Modul AjarBab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar IPS Kelas 9 Bab 1: Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPS kelas 9 untuk Bab 1 "Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 9 Bab 1: Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah

IPS - Kelas 9

Bab 1

MODUL AJAR

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Bab 1 — Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikBab 1 — Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah
Alokasi Waktu25 JP (25 x 40 menit = 1000 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 9.1.1 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia
  2. TP 9.1.2 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang terkait jalur rempah nusantara
  3. TP 9.1.3 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui perdagangan internasional pada masa perdagangan rempah
  4. TP 9.1.4 Mengelaborasi proses interaksi sosial dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan
  5. TP 9.1.5 Mengumpulkan informasi secara berkolaborasi melalui penyelidikan sumber primer terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan mendokumentasikannya
  6. TP 9.1.6 Menyajikan hasil penyelidikan jalur rempah nusantara dengan menggunakan media informasi yang tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa masyarakat di berbagai daerah di Indonesia memiliki ciri fisik dan ragam bahasa daerah yang beraneka ragam?
  2. Bagaimana jejak gelombang migrasi masa lampau dapat menjelaskan keberagaman suku bangsa yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari saat ini?
  3. Bagaimana para peneliti sejarah dapat mengetahui kehidupan manusia ribuan tahun lalu jika tidak ada catatan tertulis?
  4. Bukti artefak apa saja yang membuktikan jejak gelombang migrasi nenek moyang bangsa Indonesia ke Nusantara?
  5. Bagaimana perjalanan migrasi ribuan tahun lalu membentuk keragaman suku dan budaya di Indonesia saat ini?
  6. Apa dampak nilai-nilai adaptasi dan ketahanan pelaut masa lampau bagi kelangsungan masa depan bangsa Indonesia?
  7. Mengapa komoditas rempah seperti cengkih dan pala di masa lampau mampu menarik bangsa-bangsa dunia berlayar ke Kepulauan Nusantara?
  8. Bagaimana jejak jalur perdagangan rempah masa lampau masih memengaruhi posisi geografis, pelabuhan dagang, dan komoditas Indonesia pada masa kini?
  9. Apa peluang keterhubungan jalur rempah tersebut bagi penguatan posisi maritim dan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang?
  10. Mengapa masyarakat di kepulauan Nusantara pada masa lalu tidak bisa mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya hanya dari daerahnya sendiri?
  11. Bagaimana perdagangan internasional dengan bangsa asing (seperti India, Tiongkok, dan Arab) menjadi cara masyarakat masa rempah untuk memenuhi kebutuhan yang tidak ada di daerahnya?
  12. Bagaimana jejak jalur pelayaran perdagangan rempah masa lampau masih memengaruhi jalur maritim dan komoditas unggulan Indonesia masa kini?
  13. Bagaimana kita menyajikan data penyelidikan rute rempah nusantara masa lampau dan potensinya di masa depan ke dalam selembar peta infografis yang informatif dan visual?
  14. Bagaimana kedatangan para pedagang dari berbagai belahan dunia pada masa Jalur Rempah membentuk keberagaman suku, agama, dan budaya di kota-kota pelabuhan Nusantara?
  15. Mengapa proses interaksi sosial seperti kerja sama, akulturasi, dan asimilasi pada masa perdagangan rempah dapat memperkuat persatuan masyarakat majemuk hingga kini?
  16. Bagaimana bentuk interaksi sosial antarwarga yang berbeda latar belakang dapat mencegah terjadinya perpecahan bangsa?
  17. Mengapa prinsip kebhinekaan menjadi kunci dalam mengarahkan interaksi sosial menuju integrasi nasional yang kokoh?
  18. Bagaimana keterhubungan migrasi nenek moyang dan jalur rempah di masa lampau membentuk keragaman masyarakat Indonesia masa kini dan masa depan?
  19. Bagaimana upaya pemenuhan kebutuhan melalui perdagangan rempah nusantara memengaruhi interaksi antarbangsa dan integrasi nasional kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menganalisis Keterhubungan Teori Asal-Usul Nenek Moyang Masa Lampau dengan Kondisi Masyarakat Masa Kini — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.1.1 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat menggunakan 3 butir pertanyaan pemetaan pemahaman dasar teori asal-usul nenek moyang (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, garis besar alur aktivitas analisis keterhubungan migrasi masa lampau dengan masyarakat masa kini, serta kriteria penilaian (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati bagan infografis materi 4 teori utama asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia: (1) Teori Out of Taiwan (rumpun bahasa Austronesia dari kepulauan Taiwan), (2) Teori Out of Africa (migrasi manusia modern Homo sapiens keluar Afrika menyusuri pesisir), (3) Teori Yunan (migrasi rumpun bangsa melalui lembah Sungai Mekong, terbagi Proto Melayu dan Deutro Melayu), dan (4) Teori Nusantara (bangsa Indonesia berasal dari wilayah kepulauan Nusantara sendiri berdasarkan perkembangan peradaban lokal) (10 menit).
  • Murid berpartisipasi dalam tantangan kuis tebak cepat berpasangan yang menggembirakan 'Jejak Leluhur', yaitu mencocokkan 4 kartu kata kunci ke nama teori yang tepat: Kartu A 'Migrasi rumpun penutur Austronesia dengan teknologi maritim perahu bercadik' -> Teori Out of Taiwan; Kartu B 'Jalur migrasi pesisir tertua Homo sapiens berdasarkan penelusuran DNA mitokondria' -> Teori Out of Africa; Kartu C 'Gelombang migrasi Proto Melayu membawa kapak persegi dan Deutro Melayu membawa nekara perunggu' -> Teori Yunan; Kartu D 'Peradaban Homo soloensis dan Homo wajakensis membuktikan asal usul lokal bangsa' -> Teori Nusantara (acuan: pasangan kartu A, B, C, D di atas) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bekerja secara mandiri atau berpasangan menganalisis 3 studi kasus keterhubungan fenomena masyarakat masa kini dengan teori asal-usul nenek moyang pada lembar kerja: Kasus 1: Kesamaan kosa kata dasar angka dan nama anggota tubuh antara bahasa Tagalog (Filipina), bahasa Melayu, dan bahasa Jawa (keterhubungan masa lampau: Teori Out of Taiwan); Kasus 2: Keberagaman ciri fisik rambut ikal/kulit sawo matang pada suku Dayak/Toraja yang berasimilasi dengan suku Jawa/Sunda (keterhubungan masa lampau: gelombang migrasi Proto Melayu dan Deutro Melayu dalam Teori Yunan); Kasus 3: Fosil dan tradisi teknologi maritim Nusantara yang sudah berakar ribuan tahun tanpa harus sepenuhnya bergantung pada migrasi luar (keterhubungan masa lampau: Teori Nusantara) (20 menit).
  • Murid merumuskan analisis proyeksi keterhubungan masa depan: bagaimana pemahaman asal-usul yang berakar dari migrasi majemuk dapat memperkokoh persatuan bangsa dan mencegah segregasi primordial di masa yang akan datang (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan hasil analisis keterhubungannya berdasarkan kunci perbandingan yang dipaparkan guru, serta menilai sejauh mana wawasan ini menumbuhkan kesadaran diri terhadap kebhinekaan bangsa (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan analisis keterhubungan masa lampau nenek moyang dengan masyarakat masa kini (4 menit).
  • Murid menyelesaikan 1 butir asesmen akhir berupa tiket keluar (exit ticket) cek pemahaman analisis keterhubungan (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja berpanduan dengan petunjuk kata kunci (scaffolding), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan materi komparasi bukti linguistik dan arkeologis antarteori yang lebih mendalam.
  • Proses: Murid dapat memilih menganalisis kasus secara mandiri atau berpasangan dengan bimbingan terfokus dari guru bagi yang memerlukan pendampingan.
  • Produk: Hasil analisis keterhubungan dituangkan dalam format tabel analisis terstruktur atau peta konsep keterhubungan masa lampau-masa kini-masa depan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat 3 butir: (1) Apa arti nenek moyang bangsa Indonesia? (Acuan: kelompok manusia masa lampau yang menurunkan populasi penduduk di wilayah Indonesia saat ini); (2) Sebutkan 2 teori asal-usul nenek moyang yang kamu ketahui! (Acuan: Teori Out of Taiwan, Teori Out of Africa, Teori Yunan, atau Teori Nusantara); (3) Apakah keberagaman suku bangsa di Indonesia terjadi secara tiba-tiba atau melalui proses migrasi panjang? (Acuan: melalui proses migrasi panjang dan asimilasi antarkelompok).

Proses:

  • Penilaian formatif pengerjaan lembar kerja analisis 3 studi kasus keterhubungan: Butir 1 Kasus kesamaan linguistik Austronesia dihubungkan dengan Teori Out of Taiwan; Butir 2 Kasus keberagaman fisik dan kebudayaan suku bangsa dihubungkan dengan gelombang Proto/Deutro Melayu pada Teori Yunan; Butir 3 Kasus tradisi kebaharian lokal Nusantara dihubungkan dengan Teori Nusantara; serta butir uraian keterhubungan masa depan terhadap integrasi bangsa (Acuan penilaian: ketepatan menghubungkan fakta masa kini dengan teori asal usul dan argumen masa depan).

Akhir Pertemuan:

  • Tiket keluar (exit ticket) 1 butir soal: 'Jelaskan keterhubungan antara teori asal-usul nenek moyang (misalnya Teori Out of Taiwan atau Teori Yunan) dengan fakta bahwa masyarakat Indonesia masa kini memiliki ratusan bahasa daerah dan suku bangsa yang beragam!' (Kriteria penerimaan: jawaban murid menyebutkan keterhubungan antara jalur migrasi/rumpun penutur masa lampau yang menyebar ke berbagai pulau dengan isolasi geografis/asimilasi yang melahirkan keragaman suku dan bahasa di masa kini).

Formatif:

  • Kuis tebak cepat kartu jejak teori asal-usul nenek moyang
  • Lembar analisis keterhubungan studi kasus masa lampau, masa kini, dan masa depan
  • Tiket keluar (exit ticket) cek pemahaman analisis keterhubungan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis keterhubungan asal-usul nenek moyang masa lampau dengan kondisi masyarakat masa kini dan masa depanBelum mampu menganalisis keterhubungan antara teori asal-usul nenek moyang dengan kondisi masyarakat masa kini (analisis salah atau tidak ada acuan teori yang sesuai).Mampu menganalisis keterhubungan antara teori asal-usul nenek moyang masa lampau dengan kondisi masyarakat masa kini hanya pada 1 kasus secara tepat dengan bantuan guru.Mampu menganalisis keterhubungan antara teori asal-usul nenek moyang masa lampau dengan kondisi masyarakat masa kini pada 2-3 kasus secara tepat dan mandiri.Mampu menganalisis secara tepat dan mendalam seluruh keterhubungan antara teori asal-usul nenek moyang masa lampau dengan kondisi masyarakat masa kini serta memproyeksikan keterhubungannya dengan persatuan bangsa di masa depan secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk langkah pemahaman konsep 4 teori dan pengerjaan studi kasus analisis keterhubungan berjalan efektif?
  • Apakah murid menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang bermakna saat menghubungkan asal-usul nenek moyang dengan kenyataan keberagaman di sekitar mereka?

Murid:

  • Bagian mana dari asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia yang paling membuka wawasanmu tentang keberagaman kita saat ini?
  • Setelah menyadari bahwa nenek moyang kita berasal dari proses migrasi dan percampuran yang panjang, bagaimana sikapmu terhadap teman yang berbeda suku bangsa?

Pertemuan 2 — Mengumpulkan dan Mendokumentasikan Informasi Sumber Primer Artefak Asal-Usul Nenek Moyang secara Kolaboratif — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.1.5 Mengumpulkan informasi secara berkolaborasi melalui penyelidikan sumber primer terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan mendokumentasikannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengumpulkan informasi mengenai artefak sebagai sumber primer jejak nenek moyang bangsa Indonesia dan mendokumentasikannya secara kolaboratif (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat mengenai pemahaman awal sumber primer dan artefak melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Apakah kapak persegi dan kapak lonjong termasuk sumber primer atau sekunder?' (acuan: sumber primer), dan (2) 'Mengapa artefak fisik digolongkan sebagai sumber primer?' (acuan: peninggalan langsung dari masa kehidupan masa lampau) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai pengertian sumber sejarah primer (artefak, fosil, peninggalan fisik sezaman) dan bedanya dengan sumber sekunder (buku ulasan peneliti, artikel rangkuman) (10 menit).
  • Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kolaboratif beranggotakan 4-5 murid, lalu menyajikan 'Tantangan Detektif Masa Lalu' (permainan cepat mengidentifikasi jenis artefak dari kartu petunjuk ciri fisik untuk membangun antusiasme belajar) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok menerima lembar kerja penyelidikan dan 4 kartu berkas artefak sumber primer: (1) Kartu Kapak Persegi (lokasi temuan: Sumatra, Jawa, Bali; fungsi: alat pemotong/pencangkul tanah; pendukung: ras Melayu Austronesia), (2) Kartu Kapak Lonjong (lokasi temuan: Papua, Maluku, Sulawesi Utara; fungsi: alat membelah kayu/berburu; pendukung: ras Papua Melanesoid), (3) Kartu Nekara Perunggu (lokasi temuan: Alor, Selayar, Bali; fungsi: genderang upacara/pemanggil hujan; pendukung: kebudayaan Dong Son/Austronesia), dan (4) Kartu Gerabah Kompleks Buni (lokasi temuan: Pantai Utara Jawa Barat; fungsi: wadah penyimpanan makanan/upacara; pendukung: masa bercocok tanam dan perundagian) (15 menit).
  • Secara berkolaborasi dalam kelompok, murid mengumpulkan data dari 4 kartu artefak tersebut dengan menelusuri 3 aspek kunci: nama artefak dan bahan, perkiraan wilayah sebaran di Nusantara, serta fungsi bagi kehidupan nenek moyang (20 menit).
  • Kelompok mendokumentasikan data hasil penyelidikan ke dalam Tabel Inventaris Artefak Sumber Primer secara terstruktur pada lembar kerja (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok saling menukarkan lembar kerja hasil dokumentasi artefak untuk melakukan pengecekan kelengkapan data dokumentasi antar-kelompok sesuai kunci verifikasi (10 menit).
  • Murid mengevaluasi kemudahan dan hambatan saat mengumpulkan serta mendokumentasikan informasi sumber primer bersama rekan satu tim (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya sumber primer fisik (artefak) dalam membuktikan keberadaan dan teknologi yang dibawa oleh kelompok migrasi nenek moyang bangsa Indonesia (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap kerja sama kelompok, menyampaikan garis besar aktivitas pertemuan ke-3 (keterhubungan migrasi masa lampau, kini, dan masa depan), dan mengakhiri sesi pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok dengan kesiapan belajar lebih cepat diberikan kartu artefak tambahan berupa Bejana Perunggu (Sumatra/Madura, fungsi upacara) untuk diidentifikasi; kelompok yang membutuhkan perancah diberikan kartu artefak dengan penyorotan kata kunci (bold) pada informasi wilayah dan fungsi.
  • Proses: Kelompok mandiri mengumpulkan dan mengkategorisasi informasi secara mandiri antar-anggota; kelompok bertahap mendapatkan bimbingan berkala dari guru dalam membagi tugas pengisian tabel inventarisasi.
  • Produk: Format pengisian tabel inventarisasi artefak diseragamkan dengan pilihan pendokumentasian berupa catatan berbutir atau narasi ringkas terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) Pertanyaan: 'Apakah kapak persegi dan kapak lonjong termasuk sumber primer atau sekunder?' (Acuan jawaban benar: Sumber primer), (2) Pertanyaan: 'Mengapa artefak fisik digolongkan sebagai sumber primer?' (Acuan jawaban benar: Karena merupakan peninggalan fisik langsung dari masa lampau tempat peristiwa terjadi).

Proses:

  • Formatif proses selama penyelidikan: Pengamatan kolaborasi kelompok dan pemeriksaan ketepatan pengumpulan data pada 4 kartu artefak. Lembar kerja memuat 4 artefak dengan acuan data lengkap: (1) Kapak Persegi: bahan batu api/chalcedon, sebaran Indonesia bagian Barat (Sumatra, Jawa, Bali), fungsi alat pemotong/cangkul; (2) Kapak Lonjong: bahan batu kali kehitaman, sebaran Indonesia bagian Timur (Papua, Maluku, Sulawesi Utara), fungsi alat membelah kayu/alat kerja; (3) Nekara Perunggu: bahan logam perunggu, sebaran Nusantara (Alor, Selayar, Bali), fungsi genderang upacara keagamaan/pemanggil hujan; (4) Gerabah Kompleks Buni: bahan tanah liat bakar, sebaran Jawa Barat bagian pesisir utara, fungsi wadah keperluan sehari-hari/upacara.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lembar Tabel Inventarisasi Artefak yang telah didokumentasikan kelompok. Kriteria keberhasilan: Kelompok berhasil mengumpulkan dan mendokumentasikan data 4 artefak sumber primer secara lengkap mencakup nama artefak, wilayah persebaran, dan fungsi sesuai acuan yang diberikan.

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal terkait pengertian sumber primer artefak nenek moyang.
  • Observasi unjuk kerja kolaborasi saat mengumpulkan informasi artefak pada lembar kerja kelompok.
  • Pemeriksaan lembar kerja dokumentasi Tabel Inventaris Artefak Sumber Primer.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengumpulan Informasi Sumber Primer ArtefakHanya mengumpulkan informasi dari 1 kartu artefak secara tepat sesuai acuan data.Mengumpulkan informasi dari 2-3 kartu artefak secara tepat sesuai acuan data dengan bantuan guru.Mengumpulkan informasi lengkap dari seluruh 4 kartu artefak (nama, wilayah sebaran, fungsi) secara tepat sesuai acuan data.Mengumpulkan informasi lengkap dari 4 kartu artefak utama beserta 1 artefak pengayaan (Bejana Perunggu) secara mandiri dan tepat sesuai acuan data.
Pendokumentasian Hasil Penyelidikan secara KolaboratifDokumentasi tabel inventaris artefak belum lengkap dan pengerjaan didominasi satu anggota tanpa pembagian tugas yang jelas.Dokumentasi tabel terisi sebagian (2-3 artefak) dengan pembagian tugas kelompok yang masih belum konsisten.Dokumentasi tabel terisi lengkap untuk seluruh 4 artefak dengan pembagian peran pencatatan yang merata antar-anggota kelompok.Dokumentasi tabel terisi sangat lengkap, rapi, dan sistematis dengan pembagian peran yang terkelola secara mandiri dan efektif oleh seluruh anggota kelompok.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh kelompok aktif berkolaborasi dan mampu berbagi peran dalam mengumpulkan data dari kartu sumber primer?
  • Apakah instruksi dan bahan kartu artefak memudahkan murid memahami karakteristik sumber sejarah primer nenek moyang?

Murid:

  • Bagian mana dari penyelidikan sumber primer artefak yang paling menarik dan mudah dipahami oleh kelompokmu?
  • Bagaimana pembagian tugas dalam kelompok membantumu menyelesaikan dokumentasi data artefak dengan tepat waktu?

Pertemuan 3 — Menganalisis Keterhubungan Migrasi Nenek Moyang Masa Lampau, Masa Kini, dan Masa Depan Bangsa Indonesia — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.1.1 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia
  • TP 9.1.5 Mengumpulkan informasi secara berkolaborasi melalui penyelidikan sumber primer terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan mendokumentasikannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyadari tujuan pembelajaran hari ini tentang kesinambungan migrasi masa lampau, masa kini, dan masa depan bangsa Indonesia (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pertanyaan lisan: (1) Sebutkan 1 contoh peninggalan fisik/artefak perahu bercadik masa lampau yang masih dapat dijumpai fungsinya pada masa kini (acuan: perahu tradisional nelayan di pesisir Nusantara); (2) Mengapa keahlian navigasi masa lampau penting bagi masa kini dan masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan? (acuan: menjaga kedaulatan laut, konektivitas maritim antarpulau, dan pemanfaatan sumber daya laut) (10 menit).
  • Guru menyampaikan alur kegiatan penyelidikan kolaboratif dokumen sumber primer dan pengisian matriks kesinambungan waktu tiga masa (masa lampau, masa kini, dan masa depan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membentuk kelompok beranggotakan 4 orang, kemudian menerima lembar sumber primer berupa kartu arsip gambar dan transkrip catatan artefak: (1) Relief perahu bercadik Candi Borobudur abad ke-8; (2) Situs gerabah slip merah dan beliung persegi Minanga Sipakko di Sulawesi Barat; (3) Lukisan cadas cap tangan purba di karst Maros-Pangkep (10 menit).
  • Dalam suasana yang menggembirakan melalui 'Tantangan Detektif Sumber', tiap kelompok berlomba secara tepat mencocokkan ketiga sumber primer tersebut dengan rute migrasi serta teknologi bahari yang digunakan (acuan: Borobudur -> teknologi perahu bercadik penjelajah samudra; Minanga Sipakko -> migrasi penutur Austronesia pembawa budaya Neolitikum gerabah/beliung; Karst Maros -> bukti hunian awal gelombang migrasi masa pra-aksara) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Setiap kelompok berkolaborasi mengumpulkan dan mendokumentasikan data informasi dari 3 dokumen sumber primer tersebut ke dalam lembar kerja dokumentasi yang memuat: nama artefak, lokasi temuan, perkiraan kurun waktu, dan fungsi historisnya (20 menit).
  • Secara kolaboratif, murid menganalisis keterhubungan fenomena migrasi dalam Lembar Analisis Tiga Masa dengan melengkapi tabel: (a) Masa Lampau: rute migrasi laut menggunakan perahu bercadik dan penyebaran alat beliung/gerabah; (b) Masa Kini: kemajemukan suku/bahasa daerah dan eksistensi tradisi maritim nelayan nusantara; (c) Masa Depan: tantangan integrasi bangsa majemuk dan penguatan ekonomi maritim nasional berdaya saing global (20 menit).
  • Guru berkeliling membimbing kelompok, memberikan perancah bagi kelompok yang membutuhkan, serta mencatat ketercapaian proses analisis keterhubungan waktu pada lembar observasi formatif (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Kelompok saling menukar lembar kerja untuk memeriksa kelengkapan dokumentasi sumber primer dan keselarasan analisis keterhubungan 3 masa menggunakan daftar periksa acuan kunci (5 menit).
  • Murid melakukan refleksi mandiri terpandu dengan menuliskan 1 kesadaran penting mengenai bagaimana identitas kebangsaan saat ini merupakan hasil rajutan perjalanan panjang migrasi leluhur yang wajib dijaga keharmonisannya di masa depan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai analisis kesinambungan migrasi nenek moyang dari masa lampau hingga tantangan masa depan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kerja sama murid dalam mengumpulkan informasi sumber primer serta mengingatkan topik pertemuan berikutnya tentang jalur rempah (tanpa menutup materi bab) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar teks sumber primer dengan glosarium istilah arkeologi bagi kelompok pemula, serta transkrip hasil ekskavasi yang lebih mendalam bagi kelompok mahir.
  • Proses: Memberikan panduan pertanyaan pemandu bertahap untuk kelompok yang kesulitan mengaitkan masa lalu ke masa depan, sementara kelompok mandiri langsung mengisi matriks analitis secara utuh.
  • Produk: Dokumentasi data dan matriks analisis dapat ditulis dalam bentuk bagan alir berurutan atau tabel komparasi tiga masa sesuai kesepakatan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Menyebutkan keterkaitan artefak perahu bercadik masa lampau dengan kehidupan masyarakat masa kini (acuan: perahu tradisional nelayan nusantara) dan fungsi navigasi maritim untuk masa kini dan masa depan Indonesia (acuan: konektivitas pulau dan ketahanan wilayah laut).

Proses:

  • Observasi keterlibatan kelompok dalam mengumpulkan dan mencatat 3 informasi artefak sumber primer (Relief Borobudur, Gerabah/Beliung Minanga Sipakko, Lukisan Cadas Maros).
  • Pemeriksaan ketepatan analisis keterhubungan antara fakta migrasi bahari masa lampau, keragaman budaya masa kini, serta antisipasi persatuan di masa depan pada lembar kerja kelompok.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu melalui 1 pertanyaan reflektif-analitis tertulis: Jelaskan 1 keterhubungan logis antara keterampilan bahari migrasi nenek moyang masa lampau dengan posisi Indonesia sebagai poros maritim masa kini dan masa depan! (Kriteria penerimaan operasional: jawaban menghubungkan kemampuan teknologi pelayaran masa lampau dengan modal penguatan konektivitas kepulauan/ekonomi maritim masa kini dan masa depan secara rasional).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja kolaborasi saat mengumpulkan dan mendokumentasikan data sumber primer
  • Pemeriksaan lembar analisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Keterhubungan Waktu (TP 9.1.1)Hanya mendeskripsikan peristiwa migrasi masa lampau tanpa mengaitkannya dengan kondisi masyarakat masa kini maupun masa depan.Menghubungkan migrasi nenek moyang masa lampau dengan kondisi kemajemukan masa kini, namun belum mampu memproyeksikan keterhubungannya dengan masa depan.Menganalisis keterhubungan antara peristiwa migrasi masa lampau, kondisi kemajemukan masa kini, dan proyeksi masa depan bangsa secara runtut dan logis.Menganalisis keterhubungan antara peristiwa migrasi masa lampau, masa kini, dan masa depan secara mendalam, kritis, serta memberikan argumentasi keterkaitan yang komprehensif.
Mengumpulkan dan Mendokumentasikan Data Sumber Primer (TP 9.1.5)Mengumpulkan informasi sumber primer kurang dari 2 artefak dan pendokumentasian data belum lengkap.Mengumpulkan dan mendokumentasikan informasi 2 artefak sumber primer secara kolaboratif dengan format data yang cukup lengkap.Mengumpulkan dan mendokumentasikan informasi seluruh 3 artefak sumber primer (Borobudur, Minanga Sipakko, Maros) secara kolaboratif dengan data lengkap dan tepat.Mengumpulkan dan mendokumentasikan seluruh data 3 sumber primer secara kolaboratif dengan sangat terperinci, sistematis, dan tepat tanpa kekeliruan data historis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk tahap penyelidikan sumber primer dan analisis 3 masa mencukupi bagi seluruh kelompok?
  • Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kolaborasi pengumpulan informasi sumber primer?
  • Apakah scaffolding yang diberikan efektif membantu murid mengaitkan konteks masa lampau ke proyeksi masa depan?

Murid:

  • Hal baru apa yang saya pelajari tentang hubungan asal-usul nenek moyang dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini?
  • Bagaimana kerja sama kelompok saya saat mengumpulkan data dari sumber-sumber primer tadi?
  • Tindakan apa yang perlu saya lakukan di masa kini untuk menjaga keragaman budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita?

Pertemuan 4 — Menganalisis Keterhubungan Jalur Rempah Nusantara Masa Lampau dan Masa Kini — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.1.2 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang terkait jalur rempah nusantara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan belajar ruang kelas (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa depan terkait jalur rempah nusantara (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan 2 butir pemetaan: (1) 'Sebutkan 2 pelabuhan kuno utama jalur rempah di Nusantara!' (acuan: Malaka/Banten/Tuban/Makassar/Banda/Ternate/Tidore) dan (2) 'Apa satu bukti peninggalan jalur rempah yang masih ada di sekitar kita hari ini?' (acuan: kuliner berempah/kota pelabuhan pesisir/benteng pertahanan peninggalan pedagang asing) untuk memetakan kesiapan analisis keterhubungan masa lampau-kini (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati narasi ringkas teks sumber 'Dinamika Jalur Rempah: Dari Pelayaran Tradisional Kuno Menuju Poros Maritim Modern' yang menyajikan komparasi 3 dimensi waktu: masa lampau (pusat produksi rempah Maluku-Banda, rute pelayaran niaga antarpulau, simpul niaga Selat Malaka), masa kini (pelabuhan niaga modern, ekspor perkebunan rempah, kuliner dan akulturasi budaya pesisir), serta masa depan (revitalisasi diplomasi budaya dan pemanfaatan jalur maritim perdagangan global) (15 menit).
  • Murid berpartisipasi dalam permainan 'Tebak Lintas Abad' bernuansa menggembirakan secara berpasangan: guru menampilkan 3 pernyataan teka-teki singkat pada papan tulis: [1] 'Dulu aku diperebutkan pedagang Gujarat dan Eropa di Kepulauan Banda, kini aku menjadi bumbu penyedap rawon dan pala kering bernilai devisa. Siapakah aku?' (acuan: Buah Pala), [2] 'Dulu aku selat strategis lintas armada jung dan kapal dagang, kini aku menjadi jalur tersibuk pelayaran kapal peti kemas internasional. Siapakah aku?' (acuan: Selat Malaka), [3] 'Dulu aku benteng pertahanan monopoli rempah, kini aku menjadi cagar budaya wisata sejarah bahari. Siapakah aku?' (acuan: Benteng/Benteng Keraton/Benteng Kolonial). Pasangan murid mengangkat kartu jawaban secara serempak (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Kerja Analisis Keterhubungan Jalur Rempah yang memuat 3 studi kasus keterhubungan: Aspek Geopolitik/Rute Maritim (studi rute pelayaran Selat Malaka-Laut Jawa-Laut Banda), Aspek Ekonomi Komoditas (studi pala, lada, cengkih dari masa tanam tradisional hingga hilirisasi industri makanan/obat modern), dan Aspek Sosial-Budaya (pembentukan kota pelabuhan multietnis tempo dulu hingga masyarakat pesisir saat ini) (15 menit).
  • Murid secara mandiri melakukan analisis tertulis pada tabel lembar kerja dengan mengisi 3 kolom: 'Kondisi Masa Lampau', 'Kondisi Masa Kini', dan 'Prediksi/Prospek Masa Datang', serta merumuskan kalimat analisis sebab-akibat yang menghubungkan ketiga masa tersebut (20 menit).
  • Guru berkeliling mengamati pengerjaan murid, memberikan catatan pembimbingan berdasarkan rubrik keterhubungan bagi murid yang kesulitan menghubungkan masa kini ke masa depan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil analisisnya secara berkesadaran, mencermati apakah argumen keterhubungan yang ditulis telah menunjukkan alur kesinambungan sejarah masa lalu, realitas kini, dan prospek masa depan secara logis (10 menit).
  • Tiga perwakilan murid membacakan simpulan analisis rantai waktu keterhubungan jalur rempah, sementara murid lain mengonfirmasi dan melengkapi catatan analisisnya masing-masing (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran: keterhubungan jalur rempah nusantara membuktikan bahwa kejayaan maritim masa lampau menjadi fondasi struktur sosial-ekonomi masa kini dan arah pembangunan maritim masa depan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian target analisis dan menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya tanpa tugas rumah tambahan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan teks dengan penanda kata kunci tebal pada dimensi waktu (lampau, kini, depan), sedangkan murid yang cepat diberikan teks pengayaan data volume ekspor rempah nusantara kontemporer.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar belum optimal diberikan perancah (scaffolding) berupa kalimat pemandu 'Karena masa lalu ..., maka saat ini ..., sehingga masa depan ...', sedangkan murid mahir langsung menyusun analisis mandiri secara utuh.
  • Produk: Analisis dituangkan pada tabel matriks keterhubungan waktu bagi semua murid dengan kedalaman eksplanasi rincian yang proporsional sesuai tingkat kemandirian berpikir kritisnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan 2 butir pertanyaan di awal sesi: (1) Sebutkan 2 pelabuhan kuno utama jalur rempah di Nusantara (acuan jawaban: Malaka, Banten, Tuban, Makassar, Banda, Ternate, atau Tidore); (2) Sebutkan 1 peninggalan riil jalur rempah yang masih dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari saat ini (acuan jawaban: aneka kuliner Nusantara yang kaya bumbu rempah seperti rendang/soto/rawon, atau peninggalan fisik seperti benteng kolonial/gudang rempah tua di kota pelabuhan).

Proses:

  • Observasi formatif proses analisis mandiri murid pada tabel analisis 3 dimensi keterhubungan (masa lampau, masa kini, dan masa depan) pada 3 studi kasus (rute maritim, komoditas rempah, dan masyarakat kota pelabuhan) menggunakan rubrik penilaian analisis keterhubungan jalur rempah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir penalaran keterhubungan di akhir lembar kerja): 'Tuliskan 1 keterhubungan langsung antara ramainya lalu lintas pelayaran rempah masa lampau di perairan Nusantara dengan status jalur laut Indonesia saat ini dan perannya di masa depan!' (Acuan kriteria penerimaan: jawaban tepat jika menguraikan kesinambungan alur rute dari perairan strategis Selat Malaka/Nusantara tempo dulu sebagai jalur pelayaran dunia, yang tetap menjadi jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia/perdagangan internasional masa kini, dan berpotensi menjadi kekuatan poros maritim dunia/pusat logistik global di masa depan).

Formatif:

  • Penilaian Kinerja Analisis Tertulis pada Lembar Kerja Keterhubungan Jalur Rempah (Masa Lampau, Masa Kini, dan Masa Depan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Menganalisis Keterhubungan Jalur Rempah Lintas Waktu (Lampau, Kini, dan Depan)Hanya mampu mendeskripsikan kondisi jalur rempah masa lampau secara terpisah tanpa menghubungkannya dengan kondisi masa kini maupun masa depan pada lembar kerja.Mampu menghubungkan jalur rempah masa lampau dengan kondisi masa kini, namun belum mampu memprediksi atau mengaitkannya dengan prospek masa yang akan datang.Mampu menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang terkait jalur rempah nusantara secara tepat dan runtut pada 2 dari 3 aspek studi kasus yang ditugaskan.Mampu menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang terkait jalur rempah nusantara secara tepat, runtut, logis, dan mendalam pada seluruh (3) aspek studi kasus (rute maritim, komoditas ekonomi, dan sosial-budaya kota pelabuhan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah analisis keterhubungan tiga dimensi waktu (lampau, kini, depan) dapat dipahami dan diikuti oleh murid tanpa melenceng ke kompetensi lain?
  • Bagaimana respons dan partisipasi murid saat pelaksanaan aktivitas kuis tebak lintas abad, apakah efektif menggugah minat belajar bermakna?
  • Apakah alokasi waktu 120 menit cukup proporsional dalam memfasilitasi murid menyelesaikan analisis mandiri dan refleksi?

Murid:

  • Apa hal paling membuka wawasan yang kamu sadari mengenai hubungan antara jalur rempah ratusan tahun lalu dengan kehidupanmu sehari-hari saat ini?
  • Bagian analisis mana yang paling menantang bagimu saat menghubungkan jalur perdagangan masa kini dengan peluang masa depan Indonesia?
  • Bagaimana usahamu memperbaiki caramu menghubungkan fakta sejarah dengan peristiwa masa sekarang?

Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Upaya Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat Melalui Perdagangan Internasional Masa Rempah — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.1.3 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui perdagangan internasional pada masa perdagangan rempah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan belajar yaitu mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan melalui perdagangan internasional masa rempah (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid terkait konsep kebutuhan dan pertukaran barang: 'Sebutkan 1 komoditas yang melimpah di Maluku dan 1 komoditas luar negeri yang dibutuhkan masyarakat Maluku pada masa rempah!' (Acuan jawaban benar: Komoditas Maluku = cengkih/pala; Komoditas luar negeri yang dibutuhkan = beras dari Jawa/kain sutra dari Tiongkok/kain katun dari India/keramik) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati paparan ringkas dan kartu bacaan tentang kondisi geografis serta komoditas Nusantara masa rempah: Maluku kaya rempah (pala dan cengkih) namun terbatas produksi beras, Jawa kaya beras namun memerlukan rempah, sementara pedagang asing (India, Tiongkok, Arab) membawa kain, porselen, dan logam untuk ditukar dengan rempah (15 menit).
  • Murid secara berpasangan melakukan mini kuis tebak komoditas 'Kebutuhan dan Komoditas Masa Rempah' yang menyenangkan: mencocokkan 4 kartu kebutuhan masyarakat dengan upaya pertukaran internasionalnya. Kartu 1: Kebutuhan bahan pakaian halus di pelabuhan Nusantara -> ditukar kain katun Gujarat/sutra Tiongkok; Kartu 2: Kebutuhan bahan pangan pokok beras di Maluku -> ditukar beras dari Jawa/Bima; Kartu 3: Kebutuhan perkakas rumah tangga mewah bagi bangsawan Nusantara -> ditukar keramik Tiongkok; Kartu 4: Kebutuhan bumbu dan obat di Eropa/Tiongkok -> ditukar cengkih dan pala Nusantara (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bekerja dalam kelompok mengkaji lembar aktivitas yang memuat 4 kasus upaya masyarakat memenuhi kebutuhan hidup melalui perdagangan internasional masa rempah: (1) Masyarakat kepulauan Banda menukar pala dengan beras dan kain dari pedagang luar pulau dan luar negeri; (2) Kerajaan Samudera Pasai mengimpor tekstil India dan mengekspor lada; (3) Pelabuhan Malaka menjadi tempat pedagang Nusantara membeli keramik Tiongkok dan menjual kayu gaharu serta rempah; (4) Masyarakat Jawa mengekspor beras ke Maluku dan Malaka untuk mendapatkan rempah dan sutra (20 menit).
  • Murid mengidentifikasi secara tertulis upaya pemenuhan kebutuhan pada lembar kerja: (a) jenis kebutuhan yang belum tercukupi di dalam negeri/daerah, (b) komoditas yang ditukar/dijual (ekspor/keluar), dan (c) komoditas yang didatangkan dari luar melalui perdagangan internasional (impor/masuk) untuk 4 kasus tersebut (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok saling memeriksa hasil identifikasi kelompok lain (peer-check) menggunakan panduan kunci jawaban yang disediakan guru, lalu mencatat kesimpulan mengenai peran penting perdagangan internasional dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat masa rempah (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa perdagangan internasional masa rempah merupakan upaya nyata masyarakat dan kerajaan-kerajaan di Nusantara untuk saling melengkapi kebutuhan pangan, sandang, dan perkakas yang tidak dapat dihasilkan sendiri di wilayahnya (5 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir isian singkat terkait upaya masyarakat masa rempah memenuhi kebutuhan melalui perdagangan internasional, kemudian guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan tabel panduan komoditas lokal vs komoditas luar negeri dengan petunjuk visual; murid yang mahir diberikan teks studi kasus perdagangan internasional masa rempah dengan konteks komoditas yang lebih variatif (seperti lada Banten dan kapur barus Barus).
  • Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid berkembang didampingi dengan scaffolding pengelompokan kebutuhan sandang, pangan, dan alat; murid mahir menganalisis dan mengidentifikasi upaya pemenuhan kebutuhan secara mandiri.
  • Produk: Seluruh murid mengisi lembar identifikasi upaya pemenuhan kebutuhan masa rempah; tingkat tantangan dibedakan dari kompleksitas kasus komoditas yang diidentifikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 komoditas yang melimpah di Maluku dan 1 komoditas luar negeri yang dibutuhkan masyarakat Maluku pada masa rempah!' (Acuan jawaban: Komoditas melimpah = pala/cengkih; Komoditas yang dibutuhkan dari luar = beras dari Jawa/kain katun dari India/sutra dari Tiongkok/keramik).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam kelompok dan ketepatan mengidentifikasi 4 kasus pemenuhan kebutuhan pada lembar kerja: (1) Banda: butuh pangan beras -> menukar pala dengan beras dari Jawa dan kain India; (2) Pasai: butuh sandang halus -> menukar lada dengan kain katun India; (3) Malaka/pedagang Nusantara: butuh keramik/perkakas -> menukar rempah dan kayu gaharu; (4) Jawa: butuh rempah dan kain mewah -> menukar kelebihan panen beras dengan rempah Maluku dan sutra Tiongkok (Acuan penskoran: tepat bila menyebutkan kebutuhan, barang yang dilepas, dan barang yang diperoleh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu 2 butir isian singkat: (1) 'Mengapa masyarakat kepulauan Maluku pada masa perdagangan rempah bersedia menukarkan cengkih dan pala berharga mereka dengan beras dan kain dari pedagang asing/luar daerah?' (Acuan jawaban benar: Karena Maluku mengalami keterbatasan produksi beras/makanan pokok dan pakaian sehingga harus mendatangkannya dari luar melalui perdagangan); (2) 'Identifikasilah 2 komoditas dari luar negeri yang didatangkan pedagang internasional ke Nusantara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat pada masa rempah!' (Acuan jawaban benar: Kain katun India, kain sutra Tiongkok, keramik/porselen Tiongkok, atau manik-manik/parfum dari Timur Tengah; minimal benar 2 komoditas dari daftar acuan).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja identifikasi upaya pemenuhan kebutuhan melalui perdagangan internasional masa rempah
  • Pemeriksaan ketepatan pencocokan kartu komoditas dan kebutuhan (kuis pasangan)
  • Cek pemahaman tertulis di akhir sesi pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Upaya Pemenuhan Kebutuhan Melalui Perdagangan Internasional Masa RempahBelum mampu mengidentifikasi upaya pemenuhan kebutuhan melalui perdagangan internasional masa rempah (hanya tepat 0-1 dari 4 kasus acuan)Mulai mampu mengidentifikasi upaya pemenuhan kebutuhan melalui perdagangan internasional masa rempah dengan tepat pada 2 dari 4 kasus acuanMampu mengidentifikasi upaya pemenuhan kebutuhan melalui perdagangan internasional masa rempah dengan tepat pada 3 dari 4 kasus acuan secara mandiriMampu mengidentifikasi seluruh upaya pemenuhan kebutuhan melalui perdagangan internasional masa rempah dengan tepat pada ke-4 kasus acuan (Banda, Pasai, Malaka, Jawa) secara konsisten dan mandiri

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas mencocokkan komoditas berhasil membantu murid memahami alasan mendasar terjadinya perdagangan internasional masa rempah?
  • Apakah seluruh kelompok dapat mengidentifikasi upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat masa rempah tanpa terjebak menghafal rute/jalur yang bukan target pertemuan ini?

Murid:

  • Apa hal baru yang saya pahami tentang cara masyarakat masa lalu memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak ada di daerahnya sendiri?
  • Bagian mana dari kegiatan identifikasi perdagangan rempah hari ini yang paling menarik bagi saya?

Pertemuan 6 — Menyajikan Hasil Penyelidikan Jalur Rempah Nusantara Menggunakan Media Informasi Peta Infografis — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.1.2 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang terkait jalur rempah nusantara
  • TP 9.1.6 Menyajikan hasil penyelidikan jalur rempah nusantara dengan menggunakan media informasi yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam pembuka, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar ruang kelas (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menganalisis keterhubungan jalur rempah masa lampau, masa kini, dan masa depan, serta menyajikannya dalam bentuk media peta infografis (5 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen diagnostik singkat dengan menjawab 3 pertanyaan tertulis pada selembar kertas terkait rute, komoditas, dan dampak masa kini jalur rempah: (1) Sebutkan 2 pelabuhan utama jalur rempah Nusantara masa lampau; (2) Sebutkan 1 komoditas rempah asli Maluku yang diperdagangkan ke dunia; (3) Tuliskan 1 bukti keterhubungan jalur rempah masa lampau dengan kehidupan masa kini (acuan jawaban: (1) Malaka, Banten, Sunda Kelapa, Tuban, Banda, Ternate, atau Tidore; (2) Cengkih atau Pala; (3) Indonesia menjadi produsen/eksportir rempah dunia, jalur pelayaran laut nusantara tetap menjadi jalur niaga, atau keberagaman kuliner berempah) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara berkelompok mengamati contoh draf peta jalur perdagangan maritim Nusantara dan lembar ringkasan hasil penyelidikan jalur rempah (titik produsen Maluku/Banda, titik transit pelabuhan Jawa/Sumatra/Malaka, komoditas pala dan cengkih) (10 menit).
  • Murid menganalisis lembar telaah keterhubungan tiga dimensi waktu jalur rempah: masa lampau (jalur niaga rempah maritim dan pelabuhan kuno), masa kini (keberadaan sentra rempah dan jalur logistik laut nasional), dan masa depan (potensi hilirisasi rempah, poros maritim dunia, dan pengakuan warisan dunia UNESCO) (15 menit).
  • Guru mengadakan permainan kelompok adu cepat 'Tebak Simbol & Keterhubungan Waktu': setiap kelompok menerima 3 kartu petunjuk keterhubungan (Masa Lampau, Masa Kini, Masa Depan) lalu mencocokkannya dengan simbol ikon peta yang tepat di papan tulis untuk membangun pemahaman visual yang menggembirakan: (1) Kartu A: 'Pelayaran perahu layar tradisional mengangkut cengkih Ternate ke Malaka' cocok dengan simbol Pinisi/Rute Masa Lampau; (2) Kartu B: 'Pelabuhan peti kemas modern mengekspor minyak atsiri dan lada' cocok dengan simbol Kapal Kargo/Pabrik Masa Kini; (3) Kartu C: 'Revitalisasi Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia dan diplomasi maritim' cocok dengan simbol Logo Warisan Dunia/Masa Depan (acuan: pasangan A-Lampau, B-Kini, C-Depan) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid dalam kelompok merancang tata letak dan menuangkan hasil penyelidikan ke dalam media informasi peta infografis Jalur Rempah Nusantara pada kertas karton/lembar kerja proyek yang memuat unsur: rute maritim, titik produsen/pelabuhan niaga (Banda/Ternate/Malaka/Jawa), jenis komoditas rempah (cengkih, pala, lada), serta kolom analisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan (20 menit).
  • Murid melengkapi elemen grafis informasi pada peta (legenda rute pelayaran, piktogram komoditas rempah, catatan ringkas analisis keterhubungan waktu: masa lampau sebagai jalur niaga global, masa kini sebagai ketahanan ekonomi/komoditas lokal, masa depan sebagai strategi diplomasi budaya/maritim dunia) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok memajang karya peta infografis di dinding kelas dalam sesi 'Gallery Walk' hening berkesadaran, saling mencermati ketepatan informasi rute dan ketajaman analisis keterhubungan waktu antar-karya, serta mencatat 1 temuan menarik pada lembar pengamatan kelompok (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan esensi pembelajaran bahwa jalur rempah bukan sekadar riwayat masa lalu, melainkan fondasi konektivitas maritim masa kini dan modal strategis bangsa di masa depan yang berhasil disajikan dalam peta infografis (5 menit).
  • Murid mengisi kartu refleksi diri satu menit dan menerima arahan tindak lanjut persiapan pembelajaran berikutnya mengenai perdagangan internasional masa rempah, kemudian sesi ditutup dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan draf peta buta bergaris panduan rute dan daftar komoditas terstruktur; murid berkemampuan cepat diberikan data tambahan jalur pelayaran sekunder dan dinamika pasar rempah global.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru dalam memetakan 3 dimensi keterhubungan waktu; kelompok mandiri mengolah analisis keterhubungan secara kolaboratif tanpa arahan langsung langkah demi langkah.
  • Produk: Format penyajian peta infografis dapat berupa peta gambar manual berwarna dengan simbol visual atau infografis digital sederhana (bagi murid yang membawa gawai/laptop), dengan tetap memuat komponen wajib: rute, komoditas, dan analisis keterhubungan masa lampau, kini, dan masa depan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tertulis diagnostik singkat 3 butir soal: (1) Sebutkan 2 pelabuhan utama jalur rempah Nusantara masa lampau; (2) Sebutkan 1 komoditas rempah asli Maluku yang diperdagangkan ke dunia; (3) Tuliskan 1 bukti keterhubungan jalur rempah masa lampau dengan kehidupan masa kini. Kriteria penerimaan/kunci jawaban: Butir 1 tepat menyebutkan minimal 2 pelabuhan (acuan: Malaka, Sunda Kelapa, Banten, Tuban, Gresik, Makassar, Ternate, Tidore, Banda); Butir 2 tepat menyebutkan cengkih atau pala; Butir 3 tepat menyebutkan kesinambungan nyata (acuan: produksi/ekspor rempah Indonesia saat ini, pelayaran logistik laut antar-pulau nusantara, pemanfaatan rempah dalam bumbu/obat tradisional masa kini).

Proses:

  • Observasi formatif keterlibatan kelompok dalam menyajikan hasil penyelidikan pada peta infografis, meliputi ketepatan plotting rute, penempatan ikon komoditas rempah, dan kelengkapan uraian analisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan.

Akhir Pertemuan:

  • Penilaian produk media informasi peta infografis kelompok menggunakan rubrik penilaian analisis keterhubungan jalur rempah dan penyajian media visual peta infografis.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik tertulis 3 pertanyaan di pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja penyusunan peta infografis jalur rempah selama kegiatan inti
  • Pengecekan kelengkapan komponen peta infografis (rute, komoditas, dan analisis 3 dimensi waktu)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis keterhubungan jalur rempah nusantara (masa lampau, masa kini, dan masa depan)Hanya memuat uraian jalur rempah masa lampau tanpa mengaitkan dengan kondisi masa kini maupun masa depan.Memuat analisis keterhubungan jalur rempah antara masa lampau dan masa kini, namun belum memuat proyeksi masa depan.Menganalisis keterhubungan jalur rempah secara lengkap mencakup masa lampau, masa kini, dan masa depan secara tepat.Menganalisis keterhubungan jalur rempah secara mendalam, komprehensif, dan kritis yang menghubungkan signifikansi masa lampau, realitas masa kini, serta strategi masa depan secara runtut dan tepat.
Menyajikan hasil penyelidikan jalur rempah menggunakan media peta infografisPenyajian peta infografis belum memuat jalur maritim yang jelas dan piktogram/informasi komoditas rempah belum tercantum.Menyajikan peta infografis dengan rute jalur rempah dan sebagian komoditas, namun simbol legenda atau tata letak informasi belum terstruktur.Menyajikan hasil penyelidikan jalur rempah secara terstruktur dan jelas dalam peta infografis memuat rute, sebaran komoditas, legenda, dan teks penjelasan yang mudah dibaca.Menyajikan hasil penyelidikan jalur rempah secara sangat terstruktur, jelas, proporsional, dan informatif dengan perpaduan rute maritim yang presisi, simbol komoditas yang lengkap, serta visualisasi data yang komunikatif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 120 menit cukup memfasilitasi murid menyelesaikan penyusunan peta infografis dan analisis 3 dimensi waktu jalur rempah?
  • Bagian mana dari kegiatan penyajian peta infografis yang paling memicu keterlibatan aktif dan daya nalar kritis murid?
  • Apakah scaffolding yang diberikan pada tahap pembuatan peta infografis sudah efektif membantu kelompok yang mengalami kendala teknis?

Murid:

  • Apa hal paling bermakna yang saya pelajari hari ini tentang keterhubungan jalur rempah masa lalu dengan kehidupan bangsa saat ini dan masa depan?
  • Bagian pembuatan peta infografis mana yang paling menantang dan bagaimana kelompok saya berhasil menyelesaikannya?
  • Bagaimana keterampilan menyajikan informasi lewat peta infografis membantu saya memahami sejarah maritim Indonesia secara lebih jelas?

Pertemuan 7 — Mengelaborasi Proses Interaksi Sosial dalam Masyarakat Majemuk Berdasarkan Jalur Rempah — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.1.4 Mengelaborasi proses interaksi sosial dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memimpin doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yakni mengelaborasi proses interaksi sosial dalam masyarakat majemuk berdasarkan sejarah Jalur Rempah Nusantara (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 3 pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman dasar murid mengenai bentuk interaksi sosial dan kemajemukan: (1) Apa perbedaan interaksi asosiatif dan disosiatif? (Acuan: asosiatif mengarah pada persatuan/kerjasama, disosiatif mengarah pada perpecahan/konflik); (2) Mengapa kedatangan pedagang asing pada masa Jalur Rempah menciptakan masyarakat majemuk di pelabuhan? (Acuan: terjadi perjumpaan dan pemukiman berbagai etnis/bangsa dengan latar budaya dan agama berbeda); (3) Sebutkan 1 contoh pembauran budaya di kota pelabuhan masa rempah! (Acuan: akulturasi arsitektur masjid beratap tumpang/pengaruh Tionghoa, serapan bahasa dagang, perkawinan campur) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak paparan materi dan teks narasi sejarah tentang pelabuhan dagang masa rempah (seperti Banten, Malaka, dan Banda) yang mempertemukan pedagang lokal, Tionghoa, Arab, Gujarat, dan Eropa (15 menit).
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi bentuk-bentuk proses interaksi sosial asosiatif (kerja sama dagang, akulturasi arsitektur/kuliner, asimilasi perkawinan campur, dan akomodasi kesepakatan aturan syahbandar) yang meredam potensi konflik dalam kemajemukan masyarakat pelabuhan (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Teka-Teki Silang Interaksi Jalur Rempah' di mana murid berlomba mencocokkan 4 studi kasus interaksi masa rempah dengan bentuk interaksi sosial yang tepat secara cepat dan gembira (10 menit).
  • Murid bekerja dalam kelompok menganalisis lembar kerja analisis yang memuat 4 studi kasus interaksi sosial di pelabuhan Jalur Rempah: Kasus 1: Pedagang lokal Bugis dan pedagang Gujarat bekerja sama dalam jaringan bongkar muat komoditas pala di pelabuhan; Kasus 2: Terbentuknya perkampungan multietnis (Pecinan dan Koja) yang hidup berdampingan dengan tata tertib Syahbandar; Kasus 3: Perpaduan seni ukir relief Tiongkok dan kaligrafi Islam pada dinding masjid kuno pesisir; Kasus 4: Kesepakatan bagi hasil antara petani cengkih Maluku dan pedagang Melayu guna menghindari perselisihan harga (20 menit).
  • Setiap kelompok menguraikan secara rinci keterkaitan antara kasus interaksi tersebut dengan terbentuknya masyarakat majemuk yang harmonis serta nilai integrasi bangsa yang diwariskannya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat tentang bagaimana nilai-nilai kerja sama dan akulturasi pada masa Jalur Rempah dapat diterapkan untuk menjaga kerukunan dalam pergaulan di lingkungan sekolah dan masyarakat yang majemuk saat ini (15 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan konsep utama bahwa masyarakat majemuk Indonesia telah terlatih berinteraksi sosial secara inklusif dan toleran sejak masa Jalur Rempah (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap elaborasi murid serta menyampaikan informasi materi pertemuan berikutnya mengenai integrasi bangsa dan prinsip kebhinekaan, lalu menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks narasi dengan infografis visual pelabuhan rempah bagi kelompok yang membutuhkan visualisasi konkret, serta teks analitis historis yang lebih mendalam bagi murid yang siap belajar lebih lanjut.
  • Proses: Memberikan panduan pertanyaan terstruktur (scaffolding) untuk kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap, dan mendorong analisis mandiri berdaya pikir kritis bagi kelompok murid yang cepat memahami.
  • Produk: Elaborasi kelompok dapat dituangkan dalam bentuk matriks tabel analisis interaksi sosial maupun peta konsep visual.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan: Guru menanyakan 3 pertanyaan pemantik pemahaman interaksi: (1) Apa perbedaan interaksi asosiatif dan disosiatif? (Kriteria penerimaan: interaksi asosiatif mengarah pada persatuan/integrasi sedangkan disosiatif mengarah pada perpecahan/pertentangan); (2) Mengapa pelabuhan Jalur Rempah memicu kemajemukan masyarakat? (Kriteria penerimaan: karena menjadi tempat berkumpul dan menetapnya pedagang dari berbagai suku dan bangsa); (3) Sebutkan 1 contoh percampuran budaya di pelabuhan rempah! (Kriteria penerimaan: percampuran kuliner, bahasa, gaya bangunan masjid/kelenteng, atau perkawinan campur).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja kelompok elaborasi interaksi sosial dalam masyarakat majemuk berdasarkan 4 kasus: Kasus 1 diidentifikasi sebagai kerja sama/kooperasi (acuan: kemitraan pembongkaran komoditas); Kasus 2 diidentifikasi sebagai akomodasi/koeksistensi damai (acuan: penaatan aturan syahbandar antar-etnis); Kasus 3 diidentifikasi sebagai akulturasi budaya (acuan: perpaduan unsur seni ukir tanpa menghilangkan identitas asli); Kasus 4 diidentifikasi sebagai kompromi/akomodasi ekonomi (acuan: kesepakatan harga untuk mencegah konflik). Penilaian didasarkan pada ketepatan identifikasi bentuk interaksi dan kedalaman elaborasi perannya dalam mewujudkan keharmonisan masyarakat majemuk.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu pada lembar refleksi: Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis: (1) Identifikasi 2 bentuk interaksi sosial masa Jalur Rempah yang paling berperan membentuk masyarakat majemuk di Indonesia! (Acuan: menyebutkan kerja sama perdagangan dan akulturasi/asimilasi budaya); (2) Jelaskan 1 alasan mengapa prinsip toleransi pada masa perdagangan rempah penting untuk persatuan bangsa saat ini! (Kriteria penerimaan: memuat argumen bahwa saling menghormati perbedaan suku/budaya/agama mencegah konflik dan memperkokoh kerukunan masyarakat yang majemuk).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan
  • Observasi partisipasi dan lembar kerja elaborasi interaksi sosial pada kegiatan inti
  • Kuis cepat Teka-Teki Silang Interaksi Jalur Rempah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Elaborasi Proses Interaksi Sosial dalam Masyarakat MajemukBelum mampu mengidentifikasi dan mengelaborasi bentuk proses interaksi sosial pada masa Jalur Rempah (jawaban tidak sesuai dengan 4 kasus yang disajikan).Mampu mengidentifikasi 1-2 bentuk interaksi sosial (kerja sama, akomodasi, akulturasi, kompromi) pada kasus Jalur Rempah dengan tepat sesuai acuan, namun belum mampu mengelaborasi hubungannya dengan kemajemukan masyarakat.Mampu mengidentifikasi 3-4 bentuk interaksi sosial pada kasus Jalur Rempah dengan tepat sesuai acuan dan mengelaborasi keterkaitannya dalam membentuk keharmonisan masyarakat majemuk secara logis.Mampu mengidentifikasi seluruh (4) bentuk interaksi sosial pada kasus Jalur Rempah dengan tepat sesuai acuan, serta mengelaborasi secara mendalam dan komprehensif keterkaitannya dengan pembentukan masyarakat majemuk dan perwujudan integrasi bangsa berprinsip kebhinekaan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran kontekstual berbasis studi kasus Jalur Rempah efektif membantu murid memahami konsep proses interaksi sosial dalam masyarakat majemuk?
  • Bagian kegiatan mana yang paling memicu antusiasme murid dalam berdiskusi dan bernalar kritis?

Murid:

  • Hal baru apa yang saya pelajari tentang cara nenek moyang dan para pendatang saling bekerja sama di pelabuhan Jalur Rempah?
  • Bagaimana saya dapat meneladani sikap menghargai perbedaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari bersama teman di sekolah?

Pertemuan 8 — Mengelaborasi Proses Interaksi Sosial untuk Mewujudkan Integrasi Bangsa dengan Prinsip Kebhinekaan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.1.4 Mengelaborasi proses interaksi sosial dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-8 yaitu mengelaborasi proses interaksi sosial dalam masyarakat majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis klasifikasi interaksi: murid menentukan apakah 2 contoh interaksi berikut tergolong asosiatif integratif atau disosiatif: (1) Musyawarah warga lintas etnis menyelesaikan sengketa fasilitas umum; (2) Boikot antarwarga beda latar belakang agama (acuan: butir 1 = asosiatif integratif; butir 2 = disosiatif) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati bagan konsep keterhubungan antara interaksi asosiatif (kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi) dan terciptanya integrasi bangsa berlandaskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (10 menit).
  • Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pilah Interaksi': murid mengelompokkan 4 kartu interaksi ke dalam kategori (A) Menunjang Integrasi atau (B) Menghambat Integrasi. Kartu: 1. Gotong royong membersihkan lingkungan pascabencana tanpa membedakan suku; 2. Mediasi tokoh adat dalam perselisihan tapal batas desa; 3. Penyebaran ujaran kebencian antarsuku di media sosial; 4. Festival budaya antardaerah yang memamerkan keragaman tradisi (acuan: Kartu 1 = Menunjang Integrasi; Kartu 2 = Menunjang Integrasi; Kartu 3 = Menghambat Integrasi; Kartu 4 = Menunjang Integrasi) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri menganalisis 2 studi kasus masyarakat majemuk pada lembar kerja: Kasus 1: Warga kampung majemuk mendirikan forum kerukunan warga untuk memfasilitasi peringatan hari besar semua agama; Kasus 2: Pelajar lintas etnis membentuk tim paduan suara daerah menyanyikan lagu nusantara (15 menit).
  • Murid menuliskan uraian elaborasi pada lembar kerja mengenai: (a) bentuk proses interaksi sosial yang berlangsung pada kedua kasus, (b) bagaimana proses tersebut mewujudkan integrasi bangsa, dan (c) bagaimana prinsip kebhinekaan diterapkan agar tidak timbul dominasi kelompok (kriteria acuan jawaban: Kasus 1 mencakup bentuk kerja sama/akomodasi lintas iman yang memperkuat kerukunan dengan prinsip saling menghormati perbedaan; Kasus 2 mencakup akulturasi/kerja sama budaya yang menyatukan perbedaan etnis tanpa menghilangkan identitas asli masing-masing) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi hasil uraian elaborasinya secara mandiri dengan membandingkannya terhadap kriteria prinsip kebhinekaan dalam integrasi nasional (8 menit).
  • Murid mengidentifikasi peran konkrit dirinya dalam menerapkan interaksi sosial yang inklusif di lingkungan sekolah yang majemuk (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan proses interaksi sosial asosiatif yang diperlukan untuk menjaga integrasi bangsa dengan memegang teguh prinsip kebhinekaan (4 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Bab 1) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan alur telaah interaksi; murid yang mahir diberikan studi kasus dinamika majemuk perkotaan yang lebih kompleks.
  • Proses: Pemberian scaffolding berupa pertanyaan pemandu bagi murid yang membutuhkan bimbingan saat menguraikan hubungan integrasi dan kebhinekaan; pengerjaan mandiri tanpa panduan bertahap bagi murid mahir.
  • Produk: Uraian elaborasi berfokus pada ketepatan telaah bentuk interaksi, pencapaian integrasi, dan penerapan prinsip kebhinekaan sesuai target TP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kognitif singkat klasifikasi interaksi di pendahuluan: Murid menentukan jenis proses interaksi dari 2 situasi: (1) Musyawarah warga lintas etnis menyelesaikan sengketa fasilitas umum; (2) Boikot antarwarga beda latar belakang agama (acuan jawaban: 1 = interaksi asosiatif/integratif; 2 = interaksi disosiatif).

Proses:

  • Formatif lembar kerja: Uraian elaborasi murid atas Kasus 1 dan Kasus 2 dinilai berdasarkan ketepatan memetakan proses interaksi sosial, penjelasan mekanisme perwujudan integrasi bangsa, dan penerapan prinsip kebhinekaan (kriteria acuan: Kasus 1 memuat kerja sama/akomodasi dan toleransi keagamaan; Kasus 2 memuat kerja sama/akulturasi budaya yang memelihara keberagaman tanpa dominasi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menjawab 1 pertanyaan cek pemahaman singkat: Jelaskan satu syarat utama agar interaksi sosial di tengah kemajemukan menghasilkan integrasi bangsa dan bukan pemaksaan penyeragaman (kriteria penerimaan: jawaban menyatakan perlunya prinsip kebhinekaan, pengakuan hak setara, sikap toleransi, atau penghormatan terhadap perbedaan identitas tanpa ada asimilasi paksa).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan analisis lembar kerja elaborasi proses interaksi sosial untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan.
  • Observasi diagnostik pemilahan interaksi asosiatif dan disosiatif pada asesmen awal.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Elaborasi Proses Interaksi Sosial Menuju Integrasi Bangsa dengan Prinsip KebhinekaanHanya mampu menyebutkan bentuk interaksi sosial tanpa menguraikan kaitannya dengan integrasi bangsa maupun prinsip kebhinekaan.Mampu menguraikan bentuk interaksi sosial dan kaitannya dengan integrasi bangsa, tetapi belum mengaitkannya secara tepat dengan prinsip kebhinekaan.Mampu mengelaborasi proses interaksi sosial dalam mewujudkan integrasi bangsa serta menerapkan prinsip kebhinekaan pada 2 kasus yang dianalisis sesuai acuan kriteria.Mampu mengelaborasi proses interaksi sosial dalam mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan secara mendalam, tepat, komprehensif, dan mandiri pada kedua kasus sesuai seluruh acuan kriteria.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur elaborasi konsep interaksi sosial majemuk menuju integrasi bangsa berhasil dipahami murid secara bermakna?
  • Apakah alokasi waktu 2 JP mencukupi untuk tahapan analisis dan elaborasi kasus secara mendalam?

Murid:

  • Apa hal terpenting yang saya pahami mengenai pentingnya prinsip kebhinekaan dalam interaksi sehari-hari?
  • Bagaimana saya dapat mewujudkan interaksi yang inklusif terhadap teman yang berbeda latar belakang di sekolah?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.1.1 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia
  • TP 9.1.2 Menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang terkait jalur rempah nusantara
  • TP 9.1.3 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui perdagangan internasional pada masa perdagangan rempah
  • TP 9.1.4 Mengelaborasi proses interaksi sosial dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan
  • TP 9.1.5 Mengumpulkan informasi secara berkolaborasi melalui penyelidikan sumber primer terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan mendokumentasikannya
  • TP 9.1.6 Menyajikan hasil penyelidikan jalur rempah nusantara dengan menggunakan media informasi yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta kelengkapan dokumen portofolio masing-masing kelompok (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab yang mencakup tes tertulis uraian individual, unjuk kerja penyajian hasil penyelidikan kelompok, serta respons lisan terstruktur (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak pembacaan petunjuk teknis pelaksanaan asesmen kombinasi dan pembagian lembar soal tes tertulis uraian telaah kasus (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara individual dan mandiri mengerjakan tes tertulis uraian telaah kasus pada lembar jawaban yang disediakan (47 menit). Butir soal dan acuan kunci jawaban: Soal 1 (TP 9.1.1): Analisislah keterhubungan masa lampau (migrasi penutur Austronesia/Austroasiatik), masa kini (keragaman genetika, bahasa, dan budaya Nusantara), serta masa depan (penguatan identitas multikultural Indonesia). [Acuan jawaban: memuat minimal 3 unsur: (a) masa lampau: migrasi gelombang ras/penutur bahasa Austronesia dan Austroasiatik membawa budaya maritim dan beliung persegi; (b) masa kini: terbentuknya keanekaragaman etnis, bahasa daerah, dan tradisi lokal di berbagai pulau; (c) masa depan: kesadaran asal-usul bersama memperkuat ketahanan sosial dan identitas bangsa dalam menghadapi era globalisasi]. Soal 2 (TP 9.1.2): Analisislah keterhubungan jalur rempah masa lampau (peran komoditas cengkih dan pala sebagai simpul konektivitas antarpulau/dunia), masa kini (potensi diplomasi budaya dan jalur logistik maritim nasional), dan masa depan (kedaulatan maritim Indonesia). [Acuan jawaban: memuat minimal 3 unsur: (a) masa lampau: komoditas pala dan cengkih dari Maluku/Banda menghubungkan pelabuhan Nusantara ke pasar Asia-Eropa; (b) masa kini: reaktivasi jalur rempah sebagai poros maritim dan warisan budaya dunia; (c) masa depan: revitalisasi konektivitas maritim memperkokoh kemandirian rantai pasok dan daya saing global]. Soal 3 (TP 9.1.4): Elaborasikan 2 proses interaksi sosial (akomodasi dan asimilasi/akulturasi) dalam masyarakat majemuk hasil kontak niaga rempah untuk mewujudkan integrasi bangsa berprinsip kebhinekaan. [Acuan jawaban: memuat telaah interaksi: (a) akomodasi toleran antaretnis/agama pendatang di pelabuhan niaga; (b) akulturasi budaya lokal dengan pedagang luar yang melebur tanpa menghilangkan jati diri, menjadi modal pengikat integrasi nasional di bawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika].
  • Murid dalam kelompok (7 kelompok) secara bergiliran menyajikan hasil penyelidikan berupa lembar dokumentasi sumber primer asal-usul nenek moyang (TP 9.1.5) serta media informasi peta infografis/bagan alur jalur rempah nusantara (TP 9.1.6) dengan durasi 7 menit per kelompok (46 menit). Acuan telaah unjuk kerja: (a) lembar dokumentasi memuat minimal 2 sumber primer (artefak beliung persegi/gerabah/kapak lonjong/nekara) beserta lokasi temuan dan fungsinya; (b) media informasi peta infografis menampilkan rute pelayaran rempah, bandar transit utama (misal: Malaka, Tuban, Makassar, Banda), dan komoditas unggulan (pala, cengkih, lada) secara visual dan informatif.
  • Setiap kelompok menjawab pertanyaan lisan terstruktur terintegrasi dari guru mengenai upaya masyarakat memenuhi kebutuhannya melalui perdagangan internasional masa rempah (TP 9.1.3) selama 2-3 menit per kelompok (14 menit). Butir pertanyaan terstruktur dan acuan respons: Pertanyaan: 'Sebutkan 2 komoditas rempah lokal yang ditukarkan, 2 barang dari pedagang asing yang dibutuhkan masyarakat lokal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, serta bagaimana ketergantungan perdagangan internasional ini memengaruhi pemenuhan kebutuhan masyarakat pada masa itu?' [Acuan jawaban: (1) Komoditas lokal: cengkih, pala, atau lada; (2) Komoditas impor yang dibutuhkan: kain sutra/katun (kebutuhan sandang), keramik/porselen (wadah/perabot), atau logam/alat besi (kebutuhan produksi); (3) Dampak pemenuhan kebutuhan: masyarakat lokal dapat memenuhi kebutuhan sandang berkualitas dan peralatan kerja yang tidak diproduksi sendiri melalui surplus hasil bumi rempah].

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan seluruh lembar jawaban tertulis dan portofolio laporan, kemudian melakukan hening sejenak untuk meninjau kejujuran, ketelitian, dan daya juang dalam menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif bab (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kerja keras murid selama pengerjaan asesmen sumatif individual maupun kolaboratif (2 menit).
  • Guru bersama murid menutup rangkaian pembelajaran Bab 1 dengan doa bersama dan menyampaikan gambaran umum materi pada bab berikutnya (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar soal dengan ukuran font yang disesuaikan atau format visual kontras bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi butir asesmen.
  • Proses: Memberikan penataan giliran presentasi yang terstruktur dan ruang gerak yang aksesibel bagi kelompok yang memerlukan akomodasi fisik.
  • Produk: Format penyajian media informasi jalur rempah dapat berupa cetak poster fisik maupun tampilan digital infografis sesuai media yang telah disiapkan kelompok pada pertemuan sebelumnya tanpa mengubah kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi: tes tertulis telaah kasus terintegrasi serentak dan unjuk kerja kolaboratif penyajian infografis jalur rempah: Lembar jawaban tertulis analisis asal-usul nenek moyang, dinamika jalur rempah, dan integrasi kemajemukan, serta lembar portofolio penyelidikan dan media informasi hasil penyelidikan yang dipresentasikan per kelompok
  • tes tertulis uraian dan telaah kasus: Lembar jawaban tertulis berisi analisis keterhubungan masa lampau-kini-nanti asal-usul nenek moyang dan jalur rempah, serta telaah interaksi sosial masyarakat majemuk dalam bingkai kebhinekaan yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (50 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik tes uraian)
  • unjuk kerja penyelidikan dan presentasi kelompok: Lembar dokumentasi data sumber primer asal-usul nenek moyang serta paparan media informasi (infografis/bagan alur) jalur rempah nusantara yang dipresentasikan selama 7 menit per kelompok (7 kelompok x 7 menit = 49 menit) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian kinerja penyelidikan dan presentasi media informasi)
  • tanya jawab lisan terstruktur terintegrasi: Jawaban lisan murid mengenai upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui perdagangan internasional masa rempah yang dinilai melalui pertanyaan pendalaman terstruktur pada saat sesi tanya jawab presentasi kelompok (2-3 menit per kelompok untuk 7 kelompok) (20 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan daftar cek respon lisan)

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi: tes tertulis telaah kasus terintegrasi serentak dan unjuk kerja kolaboratif penyajian infografis jalur rempah: Lembar jawaban tertulis analisis asal-usul nenek moyang, dinamika jalur rempah, dan integrasi kemajemukan, serta lembar portofolio penyelidikan dan media informasi hasil penyelidikan yang dipresentasikan per kelompok
  • tes tertulis uraian dan telaah kasus: Lembar jawaban tertulis berisi analisis keterhubungan masa lampau-kini-nanti asal-usul nenek moyang dan jalur rempah, serta telaah interaksi sosial masyarakat majemuk dalam bingkai kebhinekaan yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (50 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik tes uraian)
  • unjuk kerja penyelidikan dan presentasi kelompok: Lembar dokumentasi data sumber primer asal-usul nenek moyang serta paparan media informasi (infografis/bagan alur) jalur rempah nusantara yang dipresentasikan selama 7 menit per kelompok (7 kelompok x 7 menit = 49 menit) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian kinerja penyelidikan dan presentasi media informasi)
  • tanya jawab lisan terstruktur terintegrasi: Jawaban lisan murid mengenai upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui perdagangan internasional masa rempah yang dinilai melalui pertanyaan pendalaman terstruktur pada saat sesi tanya jawab presentasi kelompok (2-3 menit per kelompok untuk 7 kelompok) (20 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan daftar cek respon lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Keterhubungan Nenek Moyang dan Jalur Rempah (TP 9.1.1 & TP 9.1.2)Hanya menyebutkan fakta masa lampau tanpa mengaitkan dengan kondisi masa kini maupun masa depan untuk asal-usul nenek moyang dan jalur rempah.Menganalisis keterhubungan asal-usul nenek moyang atau jalur rempah yang hanya mencakup keterhubungan 2 dimensi waktu (misal masa lampau dan masa kini saja) sesuai acuan jawaban.Menganalisis secara tepat keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara sesuai ketiga unsur pada acuan kunci jawaban.Menganalisis secara komprehensif, runtut, dan tepat keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa depan terkait asal-usul nenek moyang dan jalur rempah nusantara dengan argumentasi historis-geografis yang mendalam melebihi ketiga unsur acuan.
Elaborasi Interaksi Sosial Masyarakat Majemuk (TP 9.1.4)Belum mampu menguraikan proses interaksi sosial (akomodasi/asimilasi/akulturasi) dalam masyarakat majemuk warisan kontak jalur rempah.Menguraikan 1 bentuk interaksi sosial (akomodasi atau akulturasi) namun belum mengaitkannya secara jelas dengan perwujudan integrasi bangsa dan prinsip kebhinekaan.Mengelaborasi secara tepat 2 bentuk proses interaksi sosial (akomodasi dan akulturasi) dalam masyarakat majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan sesuai acuan kunci jawaban.Mengelaborasi secara mendalam, utuh, dan kontekstual 2 proses interaksi sosial masyarakat majemuk beserta contoh konkret dinamika kebhinekaan dalam memperkokoh integrasi nasional.
Identifikasi Upaya Pemenuhan Kebutuhan Perdagangan Internasional Rempah (TP 9.1.3)Menyebutkan kurang dari 2 komoditas ekspor/impor dan tidak mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat.Menyebutkan 2 komoditas lokal rempah (cengkih/pala/lada) dan 1 komoditas impor (kain/keramik/besi) namun belum tepat menjelaskan dampaknya pada pemenuhan kebutuhan masyarakat.Mengidentifikasi secara tepat 2 komoditas ekspor rempah, 2 barang impor yang dibutuhkan, serta menjelaskan dampaknya terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai acuan respons lisan.Mengidentifikasi secara tepat dan terperinci seluruh komoditas barter/niaga rempah serta mampu menjelaskan analisis hubungan saling ketergantungan antarwilayah secara logis dan runtut.
Penyelidikan Sumber Primer dan Penyajian Media Informasi Jalur Rempah (TP 9.1.5 & TP 9.1.6)Dokumentasi sumber primer memuat kurang dari 2 artefak, dan media informasi tidak memuat rute serta komoditas jalur rempah secara jelas.Mendokumentasikan 2 sumber primer artefak namun data lokasi/fungsi kurang lengkap, atau menyajikan peta infografis jalur rempah yang hanya memuat sebagian rute tanpa rincian bandar transit/komoditas.Mendokumentasikan minimal 2 sumber primer artefak (beliung persegi/gerabah/kapak lonjong/nekara) secara lengkap serta menyajikan peta infografis jalur rempah yang memuat rute, bandar transit (Malaka/Tuban/Makassar/Banda), dan komoditas unggulan secara tepat.Mendokumentasikan lebih dari 2 sumber primer artefak secara mendalam dan menyajikan media informasi peta infografis jalur rempah yang sangat sistematis, terstruktur, dan akurat secara kartografis serta historis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk pengerjaan tes tertulis mandiri, presentasi kelompok, dan respons lisan terstruktur terlaksana secara efisien dan tepat sasaran?
  • Bagaimana tingkat penguasaan kompetensi murid secara menyeluruh terhadap 6 TP pada Bab 1 Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif hari ini (analisis tertulis, dokumentasi artefak, atau infografis rempah) yang paling mencerminkan pemahaman terbaikmu tentang sejarah bangsa?
  • Bagaimana pengalaman belajar tentang asal-usul nenek moyang dan jalur rempah menumbuhkan rasa bangga dan sikap menghargai keberagaman di sekitarmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Edisi Revisi, Kemendikdasmen 2025
  2. Buku Siswa IPS Kelas IX Edisi Revisi, Kemendikdasmen 2025 (Bab 1)
  3. Peta infografis jalur migrasi teori asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia
  4. Lembar kerja murid (LKPD) studi kasus keterhubungan masa lampau dan masa kini
  5. Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Edisi Revisi 2025 (Kemendikdasmen), Bab 1.
  6. Buku Siswa IPS Kelas IX Edisi Revisi 2025 (Kemendikdasmen), Bab 1 Subbab Asal-usul Nenek Moyang.
  7. Paket Kartu Berkas Artefak Sumber Primer (Kapak Persegi, Kapak Lonjong, Nekara Perunggu, Gerabah Buni, Bejana Perunggu).
  8. Lembar Kerja Siswa: Tabel Inventarisasi Artefak Sumber Primer.
  9. Buku Panduan Guru IPS Kelas IX Revisi 2025
  10. Buku Siswa IPS Kelas IX Revisi 2025 Bab 1
  11. Kartu Reproduksi Sumber Primer (Foto Relief Borobudur, Artefak Minanga Sipakko, Lukisan Karst Maros)
  12. Lembar Kerja Analisis Tiga Masa (Masa Lampau, Kini, dan Masa Depan)
  13. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikdasmen, 2025)
  14. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikdasmen, 2025) Bab 1 Subbab 'Jalur Rempah Nusantara'
  15. Peta rute historis perdagangan jalur rempah nusantara dan peta koridor maritim Indonesia modern
  16. Lembar Kerja Analisis Keterhubungan Tiga Dimensi Waktu Jalur Rempah Nusantara
  17. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikdasmen, 2025)
  18. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikdasmen, 2025) Subbab B: Perdagangan Internasional
  19. Lembar Kerja Aktivitas Kelompok: Studi Kasus Pemenuhan Kebutuhan Masa Rempah
  20. Set Kartu Kebutuhan dan Komoditas Perdagangan Internasional Masa Rempah
  21. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025
  22. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX, Bab 1: Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah Nusantara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025
  23. Peta Buta Jalur Maritim Kepulauan Nusantara
  24. Kertas karton/manila, spidol warna, alat tulis, dan lembar kerja panduan infografis jalur rempah
  25. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi, 2025)
  26. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi, 2025), Bab 1 Halaman 70-75
  27. Lembar Kerja Siswa: Studi Kasus Interaksi Sosial Pelabuhan Rempah Nusantara
  28. Peta infografis Jalur Rempah dan pemukiman pelabuhan kuno Nusantara
  29. Buku Siswa IPS Kelas IX Edisi Revisi 2025 (Kemendikdasmen), Bab 1 Subbab Masyarakat Majemuk.
  30. Lembar Kerja Murid (LKPD) Elaborasi Interaksi Sosial dan Integrasi Kebhinekaan.
  31. Buku Siswa IPS Kelas IX SMP/MTs Kemendikdasmen 2025 (Bab 1: Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah Nusantara)
  32. Buku Panduan Guru IPS Kelas IX SMP/MTs Kemendikdasmen 2025
  33. Lembar Soal Asesmen Tertulis Telaah Kasus Bab 1
  34. Portofolio Laporan Penyelidikan Sumber Primer Kelompok
  35. Media Informasi Peta Infografis Jalur Rempah Nusantara karya kelompok
  36. Lembar Observasi dan Pedoman Penskoran Analitik Guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.