Modul AjarPertemuan 11Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Asesmen Sumatif Bab 4: No Littering — Mengukur Kompetensi Membaca, Menulis, dan Berbicara tentang Sampah Plastik

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 8 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 4: No Littering — Mengukur Kompetensi Membaca, Menulis, dan Berbicara tentang Sampah Plastik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Asesmen Sumatif Bab 4: No Littering — Mengukur Kompetensi Membaca, Menulis, dan Berbicara tentang Sampah Plastik

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 4: No Littering — Mengukur Kompetensi Membaca, Menulis, dan Berbicara tentang Sampah Plastik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikAsesmen Sumatif Bab 4: No Littering — Mengukur Kompetensi Membaca, Menulis, dan Berbicara tentang Sampah Plastik
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman terhadap alur informasi, informasi tersurat, dan tersirat dari teks tertulis tentang tema No Littering melalui tes membaca.
  2. Murid dapat mengomunikasikan gagasan tentang dampak sampah plastik dan upaya penanggulangannya secara tertulis menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks yang tepat.
  3. Murid dapat menceritakan kembali insiden atau kampanye terkait No Littering secara lisan dengan detail yang faktual menggunakan kalimat sederhana dan majemuk.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. What is the most serious problem caused by plastic waste in your community — and what have people done about it?
  2. If you had to convince someone to stop littering, what facts or stories would you share with them?
  3. Have you ever seen or heard about a campaign to reduce plastic waste? What made it effective or ineffective?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan menyapa murid dalam bahasa Inggris: 'Good morning, everyone! Today is a special day — we are going to show what we have learned in Chapter 4: No Littering.'
  • Guru menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah asesmen sumatif yang mencakup tiga kompetensi: membaca (reading), menulis (writing), dan berbicara (speaking).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat: (1) tes membaca dikerjakan mandiri, (2) tes menulis dikerjakan mandiri, (3) tes berbicara dilaksanakan secara bergantian sementara murid lain menyelesaikan tulisan mereka.
  • Asesmen diagnostik singkat: Guru meminta murid menuliskan satu kata atau frasa di sticky note/kertas kecil yang menjawab pertanyaan 'What is one thing you remember most about plastic waste from this chapter?' — dikumpulkan sebagai bahan pantau kesiapan awal sebelum asesmen dimulai.
  • Guru mengingatkan murid tentang tata tertib asesmen: mengerjakan secara mandiri, tidak membuka catatan kecuali diizinkan, dan menjaga ketenangan kelas.
  • Guru memastikan semua murid telah menerima lembar soal dan lembar jawaban asesmen sumatif.
  • Alokasi pendahuluan: ±10 menit.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mengerjakan Bagian 1: Tes Membaca (Reading Test) secara mandiri selama ±20 menit.
  • Teks bacaan yang digunakan berisi informasi tentang insiden atau kampanye terkait sampah plastik (misalnya teks tentang Bye Bye Plastic Bags atau kisah penyelamatan penyu laut). Teks dipilih sesuai level kelas 8.
  • Soal membaca terdiri dari: (a) 5 soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman alur informasi dan informasi tersurat (explicit information), (b) 3 soal isian singkat untuk menguji pemahaman informasi tersirat (implicit information), dan (c) 1 soal esai pendek (2–3 kalimat) meminta murid merespons isi teks sesuai konteks.
  • Guru berkeliling memantau ketertiban dan mencatat murid yang tampak kesulitan sebagai data formatif — tanpa memberikan jawaban.
  • Prinsip Berkesadaran: Murid membaca teks dengan penuh perhatian, memilah mana informasi tersurat dan mana yang harus disimpulkan dari konteks.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan Bagian 2: Tes Menulis (Writing Test) secara mandiri selama ±20 menit.
  • Tugas menulis: Murid menulis sebuah paragraf atau teks pendek (minimal 5–7 kalimat) tentang dampak sampah plastik dan upaya penanggulangannya. Prompt tersedia di lembar soal, contoh: 'Write about the effects of plastic waste on the environment and what people can do to solve the problem. Use simple and compound sentences.'
  • Kriteria yang dinilai mencakup: (a) kelengkapan gagasan tentang dampak dan solusi, (b) penggunaan kalimat sederhana dan majemuk yang tepat, dan (c) struktur teks yang runtut (pembuka, isi, penutup).
  • Sementara murid lain mengerjakan tes menulis, guru memanggil murid satu per satu atau berpasangan untuk melaksanakan Bagian 3: Tes Berbicara (Speaking Test) di sudut ruangan atau di luar kelas dengan tenang.
  • Tugas berbicara: Murid menceritakan kembali (retell) satu insiden atau kampanye terkait No Littering yang telah mereka pelajari di Bab 4. Murid berbicara selama ±1–2 menit. Guru menilai: (a) kelengkapan detail faktual, (b) penggunaan kalimat sederhana dan majemuk, dan (c) kelancaran dan kejelasan pengucapan.
  • Jika murid belum dipanggil untuk berbicara, mereka tetap melanjutkan atau memeriksa kembali tes menulis mereka.
  • Prinsip Bermakna: Tugas menulis dan berbicara dirancang agar murid menghubungkan pengetahuan tentang sampah plastik dengan kehidupan nyata dan isu lingkungan yang relevan di sekitar mereka.
  • Prinsip Menggembirakan: Guru memberikan respons positif singkat setelah setiap murid selesai tes berbicara ('Thank you, that was a good effort!') untuk menjaga suasana yang mendukung dan tidak menegangkan.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setelah semua murid selesai mengerjakan tes membaca dan menulis serta seluruh tes berbicara telah dilaksanakan, guru memberikan waktu ±5 menit untuk refleksi diri.
  • Murid mengisi lembar self-assessment singkat (dapat berupa checklist di balik lembar jawaban) dengan pernyataan berikut: (a) 'I understood the reading text and answered the questions confidently.' (b) 'I was able to write about plastic waste using simple and compound sentences.' (c) 'I could retell the incident or campaign with factual details when speaking.'
  • Skala self-assessment: 1 (Not yet) — 2 (I tried) — 3 (I did it) — 4 (I did it well).
  • Guru mengajukan 1–2 pertanyaan refleksi lisan kepada kelas secara singkat: 'Which part was the most challenging for you today — reading, writing, or speaking? Why?'
  • Murid boleh menjawab secara lisan secara sukarela atau menuliskannya di kertas, tanpa tekanan.
  • Prinsip Berkesadaran: Murid diajak menyadari kekuatan dan area yang masih perlu mereka tingkatkan dalam tiga kompetensi bahasa Inggris yang diuji hari ini.

Penutup:

  • Guru mengumpulkan semua lembar jawaban tes membaca, tes menulis, dan lembar self-assessment.
  • Guru menyampaikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha mereka dalam menyelesaikan asesmen: 'I am proud of your effort today. Every one of you showed courage in speaking and writing in English.'
  • Guru memberikan gambaran singkat tentang tindak lanjut: hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis, dan murid yang memerlukan pendampingan tambahan akan mendapat kesempatan belajar lebih lanjut.
  • Guru mengingatkan murid bahwa isu sampah plastik adalah isu nyata — pengetahuan yang mereka miliki dapat digunakan untuk berkontribusi nyata di lingkungan sekitar.
  • Guru menutup kelas dengan salam penutup dalam bahasa Inggris.
  • Alokasi penutup: ±10 menit.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kemampuan di bawah rata-rata dapat diberikan teks membaca yang sedikit lebih pendek atau dengan kosakata yang dipandu glosarium di margin. Murid dengan kemampuan di atas rata-rata dapat diberikan teks bacaan tambahan yang lebih kompleks atau pertanyaan inferensial yang lebih dalam.
  • Proses: Untuk tes berbicara, murid yang membutuhkan dukungan ekstra diberi kartu prompt bergambar (visual cue card) berisi poin-poin cerita (who, what, when, where, why) sebagai scaffolding. Murid yang lebih mampu diminta berbicara tanpa bantuan kartu dan menambahkan opini pribadi mereka.
  • Produk: Untuk tes menulis, murid yang membutuhkan dukungan dapat menggunakan kerangka tulisan (writing frame) dengan kalimat pembuka yang sudah tersedia. Murid yang lebih mahir diharapkan menulis dengan struktur teks yang lebih lengkap dan menggunakan variasi kalimat majemuk yang lebih beragam.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note/kertas kecil: murid menuliskan satu kata atau frasa yang paling mereka ingat dari Bab 4 tentang sampah plastik — digunakan guru untuk memantau kesiapan awal sebelum asesmen sumatif dimulai.
  • Pertanyaan lisan pemantik di awal kelas untuk mengaktifkan kembali pengetahuan murid tentang topik No Littering sebelum masuk ke instrumen asesmen.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan tes membaca: mencatat murid yang tampak bingung atau menghabiskan waktu terlalu lama di satu soal.
  • Catatan anekdotal selama tes berbicara berlangsung: guru mencatat kekuatan dan area pengembangan tiap murid secara singkat di lembar penilaian berbicara.
  • Self-assessment checklist (3 pernyataan, skala 1–4) yang diisi murid setelah semua bagian asesmen selesai — digunakan sebagai bahan refleksi dan umpan balik.

Akhir:

  • Hasil tes membaca dinilai berdasarkan rubrik ketepatan pemahaman informasi tersurat dan tersirat serta alur informasi teks.
  • Hasil tes menulis dinilai berdasarkan rubrik kelengkapan gagasan, ketepatan penggunaan kalimat sederhana dan majemuk, serta keruntutan struktur teks.
  • Hasil tes berbicara dinilai berdasarkan rubrik kelengkapan detail faktual, penggunaan kalimat sederhana dan majemuk, serta kelancaran dan kejelasan berbicara.
  • Nilai akhir diperoleh dari kombinasi tiga komponen: membaca, menulis, dan berbicara dengan bobot yang dapat disesuaikan oleh guru (misalnya masing-masing 33%).

Formatif:

  • Observasi guru selama tes membaca untuk memantau keterlibatan dan kesulitan murid.
  • Self-assessment checklist yang diisi murid setelah menyelesaikan semua bagian asesmen.
  • Pertanyaan refleksi lisan di akhir kegiatan inti untuk memahami persepsi murid terhadap tingkat kesulitan masing-masing kompetensi.

Sumatif:

  • Tes Membaca: soal pilihan ganda, isian singkat, dan respons tertulis singkat terhadap teks tentang No Littering (menilai TP 8.4.11.1).
  • Tes Menulis: paragraf/teks pendek tentang dampak sampah plastik dan solusinya menggunakan kalimat sederhana dan majemuk (menilai TP 8.4.11.2).
  • Tes Berbicara: retell lisan tentang insiden atau kampanye No Littering selama ±1–2 menit dinilai menggunakan rubrik berbicara (menilai TP 8.4.11.3).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca — Pemahaman Alur Informasi dan Informasi TersuratMurid tidak dapat mengidentifikasi alur informasi atau informasi tersurat dari teks. Sebagian besar jawaban tidak tepat atau tidak relevan.Murid dapat mengidentifikasi beberapa informasi tersurat secara terpisah namun belum mampu memahami alur informasi secara keseluruhan.Murid dapat memahami alur informasi secara umum dan mengidentifikasi sebagian besar informasi tersurat dengan tepat.Murid memahami alur informasi secara menyeluruh, mengidentifikasi semua informasi tersurat dengan tepat, dan mampu menghubungkan informasi antar bagian teks.
Membaca — Pemahaman Informasi TersiratMurid tidak mampu menyimpulkan informasi yang tidak dinyatakan secara langsung dalam teks.Murid mencoba menyimpulkan informasi tersirat namun kesimpulan sebagian besar kurang tepat atau hanya mengulangi kata-kata teks.Murid dapat menyimpulkan beberapa informasi tersirat dengan tepat berdasarkan konteks teks.Murid secara konsisten menyimpulkan informasi tersirat dengan tepat dan dapat menjelaskan alasan atau bukti dari teks yang mendukung kesimpulannya.
Menulis — Kelengkapan Gagasan (Dampak dan Solusi)Tulisan tidak memuat gagasan tentang dampak sampah plastik maupun solusinya, atau sangat tidak relevan dengan topik.Tulisan memuat satu gagasan (hanya dampak atau hanya solusi) namun belum lengkap atau kurang jelas.Tulisan memuat gagasan tentang dampak dan solusi dengan cukup jelas, meskipun detail masih terbatas.Tulisan memuat gagasan yang lengkap, jelas, dan rinci tentang dampak sampah plastik dan berbagai upaya penanggulangannya dengan contoh yang relevan.
Menulis — Penggunaan Kalimat Sederhana dan MajemukTulisan hanya menggunakan kata-kata atau frasa terpisah, atau kalimat yang terbentuk tidak dapat dipahami.Tulisan menggunakan kalimat sederhana namun dengan banyak kesalahan struktur. Belum ada penggunaan kalimat majemuk yang tepat.Tulisan menggunakan kalimat sederhana dengan struktur yang umumnya tepat dan mulai menggunakan kalimat majemuk dengan beberapa kesalahan minor.Tulisan menggunakan variasi kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur yang tepat dan konsisten, termasuk penggunaan konjungsi yang sesuai (when, because, and, but, so).
Berbicara — Kelengkapan Detail FaktualMurid tidak dapat menceritakan kembali insiden atau kampanye, atau hanya menyebutkan satu kata tanpa konteks yang bermakna.Murid menceritakan kembali insiden atau kampanye dengan satu atau dua detail faktual namun alur cerita tidak jelas.Murid menceritakan kembali insiden atau kampanye dengan beberapa detail faktual yang relevan meskipun ada detail penting yang terlewat.Murid menceritakan kembali insiden atau kampanye secara lengkap dengan detail faktual yang akurat mencakup unsur who, what, when, where, dan why/how.
Berbicara — Penggunaan Kalimat Sederhana dan Majemuk serta KelancaranMurid berbicara hanya dengan kata-kata terpisah atau sangat tidak lancar sehingga pesan tidak dapat dipahami.Murid menggunakan kalimat sederhana yang sangat terbatas dengan banyak jeda panjang dan kesulitan dalam menyampaikan pesan secara koheren.Murid menggunakan kalimat sederhana dan beberapa kalimat majemuk dengan kelancaran yang cukup baik meskipun ada jeda dan koreksi sesekali.Murid berbicara dengan lancar menggunakan variasi kalimat sederhana dan majemuk, pesan tersampaikan dengan jelas dan mudah dipahami pendengar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instrumen asesmen (soal membaca, prompt menulis, dan tugas berbicara) sudah mengukur ketiga TP dengan adil dan sesuai level kemampuan murid kelas 8?
  • Apakah alokasi waktu untuk masing-masing bagian asesmen (membaca, menulis, berbicara) sudah proporsional dan cukup bagi semua murid?
  • Murid mana yang membutuhkan tindak lanjut atau remedial berdasarkan hasil asesmen hari ini, dan bentuk dukungan apa yang paling sesuai untuk mereka?
  • Apakah scaffolding yang diberikan (kartu prompt, writing frame) membantu tanpa mengurangi validitas asesmen?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pelaksanaan asesmen berbicara agar lebih efisien dan nyaman bagi murid?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana yang paling menantang hari ini — membaca, menulis, atau berbicara? Apa yang membuatnya sulit bagimu?
  • Apakah ada informasi tentang sampah plastik yang kamu tulis atau ceritakan hari ini yang ingin kamu ketahui lebih dalam?
  • Apa satu hal yang ingin kamu tingkatkan dalam kemampuan bahasa Inggrismu setelah asesmen hari ini?
  • Seberapa yakin kamu dengan jawaban yang kamu berikan hari ini? Adakah bagian yang ingin kamu coba ulang jika diberi kesempatan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: English for Nusantara Kelas VIII (Bab 4: No Littering) — sebagai sumber teks bacaan dan referensi materi asesmen.
  2. Buku Panduan Guru: English for Nusantara Kelas VIII — sebagai acuan rubrik diagnostik dan panduan pelaksanaan asesmen.
  3. Lembar soal asesmen sumatif (dibuat guru): terdiri dari tes membaca (teks + soal), prompt tes menulis, dan panduan tes berbicara.
  4. Lembar jawaban dan rubrik penilaian (dibuat guru): untuk membaca, menulis, dan berbicara.
  5. Kartu prompt visual/speaking cue card (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan scaffolding berbicara).
  6. Writing frame/kerangka tulisan (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan scaffolding menulis).
  7. Lembar self-assessment (checklist 3 pernyataan, skala 1–4) — cetak di balik lembar jawaban atau sebagai lembar terpisah.
  8. Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen diagnostik awal.
  9. Alat tulis standar (pena, pensil) untuk masing-masing murid.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.