Modul AjarPertemuan 8Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Anti-Littering Campaigns — Menulis Teks tentang Kampanye No Littering Berdasarkan Fakta

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 8 dengan topik "Anti-Littering Campaigns — Menulis Teks tentang Kampanye No Littering Berdasarkan Fakta". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Anti-Littering Campaigns — Menulis Teks tentang Kampanye No Littering Berdasarkan Fakta

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Anti-Littering Campaigns — Menulis Teks tentang Kampanye No Littering Berdasarkan Fakta

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikAnti-Littering Campaigns — Menulis Teks tentang Kampanye No Littering Berdasarkan Fakta
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengomunikasikan informasi tentang kampanye anti-littering secara tertulis menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat.
  2. Murid dapat mengungkapkan pendapat secara tertulis tentang efektivitas kampanye anti-littering dan mempertahankan argumennya dengan alasan yang berdasarkan fakta dari teks.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Have you ever seen an anti-littering campaign poster or advertisement? What message did it try to deliver?
  2. Why do you think some campaigns succeed in changing people's behavior while others do not?
  3. If you were asked to write about a real anti-littering campaign, what facts would you include to convince your readers?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa, kemudian mengecek kehadiran murid.
  • Guru menayangkan gambar/poster kampanye 'Don't be a Tosser!' dari Australia dan bertanya: 'What do you think this campaign is about?'
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru meminta murid menuliskan 2-3 kalimat singkat dalam bahasa Inggris tentang apa yang mereka ketahui mengenai kampanye anti-littering. Guru mengumpulkan jawaban untuk memetakan kemampuan awal menulis murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan menulis teks informatif-persuasif tentang kampanye anti-littering berdasarkan fakta.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks bacaan singkat tentang kampanye 'Don't be a Tosser!' (diadaptasi dari buku siswa Chapter 4) yang memuat fakta-fakta kunci: siapa yang menjalankan kampanye, pesan inti, hasil kampanye (95% masyarakat menyetujui pesan kampanye), dan tujuan kampanye.
  • Murid membaca teks secara individu dan menggarisbawahi fakta-fakta penting (siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'What are the key facts? What made this campaign effective?' Guru mencatat jawaban murid di papan tulis dalam bentuk mind map sederhana.
  • Guru menjelaskan struktur teks informatif-persuasif: (1) Introduction — memperkenalkan kampanye, (2) Body — menyajikan fakta dan detail, (3) Conclusion — menyatakan pendapat tentang efektivitas kampanye dengan alasan berbasis fakta.
  • Guru mengingatkan unsur kebahasaan: penggunaan simple past tense untuk menceritakan fakta kampanye, konjungsi (because, so, and, but) untuk menghubungkan ide, serta ekspresi opini (I think, In my opinion, I believe).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memberikan graphic organizer (tabel perencanaan menulis) dengan kolom: Introduction, Key Facts, My Opinion & Reasons.
  • Murid mengisi graphic organizer secara individu berdasarkan fakta dari teks yang telah dibaca.
  • Murid menulis teks lengkap (minimal 3 paragraf: pendahuluan, isi dengan fakta, dan kesimpulan berisi pendapat) menggunakan kalimat sederhana dan majemuk.
  • Selama proses menulis, guru berkeliling memberikan umpan balik individual (asesmen proses): mengecek penggunaan struktur teks, past tense, konjungsi, dan kekuatan argumen.
  • Murid yang selesai lebih awal diminta menambahkan satu paragraf tambahan yang membandingkan kampanye 'Don't be a Tosser!' dengan kampanye lokal di Indonesia (diferensiasi produk untuk murid cepat).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid bertukar tulisan dengan teman sebangku untuk peer review menggunakan checklist sederhana: (1) Apakah ada introduction, body, dan conclusion? (2) Apakah ada minimal 3 fakta? (3) Apakah ada pendapat yang didukung alasan? (4) Apakah menggunakan past tense dan konjungsi dengan tepat?
  • Murid merevisi tulisan berdasarkan masukan teman.
  • Guru meminta 2-3 murid secara sukarela membacakan paragraf kesimpulan (opini) mereka di depan kelas. Kelas memberikan apresiasi.
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan: 'What did I do well in my writing today? What do I need to improve?'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: struktur teks kampanye, pentingnya fakta untuk mendukung argumen, dan unsur kebahasaan yang digunakan.
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang kekuatan dan area perbaikan yang ditemukan selama proses menulis.
  • Guru menginformasikan bahwa tulisan final akan dikumpulkan sebagai asesmen sumatif pertemuan ini.
  • Guru menutup kelas dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan word bank (daftar kosakata dan frasa kunci) serta contoh kalimat pembuka untuk setiap paragraf. Murid yang sudah mahir diberikan teks tambahan tentang kampanye lain untuk memperkaya fakta.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diperbolehkan menyelesaikan 2 paragraf terlebih dahulu (introduction dan body) lalu melengkapi conclusion dengan bimbingan guru. Murid cepat langsung menulis 3 paragraf penuh secara mandiri.
  • Produk: Murid dengan kemampuan dasar menulis minimal 3 paragraf sederhana. Murid dengan kemampuan tinggi menulis 4 paragraf dengan perbandingan kampanye lokal dan penggunaan kalimat majemuk yang lebih kompleks.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan 2-3 kalimat singkat tentang apa yang mereka ketahui mengenai kampanye anti-littering. Guru menggunakan tulisan ini untuk memetakan kemampuan menulis awal murid dan menentukan tingkat scaffolding yang diperlukan.

Proses:

  • Guru mengecek kelengkapan graphic organizer murid sebelum memulai menulis paragraf.
  • Guru memberikan umpan balik individual selama proses menulis terkait struktur teks, ketepatan fakta, dan penggunaan unsur kebahasaan.
  • Peer review dengan checklist 4 kriteria: struktur teks, penggunaan fakta, kejelasan opini dan alasan, serta ketepatan tata bahasa.

Akhir:

  • Murid mengumpulkan tulisan final (teks informatif-persuasif minimal 3 paragraf) yang dinilai menggunakan rubrik dengan 4 aspek: struktur teks, penggunaan fakta, kekuatan argumen/opini, dan ketepatan unsur kebahasaan.

Formatif:

  • Observasi guru selama proses menulis: mengecek penggunaan graphic organizer, struktur teks, dan unsur kebahasaan.
  • Peer review checklist: murid menilai tulisan teman berdasarkan 4 kriteria (struktur, fakta, opini, kebahasaan).
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman terhadap fakta kampanye.

Sumatif:

  • Penilaian tulisan akhir murid (teks informatif-persuasif tentang kampanye anti-littering) menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur Teks (Introduction, Body, Conclusion)Tulisan tidak memiliki struktur yang jelas; paragraf tidak teridentifikasi atau hanya berupa kalimat acak.Tulisan memiliki 1-2 bagian struktur tetapi belum lengkap (misalnya ada body tetapi tidak ada introduction atau conclusion).Tulisan memiliki 3 bagian struktur (introduction, body, conclusion) tetapi transisi antar bagian belum lancar.Tulisan memiliki 3 bagian struktur yang lengkap dengan transisi yang jelas dan alur yang logis dari awal hingga akhir.
Penggunaan Fakta dari TeksTidak mencantumkan fakta dari teks atau fakta yang ditulis tidak relevan dengan kampanye anti-littering.Mencantumkan 1 fakta yang relevan tetapi tanpa elaborasi atau penjelasan tambahan.Mencantumkan 2-3 fakta yang relevan dari teks dengan sedikit elaborasi.Mencantumkan 3 atau lebih fakta relevan dari teks dengan elaborasi yang jelas dan pengorganisasian yang baik.
Kekuatan Argumen dan OpiniTidak ada pernyataan opini tentang efektivitas kampanye atau opini tidak didukung alasan sama sekali.Menyatakan opini tetapi alasan yang diberikan tidak berdasarkan fakta atau sangat lemah.Menyatakan opini dengan 1-2 alasan yang berdasarkan fakta dari teks, tetapi argumen belum sepenuhnya meyakinkan.Menyatakan opini dengan jelas dan mempertahankan argumen menggunakan 2 atau lebih alasan berbasis fakta yang kuat dan meyakinkan.
Ketepatan Unsur Kebahasaan (Past Tense, Konjungsi, Kosakata)Banyak kesalahan tata bahasa yang menghambat pemahaman; tidak menggunakan past tense atau konjungsi.Menggunakan past tense dan/atau konjungsi tetapi dengan banyak kesalahan (lebih dari 5 kesalahan signifikan).Menggunakan past tense dan konjungsi dengan cukup tepat (2-4 kesalahan kecil yang tidak menghambat pemahaman).Menggunakan past tense, konjungsi, dan kosakata kampanye dengan tepat dan konsisten (0-1 kesalahan kecil); kalimat sederhana dan majemuk bervariasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menyelesaikan tulisan minimal 3 paragraf? Jika tidak, apa hambatannya?
  • Apakah scaffolding (graphic organizer dan word bank) cukup membantu murid yang membutuhkan dukungan lebih?
  • Aspek kebahasaan mana yang paling banyak menjadi tantangan murid (past tense, konjungsi, atau ekspresi opini)? Bagaimana saya akan menindaklanjutinya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • What did I do well in my writing today?
  • Which part of writing was the most challenging for me: finding facts, organizing my text, or expressing my opinion?
  • What will I do differently next time to improve my writing?
  • How did my friend's feedback help me revise my writing?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII, Chapter 4 'No Littering' — teks tentang kampanye 'Don't be a Tosser!'
  2. Buku Panduan Guru: English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII, halaman 290 — materi kampanye anti-littering
  3. Graphic organizer (tabel perencanaan menulis) yang disiapkan guru
  4. Word bank: kosakata terkait kampanye (anti-littering, effectiveness, prevention, community groups, local councils, behavior change)
  5. Gambar/poster kampanye 'Don't be a Tosser!' (ditayangkan melalui proyektor atau dicetak)
  6. Peer review checklist (disiapkan guru dalam bentuk lembar kerja)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.