Modul AjarPertemuan 9Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar IPS Kelas 9: Pelestarian Budaya dan Pewarisan Kearifan Lokal di Era Modern

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 9 dengan topik "Pelestarian Budaya dan Pewarisan Kearifan Lokal di Era Modern". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 9: Pelestarian Budaya dan Pewarisan Kearifan Lokal di Era Modern

IPS - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Pelestarian Budaya dan Pewarisan Kearifan Lokal di Era Modern

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPelestarian Budaya dan Pewarisan Kearifan Lokal di Era Modern
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengevaluasi implementasi pelestarian budaya dan upaya pewarisan kearifan lokal di masyarakat sekitar sebagai respons atas perubahan yang terjadi
  2. Murid dapat merancang ide kolaborasi untuk melestarikan kearifan lokal di era modernisasi dan globalisasi serta menyusun rencana aksi kampanye sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kearifan lokal apa saja yang masih lestari di lingkungan sekitar kita?
  2. Mengapa banyak kearifan lokal mulai ditinggalkan di era modernisasi?
  3. Bagaimana kita bisa melestarikan kearifan lokal sambil mengikuti perkembangan zaman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menanyakan pengalaman murid terkait tradisi atau kearifan lokal di lingkungan mereka (5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan bahwa hari ini murid akan mengevaluasi kondisi pelestarian budaya serta merancang kampanye pelestarian kearifan lokal (3 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menonton video singkat atau membaca teks tentang contoh pelestarian kearifan lokal di berbagai daerah Indonesia (10 menit)
  • Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) berdiskusi mengidentifikasi kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitar mereka dan menganalisis kondisi pelestariannya saat ini (10 menit)
  • Setiap kelompok mencatat minimal 3 contoh kearifan lokal (dapat berupa pepatah, cerita rakyat, upacara adat, kerajinan tradisional, sistem pertanian tradisional, dll) beserta kondisi pelestariannya (terancam punah, masih terjaga, atau mengalami adaptasi) (5 menit)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk berbagi temuan dan mengidentifikasi pola tantangan pelestarian yang dihadapi di era modern (5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dalam kelompok mengevaluasi implementasi pelestarian budaya yang sudah ada di masyarakat dengan menganalisis keberhasilan dan kelemahannya menggunakan panduan pertanyaan (Siapa pelakunya? Apa metodenya? Seberapa efektif? Apa hambatannya?) (10 menit)
  • Setiap kelompok merancang ide kolaborasi untuk melestarikan salah satu kearifan lokal yang mereka pilih dengan mempertimbangkan konteks modernisasi dan globalisasi (15 menit)
  • Kelompok menyusun rencana aksi kampanye sederhana meliputi: tujuan kampanye, sasaran audien, media kampanye (poster, video pendek, presentasi, atau pameran mini), alat dan bahan yang dibutuhkan, serta langkah pelaksanaan (10 menit)
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan kampanye mereka secara singkat (maksimal 3 menit per kelompok) dan menerima umpan balik dari kelompok lain (15 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi tentang pembelajaran hari ini: Apa yang saya pelajari tentang pelestarian kearifan lokal? Bagaimana saya bisa berkontribusi melestarikan budaya di lingkungan saya? Apa tantangan terbesar dalam melestarikan kearifan lokal? (5 menit)
  • Beberapa murid secara sukarela membagikan refleksi mereka kepada kelas (5 menit)
  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap proses pembelajaran, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pelestarian budaya (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya pelestarian kearifan lokal di era modern dan peran kolaborasi dalam upaya pelestarian (3 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa soal evaluasi singkat atau kuis untuk mengukur pemahaman murid (4 menit)
  • Guru memberikan tugas tindak lanjut: kelompok melanjutkan pengembangan rancangan kampanye untuk dieksekusi pada pertemuan berikutnya atau di luar jam pelajaran (2 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan motivasi (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan dapat fokus pada kearifan lokal yang lebih familiar (misalnya makanan tradisional atau permainan rakyat), sementara murid yang lebih cepat dapat mengeksplorasi kearifan lokal yang lebih kompleks seperti sistem nilai atau filosofi hidup masyarakat adat
  • Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding lebih banyak diberikan template struktur kampanye yang lebih terinci dengan panduan pertanyaan. Murid yang lebih mandiri dapat mengembangkan struktur kampanye mereka sendiri dengan kreativitas lebih tinggi
  • Produk: Murid dapat memilih format presentasi kampanye sesuai kekuatan mereka: visual (poster/infografis), verbal (naskah kampanye), atau multimedia (video pendek/presentasi digital)

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid dengan kearifan lokal di lingkungan mereka
  • Pertanyaan diagnostik: Sebutkan 2-3 kearifan lokal yang kalian ketahui dan jelaskan kondisinya saat ini

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok saat mengidentifikasi dan mengevaluasi kearifan lokal menggunakan lembar observasi
  • Monitoring proses perancangan kampanye dengan berkeliling ke setiap kelompok dan memberikan umpan balik
  • Penilaian sejawat menggunakan lembar penilaian presentasi (aspek: kejelasan ide, kelayakan rencana, kreativitas solusi)
  • Catatan guru tentang kualitas pertanyaan dan analisis yang diajukan murid

Akhir:

  • Penilaian produk rancangan kampanye menggunakan rubrik komprehensif (aspek: identifikasi masalah, desain solusi, kelayakan implementasi, kolaborasi)
  • Kuis singkat (5 pertanyaan pilihan ganda atau uraian pendek) tentang konsep pelestarian budaya dan kearifan lokal
  • Penilaian refleksi tertulis murid berdasarkan kedalaman analisis dan kesadaran diri

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok dan partisipasi murid
  • Penilaian proses perancangan kampanye melalui checklist komponen
  • Penilaian sejawat terhadap presentasi kelompok
  • Catatan anekdotal tentang kemampuan evaluasi dan kolaborasi murid

Sumatif:

  • Penilaian produk rancangan kampanye pelestarian kearifan lokal menggunakan rubrik
  • Evaluasi tertulis singkat tentang pemahaman pelestarian budaya
  • Penilaian refleksi tertulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Mengevaluasi Pelestarian BudayaBelum mampu mengidentifikasi kondisi pelestarian kearifan lokal di lingkungan sekitar atau memberikan evaluasi yang tidak relevanMampu mengidentifikasi kearifan lokal namun evaluasi terhadap implementasi pelestariannya masih dangkal dan belum melihat faktor penyebabMampu mengevaluasi implementasi pelestarian dengan mengidentifikasi keberhasilan dan kelemahan serta beberapa faktor penyebabnyaMampu mengevaluasi implementasi pelestarian secara komprehensif dengan menganalisis keberhasilan, kelemahan, faktor penyebab, dan dampaknya terhadap masyarakat
Kemampuan Merancang Kampanye KolaboratifRancangan kampanye tidak lengkap, tidak jelas tujuannya, dan tidak menunjukkan unsur kolaborasiRancangan kampanye memiliki tujuan namun strategi dan langkah pelaksanaannya masih sederhana dan belum menunjukkan kolaborasi yang kuatRancangan kampanye memiliki tujuan jelas, strategi yang layak, melibatkan kolaborasi antar anggota kelompok, namun belum optimal dalam aspek media atau sasaran audienRancangan kampanye komprehensif dengan tujuan jelas, strategi inovatif, kolaborasi yang solid, pemilihan media dan sasaran audien yang tepat, serta langkah pelaksanaan yang realistis
Kolaborasi dalam KelompokTidak berkontribusi dalam diskusi kelompok, bekerja sendiri tanpa koordinasi dengan anggota lainSesekali berkontribusi dalam diskusi kelompok namun belum aktif berbagi ide atau mendengarkan pendapat anggota lainAktif berkontribusi dalam diskusi, mendengarkan pendapat anggota lain, dan bekerja sama menyelesaikan tugas kelompokSangat aktif berkontribusi, memfasilitasi diskusi kelompok, menghargai keberagaman pendapat, dan memastikan semua anggota kelompok terlibat dalam penyelesaian tugas
Penalaran Kritis terhadap Isu PelestarianBelum mampu menganalisis tantangan pelestarian kearifan lokal di era modernMampu menyebutkan beberapa tantangan namun analisisnya masih permukaan tanpa melihat kaitan dengan konteks modernisasi dan globalisasiMampu menganalisis tantangan pelestarian dengan melihat kaitannya terhadap perubahan sosial, modernisasi, dan globalisasiMampu menganalisis secara kritis tantangan pelestarian dengan mempertimbangkan berbagai perspektif (ekonomi, sosial, budaya) dan mengusulkan solusi yang kontekstual

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid terlibat aktif dalam diskusi dan perancangan kampanye?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk mendukung pembelajaran semua murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah sesuai atau perlu penyesuaian?
  • Bagaimana saya dapat lebih memfasilitasi kolaborasi antar murid di pembelajaran berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang saya pelajari hari ini tentang pelestarian kearifan lokal?
  • Kearifan lokal apa yang paling berkesan bagi saya dan mengapa?
  • Bagaimana saya berkontribusi dalam kerja kelompok hari ini?
  • Apa tantangan yang saya hadapi saat merancang kampanye dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Apa yang akan saya lakukan untuk turut melestarikan kearifan lokal di lingkungan saya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS Kelas IX Kurikulum Merdeka Bab 1 Manusia dan Perubahan
  2. Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Kurikulum Merdeka
  3. Video pembelajaran tentang pelestarian kearifan lokal di Indonesia (YouTube atau sumber digital lainnya)
  4. Artikel atau berita tentang upaya pelestarian budaya di berbagai daerah
  5. Lembar kerja kelompok untuk evaluasi dan perancangan kampanye
  6. Kertas plano, spidol warna, dan alat tulis untuk membuat rancangan kampanye
  7. Proyektor/laptop untuk menampilkan video dan presentasi kelompok
  8. Akses internet untuk mencari informasi tambahan tentang kearifan lokal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.