Modul AjarPertemuan 10Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: You Can Help — Membuat Poster Anti-Littering dan Mempresentasikannya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 8 dengan topik "You Can Help — Membuat Poster Anti-Littering dan Mempresentasikannya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: You Can Help — Membuat Poster Anti-Littering dan Mempresentasikannya

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: You Can Help — Membuat Poster Anti-Littering dan Mempresentasikannya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikYou Can Help — Membuat Poster Anti-Littering dan Mempresentasikannya
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membuat teks multimodal berupa poster anti-littering yang mengomunikasikan pesan tentang bahaya sampah plastik menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan unsur kebahasaan yang tepat.
  2. Murid dapat mempresentasikan poster anti-littering yang telah dibuat secara lisan di depan kelas dengan mengungkapkan pesan dan argumen tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Have you ever seen plastic trash polluting a river, beach, or street near your home? How did it make you feel?
  2. If you could design one poster to convince everyone to stop littering, what message would you choose and why?
  3. Why do you think visual messages like posters can be more powerful than just telling people not to litter?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan memimpin doa pembuka.
  • Guru menampilkan 2-3 foto dampak sampah plastik di lingkungan sekitar (sungai, laut, jalan) dan bertanya: 'What do you see? How does this make you feel?' untuk membangun konteks emosional.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta murid menuliskan 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk tentang sampah plastik di sticky note atau kertas kecil untuk mengecek pemahaman awal tentang sentence structure.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat poster anti-littering dan mempresentasikannya di depan kelas.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'If you could design one poster to convince everyone to stop littering, what message would you choose?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 3 contoh poster anti-littering (sesuai Picture 4.13 di buku siswa) dan meminta murid mengamati elemen visual dan teksnya.
  • Murid berdiskusi berpasangan (pair work) menganalisis: (a) pesan utama setiap poster, (b) jenis kalimat yang digunakan (simple atau compound), (c) unsur kebahasaan seperti imperative, connector, dan vocabulary terkait lingkungan.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Which poster is the most effective? Why?' dan mencatat temuan murid di papan tulis.
  • Guru memberikan mini-lesson tentang language features untuk poster: imperative sentences (Stop littering!), compound sentences dengan connector 'and', 'but', 'so' (Plastic kills sea animals, so we must reduce plastic use), dan vocabulary kunci (pollution, reduce, reuse, recycle, awareness).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan untuk merancang dan membuat poster anti-littering di kertas A3/karton. Poster harus memuat: (a) judul/slogan yang menarik, (b) minimal 2 kalimat persuasif (1 simple dan 1 compound sentence), (c) elemen visual pendukung (gambar/simbol).
  • Guru berkeliling memberikan feedback formatif pada draft poster: mengecek ketepatan grammar, spelling, dan kejelasan pesan.
  • Setelah poster selesai, setiap pasangan menyiapkan presentasi singkat (1-2 menit) yang mencakup: penjelasan pesan poster, alasan memilih pesan tersebut, dan ajakan kepada audiens.
  • Setiap pasangan mempresentasikan poster di depan kelas. Murid pendengar mencatat 1 hal menarik dan 1 saran untuk setiap presentasi (peer feedback).
  • Guru memberikan apresiasi dan feedback konstruktif setelah setiap presentasi, fokus pada kejelasan pesan dan penggunaan bahasa.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan: (a) What new words or expressions did I learn today? (b) What was challenging about making the poster or presenting it? (c) How can I apply this skill in real life?
  • Guru meminta 2-3 murid berbagi refleksi secara lisan.
  • Guru menghubungkan kegiatan hari ini dengan isu lingkungan nyata: 'Your poster can actually make a difference. You can post it at school or share it on social media to raise awareness.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: membuat poster anti-littering menggunakan simple dan compound sentences serta mempresentasikannya secara lisan.
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid melengkapi exit ticket berisi self-assessment checklist (apakah poster memuat slogan, kalimat persuasif, dan elemen visual; apakah presentasi menyampaikan pesan dengan jelas).
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: poster terbaik akan dipajang di mading sekolah atau diunggah ke media sosial sekolah.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih diberikan sentence starters dan word bank (daftar kosakata dan contoh kalimat). Murid mahir diminta menggunakan minimal 3 compound sentences dan menambahkan data/fakta tentang polusi plastik pada poster.
  • Proses: Murid yang memerlukan waktu lebih mendapat template poster dengan kerangka yang sudah tersedia. Murid mahir merancang poster dari nol tanpa template dan boleh menambahkan QR code berisi informasi tambahan.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan dapat mempresentasikan dengan membaca catatan singkat. Murid mahir mempresentasikan tanpa catatan dan merespons pertanyaan audiens secara spontan.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menulis 1 kalimat sederhana (simple sentence) dan 1 kalimat majemuk (compound sentence) tentang sampah plastik di sticky note. Guru mengecek pemahaman awal tentang struktur kalimat dan kosakata terkait topik.

Proses:

  • Guru mengobservasi partisipasi dan pemahaman murid saat diskusi berpasangan menganalisis poster contoh.
  • Guru memberikan feedback tertulis/lisan pada draft poster: ketepatan grammar, ejaan, dan efektivitas pesan.
  • Peer feedback: murid pendengar menuliskan 1 komentar positif dan 1 saran untuk pasangan yang presentasi.

Akhir:

  • Exit ticket: murid mengisi self-assessment checklist tentang kelengkapan poster dan kualitas presentasi.
  • Penilaian akhir poster dan presentasi menggunakan rubrik 4 level oleh guru.

Formatif:

  • Observasi diskusi berpasangan saat menganalisis poster contoh.
  • Feedback lisan guru saat berkeliling mengecek draft poster.
  • Peer feedback dari murid pendengar saat presentasi.

Sumatif:

  • Penilaian produk poster menggunakan rubrik (aspek: isi pesan, kebahasaan, visual).
  • Penilaian presentasi lisan menggunakan rubrik (aspek: kejelasan pesan, penggunaan bahasa, kepercayaan diri).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Isi dan Pesan Poster (Content & Message)Poster tidak memuat pesan tentang bahaya sampah plastik atau pesan tidak dapat dipahami.Poster memuat pesan tentang bahaya sampah plastik tetapi kurang jelas atau kurang persuasif; hanya menggunakan 1 kalimat sederhana.Poster memuat pesan yang jelas dan cukup persuasif tentang bahaya sampah plastik; menggunakan minimal 1 simple sentence dan 1 compound sentence dengan sedikit kesalahan.Poster memuat pesan yang sangat jelas, persuasif, dan kreatif tentang bahaya sampah plastik; menggunakan simple dan compound sentences dengan unsur kebahasaan yang tepat dan bervariasi.
Unsur Kebahasaan (Language Features)Banyak kesalahan grammar, spelling, dan penggunaan connector sehingga pesan sulit dipahami.Terdapat beberapa kesalahan grammar dan spelling; penggunaan connector belum tepat tetapi pesan masih dapat dipahami.Grammar dan spelling sebagian besar tepat; connector (and, but, so) digunakan dengan benar dalam compound sentences.Grammar, spelling, dan connector digunakan dengan tepat dan bervariasi; vocabulary terkait lingkungan kaya dan sesuai konteks.
Elemen Visual Poster (Visual Elements)Poster tidak memiliki elemen visual atau elemen visual tidak mendukung pesan.Poster memiliki elemen visual tetapi kurang mendukung atau tidak relevan dengan pesan teks.Elemen visual relevan dan mendukung pesan teks; tata letak cukup menarik dan mudah dibaca.Elemen visual sangat kreatif, mendukung dan memperkuat pesan teks; tata letak menarik, rapi, dan eye-catching.
Presentasi Lisan (Oral Presentation)Murid tidak dapat menyampaikan pesan poster secara lisan atau hanya membaca teks poster tanpa penjelasan.Murid menyampaikan pesan poster secara lisan tetapi dengan banyak jeda, volume suara kecil, dan argumen belum berkembang.Murid menyampaikan pesan poster dengan cukup jelas dan lancar; menyertakan argumen tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan.Murid menyampaikan pesan poster dengan sangat jelas, lancar, dan percaya diri; argumen kuat dan meyakinkan; mampu merespons pertanyaan atau komentar audiens.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat membuat poster dengan minimal 1 simple dan 1 compound sentence yang tepat?
  • Apakah strategi pair work efektif untuk mendorong kolaborasi dan partisipasi semua murid?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk tahap pembuatan poster dan presentasi? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi (word bank, template, sentence starters) membantu murid yang memerlukan dukungan tambahan?

Refleksi Murid:

  • What new English words or expressions did I learn today about the environment?
  • What was the most challenging part: making the poster or presenting it? Why?
  • How can I use persuasive language to help solve real problems in my community?
  • What would I do differently if I made another poster?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: English for Nusantara Kelas VIII, Chapter 4 'No Littering', Unit 3 'You Can Help' (Picture 4.13 — contoh poster anti-littering).
  2. Buku Panduan Guru: English for Nusantara Kelas VIII, halaman 295-296 (instruksi kegiatan poster).
  3. Kertas A3/karton, spidol warna, pensil warna, penggaris untuk pembuatan poster.
  4. Foto/gambar dampak sampah plastik (ditampilkan melalui proyektor atau dicetak).
  5. Word bank dan sentence starters (disiapkan guru dalam bentuk handout atau ditampilkan di papan tulis).
  6. Template poster (untuk diferensiasi murid yang memerlukan dukungan tambahan).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.