Modul AjarPertemuan 8Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar IPS Kelas 9: Kearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 9 dengan topik "Kearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 9: Kearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi

IPS - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Kearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikKearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep kearifan lokal dan wujud budaya serta menganalisis perannya dalam menjaga identitas masyarakat di tengah arus perubahan dan globalisasi
  2. Murid dapat menguji relevansi kearifan lokal di daerahnya sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial melalui studi kasus

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kearifan lokal apa yang masih kalian temui di lingkungan sekitar? Apakah masih relevan di era modern?
  2. Mengapa beberapa tradisi bertahan lama sementara yang lain mulai ditinggalkan?
  3. Bagaimana cara masyarakat menjaga identitas budayanya di tengah arus globalisasi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kearifan lokal yang murid ketahui di daerahnya masing-masing (5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang relevansi kearifan lokal di era globalisasi (5 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan video singkat atau gambar tentang contoh kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia (Mappalette Bola dari Bugis, Tri Tangtu dari Sunda, dll)
  • Murid mengamati dan mencatat unsur-unsur kearifan lokal yang muncul dalam tayangan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk merumuskan konsep kearifan lokal dan wujud budaya (gagasan, aktivitas, artefak)
  • Murid membaca artikel dari buku siswa tentang fungsi kearifan lokal dalam menjaga identitas masyarakat
  • Guru menjelaskan bagaimana kearifan lokal menjadi bentuk adaptasi masyarakat terhadap perubahan dan tantangan modernisasi/globalisasi

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang)
  • Setiap kelompok memilih satu kearifan lokal dari daerah mereka untuk dijadikan studi kasus
  • Kelompok melakukan analisis menggunakan panduan: (1) Deskripsi kearifan lokal, (2) Kondisi saat ini (masih bertahan/mulai ditinggalkan), (3) Relevansi dengan tantangan masa kini (globalisasi, perubahan sosial), (4) Upaya pelestarian yang dapat dilakukan
  • Kelompok menguji relevansi kearifan lokal tersebut dengan mengaitkannya pada perubahan sosial konkret di masyarakat
  • Kelompok menyusun hasil analisis dalam bentuk bagan atau peta konsep sederhana

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus mereka secara singkat (3-4 menit per kelompok)
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
  • Guru memfasilitasi refleksi kelas dengan menanyakan: Apa yang kalian pelajari tentang pentingnya kearifan lokal? Bagaimana sikap kalian terhadap kearifan lokal di daerah kalian?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi: satu hal penting yang mereka pelajari dan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan untuk melestarikan kearifan lokal

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran tentang konsep kearifan lokal dan relevansinya di era globalisasi (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan satu contoh kearifan lokal dan analisis relevansinya (5 menit)
  • Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi aktif murid dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan artikel pendek dengan ilustrasi visual yang jelas, sementara murid yang lebih cepat dapat membaca artikel tambahan tentang kearifan lokal dari daerah lain di Indonesia
  • Proses: Kelompok dibentuk heterogen dengan mempertimbangkan kemampuan analisis. Murid yang kesulitan dapat fokus pada deskripsi kearifan lokal, sementara yang lebih mahir dapat melakukan analisis mendalam tentang relevansi dan tantangannya
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi: bagan, peta konsep, atau narasi sederhana sesuai kenyamanan mereka. Murid yang lebih kreatif dapat menambahkan ilustrasi atau diagram

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang kearifan lokal yang murid ketahui di daerahnya
  • Pengecekan pemahaman awal tentang konsep kearifan lokal melalui pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi kemampuan murid dalam mengidentifikasi unsur-unsur kearifan lokal dari tayangan
  • Penilaian diskusi kelompok saat menganalisis studi kasus menggunakan lembar observasi
  • Pertanyaan formatif untuk mengecek pemahaman tentang relevansi kearifan lokal terhadap perubahan sosial

Akhir:

  • Penilaian hasil analisis kelompok menggunakan rubrik (aspek: kelengkapan deskripsi, kedalaman analisis relevansi, ketepatan mengaitkan dengan perubahan sosial)
  • Penilaian refleksi tertulis individu tentang pentingnya kearifan lokal dan rencana tindakan pelestarian
  • Penilaian presentasi kelompok (kejelasan penyampaian, kemampuan menjawab pertanyaan)

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas
  • Penilaian proses kerja kelompok dalam menganalisis studi kasus
  • Pertanyaan lisan selama kegiatan pembelajaran

Sumatif:

  • Hasil analisis studi kasus kelompok tentang relevansi kearifan lokal
  • Refleksi tertulis individu tentang pentingnya kearifan lokal dan tindakan pelestarian

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Kearifan LokalBelum dapat menjelaskan konsep kearifan lokal dan wujud budaya dengan tepatDapat menjelaskan konsep kearifan lokal namun masih terbatas pada contoh tanpa analisisDapat menjelaskan konsep kearifan lokal, wujud budaya, dan fungsinya dalam menjaga identitas dengan cukup baikDapat menjelaskan konsep kearifan lokal, wujud budaya, dan menganalisis perannya dalam menjaga identitas masyarakat secara mendalam dan kontekstual
Analisis Relevansi Kearifan LokalBelum dapat mengidentifikasi relevansi kearifan lokal terhadap perubahan sosial dan globalisasiDapat mengidentifikasi kearifan lokal namun analisis relevansinya masih sangat sederhanaDapat menguji dan menganalisis relevansi kearifan lokal sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial dengan cukup baikDapat menguji dan menganalisis relevansi kearifan lokal sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial secara kritis dengan dukungan data dan argumen yang kuat
Kolaborasi dalam KelompokKurang terlibat dalam kerja kelompok dan tidak berkontribusi pada diskusiTerlibat dalam kelompok namun kontribusi masih terbatasTerlibat aktif dalam diskusi kelompok dan memberikan kontribusi yang relevanTerlibat aktif, memfasilitasi diskusi kelompok, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap hasil analisis
Kemampuan KomunikasiBelum dapat menyampaikan hasil analisis dengan jelas dan terstrukturDapat menyampaikan hasil analisis namun masih kurang sistematisDapat menyampaikan hasil analisis dengan jelas, sistematis, dan mudah dipahamiDapat menyampaikan hasil analisis dengan sangat jelas, sistematis, menarik, dan mampu menjawab pertanyaan dengan argumen yang kuat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah strategi pembelajaran yang digunakan efektif untuk memfasilitasi pemahaman murid tentang kearifan lokal?
  • Bagaimana respons dan antusiasme murid selama pembelajaran? Apa yang dapat ditingkatkan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling penting yang kamu pelajari tentang kearifan lokal hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu terhadap kearifan lokal di daerahmu setelah pembelajaran ini?
  • Apa tantangan yang kamu hadapi saat menganalisis relevansi kearifan lokal?
  • Tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan untuk melestarikan kearifan lokal di lingkunganmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS Kelas IX Kemendikbudristek
  2. Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Kemendikbudristek
  3. Video tentang kearifan lokal Nusantara (contoh: Mappalette Bola, Tri Tangtu)
  4. Artikel online tentang pelestarian kearifan lokal di era globalisasi
  5. Lembar kerja analisis studi kasus
  6. LCD proyektor dan laptop
  7. Papan tulis dan spidol
  8. Kertas plano atau kertas A3 untuk peta konsep

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.