MODUL AJAR IPS — Kelas 9 (Fase D) Topik: Kearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Kearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan konsep kearifan lokal dan wujud budaya serta menganalisis perannya dalam menjaga identitas masyarakat di tengah arus perubahan dan globalisasi
- Murid dapat menguji relevansi kearifan lokal di daerahnya sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial melalui studi kasus
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Kearifan lokal apa yang masih kalian temui di lingkungan sekitar? Apakah masih relevan di era modern?
- Mengapa beberapa tradisi bertahan lama sementara yang lain mulai ditinggalkan?
- Bagaimana cara masyarakat menjaga identitas budayanya di tengah arus globalisasi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid (5 menit)
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kearifan lokal yang murid ketahui di daerahnya masing-masing (5 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang relevansi kearifan lokal di era globalisasi (5 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan video singkat atau gambar tentang contoh kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia (Mappalette Bola dari Bugis, Tri Tangtu dari Sunda, dll)
- Murid mengamati dan mencatat unsur-unsur kearifan lokal yang muncul dalam tayangan
- Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk merumuskan konsep kearifan lokal dan wujud budaya (gagasan, aktivitas, artefak)
- Murid membaca artikel dari buku siswa tentang fungsi kearifan lokal dalam menjaga identitas masyarakat
- Guru menjelaskan bagaimana kearifan lokal menjadi bentuk adaptasi masyarakat terhadap perubahan dan tantangan modernisasi/globalisasi
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang)
- Setiap kelompok memilih satu kearifan lokal dari daerah mereka untuk dijadikan studi kasus
- Kelompok melakukan analisis menggunakan panduan: (1) Deskripsi kearifan lokal, (2) Kondisi saat ini (masih bertahan/mulai ditinggalkan), (3) Relevansi dengan tantangan masa kini (globalisasi, perubahan sosial), (4) Upaya pelestarian yang dapat dilakukan
- Kelompok menguji relevansi kearifan lokal tersebut dengan mengaitkannya pada perubahan sosial konkret di masyarakat
- Kelompok menyusun hasil analisis dalam bentuk bagan atau peta konsep sederhana
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus mereka secara singkat (3-4 menit per kelompok)
- Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
- Guru memfasilitasi refleksi kelas dengan menanyakan: Apa yang kalian pelajari tentang pentingnya kearifan lokal? Bagaimana sikap kalian terhadap kearifan lokal di daerah kalian?
- Murid menuliskan refleksi pribadi: satu hal penting yang mereka pelajari dan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan untuk melestarikan kearifan lokal
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran tentang konsep kearifan lokal dan relevansinya di era globalisasi (5 menit)
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan satu contoh kearifan lokal dan analisis relevansinya (5 menit)
- Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi aktif murid dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan artikel pendek dengan ilustrasi visual yang jelas, sementara murid yang lebih cepat dapat membaca artikel tambahan tentang kearifan lokal dari daerah lain di Indonesia
- Proses: Kelompok dibentuk heterogen dengan mempertimbangkan kemampuan analisis. Murid yang kesulitan dapat fokus pada deskripsi kearifan lokal, sementara yang lebih mahir dapat melakukan analisis mendalam tentang relevansi dan tantangannya
- Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi: bagan, peta konsep, atau narasi sederhana sesuai kenyamanan mereka. Murid yang lebih kreatif dapat menambahkan ilustrasi atau diagram
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan tentang kearifan lokal yang murid ketahui di daerahnya
- Pengecekan pemahaman awal tentang konsep kearifan lokal melalui pertanyaan pemantik
Proses:- Observasi kemampuan murid dalam mengidentifikasi unsur-unsur kearifan lokal dari tayangan
- Penilaian diskusi kelompok saat menganalisis studi kasus menggunakan lembar observasi
- Pertanyaan formatif untuk mengecek pemahaman tentang relevansi kearifan lokal terhadap perubahan sosial
Akhir:- Penilaian hasil analisis kelompok menggunakan rubrik (aspek: kelengkapan deskripsi, kedalaman analisis relevansi, ketepatan mengaitkan dengan perubahan sosial)
- Penilaian refleksi tertulis individu tentang pentingnya kearifan lokal dan rencana tindakan pelestarian
- Penilaian presentasi kelompok (kejelasan penyampaian, kemampuan menjawab pertanyaan)
Formatif:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas
- Penilaian proses kerja kelompok dalam menganalisis studi kasus
- Pertanyaan lisan selama kegiatan pembelajaran
Sumatif:- Hasil analisis studi kasus kelompok tentang relevansi kearifan lokal
- Refleksi tertulis individu tentang pentingnya kearifan lokal dan tindakan pelestarian
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Konsep Kearifan Lokal | Belum dapat menjelaskan konsep kearifan lokal dan wujud budaya dengan tepat | Dapat menjelaskan konsep kearifan lokal namun masih terbatas pada contoh tanpa analisis | Dapat menjelaskan konsep kearifan lokal, wujud budaya, dan fungsinya dalam menjaga identitas dengan cukup baik | Dapat menjelaskan konsep kearifan lokal, wujud budaya, dan menganalisis perannya dalam menjaga identitas masyarakat secara mendalam dan kontekstual | | Analisis Relevansi Kearifan Lokal | Belum dapat mengidentifikasi relevansi kearifan lokal terhadap perubahan sosial dan globalisasi | Dapat mengidentifikasi kearifan lokal namun analisis relevansinya masih sangat sederhana | Dapat menguji dan menganalisis relevansi kearifan lokal sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial dengan cukup baik | Dapat menguji dan menganalisis relevansi kearifan lokal sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial secara kritis dengan dukungan data dan argumen yang kuat | | Kolaborasi dalam Kelompok | Kurang terlibat dalam kerja kelompok dan tidak berkontribusi pada diskusi | Terlibat dalam kelompok namun kontribusi masih terbatas | Terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan memberikan kontribusi yang relevan | Terlibat aktif, memfasilitasi diskusi kelompok, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap hasil analisis | | Kemampuan Komunikasi | Belum dapat menyampaikan hasil analisis dengan jelas dan terstruktur | Dapat menyampaikan hasil analisis namun masih kurang sistematis | Dapat menyampaikan hasil analisis dengan jelas, sistematis, dan mudah dipahami | Dapat menyampaikan hasil analisis dengan sangat jelas, sistematis, menarik, dan mampu menjawab pertanyaan dengan argumen yang kuat |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
- Apakah strategi pembelajaran yang digunakan efektif untuk memfasilitasi pemahaman murid tentang kearifan lokal?
- Bagaimana respons dan antusiasme murid selama pembelajaran? Apa yang dapat ditingkatkan?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
Refleksi Murid:- Apa hal paling penting yang kamu pelajari tentang kearifan lokal hari ini?
- Bagaimana perasaanmu terhadap kearifan lokal di daerahmu setelah pembelajaran ini?
- Apa tantangan yang kamu hadapi saat menganalisis relevansi kearifan lokal?
- Tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan untuk melestarikan kearifan lokal di lingkunganmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPS Kelas IX Kemendikbudristek
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Kemendikbudristek
- Video tentang kearifan lokal Nusantara (contoh: Mappalette Bola, Tri Tangtu)
- Artikel online tentang pelestarian kearifan lokal di era globalisasi
- Lembar kerja analisis studi kasus
- LCD proyektor dan laptop
- Papan tulis dan spidol
- Kertas plano atau kertas A3 untuk peta konsep
|