Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Berbicara: Mempraktikkan Dialog Meminta dan Memberi Pendapat tentang Penampilan Diri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 8 dengan topik "Berbicara: Mempraktikkan Dialog Meminta dan Memberi Pendapat tentang Penampilan Diri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Berbicara: Mempraktikkan Dialog Meminta dan Memberi Pendapat tentang Penampilan Diri

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Berbicara: Mempraktikkan Dialog Meminta dan Memberi Pendapat tentang Penampilan Diri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBerbicara: Mempraktikkan Dialog Meminta dan Memberi Pendapat tentang Penampilan Diri
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menggunakan ekspresi meminta pendapat (e.g., 'What do you think about...?', 'Do you think...?') dan memberi pendapat (e.g., 'I think...', 'In my opinion...') secara lisan dalam dialog berpasangan bertema penampilan dan penerimaan diri.
  2. Murid dapat memerankan ulang dialog tentang penerimaan diri dan kecantikan alami dengan intonasi dan gestur yang sesuai konteks.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Have you ever felt uncomfortable with the way you look? What did you do about it?
  2. If a friend asked your opinion about their appearance, what would you say to be honest but still kind?
  3. Do you think natural beauty is more important than wearing makeup or fancy clothes? Why?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
  • Guru menampilkan dua gambar berdampingan di layar: seseorang yang terlihat sangat percaya diri dengan penampilan apa adanya dan seseorang yang tampak tidak nyaman dengan penampilannya. Guru bertanya kepada murid secara klasikal: 'Look at these two pictures. How do you think each person feels about themselves?' (3 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu dan meminta 2–3 murid menjawab secara lisan dengan bahasa yang mereka kuasai (Indonesia atau Inggris) untuk menggali pengetahuan awal murid (5 menit).
  • ASESMEN AWAL (DIAGNOSTIK): Guru menampilkan 4 ekspresi pendapat di papan tulis/slide — 'What do you think about...?', 'I think...', 'In my opinion...', 'Do you think...?' — lalu meminta murid menunjuk tangan: siapa yang sudah pernah menggunakan salah satu ekspresi ini dalam percakapan sehari-hari. Guru mencatat secara cepat di lembar observasi mana murid yang sudah familiar dan mana yang belum (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara ringkas: 'Today we will practice asking and giving opinions about appearance, then we will act out a short dialogue with proper intonation and gestures.' (2 menit).
  • Guru menyampaikan alur kegiatan: belajar ekspresi → berlatih dialog → tampil berpasangan → refleksi bersama (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan kartu ekspresi (bisa cetak atau ditampilkan di slide) berisi dua kelompok: (A) Asking for Opinion: 'What do you think about my haircut?', 'Do you think this outfit suits me?', 'How do I look?', 'What's your opinion about natural makeup?' dan (B) Giving Opinion: 'I think you look great!', 'In my opinion, natural is always better.', 'I believe confidence is the key.', 'Personally, I think you should wear what makes you happy.' (3 menit).
  • Guru memutarkan rekaman audio/video pendek (±2 menit) berupa dialog antara dua remaja yang membahas penampilan dan penerimaan diri — menggunakan konteks cerita Chapter 5 'Embrace Yourself'. Murid menyimak dan menandai ekspresi mana yang mereka dengar pada kartu ekspresi mereka (prinsip Berkesadaran: murid aktif memperhatikan dengan tugas spesifik).
  • Guru memutar audio sekali lagi. Kali ini murid diminta menirukan (shadowing) kalimat yang diucapkan tokoh dialog, memperhatikan intonasi naik-turun saat bertanya vs. menyatakan pendapat (prinsip Berkesadaran).
  • Guru memimpin mini-drilling klasikal: guru mengucapkan pemicu ('Your friend just got a new haircut') dan murid bersahutan menjawab dengan ekspresi pendapat yang tepat. Guru mengoreksi intonasi secara langsung dan memberi contoh gestur yang wajar (anggukan, kontak mata, ekspresi wajah) (5 menit).
  • Guru menjelaskan secara singkat perbedaan intonasi kalimat tanya (naik di akhir) vs. kalimat pernyataan pendapat (turun di akhir) menggunakan simbol panah di papan tulis, lalu murid mencoba dua contoh bersama-sama (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Dialog kepada setiap murid. Lembar berisi naskah dialog pendek (6–8 giliran bicara) antara dua karakter (misalnya 'Pipit' dan 'Safitri' sesuai karakter buku) yang membahas penampilan dan penerimaan diri. Contoh penggalan: Pipit: 'Safitri, what do you think about my appearance today?' / Safitri: 'In my opinion, you look perfectly fine. Natural beauty is the best!' (2 menit).
  • Murid berpasangan (dipasangkan guru berdasarkan hasil asesmen awal: murid yang sudah familiar dengan murid yang belum familiar, agar terjadi peer-learning). Setiap pasangan membaca dialog dalam hati selama 2 menit, lalu berlatih membaca nyaring bersama pasangannya dengan memperhatikan intonasi dan gestur (7 menit).
  • Setelah latihan awal, guru memberi instruksi: 'Now, try to modify ONE line in the dialogue. Replace it with your own opinion about natural beauty or confidence. You may use your own experience.' Murid merevisi satu baris dialog secara mandiri dan mendiskusikan hasilnya dengan pasangan (prinsip Bermakna: murid menghubungkan materi ke pengalaman pribadi) (5 menit).
  • Pasangan tampil di depan kelas secara bergantian (setiap pasangan ±1,5 menit). Saat pasangan tampil, murid penonton mengisi lembar observasi sejawat sederhana berisi tiga pertanyaan: (1) Did they use asking/giving opinion expressions correctly? (2) Did their intonation sound natural? (3) Did they use gestures that match the conversation? Murid memberi tanda centang Ya/Tidak dan satu kalimat umpan balik singkat (prinsip Menggembirakan: suasana tampil bersahabat, bukan kompetitif) (15 menit).
  • Untuk murid yang belum siap tampil di depan kelas, guru menyediakan opsi: rekam video pendek menggunakan ponsel guru/sekolah atau tampil di depan guru saja secara terpisah di sudut kelas selama pasangan lain tampil (diferensiasi proses).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua pasangan tampil, guru mengajak murid duduk melingkar atau tetap di tempat masing-masing. Guru memimpin diskusi singkat: 'What was the hardest part of asking or giving opinions in English? What helped you the most?' Murid berbagi secara sukarela (3 menit).
  • Guru mendistribusikan 'Exit Ticket' berupa selembar kertas kecil (atau sticky note). Murid menuliskan: (1) Satu ekspresi meminta pendapat yang ingin mereka ingat, (2) Satu ekspresi memberi pendapat yang ingin mereka ingat, dan (3) Satu hal yang ingin mereka perbaiki dari penampilan dialog mereka hari ini (prinsip Berkesadaran: murid merefleksikan proses belajarnya sendiri) (4 menit).
  • Guru membaca beberapa exit ticket secara anonim dan memberikan umpan balik umum kepada kelas tentang pola yang muncul, misalnya intonasi yang masih perlu dilatih atau ekspresi yang sering tertukar.
  • Murid menyimpan lembar dialog yang telah dimodifikasi sebagai portofolio lisan pribadi mereka.

Penutup:

  • Guru merangkum poin utama pembelajaran: dua kelompok ekspresi (asking & giving opinion), pentingnya intonasi yang tepat, dan peran gestur dalam komunikasi lisan (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi spesifik kepada beberapa pasangan atas keberanian tampil dan kreativitas dalam memodifikasi dialog — hindari hanya memuji yang 'paling bagus', fokus pada usaha dan keberanian (2 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: 'For homework, practice your modified dialogue at home. Try saying it in front of a mirror to check your expression and gestures. Next meeting, a few pairs will be selected to perform again.' (1 menit).
  • Guru meminta murid mengumpulkan exit ticket dan lembar observasi sejawat (1 menit).
  • Guru menutup pelajaran dan memberi salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah familiar dengan ekspresi pendapat mendapatkan kartu ekspresi tingkat lanjut dengan variasi ekspresi yang lebih beragam (e.g., 'From my perspective...', 'I'd say...', 'It seems to me that...'). Murid yang masih kesulitan mendapat kartu dengan ekspresi dasar disertai panduan pengucapan fonetik sederhana.
  • Proses: Murid yang kurang percaya diri berbicara di depan kelas diberi pilihan: tampil berpasangan di depan guru secara terpisah, atau merekam video pendek. Murid yang cepat memahami berperan sebagai 'language buddy' yang membantu pasangan lain melatih intonasi sebelum tampil.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat memperpanjang dialog mereka menjadi 10–12 giliran bicara dengan menambahkan satu topik pendapat baru. Murid yang masih berkembang cukup menyelesaikan dialog 6–8 giliran sesuai lembar yang diberikan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 4 ekspresi pendapat di papan tulis/slide dan meminta murid menunjuk tangan untuk menandai ekspresi yang sudah pernah mereka gunakan dalam percakapan sehari-hari.
  • Guru mencatat hasil survei tangan secara cepat di lembar observasi diagnostik untuk mengelompokkan murid: sudah familiar (dapat langsung ke aktivitas berpasangan) vs. belum familiar (mendapat kartu ekspresi dasar dengan panduan fonetik).

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru selama mini-drilling: guru menandai murid yang belum tepat dalam intonasi atau pemilihan ekspresi untuk segera diberi umpan balik individual.
  • Peer observation (lembar observasi sejawat) saat pasangan tampil: murid penonton menilai tiga aspek (ketepatan ekspresi, intonasi, gestur) dan menuliskan satu kalimat umpan balik.
  • Guru berkeliling saat murid berlatih berpasangan dan memberikan umpan balik lisan singkat kepada setiap pasangan.

Akhir:

  • Penampilan dialog berpasangan dinilai dengan rubrik 4 level pada 4 aspek: (1) Ketepatan penggunaan ekspresi asking & giving opinion, (2) Kelancaran berbicara, (3) Intonasi yang sesuai konteks, (4) Gestur yang mendukung komunikasi.
  • Exit ticket dikumpulkan sebagai bukti refleksi dan digunakan guru untuk merencanakan kegiatan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru selama mini-drilling klasikal: apakah murid menggunakan ekspresi yang tepat dengan intonasi yang benar.
  • Lembar observasi sejawat yang diisi murid penonton saat pasangan tampil: menilai ketepatan ekspresi, kewajaran intonasi, dan kesesuaian gestur.
  • Exit ticket di akhir kegiatan inti: murid menuliskan ekspresi yang ingin diingat dan satu hal yang ingin diperbaiki.

Sumatif:

  • Penampilan dialog berpasangan di depan kelas dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek: ketepatan penggunaan ekspresi, kelancaran berbicara, intonasi, dan gestur.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Ekspresi Meminta dan Memberi PendapatMurid tidak menggunakan ekspresi asking/giving opinion yang dipelajari, atau menggunakan ekspresi yang salah secara konsisten.Murid menggunakan 1–2 ekspresi asking/giving opinion dengan benar, namun masih banyak kesalahan atau ketidaksesuaian konteks.Murid menggunakan ekspresi asking dan giving opinion dengan benar dan sesuai konteks, dengan sedikit kesalahan minor.Murid menggunakan beragam ekspresi asking dan giving opinion dengan tepat, lancar, dan sesuai konteks, serta mampu memodifikasi atau menambah ekspresi di luar yang diajarkan.
Kelancaran BerbicaraMurid sangat terbata-bata, banyak jeda panjang, dan sulit melanjutkan dialog meskipun dengan bantuan.Murid dapat melanjutkan dialog dengan beberapa jeda panjang dan sesekali perlu melihat teks; komunikasi secara keseluruhan terganggu.Murid berbicara dengan cukup lancar, jeda wajar dan singkat, sesekali melihat teks namun tidak mengganggu kelancaran dialog secara keseluruhan.Murid berbicara dengan lancar dan natural, jeda minimal, tidak bergantung pada teks, dan dialog terasa seperti percakapan nyata.
Intonasi yang Sesuai KonteksIntonasi datar sepanjang dialog; tidak ada perbedaan intonasi antara kalimat tanya dan pernyataan pendapat.Ada sedikit variasi intonasi namun belum konsisten; kalimat tanya dan pernyataan kadang tertukar intonasinya.Intonasi kalimat tanya (naik) dan pernyataan pendapat (turun) sudah dapat dibedakan dengan cukup konsisten.Intonasi natural, ekspresif, dan konsisten mencerminkan emosi karakter (misalnya ragu, yakin, antusias); kalimat tanya dan pernyataan dibedakan dengan jelas.
Gestur yang Mendukung KomunikasiTidak ada gestur sama sekali; murid tampak kaku dan menghindari kontak mata dengan lawan bicara.Gestur minimal (sesekali mengangguk atau kontak mata sekilas), namun belum mendukung makna percakapan secara keseluruhan.Menggunakan gestur yang cukup natural (kontak mata, anggukan, ekspresi wajah) yang mendukung alur percakapan.Gestur kaya, natural, dan sangat mendukung makna percakapan; kontak mata terjaga, ekspresi wajah sesuai isi dialog, dan tubuh terlihat rileks dan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih berbicara secara lisan hari ini?
  • Apakah instruksi untuk kegiatan dialog berpasangan sudah cukup jelas sehingga murid dapat berlatih secara mandiri?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan (kartu ekspresi dasar vs. lanjutan, opsi tampil) efektif menjangkau murid dengan kemampuan beragam?
  • Ekspresi atau aspek berbicara mana yang masih paling banyak murid kesulitan, dan apa yang perlu diulang pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Ekspresi meminta atau memberi pendapat mana yang paling mudah kamu gunakan hari ini? Mengapa?
  • Apa yang paling menantang saat memerankan dialog di depan kelas — apakah kosakata, intonasi, atau gestur?
  • Apakah kamu merasa lebih percaya diri berbicara bahasa Inggris setelah latihan hari ini? Apa yang membuatmu lebih atau kurang percaya diri?
  • Satu hal apa yang ingin kamu latih lebih banyak sebelum pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: English for Nusantara Kelas VIII (Kemdikbudristek) — Chapter 5 'Embrace Yourself'
  2. Buku Panduan Guru: English for Nusantara Kelas VIII (Kemdikbudristek) — Chapter 5, Section 4 Language Focus
  3. Kartu ekspresi asking & giving opinion (cetak atau ditampilkan di slide/proyektor)
  4. Lembar Dialog berpasangan bertema penerimaan diri dan kecantikan alami (buatan guru, diadaptasi dari konteks Chapter 5)
  5. Lembar observasi sejawat (peer observation sheet) — disediakan guru
  6. Exit ticket (kertas kecil atau sticky note)
  7. Rekaman audio/video dialog pendek bertema penampilan diri (dari buku digital atau buatan guru)
  8. Proyektor/layar untuk menampilkan gambar pemantik, slide ekspresi, dan simbol intonasi
  9. Lembar observasi diagnostik guru (diadaptasi dari Diagnostic Assessment Rubric Buku Panduan Guru Chapter 5)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.