Modul AjarBab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8 Bab 5: Embrace Yourself

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Inggris kelas 8 untuk Bab 5 "Embrace Yourself", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8 Bab 5: Embrace Yourself

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 5

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 5 — Embrace Yourself

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 5 — Embrace Yourself
Alokasi Waktu27 JP (27 x 40 menit = 1080 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.5.1 Mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan dan informasi rinci dari teks lisan tentang iklan kecantikan serta riasan diri
  2. TP 8.5.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pendapat secara lisan tentang topik menerima diri sendiri dengan kalimat sederhana
  3. TP 8.5.3 Menganalisis alur informasi serta informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita tertulis tentang usaha dan kepercayaan diri
  4. TP 8.5.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks cerita tertulis menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks yang tepat
  5. TP 8.5.5 Mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen secara tertulis tentang isu penampilan fisik dan riasan diri

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. What do you usually hear or notice when listening to a beauty product advertisement?
  2. How can we identify what the speakers are talking about and find specific details in their conversation?
  3. Do you think having acne or messy hair makes someone less pretty or handsome?
  4. How do you express your opinion in English when a friend feels insecure about their physical appearance?
  5. What do you say when you agree or disagree with someone's appearance?
  6. Why is it important to feel good about being yourself without copying others?
  7. What challenges do you face when learning something new, and how do you build your confidence?
  8. How does understanding the sequence of events in a story help us find specific facts about a character's effort?
  9. How can we understand what a character feels even when the author does not say it directly?
  10. What clues in Mirza's actions tell us about his true feelings and confidence?
  11. How do we write the main events of someone's experience into simple sentences?
  12. What simple past verbs can we use to write what Mirza did to build his confidence?
  13. How can combining two simple thoughts with words like 'and', 'but', or 'so' make your written experience livelier?
  14. What memorable experience about building your confidence or trying something new would you like to share in a short written story?
  15. Do teenagers need to wear makeup to school, and why do you think so?
  16. How can you explain your opinion clearly in writing when someone disagrees with you about physical appearance?
  17. How do we show confidence in ourselves through our spoken opinions and written stories?
  18. Why is it important to critically analyze beauty advertisements and accept who we are?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Alur Informasi dan Informasi Rinci Teks Lisan Iklan Produk Kecantikan — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.1 Mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan dan informasi rinci dari teks lisan tentang iklan kecantikan serta riasan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan dan informasi rinci dari rekaman percakapan lisan mengenai iklan produk kecantikan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan memperdengarkan audio pendek berisi 2 kalimat: 'Glowing Skin Lotion makes your face bright and smooth. Get 20% discount only this weekend!' lalu mengajukan 2 pertanyaan diagnostik cepat untuk memetakan kesiapan murid: (1) 'What product is advertised?' (acuan: Glowing Skin Lotion / lotion), dan (2) 'What special offer is mentioned?' (acuan: 20% discount this weekend) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang alur informasi teks lisan (pembuka/topik umum, rincian produk/ciri model, dan tanggapan tokoh) serta strategi mencatat kata kunci informasi rinci (10 menit).
  • Murid menyimak Audio 5.1 (percakapan Monita, Pipit, dan Kak Sinta mengenai model iklan produk kecantikan) untuk pertama kali secara utuh guna menangkap gambaran alur pembicaraan (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencocokkan urutan alur informasi percakapan berdasarkan 3 kartu alur peristiwa yang dibagikan guru: Kartu A: 'Kak Sinta gives an advice that people are beautiful just the way they are', Kartu B: 'Monita and Pipit observe the models in beauty advertisements', Kartu C: 'Monita and Pipit discuss why the models look beautiful and wonder if they should wear makeup' (acuan urutan alur yang tepat: Kartu B -> Kartu C -> Kartu A) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan permainan tantangan berpasangan 'Listening Race & Match': murid menyimak Audio 5.1 untuk kedua kalinya, kemudian berlomba melengkapi 4 rincian informasi rumpang pada lembar kerja: (1) The models look white, tall, and have no ... (acuan: flaws); (2) Pipit thinks the models look beautiful because they put on ... (acuan: makeup); (3) Pipit wishes she ... like the models (acuan: looked); (4) Kak Sinta says we are beautiful ... the way we are (acuan: just) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Pemahaman Rinci berisi 4 butir pilihan/isian berdasarkan rekaman lisan: Butir 1: Siapa yang pertama kali mengagumi model iklan? (acuan: Monita); Butir 2: Bagaimana kondisi fisik model menurut Pipit? (acuan: white and tall / have no flaws); Butir 3: Apa yang membuat model terlihat sempurna menurut Monita? (acuan: they put on makeup / riasan); Butir 4: Apa pesan yang disampaikan Kak Sinta di akhir percakapan? (acuan: we are beautiful just the way we are, with or without makeup) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling menukar lembar kerja dan memverifikasi jawaban berdasarkan kunci acuan yang dipandu oleh guru (15 menit).
  • Murid melakukan refleksi berkesadaran terhadap strategi menyimak mereka dengan menuliskan tingkat kemudahan menangkap alur informasi dan informasi rinci dari audio pada lembar refleksi (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan alur informasi utama dan rincian penting yang telah diidentifikasi dari percakapan iklan kecantikan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas performa menyimak kelas, menginformasikan topik pertemuan berikutnya (mengungkapkan gagasan lisan tentang menerima diri sendiri), dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar kosakata kunci (Word Box: flaws, makeup, advertisement, perfect) sebelum mendengarkan audio; murid yang cepat menyimak audio tanpa bantuan kosakata pembimbing.
  • Proses: Pada sesi mengaplikasi, murid yang butuh bantuan menyimak audio dengan transkrip rumpang berbantuan pilihan kata acak, sedangkan murid yang mahir mengidentifikasi rincian kata tanpa opsi bantuan.
  • Produk: Semua murid mengidentifikasi alur dan informasi rinci yang sama sesuai target TP; murid cepat menjawab rincian dengan kalimat lengkap, sedangkan murid yang membutuhkan bantuan cukup mengisi kata kunci yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik menyimak lisan singkat 2 butir soal dari rekaman audio pendek: (1) Menyebutkan nama produk iklan (acuan: Glowing Skin Lotion / lotion); (2) Menyebutkan penawaran khusus iklan (acuan: 20% discount this weekend).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan verifikasi ketepatan pengurutan kartu alur percakapan secara berpasangan: Kartu B -> C -> A.
  • Pemeriksaan hasil kerja mandiri 4 butir informasi rinci teks lisan: (1) Monita; (2) white and tall / no flaws; (3) makeup; (4) beautiful just the way we are.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir (exit ticket lisan/tulis cepat) dengan 2 pertanyaan: (1) Tuliskan alur pembuka percakapan Audio 5.1 (acuan: Monita and Pipit talk about models in beauty advertisements); (2) Sebutkan 1 detail pendapat Kak Sinta tentang kecantikan (acuan: we are beautiful just the way we are / with or without makeup).

Formatif:

  • Pemeriksaan ketepatan pengurutan kartu alur informasi percakapan (Kartu B -> Kartu C -> Kartu A)
  • Pemeriksaan lembar kerja identifikasi 4 informasi rinci teks lisan Audio 5.1

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Alur Informasi Teks LisanBelum mampu mengurutkan 3 tahapan alur informasi percakapan secara tepat (0 kartu urut tepat sesuai acuan B-C-A).Mampu mengurutkan 1 tahapan alur informasi percakapan secara tepat sesuai acuan alur percakapan B-C-A.Mampu mengurutkan 2-3 tahapan alur informasi percakapan secara tepat dengan sedikit bimbingan guru.Mampu mengurutkan seluruh 3 tahapan alur informasi percakapan (B -> C -> A) secara runtut, tepat, dan mandiri.
Identifikasi Informasi Rinci Teks LisanMampu mengidentifikasi 0-1 dari 4 butir informasi rinci dengan tepat sesuai kunci acuan.Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 butir informasi rinci dengan tepat sesuai kunci acuan.Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 butir informasi rinci dengan tepat sesuai kunci acuan.Mampu mengidentifikasi seluruh 4 butir informasi rinci secara tepat dan mandiri sesuai kunci acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemutaran audio sebanyak 2-3 kali sudah cukup memfasilitasi murid dalam menangkap alur dan detail teks lisan?
  • Apakah kegiatan berpasangan 'Listening Race & Match' berhasil membangkitkan antusiasme dan kegembiraan belajar murid?

Murid:

  • Bagian mana dari audio percakapan yang paling mudah dan paling sulit kamu tangkap informasinya?
  • Strategi apa yang paling membantumu mengenali informasi rinci saat mendengarkan rekaman tadi?

Pertemuan 2 — Mengungkapkan Gagasan dan Pendapat secara Lisan tentang Menerima Diri Sendiri dengan Kalimat Sederhana Terbimbing — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pendapat secara lisan tentang topik menerima diri sendiri dengan kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa singkat (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengungkapkan gagasan dan pendapat secara lisan menggunakan kalimat sederhana bertema menerima diri sendiri (self-acceptance) (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan: guru menunjukkan 1 foto remaja berjerawat tersenyum dan mengajukan pertanyaan pemantik lisan 'What do you think about being natural without makeup?' kepada 3 perwakilan murid untuk memetakan kesiapan awal pembentukan frasa opini sederhana (acuan kriteria: murid mampu merespons menggunakan penanda opini seperti 'I think...' diikuti klausa sederhana bermakna positif/terima diri) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak pemodelan guru tentang struktur kalimat sederhana untuk menyatakan pendapat (opinion phrases): 'I think...', 'In my opinion...', dan frasa pendukung bertema menerima diri: '...we are unique', '...being natural is good', '...confidence is important', serta '...acne is normal for teenagers' (15 menit).
  • Murid secara terbimbing bersama guru menirukan dan melafalkan 4 pola kalimat sederhana opini: (1) 'I think natural skin is healthy', (2) 'In my opinion, we should love our flaws', (3) 'I believe inner beauty is more important', (4) 'In my view, pimples are normal' (acuan pelafalan dan pemahaman: murid memahami fungsi ungkapan opini sederhana pada keempat contoh) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Opinion Ping-Pong': guru menyediakan 4 kartu stimulus situasi tertulis: Kartu 1: 'My friend has freckles and feels shy.', Kartu 2: 'Some students feel insecure because of their weight.', Kartu 3: 'A girl wears thick makeup to school because of acne.', Kartu 4: 'A boy thinks having curly hair is weird.' Murid mengambil 1 kartu secara acak lalu dalam 1 menit bergantian menyatakan pendapat sederhana lisan dengan panduan frasa tertera di papan tulis (acuan respon minimal: pasangan menghasilkan minimal 1 opini lisan sederhana yang relevan untuk situasi kartu, misal untuk Kartu 1: 'I think freckles are cute' atau 'In my opinion, she looks unique') (25 menit).
  • Secara bergantian, setiap pasangan mempraktikkan pengungkapan 1 pendapat lisan sederhana terbimbing di hadapan guru atau kelas berdasarkan kartu situasi yang dipilihnya (guru mengamati ketercapaian pembentukan kalimat sederhana dan isi opini self-acceptance) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan kemudahan dan kendala saat menyusun kalimat sederhana untuk mengungkapkan opini lisan tentang menerima diri sendiri (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap ketepatan struktur kalimat sederhana dan variasi frasa opini lisan yang digunakan murid (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai pentingnya percaya diri dan cara menyampaikan pendapat positif tentang penampilan fisik, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan sentence frames (pola kalimat rumpang tercetak di meja) bagi murid yang butuh bimbingan: 'I think [flaw/feature] is [positive adjective]'.
  • Proses: Bagi murid yang butuh bimbingan, guru mendampingi penyusunan kosakata sederhana sebelum berucap. Bagi murid yang lebih cepat, murid diminta menambahkan 1 alasan sederhana pada pendapat lisannya (misal: 'I think acne is normal because our hormone changes').
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti belajar yang sama yaitu tuturan lisan berupa ungkapan pendapat sederhana bertema menerima diri sendiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan individual: guru menunjuk gambar remaja dengan penampilan alami dan bertanya: 'What do you think about being natural without makeup?' (Kriteria penerimaan diagnostik: murid mampu merespons lisan minimal 1 frasa/klausa opini, contoh: 'I think it is good' atau 'In my opinion, it is okay', untuk memetakan kesiapan penggunaan frasa opini sederhana).

Proses:

  • Formatif lisan berpasangan saat aktivitas inti Mengaplikasi: Guru memeriksa apakah tuturan lisan murid memenuhi struktur kalimat sederhana opini tentang penerimaan diri berdasarkan 4 kartu situasi: Kartu 1 'freckles', Kartu 2 'weight', Kartu 3 'makeup/acne', Kartu 4 'curly hair' (Kriteria ketercapaian: kalimat opini memuat subjek + predikat sederhana dan frasa penanda opini seperti 'I think' / 'In my opinion' serta bernuansa self-acceptance).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 murid secara acak melontarkan 1 kalimat opini lisan spontan tentang topik menerima diri sendiri (Acuan respon yang diterima: tuturan lisan sederhana yang memuat opini penerimaan fisik, contoh: 'I think we are all pretty' atau 'In my opinion, being confident is the best').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berbicara: penilaian lisan saat murid mempraktikkan ungkapan pendapat dengan kalimat sederhana pada kartu situasi di aktivitas pasangan 'Opinion Ping-Pong'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengungkapan Pendapat secara Lisan dengan Kalimat SederhanaBelum mampu mengungkapkan pendapat secara lisan, tuturan hanya berupa kata tunggal terputus walau telah diberi bimbingan penuh.Mampu mengungkapkan pendapat secara lisan tentang menerima diri sendiri menggunakan kalimat sederhana namun masih membutuhkan bantuan permodelan guru dalam membentuk frasa opini.Mampu mengungkapkan gagasan dan pendapat secara lisan tentang menerima diri sendiri menggunakan kalimat sederhana berpola tepat secara mandiri.Mampu mengungkapkan gagasan dan pendapat secara lisan tentang menerima diri sendiri menggunakan kalimat sederhana secara mandiri, lancar, serta menambahkan alasan pendukung sederhana.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah scaffolding kalimat rumpang (sentence frames) efektif membantu murid yang kesulitan merangkai opini sederhana secara lisan?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas 'Opinion Ping-Pong', apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan berbicara?

Murid:

  • Ungkapan opini bahasa Inggris mana yang paling mudah kamu gunakan hari ini (I think atau In my opinion)?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyampaikan pendapat positif tentang menerima kekurangan fisik teman atau diri sendiri dalam bahasa Inggris?

Pertemuan 3 — Mengungkapkan Pendapat dan Respon secara Lisan tentang Topik Menerima Diri Sendiri secara Mandiri — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pendapat secara lisan tentang topik menerima diri sendiri dengan kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan belajar kelas (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu mengungkapkan pendapat dan respon secara lisan tentang topik menerima diri sendiri secara mandiri menggunakan kalimat sederhana (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan singkat dengan menanyakan respon sederhana kepada murid secara acak terhadap 2 ungkapan: (1) 'I think being natural is good.' dan (2) 'In my opinion, we do not need to follow everyone.' untuk memetakan kesiapan murid dalam merespon lisan (acuan respon yang diterima: 'I agree', 'I disagree', 'I think so too', atau 'I do not think so') (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati 3 variasi pola kalimat sederhana untuk menyatakan pendapat dan respon lisan terkait menerima diri sendiri: Pola Memberi Pendapat ('I think...', 'In my opinion...'), Pola Respon Setuju ('I agree with that', 'I think so too'), dan Pola Respon Tidak Setuju ('I disagree', 'I don't think so') beserta contoh kalimat sederhana: 'I think our natural smile is the best', 'I agree with that', 'In my opinion, everyone is unique' (15 menit).
  • Murid berlatih melafalkan pola-pola ungkapan pendapat dan respon lisan tersebut secara mandiri dengan bimbingan model ucapan dari guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan bahasa berpasangan interaktif 'Opinion Ball Toss': murid yang memegang bola kertas memilih 1 dari 4 kartu topik acak, mengungkapkan pendapat lisan secara mandiri menggunakan kalimat sederhana, melempar bola ke pasangan, lalu pasangan langsung memberikan respon lisan (setuju atau tidak setuju) secara mandiri. 4 kartu topik: (1) Wearing simple clothes is comfortable, (2) Having natural skin is okay, (3) We must be proud of our original hair, (4) Being confident is better than being perfect (25 menit).
  • Setiap murid bergantian mengungkapkan pendapat lisan secara mandiri dan memberikan respon lisan minimal 2 kali giliran berdasarkan kartu topik yang tersedia tanpa membaca teks naskah (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan evaluasi diri lisan berkesadaran tentang kemandirian mereka saat memilih frasa pendapat ('I think' / 'In my opinion') dan respon lisan ('I agree' / 'I disagree') tanpa bantuan catatan (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan struktur kalimat sederhana yang diujarkan murid saat menyatakan pendapat dan respon lisan mandiri (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara mengungkapkan pendapat dan memberikan respon lisan tentang topik menerima diri sendiri secara mandiri dengan kalimat sederhana (5 menit).
  • Guru menginformasikan fokus pembelajaran untuk pertemuan berikutnya tentang teks cerita tertulis dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu topik dengan bantuan frasa kunci kata sifat sederhana (confident, natural, comfortable, unique) bagi murid yang membutuhkan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan waktu jeda 30 detik untuk berpikir sebelum merespon lisan, sedangkan murid yang mahir ditantang memberikan respon lisan beserta 1 alasan sederhana secara langsung.
  • Produk: Murid mengungkapkan pendapat dan respon lisan secara mandiri dengan variasi frasa pilihan sendiri (I think/In my opinion; I agree/I disagree).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru mengujarkan 2 pernyataan lisan: (1) 'I think being natural is good.' dan (2) 'In my opinion, we do not need to follow everyone.' Murid diminta merespon lisan secara langsung. Kriteria/acuan jawaban diterima: murid dapat merespon secara lisan dengan ungkapan yang tepat, seperti 'I agree', 'I think so too', 'I disagree', atau 'I do not think so'.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat permainan 'Opinion Ball Toss': Guru mencatat kemampuan lisan murid dalam mengungkapkan pendapat sederhana dan merespon pendapat pasangan secara mandiri berdasarkan 4 topik yang ditentukan (topik 1: pakaian sederhana, topik 2: kulit alami, topik 3: rambut asli, topik 4: rasa percaya diri). Kriteria ketercapaian: kalimat sederhana memuat subjek, kata kerja/to be, dan ungkapan pendapat/respon yang jelas.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri lisan di akhir sesi: Setiap murid secara acak diminta merespon lisan satu pernyataan singkat dari guru: 'I think embracing ourselves makes us happy.' Acuan kriteria penerimaan: respon lisan diucapkan secara mandiri menggunakan kalimat sederhana yang gramatikal dan relevan (misalnya: 'I agree with you because being ourselves is good' atau 'I agree, it makes us confident' atau 'I think so too').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja lisan mandiri menggunakan lembar ceklis ketercapaian ungkapan gagasan, pendapat, dan respon lisan dengan kalimat sederhana.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengungkapan Pendapat secara Lisan (Expressing Opinions Orally)Belum mampu mengungkapkan pendapat lisan secara mandiri tentang topik menerima diri sendiri dalam kalimat sederhana.Mampu mengungkapkan pendapat lisan tentang topik menerima diri sendiri namun masih memerlukan bantuan stimulus atau bimbingan guru.Mampu mengungkapkan pendapat lisan tentang topik menerima diri sendiri menggunakan kalimat sederhana secara mandiri.Mampu mengungkapkan pendapat lisan tentang topik menerima diri sendiri menggunakan kalimat sederhana secara mandiri, lancar, dan bervariasi (menggunakan 'I think...' dan 'In my opinion...').
Pengungkapan Respon secara Lisan (Responding to Opinions Orally)Belum mampu memberikan respon lisan terhadap pendapat teman terkait topik menerima diri sendiri.Mampu memberikan respon lisan terhadap pendapat teman namun terbatas pada satu kata dan memerlukan dorongan guru.Mampu memberikan respon lisan (setuju atau tidak setuju) terhadap pendapat teman menggunakan kalimat sederhana secara mandiri.Mampu memberikan respon lisan (setuju atau tidak setuju) terhadap pendapat teman menggunakan kalimat sederhana secara mandiri dan konsisten pada setiap topik.
Kemandirian Penggunaan Kalimat Sederhana (Independency in Simple Sentences)Kalimat lisan belum tersusun dalam pola kalimat sederhana yang tepat meskipun telah dibimbing.Menggunakan pola kalimat sederhana untuk mengungkapkan gagasan lisan dengan bantuan contekkan/naskah teks.Menggunakan pola kalimat sederhana untuk mengungkapkan gagasan dan respon lisan secara mandiri tanpa membaca naskah.Menggunakan pola kalimat sederhana untuk mengungkapkan gagasan dan respon lisan secara mandiri, tepat tata bahasa, dan tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu kegiatan permainan lisan mandiri berjalan efektif dan mencakup giliran seluruh murid?
  • Bagaimana tingkat kemandirian murid dalam memilih ungkapan pendapat dan respon lisan tanpa membaca catatan?

Murid:

  • Ungkapan mana yang paling mudah saya gunakan untuk merespon pendapat teman secara lisan hari ini?
  • Apakah saya sudah merasa percaya diri untuk menyatakan pendapat lisan saya sendiri dalam bahasa Inggris tanpa dibantu catatan?

Pertemuan 4 — Menganalisis Alur Informasi dan Informasi Tersurat Teks Cerita Tertulis tentang Usaha dan Kepercayaan Diri — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.3 Menganalisis alur informasi serta informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita tertulis tentang usaha dan kepercayaan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 4, yaitu menganalisis alur peristiwa dan informasi tersurat dalam teks cerita tertulis tentang usaha dan kepercayaan diri (Mirza's Football Story) (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca kutipan pendek 2 kalimat di papan: 'Mirza joined the soccer match on Friday afternoon. He felt nervous because he was clumsy.' Guru meminta murid menuliskan jawaban pada secarik kertas untuk 2 pertanyaan: (1) When did Mirza play soccer? (acuan: On Friday afternoon); (2) Why did Mirza feel nervous? (acuan: Because he was clumsy) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks bacaan naratif Part 1 tentang Mirza ('Mirza's Effort in Gang Pelita') dan memandu murid membaca senyap untuk mencermati penanda urutan waktu dan rincian tersurat (10 menit).
  • Guru menjelaskan dan memodelkan cara menganalisis alur urutan peristiwa (beginning, middle, ending) serta melacak informasi tersurat (tokoh, latar, tindakan konkret) langsung dari bukti kalimat teks (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan aktivitas berpasangan menggembirakan 'Story Line-Up Challenge': setiap pasangan menerima 4 strip kalimat peristiwa acak dan harus mengurutkannya secara runtut sesuai alur cerita Part 1: (1) Bayu drew lines with a stone on Gang Pelita; (2) The kids were grouped into two teams; (3) Mirza took his position as a midfielder hesitantly; (4) Mirza ran clumsily trying to chase the ball. (Acuan urutan benar: 1 - 2 - 3 - 4) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Analisis Cerita yang memuat 5 pertanyaan penelusuran informasi tersurat berdasarkan teks: (1) Where did Bayu draw the soccer field lines? (acuan: On Gang Pelita / a small street); (2) What did Bayu use to draw the lines? (acuan: A piece of stone); (3) What position did Mirza take in the team? (acuan: Midfielder); (4) How did Mirza run when chasing the ball? (acuan: Clumsily); (5) What made Mirza keep trying despite feeling nervous? (acuan: He wanted to help his team / his strong effort to play) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi pencocokan bersama untuk 'Story Line-Up Challenge' dan 5 butir pertanyaan tersurat, di mana murid menandai bukti baris teks yang mendukung setiap jawaban mereka (15 menit).
  • Murid mengevaluasi kemandirian mereka dalam menganalisis teks dengan mencatat strategi membaca yang paling membantu: mencari kata kunci (scanning) atau mencermati kata sambung waktu (time conjunctions) (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menganalisis alur cerita dan menemukan fakta tersurat dalam teks naratif (5 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa pada Pertemuan 5 analisis akan berlanjut ke informasi tersirat (makna tersembunyi) dari cerita yang sama, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks dengan tanda visual (highlight) pada kata penanda urutan waktu untuk murid yang membutuhkan bantuan membaca.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan nomor paragraf letak jawaban tersurat, sedangkan murid yang mahir langsung menganalisis teks utuh secara mandiri tanpa petunjuk nomor baris.
  • Produk: Seluruh murid menyelesaikan lembar kerja analisis teks cerita yang sama sesuai target TP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menjawab 2 pertanyaan tersurat berdasarkan kalimat pemantik di papan tulis: (1) 'When did Mirza play soccer?' (acuan: On Friday afternoon); (2) 'Why did Mirza feel nervous?' (acuan: Because he was clumsy).

Proses:

  • Observasi ketepatan mengurutkan 4 alur peristiwa pada 'Story Line-Up Challenge' dengan acuan urutan runtut: (1) Bayu drew lines with a stone on Gang Pelita; (2) The kids were grouped into two teams; (3) Mirza took his position as a midfielder hesitantly; (4) Mirza ran clumsily trying to chase the ball.
  • Pemeriksaan hasil kerja mandiri pada 5 pertanyaan informasi tersurat dengan acuan kunci: (1) On Gang Pelita / a small street; (2) A piece of stone; (3) Midfielder; (4) Clumsily; (5) He wanted to help his team / his strong effort to play.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui verifikasi lembar kerja: murid menunjukkan bukti kalimat dalam teks yang mendasari jawaban dari kelima butir informasi tersurat dan alur yang dianalisis.

Formatif:

  • Tes tertulis diagnostik singkat di awal (2 butir informasi tersurat)
  • Unjuk kerja 'Story Line-Up Challenge' (pengurutan 4 alur peristiwa)
  • Pengerjaan Lembar Kerja mandiri (analisis 5 butir informasi tersurat teks cerita)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Alur Informasi CeritaBelum mampu mengurutkan strip alur peristiwa cerita secara tepat (0-1 strip urut tepat dari 4 strip acuan: 1. Bayu drew lines..., 2. The kids were grouped..., 3. Mirza took position..., 4. Mirza ran clumsily...).Mampu mengurutkan sebagian kecil alur peristiwa cerita secara tepat (tepat 2 strip dari 4 strip urutan acuan).Mampu mengurutkan sebagian besar alur peristiwa cerita secara runtut dan tepat (tepat 3 strip dari 4 strip urutan acuan).Mampu menganalisis dan mengurutkan seluruh 4 strip alur peristiwa cerita secara runtut dan tepat sesuai acuan (1-2-3-4) secara mandiri.
Menganalisis Informasi Tersurat CeritaBelum mampu menemukan jawaban tersurat yang tepat (hanya 0-1 butir benar dari 5 butir acuan: 1. Gang Pelita, 2. A piece of stone, 3. Midfielder, 4. Clumsily, 5. Wanted to help his team).Mampu menemukan informasi tersurat dengan tepat pada 2-3 butir dari 5 butir pertanyaan acuan.Mampu menemukan informasi tersurat dengan tepat pada 4 butir dari 5 butir pertanyaan acuan.Mampu menemukan dan menganalisis seluruh 5 butir informasi tersurat secara tepat sesuai kalimat teks acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks cerita tentang Mirza memfasilitasi pemahaman murid dalam menganalisis alur dan fakta tersurat?
  • Bagian mana dari langkah analisis tersurat yang masih membutuhkan panduan eksplisit bagi murid yang membaca lambat?

Murid:

  • Langkah apa yang paling membantuku menemukan jawaban tersurat di dalam teks cerita?
  • Apakah aku sudah bisa mengurutkan alur cerita dari awal sampai akhir dengan benar?

Pertemuan 5 — Menganalisis Informasi Tersirat dalam Teks Cerita Tertulis tentang Usaha dan Kepercayaan Diri — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.3 Menganalisis alur informasi serta informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita tertulis tentang usaha dan kepercayaan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus belajar hari ini yaitu menganalisis informasi tersirat (implicit information/making inferences) dari teks cerita tertulis tentang usaha dan rasa percaya diri (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 1 kalimat di papan tulis: 'Mirza walked with his head down and kicked a small pebble repeatedly after the game.' Murid diminta menganalisis perasaan tersirat Mirza (acuan: Mirza felt sad, disappointed, or dejected because of failing/underperforming) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks cerita tertulis kelanjutan kisah Mirza ('Mirza's Turning Point'): 'During soccer practice, Mirza always failed to keep the goal area. He sat alone by the goalpost, resting his chin on his knees. Pak RT came to him and suggested trying other positions. After practicing hard as a midfielder, Mirza found his rhythm. A month later, at the region mandatory match, his teammates sighed when Mirza entered the field. However, during the game, Mirza passed the ball accurately so Siti scored. When Siti apologized for doubting him, Mirza offered a wide smile and said, 'Let's practice together to become a better team.'' (15 menit).
  • Guru memandu pemodelan analisis informasi tersirat (text evidence + background knowledge = inference) dengan menguraikan contoh kutipan: 'sat alone by the goalpost, resting his chin on his knees' yang mengisyaratkan rasa putus asa dan sedih tanpa penulis menyebut kata 'sad' (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpartisipasi dalam tantangan berpasangan 'Clue Detective Challenge' yang menggembirakan: mencocokkan 3 kartu bukti tekstual dengan 3 kesimpulan makna tersirat yang tepat pada papan saku/meja: Kartu 1 'His teammates sighed when Mirza entered the field' -> Pasangan A 'Teammates felt doubtful and lacked confidence in Mirza's ability'; Kartu 2 'Mirza passed the ball accurately so Siti could score' -> Pasangan B 'Mirza worked hard and possessed great tactical passing skills'; Kartu 3 'Mirza smiled and said, 'Let's practice together'' -> Pasangan C 'Mirza was forgiving, humble, and showed high self-confidence' (acuan pasangan: 1-A, 2-B, 3-C) (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja analisis teks cerita 'Finding the Hidden Meaning' yang memuat 4 butir analisis informasi tersirat berdasarkan kutipan teks: Butir 1 (Kutipan: 'Mirza walked slowly to the bench while the other kids celebrated without him' -> Makna tersirat: He felt excluded/left out); Butir 2 (Kutipan: 'Pak RT patted Mirza's shoulder and pointed towards the middle of the field' -> Makna tersirat: Pak RT believed Mirza had potential in a different position); Butir 3 (Kutipan: 'Mirza arrived 30 minutes before everyone else to practice his passes' -> Makna tersirat: He was determined, persistent, and put in serious effort); Butir 4 (Kutipan: 'Siti lowered her gaze and scratched her head before speaking to Mirza' -> Makna tersirat: Siti felt guilty, embarrassed, or regretful for underestimating Mirza) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis lembar kerja dengan kunci acuan dan mengevaluasi bagaimana bukti tindakan karakter membimbing pembaca menemukan makna tersirat (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir (asesmen akhir) berupa 1 pertanyaan singkat tersirat dari teks: 'Why did Mirza smile instead of being angry when Siti apologized?' (acuan: Mirza was mature, self-confident, and focused on teamwork rather than holding a grudge) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas kemampuan penalaran kritis murid dalam menganalisis informasi tersirat dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan petunjuk kata kunci emosi pada teks, sedangkan murid yang mahir menganalisis kutipan teks dengan struktur kalimat yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara terbimbing pada tahap penemuan bukti teks, sementara murid yang mahir bekerja mandiri secara penuh.
  • Produk: Murid menuangkan hasil analisis informasi tersirat dalam tabel inferensi terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Analisis diagnostik 1 kalimat tindakan di awal sesi: 'Mirza walked with his head down and kicked a small pebble repeatedly after the game.' Murid mengidentifikasi perasaan tersirat karakter. Acuan jawaban benar: Mirza felt sad, dejected, disappointed, or discouraged due to his performance.

Proses:

  • Lembar Kerja Analisis Informasi Tersirat Teks Cerita Tertulis (4 butir kutipan): Butir 1 (Kutipan: 'Mirza walked slowly to the bench while the other kids celebrated without him' -> acuan makna tersirat: felt excluded/left out/isolated); Butir 2 (Kutipan: 'Pak RT patted Mirza's shoulder and pointed towards the middle of the field' -> acuan makna tersirat: Pak RT saw potential in Mirza and encouraged him to switch roles); Butir 3 (Kutipan: 'Mirza arrived 30 minutes before everyone else to practice his passes' -> acuan makna tersirat: shows high dedication, persistence, and strong effort to improve); Butir 4 (Kutipan: 'Siti lowered her gaze and scratched her head before speaking to Mirza' -> acuan makna tersirat: felt remorseful, guilty, or embarrassed for previously doubting him).

Akhir Pertemuan:

  • Pertanyaan cek pemahaman akhir sesi: 'Why did Mirza smile instead of being angry when Siti apologized?' Acuan jawaban benar: Mirza has developed healthy self-confidence, values teamwork, and harbors no resentment.

Formatif:

  • Asesmen Awal: Menentukan kondisi perasaan karakter berdasarkan 1 bukti kalimat tindakan
  • Asesmen Proses: Lembar Kerja Analisis Informasi Tersirat (4 butir kutipan cerita tertulis)
  • Asesmen Akhir: Cek pemahaman inferensi sikap karakter pada akhir sesi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Informasi Tersirat Teks CeritaBelum mampu menganalisis makna tersirat (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan lembar kerja proses).Mampu menganalisis sebagian kecil makna tersirat dengan tepat (2 butir tepat dari 4 butir acuan lembar kerja proses).Mampu menganalisis sebagian besar makna tersirat dengan tepat berdasarkan bukti tekstual (3 butir tepat dari 4 butir acuan lembar kerja proses).Mampu menganalisis seluruh makna tersirat secara tepat dan mandiri berdasarkan bukti tekstual (4 butir tepat dari 4 butir acuan lembar kerja proses).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi pemodelan Text Evidence + Background Knowledge mempermudah murid menemukan informasi tersirat dalam cerita?
  • Bagian mana dari analisis teks yang paling menantang bagi murid saat menghubungkan tindakan karakter dengan motivasinya?

Murid:

  • Petunjuk apa dalam tindakan tokoh Mirza yang paling mudah membantuku menebak perasaannya?
  • Apakah aku sudah bisa membedakan antara apa yang tertulis langsung di cerita dan apa yang tersirat?

Pertemuan 6 — Mengomunikasikan Gagasan Peristiwa Utama Cerita Tertulis Menggunakan Kalimat Sederhana — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks cerita tertulis menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa pembuka (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6: mengomunikasikan peristiwa utama sebuah cerita tertulis tentang usaha membangun rasa percaya diri dengan kalimat sederhana berpola Past Simple (Subject + Verb 2) (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal: murid membaca 3 kalimat acak di papan tulis, yaitu (1) Mirza joined the soccer trial, (2) He felt nervous at first, (3) He practiced diligently every afternoon; murid secara tertulis pada mini-whiteboard/buku mengidentifikasi kata kerja bentuk lampau (Verb 2) pada ketiga kalimat tersebut (acuan: joined, felt, practiced) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan bagan alur cerita 'Mirza's Effort' yang terdiri dari 3 peristiwa utama: (1) Orientation: Mirza was hesitant to join the school football match; (2) Complication: He made a clumsy pass during practice; (3) Resolution: He practiced hard and scored a goal in the final game (10 menit).
  • Guru memodelkan cara menyusun gagasan peristiwa utama menjadi kalimat sederhana berpola Past Simple (S + V2 + O/A) dengan fokus pada kata kerja aksi lampau (misalnya: Mirza practiced soccer every day; He felt nervous; The coach praised his effort) (15 menit).
  • Melalui tantangan berpasangan interaktif 'Sentence Relay Game' yang menggembirakan, guru menampilkan 3 kartu kata kerja dasar: [try, join, feel]. Setiap pasangan berlomba mengubahnya menjadi kalimat sederhana peristiwa cerita lampau: (1) Mirza tried his best, (2) Mirza joined the team, (3) Mirza felt happy (acuan: penggunaan V2 tried, joined, felt dalam struktur kalimat S+V2 yang tepat) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menerima lembar kerja penulisan berisi tabel 3 tahapan peristiwa (Beginning, Middle, Ending) terkait pengalaman tokoh membangun kepercayaan diri (seperti Mirza atau pengalaman pribadi mengikuti audisi/kegiatan sekolah) (10 menit).
  • Secara mandiri, murid mengomunikasikan gagasan peristiwa utama cerita tersebut dengan menuliskan 3 kalimat sederhana tertulis (satu kalimat untuk awal, satu untuk masalah/tengah, dan satu untuk penyelesaian/akhir) menggunakan Simple Past Tense (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan self-checking terhadap tulisannya menggunakan panduan cek mandiri: memeriksa apakah setiap kalimat memiliki Subject, Verb 2, dan menyampaikan peristiwa utama secara runtut (15 menit).
  • Guru mengulas 2 contoh tulisan murid di papan tulis untuk memberikan penguatan konstruktif terkait ketepatan struktur kalimat sederhana (S + V2) dalam menyampaikan peristiwa cerita (15 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara menuliskan peristiwa utama cerita menggunakan kalimat sederhana berpola Past Simple (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut singkat untuk pertemuan berikutnya (mengembangkan kalimat sederhana menjadi kalimat majemuk) dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan daftar kata kerja bentuk kedua (regular & irregular: joined, felt, practiced, tried, scored) sebagai bantuan bagi murid yang membutuhkan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan template kalimat rumpang terpandu (Subject + [Verb 2] + Object), sedangkan murid yang mahir langsung menulis kalimat sederhana secara mandiri.
  • Produk: Murid reguler menuliskan 3 peristiwa utama (awal, tengah, akhir); murid yang lebih cepat dapat menambahkan keterangan waktu/tempat (adverb of time/place) pada kalimat sederhananya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tertulis singkat: Murid mengidentifikasi kata kerja Past Simple (Verb 2) dari 3 kalimat di papan tulis: (1) Mirza joined the soccer trial, (2) He felt nervous at first, (3) He practiced diligently every afternoon. Kriteria ketercapaian: menyebutkan secara tepat 3 kata kerja lampau (acuan kunci jawaban: 1. joined; 2. felt; 3. practiced).

Proses:

  • Formatif proses pada tahap Mengaplikasi: Guru memeriksa draf 3 kalimat sederhana peristiwa utama cerita yang ditulis murid. Kriteria penerimaan operasional: (1) Memuat 3 peristiwa utama runtut (awal, tengah, akhir); (2) Setiap kalimat menggunakan struktur sederhana Subjek + Kata Kerja Bentuk Lampau (V2) yang tepat (misal: 'Mirza joined the club', 'He practiced kicking', 'He scored a goal').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid mengumpulkan lembar tulisan berisi 3 kalimat peristiwa utama cerita. Guru memverifikasi ketercapaian berdasarkan pemenuhan 3 kalimat sederhana yang memuat peristiwa utama dengan kata kerja lampau yang tepat (kriteria: minimal 3 kalimat sederhana berpola S+V2 ditulis secara tepat dan runtut).

Formatif:

  • Pemeriksaan ketepatan identifikasi kata kerja lampau pada diagnostik awal
  • Pengamatan unjuk kerja penyusunan kalimat sederhana dalam permainan Sentence Relay
  • Penilaian produk tulisan 3 kalimat sederhana peristiwa utama cerita pada lembar kerja mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengomunikasian Peristiwa Utama Cerita TertulisBelum mampu menuliskan peristiwa utama cerita secara tertulis; kalimat belum membentuk gagasan peristiwa yang jelas.Mampu menuliskan 1 dari 3 peristiwa utama cerita tertulis secara runtut.Mampu mengomunikasikan 2-3 peristiwa utama cerita tertulis secara runtut (awal, tengah, akhir).Mampu mengomunikasikan seluruh peristiwa utama cerita (awal, tengah, akhir) secara tertulis dengan sangat runtut dan jelas secara mandiri.
Ketepatan Struktur Kalimat Sederhana (Past Simple)Belum menggunakan pola kalimat sederhana (S + V2); kata kerja lampau belum tepat.Menulis kalimat sederhana namun hanya 1 kalimat yang tepat pola subjek dan kata kerja lampau (V2).Menulis 2-3 kalimat sederhana dengan struktur subjek dan kata kerja lampau (V2) yang tepat.Menulis seluruh kalimat sederhana dengan struktur subjek dan kata kerja lampau (V2) secara tepat, konsisten, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 120 menit cukup memfasilitasi setiap murid menulis 3 kalimat peristiwa utama secara mandiri?
  • Apakah media alur cerita Mirza efektif membantu murid memahami cara menyusun peristiwa utama ke dalam kalimat sederhana?

Murid:

  • Apakah saya sudah bisa menuliskan peristiwa utama sebuah cerita menggunakan kata kerja bentuk lampau (Verb 2)?
  • Bagian mana dari penulisan kalimat sederhana yang masih terasa menantang bagi saya?

Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Pengalaman Cerita Tertulis dengan Kalimat Sederhana dan Majemuk Berstruktur Tepat — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks cerita tertulis menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menulis cerita pengalaman pribadi menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks yang tepat (orientation, events, resolution) (5 menit).
  • Guru memandu asesmen awal berupa kuis cepat 2 butir kalimat di papan tulis: (1) Menentukan jenis kalimat 'I was nervous at first, but I practiced hard every afternoon.' (Acuan: compound sentence/kalimat majemuk karena menghubungkan dua klausa independen dengan 'but'); (2) Menggabungkan 2 kalimat sederhana 'I joined the school audition. I felt proud.' menggunakan konjungsi koordinatif 'and' atau 'so' (Acuan: 'I joined the school audition, and I felt proud.' atau 'I joined the school audition, so I felt proud.') untuk memetakan kesiapan menulis kalimat (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati teks model cerita pendek 'Getting into the Band' yang diproyeksikan, lalu secara terpandu menelaah 3 bagian struktur teks: Orientation (pengenalan latar & tokoh), Events (rangkaian pengalaman/tindakan), dan Resolution (akhir pengalaman) (15 menit).
  • Murid menganalisis konstruksi kalimat dalam teks cerita, mengidentifikasi perbedaan kalimat sederhana (contoh: 'Mirza held his guitar tightly.') dan kalimat majemuk berkonjungsi koordinatif 'and', 'but', 'so', 'because' (contoh: 'He practiced every single day, so his fingers became faster.') (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Permainan Berpasangan 'Sentence Linking Sprint': Setiap pasangan murid mendapat tantangan menyusun 3 pasang kalimat sederhana tentang pengalaman mengatasi rasa gugup menjadi 3 kalimat majemuk menggunakan kata hubung yang tepat: (1) 'I forgot the lyrics.' + 'I kept singing with a smile.' (Acuan: 'I forgot the lyrics, but I kept singing with a smile.'); (2) 'Andre wanted to join the team.' + 'He exercised every morning.' (Acuan: 'Andre wanted to join the team, so he exercised every morning.'); (3) 'The room was very quiet.' + 'Everybody listened to my speech.' (Acuan: 'The room was very quiet, and everybody listened to my speech.') (15 menit).
  • Secara mandiri, murid merencanakan dan menulis draf teks cerita tertulis (12-15 kalimat) tentang pengalaman pribadi terkait usaha, mengatasi keraguan, atau membangun rasa percaya diri dengan struktur tepat (Orientation, Events, Resolution) serta memadukan minimal 3 kalimat sederhana dan minimal 3 kalimat majemuk (25 menit).
  • Murid melakukan penyuntingan mandiri terfokus pada ketepatan struktur cerita (Orientation, Events, Resolution) serta ketepatan pembentukan kalimat sederhana (Subject + Verb) dan kalimat majemuk (Clausal connector: and, but, so, because) pada teks cerita yang telah ditulis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali hasil tulisan teks ceritanya secara hening dan memberi tanda garis bawah pada kalimat sederhana serta tanda kurung siku pada kalimat majemuk untuk memeriksa keseimbangan variasi kalimat yang telah dikomunikasikan (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan teknik mengomunikasikan gagasan pengalaman dalam teks cerita dengan struktur yang tepat dan variasi kalimat sederhana serta majemuk (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penegasan terhadap pencapaian menulis hari ini dan mengingatkan murid untuk menyimpan draf ceritanya sebagai bahan refleksi kemajuan menulis tanpa mengumumkan bab berakhir (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu panduan pemantik struktur cerita berisi daftar kata transisi dan konjungsi koordinatif (and, but, so, because); murid mahir diberikan tantangan menuliskan variasi konjungsi majemuk yang lebih beragam dalam teks cerita yang lebih panjang.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal mendapat pendampingan terfokus dalam menyusun hubungan antarklausa, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menulis mandiri dengan minimal 5 kalimat majemuk.
  • Produk: Semua murid menghasilkan draf teks cerita pengalaman tertulis dengan struktur lengkap, dengan fleksibilitas panjang teks antara 10 kalimat (tingkat dasar) hingga 16 kalimat (tingkat mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman kalimat sederhana vs majemuk melalui 2 butir soal: (1) Identifikasi jenis kalimat 'I was nervous at first, but I practiced hard every afternoon.' (Acuan jawaban: Kalimat majemuk / Compound sentence karena memuat dua klausa mandiri yang dihubungkan konjungsi koordinatif 'but'); (2) Menggabungkan 2 kalimat sederhana 'I joined the school audition. I felt proud.' (Acuan jawaban yang diterima: 'I joined the school audition, and I felt proud.' ATAU 'I joined the school audition, so I felt proud.'). Kriteria kesiapan: Menjawab 2 butir tepat = siap menulis mandiri; menjawab 0-1 tepat = diberikan kartu panduan perancah konjungsi saat kegiatan inti.

Proses:

  • Pemeriksaan draf tulisan murid saat tahap Mengaplikasi dengan kriteria keberhasilan: (1) Memuat 3 bagian struktur naratif lengkap (Orientation, Events, Resolution); (2) Memuat minimal 3 kalimat sederhana berstruktur benar (minimal Subject + Predicate); (3) Memuat minimal 3 kalimat majemuk yang menghubungkan dua klausa secara logis dengan konjungsi koordinatif ('and', 'but', 'so', atau konjungsi sebab 'because'). Acuan koreksi: klausa sebelum dan sesudah konjungsi harus berupa klausa utuh (memiliki subjek dan verba).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir penulisan: Murid menandai dan mencocokkan minimal 1 contoh kalimat sederhana dan 1 contoh kalimat majemuk dari teks ceritanya sendiri pada lembar refleksi akhir (Acuan verifikasi guru: Kalimat sederhana berstruktur 1 klausa lengkap contoh 'I arrived at the hall early.'; Kalimat majemuk berstruktur minimal 2 klausa dihubungkan konjungsi contoh 'My legs were shaking, but I continued walking to the stage.').

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja menulis draf teks cerita pengalaman pribadi menggunakan rubrik analitis (struktur teks cerita serta ketepatan kalimat sederhana dan majemuk)
  • Observasi lembar kerja latihan berpasangan 'Sentence Linking Sprint'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur Teks Cerita PengalamanTeks cerita tertulis belum memuat alur yang jelas, hanya memuat 1 unsur struktur (misalnya hanya Orientation atau Events saja).Teks cerita tertulis memuat 2 dari 3 unsur struktur teks cerita (hanya Orientation dan Events, atau Events dan Resolution).Teks cerita tertulis memuat lengkap 3 unsur struktur teks cerita (Orientation, Events, Resolution) secara runtut dan tepat.Teks cerita tertulis memuat lengkap 3 unsur struktur teks cerita (Orientation, Events, Resolution) secara sangat runtut, jelas, dan proporsional di setiap bagiannya.
Penggunaan Kalimat Sederhana dan MajemukTeks cerita hanya terdiri dari pecahan kalimat/frasa lepas; belum terbentuk kalimat sederhana dan majemuk yang tepat.Teks cerita menggunakan kalimat sederhana dengan tepat, namun belum berhasil membentuk kalimat majemuk yang tepat (konjungsi salah atau klausa belum lengkap).Teks cerita berhasil mengomunikasikan pengalaman menggunakan minimal 3 kalimat sederhana dan minimal 3 kalimat majemuk berstruktur tepat.Teks cerita berhasil mengomunikasikan pengalaman menggunakan lebih dari 4 kalimat sederhana dan lebih dari 4 kalimat majemuk yang bervariasi dengan struktur yang seluruhnya tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu menulis mandiri selama 30 menit cukup memfasilitasi murid dalam menyusun draf cerita pengalaman pribadinya?
  • Bagian struktur teks atau pembentukan kalimat manakah yang masih sering mengalami kesalahan konstruksi oleh murid?

Murid:

  • Bagian mana dari pengalaman pribadiku yang paling berhasil dan jelas aku tuliskan dalam cerita?
  • Apakah aku sudah mampu menghubungkan ide-ide ceritaku menggunakan kalimat majemuk dengan kata hubung yang tepat?

Pertemuan 8 — Mengungkapkan Pendapat dan Mempertahankan Argumen Tertulis tentang Isu Penampilan Fisik dan Riasan Diri — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.5 Mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen secara tertulis tentang isu penampilan fisik dan riasan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun pendapat dan mempertahankan argumen secara tertulis mengenai isu penampilan fisik dan penggunaan riasan diri (makeup) (2 menit).
  • Guru membagikan asesmen diagnostik singkat berupa lembar isian cepat berisi satu kalimat rumpang: 'In my opinion, wearing makeup at school is ... because ...' dan meminta murid menuliskan pendapat awal serta satu alasan singkat untuk memetakan kesiapan menulis opini (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan model teks paragraf opini singkat di papan tulis: 'In my opinion, natural skin is better than heavy makeup for students because it keeps skin healthy and saves morning preparation time. Some people say makeup boosts confidence, but confidence comes from our self-worth, not cosmetics.' Murid mengidentifikasi bagian pendirian/pendapat ('natural skin is better...'), argumen pendukung ('keeps skin healthy and saves time'), dan cara mempertahankan argumen dari sudut pandang lawan ('confidence comes from self-worth') (15 menit).
  • Guru memberikan panduan frasa menyatakan pendapat ('In my opinion...', 'I believe that...', 'I think...') dan frasa argumen penghubung ('because...', 'for example...', 'therefore...', 'even though some think..., I argue that...') (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi 'Writing Rally Game': murid dibagi berpasangan untuk saling bertukar kartu isu tertulis: Isu A ('Is it necessary for teenagers to follow skincare/makeup trends?') dan Isu B ('Does physical appearance define a person's value?'). Setiap murid memilih satu posisi dan menuliskan 1 draf opini lengkap (pendirian + minimal 2 argumen tertulis untuk mempertahankan posisi) secara antusias dan saling membaca cepat tulisan pasangan (25 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid menyusun paragraf argumen tertulis final (4-6 kalimat) pada lembar kerja bertema 'Physical Appearance and Makeup for Teenagers', merumuskan pendapat pribadi yang jelas serta mempertahankan argumen dengan menyertakan alasan logis dan contoh nyata (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali teks opini tertulisnya sendiri menggunakan lembar centang mandiri: memastikan apakah pendapat tertulis sudah tegas, argumen pendukung sudah logis, dan pembelaan posisi sudah terurai jelas tanpa celaan fisik (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung pada draf tertulis beberapa perwakilan murid mengenai kekuatan argumen tertulis dan ketepatan penyampaian pendapat (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara efektif mengungkapkan dan mempertahankan pendapat tertulis mengenai penampilan diri secara objektif dan santun (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketekunan murid dan menginformasikan persiapan untuk pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan struktur kalimat (sentence frames: 'I think that... because... Furthermore, ...'), sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan merespons sudut pandang berlawanan (counter-argument) secara tertulis.
  • Proses: Bimbingan terfokus secara bergilir diberikan kepada murid yang kesulitan menyusun alasan pendukung dalam bahasa Inggris.
  • Produk: Murid dengan kemampuan dasar menuliskan paragraf opini dengan 1 argumen pembela, sedangkan murid mahir menuliskan paragraf opini dengan minimal 2 argumen dan 1 sanggahan balik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat di awal pelajaran dengan melengkapi kalimat rumpang: 'In my opinion, wearing makeup at school is ... because ...' (Kriteria penerimaan: kalimat memuat kata sifat/opini seperti 'unnecessary/good/helpful' dan memuat klausa alasan yang bermakna logis sesuai topik penampilan fisik/riasan, misalnya 'because it damages skin' atau 'because it looks tidy').

Proses:

  • Pemeriksaan draf tulisan 'Writing Rally' berpasangan dan draf mandiri: memantau ketepatan murid dalam menyatakan opini eksplisit dan minimal 2 kalimat argumen tertulis yang mendukung posisi mengenai isu penampilan fisik/riasan diri.

Akhir Pertemuan:

  • Tugas menulis mandiri berupa paragraf argumen tertulis bertopik 'Physical Appearance and Makeup for Teenagers' (4-6 kalimat). Kriteria penerimaan terukur: memuat 1 kalimat pernyataan opini tegas (stance), minimal 2 kalimat argumen pembela yang logis dan relevan dengan penampilan fisik/makeup, serta 1 kalimat simpulan penegas.

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja menulis paragraf opini dan mempertahankan argumen tertulis mengenai penampilan fisik dan makeup.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengungkapan Pendapat Tertulis (Expressing Written Opinion)Belum mampu menuliskan pernyataan pendapat yang jelas mengenai isu penampilan fisik atau riasan diri.Mampu menuliskan pernyataan pendapat mengenai penampilan fisik atau riasan diri namun rumusan posisi belum tegas atau masih rancu.Mampu menuliskan pernyataan pendapat yang jelas dan tegas mengenai isu penampilan fisik atau riasan diri secara mandiri.Mampu menuliskan pernyataan pendapat yang sangat jelas, tegas, dan berfokus tajam pada isu penampilan fisik atau riasan diri secara konsisten.
Mempertahankan Argumen Tertulis (Defending Written Arguments)Belum mampu menyertakan argumen atau alasan tertulis untuk mempertahankan pendapat yang dipilih.Menyertakan 1 argumen tertulis tetapi alasan kurang relevan atau belum logis mendukung posisi pendapat.Menyertakan minimal 2 argumen tertulis yang logis dan relevan untuk mempertahankan posisi mengenai isu penampilan fisik atau riasan diri.Menyertakan 2 argumen tertulis atau lebih yang sangat logis, relevan, serta disertai penjelasan pendukung atau respon terhadap pandangan lain secara terpadu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu menulis mandiri cukup memfasilitasi murid dalam menuangkan argumen tertulisnya?
  • Apakah scaffolding frasa menyatakan pendapat dan argumen berhasil membantu murid yang berkemampuan dasar?

Murid:

  • Bagian mana dari menulis paragraf argumen tentang penampilan diri yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
  • Apakah kamu merasa terbantu dengan frasa penghubung argumen saat mempertahankan pendapatmu secara tertulis?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.5.1 Mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan dan informasi rinci dari teks lisan tentang iklan kecantikan serta riasan diri
  • TP 8.5.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pendapat secara lisan tentang topik menerima diri sendiri dengan kalimat sederhana
  • TP 8.5.3 Menganalisis alur informasi serta informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita tertulis tentang usaha dan kepercayaan diri
  • TP 8.5.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks cerita tertulis menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks yang tepat
  • TP 8.5.5 Mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen secara tertulis tentang isu penampilan fisik dan riasan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 5 'Embrace Yourself' (4 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib dan alur pelaksanaan asesmen: sesi tes lisan bergiliran 1,5 menit per murid di meja guru yang berlangsung beriringan dengan tes membaca pemahaman dan tugas penulisan terintegrasi secara mandiri (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan naskah lembar soal asesmen sumatif yang memuat: (1) Teks cerita pendek untuk analisis membaca berjudul 'Mirza’s Big Day', (2) Lembar tugas menulis cerita pengalaman dan paragraf argumen, serta memperdengarkan rekaman audio iklan kecantikan 'GlowUp Natural Wash' sebanyak dua kali di kelas (teks iklan: 'Are you tired of dull skin? Try GlowUp Natural Wash! Made from 100% natural aloe vera, it cleans your skin gently without harsh chemicals. Use it every morning for natural and healthy skin. Feel good, embrace your real glow!') (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Tugas 2 (TP 8.5.3) membaca dan menganalisis teks cerita 'Mirza’s Big Day' selama 30 menit; teks menceritakan Mirza yang merasa minder mengikuti audisi musik sekolah karena jerawat di wajahnya, namun ia terus berlatih gitar dengan tekun dan akhirnya tampil percaya diri serta diterima bergabung; murid menjawab 5 butir soal pemahaman: Butir 1 (alur awal cerita): Masalah apa yang dihadapi Mirza sebelum audisi? (Acuan jawaban: Mirza felt insecure/nervous about his facial acne/appearance); Butir 2 (informasi tersurat): Apa yang dilakukan Mirza untuk mengatasi rasa tidak percaya dirinya? (Acuan jawaban: He practiced playing his guitar hard every day / focused on his musical skills); Butir 3 (alur resolusi cerita): Bagaimana hasil dari audisi Mirza? (Acuan jawaban: He performed confidently and was accepted into the school music band); Butir 4 (informasi tersirat): Mengapa penampilan fisik tidak menghalangi keberhasilan Mirza? (Acuan jawaban: Because talent, preparation, and confidence are more valuable than physical appearance); Butir 5 (informasi tersirat): Apa makna tindakan Mirza bagi konsep penerimaan diri? (Acuan jawaban: Embracing oneself means focusing on inner potential and hard work rather than physical flaws) (30 menit).
  • Bersamaan dengan pengerjaan tes tertulis di kelas, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk melaksanakan Tugas 1 (TP 8.5.1 dan TP 8.5.2) tes lisan bergilir berdurasi 1,5 menit per murid; murid mendengarkan kembali cuplikan iklan 'GlowUp Natural Wash' lalu menjawab lisan pertanyaan alur/detail iklan: (a) 'What is the main benefit of the product?' (Acuan jawaban: It cleans skin gently / gives natural and healthy skin) dan (b) 'What natural ingredient does it use?' (Acuan jawaban: 100% natural aloe vera); dilanjutkan mengungkapkan pendapat lisan dengan kalimat sederhana tentang topik menerima diri sendiri berdasarkan pertanyaan pemantik guru: 'What is your opinion about accepting your own natural appearance without heavy makeup?' (Kriteria penerimaan lisan: murid menggunakan minimal dua kalimat sederhana yang relevan, misalnya: 'In my opinion, natural appearance is good because we are unique. I feel confident without heavy makeup.') (45 menit).
  • Murid secara serentak menyelesaikan Tugas 3 (TP 8.5.4 dan TP 8.5.5) penugasan menulis terintegrasi: (Bagian A - TP 8.5.4) Menulis teks cerita pendek pengalaman membangun rasa percaya diri minimal 2 paragraf menggunakan kalimat sederhana dan kalimat majemuk (menggunakan konjungsi seperti 'and', 'but', atau 'because') dengan struktur tepat (Orientation, Events, Reorientation); (Bagian B - TP 8.5.5) Menulis satu paragraf opini minimal 4 kalimat yang mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen terkait isu pemakaian riasan diri pada remaja (Kriteria penerimaan: memuat kalimat topik opini/klaim yang jelas, minimal 2 kalimat pendukung berisi alasan logis atau bukti, dan 1 kalimat penegas kesimpulan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan lembar jawabannya secara cermat dan mengumpulkan seluruh berkas tertulis ke meja guru dengan tertib (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian murid selama mengikuti seluruh rangkaian asesmen sumatif bab ini (3 menit).
  • Guru memandu refleksi singkat mengenai capaian pembelajaran Bab 5 'Embrace Yourself' dan menyampaikan rencana penyampaian umpan balik hasil sumatif pada pertemuan berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Naskah soal dan audio sumatif disajikan secara standar untuk seluruh murid sesuai acuan kurikulum.
  • Proses: Akomodasi akses berupa pemanggilan tes lisan yang tenang serta pembacaan ulang petunjuk pengerjaan bagi murid yang memerlukan penyesuaian pendengaran/fokus tanpa mengubah bobot atau kriteria soal.
  • Produk: Format lembar jawaban tertulis dan rekaman respon lisan mengikuti ketentuan tugas yang terstandarisasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis asesmen sumatif: Guru memastikan setiap murid memahami format pengerjaan tes lisan rotasi dan pengerjaan tes tertulis terintegrasi.

Proses:

  • Observasi keteraturan, kemandirian pengerjaan, dan ketepatan alokasi waktu murid selama pelaksanaan tes lisan bergilir dan tes tertulis berlangsung.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes lisan bergilir beriringan dan tes tertulis serentak: rekaman respons lisan terkait iklan kecantikan dan opini menerima diri sendiri, lembar analisis teks cerita, draf narasi pendek bertema kepercayaan diri, dan paragraf opini isu riasan diri
  • unjuk kerja dan tes lisan bergiliran: jawaban lisan tentang detail alur teks iklan lisan kecantikan serta penyampaian opini pribadi 1,5 menit per murid di meja guru secara rotasi sementara murid lain mengerjakan tugas tertulis (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran lisan dan lembar cek pemahaman informasi)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban berisi hasil identifikasi alur informasi serta rincian informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita tertulis tentang usaha dan kepercayaan diri (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran pemahaman membaca)
  • penugasan menulis terintegrasi serentak: lembar karya tulis berupa cerita pendek pengalaman membangun rasa percaya diri dan satu paragraf opini mempertahankan argumen terkait riasan diri (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian menulis (struktur teks naratif, kohesi kalimat sederhana-majemuk, dan keutuhan argumen opini))

Sumatif:

  • kombinasi tes lisan bergilir beriringan dan tes tertulis serentak: rekaman respons lisan terkait iklan kecantikan dan opini menerima diri sendiri, lembar analisis teks cerita, draf narasi pendek bertema kepercayaan diri, dan paragraf opini isu riasan diri
  • unjuk kerja dan tes lisan bergiliran: jawaban lisan tentang detail alur teks iklan lisan kecantikan serta penyampaian opini pribadi 1,5 menit per murid di meja guru secara rotasi sementara murid lain mengerjakan tugas tertulis (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran lisan dan lembar cek pemahaman informasi)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban berisi hasil identifikasi alur informasi serta rincian informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita tertulis tentang usaha dan kepercayaan diri (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran pemahaman membaca)
  • penugasan menulis terintegrasi serentak: lembar karya tulis berupa cerita pendek pengalaman membangun rasa percaya diri dan satu paragraf opini mempertahankan argumen terkait riasan diri (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian menulis (struktur teks naratif, kohesi kalimat sederhana-majemuk, dan keutuhan argumen opini))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Teks Lisan Iklan & Pengungkapan Opini Lisan (TP 8.5.1 & TP 8.5.2)Menjawab salah kedua butir detail iklan lisan dan belum mampu menyusun kalimat sederhana untuk mengungkapkan opini tentang menerima diri sendiri.Menjawab tepat 1 dari 2 butir detail iklan lisan (Acuan: pembersih lembut / lidah buaya alami) dan mengungkapkan opini lisan hanya dengan 1 kalimat sederhana yang belum lengkap.Menjawab tepat seluruh 2 butir detail iklan lisan (Acuan: cleans gently dan 100% aloe vera) serta mengungkapkan opini lisan dengan minimal 2 kalimat sederhana yang runtut dan jelas secara mandiri.Menjawab tepat seluruh 2 butir detail iklan lisan serta mengungkapkan opini lisan secara sangat lancar menggunakan kalimat sederhana dan majemuk yang relevan dengan topik penerimaan diri secara mandiri.
Analisis Alur, Informasi Tersurat dan Tersirat Cerita (TP 8.5.3)Menjawab benar maksimal 1 dari 5 butir soal analisis teks cerita 'Mirza’s Big Day'.Menjawab benar 2 sampai 3 dari 5 butir butir soal analisis teks cerita 'Mirza’s Big Day' sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab benar 4 dari 5 butir soal analisis teks cerita 'Mirza’s Big Day' mencakup identifikasi alur, rincian tersurat, dan inferensi tersirat sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab benar seluruh 5 butir soal analisis teks cerita 'Mirza’s Big Day' secara tepat dan lengkap sesuai acuan kunci jawaban.
Menulis Cerita Pengalaman Percaya Diri (TP 8.5.4)Menulis teks cerita kurang dari 2 paragraf, struktur teks tidak teridentifikasi, dan belum memadukan kalimat sederhana serta majemuk.Menulis teks cerita 2 paragraf dengan struktur yang belum lengkap serta hanya menggunakan pola kalimat sederhana tanpa kalimat majemuk.Menulis teks cerita minimal 2 paragraf dengan struktur lengkap (Orientation, Events, Reorientation) serta memadukan kalimat sederhana dan majemuk secara tepat.Menulis teks cerita lebih dari 2 paragraf dengan struktur teks sangat padu, alur peristiwa jelas, serta variasi kalimat sederhana dan majemuk berstruktur tepat secara konsisten.
Menulis Paragraf Opini dan Argumen Riasan Diri (TP 8.5.5)Menulis kurang dari 4 kalimat dan belum memuat pendirian atau argumen pendukung terkait isu riasan diri.Menulis 4 kalimat opini namun argumen yang mempertahankan pendapat belum logis atau belum memiliki kalimat kesimpulan penegas.Menulis satu paragraf opini minimal 4 kalimat yang memuat kalimat topik opini, minimal 2 alasan/argumen logis, dan kalimat penegas secara tepat.Menulis satu paragraf opini yang sangat utuh dan runtut lebih dari 4 kalimat dengan argumen pendukung yang kuat serta pembelaan posisi isu riasan diri yang meyakinkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu tes lisan bergilir beriringan dengan tes tertulis serentak berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimanakah tingkat ketercapaian murid kelas 8 secara menyeluruh pada kelima tujuan pembelajaran di Bab 5?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif ini (menyimak-berbicara, membaca, atau menulis) yang paling berhasil saya selesaikan dengan percaya diri?
  • Pelajaran berharga apa tentang menerima diri sendiri (embracing yourself) yang paling melekat dalam diri saya setelah menyelesaikan bab ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru English for Nusantara Kelas VIII, Kemendikbudristek 2022, Chapter 5: Embrace Yourself, Section 2 Listening (halaman 327-329)
  2. Buku Siswa English for Nusantara Kelas VIII, Chapter 5: Embrace Yourself
  3. Rekaman Audio 5.1 (Dialog percakapan Monita, Pipit, dan Kak Sinta)
  4. Lembar Kerja Siswa dan Kartu Alur Informasi Percakapan
  5. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Chapter 5 Unit 1). Jakarta: Kemendikbudristek.
  6. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Chapter 5 Unit 1). Jakarta: Kemendikbudristek.
  7. Kartu situasi stimulus opini lisan (4 kartu cetak tentang penerimaan fisik).
  8. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan.
  9. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Buku Siswa). Jakarta: Pusat Perbukuan.
  10. Kartu topik lisan 'Opinion Cards' Bab 5 Unit 1 Be Yourself.
  11. Bola kertas/bola lunak untuk aktivitas interaktif.
  12. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Chapter 5 Unit 2: I Know You Can Do It).
  13. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII.
  14. Lembar teks cerita naratif Mirza Part 1 dan kartu alur peristiwa 'Story Line-Up'.
  15. Buku Panduan Guru English for Nusantara SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2022) Chapter 5 Unit 2
  16. Buku Siswa English for Nusantara SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2022) Chapter 5
  17. Lembar teks cerita 'Mirza's Turning Point' dan kartu tantangan bukti teks (Clue Detective cards)
  18. Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2022), Chapter 5 Unit 2: I Know You Can Do It.
  19. Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2022), Chapter 5 Unit 2, teks cerita Mirza.
  20. Lembar Kerja Menulis Peristiwa Utama Cerita (Beginning, Middle, Ending template).
  21. Kartu kata kerja Past Simple (Flashcards: join-joined, feel-felt, practice-practiced, try-tried, score-scored).
  22. Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2022 (Chapter 5: Embrace Yourself, Unit 3)
  23. Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2022 (Unit 3: Practice Makes Perfect, hal. 271-280)
  24. Teks model cerita pendek 'Getting into the Band'
  25. Kartu latihan 'Sentence Linking Sprint'
  26. Buku Panduan Guru English for Nusantara Kelas VIII (Kemendikbudristek 2022), Chapter 5 Unit 1: Be Yourself, Section 4 Language Focus.
  27. Buku Siswa English for Nusantara Kelas VIII, Chapter 5 Unit 1: Be Yourself.
  28. Lembar kerja menulis terbimbing (Writing Worksheet: Stating and Defending Opinion).
  29. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Buku Panduan Guru English for Nusantara Kelas VIII, 2022.
  30. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Buku Siswa English for Nusantara Kelas VIII, Chapter 5: Embrace Yourself, 2022.
  31. Lembar Soal Asesmen Sumatif Bab 5 (Teks 'Mirza’s Big Day' dan Audio Iklan 'GlowUp Natural Wash').
  32. Lembar Jawaban dan Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.