Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar IPS Kelas 9: Pro dan Kontra Globalisasi terhadap Perubahan Sosial Budaya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 9 dengan topik "Pro dan Kontra Globalisasi terhadap Perubahan Sosial Budaya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 9: Pro dan Kontra Globalisasi terhadap Perubahan Sosial Budaya

IPS - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Pro dan Kontra Globalisasi terhadap Perubahan Sosial Budaya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPro dan Kontra Globalisasi terhadap Perubahan Sosial Budaya
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengevaluasi dampak positif dan negatif globalisasi terhadap perubahan sosial budaya masyarakat Indonesia dengan argumen yang didukung bukti
  2. Murid dapat menyajikan dan mempertahankan argumen mengenai pro dan kontra globalisasi melalui kegiatan debat secara terstruktur

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah globalisasi lebih banyak menguntungkan atau merugikan masyarakat Indonesia?
  2. Bagaimana globalisasi mengubah cara hidup kita sebagai pelajar dan keluarga kita?
  3. Tradisi lokal mana yang masih bertahan dan mana yang mulai hilang karena globalisasi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan memimpin doa
  • Guru melakukan presensi dan memastikan kesiapan murid
  • Guru menayangkan video singkat tentang fenomena globalisasi dalam kehidupan sehari-hari (contoh: makanan cepat saji, media sosial, fashion)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mengevaluasi pro dan kontra globalisasi melalui debat
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid menuliskan di sticky note: 1 dampak positif dan 1 dampak negatif globalisasi yang mereka rasakan
  • Guru menempelkan sticky note di papan dan membahas secara singkat untuk memetakan pemahaman awal

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan mekanisme debat: struktur argumen, mosi, peran kelompok pro dan kontra, serta aturan berbicara
  • Guru membagi kelas menjadi kelompok beranggotakan 3-5 orang (jumlah kelompok genap untuk berpasangan)
  • Guru menyampaikan tiga mosi debat: (1) Globalisasi hanya menguntungkan negara maju, (2) Globalisasi menghilangkan tradisi lokal, (3) Globalisasi lebih banyak dampak negatif daripada positif
  • Setiap pasangan kelompok mendapat satu mosi, lalu menentukan siapa menjadi tim pro dan tim kontra
  • Guru membagikan lembar kerja berisi panduan menyusun argumen: klaim, data/bukti, reasoning
  • Murid membaca kembali materi globalisasi dari pertemuan sebelumnya dan mencari bukti pendukung argumen dari buku atau sumber digital
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menyusun 3 argumen utama sesuai peran mereka (pro/kontra)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengatur ruang kelas: dua kelompok yang berdebat duduk berhadapan, kelompok lain menjadi audiens dan juri
  • Debat periode pertama dimulai: Tim pro menyampaikan argumen pembuka (3 menit), tim kontra menanggapi (3 menit), dilanjutkan sesi tanya jawab silang (5 menit)
  • Kelompok audiens mencatat poin-poin kuat dan lemah dari masing-masing tim di lembar pengamatan
  • Debat periode kedua dan ketiga dilaksanakan dengan pola yang sama hingga semua kelompok mendapat giliran
  • Guru memfasilitasi dengan memastikan setiap anggota kelompok berbicara dan menjaga agar debat tetap fokus pada argumen, bukan serangan personal
  • Setelah setiap periode debat, audiens memberikan umpan balik singkat: argumen mana yang paling kuat dan mengapa

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu diskusi kelas: Apa kesimpulan dari ketiga mosi yang diperdebatkan? Apakah globalisasi hitam-putih atau ada area abu-abu?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan menjawab: (1) Apakah pendapat awal saya berubah setelah debat? (2) Argumen mana yang paling mengubah cara pandang saya? (3) Bagaimana saya bisa menyikapi globalisasi secara bijak?
  • Beberapa murid diminta membagikan refleksi mereka secara sukarela
  • Guru menegaskan bahwa globalisasi adalah realitas yang perlu disikapi kritis: ambil manfaatnya, hindari dampak negatifnya dengan filter budaya dan nilai Pancasila
  • Murid mengisi lembar evaluasi diri: seberapa baik mereka berargumen, mendengarkan, dan berkolaborasi

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi aktif dalam debat
  • Guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran: globalisasi memiliki dua sisi, tugas kita adalah menjadi generasi yang bijak memanfaatkannya untuk kemajuan tanpa kehilangan jati diri
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid mengerjakan soal evaluasi tertulis (pilihan ganda dan esai singkat) tentang dampak globalisasi
  • Guru memberikan penugasan: membuat poster digital atau infografis tentang 'Globalisasi: Peluang dan Tantangan bagi Indonesia' untuk dibagikan di media sosial kelas
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberi tantangan mencari studi kasus internasional tentang dampak globalisasi (misal: K-pop di Indonesia, batik di pasar global). Murid yang lambat diberi lembar kerja terstruktur dengan panduan pertanyaan untuk menyusun argumen.
  • Proses: Kelompok heterogen dibentuk agar murid saling melengkapi. Murid yang kurang percaya diri diberi peran sebagai pencatat argumen terlebih dahulu sebelum berbicara di debat periode berikutnya.
  • Produk: Murid dapat memilih format refleksi: tulisan naratif, poin-poin bullet, atau mind map. Untuk penugasan poster, murid boleh memilih media: digital (Canva), manual (kertas karton), atau video pendek.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan 1 dampak positif dan 1 dampak negatif globalisasi yang mereka rasakan di sticky note
  • Guru mengidentifikasi pemahaman awal dan miskonsepsi melalui pembahasan sticky note

Proses:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok: apakah murid mencari bukti yang relevan dan menyusun argumen logis
  • Lembar pengamatan debat diisi oleh kelompok audiens untuk menilai kualitas argumen dan cara penyampaian
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik langsung saat kelompok menyusun argumen

Akhir:

  • Penilaian performa debat menggunakan rubrik dengan aspek: kelengkapan argumen, penggunaan bukti, kemampuan menanggapi, etika berdebat
  • Tes tertulis (10 soal pilihan ganda tentang konsep globalisasi, 2 soal esai tentang evaluasi dampak globalisasi)
  • Refleksi tertulis murid dinilai berdasarkan kedalaman analisis dan kesadaran diri

Formatif:

  • Observasi saat diskusi kelompok: kemampuan menyusun argumen dengan bukti
  • Penilaian sejawat oleh kelompok audiens menggunakan lembar pengamatan debat
  • Tanya jawab lisan selama refleksi kelas

Sumatif:

  • Penilaian performa debat menggunakan rubrik: konten argumen, penyampaian, kemampuan menanggapi lawan
  • Tes tertulis pilihan ganda dan esai tentang dampak globalisasi
  • Penilaian refleksi tertulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Kualitas ArgumenArgumen tidak lengkap, hanya berupa pendapat tanpa bukti atau data pendukungArgumen lengkap namun bukti pendukung masih terbatas atau kurang relevan dengan mosiArgumen lengkap dengan bukti yang relevan dan jelas mendukung klaim, namun belum mendalamArgumen lengkap, didukung bukti yang kuat dan beragam (data, contoh, referensi), serta menunjukkan analisis mendalam tentang dampak globalisasi
Kemampuan Menyampaikan dan MenanggapiPenyampaian tidak terstruktur, sulit dipahami, dan tidak mampu menanggapi argumen lawanPenyampaian cukup jelas namun kurang terstruktur, tanggapan terhadap lawan masih lemahPenyampaian jelas dan terstruktur, mampu menanggapi argumen lawan dengan cukup baikPenyampaian sangat jelas, sistematis, dan persuasif; mampu menanggapi argumen lawan dengan kontra-argumen yang kuat dan relevan
Kolaborasi dalam KelompokTidak berpartisipasi atau bekerja sendiri tanpa koordinasi dengan anggota kelompokBerpartisipasi namun kontribusi terbatas, kurang aktif dalam diskusi kelompokBerpartisipasi aktif, berkontribusi ide, dan berkoordinasi dengan anggota kelompokSangat aktif berpartisipasi, memfasilitasi diskusi kelompok, menghargai pendapat anggota lain, dan memastikan semua anggota berkontribusi
Refleksi dan Kesadaran DiriRefleksi tidak menunjukkan pemahaman terhadap proses pembelajaran atau perubahan cara berpikirRefleksi menunjukkan pemahaman terbatas, belum mengidentifikasi perubahan cara berpikir secara spesifikRefleksi menunjukkan kesadaran terhadap proses belajar dan perubahan pemahaman tentang globalisasiRefleksi mendalam, mengidentifikasi perubahan cara berpikir, menghubungkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata, dan merumuskan tindakan konkret untuk menyikapi globalisasi

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam debat atau ada yang masih pasif?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif membantu murid yang kesulitan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?
  • Bagaimana cara meningkatkan kualitas argumen murid di pembelajaran serupa berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kegiatan debat hari ini?
  • Apakah pendapat saya tentang globalisasi berubah setelah mendengar argumen kelompok lain? Mengapa?
  • Keterampilan apa yang saya pelajari dari kegiatan ini yang bisa saya gunakan di kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang ingin saya perbaiki dalam cara saya berargumen atau berkomunikasi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS Kelas IX Kurikulum Merdeka (Tema 01: Manusia dan Perubahan)
  2. Buku Guru IPS Kelas IX Kurikulum Merdeka
  3. Video tentang fenomena globalisasi (YouTube: contoh pengaruh globalisasi di Indonesia)
  4. Artikel digital tentang dampak globalisasi terhadap budaya lokal
  5. Lembar kerja panduan menyusun argumen debat
  6. Lembar pengamatan debat untuk penilaian sejawat
  7. Sticky notes untuk asesmen awal
  8. Papan tulis atau whiteboard untuk mapping ide
  9. Laptop/smartphone untuk mencari referensi pendukung argumen

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.