MODUL AJAR IPS — Kelas 9 (Fase D) Topik: Aksi Kampanye Pewarisan Kearifan Lokal INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Aksi Kampanye Pewarisan Kearifan Lokal |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mempresentasikan hasil rancangan kampanye pelestarian kearifan lokal di tengah arus perubahan sosial, modernisasi, dan globalisasi kepada audiens kelas menggunakan media informasi yang tepat.
- Murid dapat merefleksikan proses dan hasil belajar mengenai perubahan sosial, modernisasi, globalisasi, dan kearifan lokal serta mengidentifikasi hal-hal baik yang perlu dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Dari semua kearifan lokal yang sudah kalian pelajari, mana satu yang paling ingin kalian 'selamatkan' dan mengapa?
- Jika kalian punya 2 menit berbicara di depan warga kampung tentang kearifan lokal, pesan apa yang paling penting kalian sampaikan?
- Setelah mempelajari perubahan sosial, modernisasi, dan globalisasi selama ini — apa satu hal yang akan kalian lakukan berbeda dalam kehidupan sehari-hari?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid duduk melingkar atau dalam formasi yang memungkinkan semua kelompok saling berhadapan.
- Guru menyampaikan agenda pertemuan: ini adalah pertemuan puncak — setiap kelompok akan tampil mempresentasikan kampanye pelestarian kearifan lokal yang telah dirancang.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan kepada 2–3 murid secara acak untuk mengaktifkan ingatan dan membangun antusiasme.
- Diagnostik awal (2 menit): Guru meminta tiap murid menuliskan satu kata atau frasa di sticky note / kertas kecil yang mewakili 'apa yang sudah saya pahami dari proyek ini'. Tempelkan di papan tulis sebagai peta konsep spontan — guru membaca sekilas untuk mengecek kesiapan kelas.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mempresentasikan kampanye dan merefleksikan seluruh perjalanan belajar.
- Guru menjelaskan teknis presentasi: urutan kelompok, durasi per kelompok (±5–7 menit presentasi + 2 menit tanya jawab), dan peran audiens aktif (memberi satu pertanyaan atau komentar tertulis per penampilan).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memimpin review kilat (5 menit): menayangkan atau menuliskan tiga pertanyaan kunci di papan — (1) Apa itu kearifan lokal? (2) Mengapa ia terancam di era modernisasi dan globalisasi? (3) Apa peran kita sebagai warga muda? Murid menjawab secara lisan, saling melengkapi.
- Guru mempertegas bahwa presentasi bukan sekadar laporan — melainkan aksi nyata mengajak orang lain peduli. Ini menegaskan makna dari seluruh rangkaian pembelajaran yang telah dilalui.
- Setiap kelompok diberi 3 menit untuk pemantapan terakhir: memeriksa slide/poster/media kampanye, membagi peran presenter, dan memastikan tiga poin kampanye tercakup: (a) kearifan lokal yang dimiliki daerah, (b) kondisi pelestarian saat ini, (c) alasan mengapa harus dijaga di tengah modernisasi dan globalisasi.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Presentasi kampanye berlangsung secara bergiliran per kelompok. Setiap kelompok menyajikan hasil rancangan kampanye pelestarian kearifan lokal daerah masing-masing di depan audiens kelas (±5–7 menit per kelompok).
- Selama presentasi berlangsung, audiens (kelompok lain) mengisi lembar observasi sejawat: menuliskan (1) satu hal yang mereka pelajari dari presentasi kelompok tersebut dan (2) satu pertanyaan atau saran membangun.
- Setelah setiap presentasi, guru memberikan waktu 2 menit sesi tanya jawab singkat — minimal satu pertanyaan dari audiens diajukan dan dijawab oleh presenter.
- Guru berperan sebagai fasilitator aktif: memberi umpan balik lisan singkat setelah setiap kelompok tampil (apresiasi spesifik + satu poin penguatan), memastikan suasana kelas saling menghargai dan menggembirakan.
- Diferensiasi proses: Kelompok yang memerlukan dukungan lebih dapat menyajikan dalam format yang lebih sederhana (lisan + satu poster). Kelompok yang lebih siap didorong untuk menambahkan data/fakta pendukung atau menyertakan ajakan aksi konkret pada audiens.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah semua kelompok selesai presentasi, guru mengajak seluruh kelas melakukan refleksi terstruktur selama 10 menit menggunakan panduan tiga pertanyaan tertulis di jurnal/lembar refleksi pribadi: (1) Apa hal paling bermakna yang saya pelajari dari seluruh proses proyek ini (dari awal hingga aksi kampanye hari ini)? (2) Apa satu kearifan lokal atau nilai budaya yang ingin saya jaga dalam kehidupan sehari-hari — dan bagaimana caranya? (3) Apa yang ingin saya lakukan lebih baik jika mengerjakan proyek serupa di masa depan?
- Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri dan jujur (bukan dinilai benar/salah, tetapi sebagai penilaian diri).
- Guru mengundang 3–4 murid secara sukarela untuk berbagi jawaban refleksi mereka — terutama poin tentang hal yang ingin dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
- Guru merangkum dan mengaitkan refleksi murid dengan konsep besar: perubahan sosial tidak selalu berarti kehilangan — kearifan lokal bisa tetap hidup jika ada kesadaran dan aksi nyata dari generasi muda.
- Murid mengisi penilaian sejawat singkat: memberikan satu bintang apresiasi tertulis kepada kelompok lain yang presentasinya paling menginspirasi mereka, disertai alasan singkat.
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa yang sudah dicapai kelas hari ini — dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
- Guru memberikan apresiasi tulus kepada seluruh kelas atas kerja keras dan keberanian tampil selama proyek berlangsung.
- Guru menyampaikan tindak lanjut: lembar refleksi dikumpulkan, dan hasil kampanye terbaik (dipilih bersama secara demokratis) dapat dipajang di mading sekolah atau diunggah ke media sosial sekolah sebagai aksi nyata.
- Guru menutup pembelajaran dengan pengingat bermakna: 'Menjaga kearifan lokal bukan hanya tugas guru atau pemerintah — kalian, generasi muda, adalah penjaga terdepannya.'
- Guru menutup kelas dengan salam.
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan dukungan dapat memfokuskan kampanye pada satu kearifan lokal yang paling mereka kuasai. Kelompok yang lebih mahir didorong mencakup perbandingan dua atau lebih kearifan lokal lintas daerah dan menganalisis dampak globalisasi secara lebih mendalam.
- Proses: Kelompok yang memerlukan scaffolding lebih dapat menggunakan panduan presentasi terstruktur (template slide yang sudah disiapkan guru). Kelompok yang mandiri diberi kebebasan memilih format kampanye: video pendek, infografis, role-play sosialisasi, atau pameran mini.
- Produk: Produk minimal: presentasi lisan dengan media visual sederhana (poster atau slide 3–5 halaman). Produk pengayaan: video kampanye, infografis digital, atau naskah siaran radio/podcast singkat tentang kearifan lokal daerah.
ASESMENAwal:- Sticky note diagnostik di pendahuluan: murid menuliskan satu kata/frasa yang merepresentasikan pemahaman mereka tentang proyek — guru memindai kesiapan kelas secara cepat sebelum kegiatan inti dimulai.
- Pertanyaan lisan pemantik kepada 2–3 murid secara acak untuk mengecek ingatan terhadap konsep kearifan lokal, modernisasi, dan globalisasi.
Proses:- Observasi langsung oleh guru selama sesi presentasi kelompok menggunakan lembar observasi: memperhatikan kejelasan penyampaian, penggunaan media, penguasaan isi, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
- Lembar penilaian sejawat: tiap murid menuliskan satu hal yang dipelajari dan satu pertanyaan/saran untuk kelompok yang sedang presentasi.
- Umpan balik lisan guru setelah setiap kelompok tampil: bersifat formatif, membantu kelompok lain belajar dari kelebihan dan kelemahan yang teridentifikasi.
Akhir:- Lembar refleksi individu tertulis (3 pertanyaan refleksi) dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik refleksi: kedalaman pemahaman, kemampuan evaluasi diri, dan komitmen tindak lanjut.
- Rubrik penilaian presentasi kampanye kelompok: dinilai dari empat aspek — konten kampanye, media yang digunakan, kualitas penyampaian, dan kemampuan merespons pertanyaan audiens.
Formatif:- Observasi guru selama presentasi berlangsung menggunakan lembar observasi keterampilan komunikasi dan penguasaan materi.
- Penilaian sejawat: setiap kelompok audiens mengisi lembar observasi singkat (satu hal dipelajari + satu pertanyaan/saran) untuk setiap kelompok yang tampil.
- Umpan balik lisan dari guru setelah tiap kelompok presentasi (apresiasi spesifik + poin penguatan).
Sumatif:- Lembar refleksi tertulis individu yang dikumpulkan di akhir pertemuan, dinilai berdasarkan kedalaman refleksi dan kemampuan mengidentifikasi hal baik yang perlu dipertahankan.
- Rubrik penilaian presentasi kampanye kelompok (aspek: isi/konten kampanye, penggunaan media, kejelasan penyampaian, kemampuan menjawab pertanyaan).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Konten Kampanye (kelengkapan 3 informasi: kearifan lokal daerah, kondisi pelestarian, alasan menjaga di era globalisasi) | Hanya menyampaikan 1 dari 3 informasi wajib kampanye, atau informasi tidak relevan dengan topik. | Menyampaikan 2 dari 3 informasi wajib kampanye; informasi masih bersifat umum dan kurang didukung fakta spesifik. | Menyampaikan ketiga informasi wajib kampanye dengan cukup jelas dan didukung contoh konkret dari daerah tertentu. | Menyampaikan ketiga informasi wajib kampanye secara lengkap, didukung fakta/data spesifik, dan dikaitkan dengan konteks perubahan sosial, modernisasi, serta globalisasi secara kritis. | | Penggunaan Media Kampanye (kesesuaian, kreativitas, dan efektivitas media yang digunakan) | Media tidak digunakan atau tidak sesuai dengan tujuan kampanye; sulit dipahami audiens. | Media digunakan tetapi sederhana dan kurang menarik; belum efektif mendukung pesan kampanye. | Media yang digunakan sesuai, cukup menarik, dan mendukung penyampaian pesan kampanye dengan baik. | Media yang digunakan kreatif, menarik, sangat efektif dalam menyampaikan pesan kampanye, dan mampu mendorong keterlibatan audiens. | | Kualitas Presentasi (kejelasan penyampaian, percaya diri, dan alur yang terstruktur) | Penyampaian tidak jelas, tidak terstruktur, dan presenter tampak tidak siap atau tidak percaya diri. | Penyampaian cukup dapat dipahami tetapi alur kurang terstruktur; beberapa presenter masih tampak ragu-ragu. | Penyampaian jelas dan terstruktur; sebagian besar presenter berbicara dengan cukup percaya diri dan melibatkan audiens. | Penyampaian sangat jelas, terstruktur, dan menarik; semua presenter tampil percaya diri, mampu mengelola waktu, dan secara aktif melibatkan audiens. | | Kemampuan Menjawab Pertanyaan (pemahaman materi dan keterbukaan terhadap umpan balik) | Tidak dapat menjawab pertanyaan dari audiens atau menghindari sesi tanya jawab. | Menjawab pertanyaan tetapi jawaban kurang tepat atau sangat singkat tanpa penjelasan. | Menjawab pertanyaan dengan cukup tepat dan memberikan penjelasan yang memadai; bersikap terbuka terhadap saran. | Menjawab pertanyaan dengan tepat, mendalam, dan percaya diri; mampu mengaitkan jawaban dengan konsep yang dipelajari serta menunjukkan keterbukaan dan sikap apresiatif terhadap umpan balik. | | Refleksi Diri (kedalaman refleksi dan kemampuan mengidentifikasi nilai/hal baik untuk dipertahankan) | Lembar refleksi kosong, sangat singkat, atau tidak relevan dengan pengalaman belajar yang telah dilalui. | Refleksi ditulis tetapi masih bersifat permukaan; belum mengidentifikasi secara spesifik hal yang ingin dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. | Refleksi ditulis dengan cukup jelas; mampu mengidentifikasi satu hal konkret yang ingin dipertahankan dan memberikan alasan yang logis. | Refleksi ditulis secara mendalam dan jujur; mampu mengevaluasi proses belajar secara kritis, mengidentifikasi nilai/hal baik yang konkret untuk dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari, dan menyampaikan komitmen tindak lanjut yang realistis. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua kelompok mendapat kesempatan tampil dan mendapatkan umpan balik yang bermakna dalam alokasi waktu yang tersedia?
- Apakah sesi presentasi berlangsung dalam suasana yang aman dan saling menghargai — dan apa yang dapat saya lakukan untuk memperkuat hal itu di pertemuan berikutnya?
- Sejauh mana murid mampu mengaitkan presentasi kampanye mereka dengan konsep perubahan sosial, modernisasi, dan globalisasi yang telah dipelajari?
- Apakah lembar refleksi murid menunjukkan pemahaman yang bermakna, dan apa pola yang perlu saya perhatikan sebagai dasar tindak lanjut?
Refleksi Murid:- Apa hal paling bermakna yang saya pelajari dari seluruh proses proyek kampanye kearifan lokal ini — dari awal riset hingga presentasi hari ini?
- Apa satu kearifan lokal atau nilai budaya yang paling ingin saya jaga dalam kehidupan sehari-hari, dan langkah konkret apa yang akan saya lakukan?
- Apa yang sudah berjalan baik dalam kerja kelompok kami, dan apa yang ingin kami lakukan lebih baik jika mengerjakan proyek serupa?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPS Kelas IX SMP/MTs (Kemendikbudristek) — Bab 1: Manusia dan Perubahan
- Buku Panduan Guru IPS Kelas IX SMP/MTs (Kemendikbudristek) — Panduan Aktivitas Bab 1
- Video pemantik kampanye kearifan lokal: https://www.youtube.com/watch?v=ye3e5x6d9Mc
- Hasil rancangan kampanye kelompok (poster, slide presentasi, infografis, atau media lain) yang telah disiapkan sejak pertemuan sebelumnya
- Lembar observasi sejawat (disiapkan guru, dibagikan sebelum presentasi dimulai)
- Lembar refleksi individu (disiapkan guru, diisi murid di tahap Merefleksi)
- Papan tulis / flipchart untuk menempelkan sticky note diagnostik awal
- Proyektor / layar (jika kelompok menggunakan media digital/slide)
|