Modul AjarPertemuan 8Bab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Menulis Cerita Bertema 'Embrace Yourself': Proses Draf dan Revisi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 8 dengan topik "Menulis Cerita Bertema 'Embrace Yourself': Proses Draf dan Revisi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Menulis Cerita Bertema 'Embrace Yourself': Proses Draf dan Revisi

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 5 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menulis Cerita Bertema 'Embrace Yourself': Proses Draf dan Revisi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenulis Cerita Bertema 'Embrace Yourself': Proses Draf dan Revisi
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis draf cerita bertema penerimaan diri atau kepercayaan diri dengan struktur teks narasi yang tepat (orientasi, komplikasi, resolusi) menggunakan kalimat sederhana dan majemuk.
  2. Murid dapat merevisi draf cerita dengan memperhatikan ketepatan penggunaan adverb of manner, ekspresi pendapat, dan penanda urutan waktu sesuai umpan balik teman sebaya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Have you ever felt unsure about yourself? What happened, and how did you overcome it?
  2. Jika kamu bisa menulis cerita tentang seseorang yang belajar menerima dirinya sendiri, kira-kira pengalaman apa yang paling menarik untuk diceritakan?
  3. Menurutmu, apa perbedaan antara draf pertama dan cerita yang sudah direvisi — mengapa revisi itu penting?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam hangat dan mengajak murid melakukan 'quick check-in' singkat: murid menunjukkan emoji (di kertas kecil atau papan) yang menggambarkan perasaan mereka hari ini — sebagai jembatan menuju tema 'Embrace Yourself'.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat: hari ini murid akan menulis draf cerita narasi bertema penerimaan diri, lalu saling memberikan umpan balik dan merevisi karya.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru menampilkan 3 kalimat pendek di papan tulis dan meminta murid secara lisan mengidentifikasi mana yang menggunakan adverb of manner, mana yang memiliki penanda urutan waktu, dan mana yang merupakan kalimat majemuk. Guru mencatat secara cepat murid yang sudah paham dan yang masih ragu sebagai dasar diferensiasi.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan koneksi personal murid dengan topik cerita.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini: Memahami struktur → Menulis draf → Peer review → Revisi → Refleksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan satu contoh cerita narasi pendek bertema 'embrace yourself' (sekitar 150 kata) menggunakan proyektor atau salinan cetak. Cerita dibagi jelas menjadi tiga bagian: Orientation, Complication, Resolution.
  • Murid membaca cerita contoh secara mandiri selama 3 menit, lalu guru mengajak diskusi kelas singkat: 'What happened in the orientation? What was the character's problem? How did it resolve?' — untuk memastikan semua murid memahami struktur naratif.
  • Guru menampilkan mini-reference card di papan tulis berisi: (1) contoh adverb of manner (nervously, confidently, hesitantly), (2) contoh ekspresi pendapat (I think, In my opinion, I believe), dan (3) contoh penanda urutan waktu (first, then, after that, finally). Murid menyalin atau menerima salinan cetak kartu referensi ini.
  • Murid secara berpasangan menemukan dan melingkari contoh ketiga unsur tersebut dalam cerita contoh — kegiatan ini berjalan 3–4 menit untuk mengaktifkan pengenalan unsur kebahasaan sebelum menulis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Draf (adaptasi Worksheet 5.18/5.19): terdiri dari kolom panduan brainstorming (Orientation: Who? Where? When?, Complication: What problem?, Resolution: How did it end?) dan kolom draft kosong berlabel Orientation, Complication, Resolution.
  • Murid menulis draf cerita mereka sendiri secara individual selama ±15 menit. Tema bebas dalam lingkup 'penerimaan diri atau kepercayaan diri' — guru mendorong murid mengeksplorasi pengalaman nyata atau kisah yang mereka bayangkan. Target panjang: minimal 3 paragraf (1 per bagian struktur).
  • Guru berkeliling kelas selama sesi menulis, memberikan dorongan verbal dan mencatat murid yang mengalami hambatan. Guru tidak langsung mengoreksi, tetapi mengajukan pertanyaan penggalian seperti 'What did your character feel at that moment?' atau 'Can you add a time marker here?'
  • Setelah draf selesai, murid menukarkan lembar kerja mereka dengan satu teman sebaya (peer review). Guru membagikan Lembar Umpan Balik Teman Sebaya yang berisi 3 fokus penilaian: (a) apakah struktur orientation-complication-resolution sudah ada dan jelas, (b) adakah minimal satu adverb of manner digunakan dengan tepat, (c) adakah penanda urutan waktu yang membantu pembaca mengikuti alur cerita.
  • Murid membaca draf teman dan mengisi lembar umpan balik selama ±7 menit, lalu mengembalikan lembar kerja beserta lembar umpan balik kepada penulisnya.
  • Murid membaca umpan balik yang diterima, lalu merevisi draf mereka selama ±8 menit — memperbaiki struktur, menambahkan atau memperbaiki adverb of manner, ekspresi pendapat, dan penanda urutan waktu sesuai saran teman sebaya dan pertimbangan pribadi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela untuk membacakan satu paragraf favorit dari cerita hasil revisi mereka kepada kelas. Kelas memberikan apresiasi singkat dengan tepuk tangan atau dengan mengatakan satu kata positif tentang cerita tersebut.
  • Murid mengisi Exit Ticket pribadi (selembar sticky note atau sudut kecil lembar kerja) dengan menjawab tiga pertanyaan: (1) Satu hal yang berubah dari draf awal ke draf revisi saya adalah..., (2) Satu unsur kebahasaan yang masih ingin saya perbaiki adalah..., (3) Satu hal yang saya pelajari tentang diri sendiri dari menulis cerita ini adalah...
  • Guru mengumpulkan draf revisi bersama exit ticket sebagai bahan asesmen proses dan bahan umpan balik tertulis yang akan diberikan pada pertemuan berikutnya.

Penutup:

  • Guru merangkum poin kunci pembelajaran hari ini: struktur narasi (orientation-complication-resolution), pentingnya adverb of manner dan penanda urutan waktu dalam cerita, serta nilai proses revisi sebagai bagian normal dari menulis.
  • Guru memberikan apresiasi tulus atas usaha murid hari ini: 'Today, you all took a brave step — you wrote your own story and let someone else read it. That takes courage, and that is exactly what embracing yourself looks like.'
  • Guru menginformasikan tindak lanjut: draf revisi akan dikembalikan dengan umpan balik guru pada pertemuan berikutnya, dan cerita terbaik dapat dipajang di 'Story Wall' kelas.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar menulis dalam bahasa Inggris dapat menggunakan kalimat yang lebih pendek dan sederhana, serta mendapat kartu referensi tambahan berisi kosakata dan frasa siap pakai seputar tema 'embrace yourself' (contoh: felt nervous, believed in myself, tried my best). Murid yang sudah lebih mahir didorong untuk menggunakan lebih banyak kalimat majemuk dan menyisipkan dialog langsung dalam cerita mereka.
  • Proses: Saat sesi menulis draf, murid yang membutuhkan dukungan ekstra dapat menggunakan lembar panduan brainstorming dengan pertanyaan-pertanyaan pemandu yang lebih rinci (scaffolding penuh). Murid yang mandiri cukup mendapat kolom kosong tanpa scaffolding rinci. Guru memprioritaskan kunjungan ke murid yang membutuhkan lebih banyak dorongan selama sesi menulis.
  • Produk: Semua murid menghasilkan draf naratif tertulis dengan struktur orientation-complication-resolution. Murid yang membutuhkan dukungan dapat menghasilkan draf minimal 3 paragraf pendek (3–4 kalimat per paragraf). Murid yang lebih cepat selesai didorong untuk memperluas cerita dengan menambahkan deskripsi karakter atau latar yang lebih kaya, atau menambahkan satu adegan penutup yang menguatkan pesan 'embrace yourself'.

ASESMEN

Awal:

  • Diagnostik cepat di pendahuluan: guru menampilkan 3 kalimat di papan tulis, murid secara lisan mengidentifikasi adverb of manner, penanda urutan waktu, dan kalimat majemuk. Guru menggunakan respon murid untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar dan menyesuaikan scaffolding selama sesi inti.

Proses:

  • Observasi berkeliling selama sesi menulis draf: guru mencatat murid yang mengalami hambatan konseptual (struktur narasi) atau kebahasaan (adverb of manner, penanda waktu) dan memberikan scaffolding tepat waktu.
  • Lembar Umpan Balik Teman Sebaya: murid mengevaluasi draf teman berdasarkan rubrik terfokus 3 kriteria, melatih penalaran kritis sekaligus memberikan data proses bagi guru.
  • Exit Ticket: guru membaca exit ticket setelah kelas untuk memahami perkembangan individual murid dan merencanakan umpan balik tertulis.

Akhir:

  • Draf cerita revisi dikumpulkan dan dinilai guru menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang–Mulai–Berkembang–Sangat Berkembang) pada 4 aspek: (1) kelengkapan dan kejelasan struktur narasi, (2) ketepatan adverb of manner, (3) penggunaan penanda urutan waktu dan ekspresi pendapat, (4) keterbacaan dan kepaduan cerita.

Formatif:

  • Observasi guru selama sesi menulis: guru mencatat keterlibatan murid, hambatan yang muncul, dan penggunaan unsur kebahasaan target.
  • Lembar Umpan Balik Teman Sebaya (peer feedback): murid saling menilai draf berdasarkan 3 fokus (struktur, adverb of manner, penanda urutan waktu).
  • Exit Ticket: murid menuliskan satu perubahan yang mereka buat dari draf ke revisi dan satu hal yang masih ingin diperbaiki.

Sumatif:

  • Draf revisi akhir yang dikumpulkan pada akhir pertemuan dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kelengkapan struktur narasi, ketepatan penggunaan adverb of manner, ketepatan penggunaan penanda urutan waktu dan ekspresi pendapat, serta keterbacaan dan kepaduan cerita secara keseluruhan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Kejelasan Struktur Narasi (Orientation–Complication–Resolution)Cerita tidak menunjukkan struktur narasi yang dapat diidentifikasi; bagian orientation, complication, atau resolution tidak ada atau sangat tidak jelas.Cerita menunjukkan upaya menggunakan struktur narasi, tetapi satu atau dua bagian (orientation/complication/resolution) tidak lengkap atau tidak jelas.Cerita memiliki ketiga bagian struktur narasi yang cukup jelas meskipun ada beberapa bagian yang kurang dikembangkan.Cerita memiliki ketiga bagian struktur narasi yang lengkap, jelas, dan dikembangkan dengan baik sehingga alur mudah diikuti pembaca.
Ketepatan Penggunaan Adverb of MannerTidak ada adverb of manner yang digunakan, atau digunakan dengan cara yang salah secara konsisten.Terdapat setidaknya satu adverb of manner yang dicoba digunakan, meskipun penempatan atau bentuknya belum tepat.Terdapat satu atau dua adverb of manner yang digunakan dengan tepat dan memperkuat deskripsi tindakan dalam cerita.Terdapat dua atau lebih adverb of manner yang digunakan secara tepat dan variatif, secara konsisten memperkaya deskripsi tindakan dan ekspresi karakter.
Penggunaan Penanda Urutan Waktu dan Ekspresi PendapatTidak ada penanda urutan waktu atau ekspresi pendapat yang digunakan, sehingga alur cerita sulit diikuti.Terdapat satu penanda urutan waktu atau ekspresi pendapat yang digunakan, meskipun belum konsisten atau tepat konteksnya.Terdapat penanda urutan waktu yang cukup membantu pembaca mengikuti alur, dan setidaknya satu ekspresi pendapat digunakan dengan tepat.Penanda urutan waktu digunakan secara konsisten sepanjang cerita untuk menghubungkan peristiwa dengan lancar, dan ekspresi pendapat digunakan secara tepat dan alami untuk memperkuat sudut pandang pencerita.
Keterbacaan dan Kepaduan Cerita (Penggunaan Kalimat Sederhana dan Majemuk)Cerita sangat sulit dipahami karena banyak kesalahan gramatikal yang mengganggu makna, dan hanya menggunakan kalimat fragmen atau kalimat yang sangat tidak terstruktur.Cerita dapat dipahami sebagian meskipun terdapat beberapa kesalahan gramatikal. Sebagian besar kalimat sederhana dan ada upaya menggunakan kalimat majemuk.Cerita secara umum mudah dipahami dengan kesalahan gramatikal yang tidak mengganggu makna. Campuran kalimat sederhana dan majemuk digunakan dengan cukup baik.Cerita mengalir dengan baik dan mudah dipahami. Kalimat sederhana dan majemuk digunakan secara bervariasi dan efektif untuk menyampaikan ide dan pengalaman dengan jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memulai dan menyelesaikan draf mereka dalam alokasi waktu yang diberikan? Jika tidak, apa hambatan utamanya?
  • Seberapa efektif scaffolding (kartu referensi, lembar panduan brainstorming) yang diberikan dalam mendukung murid yang membutuhkan bantuan?
  • Apakah sesi peer review berjalan produktif? Apakah umpan balik yang diberikan murid kepada temannya cukup spesifik dan membantu?
  • Dimensi Profil Lulusan mana yang paling terlihat muncul hari ini, dan bagaimana saya dapat memperkuatnya pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Satu hal yang berubah dari draf pertama saya ke draf revisi adalah...
  • Satu unsur kebahasaan (adverb of manner, penanda urutan waktu, atau ekspresi pendapat) yang masih ingin saya perbaiki adalah... karena...
  • Satu hal yang saya pelajari tentang diri sendiri dari menulis cerita ini adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: English for Nusantara Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2022) — Chapter 5 'Embrace Yourself', Unit 3, Worksheet 5.18 dan 5.19
  2. Buku Panduan Guru: English for Nusantara Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2022) — panduan Chapter 5 dan Marking Rubric for Writing
  3. Lembar Kerja Draf (adaptasi Worksheet 5.18/5.19): terdiri dari kolom brainstorming terstruktur dan kolom penulisan draf berlabel Orientation, Complication, Resolution
  4. Lembar Umpan Balik Teman Sebaya (Peer Feedback Sheet): berisi 3 kriteria fokus review dengan kolom komentar
  5. Mini Reference Card: daftar adverb of manner, ekspresi pendapat, dan penanda urutan waktu yang dapat digunakan murid selama menulis
  6. Contoh cerita narasi pendek bertema 'embrace yourself' (teks model buatan guru, ±150 kata, dengan tiga bagian struktur berlabel jelas)
  7. Proyektor atau papan tulis untuk menampilkan teks model dan mini reference card
  8. Sticky note atau kertas kecil untuk Exit Ticket

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.