyarakat lokal (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati lembar studi kasus yang menyajikan 3 wujud program penyediaan infrastruktur telekomunikasi oleh pemerintah Indonesia: (1) Proyek Palapa Ring (jaringan serat optik nasional); (2) Pembangunan Menara Base Transceiver Station (BTS) 4G di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T); dan (3) Peluncuran Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) untuk penyediaan internet fasilitas publik dan sentra ekonomi (15 menit).
- Guru memberikan penjelasan konsep mengenai keterkaitan langsung antara ketersediaan infrastruktur jaringan digital oleh negara dengan peningkatan produktivitas, kelancaran transaksi niaga elektronik, dan perluasan jangkauan pasar pelaku usaha (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti permainan tebak peran cepat 'Kartu Jalur Sinyal Ekonomi': murid berpasangan mencocokkan kartu nama infrastruktur dengan fungsi dampaknya terhadap kegiatan ekonomi digital lokal secara bergantian (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Telaah Peran Infrastruktur Telekomunikasi yang memuat 3 butir analisis: (1) Menelaah fungsi Proyek Palapa Ring dalam menurunkan biaya logistik data dan kelancaran transaksi marketplace nasional; (2) Menelaah peran pembangunan menara BTS di wilayah 3T bagi pelaku usaha mikro pedesaan dalam menjangkau konsumen kota; (3) Menelaah dampak pemerataan sinyal internet berkecepatan tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah luar Pulau Jawa (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan guru memeriksa bersama hasil lembar telaah, mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara investasi negara pada infrastruktur jaringan dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi digital (20 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti telaah mengenai peran strategis negara dalam menyediakan infrastruktur telekomunikasi sebagai tulang punggung ekonomi digital (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya (Kebijakan Fiskal dan Pemberdayaan UMKM oleh Negara di Era Digital) tanpa menutup bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkasan dengan diagram alur sederhana mengenai rantai dampak BTS terhadap transaksi jual-beli online; murid yang cepat diberikan data infografis persebaran trafik internet dan sebaran UMKM onboarding di Indonesia.
- Proses: Murid dengan pemahaman awal rendah didampingi guru dengan pertanyaan pemandu bertahap saat menelaah fungsi infrastruktur; murid mahir menelaah secara mandiri hingga merumuskan simpulan rantai nilai ekonomi.
- Produk: Semua murid menuntaskan 3 butir telaah tertulis yang sama; murid dengan capaian tinggi menambahkan uraian alternatif solusi hambatan geografis penyediaan sinyal.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis lisan diagnostik kesiapan konsep dasar peran infrastruktur dengan 3 pernyataan: (1) Sinyal internet dan jaringan kabel optik merupakan bentuk infrastruktur fisik yang dibangun negara untuk mendukung e-commerce (Kunci: Benar); (2) Proyek Palapa Ring bertujuan mempersempit kesenjangan digital antarwilayah di Indonesia (Kunci: Benar); (3) Pembangunan menara BTS di daerah 3T tidak berdampak bagi aktivitas jual-beli daring masyarakat lokal (Kunci: Salah, pembangunan BTS membuka akses pasar digital bagi masyarakat lokal).
Proses:- Pemeriksaan lembar telaah mandiri pada tahap Mengaplikasi dengan acuan 3 butir kunci: (1) Palapa Ring: menghubungkan tol kabel optik antarpulau sehingga transmisi data cepat, stabil, murah, serta memfasilitasi integrasi sistem pembayaran digital antarbank/e-wallet; (2) Menara BTS 3T: mengatasi daerah tanpa sinyal (blank spot) sehingga petani/pengrajin lokal dapat memasarkan produk lewat marketplace atau media sosial tanpa perantara tengkulak; (3) Pemerataan sinyal: meningkatkan volume transaksi digital daerah, membuka lapangan kerja logistik/kurir lokal, dan mendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) luar Jawa.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat (exit ticket) 1 butir telaah tertulis: Sebutkan 1 alasan mengapa penyediaan jaringan internet oleh negara menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi digital suatu daerah? (Acuan kriteria: jawaban memuat penjelasan bahwa tanpa konektivitas jaringan, aplikasi niaga, transaksi perbankan, dan komunikasi penjual-pembeli tidak dapat beroperasi).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan 3 butir di awal pembelajaran
- Penilaian lembar telaah peran infrastruktur telekomunikasi selama kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menelaah peran penyediaan infrastruktur telekomunikasi oleh negara | Hanya mampu menelaah secara tepat 1 dari 3 butir peran infrastruktur telekomunikasi negara (Palapa Ring, BTS 3T, pemerataan sinyal) terhadap ekonomi digital sesuai acuan jawaban. | Mampu menelaah secara tepat 2 dari 3 butir peran infrastruktur telekomunikasi negara terhadap ekonomi digital sesuai acuan jawaban. | Mampu menelaah secara tepat ketiga butir peran infrastruktur telekomunikasi negara (Palapa Ring, BTS 3T, pemerataan sinyal) terhadap ekonomi digital sesuai acuan jawaban. | Mampu menelaah secara tepat ketiga butir peran infrastruktur telekomunikasi negara terhadap ekonomi digital disertai penjelasan hubungan sebab-akibat yang runtut antara stabilitas jaringan dengan pertumbuhan volume transaksi pasar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk langkah telaah mandiri 30 menit mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagian penjelasan infrastruktur mana (Palapa Ring, BTS, Satelit) yang paling sulit dipahami korelasinya dengan ekonomi digital oleh murid?
Murid:- Infrastruktur telekomunikasi apa yang menurutmu paling terasa manfaatnya bagi kehidupan ekonomi keluargamu saat ini?
- Hal baru apa yang kamu pahami tentang kewajiban negara dalam memastikan pemerataan akses internet di Indonesia?
Pertemuan 6 — Menelaah Kebijakan Fiskal dan Pemberdayaan UMKM oleh Negara di Era Digital — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.2 Menelaah peran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini mengenai telaah peran negara melalui kebijakan fiskal dan pemberdayaan UMKM di era digital (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan tertulis: (1) Apa contoh insentif fiskal pemerintah untuk UMKM? dan (2) Apa contoh program pemberdayaan negara agar UMKM melek digital? (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan singkat guru dan membaca lembar bacaan mengenai peran negara di era digital, khususnya instrumen kebijakan fiskal (seperti penurunan tarif PPh final UMKM menjadi 0,5% dan pembebasan pajak omzet tertentu) serta program pemberdayaan UMKM (pelatihan onboarding digital dan subsidi bunga KUR) (20 menit).
- Dalam aktivitas tantangan cepat berpasangan 'Tebak Peran Fiskal vs Pemberdayaan', murid saling mengidentifikasi kartu skenario: (a) 'Pemerintah memotong pajak bagi toko daring beromzet kecil' (Fiskal), dan (b) 'Kementerian Koperasi melatih pedagang pasar memakai dompet digital' (Pemberdayaan) untuk mencocokkan bentuk peran negara dengan tepat (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kerja untuk menelaah Lembar Studi Kasus yang memuat dua program negara: Kasus A (Pemberian insentif pajak 0,5% bagi UMKM online) dan Kasus B (Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia/onboarding UMKM ke marketplace) (25 menit).
- Setiap kelompok menelaah dan mengisi tabel analisis peran negara dengan menjawab 3 aspek kunci: instrumen kebijakan yang digunakan negara, sasaran pelaku usaha, dan dampak kebijakan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi digital (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok membacakan ringkasan hasil telaahnya, kemudian guru memandu konfirmasi pemahaman bersama mengenai bagaimana kombinasi kebijakan fiskal dan pemberdayaan memperkuat ekonomi nasional (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan peran negara melalui kebijakan fiskal dan program pemberdayaan UMKM dalam ekonomi digital (5 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir secara tertulis singkat (asesmen formatif akhir) untuk memverifikasi ketercapaian telaah peran negara (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan infografik ringkas tentang tarif pajak UMKM dan daftar program onboarding UMKM bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Memberikan panduan pertanyaan penuntun terstruktur pada lembar kerja kelompok bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan hasil telaah dalam bentuk tabel perbandingan tertulis sistematis atau bagan alur hubungan kebijakan dan dampak ekonomi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menjawab 2 pertanyaan diagnostik: (1) Sebutkan 1 contoh kebijakan fiskal pemerintah untuk meringankan beban pelaku usaha kecil! (Acuan jawaban: insentif pemotongan tarif pajak UMKM/subsidi/penghapusan pajak tertentu); (2) Sebutkan 1 contoh peran pemberdayaan negara bagi pedagang UMKM di era internet! (Acuan jawaban: pelatihan pemasaran digital/bantuan permodalan digital/onboarding ke e-commerce).
Proses:- Penilaian lembar kerja kelompok penelaahan peran negara yang mencakup: (1) Ketepatan menelaah peran fiskal negara (Acuan: kebijakan tarif PPh final UMKM 0,5% atau subsidi bunga modal untuk menjaga perputaran kas usaha di platform online); (2) Ketepatan menelaah peran pemberdayaan UMKM (Acuan: pelatihan teknis onboarding marketplace atau kurasi produk lokal untuk meningkatkan daya saing digital); (3) Ketepatan menjelaskan dampak keduanya terhadap pertumbuhan ekonomi digital (Acuan: peningkatan jumlah merchant lokal aktif, peningkatan volume transaksi domestik, serta formalisasi sektor informal ke ekonomi digital).
Akhir Pertemuan:- Murid menjawab 2 butir soal cek pemahaman akhir: (1) Mengapa insentif pajak (kebijakan fiskal) mendorong pedagang kecil beralih ke transaksi digital? (Kriteria penerimaan: jawaban mengaitkan pengurangan beban biaya operasional dengan dorongan mencatatkan omzet secara transparan di platform online); (2) Bagaimana program pendampingan digital oleh kementerian membantu pertumbuhan ekonomi negara? (Kriteria penerimaan: jawaban mengaitkan peningkatan keterampilan digital pelaku UMKM dengan perluasan pasar dan naiknya omzet produk lokal).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik jawaban singkat
- Observasi lembar kerja telaah kebijakan fiskal dan pemberdayaan UMKM
- Cek pemahaman tertulis di akhir pertemuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menelaah peran negara melalui kebijakan fiskal di era digital | Belum mampu menelaah contoh kebijakan fiskal negara (misal tarif PPh final 0,5% atau insentif pajak) bagi pertumbuhan ekonomi digital secara tepat. | Mampu menelaah contoh kebijakan fiskal negara bagi pelaku usaha digital tetapi penjelasannya belum mengaitkan dampak ekonominya secara tepat. | Mampu menelaah kebijakan fiskal negara (tarif PPh final 0,5% atau insentif pajak) serta menjelaskan dampaknya dalam meringankan beban pelaku usaha digital secara tepat. | Mampu menelaah secara mendalam kebijakan fiskal negara dan merinci bagaimana insentif perpajakan mendorong kepatuhan sekaligus percepatan perputaran modal usaha di ekosistem digital secara tepat dan mandiri. | | Menelaah peran negara melalui program pemberdayaan UMKM di era digital | Belum mampu menelaah bentuk program pemberdayaan UMKM oleh negara di era digital. | Mampu menelaah bentuk program pemberdayaan UMKM oleh negara (seperti pelatihan digital) tetapi belum menguraikan keterhubungannya dengan pertumbuhan ekonomi digital. | Mampu menelaah bentuk program pemberdayaan UMKM oleh negara (pelatihan onboarding, literasi digital, atau fasilitasi akses pasar digital) dan menjelaskan dampaknya terhadap peningkatan skala usaha secara tepat. | Mampu menelaah program pemberdayaan UMKM oleh negara secara komprehensif, menghubungkan peningkatan kapasitas teknis pelaku usaha dengan perluasan penetrasi produk lokal di pasar digital secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan secara jelas antara intervensi kebijakan fiskal dan program pemberdayaan yang dilakukan pemerintah?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif dalam memfasilitasi murid memahami kaitan kebijakan negara dengan peningkatan ekonomi digital UMKM?
Murid:- Apa hal baru yang saya pahami tentang bantuan dan kebijakan pemerintah bagi pedagang kecil di internet?
- Dari dua peran negara (fiskal dan pelatihan/pemberdayaan), mana yang menurut saya paling berdampak langsung bagi kemajuan UMKM di sekitar tempat tinggal saya?
Pertemuan 7 — Menganalisis Keterhubungan Masa Lampau, Masa Kini, dan Masa Depan pada Peristiwa Sejarah Lokal — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.3 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan presensi kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa depan pada peristiwa sejarah lokal (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis: (1) Sebutkan 1 contoh peristiwa ekonomi/perdagangan lokal masa lampau di suatu daerah; (2) Tuliskan 1 akibat dari peristiwa tersebut yang masih dirasakan saat ini (acuan diagnostik: menyebutkan peristiwa lampau konkret seperti pembangunan jalur rel/pasar kolonial dan dampaknya bagi mobilitas/perdagangan hari ini) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati teks studi kasus sejarah lokal 'Transformasi Pasar Beringharjo Yogyakarta' yang memuat tiga dimensi waktu: masa lampau (berdiri 1758 sebagai pusat transaksi barter dan rempah Kesultanan), masa kini (pusat perdagangan batik dan oleh-oleh berbasis tunai/digital), dan masa depan (rencana revitalisasi sentra ekonomi kreatif berkelanjutan) (15 menit).
- Dalam kelompok berpasangan, murid berpartisipasi dalam kuis tantangan 'Pilah Waktu' yang menyenangkan: murid memasangkan 3 kartu peristiwa acak ke kolom waktu yang tepat: Kartu A ('Pembangunan los pasar oleh Sri Sultan HB I tahun 1758' -> Masa Lampau), Kartu B ('Penerapan pembayaran QRIS di kios batik' -> Masa Kini), Kartu C ('Target nol emisi dan logistik berbasis green energy di kawasan pasar tahun 2040' -> Masa Depan) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Analisis Keterhubungan Waktu Sejarah Lokal berdasarkan teks studi kasus 'Pelabuhan Tradisional Sunda Kelapa': murid menganalisis (1) Kondisi masa lampau: fungsi pelabuhan lada era Pajajaran dan VOC, (2) Kondisi masa kini: perubahan menjadi pelabuhan bongkar muat kayu pinisi dan destinasi wisata sejarah, (3) Proyeksi masa depan: tantangan penurunan muka tanah Jakarta terhadap kelangsungan fungsi ekonomi pelabuhan, serta (4) Hubungan sebab-akibat lintas ketiga dimensi waktu tersebut (15 menit).
- Guru berkeliling memberikan bimbingan formatif dengan memeriksa ketepatan analisis keterhubungan sebab-akibat antar-dimensi waktu pada lembar kerja murid (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali hasil analisisnya dan menuliskan 1 paragraf refleksi kesadaran diri: bagaimana pemahaman atas masa lampau pelabuhan/pasar lokal membantu kita membuat keputusan yang lebih bijak untuk masa depan daerah kita sendiri (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pola keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan dalam menelaah peristiwa sejarah lokal (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik terhadap hasil analisis murid dan menutup pembelajaran dengan salam (15 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks peristiwa sejarah lokal dengan penanda visual garis waktu (kronologi berlabel), sedangkan murid mahir menganalisis teks narasi utuh tanpa label waktu.
- Proses: Murid dengan pemahaman awal bertahap diberikan bantuan berupa format panduan sebab-akibat (konektor logika), sedangkan murid mahir langsung merumuskan sintesis keterhubungan tiga dimensi waktu secara mandiri.
- Produk: Analisis keterhubungan waktu dapat dituangkan dalam bentuk bagan alur kausalitas bertingkat atau tabel analisis komparatif tiga dimensi waktu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis 2 butir: (1) Sebutkan 1 contoh peristiwa masa lampau di lingkungan lokal yang berkaitan dengan perdagangan/ekonomi; (2) Tuliskan apa dampak peristiwa tersebut yang masih dirasakan saat ini. Kriteria/Acuan Jawaban: Murid tepat menyebutkan 1 peristiwa lampau nyata (misal: pendirian stasiun, pelabuhan, atau pasar tradisional masa kolonial) dan menjelaskan 1 keterhubungannya dengan kondisi saat ini (misal: wilayah sekitar stasiun kini menjadi pusat pertokoan yang padat).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Sejarah Lokal Sunda Kelapa. Acuan keterhubungan: (1) Masa lampau: pusat ekspor lada dan niaga antarpulau; (2) Masa kini: pelabuhan rakyat kapal kayu pinisi dan warisan budaya; (3) Masa depan: ancaman abrasi/penurunan tanah menuntut tanggul laut atau relokasi dermaga; (4) Keterhubungan: aktivitas lampau mewariskan identitas bahari dan tata ruang yang kini bergeser ke pariwisata serta menuntut mitigasi lingkungan untuk masa depan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat (exit ticket) 1 butir: 'Jelaskan dalam 2 kalimat bagaimana peristiwa pembangunan pasar tradisional di masa lampau dapat menentukan kelangsungan hidup pedagang lokal di masa depan!' Kriteria penerimaan: Jawaban wajib mengaitkan keputusan/kondisi lampau (keberadaan lokasi/aset fisik) dengan keberlanjutan masa depan (adaptasi komoditas/digitalisasi/daya tahan ekonomi pedagang).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja analisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan pada teks peristiwa sejarah lokal Pelabuhan Sunda Kelapa
- Kuis berpasangan Pilah Waktu pada tahap pemahaman konsep keterhubungan waktu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Keterhubungan Tiga Dimensi Waktu (Masa Lampau, Masa Kini, Masa Depan) | Hanya mendeskripsikan peristiwa masa lampau secara terpisah tanpa menghubungkannya dengan masa kini maupun masa depan pada peristiwa sejarah lokal. | Menghubungkan peristiwa masa lampau dengan kondisi masa kini pada peristiwa sejarah lokal, namun belum memproyeksikan keterhubungannya dengan masa depan. | Menganalisis keterhubungan sebab-akibat antara masa lampau, masa kini, dan proyeksi masa depan pada peristiwa sejarah lokal secara tepat sesuai data teks acuan. | Menganalisis keterhubungan sebab-akibat antara masa lampau, masa kini, dan masa depan pada peristiwa sejarah lokal secara tepat, mendalam, dan runtut disertai bukti faktual yang komprehensif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur analisis keterhubungan tiga dimensi waktu memudahkan murid memahami relevansi sejarah lokal?
- Apakah pembagian waktu 120 menit berjalan efektif pada setiap tahapan kegiatan?
Murid:- Apa hal terpenting yang saya pelajari tentang kaitan antara masa lalu kota/daerah saya dengan kehidupan saya saat ini?
- Bagaimana pemahaman masa lalu membantu saya membayangkan masa depan daerah saya?
Pertemuan 8 — Menganalisis Keterhubungan Masa Lampau, Masa Kini, dan Masa Depan pada Peristiwa Sejarah Nasional — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.3 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa depan pada peristiwa sejarah nasional (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat di papan tulis: (1) Peristiwa nasional apa yang menyatukan pemuda dari berbagai daerah pada tahun 1928? (2) Apa wujud persatuan tersebut yang masih kita rasakan dalam kehidupan berbahasa sehari-hari saat ini? (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak paparan guru dan membaca teks ringkas mengenai Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 sebagai peristiwa sejarah nasional, mencakup latar belakang kolonialisme (masa lampau), ikrar persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa (titik tolak), serta dampaknya (20 menit).
- Guru memberikan pemodelan cara menganalisis keterhubungan tiga dimensi waktu menggunakan alur sebab-akibat: akar masa lampau (perjuangan kedaerahan terpecah belah) -> wujud masa kini (penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan integrasi nasional) -> proyeksi masa depan (mempertahankan keutuhan NKRI di tengah disrupsi global) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana yang interaktif dan menggembirakan melalui tantangan 'Detektif Garis Waktu', murid berpasangan menerima lembar analisis yang memuat teks Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 untuk dianalisis keterhubungan 3 dimensi waktunya (masa lampau, masa kini, masa depan) (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengisi bagan analisis tiga dimensi waktu pada lembar kerja: (1) Elemen masa lampau: penderitaan penjajahan dan janji kemerdekaan; (2) Elemen masa kini: kedaulatan negara hukum, hak pendidikan dan pembangunan; (3) Elemen masa depan: perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menuju Indonesia Emas (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dengan berkesadaran penuh, murid mengheningkan cipta sejenak merefleksikan makna perjuangan pahlawan nasional dan memeriksa kembali ketajaman analisis keterhubungan waktu yang telah mereka tuliskan (15 menit).
- Dua perwakilan murid membacakan poin keterhubungan waktu yang mereka temukan, lalu guru memberikan penegasan konsep keterhubungan kausalitas lintas masa (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa peristiwa sejarah nasional tidak berdiri sendiri melainkan terus mengalir menghubungkan akar masa lampau, realitas masa kini, dan cita-cita masa depan (5 menit).
- Guru memberikan lembar asesmen akhir berupa cek pemahaman 1 butir tertulis, lalu menyampaikan arahan persiapan untuk topik pertemuan berikutnya (keterhubungan peristiwa sejarah global) sebelum menutup kelas dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks narasi kronologis terstruktur untuk murid yang memerlukan panduan alur, serta teks dokumen historis yang lebih kompleks bagi murid yang siap menganalisis variasi dampak.
- Proses: Memberikan scaffolding berupa pertanyaan penuntun keterhubungan waktu bagi pasangan yang kesulitan, sementara pasangan yang mahir diarahkan langsung merumuskan kaitan sebab-akibat mandiri.
- Produk: Bagan keterhubungan waktu dapat dilengkapi berupa diagram alur kronologis poin-per-poin atau matriks sebab-akibat tiga kolom.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis singkat: (1) 'Peristiwa nasional apa yang menyatukan pemuda dari berbagai daerah pada tahun 1928?' (Acuan jawaban benar: Kongres Pemuda II / Sumpah Pemuda); (2) 'Apa wujud persatuan tersebut yang masih kita rasakan dalam kehidupan berbahasa sehari-hari saat ini?' (Acuan jawaban benar: Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa persatuan/bahasa nasional resmi).
Proses:- Observasi formatif saat murid mengisi bagan analisis 3 dimensi waktu keterhubungan Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 1945. Indikator pemeriksaan: (1) Elemen masa lampau tepat (acuan: memuat aspek penjajahan/perjuangan fisik merebut kemerdekaan); (2) Elemen masa kini tepat (acuan: memuat aspek kedaulatan negara, kebebasan menentukan nasib bangsa, atau pembangunan nasional); (3) Elemen masa depan tepat (acuan: memuat cita-cita keadilan sosial, kemakmuran, atau menjaga persatuan nasional masa depan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis individual (1 butir): 'Tuliskan keterhubungan antara Peristiwa Proklamasi 1945 di masa lampau dengan kehidupan bersekolahmu saat ini dan cita-cita bangsamu di masa depan!' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat akar kemerdekaan masa lampau membebaskan bangsa, wujud masa kini berupa hak memperoleh pendidikan formal di sekolah merdeka, dan arah masa depan berupa kontribusi membangun Indonesia maju/adil).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan bagan analisis keterhubungan tiga dimensi waktu pada Lembar Kerja Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 1945.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan pada peristiwa sejarah nasional | Hanya mampu menyebutkan fakta peristiwa sejarah nasional pada salah satu dimensi waktu (hanya masa lampau saja) tanpa menunjukkan adanya hubungan antarwaktu. | Mampu menghubungkan 2 dimensi waktu (misal: masa lampau ke masa kini) pada peristiwa sejarah nasional secara tepat namun belum mencakup proyeksi masa depan. | Mampu menganalisis keterhubungan ketiga dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa depan) pada peristiwa sejarah nasional secara tepat dan runtut. | Mampu menganalisis keterhubungan ketiga dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa depan) pada peristiwa sejarah nasional secara mendalam, tepat, runtut, serta memberikan argumentasi sebab-akibat yang logis secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemodelan alur waktu kausalitas yang saya berikan cukup jelas membantu murid memahami keterhubungan antar-era?
- Bagian mana dari aktivitas analisis peristiwa sejarah nasional yang paling menantang bagi murid?
Murid:- Bagaimana peristiwa Proklamasi Kemerdekaan di masa lampau mempengaruhi hak dan kebebasan yang saya nikmati hari ini?
- Pelajaran apa dari sejarah nasional yang paling penting untuk saya pegang demi masa depan bangsa?
Pertemuan 9 — Menganalisis Keterhubungan Masa Lampau, Masa Kini, dan Masa Depan pada Peristiwa Sejarah Global — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.3 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan presensi kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan tertulis: (1) Sebutkan penemuan penting era Revolusi Industri 1.0 pada masa lampau; (2) Sebutkan contoh dampaknya pada teknologi pabrik masa kini. (Acuan: (1) Mesin uap/mesin tenun mekanik; (2) Penggunaan mesin produksi otomatis/pabrik modern) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-9 yaitu menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa depan pada peristiwa sejarah global (Revolusi Industri dan Perdagangan Global) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati bagan linimasa 3 peristiwa global: (1) Masa Lampau: Revolusi Industri abad 18 (penemuan mesin uap & mekanisasi produksi massal); (2) Masa Kini: Era Otomasi Digital & E-Commerce lintas batas; (3) Masa Depan: Kecerdasan Artifisial (AI) mandiri dan logistik otonom global (15 menit).
- Guru memandu murid membedah konsep keterhubungan kausalitas waktu (sebab-akibat dan kesinambungan) bahwa inovasi masa lalu menjadi fondasi sistem ekonomi masa kini dan penentu arah masa depan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan tebak alur 'Kartu Waktu Global' yang menggembirakan: murid secara berpasangan mencocokkan 3 set kartu peristiwa global berisi masa lampau, masa kini, dan prediksi masa depan secara cepat dan tepat (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Analisis Keterhubungan Waktu Sejarah Global yang memuat analisis 3 peristiwa global: (1) Jalur Sutra Kuno vs Global Supply Chain Modern vs Jaringan Distribusi Otonom Masa Depan; (2) Revolusi Industri 1.0 vs Industri 4.0 E-Commerce vs Otomasi Penuh Masa Depan; (3) Sistem Barter Logam Mulia Kuno vs Uang Elektronik/QRIS Modern vs Mata Uang Kripto Terdesentralisasi Masa Depan (Acuan analisis: murid menghubungkan akar penyebab lampau, bentuk aktual saat ini, dan konsekuensi logis di masa depan) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali hasil analisis keterhubungan waktu yang telah ditulis untuk memastikan alur sebab-akibat masa lampau, masa kini, dan masa depan tersambung secara logis dan runtut (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pola keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang pada dinamika sejarah global (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar analisis murid serta memberikan tindak lanjut untuk membaca topik pertemuan berikutnya mengenai keterhubungan lintas ruang (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan bagan alur kausalitas dengan kata bantu penghubung waktu, sedangkan murid mahir menganalisis teks studi komparasi dampak sosial-ekonomi global yang lebih mendalam.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar bertahap dibimbing guru dalam menghubungkan masa lampau ke masa kini terlebih dahulu sebelum memproyeksikan ke masa depan, sementara murid cepat menganalisis langsung ketiga dimensi waktu secara mandiri.
- Produk: Analisis dituangkan dalam lembar kerja tabel keterhubungan 3 masa dengan tingkat kerincian penjelasan argumen kausalitas sesuai kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman awal melalui 2 soal: (1) Sebutkan penemuan penting era Revolusi Industri 1.0 pada masa lampau; (2) Sebutkan contoh dampaknya pada teknologi pabrik masa kini. (Acuan: (1) Mesin uap/mesin tenun mekanik; (2) Penggunaan mesin produksi otomatis/pabrik modern).
Proses:- Observasi pengerjaan Lembar Analisis Keterhubungan Waktu Sejarah Global yang mengukur ketepatan menganalisis relasi kausalitas 3 peristiwa global (Jalur Perdagangan Dunia, Revolusi Industri/Teknologi Produksi, dan Sistem Pembayaran Transaksi) melintasi masa lampau, masa kini, dan masa depan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 1 butir: Jelaskan 1 contoh keterhubungan masa lampau penemuan mesin uap terhadap kemunculan pabrik modern masa kini dan potensinya bagi logistik otomatis masa depan. (Acuan penerimaan: Murid menguraikan bahwa mesin uap memicu mekanisasi pabrik masa lampau, berkembang menjadi produksi massal digital masa kini, dan berlanjut ke sistem produksi otomatis mandiri di masa depan).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja analisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan pada peristiwa sejarah global.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan pada peristiwa sejarah global | Belum mampu menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa depan pada peristiwa sejarah global (hanya menyebutkan peristiwa lampau tanpa menghubungkan ke masa kini dan masa depan). | Mampu menganalisis keterhubungan masa lampau dan masa kini pada 1 peristiwa sejarah global dengan tepat, namun belum memproyeksikan keterhubungannya ke masa depan secara logis. | Mampu menganalisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan secara tepat dan logis pada 2 peristiwa sejarah global sesuai lembar acuan. | Mampu menganalisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan secara tepat, runtut, mendalam, dan logis pada seluruh 3 peristiwa sejarah global sesuai lembar acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu menangkap benang merah keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan tanpa terjebak menghafal tahun peristiwa semata?
- Bagian analisis mana yang paling menantang bagi murid saat memproyeksikan dampak ke masa depan?
Murid:- Bagaimana pemahaman tentang peristiwa global di masa lampau membantuku memahami perkembangan dunia saat ini?
- Apa hal terpenting yang aku pelajari tentang keterhubungan waktu dalam sejarah global hari ini?
Pertemuan 10 — Menganalisis Keterhubungan Lintas Ruang Peristiwa Sejarah dari Masa Lampau hingga Masa Mendatang — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.3 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan mengondisikan suasana ruang kelas yang nyaman (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat tertulis berisi 2 butir pertanyaan keterhubungan waktu (masa lampau-kini-mendatang) dan ruang (lokal-nasional-global) pada lembar kertas kecil (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kegiatan analisis keterhubungan lintas ruang dan waktu, serta kaitan topik ini dengan pemahaman sejarah perdagangan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati bagan matriks keterhubungan lintas ruang (lokal, nasional, global) dan dimensi waktu (masa lampau, kini, mendatang) yang disajikan guru mengenai fenomena Jalur Rempah hingga Logistik Digital Global (10 menit).
- Murid menelaah teks studi kasus tentang Jalur Sutra Laut/Jalur Rempah yang berisi 3 dimensi spasial dan temporal: (1) Masa lampau: Bandar Sunda Kelapa (lokal) menjadi pusat ekspor lada Kerajaan Sunda/Nusantara (nasional) yang terhubung armada niaga Eropa/VOC dan Asia (global); (2) Masa kini: Pelabuhan Tanjung Priok (lokal) menjadi gerbang logistik ekspor-impor Indonesia (nasional) dalam rantai pasok maritim kontainer dunia (global); (3) Masa depan: Digitalisasi smart port terintegrasi pelabuhan daerah (lokal), hub logistik IKN/Nusantara (nasional), dan jalur perdagangan maritim hijau otomatis internasional (global) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan kuis tantangan mencocokkan cepat 'Teka-Teki Ruang & Waktu Sejarah' yang menggembirakan, di mana setiap pasangan menyusun 6 kartu peristiwa acak ke dalam matriks matriks ruang-waktu: Kartu A (Lokal Masa Lampau: Ternate-Tidore pusat produksi cengkih), Kartu B (Nasional Masa Lampau: Monopoli perdagangan rempah Nusantara oleh VOC), Kartu C (Global Masa Lampau: Penjelajahan samudra bangsa Barat mencari kepulauan rempah), Kartu D (Lokal Masa Kini: Petani Maluku menjual komoditas melalui marketplace lokal), Kartu E (Nasional Masa Kini: Kebijakan hilirisasi rempah dan komoditas oleh pemerintah Indonesia), Kartu F (Global Masa Mendatang: Rantai pasok komoditas global berbasis sertifikasi karbon berkelanjutan) (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Analisis: mengisi tabel matriks 3x3 yang menganalisis keterhubungan lintas ruang (lokal, nasional, global) dan lintas waktu (masa lampau, kini, mendatang) pada studi kasus 'Perkembangan Industri Tekstil dan Perdagangan Pakaian' (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa ketepatan analisis matriksnya dengan membandingkannya terhadap kunci rubrik analisis keterhubungan kausalitas lintas ruang-waktu yang dibahas bersama guru (15 menit).
- Murid menuliskan refleksi singkat berkesadaran tentang bagaimana keputusan sejarah manusia di masa lalu di tingkat lokal dapat mempengaruhi kondisi bangsa dan tatanan dunia hingga masa yang akan datang (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan keterhubungan konsep ruang (lokal, nasional, global) dan waktu (masa lalu, kini, depan) dalam menganalisis fenomena sejarah (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini serta menyampaikan informasi pengantar untuk pertemuan berikutnya mengenai penyelidikan peristiwa sejarah lokal, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja berbantu panduan kata kunci penanda waktu (lampau/kini/depan) dan ruang (lokal/nasional/global), sedangkan murid yang cepat diberikan studi kasus komparatif rantai pasok mineral strategis.
- Proses: Murid yang kesulitan dipandu mengidentifikasi satu sel ruang terlebih dahulu sebelum menghubungkan antarwaktu, sementara murid mandiri langsung menganalisis matriks penuh.
- Produk: Analisis dituangkan dalam lembar kerja matriks 3x3 dengan tingkat kedalaman elaborasi hubungan kausal yang disesuaikan kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat tertulis (2 butir): (1) Tuliskan satu contoh peristiwa sejarah di kotamu/daerahmu dan jelaskan apakah peristiwa itu mempengaruhi wilayah nasional! (Acuan: Murid menyebutkan peristiwa lokal spesifik, misal pertempuran Surabaya/perlawanan Sultan Hasanuddin Makassar, dan mengaitkannya dengan dampaknya terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia di tingkat nasional); (2) Bagaimana peristiwa penemuan mesin uap di masa lampau mempengaruhi cara perdagangan barang di masa kini dan masa depan? (Acuan: Murid menjelaskan masa lampau: memicu revolusi industri/kapal uap; masa kini: distribusi massal peti kemas/kapal kargo; masa depan: otomatisasi kapal kargo pintar ramah lingkungan).
Proses:- Formatif 1: Kuis mencocokkan 'Teka-Teki Ruang & Waktu Sejarah' dengan 6 kartu acak ke dalam matriks: Kartu A -> Lokal Masa Lampau; Kartu B -> Nasional Masa Lampau; Kartu C -> Global Masa Lampau; Kartu D -> Lokal Masa Kini; Kartu E -> Nasional Masa Kini; Kartu F -> Global Masa Mendatang (Acuan kunci: Ketepatan pasangan penempatan 6 kartu pada posisi baris ruang dan kolom waktu yang sesuai).
- Formatif 2: Penilaian Lembar Kerja Matriks 3x3 Analisis Keterhubungan Industri Tekstil: menguji keterhubungan 9 sel analisis (Lokal-Nasional-Global x Masa Lampau-Kini-Mendatang) dengan kriteria keterkaitan sebab-akibat antar-ruang dan antar-waktu. Acuan isi: Masa Lampau (Lokal: industri tenun rumahan daerah; Nasional: pabrik tekstil masa kolonial/awal kemerdekaan; Global: revolusi industri tekstil Inggris); Masa Kini (Lokal: sentra konveksi UMKM lokal; Nasional: industri garmen nasional bersaing dengan pakaian impor; Global: fast fashion global dan perdagangan e-commerce lintas negara); Masa Depan (Lokal: pengrajin serat alam lokal berteknologi digital; Nasional: industri tekstil sirkular nasional berbasis ramah lingkungan; Global: regulasi global pakaian daur ulang dan otomatisasi produksi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan inti (Refleksi terstruktur): Murid merumuskan 1 kesimpulan keterhubungan kausalitas dengan melengkapi kalimat pernyataan: 'Peristiwa sejarah di tingkat lokal ... terhubung dengan tingkat nasional karena ... serta dipengaruhi/mempengaruhi tingkat global karena ... dan dampaknya terhadap masa depan adalah ...'. (Kriteria penerimaan: Jawaban diterima apabila memuat kaitan logis antara fenomena lokal, dampak nasional, pengaruh global, serta proyeksi masa depan yang konsisten).
Formatif:- Pemeriksaan lembar diagnostik awal mengenai identifikasi dimensi ruang dan waktu peristiwa sejarah
- Observasi unjuk kerja saat kuis pencocokan matriks ruang-waktu berpasangan
- Penilaian lembar kerja individu analisis keterhubungan lintas ruang dan waktu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis keterhubungan lintas ruang (lokal, nasional, global) | Belum mampu menghubungkan peristiwa sejarah antara lingkup lokal, nasional, dan global; hanya mendeskripsikan satu lingkup secara terpisah. | Mampu menghubungkan peristiwa sejarah pada dua lingkup ruang (misalnya lokal dengan nasional saja, atau nasional dengan global saja) secara tepat sesuai acuan materi. | Mampu menganalisis keterhubungan peristiwa sejarah secara utuh mencakup ketiga lingkup ruang (lokal, nasional, dan global) dengan hubungan sebab-akibat yang logis. | Mampu menganalisis keterhubungan peristiwa sejarah secara komprehensif pada ketiga lingkup ruang (lokal, nasional, global) dengan hubungan sebab-akibat yang logis, mendalam, dan mandiri tanpa bimbingan. | | Menganalisis keterhubungan lintas waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) | Belum mampu menghubungkan peristiwa dari masa lampau ke masa kini atau masa depan; hanya memaparkan peristiwa masa lampau sebagai fakta lepas. | Mampu menghubungkan peristiwa masa lampau dengan masa kini, tetapi belum memproyeksikan keterhubungannya dengan masa yang akan datang. | Mampu menganalisis alur keterhubungan peristiwa sejarah dari masa lampau, dampaknya pada masa kini, hingga proyeksi kecenderungannya di masa yang akan datang secara tepat. | Mampu menganalisis alur keterhubungan peristiwa sejarah dari masa lampau, masa kini, hingga masa yang akan datang secara terstruktur, runtut, mendalam, dan sepenuhnya mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain matriks ruang dan waktu mempermudah murid melihat keterhubungan peristiwa sejarah secara sistematis?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas tantangan kuis mencocokkan kartu ruang-waktu? Apakah prinsip menggembirakan tercapai efektif?
- Bagian analisis mana yang paling menantang bagi murid (keterhubungan lintas ruang atau proyeksi ke masa mendatang)?
Murid:- Apakah saya dapat melihat bagaimana kejadian di lingkungan sekitar saya masa kini dipengaruhi oleh peristiwa sejarah masa lampau di tingkat dunia?
- Bagian mana dari pengisian matriks ruang dan waktu yang paling menarik atau paling sulit saya pahami?
- Bagaimana pemahaman tentang sejarah ini membantu saya memperkirakan kejadian di masa depan?
Pertemuan 11 — Mengolah Informasi yang Relevan dari Penyelidikan Peristiwa Sejarah Lokal secara Berkolaborasi — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.4 Mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global secara berkolaborasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengolah informasi relevan dari penyelidikan peristiwa sejarah lokal secara berkolaborasi (5 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik singkat: murid diminta memilah mana 1 informasi yang relevan dan 1 informasi yang tidak relevan dari kutipan catatan peristiwa sejarah lokal pendirian pasar desa: Pernyataan A: 'Pasar didirikan tahun 1935 sebagai pusat pertukaran hasil bumi warga antar-desa.' vs Pernyataan B: 'Kemarin sore hujan deras mengguyur area parkir pasar modern.' (acuan jawaban benar: Pernyataan A relevan karena memuat fakta asal-usul sejarah lokal; Pernyataan B tidak relevan karena peristiwa cuaca kemarin sore di tempat lain) (10 menit).
- Guru membagi murid ke dalam kelompok kerja kolaboratif beranggotakan 4 orang dan menjelaskan alur kegiatan pengolahan informasi penyelidikan peristiwa sejarah lokal (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid dalam kelompok mencermati lembar bahan penyelidikan peristiwa sejarah lokal 'Asal-Usul Jalur Trem dan Stasiun Lama Kota Cirebon' yang berisi 4 fragmen catatan fakta mentah: Fragmen 1 (Pembangunan jalur trem uap NIS tahun 1897 untuk distribusi gula pabrik sekitar); Fragmen 2 (Mogok buruh masinis lokal Cirebon tahun 1923 menuntut upah adil); Fragmen 3 (Harga tiket bioskop XXI Cirebon saat ini Rp40.000); Fragmen 4 (Penutupan jalur trem lokal tahun 1978 akibat kalah bersaing dengan angkutan jalan raya) (10 menit).
- Kelompok berdiskusi mengidentifikasi dan memilah mana informasi yang relevan dengan topik sejarah transportasi lokal dan mana yang tidak relevan (acuan: Fragmen 1, 2, dan 4 relevan; Fragmen 3 tidak relevan karena fakta hiburan masa kini yang tidak berhubungan dengan sejarah trem) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid melakukan tantangan permainan kolaboratif 'Detektif Arsip': setiap kelompok menerima kartu fakta acak yang harus disusun ke dalam Matriks Kronologis Sejarah Lokal dengan 3 kategori: Waktu Peristiwa, Aktor/Pelaku Lokal, dan Dampak Peristiwa Lokal (15 menit).
- Kelompok mengolah 3 fragmen informasi relevan tadi ke dalam lembar matriks dengan menyaring intisari informasi: (1) Waktu: 1897, 1923, 1978; (2) Aktor lokal: Perusahaan NIS, buruh masinis lokal Cirebon, warga pengguna trem; (3) Dampak: distribusi gula lancar, gerakan buruh menuntut keadilan upah, peralihan ke angkutan jalan raya (acuan: matriks terisi lengkap sesuai 3 kategori tersebut) (20 menit).
- Kelompok saling menukar lembar matriks kerja dengan kelompok sebelah untuk melakukan pemeriksaan silang keterikatan fakta yang diolah secara kolaboratif (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya meninjau kembali hasil pengolahan data untuk memeriksa ketepatan fakta dan memastikan tidak ada data tidak relevan yang terselip dalam rangkuman informasi sejarah lokal mereka (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan sejarah lokal, yaitu menyaring fakta relevan, mengelompokkan secara kronologis/tematik, dan merangkum inti peristiwa (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik pelaksanaan kolaborasi kelompok dan menutup pertemuan dengan doa serta arahan persiapan penyelidikan sejarah nasional pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci pemilah relevansi fakta; kelompok cepat diberikan 2 fragmen arsip tambahan untuk diuji relevansinya pada matriks yang sama.
- Proses: Guru memberikan scaffolding langsung bagi kelompok yang kesulitan mengklasifikasikan kategori waktu dan dampak pada lembar kerja matriks.
- Produk: Kelompok dapat menyusun hasil olahan informasi dalam bentuk tabel matriks kronologis bertuliskan poin ringkas atau diagram alur keterhubungan fakta.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji diagnostik pemilahan relevansi informasi sejarah lokal: Murid menentukan 1 pernyataan relevan dan 1 tidak relevan dari 2 kutipan peristiwa pendirian pasar desa (acuan jawaban: Pernyataan A 'Pasar didirikan tahun 1935 sebagai pusat pertukaran hasil bumi warga' adalah RELEVAN; Pernyataan B 'Kemarin sore hujan deras mengguyur area parkir pasar modern' adalah TIDAK RELEVAN).
Proses:- Formatif kinerja kelompok: Memeriksa lembar kerja Matriks Kronologis Sejarah Lokal (acuan penilaian: Ketepatan mengeliminasi Fragmen 3 sebagai data tidak relevan, serta kelengkapan pengolahan Fragmen 1, 2, dan 4 ke dalam kolom Waktu: 1897/1923/1978, Aktor: NIS/buruh masinis/warga, Dampak: distribusi gula/gerakan buruh/peralihan moda transportasi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi (lembar cek ringkas): Murid mengidentifikasi relevansi dari 2 data singkat sejarah stasiun lokal: (1) 'Tahun 1912 stasiun diperluas untuk mengangkut komoditas padi' [Relevan/Tidak Relevan]; (2) 'Warna cat ruang tunggu stasiun saat ini dicat abu-abu terang' [Relevan/Tidak Relevan] (acuan: data 1 = Relevan karena memuat fakta historis fungsi ekonomi stasiun; data 2 = Tidak Relevan karena kondisi fisik kontemporer yang bukan bagian dari penyelidikan sejarah peristiwa).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengolahan informasi penyelidikan sejarah lokal pada lembar kerja matriks kelompok
- Lembar observasi kolaborasi kelompok dalam memilah dan mengolah informasi yang relevan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengolahan Informasi Relevan Peristiwa Sejarah Lokal | Belum mampu memilah informasi yang relevan dari penyelidikan sejarah lokal; memasukkan data yang tidak relevan ke dalam lembar kerja. | Mampu memilah 1-2 informasi relevan dari penyelidikan sejarah lokal namun belum mengolahnya ke dalam kategori matriks secara lengkap. | Mampu memilah dan mengolah seluruh 3 informasi relevan (Fragmen 1, 2, dan 4) ke dalam kategori Waktu, Aktor, dan Dampak secara tepat sesuai acuan. | Mampu memilah dan mengolah seluruh 3 informasi relevan ke dalam kategori Waktu, Aktor, dan Dampak secara lengkap, tepat, terstruktur, serta mandiri tanpa memerlukan bimbingan guru. | | Kolaborasi Pengolahan Informasi | Belum menunjukkan pembagian tugas bersama anggota kelompok dalam mengolah informasi penyelidikan sejarah lokal. | Terlibat dalam kerja kelompok mengolah informasi namun masih bergantung pada satu orang anggota yang dominan. | Berbagi tugas secara aktif dengan seluruh anggota kelompok dalam memilah, memeriksa, dan mengolah informasi sejarah lokal ke lembar matriks. | Berbagi peran kerja secara teratur, aktif saling mengoreksi ketepatan fakta secara konsisten sepanjang sesi kerja kelompok tanpa harus diarahkan berulang kali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 120 menit mencukupi bagi setiap kelompok untuk memilah dan mengolah seluruh informasi sejarah lokal ke dalam matriks?
- Bagian mana dari langkah pengolahan data sejarah lokal yang paling dirasa menantang bagi murid yang membutuhkan bimbingan lebih?
Murid:- Langkah apa yang paling membantuku dan kelompok dalam menentukan bahwa suatu informasi sejarah lokal itu relevan?
- Bagaimana pembagian peran di kelompokku membantuku menyelesaikan pengolahan data sejarah secara tepat waktu?
Pertemuan 12 — Mengolah Informasi yang Relevan dari Penyelidikan Peristiwa Sejarah Nasional secara Berkolaborasi — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.4 Mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global secara berkolaborasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan suasana ruang kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-12, yaitu mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa sejarah nasional secara berkolaborasi (5 menit).
- Murid mengerjakan tes diagnostik singkat pada selembar kertas untuk memetakan kesiapan mengolah informasi peristiwa nasional berupa pengelompokan 4 kartu data: (1) Rengasdengklok 16 Agustus 1945 -> Kategori Waktu/Tempat; (2) Sukarno dan Moh. Hatta -> Kategori Tokoh; (3) Perumusan naskah di rumah Laksamana Maeda -> Kategori Kronologi; (4) Menghasilkan teks proklamasi -> Kategori Dampak Langsung. Guru memeriksa pemahaman awal murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru melalui infografis tentang cara menyaring dan mengolah informasi sejarah nasional (membedakan informasi relevan vs tidak relevan serta menata urutan peristiwa secara logis) (15 menit).
- Murid berpasangan memainkan permainan cepat 'Detektif Arsip' dengan memilih 3 informasi yang relevan dengan Peristiwa Rengasdengklok dari 5 opsi yang disediakan: (A) Desakan golongan muda kepada Sukarno-Hatta; (B) Lokasi pengamanan di asrama PETA Rengasdengklok; (C) Perumusan teks Pancasila 1 Juni 1945; (D) Kesepakatan proklamasi dilaksanakan di Jakarta; (E) Pertempuran Surabaya 10 November 1945 [Kunci Relevan: A, B, D] (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berkumpul dalam kelompok kerja (4-5 orang) dan menerima Lembar Kerja Pengolahan Informasi Penyelidikan Sejarah Nasional yang berisi teks dokumen peristiwa 'Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945' (10 menit).
- Secara berkolaborasi, kelompok mengolah dan mengklasifikasikan butir informasi ke dalam matriks: (1) Latar belakang/desakan pemuda; (2) Tokoh kunci dan perannya (Sukarno, Hatta, Sayuti Melik, Ahmad Soebardjo); (3) Runtutan peristiwa inti 16-17 Agustus 1945; (4) Pernyataan hasil/makna langsung peristiwa. Kelompok membuang minimal 3 data pengalih yang tidak relevan (misal: isi Perundingan Linggarjati, Perang Pasifik 1941, berdirinya Budi Utomo) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Masing-masing kelompok menukar draf tabel hasil olahan informasi dengan kelompok sebelah untuk saling memverifikasi ketepatan butir relevan dan keselarasan pengelompokan kronologis (15 menit).
- Perwakilan kelompok mengonfirmasi hasil olahan data dan menyepakati sintesis informasi peristiwa sejarah nasional yang utuh dan relevan bersama bimbingan guru (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara mengolah data penyelidikan peristiwa sejarah nasional secara tepat dan terstruktur (10 menit).
- Guru memberikan lembar cek pemahaman akhir, mengapresiasi kerja kolaboratif murid, dan mengarahkan murid untuk bersiap melanjutkan pengolahan informasi penyelidikan tingkat global pada pertemuan berikutnya (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar data dengan kata kunci yang telah ditebalkan; kelompok mahir diberikan teks narasi sumber sejarah nasional yang lebih padat dengan distraktor informasi yang lebih banyak.
- Proses: Guru memberikan panduan terbimbing langkah demi langkah untuk kelompok yang masih ragu memilah data relevan, sedangkan kelompok mandiri mengolah data langsung secara kolaboratif.
- Produk: Format penyajian matriks olahan informasi dapat berupa diagram alur kronologis terstruktur atau tabel klasifikasi data peristiwa sejarah nasional.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat menjodohkan 4 kartu potongan data peristiwa proklamasi ke dalam 4 kategori (Waktu/Tempat, Tokoh, Kronologi, Dampak Langsung). Acuan jawaban: (1) Rengasdengklok 16 Agustus 1945 -> Kategori Waktu/Tempat; (2) Sukarno dan Moh. Hatta -> Kategori Tokoh; (3) Perumusan naskah di rumah Laksamana Maeda -> Kategori Kronologi; (4) Menghasilkan teks proklamasi -> Kategori Dampak Langsung. Kriteria: Paham bila mampu mengelompokkan minimal 3 kartu dengan tepat.
Proses:- Formatif proses melalui observasi Lembar Kerja Pengolahan Informasi. Butir acuan yang wajib diolah: (1) Latar belakang (desakan golongan muda); (2) 4 Tokoh kunci (Sukarno, Moh. Hatta, Ahmad Soebardjo, Sayuti Melik); (3) Runtutan peristiwa (16 Agustus dini hari ke Rengasdengklok, malam perumusan di rumah Maeda, 17 Agustus pukul 10.00 pembacaan teks di Pegangsaan Timur 56); (4) Eliminasi 3 data tidak relevan (Perundingan Linggarjati, Perang Pasifik 1941, Berdirinya Budi Utomo).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi berisi 3 butir soal verifikasi relevansi data sejarah nasional: (1) Sebutkan 2 nama tokoh yang relevan dalam perumusan naskah proklamasi (Acuan benar: Sukarno, Moh. Hatta, atau Ahmad Soebardjo); (2) Tentukan apakah informasi 'Agresi Militer Belanda II tahun 1948' relevan diolah dalam peristiwa seputar 17 Agustus 1945 (Acuan benar: Tidak relevan karena terjadi setelah kemerdekaan); (3) Urutkan secara kronologis: A. Pembacaan teks proklamasi, B. Peristiwa Rengasdengklok, C. Perumusan naskah di rumah Maeda (Acuan benar: B - C - A).
Formatif:- Penilaian kinerja pengolahan data pada Lembar Kerja Pengolahan Informasi Sejarah Nasional (memilah fakta relevan dan membuang informasi yang tidak relevan)
- Observasi lembar kerja kolaborasi kelompok saat mengkategorikan tokoh, kronologi, dan dampak peristiwa nasional
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Relevansi Informasi yang Diolah | Mengolah kurang dari 2 butir informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa sejarah nasional dan masih memasukkan data yang tidak berkaitan. | Mengolah 2 butir informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa sejarah nasional, tetapi masih ada data tidak relevan yang tercampur. | Mengolah 3 butir informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa sejarah nasional (latar belakang, tokoh, dan kronologi) serta memisahkan data tidak relevan secara tepat. | Mengolah seluruh 4 butir informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa sejarah nasional (latar belakang, tokoh lengkap, kronologi urut, dan dampak langsung) serta mampu mengeliminasi seluruh data pengalih secara tepat dan mandiri. | | Kolaborasi Pengolahan Data | Tidak berbagi tugas dalam kelompok saat mengolah informasi sehingga pengolahan data didominasi satu orang. | Berbagi tugas pengolahan informasi dalam kelompok namun masih membutuhkan dorongan dan arahan berulang dari guru. | Bekerja sama secara aktif dan berbagi peran secara seimbang dalam memverifikasi dan menyusun informasi peristiwa sejarah nasional. | Bekerja sama secara konsisten, saling memeriksa validitas data teman secara mandiri, dan menyelesaikan pengolahan informasi tepat waktu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan pengolahan data peristiwa sejarah nasional membantu murid membedakan data relevan dan tidak relevan secara jelas?
- Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok selama aktivitas kolaborasi pengolahan informasi berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari langkah menyaring dan mengolah informasi sejarah nasional yang paling menantang bagiku?
- Bagaimana kerja sama kelompok membantuku menyelesaikan pengolahan data peristiwa sejarah nasional dengan lebih mudah?
Pertemuan 13 — Mengolah Informasi yang Relevan dari Penyelidikan Peristiwa Sejarah Global secara Berkolaborasi — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.4 Mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global secara berkolaborasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama murid (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa sejarah global secara berkolaborasi dalam kelompok (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 butir potongan informasi mengenai peristiwa Revolusi Industri dunia di papan tulis: (1) Mesin uap James Watt meningkatkan produksi tekstil secara massal, (2) Raja Louis XVI mengenakan pakaian sutra mewah saat pesta istana, (3) Jalur kereta api dibangun melintasi negara-negara Eropa untuk distribusi barang pabrik. Murid secara cepat diminta mengidentifikasi butir mana yang relevan dengan topik sejarah ekonomi global 'Transformasi Produksi dan Distribusi Perdagangan Dunia' (acuan jawaban relevan: butir 1 dan butir 3, sedangkan butir 2 tidak relevan) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak panduan guru mengenai tata cara mengolah informasi hasil penyelidikan peristiwa sejarah global, mencakup seleksi data yang relevan dengan fokus topik dan pengelompokan data ke dalam tabel matriks informasi (latar belakang, kronologi kejadian, dan dampak lintas negara) (12 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis kilat 'Pilah Kartu Sejarah Global': masing-masing pasangan menerima 4 potongan kartu pernyataan tentang 'Krisis Minyak Global 1973': Kartu A 'Embargo minyak memicu lonjakan harga energi di seluruh dunia', Kartu B 'Mode celana cutbray populer di kalangan anak muda tahun 1970-an', Kartu C 'Negara-negara importir minyak mengalami inflasi dan kelesuan pabrik', Kartu D 'Perang Yom Kippur menjadi pemicu utama negara produsen membatasi kuota ekspor'. Pasangan murid mengelompokkan kartu yang relevan dengan faktor dan dampak ekonomi krisis energi dunia (acuan kartu relevan: Kartu A, C, dan D; kartu tidak relevan: Kartu B) (13 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bergabung ke dalam kelompok beranggotakan 4 orang, lalu menerima lembar kerja penyelidikan berisi teks sumber data mentah peristiwa sejarah global 'Revolusi Industri Dunia dan Ekspansi Perdagangan Global' (5 menit).
- Secara berkolaborasi dalam kelompok, murid menyaring dan memilih butir-butir fakta mentah yang relevan dengan topik penyelidikan, menyingkirkan detail peristiwa yang tidak berhubungan dengan tema (20 menit).
- Secara berkolaborasi, setiap kelompok mengolah informasi relevan yang telah disaring tersebut ke dalam tabel matriks analisis dengan 3 kolom wajib: (1) Faktor Pemicu Global (acuan: penemuan mesin uap, kebutuhan bahan baku, pencarian pasar baru), (2) Proses Transformasi Industri (acuan: mekanisasi pabrik, peralihan rute dagang maritim uap, sistem kerja pabrik massal), dan (3) Dampak Perdagangan Antarnegara (acuan: terbentuknya jaringan pasar internasional, penurunan biaya logistik komoditas global, pembagian kerja ekonomi internasional) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok saling menukarkan hasil tabel matriks olahan informasi sejarah global miliknya dengan kelompok lain untuk memeriksa kelengkapan dan kesesuaian data berdasarkan lembar cek acuan kerja (12 menit).
- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses pengolahan data sejarah: mencermati tantangan saat menyaring fakta yang relevan serta bagaimana pembagian peran dalam kelompok membantu penyelesaian tabel matriks informasi (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan alur mengolah data penyelidikan peristiwa sejarah global mulai dari memilah relevansi fakta hingga mengelompokkannya secara tematis (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas kolaborasi pengolahan informasi tiap kelompok dan menutup pertemuan pembelajaran dengan salam (8 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan teks peristiwa global dengan kata kunci yang sudah digarisbawahi sebagian; kelompok mahir diberikan teks komprehensif berisi percampuran narasi sosial dan ekonomi untuk dipilah secara mandiri.
- Proses: Guru memberikan scaffolding terstruktur pada pembagian baris tabel untuk kelompok yang kesulitan mengkategorisasi, sedangkan kelompok mahir langsung mengelompokkan data secara mandiri.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan matriks olahan informasi dalam bentuk tabel bagan pohon atau tabel kolom matriks standar dengan kelengkapan komponen data yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemilahan relevansi informasi pada 3 potongan teks peristiwa sejarah: (1) Mesin uap James Watt meningkatkan produksi tekstil secara massal, (2) Raja Louis XVI mengenakan pakaian sutra mewah saat pesta istana, (3) Jalur kereta api dibangun melintasi negara-negara Eropa untuk distribusi barang pabrik. Kriteria: Murid tepat menentukan butir yang relevan dengan topik sejarah ekonomi global (acuan: butir 1 dan 3 relevan; butir 2 tidak relevan).
Proses:- Pengamatan keterlibatan kolaboratif kelompok saat menyortir data mentah penyelidikan sejarah global.
- Pemeriksaan ketepatan pengisian 3 kategori matriks pengolahan informasi (Faktor Pemicu Global, Proses Transformasi Industri, dan Dampak Perdagangan Antarnegara) dari lembar kerja kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman pengolahan informasi pada penutup sesi: setiap kelompok menyerahkan tabel matriks olahan informasi peristiwa sejarah global untuk dinilai keterpenuhan data relevan pada ketiga kategorinya sesuai kunci acuan.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengolahan informasi peristiwa sejarah global pada lembar kerja matriks kolaboratif kelompok menggunakan rubrik analitis.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengolahan Informasi Peristiwa Sejarah Global yang Relevan | Mengolah informasi dengan memasukkan data yang sebagian besar tidak relevan dengan topik sejarah global dan belum mengelompokkannya ke dalam kategori yang tepat. | Mengolah informasi dengan memilah sebagian data relevan, namun hanya mengisi 1 kategori matriks peristiwa global secara tepat sesuai acuan. | Mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa sejarah global secara tepat pada minimal 2 kategori matriks sesuai acuan kerja. | Mengolah seluruh informasi relevan dari penyelidikan peristiwa sejarah global secara tepat, lengkap, dan sistematis pada ketiga kategori matriks (faktor pemicu, proses transformasi, dan dampak perdagangan) sesuai acuan kerja. | | Kolaborasi Pengolahan Informasi | Pekerjaan pengolahan informasi hanya dilakukan oleh satu anggota tanpa adanya pembagian kerja antaranggota kelompok. | Terjadi pembagian kerja namun masih membutuhkan arahan intensif guru agar setiap anggota kelompok berkontribusi mengolah data. | Semua anggota kelompok berbagi tugas menyaring dan mencatat data informasi sejarah global dengan bimbingan minimal. | Semua anggota kelompok berkolaborasi aktif, berbagi peran mengolah data mentah ke dalam kategori matriks secara mandiri dan solid. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks penyelidikan sejarah global yang disediakan cukup kontekstual dan dapat dipahami murid untuk disaring datanya?
- Bagaimana efektivitas kerja kolaboratif murid dalam mengelompokkan data ke dalam tabel matriks?
Murid:- Bagian mana dari pengolahan informasi sejarah dunia yang paling menantang untuk disaring dan dikategorikan?
- Bagaimana kontribusiku dan teman-teman kelompok saat menyelesaikan pengolahan data peristiwa sejarah hari ini?
Pertemuan 14 — Mengolah Informasi Hasil Komparasi Peristiwa Penting Tingkat Nasional dan Global secara Berkolaborasi — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.4 Mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global secara berkolaborasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta menyampaikan alur belajar pengolahan komparasi peristiwa sejarah tingkat nasional dan global (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan lembar tes kesiapan berupa 2 pasang fakta singkat untuk menguji kemampuan memilah persamaan dan perbedaan data peristiwa sejarah nasional dan global (15 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid secara berkesadaran menyimak penjelasan guru tentang teknik komparasi data sejarah menggunakan diagram matriks perbandingan berfokus pada 3 elemen: latar belakang/pemicu, dampak ekonomi-perdagangan, serta resolusi/adaptasi (15 menit).
- Dalam format berpasangan yang menggembirakan melalui 'Tantangan Cepat Temu-Beda', murid membaca ringkasan 2 studi kasus teks sejarah komparatif: Teks Nasional (Krisis Moneter Indonesia 1997/1998) dan Teks Global (Krisis Finansial Global 'The Great Depression' 1929) yang disajikan pada lembar modul (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid membentuk kelompok kerja kolaboratif (4-5 orang) dan menerima Lembar Kerja Komparasi Peristiwa Penting Tingkat Nasional dan Global (10 menit).
- Secara berkolaborasi dan penuh makna, setiap kelompok mengolah dan menyusun informasi ke dalam tabel matriks komparasi yang memuat 4 butir analisis komparasi: (1) Pemicu utama krisis, (2) Dampak terhadap perdagangan/daya beli masyarakat, (3) Kebijakan penyelesaian, dan (4) Sintesis titik temu keterhubungan global terhadap perekonomian nasional (acuan jawaban: Pemicu 1998: depresiasi rupiah & utang luar negeri swasta; Pemicu 1929: jatuhnya bursa saham Wall Street New York; Dampak 1998: inflasi tinggi, barang impor mahal, kebangkrutan usaha; Dampak 1929: depresi ekonomi masif dunia, penurunan drastis volume ekspor-impor; Solusi 1998: restrukturisasi perbankan, stimulus jaring pengaman; Solusi 1929: program New Deal investasi publik; Sintesis: krisis pasar global langsung menekan stabilitas perdagangan nasional karena keterhubungan sistem perbankan dan ekspor) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya melakukan pemeriksaan silang (peer check) antar-kelompok terhadap kelengkapan 4 butir hasil olahan komparasi data sejarah pada matriks masing-masing menggunakan panduan koreksi (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan teknik pengolahan komparasi data peristiwa sejarah nasional dan global yang telah dikerjakan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap efektivitas kerja sama kelompok dan mengumumkan agenda pertemuan berikutnya mengenai penyusunan sintesis akhir tanpa memberikan rangkuman penutup bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkasan komparasi yang telah diberi penanda visual (highlight) pada kata-kata kunci pemicu dan dampak; murid mahir diberikan teks studi komparasi tanpa penanda visual.
- Proses: Kelompok dengan kesiapan rendah dipandu langsung oleh guru saat memetakan 2 butir awal matriks; kelompok mandiri mengolah seluruh butir komparasi secara otonom dalam kelompok.
- Produk: Semua kelompok menghasilkan tabel matriks komparasi yang sama, namun kelompok yang bergerak cepat dapat menambahkan catatan kaki mengenai keterkaitan langsung pola krisis masa lampau dengan era perdagangan digital masa kini.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis kesiapan mengolah perbandingan data: Murid mencocokkan 2 pasang fakta sejarah berikut ke dalam kategori 'Persamaan' atau 'Perbedaan': Butir 1: 'Krisis 1998 dan Krisis 1929 sama-sama memicu penurunan drastis daya beli masyarakat dan melonjaknya angka pengangguran' (acuan jawaban: Persamaan); Butir 2: 'Krisis 1998 dipicu oleh pelemahan nilai tukar mata uang di Asia Tenggara, sedangkan Krisis 1929 dipicu jatuhnya pasar saham di Amerika Serikat' (acuan jawaban: Perbedaan).
Proses:- Observasi formatif keterlibatan kolaboratif dan ketepatan pengisian matriks komparasi 4 butir (Pemicu, Dampak Perdagangan, Solusi, Sintesis Keterhubungan) berdasarkan lembar data yang disediakan saat kegiatan inti.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat individu (Exit Ticket): Menuliskan 1 persamaan utama dan 1 perbedaan utama antara Krisis Moneter Indonesia 1997/1998 dengan Krisis Global 1929 berdasarkan hasil olahan komparasi kelompok (kriteria penerimaan: Persamaan memuat penurunan daya beli/kelesuan ekonomi/dampak pengangguran; Perbedaan memuat pemicu nilai tukar rupiah vs kejatuhan bursa saham New York).
Formatif:- Penilaian kinerja pengolahan matriks komparasi informasi peristiwa nasional dan global secara kolaboratif
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengolahan Informasi Komparasi Peristiwa Nasional dan Global | Mengolah kurang dari 2 butir informasi komparasi (dari 4 butir: Pemicu, Dampak Perdagangan, Solusi, Sintesis Keterhubungan) secara tepat dengan bantuan intensif guru. | Mengolah tepat 2 dari 4 butir informasi komparasi peristiwa nasional dan global ke dalam matriks dengan bantuan sesekali dari guru. | Mengolah tepat 3-4 butir informasi komparasi peristiwa nasional dan global ke dalam matriks secara tepat dan runtut dalam kerja kelompok. | Mengolah seluruh 4 butir informasi komparasi peristiwa nasional dan global secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa kesalahan penempatan kategori. | | Kolaborasi dalam Penyelidikan Data Sejarah | Pasif dalam kelompok kerja dan hanya mengandalkan pekerjaan satu rekan saat mengisi lembar komparasi data. | Terlibat dalam pembagian tugas kelompok mengolah data setelah diarahkan dan diingatkan oleh anggota tim atau guru. | Aktif berkolaborasi membagi peran membaca dan mengisi matriks komparasi secara tertib bersama seluruh anggota kelompok. | Konsisten berkolaborasi aktif, mengkoordinasikan pembagian pembacaan teks peristiwa sejarah secara seimbang dan tuntas bersama seluruh anggota kelompok. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit pada tahap pengolahan tabel komparasi mencukupi bagi setiap kelompok untuk mendiskusikan data?
- Bagian mana dari komparasi peristiwa nasional dan global yang paling banyak memicu miskonsepsi pada murid?
Murid:- Apa hal terpenting yang saya pelajari hari ini tentang cara membandingkan peristiwa sejarah nasional dan global?
- Bagaimana kerja sama dalam kelompok tadi membantu saya menyelesaikan tabel perbandingan data dengan lebih mudah?
Pertemuan 15 — Mengolah Informasi Sintesis Akhir Penyelidikan Peristiwa Sejarah secara Berkolaborasi — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.4 Mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global secara berkolaborasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-15, yaitu mengolah informasi sintesis akhir penyelidikan peristiwa sejarah secara berkolaborasi (3 menit).
- Guru membagikan lembar asesmen awal berisi 3 butir pertanyaan diagnostik untuk memetakan kesiapan murid dalam menyintesis dan memilah informasi sejarah yang relevan (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok menyimak penjelasan panduan penyusunan sintesis akhir, yaitu cara mengintegrasikan temuan data penyelidikan sejarah dari tingkat lokal, nasional, dan global ke dalam format matriks sintesis akhir yang terpadu (10 menit).
- Setiap kelompok mencermati contoh pemilahan informasi pada 3 potongan data kartu uji coba: Kartu A (data relevan: catatan arsip perdagangan pelabuhan lokal tahun 1930), Kartu B (data relevan: regulasi ekspor-impor nasional Hindia Belanda 1930), dan Kartu C (data tidak relevan: resep masakan tradisional 1930), lalu menentukan data yang harus dipertahankan atau disingkirkan (acuan: Kartu A dan B dipertahankan karena relevan dengan dinamika perdagangan, Kartu C disingkirkan karena tidak relevan) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Tangkas Pilah Data' sebagai aktivitas pembuka aplikasi: setiap pasangan dalam waktu 5 menit mengelompokkan 4 kartu kilas data penyelidikan ke dalam amplop Relevan atau Tidak Relevan: (1) Angka inflasi dunia pasca-krisis 1929 -> Relevan; (2) Data penutupan toko kelontong lokal 1931 -> Relevan; (3) Skor pertandingan sepak bola lokal 1930 -> Tidak Relevan; (4) Peraturan pembatasan impor nasional 1932 -> Relevan (acuan: kartu 1, 2, 4 masuk Relevan; kartu 3 masuk Tidak Relevan) (15 menit).
- Murid secara berkolaborasi dalam kelompok kerja mengolah seluruh data hasil penyelidikan peristiwa sejarah (lokal, nasional, global) yang telah dikumpulkan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya ke dalam Lembar Kerja Sintesis Akhir yang memuat 3 kolom terpadu: Fakta Kunci yang Tervalidasi, Benang Merah Keterhubungan Antarruang, dan Simpulan Sintesis Akhir (30 menit).
- Setiap anggota kelompok berbagi peran secara kolaboratif untuk memverifikasi kelengkapan dan relevansi data pada lembar sintesis akhir, memastikan tidak ada data kontradiktif atau tidak relevan yang dimasukkan ke dalam rumusan sintesis kelompok (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan saling silang draf matriks sintesis antarkelompok untuk saling memeriksa ketepatan pengolahan data menggunakan panduan cek silang 3 kriteria keterpaduan (10 menit).
- Setiap kelompok menuliskan catatan perbaikan berdasarkan masukan kelompok lain serta menyimpulkan efektivitas kolaborasi dalam menyatukan data penyelidikan sejarah (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap proses pengolahan dan sintesis informasi yang telah diselesaikan kelompok (2 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 2 butir soal evaluasi pemilahan dan penarikan simpulan sintesis data (2 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (pertemuan ke-16) yaitu pelaksanaan asesmen sumatif bab, lalu menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar matriks sintesis dengan panduan pertanyaan penuntun pada setiap kolom; murid yang sudah mahir mengolah lembar sintesis komparatif yang memuat lebih dari 3 peristiwa keterhubungan.
- Proses: Kelompok bertingkat kemandirian sedang didampingi intensif oleh guru saat menyusun benang merah keterhubungan; kelompok mandiri melakukan verifikasi data secara mandiri.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan draf sintesis akhir dalam bentuk tabel matriks analitis terstruktur atau diagram alur sintesis data terpadu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal diagnostik awal (3 butir): (1) Manakah data yang paling relevan untuk sintesis sejarah krisis ekonomi 1930 di tingkat lokal? Pilihan: A. Penurunan harga komoditas karet di pasar lokal, B. Jadwal bioskop lokal tahun 1930 (acuan: A); (2) Jika ditemukan dua data sejarah nasional yang saling bertentangan tahunnya, langkah pengolahan apa yang dilakukan? (acuan: membandingkan dengan sumber arsip/rujukan primer lain yang valid); (3) Apa yang dimaksud dengan sintesis dalam pengolahan informasi sejarah? (acuan: memadukan berbagai fakta dan informasi terpisah menjadi satu kesimpulan utuh).
Proses:- Pengamatan keterlibatan kolaborasi pengolahan informasi menggunakan lembar observasi kerja kelompok (kriteria: pembagian peran pengolahan data, konsensus pemilahan informasi).
- Pemeriksaan draf Lembar Kerja Sintesis Akhir kelompok: memastikan terisinya 3 kolom (Fakta Kunci yang Tervalidasi, Benang Merah Keterhubungan Antarruang, Simpulan Sintesis Akhir) dengan data yang relevan tanpa memasukkan data spurious/tidak berhubungan.
Akhir Pertemuan:- Soal cek pemahaman akhir (2 butir): (1) Disediakan 3 data: [Data 1: Penutupan pabrik gula lokal 1931], [Data 2: Kebijakan kuota gula pemerintah kolonial Hindia Belanda 1931], [Data 3: Peraturan lalu lintas trem Batavia 1931]. Tentukan data yang disingkirkan saat menyusun sintesis dampak krisis industri gula! (acuan: Data 3 disingkirkan karena tidak berkaitan dengan rantai krisis industri gula); (2) Tuliskan 1 kalimat simpulan sintesis dari gabungan Data 1 dan Data 2! (kriteria penerimaan: kalimat simpulan menghubungkan penutupan pabrik lokal dengan dampak kebijakan kuota nasional secara logis).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengolahan data pada Lembar Kerja Sintesis Akhir kelompok
- Tes tertulis objektif singkat (asesmen awal dan asesmen akhir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengolahan dan pemilahan informasi relevan | Memasukkan seluruh data tanpa pemilahan sehingga data tidak relevan masih mendominasi lembar kerja sintesis. | Memilah sebagian informasi namun masih menyertakan data yang tidak relevan ke dalam rumusan sintesis akhir. | Mengolah dan memilah seluruh informasi penyelidikan dengan tepat sesuai acuan, menyingkirkan data yang tidak relevan secara konsisten. | Mengolah dan memilah seluruh informasi penyelidikan dengan sangat tepat, menyingkirkan data yang tidak relevan, serta mampu memverifikasi silang keabsahan antardata secara mandiri. | | Perumusan sintesis akhir penyelidikan | Belum merumuskan simpulan sintesis, hanya menyalin ulang catatan peristiwa tanpa keterpaduan antarruang. | Merumuskan simpulan sintesis yang menghubungkan data lokal dan nasional, namun keterkaitan tingkat global belum terpadu. | Merumuskan simpulan sintesis akhir yang memadukan informasi penyelidikan peristiwa penting lingkup lokal, nasional, dan global secara logis dan runtut. | Merumuskan simpulan sintesis akhir yang memadukan informasi peristiwa lingkup lokal, nasional, dan global secara komprehensif, logis, dan mendalam. | | Kolaborasi dalam pengolahan data | Hanya satu anggota kelompok yang bekerja mengolah data lembar kerja sintesis. | Anggota kelompok berbagi tugas pengolahan data namun koordinasi dan verifikasi bersama masih minim. | Seluruh anggota kelompok berbagi peran aktif dan bekerja sama dalam memilah serta menyintesis informasi hingga tuntas. | Seluruh anggota kelompok secara konsisten berkolaborasi aktif, saling memverifikasi data temuan, dan mencapai konsensus kelompok tanpa kendala. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 120 menit memadai untuk menyelesaikan pengolahan sintesis akhir dari tiga tingkatan penyelidikan (lokal, nasional, global)?
- Sejauh mana kelompok mampu membedakan informasi yang benar-benar relevan dari informasi yang hanya bersifat pelengkap?
- Bagaimana efektivitas permainan 'Tangkas Pilah Data' dalam mengaktifkan pemahaman murid sebelum mengisi lembar kerja sintesis?
Murid:- Bagian mana dari data penyelidikan sejarah kelompok kami yang paling menantang untuk disatukan ke dalam simpulan sintesis?
- Bagaimana pembagian peran di kelompok saya membantu mempercepat pengolahan data secara akurat?
Pertemuan 16 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
- TP 9.3.2 Menelaah peran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
- TP 9.3.3 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global
- TP 9.3.4 Mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global secara berkolaborasi
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif bab dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, mekanisme pengerjaan dua sesi (kinerja kolaboratif pengolahan informasi sejarah dan tes esai individu), serta menegakkan integritas dan ketertiban asesmen (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan petunjuk teknis Lembar Kerja Kolaboratif untuk tugas kelompok serentak (7 kelompok, masing-masing 4 murid) mengenai pengolahan data sintesis peristiwa sejarah penting lokal/nasional/global yang mencakup 3 aspek: kategorisasi data relevan, validasi kredibilitas fakta, dan perumusan simpulan tematik (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara berkelompok mengerjakan tugas serentak Kinerja Kolaboratif: mengolah lembar kerja data peristiwa sejarah penting (lokal: Perkembangan Jalur Perdagangan Pelabuhan Sunda Kelapa; nasional: Kebijakan Ekonomi Benteng 1950; global: Krisis Minyak Global 1973) dengan memetakan keterkaitan data primer-sekunder, memvalidasi sumber, dan merumuskan simpulan keterhubungan historis (50 menit).
- Murid secara individu mengerjakan Tes Tertulis Esai Analitis secara mandiri dan serentak yang memuat 3 butir soal: (1) Telaah peran masyarakat (konsumen cerdas, produsen UMKM inovatif, komunitas kreatif) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital; (2) Telaah peran negara (regulasi/perlindungan konsumen, penyediaan infrastruktur telekomunikasi, insentif fiskal) dalam perekonomian digital; (3) Analisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa mendatang pada salah satu peristiwa penting lingkup lokal/nasional/global (acuan: kontinuitas sebab-akibat lintas waktu) (55 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan peninjauan akhir secara berkesadaran terhadap kelengkapan berkas jawaban esai individu dan lembar portofolio kelompok sebelum dikumpulkan secara tertib (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar portofolio kerja kelompok dan lembar esai individu murid (1 menit).
- Guru dan murid melakukan refleksi singkat mengenai proses pelaksanaan asesmen serta mengapresiasi kerja keras murid selama menempuh Bab 3 (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format lembar soal esai dengan cetakan huruf lebih besar bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah isi butir soal.
- Proses: Pemberian waktu jeda perenggangan 1 menit di antara sesi kelompok dan individu bagi murid yang memerlukan penyesuaian konsentrasi tanpa mengurangi waktu pengerjaan.
- Produk: Format penulisan lembar kerja portofolio kelompok dapat menggunakan diagram matriks atau format tabel sintesis data sesuai kesepakatan internal kelompok.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Asesmen kombinasi kinerja kolaboratif pengolahan data sejarah dan tes tertulis esai analitis ekonomi digital: Portofolio lembar kerja kolaboratif analisis data sejarah serta lembar jawaban esai individu tentang telaah ekonomi digital dan kronologi sejarah
- kinerja kelompok serentak: Lembar kerja kelompok berisi hasil sintesis dan pengolahan informasi dari data penyelidikan peristiwa sejarah penting (lokal/nasional/global) yang dikerjakan bersamaan oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian kinerja pengolahan informasi)
- tes tertulis esai serentak: Lembar jawaban esai murid yang memuat telaah peran masyarakat, telaah peran negara dalam ekonomi digital, serta analisis keterhubungan masa lampau-kini-mendatang dari peristiwa sejarah yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid secara serentak (70 menit; individual; instrumen: rubrik analitis dan pedoman penskoran esai)
Sumatif:- Asesmen kombinasi kinerja kolaboratif pengolahan data sejarah dan tes tertulis esai analitis ekonomi digital: Portofolio lembar kerja kolaboratif analisis data sejarah serta lembar jawaban esai individu tentang telaah ekonomi digital dan kronologi sejarah
- kinerja kelompok serentak: Lembar kerja kelompok berisi hasil sintesis dan pengolahan informasi dari data penyelidikan peristiwa sejarah penting (lokal/nasional/global) yang dikerjakan bersamaan oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian kinerja pengolahan informasi)
- tes tertulis esai serentak: Lembar jawaban esai murid yang memuat telaah peran masyarakat, telaah peran negara dalam ekonomi digital, serta analisis keterhubungan masa lampau-kini-mendatang dari peristiwa sejarah yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid secara serentak (70 menit; individual; instrumen: rubrik analitis dan pedoman penskoran esai)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menelaah Peran Masyarakat dalam Ekonomi Digital (TP 9.3.1) | Belum mampu menelaah peran masyarakat, hanya menyebutkan 1 peran umum tanpa kaitan ekonomi digital (Acuan: konsumen digital cerdas/kritis, produsen/UMKM digital inovatif, literasi keuangan komunitas kreatif). | Menelaah 1 peran masyarakat dalam ekonomi digital secara tepat sesuai acuan materi. | Menelaah 2 dari 3 peran masyarakat dalam ekonomi digital secara tepat disertai contoh nyata (Acuan: konsumen digital cerdas, produsen UMKM lokal digital, literasi keuangan komunitas). | Menelaah seluruh 3 peran masyarakat dalam ekonomi digital secara tepat, mendalam, dan komprehensif (Acuan: konsumen digital cerdas, produsen UMKM lokal digital, dan literasi keuangan komunitas). | | Menelaah Peran Negara dalam Ekonomi Digital (TP 9.3.2) | Belum mampu menelaah peran negara, hanya menyebutkan peran umum pemerintah tanpa kaitan ekonomi digital (Acuan: regulasi & perlindungan konsumen, penyediaan infrastruktur telekomunikasi, kebijakan fiskal & subsidi UMKM). | Menelaah 1 peran negara dalam ekonomi digital secara tepat sesuai acuan materi. | Menelaah 2 dari 3 peran negara dalam ekonomi digital secara tepat dan jelas (Acuan: regulasi & perlindungan hukum konsumen, penyediaan infrastruktur jaringan/telekomunikasi, kebijakan fiskal/insentif pemberdayaan UMKM). | Menelaah seluruh 3 peran negara dalam ekonomi digital secara tepat, utuh, dan terperinci (Acuan: regulasi perlindungan konsumen, infrastruktur telekomunikasi, dan kebijakan fiskal/pemberdayaan UMKM). | | Menganalisis Keterhubungan Waktu Peristiwa Sejarah (TP 9.3.3) | Hanya mendeskripsikan peristiwa sejarah tanpa mengaitkan dimensi masa lampau, masa kini, dan masa mendatang. | Menganalisis keterhubungan antara masa lampau dan masa kini, namun belum memprediksi implikasi masa depan dari peristiwa sejarah yang dipilih. | Menganalisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan peristiwa sejarah (lokal/nasional/global) secara logis namun analisis masa depan masih bersifat umum. | Menganalisis secara runtut dan mendalam keterhubungan kausalitas masa lampau, kondisi riil masa kini, serta proyeksi masa depan peristiwa sejarah pada lingkup lokal, nasional, atau global. | | Mengolah Informasi Penyelidikan Sejarah secara Berkolaborasi (TP 9.3.4) | Kelompok hanya menyalin data mentah tanpa melakukan seleksi, pemilahan relevansi, maupun sintesis tematik. | Kelompok mengolah sebagian kecil informasi namun belum memilah data primer-sekunder secara konsisten. | Kelompok mengolah informasi yang relevan melalui kategorisasi data, verifikasi sumber, dan perumusan simpulan tematik sejarah secara terstruktur. | Kelompok mengolah seluruh informasi secara kritis dan komprehensif, mengintegrasikan multi-perspektif sumber sejarah, dan menghasilkan sintesis data yang terstruktur rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 50 menit kinerja kelompok dan 55 menit tes esai individu berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana tingkat ketuntasan murid pada capaian pemahaman konsep ekonomi digital dibandingkan dengan keterampilan analisis peristiwa sejarah?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif ini yang paling menantang kemampuan berpikir analitis saya?
- Bagaimana kontribusi saya dalam kerja kolaboratif pengolahan informasi sejarah bersama kelompok?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
- Buku Panduan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
- Lembar Kerja Telaah Kasus Konsumen Digital
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX SMP/MTs Kemendikbudristek (Edisi Revisi), Bab 3
- Buku Siswa IPS Kelas IX SMP/MTs Kemendikbudristek (Edisi Revisi), Bab 3
- Lembar Kerja Studi Kasus Profil UMKM Lokal (Kripik Singkong Berkah, Pengrajin Gerabah, Produsen Sambal, Konveksi Lokal)
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Revisi (Kemendikbudristek 2023, Bab 3 Hal. 141-164).
- Buku Siswa IPS Kelas IX Revisi (Kemendikbudristek 2023, Bab 3 Hal. 151-164).
- Set kartu skenario peran masyarakat 'Cerdas Finansial & Kreatif Digital' dan lembar kerja telaah IPS.
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2024, Bab 3)
- Buku Siswa IPS Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2024, Bab 3 Subbab A)
- Lembar ringkasan regulasi digital (UU Perlindungan Konsumen, UU PDP, PP PMSE)
- Kartu respons visual dua warna (hijau/merah) untuk kuis interaktif
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023, Bab 3
- Lembar Telaah Studi Kasus Infrastruktur Telekomunikasi Nasional (Palapa Ring dan BTS 3T BAKTI Kominfo)
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa IPS Kelas IX Edisi Revisi (Bab 3: Peran Masyarakat dan Negara dalam Perdagangan di Era Digital)
- Lembar ringkasan informasi kebijakan PPh Final UMKM 0,5% dan program Gernas Bangga Buatan Indonesia
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Revisi (Kemendikbudristek 2023) Bab 3
- Buku Siswa IPS Kelas IX Revisi (Kemendikbudristek 2023) Bab 3 Halaman 168-172
- Teks Sumber Sejarah Lokal: Lembar Bacaan Transformasi Pasar Beringharjo dan Sunda Kelapa
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2023), Bab 3 Halaman 157-160.
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2023), Bab 3 Subbab B Halaman 168-171.
- Lembar Kerja Analisis Tiga Dimensi Waktu Peristiwa Nasional (Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi 1945).
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Revisi (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa IPS Kelas IX Revisi Halaman 168-175
- Bagan Infografis Linimasa Sejarah Revolusi Industri dan Perdagangan Global
- Set Kartu Waktu Global (Masa Lampau, Masa Kini, Masa Depan)
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Bab 3, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2023
- Lembar Kerja Matriks Ruang-Waktu (Lokal, Nasional, Global x Masa Lampau, Masa Kini, Masa Depan)
- Set Kartu Kuis Tantangan 'Teka-Teki Ruang & Waktu Sejarah'
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX Kurikulum Merdeka Revisi 2024
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX Kurikulum Merdeka Revisi 2024 Bab 3
- Lembar Kerja Siswa: Matriks Pengolahan Informasi Sejarah Lokal
- Set Kartu Fakta Peristiwa Sejarah Lokal (Transportasi dan Jalur Trem Cirebon)
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Revisi (Kemendikbudristek 2023), Bab 3 Subbab Peristiwa Sejarah
- Buku Teks Siswa IPS Kelas IX Revisi (Kemendikbudristek 2023), Bab 3 Halaman 168-175
- Lembar Dokumen Sejarah/Arsip Fakta Proklamasi Kemerdekaan RI 1945
- Lembar Kerja Pengolahan Informasi Sejarah Nasional
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Edisi Revisi, Bab 3
- Buku Siswa IPS Kelas IX Edisi Revisi, Bab 3 Subbab B (Pengolahan Informasi Sejarah)
- Lembar Kerja Siswa: Teks Sumber Penyelidikan Peristiwa Revolusi Industri Dunia
- Kartu Aktivitas 'Pilah Kartu Sejarah Global'
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Revisi (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa IPS Kelas IX Revisi Bab 3 (Kemendikbudristek 2023)
- Lembar Teks Peristiwa: Krisis Moneter 1997/1998 di Indonesia dan Krisis Finansial Global 1929
- Lembar Kerja Matriks Komparasi Peristiwa Penting Tingkat Nasional dan Global
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2023
- Kartu Uji Coba Data Sejarah (Kartu A, B, C) dan Set Kartu 'Tangkas Pilah Data'
- Lembar Kerja Sintesis Akhir Penyelidikan Peristiwa Sejarah
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa IPS Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023) Bab 3
- Lembar Kerja Portofolio Sintesis Sejarah dan Lembar Soal Esai Sumatif Bab 3
|