MODUL AJAR IPS — Kelas 9 (Fase D) Topik: Proyek Kolaboratif: Kampanye Literasi Finansial di Era Digital INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Proyek Kolaboratif: Kampanye Literasi Finansial di Era Digital |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat merancang dan melaksanakan kolaborasi berupa aksi kampanye penguatan literasi finansial yang ditujukan kepada kalangan remaja di lingkungan sekitar
- Murid dapat merefleksikan proses penelitian sederhana yang telah dilakukan dan menghubungkan temuan dengan potensi Indonesia sebagai negara maju di era ekonomi digital
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa literasi finansial penting bagi remaja di era ekonomi digital?
- Bagaimana hasil penelitian kalian dapat membantu meningkatkan kesadaran literasi finansial di lingkungan sekitar?
- Apa peran teknologi digital dalam kampanye literasi finansial yang akan kalian rancang?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
- Guru mengulas kembali kegiatan penelitian sederhana yang telah dilakukan di pertemuan sebelumnya tentang pemahaman literasi finansial di lingkungan sekitar
- Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Apa saja temuan menarik dari hasil kuesioner yang kalian sebarkan? Apakah ada pola atau tren yang kalian temukan?
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merancang kampanye literasi finansial sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu diskusi
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan hasil visualisasi data penelitian (tabel, grafik, atau diagram) yang telah mereka buat
- Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman terhadap temuan masing-masing kelompok
- Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengidentifikasi kesenjangan literasi finansial yang ditemukan dari hasil penelitian
- Murid bersama guru menyimpulkan pola umum pemahaman dan penerapan literasi finansial di lingkungan sekitar, serta mengaitkannya dengan tantangan ekonomi digital
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya literasi finansial sebagai bekal menghadapi perkembangan ekonomi digital dan potensi Indonesia menjadi negara maju
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok berdiskusi untuk merancang kampanye literasi finansial dengan menentukan: (a) Tujuan kampanye yang spesifik berdasarkan temuan penelitian mereka, (b) Sasaran audien (remaja di sekolah atau lingkungan sekitar), (c) Konten kampanye (informasi kunci tentang literasi finansial dan pemanfaatan teknologi digital), (d) Media kampanye (poster digital, video pendek, infografis, presentasi interaktif, atau media lainnya), (e) Alat dan bahan yang dibutuhkan, (f) Waktu dan langkah pelaksanaan kampanye
- Guru berkeliling mendampingi setiap kelompok, memberikan arahan dan memastikan rancangan kampanye relevan dengan temuan penelitian dan konteks ekonomi digital
- Kelompok membuat rancangan visual atau prototipe sederhana dari media kampanye yang akan digunakan
- Murid memanfaatkan teknologi (aplikasi desain, video editor, presentasi digital) untuk mengembangkan materi kampanye
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan rancangan kampanye mereka di depan kelas
- Kelompok lain memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan rancangan kampanye
- Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: Bagaimana proses penelitian dan perancangan kampanye ini membantu kalian memahami pentingnya literasi finansial? Apa tantangan yang kalian hadapi dalam merancang kampanye? Bagaimana rancangan ini dapat berkontribusi pada peningkatan literasi finansial di lingkungan kalian?
- Murid menuliskan refleksi pribadi tentang pembelajaran yang mereka peroleh dari seluruh proses penelitian hingga perancangan kampanye
- Guru mengaitkan hasil refleksi dengan potensi Indonesia menjadi negara maju di era ekonomi digital, menekankan peran generasi muda dalam membangun literasi finansial masyarakat
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang pentingnya kampanye literasi finansial sebagai solusi nyata dari hasil penelitian
- Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas setiap kelompok
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk finalisasi dan pelaksanaan kampanye
- Guru memberikan tugas rumah: menyempurnakan rancangan kampanye berdasarkan masukan yang diperoleh
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid dengan pemahaman lebih cepat dapat menambahkan analisis mendalam tentang keterkaitan literasi finansial dengan pertumbuhan ekonomi nasional; murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat fokus pada satu aspek literasi finansial yang paling relevan dengan temuan mereka
- Proses: Kelompok heterogen dibentuk agar murid dengan kemampuan beragam dapat saling melengkapi; guru memberikan scaffolding lebih intensif pada kelompok yang membutuhkan bimbingan dalam merancang kampanye; murid yang sudah mahir dapat diberikan peran sebagai peer tutor
- Produk: Murid dapat memilih media kampanye sesuai minat dan keterampilan: poster digital, video pendek, infografis interaktif, atau presentasi multimedia; tingkat kompleksitas konten disesuaikan dengan kemampuan kelompok (dari kampanye sederhana hingga kampanye multi-platform)
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang temuan hasil penelitian sederhana yang telah dilakukan
- Cek pemahaman murid tentang konsep literasi finansial dan ekonomi digital melalui pertanyaan lisan
Proses:- Observasi aktivitas diskusi kelompok dalam merancang kampanye
- Monitoring kemajuan perancangan melalui kunjungan ke setiap kelompok
- Penilaian partisipasi dalam presentasi dan pemberian masukan antar kelompok
- Checklist kelengkapan komponen rancangan kampanye
Akhir:- Penilaian rancangan kampanye menggunakan rubrik (aspek: kelengkapan komponen, relevansi dengan temuan penelitian, kreativitas, pemanfaatan teknologi)
- Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik (aspek: kejelasan penyampaian, kualitas visual, kemampuan menjawab pertanyaan)
- Penilaian refleksi tertulis individu (aspek: kedalaman pemahaman, kemampuan mengaitkan dengan konteks ekonomi digital, kesadaran diri)
Formatif:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil penelitian
- Penilaian proses perancangan kampanye melalui checklist komponen kampanye
- Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid
Sumatif:- Penilaian rancangan kampanye literasi finansial menggunakan rubrik
- Penilaian presentasi kelompok tentang rancangan kampanye
- Penilaian refleksi tertulis individu
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Komponen Rancangan Kampanye | Rancangan kampanye hanya memuat 1-2 komponen (tujuan, sasaran, konten, media, alat/bahan, waktu/langkah) dan tidak sistematis | Rancangan kampanye memuat 3-4 komponen dengan penjelasan yang masih kurang jelas dan kurang sistematis | Rancangan kampanye memuat 5-6 komponen dengan penjelasan yang cukup jelas dan sistematis | Rancangan kampanye memuat semua komponen (6 komponen) dengan penjelasan yang sangat jelas, sistematis, dan detail | | Relevansi dengan Temuan Penelitian | Rancangan kampanye tidak selaras dengan temuan penelitian kelompok dan tidak menunjukkan solusi atas masalah yang ditemukan | Rancangan kampanye sebagian kecil selaras dengan temuan penelitian tetapi solusi yang ditawarkan masih umum | Rancangan kampanye selaras dengan temuan penelitian dan menawarkan solusi yang cukup spesifik untuk meningkatkan literasi finansial | Rancangan kampanye sangat selaras dengan temuan penelitian dan menawarkan solusi inovatif yang spesifik, terukur, dan realistis untuk meningkatkan literasi finansial | | Kreativitas dan Pemanfaatan Teknologi Digital | Media kampanye sangat sederhana, tidak memanfaatkan teknologi digital, dan kurang menarik | Media kampanye cukup sederhana, memanfaatkan teknologi digital secara minimal, dan cukup menarik | Media kampanye kreatif, memanfaatkan teknologi digital dengan baik (poster digital, infografis), dan menarik perhatian audien | Media kampanye sangat kreatif dan inovatif, memanfaatkan teknologi digital secara optimal (video interaktif, media sosial, gamifikasi), dan sangat menarik perhatian audien | | Kolaborasi dan Pembagian Peran | Hanya 1-2 anggota kelompok yang aktif berkontribusi, tidak ada pembagian peran yang jelas | Sebagian anggota kelompok berkontribusi, pembagian peran ada tetapi belum merata | Semua anggota kelompok berkontribusi secara aktif dengan pembagian peran yang cukup jelas dan merata | Semua anggota kelompok berkontribusi secara optimal dengan pembagian peran yang sangat jelas, merata, dan saling melengkapi | | Kemampuan Presentasi dan Komunikasi | Presentasi tidak terstruktur, sulit dipahami, dan tidak mampu menjawab pertanyaan dengan tepat | Presentasi cukup terstruktur tetapi masih ada bagian yang kurang jelas, mampu menjawab sebagian pertanyaan | Presentasi terstruktur dengan baik, mudah dipahami, dan mampu menjawab sebagian besar pertanyaan dengan tepat | Presentasi sangat terstruktur, sangat jelas dan komunikatif, mampu menjawab semua pertanyaan dengan tepat dan meyakinkan | | Refleksi dan Keterkaitan dengan Ekonomi Digital | Refleksi sangat singkat, tidak menunjukkan pemahaman proses pembelajaran, dan tidak mengaitkan dengan konteks ekonomi digital atau potensi Indonesia | Refleksi cukup singkat, menunjukkan pemahaman dasar tentang proses pembelajaran, tetapi kaitan dengan ekonomi digital dan potensi Indonesia masih terbatas | Refleksi cukup mendalam, menunjukkan pemahaman yang baik tentang proses pembelajaran dan mengaitkan dengan konteks ekonomi digital serta potensi Indonesia | Refleksi sangat mendalam dan kritis, menunjukkan pemahaman komprehensif tentang proses pembelajaran, mengaitkan secara spesifik dengan ekonomi digital, potensi Indonesia sebagai negara maju, dan kesadaran peran diri sebagai generasi muda |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid mampu merancang kampanye literasi finansial yang relevan dengan temuan penelitian mereka?
- Sejauh mana murid menunjukkan kolaborasi dan kreativitas dalam merancang kampanye?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan belajar murid dengan kemampuan beragam?
- Apa kendala yang muncul dalam pembelajaran ini dan bagaimana mengatasinya di pertemuan berikutnya?
- Bagaimana saya dapat meningkatkan fasilitasi agar murid lebih mampu mengaitkan pembelajaran dengan konteks ekonomi digital dan potensi Indonesia?
Refleksi Murid:- Apa hal paling menarik yang saya pelajari dari proses merancang kampanye literasi finansial ini?
- Bagaimana proses penelitian dan perancangan kampanye ini mengubah pemahaman saya tentang literasi finansial di era digital?
- Apa tantangan terbesar yang saya hadapi dalam kerja kelompok dan bagaimana saya mengatasinya?
- Bagaimana kampanye yang kami rancang dapat membantu meningkatkan literasi finansial di lingkungan sekitar?
- Apa kontribusi saya dalam kelompok dan apa yang bisa saya tingkatkan untuk kolaborasi yang lebih baik?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPS Kelas IX SMP/MTs (Kemendikbudristek)
- Buku Guru IPS Kelas IX SMP/MTs (Kemendikbudristek)
- Hasil penelitian sederhana kelompok (data kuesioner, visualisasi data)
- Video literasi finansial dari internet (misalnya OJK, platform edukasi keuangan)
- Aplikasi desain digital (Canva, Photoshop, PowerPoint, Google Slides)
- Aplikasi video editor (CapCut, InShot, Filmora) untuk kelompok yang membuat video kampanye
- Lembar Kerja Perancangan Kampanye Literasi Finansial
- Artikel atau infografis tentang ekonomi digital dan literasi finansial di Indonesia
- Laptop/smartphone dengan akses internet
- Proyektor dan speaker untuk presentasi
|