Modul AjarBab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8 Bab 4: No Littering

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Inggris kelas 8 untuk Bab 4 "No Littering", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8 Bab 4: No Littering

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 4

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 4 — No Littering

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 4 — No Littering
Alokasi Waktu27 JP (27 x 40 menit = 1080 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.4.1 Mengidentifikasi alur informasi, gagasan utama, dan informasi rinci dari teks lisan tentang insiden sampah plastik
  2. TP 8.4.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pengalaman tentang penanganan sampah plastik secara lisan dengan kalimat sederhana dan majemuk
  3. TP 8.4.3 Menemukan alur informasi, informasi tersurat, dan informasi tersirat dari teks tertulis atau teks multimodal tentang kampanye anti membuang sampah sembarangan
  4. TP 8.4.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks tertulis atau teks multimodal tentang masalah sampah plastik dengan kalimat sederhana dan majemuk
  5. TP 8.4.5 Mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu pencemaran sampah plastik secara tertulis

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. What usually happens to plastic trash when people throw it into the river?
  2. How can listening carefully help us track what happened first and what happened next in an incident?
  3. What specific details do you usually listen for when someone tells a story about an incident?
  4. When you hear about a flood caused by plastic trash, what details (who, what, where, why) can help you understand the real situation?
  5. What did you do with your plastic bottles or bags yesterday?
  6. How can we say our past actions about managing plastic waste in English using simple sentences?
  7. How can we connect two simple ideas about handling plastic waste into one clear sentence?
  8. Why do we use coordinating conjunctions like 'and', 'but', or 'so' when explaining plastic waste solutions?
  9. What kind of information can we usually find in an anti-littering campaign text?
  10. How do we trace the order of events or facts when reading a report about an environmental campaign?
  11. What do visual elements like facial expressions and symbols in an anti-littering campaign tell us beyond the written words?
  12. Why does a campaign poster show an angry swimmer surrounded by floating trash instead of just writing 'Do not litter'?
  13. What plastic waste problem have you observed around your school or home?
  14. How can we combine words and pictures into a multimodal text to communicate our ideas and experiences about plastic waste?
  15. What do you think when you see people still using single-use plastic bags everywhere?
  16. How can you convince someone in writing that plastic pollution is dangerous for our environment?
  17. How does understanding spoken and written campaigns help us take action against plastic waste?
  18. How can you clearly share your own experiences and arguments to persuade people to stop littering?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Alur Informasi dan Gagasan Utama Teks Lisan tentang Insiden Sampah Plastik — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.4.1 Mengidentifikasi alur informasi, gagasan utama, dan informasi rinci dari teks lisan tentang insiden sampah plastik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan topik pembelajaran yaitu mengidentifikasi gagasan utama dan alur peristiwa dari rekaman/teks lisan insiden sampah plastik (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik lisan singkat: membacakan dua kalimat insiden ("Plastic bags clogged the drainage. Heavy rain came and flooded the street.") dan meminta murid menyebutkan urutan kejadian serta gagasan pokoknya (acuan: urutan kejadian 1) plastik menyumbat saluran air, 2) hujan lebat menyebabkan banjir jalan; gagasan utama: sampah plastik menyebabkan banjir) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak teks lisan Audio 4.1 yang dibacakan guru sebanyak dua kali tentang insiden sampah plastik: "Yesterday, Galang and his father went to the riverbank. They saw heaps of plastic trash covering the water. The trash trapped a small bird near the water pump. Galang and his father quickly freed the trapped bird. Finally, they reported the pile of trash to the neighborhood head." (15 menit).
  • Murid berpasangan mengidentifikasi gagasan utama teks lisan dengan memilih satu dari 3 opsi pernyataan: A. Galang's hobby in the river, B. An incident of plastic trash trapping a bird and polluting the river, C. How to sort plastic waste at home (acuan: B) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan tantangan berpasangan interaktif 'Timeline Relay': murid mendengarkan kembali potongan teks lisan, lalu menyusun 4 strip alur kejadian acak menjadi runtut sesuai isi rekaman: (1) Galang and father went to the riverbank, (2) They saw heaps of plastic trash in the water, (3) The trash trapped a small bird near the water pump, (4) They freed the bird and reported the trash (acuan: urutan tepat 1-2-3-4) (25 menit).
  • Secara mandiri, murid menyimak teks lisan kedua: "Last Sunday, heavy rain fell on SMP Merdeka. Plastic cups and snack wrappers blocked the school ditch. Water overflowed and entered the classrooms. Students and teachers worked together to clear the ditch from plastic trash." Murid mengidentifikasi alur 3 kejadian: kejadian awal, tengah, dan akhir (acuan: awal = sampah plastik menyumbat parit sekolah saat hujan; tengah = air meluap masuk ke ruang kelas; akhir = guru dan murid bekerja bakti membersihkan parit) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil susunan alur kejadian dan penentuan gagasan utama teks lisan, mengevaluasi kata kunci penanda waktu/urutan (yesterday, then, finally) yang membantu pemahaman alur (15 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara menentukan gagasan utama dan menyusun alur informasi dari teks lisan insiden sampah plastik (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir lisan kepada kelas untuk mengidentifikasi gagasan utama dari satu kalimat lisan ringkas, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (informasi rinci teks lisan), serta menutup pelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan transkrip kata kunci penanda urutan (first, then, finally), sedangkan murid cepat diberikan rekaman lisan kedua tanpa pengulangan tambahan.
  • Proses: Murid berkesulitan didampingi guru dalam mencocokkan kata kunci alur dalam kelompok kecil, sedangkan murid mahir langsung menyusun alur urutan secara mandiri.
  • Produk: Tidak ada diferensiasi produk karena seluruh murid mengidentifikasi alur dan gagasan utama melalui lembar cek alur yang setara kompetensinya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: mendengarkan 2 kalimat insiden ("Plastic bags clogged the drainage. Heavy rain came and flooded the street.") lalu menyebutkan urutan kejadian 1-2 dan gagasan utama (acuan: urutan 1 = plastic clogged drainage, 2 = heavy rain flooded street; gagasan utama = plastic waste causing flood).

Proses:

  • Pengerjaan lembar kerja berpasangan menyusun 4 strip alur peristiwa teks lisan Audio 4.1 (acuan susunan benar: 1. Galang and father went to riverbank -> 2. Saw heaps of plastic trash -> 3. Trash trapped a small bird -> 4. Freed the bird and reported to neighborhood head).
  • Pengerjaan latihan mandiri menentukan gagasan utama dan 3 tahap alur teks lisan kedua (acuan gagasan utama: plastic trash flooded classrooms; alur: awal = ditch blocked, tengah = water entered classrooms, akhir = cleared the trash).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan: Murid mendengarkan kalimat lisan: "Piles of plastic trash on the beach injured marine animals yesterday." Murid memilih gagasan utama teks: A. Fun activities at the beach, B. Plastic trash hurting marine animals at the beach (acuan benar: B).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kesiapan mengidentifikasi gagasan dan urutan kejadian.
  • Observasi unjuk kerja berpasangan pada kegiatan Timeline Relay menyusun 4 strip alur peristiwa teks lisan.
  • Lembar cek identifikasi gagasan utama dan alur 3 tahap (awal, tengah, akhir) pada teks lisan kedua.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Gagasan Utama Teks LisanBelum mampu menentukan gagasan utama teks lisan meskipun dengan opsi pilihan terbimbing.Mampu menentukan gagasan utama teks lisan dengan bantuan petunjuk kata kunci dari guru.Mampu mengidentifikasi gagasan utama teks lisan secara tepat dan mandiri dari opsi yang diberikan.Mampu mengidentifikasi gagasan utama teks lisan secara tepat, cepat, dan mandiri tanpa opsi bantuan.
Mengidentifikasi Alur Informasi Teks LisanMampu menyusun kurang dari 2 tahapan alur peristiwa teks lisan secara tepat.Mampu menyusun 2 dari 4 tahapan alur peristiwa teks lisan secara tepat (acuan: strip 1-2-3-4 Audio 4.1).Mampu menyusun 3 sampai 4 tahapan alur peristiwa teks lisan secara runtut dan tepat (acuan: strip 1-2-3-4 Audio 4.1).Mampu menyusun seluruh 4 tahapan alur peristiwa teks lisan secara runtut, tepat, dan mandiri tanpa pengulangan audio.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah kecepatan dan kejelasan intonasi pembacaan teks lisan sudah memfasilitasi seluruh murid dalam menangkap alur peristiwa?
  • Bagian mana dari langkah identifikasi alur informasi yang paling menantang bagi murid?

Murid:

  • Kata kunci apa yang paling membantumu memahami urutan peristiwa saat mendengarkan teks?
  • Apakah kamu dapat menemukan ide pokok cerita dari rekaman yang didengarkan?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Informasi Rinci Teks Lisan tentang Insiden Sampah Plastik di Lingkungan — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.4.1 Mengidentifikasi alur informasi, gagasan utama, dan informasi rinci dari teks lisan tentang insiden sampah plastik

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu berfokus melatih kemampuan mengidentifikasi informasi rinci (specific details) dari rekaman percakapan lisan mengenai insiden sampah plastik (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: memperdengarkan 1 kalimat lisan ('Last Sunday, Galang and his father saw piles of plastic bottles blocking the drainage near Lestari River') dan meminta murid menuliskan 2 informasi rinci: tempat terjadinya insiden dan jenis sampah yang menyumbat. Acuan jawaban benar: (1) Tempat: drainage near Lestari River; (2) Jenis sampah: plastic bottles (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang strategi menangkap informasi rinci dari rekaman percakapan menggunakan panduan kata tanya 5W1H (Who, What, Where, When, Why, How) (10 menit).
  • Murid mendengarkan audio rekaman lisan percakapan Galang, Pak Rahmansyah, dan Bu Posma (Audio 4.1 Buku Guru) mengenai insiden sampah plastik di Sungai Lestari yang menyebabkan banjir beberapa hari lalu (15 menit).
  • Secara berkesadaran, murid menandai kata-kata kunci dan mencocokkan kata kerja bentuk lampau serta nomina spesifik yang terdengar dalam percakapan lisan untuk menemukan rincian fakta insiden (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok berpasangan mengikuti permainan 'Detail Detective Challenge': mendengarkan kembali rekaman audio untuk melengkapi 5 butir rumpang informasi rinci pada lembar kerja: (1) Person who talked with Galang about the river: Bu Posma and Pak Rahmansyah; (2) The thing people threw into the river: trash / plastic trash; (3) Property of plastic that makes it dangerous: plastic does not decay easily; (4) The disaster that happened a couple of days ago: flood in a nearby town; (5) Condition of Sungai Lestari after plastic littering: dirty and blocked. Acuan jawaban tepat sesuai 5 butir tersebut (20 menit).
  • Setiap pasangan murid bertukar lembar kerja untuk saling memeriksa ketepatan jawaban 5 butir rumpang berdasarkan bukti rekaman lisan yang diputar ulang sebagai konfirmasi bersama guru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Secara berkesadaran, murid mengevaluasi bagian informasi rinci mana yang paling mudah dan paling menantang untuk ditangkap saat menyimak teks lisan (misalnya: membedakan waktu kejadian versus akibat insiden) (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan strategi menemukan informasi rinci dari teks lisan melalui fokus pada kata kunci fakta (nama, waktu, sebab, benda) (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas latihan menyimak hari ini dan menginformasikan fokus pertemuan berikutnya tentang penggunaan kalimat sederhana untuk mengungkapkan pengalaman lisan, lalu menutup kelas dengan salam (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan rekaman audio dengan kecepatan normal dan opsi transkrip parsial berumpang bagi murid yang membutuhkan perancah pendengaran.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memutar ulang audio per segmen kalimat dan memberikan petunjuk kata tanya; bagi murid yang mahir, murid langsung mencatat 5 rincian fakta secara mandiri tanpa jeda audio.
  • Produk: Murid dapat menuliskan jawaban informasi rinci dalam bentuk frasa pendek atau melengkapi langsung pada tabel 5W1H yang disediakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Simak satu kalimat lisan: 'Last Sunday, Galang and his father saw piles of plastic bottles blocking the drainage near Lestari River.' Tuliskan 2 informasi rinci: tempat terjadinya insiden dan jenis sampah yang menyumbat. Acuan jawaban benar: (1) tempat: drainage near Lestari River; (2) jenis sampah: piles of plastic bottles.

Proses:

  • Pengerjaan lembar kerja pemahaman menyimak informasi rinci (5 butir rumpang): (1) People involved in the dialogue: Bu Posma, Pak Rahmansyah, Galang; (2) Object littered into the river: plastic trash; (3) Main characteristic of plastic mentioned: does not decay easily; (4) Incident caused by plastic trash: flood in a nearby town; (5) Time of the flood: a couple of days ago. Acuan penskoran: skor 1 untuk tiap butir yang dijawab tepat sesuai rekaman lisan (total skor maksimal 5).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan mandiri: Murid menyimak 1 kutipan penutup audio: 'Plastic trash began to litter a lot of places. It made this river dirty and caused the flood.' Murid memilih/menuliskan 2 dampak rinci sampah plastik dari teks tersebut. Acuan jawaban benar: (1) made the river dirty, (2) caused the flood.

Formatif:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja informasi rinci teks lisan (5 butir rumpang) selama kegiatan inti
  • Observasi partisipasi aktif menyimak dan ketepatan identifikasi fakta teks lisan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Informasi Rinci Teks LisanBelum mampu mengidentifikasi informasi rinci teks lisan tentang insiden sampah plastik secara tepat (0-1 butir tepat dari 5 butir acuan).Mampu mengidentifikasi sebagian kecil informasi rinci teks lisan tentang insiden sampah plastik dengan bantuan guru (2-3 butir tepat dari 5 butir acuan).Mampu mengidentifikasi sebagian besar informasi rinci teks lisan tentang insiden sampah plastik secara mandiri (4 butir tepat dari 5 butir acuan).Mampu mengidentifikasi seluruh informasi rinci teks lisan tentang insiden sampah plastik secara lengkap, tepat, dan mandiri (5 butir tepat dari 5 butir acuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemutaran audio rekaman sebanyak 2-3 kali sudah cukup memfasilitasi murid dalam menangkap informasi rinci?
  • Bagian rincian fakta mana (nama, waktu, penyebab, atau dampak) yang paling banyak memerlukan pengulangan oleh murid?

Murid:

  • Strategi apa yang paling membantuku saat menangkap informasi rinci dari percakapan yang kudengarkan?
  • Apakah aku sudah mampu mengenali penyebab dan dampak insiden sampah plastik dari teks lisan tadi?

Pertemuan 3 — Menggunakan Kalimat Sederhana untuk Mengungkapkan Pengalaman Lisan tentang Penanganan Sampah Plastik — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.4.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pengalaman tentang penanganan sampah plastik secara lisan dengan kalimat sederhana dan majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menggunakan kalimat sederhana untuk mengungkapkan pengalaman lisan tentang penanganan sampah plastik di masa lampau (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 3 pertanyaan pemantik cepat kepada murid: (1) 'What is the past form of collect?' (acuan: collected); (2) 'What is the past form of throw?' (acuan: threw); (3) 'Say one simple past sentence: I ___ (pick) up the plastic trash' (acuan: I picked up the plastic trash) untuk memetakan kesiapan pembentukan kalimat sederhana lampau (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pemodelan guru tentang pola kalimat sederhana (Simple Past Tense: Subject + Verb 2 + Object/Complement) untuk menceritakan pengalaman menangani sampah plastik, seperti: (1) 'I collected plastic cups yesterday.', (2) 'We cleaned the trash near the river last week.', (3) 'She recycled plastic bottles two days ago.' (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati daftar 6 kata kerja aksi beraturan dan tidak beraturan terkait pengelolaan sampah beserta bentuk lampaunya: collect -> collected, clean -> cleaned, recycle -> recycled, pick up -> picked up, throw -> threw, bring -> brought, lalu melatih pelafalannya secara lisan bersama-sama (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Action Card Toss' (Joyful Learning): setiap pasangan mengambil secara acak kartu kata kerja dari 4 kartu berikut: Kartu 1 [pick up / plastic trash / in the park], Kartu 2 [bring / cloth bag / to the market], Kartu 3 [recycle / plastic bottles / yesterday], Kartu 4 [sort / organic and plastic waste / this morning], lalu secara lisan menyusun dan saling mengucapkan 1 kalimat sederhana bentuk lampau yang utuh berdasarkan kartu tersebut (acuan: 'I picked up plastic trash in the park', 'I brought a cloth bag to the market', 'I recycled plastic bottles yesterday', 'I sorted organic and plastic waste this morning') (20 menit).
  • Murid secara berpasangan melakukan latihan bertukar cerita pengalaman nyata: murid A bertanya 'What did you do to manage plastic waste last week?' dan murid B merespons secara lisan dengan minimal 2 kalimat sederhana yang tepat, kemudian bertukar peran (acuan respons: memuat Subjek + Verb 2 + Objek bertema penanganan sampah, misalnya 'I brought my own tumbler to school. I threw plastic wrappers into the recycling bin.') (25 menit).
  • Guru berkeliling melakukan asesmen proses dan memberikan bimbingan langsung pada ketepatan perubahan kata kerja bentuk lampau dan struktur kalimat sederhana yang diucapkan murid (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap murid menyampaikan secara lisan 1 kalimat sederhana terbaik tentang aksi nyata penanganan sampah yang pernah dilakukannya ke seluruh kelas secara bergantian dalam putaran kilat (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan formula kalimat sederhana lampau (Subject + Verb 2 + Object) yang tepat untuk mengungkapkan pengalaman penanganan sampah plastik (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas performa lisan murid serta menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan dilanjutkan dengan menghubungkan kalimat-kalimat tersebut menjadi kalimat majemuk (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan kosakata (action verbs list: regular & irregular) bergambar untuk murid yang membutuhkan scaffolding, dan daftar verba yang lebih bervariasi bagi murid yang sudah mahir.
  • Proses: Bagi murid yang masih kesulitan membentuk Verb 2, guru memberikan tabel pasangan 'present -> past' langsung di meja; bagi murid yang sudah lancar, diberikan tantangan untuk menceritakan 3 tindakan berurutan secara lisan tanpa jeda.
  • Produk: Produk lisan berupa pengungkapan pengalaman penanganan sampah: murid pemula menuturkan 1-2 kalimat sederhana terpandu, murid mahir menuturkan 3 kalimat sederhana secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan lisan diagnostik singkat terhadap 3 butir: (1) Bentuk lampau dari kata kerja 'collect' (acuan: collected); (2) Bentuk lampau dari kata kerja 'throw' (acuan: threw); (3) Melengkapi kalimat lisan 'I ___ (pick) up the plastic trash' menjadi bentuk lampau yang tepat (acuan: picked).

Proses:

  • Observasi ketercapaian pengungkapan lisan pengalaman penanganan sampah plastik dengan kalimat sederhana saat aktivitas berpasangan, dengan kriteria keberhasilan: murid mampu menuturkan minimal 2 kalimat sederhana lampau dengan struktur Subjek + Verb 2 + Objek secara tepat (acuan verba lampau yang diterima: collected, cleaned, recycled, picked up, threw, brought, sorted).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup (putaran kilat): Setiap murid mengungkapkan 1 kalimat sederhana lampau tentang tindakan penanganan sampah plastik secara mandiri (kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat subjek personal seperti I/We, menggunakan kata kerja tindakan lampau/Verb 2 yang tepat, dan objek berupa sampah plastik atau alat penanganan sampah, contoh: 'I used a reusable tumbler yesterday' atau 'I collected plastic waste in front of my house').

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan berpasangan mengungkapkan pengalaman penanganan sampah plastik menggunakan kalimat sederhana bentuk lampau.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kalimat Sederhana untuk Mengungkapkan Pengalaman Lisan Penanganan Sampah PlastikBelum mampu menyusun kalimat sederhana secara lisan; kata kerja masih dalam bentuk dasar (present/Verb 1) atau kalimat terputus walau dibimbing penuh.Mampu mengungkapkan 1 kalimat sederhana lisan tentang pengalaman penanganan sampah plastik dengan verba bentuk lampau (Verb 2) yang tepat dengan bantuan/bimbingan guru.Mampu mengungkapkan minimal 2 kalimat sederhana lisan tentang pengalaman penanganan sampah plastik dengan struktur kalimat (Subject + Verb 2 + Object) yang tepat secara mandiri.Mampu mengungkapkan 3 atau lebih kalimat sederhana lisan tentang pengalaman penanganan sampah plastik dengan struktur kalimat (Subject + Verb 2 + Object) yang tepat dan variasi kata kerja aksi secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu 'Action Card Toss' efektif membantu murid melatih kalimat sederhana lampau secara aktif?
  • Berapa persen murid yang sudah mampu menggunakan bentuk Verb 2 secara tepat saat berbicara tentang pengalaman penanganan sampah?

Murid:

  • Apakah saya sudah bisa menceritakan tindakan saya dalam mengelola sampah plastik menggunakan kalimat sederhana lampau dalam bahasa Inggris?
  • Kata kerja bentuk lampau mana yang masih sulit saya ingat saat berbicara?

Pertemuan 4 — Menggunakan Kalimat Majemuk untuk Mengungkapkan Gagasan Lisan tentang Penanganan Sampah Plastik — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.4.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pengalaman tentang penanganan sampah plastik secara lisan dengan kalimat sederhana dan majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini, yaitu menyusun dan mengungkapkan gagasan lisan menggunakan kalimat majemuk (compound sentences) dengan kata hubung 'and', 'but', dan 'so' tentang penanganan sampah plastik (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik lisan cepat: guru membacakan 2 pasang klausa sederhana terkait sampah plastik, lalu meminta murid memilih kata hubung yang tepat ('and', 'but', atau 'so') untuk menggabungkannya secara lisan: (1) 'We can bring reusable bags' [...] 'we can reduce plastic trash' (acuan kata hubung tepat: 'and' atau 'so'); (2) 'Students want to recycle plastic bottles' [...] 'there is no recycling bin at school' (acuan kata hubung tepat: 'but') (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membedakan struktur kalimat tunggal (simple sentence) dengan kalimat majemuk (compound sentence) yang menggabungkan dua klausa independen menggunakan konjungsi koordinatif 'and' (menambahkan), 'but' (pertentangan), dan 'so' (sebab-akibat) dalam konteks penanganan sampah plastik (15 menit).
  • Murid secara berpasangan menganalisis 3 contoh kalimat majemuk lisan yang dimodelkan guru dan menentukan fungsi kata hubungnya: (1) 'We collected plastic cups, and we made creative handicrafts.' (penambahan ide); (2) 'Plastic bags are cheap, but they pollute the river badly.' (pertentangan); (3) 'The drainage was full of plastic waste, so the volunteers cleaned it up.' (konsekuensi/akibat) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan berpasangan 'Conjunction Relay Challenge': Murid A mengucapkan satu klausa gagasan penanganan sampah (misalnya 'We must stop using plastic straws'), lalu Murid B segera menyambung secara lisan menggunakan konjungsi 'and', 'but', atau 'so' beserta klausa lanjutannya (misalnya 'so we protect marine animals from plastic danger'). Pasangan bergantian peran untuk menghasilkan minimal 2 kalimat majemuk lisan (20 menit).
  • Secara mandiri atau berpasangan, murid memilih salah satu isu penanganan sampah plastik di sekolah/lingkungan, lalu menyiapkan dan melatih pengungkapan 2 gagasan penanganan sampah plastik secara lisan menggunakan pola kalimat majemuk (20 menit).
  • Setiap murid mengungkapkan secara lisan minimal 2 gagasan penanganan sampah plastik menggunakan kalimat majemuk di hadapan guru atau pasangannya sesuai rubrik penilaian (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengevaluasi ketepatan penggunaan konjungsi koordinatif ('and', 'but', 'so') dan kelengkapan dua klausa dalam kalimat majemuk lisan yang telah diucapkan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap ungkapan lisan murid dan menyampaikan umpan balik konstruktif terkait penyusunan kalimat majemuk (3 menit).
  • Guru menutup sesi dengan mengulas ketercapaian target berbicara kalimat majemuk dan mengarahkan persiapan membaca teks kampanye untuk pertemuan berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu frasa pemandu (sentence starters dan conjunction cards: 'and', 'but', 'so') bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dalam kelompok terpandu dengan pemodelan berulang, sedangkan murid yang mahir ditantang membuat kalimat majemuk dengan variasi ide penanganan sampah yang lebih luas secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat memilih apakah menyampaikan gagasannya langsung kepada guru atau dalam format berpasangan di depan kelompok kecil.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan penggabungan klausa: Murid mendengarkan 2 pasang klausa lisan dan menyebutkan konjungsi penghubung yang tepat. Butir 1: 'We can bring reusable bags' [...] 'we can reduce plastic trash' (acuan tepat: 'and' atau 'so'); Butir 2: 'Students want to recycle plastic bottles' [...] 'there is no recycling bin at school' (acuan tepat: 'but').

Proses:

  • Observasi unjuk kerja lisan: guru mengamati ketepatan pembentukan kalimat majemuk murid yang memuat minimal 2 klausa independen dan 1 konjungsi ('and', 'but', atau 'so') serta kesesuaian gagasan dengan topik penanganan sampah plastik (acuan: gagasan memuat tindakan penanganan sampah seperti membawa tas guna ulang, memilah botol, atau membersihkan saluran air).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: Murid mengungkapkan secara lisan 1 kalimat majemuk orisinal tentang solusi sampah plastik menggunakan konjungsi 'and', 'but', atau 'so' (kriteria penerimaan: kalimat terdiri atas minimal dua klausa lengkap berpola S+V yang dihubungkan dengan konjungsi koordinatif secara logis dan bermakna tentang penanganan sampah plastik).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja lisan saat permainan 'Conjunction Relay Challenge'
  • Penilaian lisan pengungkapan 2 gagasan kalimat majemuk penanganan sampah plastik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kalimat Majemuk untuk Mengungkapkan Gagasan Penanganan Sampah Plastik secara LisanBelum mampu menyusun kalimat majemuk lisan; hanya menghasilkan frasa terputus atau satu klausa sederhana tanpa konjungsi koordinatif.Mampu mengungkapkan 1 gagasan lisan penanganan sampah plastik menggunakan kalimat majemuk, tetapi konjungsi yang digunakan belum tepat atau klausa kedua belum lengkap.Mampu mengungkapkan 2 gagasan penanganan sampah plastik secara lisan menggunakan kalimat majemuk dengan konjungsi koordinatif ('and', 'but', atau 'so') dan klausa yang tepat secara mandiri.Mampu mengungkapkan lebih dari 2 gagasan penanganan sampah plastik secara lisan menggunakan variasi kalimat majemuk ('and', 'but', 'so') dengan struktur klausa yang tepat dan runtut tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas berpasangan 'Conjunction Relay Challenge' efektif membantu murid menyusun kalimat majemuk secara lisan?
  • Bagian mana dari pembentukan kalimat majemuk yang masih membingungkan murid (pemilihan konjungsi atau penyusunan klausa kedua)?

Murid:

  • Kata hubung apa ('and', 'but', atau 'so') yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu gunakan saat berbicara bahasa Inggris?
  • Gagasan penanganan sampah plastik apa yang paling kamu sukai saat kamu ungkapkan secara lisan hari ini?

Pertemuan 5 — Menemukan Alur Informasi dan Informasi Tersurat Teks Kampanye Anti Membuang Sampah Sembarangan — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.4.3 Menemukan alur informasi, informasi tersurat, dan informasi tersirat dari teks tertulis atau teks multimodal tentang kampanye anti membuang sampah sembarangan

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menemukan alur informasi dan informasi tersurat dari teks tertulis kampanye anti membuang sampah sembarangan (5 menit).
  • Guru memberikan diagnostik singkat membaca cepat 1 paragraf mini: 'In 2014, New South Wales started the "Hey Tosser!" campaign to reduce litter. The government put creative posters near parks and bus stops.' Murid menjawab 2 pertanyaan tersurat secara lisan/cepat: (1) When was the campaign started? (Acuan: In 2014), (2) Where were the posters placed? (Acuan: Near parks and bus stops) untuk memetakan kesiapan membaca informasi tersurat (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara berkesadaran membaca terbimbing teks bacaan 'Anti-Littering Campaign in New South Wales' yang disajikan guru: Paragraf 1 (In 2014, the New South Wales government launched the 'Hey Tosser!' campaign to stop people from littering), Paragraf 2 (Next, they installed bright billboards and organized community clean-up days in public parks), Paragraf 3 (Finally, in 2018, littering in public areas dropped significantly by 35%) (15 menit).
  • Guru memodelkan cara menemukan alur informasi (kronologis berdasar penanda waktu: In 2014 -> Next -> Finally, in 2018) dan cara menandai informasi tersurat dengan teknik scanning kata kunci (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Berpasangan Menggembirakan: Secara berpasangan murid memainkan 'Fact & Order Race' untuk menyusun 3 kartu alur peristiwa teks kampanye secara runtut dan menjawab 3 pertanyaan tersurat. Kartu alur yang diacak: Kartu A ('In 2018, littering dropped significantly by 35%'), Kartu B ('In 2014, the government launched Hey Tosser! campaign'), Kartu C ('The government installed bright billboards and organized clean-up days'). (Acuan urutan alur benar: B - C - A) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja membaca pemahaman berisi 4 pertanyaan tersurat dari teks: (1) What was the name of the campaign in NSW? (Acuan: 'Hey Tosser!'), (2) What did the government install to remind people? (Acuan: Bright billboards), (3) What event was organized in public parks? (Acuan: Community clean-up days), (4) By what percentage did littering drop in 2018? (Acuan: 35%) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Secara berkesadaran, murid bersama guru mencocokkan hasil jawaban alur dan informasi tersurat dengan kunci acuan di papan tulis (15 menit).
  • Murid mengevaluasi kemudahan dan hambatan dalam menemukan urutan kejadian dan kata kunci teks tersurat (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan murid menemukan alur dan informasi tersurat (5 menit).
  • Guru menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (Pertemuan 6: menemukan informasi tersirat dari teks multimodal kampanye) dan menutup sesi dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan penanda waktu dan kata kunci yang telah di-highlight tebal; murid cepat diberikan teks tambahan tentang kampanye 'Keep Australia Beautiful' dengan 5 pertanyaan tersurat.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi membaca per kalimat dengan panduan langsung menemukan nomor tahun; murid yang mahir langsung bekerja mandiri tanpa perancah.
  • Produk: Semua murid mencapai target kompetensi yang sama yaitu menemukan 3 tahapan alur informasi dan menjawab pertanyaan informasi tersurat dengan tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan membaca cepat 1 paragraf pendek diagnostik dengan 2 pertanyaan tersurat: (1) 'When was the campaign started?' (Acuan: In 2014); (2) 'Where were the posters placed?' (Acuan: Near parks and bus stops).

Proses:

  • Pengamatan dan penilaian kerja mandiri pada 4 butir pertanyaan informasi tersurat teks 'Anti-Littering Campaign in New South Wales': (1) Campaign name (Acuan: 'Hey Tosser!'), (2) What was installed (Acuan: Bright billboards), (3) Event organized in parks (Acuan: Community clean-up days), (4) Percentage drop in 2018 (Acuan: 35%).
  • Pengecekan ketepatan penyusunan alur kronologis 3 bagian teks kampanye (Acuan runtutan: Kartu B [tahun 2014] -> Kartu C [kegiatan lanjut] -> Kartu A [hasil tahun 2018]).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat (Exit Ticket) berupa 2 butir pernyataan Benar/Salah (True/False) tersurat dari teks bacaan: (1) 'The campaign started in 2018' (Acuan: False, started in 2014); (2) 'Littering dropped by 35% in 2018' (Acuan: True).

Formatif:

  • Pemeriksaan ketepatan pengurutan 3 kartu alur peristiwa teks kampanye (Acuan: B - C - A)
  • Pemeriksaan ketepatan jawaban 4 butir pertanyaan informasi tersurat pada Lembar Kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Alur Informasi Teks KampanyeBelum mampu menyusun urutan 3 kartu alur informasi teks kampanye dengan tepat (0 kartu tepat).Mampu menyusun sebagian kartu alur informasi dengan tepat (1-2 kartu tepat dari acuan B-C-A).Mampu menyusun seluruh kartu alur informasi (3 kartu) dengan tepat sesuai urutan acuan (B-C-A) secara terbimbing.Mampu menyusun seluruh kartu alur informasi (3 kartu: B-C-A) secara tepat, mandiri, dan konsisten.
Menemukan Informasi Tersurat Teks KampanyeMenemukan paling banyak 1 dari 4 butir informasi tersurat dengan tepat sesuai kunci acuan.Menemukan 2 dari 4 butir informasi tersurat dengan tepat sesuai kunci acuan.Menemukan 3 dari 4 butir informasi tersurat dengan tepat sesuai kunci acuan.Menemukan seluruh (4 dari 4) butir informasi tersurat dengan tepat sesuai kunci acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks kampanye yang disajikan memiliki penanda alur yang cukup jelas bagi pemahaman murid?
  • Bagian mana dari penemuan informasi tersurat yang paling sering memicu kekeliruan murid?

Murid:

  • Petunjuk apa dalam teks yang paling membantumu menemukan urutan peristiwa kampanye?
  • Apakah kamu dapat menemukan fakta tersurat secara langsung tanpa menebak-nebak?

Pertemuan 6 — Menemukan Informasi Tersirat dari Teks Multimodal Kampanye Anti Membuang Sampah Sembarangan — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.4.3 Menemukan alur informasi, informasi tersurat, dan informasi tersirat dari teks tertulis atau teks multimodal tentang kampanye anti membuang sampah sembarangan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menemukan informasi tersirat dari teks multimodal kampanye anti-littering (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat menggunakan gambar pemantik Picture 4.12 (seorang perenang cemberut dengan sampah plastik mengapung di sekitarnya) dan mengajukan 2 pertanyaan tersirat: (1) 'Why is the swimmer looking angry?' (acuan: because the swimming area is dirty/polluted by floating trash); (2) 'What message does the image want to deliver without writing it?' (acuan: littering ruins public recreational spaces/litter harms water activities) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memirsa poster multimodal kampanye 'Don't Be a Tosser!' yang memadukan gambar orang melempar puntung rokok/kantong plastik sembarangan, ekspresi tokoh yang tidak acuh, serta slogan singkat 'Don't be a tosser, put it in the bin' (15 menit).
  • Guru memandu pemodelan inferensi: membedakan informasi tersurat (literal text: 'put it in the bin') dan informasi tersirat (implicit clue: ekspresi tidak bertanggung jawab menunjukkan perilaku membuang sampah sembarangan merugikan orang lain dan memalukan diri sendiri) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan 'Clue Detective Challenge': setiap pasangan menerima Lembar Kerja Multimodal berisi 2 poster kampanye (Poster A: Manusia bertopi sampah plastik bertuliskan 'If you drop it, you own it'; Poster B: Penyu berenang mendekati kantong plastik transparan bertuliskan 'It looks like food to me') (15 menit).
  • Setiap pasangan menganalisis dan menemukan makna tersirat dari 4 butir pertanyaan inferensial berdasarkan poster tersebut (20 menit).
  • Butir dan acuan kunci Lembar Kerja: (1) Pada Poster A, apa makna tersirat dari sampah di atas kepala pria tersebut? (acuan: orang yang membuang sampah sembarangan membawa rasa malu atas tindakannya/tanggung jawab sampah melekat pada pelakunya); (2) Mengapa Poster A menggunakan frasa 'you own it'? (acuan: sampah yang dibuang tetap menjadi tanggung jawab pembuatnya, bukan orang lain); (3) Pada Poster B, apa bahaya tersirat bagi penyu dari visual plastik transparan yang menyerupai ubur-ubur? (acuan: penyu akan salah mengira plastik sebagai makanan sehingga dapat menelan sampah berbahaya); (4) Apa tujuan tersirat pembuat Poster B menampilkan ekspresi kepolosan penyu? (acuan: menggugah rasa empati manusia agar sadar bahwa kecerobohan mereka mengancam satwa laut yang tak berdaya) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling bertukar hasil temuan lembar kerja dan mencocokkan simpulan makna tersirat yang mereka temukan berdasarkan bukti visual dan teks (10 menit).
  • Murid menyimpulkan strategi memirsa: menghubungkan detail visual (warna, ekspresi, simbol) dengan teks tertulis untuk mengungkap pesan tersirat dalam kampanye (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan murid dalam menyimpulkan makna tersirat dari gabungan elemen visual dan teks tertulis (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas ketelitian analisis murid dan menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai penulisan draf kampanye tertulis dan multimodal tanpa memberikan PR berlebih (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks multimodal dengan petunjuk visual berpenanda khusus (panah penjelas elemen ekspresi/objek); murid mahir membedah poster multimodal dengan simbolisme visual metaforis yang lebih kompleks.
  • Proses: Scaffolding bertahap dengan panduan pertanyaan pengarah 'What I see vs What it means' untuk kelompok berkembang; kerja mandiri penuh bagi kelompok mahir.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan 4 butir analisis inferensial yang sama dengan rincian penjelasan bukti pendukung visual yang lebih mendalam pada murid mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman makna tersirat via Picture 4.12: Guru meminta murid menjawab 2 pertanyaan lisan: (1) 'Why is the swimmer looking angry?' (acuan: area berenang kotor/tercemar sampah plastik yang mengapung); (2) 'What message does the image deliver without writing it?' (acuan: membuang sampah sembarangan merusak kenyamanan fasilitas umum perairan).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan analisis lembar kerja berisi 4 butir pesan tersirat dari Poster A dan Poster B: Butir 1 (makna sampah di kepala pria: rasa malu/tanggung jawab sampah melekat pada pelakunya); Butir 2 (makna 'you own it': sampah tetap tanggung jawab pembuatnya); Butir 3 (bahaya tersirat bagi penyu: menelan plastik karena mengira ubur-ubur/makanan); Butir 4 (tujuan tersirat visual penyu: membangkitkan empati manusia terhadap satwa laut).

Akhir Pertemuan:

  • Umpan balik reflektif berbasis cek pemahaman: Murid menuliskan satu kalimat simpulan mengenai pesan tersembunyi yang paling kuat dari poster yang dianalisis (kriteria penerimaan: jawaban mencakup hubungan logis antara elemen visual ekspresi/objek dengan dampak negatif perilaku membuang sampah sembarangan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid mendeteksi petunjuk visual dan tekstual pada poster kampanye.
  • Penilaian Lembar Kerja 'Clue Detective Challenge' (pemeriksaan ketepatan menemukan 4 pesan tersirat sesuai acuan).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Informasi Tersirat Teks Multimodal KampanyeMenemukan tepat 1 dari 4 informasi tersirat pada poster kampanye sesuai acuan kunci dengan bantuan penuh guru.Menemukan tepat 2 dari 4 informasi tersirat pada poster kampanye sesuai acuan kunci dengan sedikit arahan.Menemukan tepat 3 dari 4 informasi tersirat pada poster kampanye sesuai acuan kunci secara mandiri.Menemukan seluruh (4 dari 4) informasi tersirat pada poster kampanye sesuai acuan kunci secara mandiri dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid mampu menangkap pesan yang tidak tertulis secara eksplisit melalui integrasi gambar dan teks?
  • Bagian mana dari aktivitas memirsa poster multimodal yang dirasa paling menantang bagi murid saat menarik inferensi?

Murid:

  • Bagian poster mana (gambar atau tulisan slogan) yang paling membantuku memahami pesan tersembunyi kampanye?
  • Strategi apa yang saya gunakan saat menyimpulkan maksud pembuat poster yang tidak ditulis secara langsung?

Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Gagasan dan Pengalaman Masalah Sampah Plastik dalam Teks Tertulis dan Multimodal — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.4.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks tertulis atau teks multimodal tentang masalah sampah plastik dengan kalimat sederhana dan majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan target kegiatan yaitu menulis teks tertulis multimodal (infografik mini/poster mini) untuk mengomunikasikan gagasan dan pengalaman tentang masalah sampah plastik menggunakan kalimat sederhana dan majemuk (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca 3 kalimat acak di papan tulis lalu mengidentifikasi mana yang merupakan 'simple sentence' dan 'compound sentence'. Tiga kalimat tersebut adalah: (1) 'Plastic bottles pollute our rivers.' (acuan: simple sentence); (2) 'People threw trash into the river, so the water turned black.' (acuan: compound sentence); (3) 'Many sea animals eat plastic waste and they get sick.' (acuan: compound sentence) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati contoh teks multimodal berupa poster mini bertema sampah plastik yang memuat ilustrasi, 1 kalimat sederhana ('People use too many single-use plastic bags.'), dan 1 kalimat majemuk ('We collected plastic bags yesterday, but the trash bin was already full.') untuk mengamati bagaimana gagasan dan pengalaman tertulis diintegrasikan dengan visual pendukung (15 menit).
  • Murid secara berpasangan memainkan kuis cepat 'Sentence Connector Relay': guru membagikan potongan 2 klausa terpisah dan kartu konjungsi (and, but, so), lalu murid menggabungkannya menjadi compound sentence yang tepat. Bahan potongan: (a) 'Students cleaned the river' + 'so' + 'the flow became clear'; (b) 'I brought a cloth bag' + 'and' + 'my sister picked up plastic cups' (acuan kunci: penggabungan klausa dengan konjungsi koordinatif yang sesuai konteks) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid merancang draf teks multimodal (mini poster/kampanye visual tertulis) pada lembar kerja, yang memuat: (a) satu visual pendukung/sketsa masalah sampah plastik, (b) minimal 1 kalimat sederhana yang menyatakan pengalaman ('I saw piles of plastic bottles in front of the school canteen.'), dan (c) minimal 1 kalimat majemuk yang menyatakan gagasan penanganan ('We must bring our own tumblers, or plastic waste will increase every day.') (25 menit).
  • Murid meninjau dan menyelesaikan penulisan teks multimodal secara mandiri, memastikan teks tertulisnya mengomunikasikan pengalaman nyata terkait sampah plastik dan menyampaikan gagasan penanganan menggunakan variasi kalimat sederhana dan majemuk secara tepat (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling bertukar draf teks multimodal dengan teman sebangku untuk memeriksa apakah kedua jenis kalimat (sederhana dan majemuk) sudah tersaji serta memeriksa apakah gagasan dan pengalaman tentang masalah sampah plastik tersampaikan dengan jelas (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bagaimana menyusun kalimat sederhana dan kalimat majemuk untuk menyampaikan pengalaman dan gagasan tentang sampah plastik dalam format multimodal (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil tulisan murid serta menginformasikan bahwa draf teks multimodal dan kalimat argumen ini akan dipersiapkan lebih lanjut untuk agenda pembelajaran berikutnya (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan frasa dan daftar konjungsi dasar (and, but, so) beserta contoh polanya, sedangkan murid yang lebih mahir diarahkan menggunakan variasi kosakata lingkungan yang lebih beragam.
  • Proses: Murid yang kesulitan dipandu guru secara langsung dalam menyusun hubungan antarklausa, sementara murid yang mahir menulis secara mandiri.
  • Produk: Teks multimodal dapat berupa selebaran mini sederhana (2 kalimat terstruktur dengan visual) atau infografik mini dengan 3-4 kalimat gabungan sederhana dan majemuk.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengidentifikasi jenis kalimat pada 3 butir kalimat berikut: (1) 'Plastic bottles pollute our rivers.' (acuan jawaban: Simple sentence, karena hanya memiliki 1 klausa independen); (2) 'People threw trash into the river, so the water turned black.' (acuan jawaban: Compound sentence, terdiri dari 2 klausa dihubungkan 'so'); (3) 'Many sea animals eat plastic waste and they get sick.' (acuan jawaban: Compound sentence, terdiri dari 2 klausa dihubungkan 'and').

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat menyusun draf teks tertulis dan multimodal, diperiksa berdasarkan kriteria: (1) memuat pengalaman terkait masalah sampah plastik dalam kalimat sederhana, (2) memuat gagasan penanganan dalam kalimat majemuk dengan konjungsi koordinatif yang tepat (and, but, so, or).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk teks tertulis/multimodal murid dengan kriteria penerimaan operasional: teks memuat minimal 1 kalimat sederhana tentang pengalaman terkait sampah plastik dan minimal 1 kalimat majemuk tentang gagasan masalah sampah plastik dengan konjungsi yang tepat serta disertai ilustrasi visual pendukung yang relevan.

Formatif:

  • Kuis cepat identifikasi kalimat sederhana dan majemuk
  • Pemeriksaan lembar kerja penulisan teks multimodal (ketercakupan kalimat sederhana dan majemuk yang memuat gagasan dan pengalaman masalah sampah plastik)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengomunikasian Pengalaman dan Gagasan tentang Sampah PlastikBelum mampu menuliskan pengalaman atau gagasan tentang sampah plastik dalam teks tertulis/multimodal.Menuliskan pengalaman atau gagasan tentang sampah plastik tetapi belum memadukan keduanya secara jelas dalam teks tertulis/multimodal.Mampu mengomunikasikan gagasan dan pengalaman tentang masalah sampah plastik secara tertulis/multimodal dengan jelas.Mampu mengomunikasikan gagasan dan pengalaman tentang masalah sampah plastik secara tertulis/multimodal dengan sangat runtut, jelas, dan menyeluruh.
Penggunaan Kalimat Sederhana dan MajemukBelum mampu menyusun kalimat sederhana maupun kalimat majemuk dengan benar.Hanya mampu menyusun kalimat sederhana, namun belum tepat dalam membentuk kalimat majemuk.Mampu menyusun kalimat sederhana dan kalimat majemuk dengan struktur klausa dan konjungsi yang tepat.Mampu menyusun beragam variasi kalimat sederhana dan kalimat majemuk dengan struktur klausa dan konjungsi yang sangat tepat dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dan mempraktikkan penulisan kalimat sederhana dan majemuk dalam teks multimodal?
  • Bagian mana dari bimbingan penulisan teks multimodal tentang sampah plastik yang memerlukan scaffolding tambahan pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apakah saya sudah berhasil menuliskan pengalaman dan gagasan tentang sampah plastik menggunakan kalimat sederhana dan majemuk?
  • Konjungsi apa yang paling mudah dan paling menantang bagi saya saat membuat kalimat majemuk?

Pertemuan 8 — Mengungkapkan Pendapat dan Mempertahankan Argumen Tertulis tentang Isu Pencemaran Sampah Plastik — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.4.5 Mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu pencemaran sampah plastik secara tertulis

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun tulisan singkat untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen mengenai isu pencemaran sampah plastik (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid membaca 2 pernyataan di papan tulis: (1) 'Plastic bags should be banned in our school' dan (2) 'Plastic trash in rivers causes flooding in rainy season'. Murid diminta menuliskan 1 klausa pendapat singkat pada selembar kertas memo menggunakan frasa 'I think...' atau 'In my opinion...' untuk merespons pernyataan tersebut (acuan kriteria: memuat ungkapan pendapat yang logis sesuai isu pernyataan, misal: 'I think single-use plastics harm nature' atau 'In my opinion, people must stop dumping waste into rivers') (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati pemodelan kalimat opini dan argumen tertulis pada teks contoh isu pencemaran sampah plastik: 'In my opinion, single-use plastic straws should be banned because they easily end up in the ocean and harm marine animals. Furthermore, people can easily replace them with reusable bamboo or metal straws.' Guru membimbing identifikasi bagian: (a) pernyataan pendapat/opinion (In my opinion...), (b) argumen pendukung/reason (because...), dan (c) bukti/penjelasan penguat (Furthermore...) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan menganalisis 3 kartu cuplikan argumen tertulis di lembar panduan untuk membedakan klausa opini dan klausa pembelaan argumen: Kartu A: 'I believe plastic bottles are dangerous (opini) because they take hundreds of years to decompose (argumen)'; Kartu B: 'I think burning plastic waste is wrong (opini) as the smoke releases toxic chemicals into the air (argumen)'; Kartu C: 'In my view, supermarkets must charge for plastic bags (opini) so that customers bring their own bags (argumen)' (acuan kunci: Kartu A, B, dan C masing-masing memuat pasangan opini dan argumen pendukung yang tepat sesuai teksnya) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Aktivitas Menggembirakan 'Argument Relay Challenge': Murid berpasangan memainkan tantangan mencocokkan potongan kartu pendapat dan kartu pertahanan argumen. Disediakan 4 set kartu: (1) Opini: 'I strongly agree that schools should ban plastic wrappers' dipasangkan dengan Argumen: 'because it significantly reduces the daily trash volume in school bins'; (2) Opini: 'In my opinion, throwing plastic into rivers is unacceptable' dipasangkan dengan Argumen: 'because clogged waterways cause severe floods in our neighborhood'; (3) Opini: 'I think selling drinks in single-use cups must stop' dipasangkan dengan Argumen: 'because students can bring their own refillable tumblers'; (4) Opini: 'I believe we must clean the beach from plastic debris' dipasangkan dengan Argumen: 'because sea turtles often mistake plastic bags for jellyfish' (acuan kunci: pasangan 1-1, 2-2, 3-3, 4-4 sesuai konteks sebab-akibat) (20 menit).
  • Murid secara individu menyusun draf teks opini pendek (4-6 kalimat) yang mengungkapkan pendapat pribadi dan mempertahankan minimal 2 argumen tertulis mengenai satu isu pencemaran sampah plastik pilihan mereka: (Pilihan Isu 1: Larangan kantong plastik sekali pakai di pasar; Pilihan Isu 2: Penumpukan sampah plastik di selokan/sungai sekitar; Pilihan Isu 3: Bahaya sedotan plastik bagi hewan laut) dengan menyertakan frasa pengungkap pendapat ('In my opinion...', 'I believe...') dan konjungsi argumen ('because...', 'moreover...', 'for this reason...') (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan peer-review berpasangan dengan memeriksa teks rekan menggunakan checklist tertulis: (1) Apakah teks memuat pengungkapan pendapat yang jelas? (2) Apakah terdapat minimal 2 alasan/argumen tertulis yang mendukung pendapat tersebut? Murid memberikan catatan perbaikan kalimat bila argumen belum tersambung secara logis (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan struktur penulisan pendapat dan pembelaan argumen tertulis tentang isu pencemaran sampah plastik (5 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi singkat pada exit ticket: 'One strong written argument I learned today is...' dan guru memberikan umpan balik penutup serta arahan persiapan untuk asesmen sumatif terpadu pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan sentence starters dan daftar kata penghubung sebab-akibat (because, as, therefore, furthermore) bagi murid yang membutuhkan perancah, serta lembar isu pencemaran mikroplastik yang lebih mendalam bagi murid berpencapaian tinggi.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menghubungkan opini dengan alasan logis, sementara murid mahir bekerja secara mandiri menyusun variasi kalimat pendukung.
  • Produk: Murid dengan kecepatan belajar sedang menyusun teks 4 kalimat berisi 1 opini dan 2 argumen dasar, sedangkan murid mahir menulis teks 6 kalimat dengan elaborasi bukti kontekstual.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat di pendahuluan: murid menuliskan 1 klausa pengungkapan pendapat menggunakan 'I think...' atau 'In my opinion...' merespons salah satu dari 2 isu yang tertera di papan tulis: (1) Larangan kantong plastik di sekolah, (2) Sampah plastik di sungai penyebab banjir. Kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat frasa pengungkap pendapat diikuti klausa opini yang relevan dengan isu pencemaran sampah yang dipilih (acuan contoh jawaban tepat: 'I think plastic bags create too much trash in our school' atau 'In my opinion, plastic waste in rivers blocks the water and causes floods').

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pencocokan 4 pasangan kartu opini dan argumen pada aktivitas inti Mengaplikasi (acuan kunci: Set 1 larangan bungkus plastik dengan pengurangan volume sampah; Set 2 sampah sungai dengan banjir; Set 3 minuman gelas plastik dengan membawa tumbler; Set 4 pembersihan pantai dengan perlindungan penyu).
  • Pemeriksaan draf teks opini tertulis murid: memverifikasi keterpenuhan struktur (ungkapan pendapat tertulis yang jelas dan minimal 2 argumen logis yang mempertahankan pendapat terkait isu pencemaran sampah plastik).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir melalui exit ticket: murid melengkapi kalimat 'One strong written argument I learned today is...' dengan menuliskan minimal satu argumen tertulis logis tentang bahaya atau penanganan sampah plastik (acuan kriteria: memuat alasan logis dengan kata penghubung sebab/akibat, misalnya: '...that single-use plastics pollute rivers because they do not decompose quickly').

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja menulis teks opini dan argumen tertulis tentang isu sampah plastik menggunakan lembar cek kriteria (keberadaan ungkapan opini dan ketepatan argumen pendukung).
  • Observasi ketepatan pemasangan kartu opini dan argumen pada 'Argument Relay Challenge'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengungkapan Pendapat Tertulis (Expressing Written Opinion)Belum mampu menuliskan kalimat pengungkapan pendapat tentang isu sampah plastik, atau kalimat tidak memuat ungkapan opini yang jelas.Mampu menuliskan pendapat tentang isu sampah plastik dengan bantuan frasa pembuka terbimbing (sentence starters), namun pilihan kata opini masih terbatas.Mampu mengungkapkan pendapat tentang isu pencemaran sampah plastik secara tertulis dengan jelas dan mandiri menggunakan frasa pengungkap opini yang tepat.Mampu mengungkapkan pendapat tentang isu pencemaran sampah plastik secara tertulis dengan sangat jelas, tegas, dan menggunakan variasi frasa pengungkap opini secara mandiri.
Mempertahankan Argumen Tertulis (Defending Written Arguments)Belum mampu menuliskan argumen logis untuk mendukung atau mempertahankan pendapat mengenai isu pencemaran sampah plastik.Mampu menuliskan 1 argumen tertulis pendukung, namun alasan belum sepenuhnya relevan atau belum terhubung secara logis dengan pendapat.Mampu mempertahankan pendapat dengan menuliskan minimal 2 argumen pendukung yang relevan dan logis tentang isu pencemaran sampah plastik.Mampu mempertahankan pendapat secara mendalam dengan menuliskan lebih dari 2 argumen pendukung yang logis, koheren, dan relevan dengan isu pencemaran sampah plastik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah perancah (scaffolding) dengan kartu opini-argumen membantu murid menyusun kalimat argumen tertulis secara mandiri?
  • Bagian mana dari draf tulisan murid yang masih menunjukkan kesulitan dalam menghubungkan pendapat dan alasan logis?

Murid:

  • Frasa bahasa Inggris apa yang paling mudah saya gunakan untuk menyatakan pendapat tertulis tentang sampah plastik?
  • Apakah saya sudah berhasil menuliskan alasan yang kuat dan logis untuk mempertahankan pendapat saya?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.4.1 Mengidentifikasi alur informasi, gagasan utama, dan informasi rinci dari teks lisan tentang insiden sampah plastik
  • TP 8.4.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pengalaman tentang penanganan sampah plastik secara lisan dengan kalimat sederhana dan majemuk
  • TP 8.4.3 Menemukan alur informasi, informasi tersurat, dan informasi tersirat dari teks tertulis atau teks multimodal tentang kampanye anti membuang sampah sembarangan
  • TP 8.4.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks tertulis atau teks multimodal tentang masalah sampah plastik dengan kalimat sederhana dan majemuk
  • TP 8.4.5 Mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu pencemaran sampah plastik secara tertulis

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif terpadu Bab 4 'No Littering', menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tata tertib, pembagian waktu, alur kerja (Tes Reseptif Bersama 35 menit, Tugas Menulis Multimodal & Argumentasi 40 menit beriringan dengan Unjuk Kerja Berbicara di meja guru 45 menit), serta kriteria penilaian sumatif terpadu tanpa mengajarkan materi baru (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri menyimak arahan guru, membaca petunjuk lembar kerja asesmen reseptif (menyimak audio dan membaca poster infografik), serta memahami aturan rotasi giliran unjuk kerja berbicara (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Tugas 1 (Tes Tertulis Reseptif Menyimak & Membaca, TP 8.4.1 & TP 8.4.3): Murid secara serentak mendengarkan rekaman monolog audio (diputar 2 kali) berdurasi 1 menit tentang insiden sampah plastik di Sungai Citarum, lalu menjawab 3 butir soal menyimak; dilanjutkan membaca teks poster kampanye anti-littering 'Break Free From Plastic' dan menjawab 3 butir soal membaca pada lembar jawaban mandiri (32 menit). Soal dan acuan kunci jawaban: (1) Main idea of audio (Kunci: Severe plastic waste pollution causes river blockage and damages local aquatic ecosystem), (2) Information flow of audio (Kunci: Monolog diawali dari penumpukan kantong plastik di hilir, berlanjut pada kematian biota air, dan diakhiri upaya darurat pembersihan sungai), (3) Detailed information of audio (Kunci: Tons of plastic debris clogged the drainage system after heavy rain), (4) Explicit information of poster (Kunci: Warga dihimbau membawa kantong belanja guna ulang dan membuang sampah pada tempat pilah), (5) Implicit information of poster (Kunci: Kebiasaan membuang sampah sembarangan akan mengancam kelangsungan hidup generasi mendatang secara jangka panjang), (6) Information flow of poster (Kunci: Alur informasi dimulai dari judul ajakan kampanye, fakta volume sampah, langkah nyata pemilahan, hingga slogan penutup).
  • Tugas 2 & 3 (Simultan): Seluruh murid mengerjakan Tugas 2 (Tugas Tertulis Multimodal & Esai Argumentatif, TP 8.4.4 & TP 8.4.5) di meja masing-masing selama 40 menit; secara bergantian, guru memanggil setiap murid ke meja guru untuk melaksanakan Tugas 3 (Unjuk Kerja Berbicara Rotasi, TP 8.4.2) selama 1,5 menit per murid (total 28-30 murid selesai dalam rentang waktu 40-45 menit). Murid yang berada di mejanya menyusun: (a) Draf teks poster kampanye visual multimodal berisi pesan ajakan penanganan sampah dengan minimal 1 kalimat sederhana (Kriteria: memuat subjek, kata kerja tindakan, dan objek lingkungan yang jelas, misal: 'Volunteers collect plastic waste in the river') dan minimal 1 kalimat majemuk menggunakan kata hubung (Kriteria: klausa mandiri digabung konjungsi and/but/so/when secara gramatikal, misal: 'People throw plastic bags into the ditch and the water overflows during the storm'); (b) Satu paragraf teks argumentasi tertulis (minimal 4-5 kalimat) yang menyatakan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu pencemaran sampah plastik (Kriteria acuan: menyatakan tesis/pendirian pribadi secara lugas, memberikan argumen berbasis data dampak sampah plastik terhadap lingkungan, serta mempertahankan argumen dengan solusi penegakan aturan tanpa menyimpang dari topik pencemaran) (40 menit).
  • Tugas 3 (Unjuk Kerja Berbicara Rotasi di Meja Guru, TP 8.4.2): Berjalan secara simultan dengan Tugas 2, tiap murid maju satu per satu ke meja guru selama 1,5 menit untuk menceritakan pengalaman pribadi dan menyampaikan gagasan lisan tentang penanganan sampah plastik menggunakan bahasa Inggris lisan dengan minimal 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk (Kriteria acuan performa: kelancaran berbicara tanpa jeda henti yang merusak makna, penyampaian pengalaman nyata memilah/mengurangi sampah plastik, serta ketepatan struktur kalimat sederhana [S+V+O] dan kalimat majemuk yang dihubungkan dengan konjungsi seperti 'and', 'but', atau 'because') (33 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setelah seluruh rangkaian asesmen selesai dan lembar kerja dikumpulkan, murid secara mandiri mengisi 2 lembar refleksi diri mengenai kendala yang dihadapi serta strategi pengerjaan asesmen bahasa Inggris yang telah dilalui (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tes reseptif dan lembar draf teks multimodal beserta argumen tertulis, mengonfirmasi kelengkapan nilai unjuk kerja berbicara, serta memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian murid (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan sumatif akhir Bab 4 dengan merangkum capaian pembelajaran bab secara umum dan membaca doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: murid dengan hambatan visual/pendengaran diberikan penempatan posisi duduk paling dekat dengan pengeras suara saat pemutaran audio dan cetakan teks infografik dengan kontras ukuran huruf lebih besar tanpa mengubah butir soal, bobot penilaian, maupun kriteria ketercapaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis asesmen sumatif melalui 1 pertanyaan konfirmasi pemahaman tata cara tes: 'Apakah seluruh murid telah siap dengan alat tulis dan memahami giliran maju unjuk kerja berbicara serta pengisian lembar kerja mandiri?' (Acuan kesiapan: seluruh murid mengonfirmasi pemahaman prosedur rotasi tanpa kendala teknis perlengkapan).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan kepatuhan murid terhadap instruksi pengerjaan mandiri selama sesi pengerjaan lembar kerja tertulis reseptif dan esai argumentatif berlangsung.

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi terpadu (tes menyimak-membaca, unjuk kerja berbicara rotasi meja guru, dan tes menulis argumentatif multimodal): Lembar jawaban pemahaman teks lisan dan multimodal, rekaman performa lisan berdurasi 1,5 menit per murid tentang pengalaman memilah sampah, serta draf teks poster kampanye disertai paragraf argumentasi tertulis
  • tes tertulis reseptif (menyimak dan membaca): lembar jawaban serentak berisi analisis gagasan utama dan alur kejadian dari rekaman audio insiden sampah plastik serta informasi tersurat-tersirat dari infografik/poster kampanye anti membuang sampah sembarangan (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif)
  • tugas tertulis multimodal dan esai argumentatif: lembar kerja tertulis mandiri serentak yang memuat draf teks kampanye visual multimodal (menggunakan kalimat sederhana dan majemuk) serta satu paragraf opini tertulis yang mempertahankan argumen terkait penanganan pencemaran sampah plastik (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik analitik menulis teks argumentatif dan multimodal (organisasi ide, tata bahasa kalimat majemuk, dan kosakata isu lingkungan))
  • unjuk kerja berbicara rotasi: kinerja berbicara lisan dinilai langsung 1,5 menit per murid di meja guru tentang pengalaman pribadi dalam penanganan sampah plastik menggunakan kalimat sederhana dan majemuk secara bergiliran (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas penuh sambil kelas menyelesaikan draf penulisan mandiri) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara (kelancaran, keakuratan kalimat sederhana/majemuk, dan kejelasan isi pengalaman))

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi terpadu (tes menyimak-membaca, unjuk kerja berbicara rotasi meja guru, dan tes menulis argumentatif multimodal): Lembar jawaban pemahaman teks lisan dan multimodal, rekaman performa lisan berdurasi 1,5 menit per murid tentang pengalaman memilah sampah, serta draf teks poster kampanye disertai paragraf argumentasi tertulis
  • tes tertulis reseptif (menyimak dan membaca): lembar jawaban serentak berisi analisis gagasan utama dan alur kejadian dari rekaman audio insiden sampah plastik serta informasi tersurat-tersirat dari infografik/poster kampanye anti membuang sampah sembarangan (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif)
  • tugas tertulis multimodal dan esai argumentatif: lembar kerja tertulis mandiri serentak yang memuat draf teks kampanye visual multimodal (menggunakan kalimat sederhana dan majemuk) serta satu paragraf opini tertulis yang mempertahankan argumen terkait penanganan pencemaran sampah plastik (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik analitik menulis teks argumentatif dan multimodal (organisasi ide, tata bahasa kalimat majemuk, dan kosakata isu lingkungan))
  • unjuk kerja berbicara rotasi: kinerja berbicara lisan dinilai langsung 1,5 menit per murid di meja guru tentang pengalaman pribadi dalam penanganan sampah plastik menggunakan kalimat sederhana dan majemuk secara bergiliran (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas penuh sambil kelas menyelesaikan draf penulisan mandiri) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara (kelancaran, keakuratan kalimat sederhana/majemuk, dan kejelasan isi pengalaman))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Teks Lisan & Multimodal (TP 8.4.1 & TP 8.4.3)Menjawab dengan benar 1 dari 6 butir soal pemahaman teks lisan dan membaca teks multimodal sesuai kunci jawaban.Menjawab dengan benar 2-3 dari 6 butir soal pemahaman teks lisan dan membaca teks multimodal sesuai kunci jawaban.Menjawab dengan benar 4-5 dari 6 butir soal pemahaman teks lisan dan membaca teks multimodal sesuai kunci jawaban.Menjawab dengan benar seluruh 6 butir soal pemahaman teks lisan (gagasan utama, alur informasi, detail) dan teks multimodal (informasi tersurat, tersirat, alur kampanye) sesuai kunci acuan.
Unjuk Kerja Berbicara Lisan (TP 8.4.2)Berbicara lisan tentang penanganan sampah plastik dengan jeda keraguan dominan dan belum menghasilkan kalimat sederhana maupun kalimat majemuk yang gramatikal.Mengungkapkan pengalaman/gagasan penanganan sampah plastik lisan dengan kalimat sederhana, namun belum berhasil menggunakan kalimat majemuk.Mengungkapkan gagasan dan pengalaman penanganan sampah plastik secara lisan dengan lancar menggunakan minimal 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk.Mengungkapkan gagasan dan pengalaman penanganan sampah plastik secara lisan sangat lancar, alami, dengan variasi kalimat sederhana dan majemuk yang runtut serta tepat konteks.
Penulisan Teks Multimodal & Argumentasi Tertulis (TP 8.4.4 & TP 8.4.5)Menulis draf teks kampanye dan esai argumentatif yang belum memuat kalimat majemuk serta pendirian argumen tentang isu pencemaran sampah plastik belum jelas.Menulis draf teks kampanye multimodal dengan kalimat sederhana, tetapi kalimat majemuk belum tepat atau argumen isu sampah belum didukung penjelasan logis.Mengomunikasikan pesan kampanye visual multimodal dengan kalimat sederhana dan majemuk yang tepat, serta menulis paragraf argumen yang mempertahankan pendapat tentang isu pencemaran sampah plastik secara terstruktur.Mengomunikasikan draf teks multimodal dengan struktur kalimat sederhana dan majemuk yang variatif serta mempertahankan argumen tertulis tentang isu sampah plastik secara runtut, tajam, dan meyakinkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Bagaimanakah efektivitas manajemen waktu rotasi unjuk kerja berbicara 1,5 menit di meja guru yang berlangsung bersamaan dengan pengerjaan tugas tertulis mandiri di kelas?
  • Apakah instrumen soal reseptif dan rubrik unjuk kerja telah mengukur seluruh capaian TP 8.4.1 hingga 8.4.5 secara adil dan objektif?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif terpadu ini (menyimak, membaca, berbicara, atau menulis draf argumentatif) yang paling berhasil kamu selesaikan secara mandiri?
  • Langkah apa yang perlu kamu tingkatkan dalam menyusun kalimat majemuk bahasa Inggris untuk mengemukakan argumen di masa mendatang?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru English for Nusantara SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2022 (Chapter 4: No Littering, Unit 1).
  2. Buku Siswa English for Nusantara SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2022.
  3. Rekaman audio / naskah lisan insiden sampah plastik Audio 4.1.
  4. Strip kalimat urutan peristiwa untuk aktivitas Timeline Relay.
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Nusantara Kelas VIII (Bab 4, Section 1 & Section 4)
  6. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Nusantara Kelas VIII
  7. Rekaman Audio 4.1 (Percakapan Galang dan Keluarga tentang Sungai Lestari)
  8. Lembar Kerja 'Detail Detective Challenge' (5 butir rumpang)
  9. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2022. English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Buku Panduan Guru dan Buku Siswa). Jakarta: Pusat Perbukuan.
  10. Flashcard kata kerja aksi penanganan sampah (regular and irregular verbs).
  11. Kartu skenario permainan 'Action Card Toss'.
  12. Buku Guru English for Nusantara Kelas VIII SMP/MTs (Chapter 4: No Littering)
  13. Buku Siswa English for Nusantara Kelas VIII SMP/MTs (Unit 1 & Unit 2)
  14. Flashcard konjungsi koordinatif (and, but, so)
  15. Papan tulis dan spidol
  16. Buku Panduan Guru English for Nusantara Kelas VIII SMP/MTs (Chapter 4: No Littering, Unit 3: You Can Help)
  17. Buku Siswa English for Nusantara Kelas VIII SMP/MTs (Chapter 4)
  18. Lembar teks bacaan adaptasi 'Anti-Littering Campaign in New South Wales' dan set kartu alur peristiwa
  19. Buku Panduan Guru English for Nusantara SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2022) Chapter 4 No Littering.
  20. Buku Siswa English for Nusantara SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2022) Picture 4.12 dan materi Unit anti-littering campaigns.
  21. Lembar Kerja Siswa multimodal bergambar (Poster Tosser Campaign & Marine Life Threat).
  22. Buku Panduan Guru English for Nusantara Kelas VIII, Kemendikbudristek
  23. Buku Siswa English for Nusantara Kelas VIII, Chapter 4: No Littering
  24. Lembar kerja pembuatan mini poster multimodal dan kartu kalimat konjungsi
  25. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Nusantara SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2022) Chapter 4: No Littering, Unit 3 You Can Help.
  26. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Nusantara SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2022) Chapter 4: No Littering.
  27. Set kartu aktivitas berpasangan (Opini dan Argumen Pencemaran Sampah Plastik).
  28. Lembar draf menulis teks argumen murid dan lembar peer-review.
  29. Buku Siswa English for Nusantara Kelas VIII SMP/MTs (Chapter 4: No Littering), Kemendikbudristek.
  30. Buku Panduan Guru English for Nusantara Kelas VIII SMP/MTs, Kemendikbudristek.
  31. Rekaman audio monolog insiden sampah plastik sungai.
  32. Lembar lembar soal infografik kampanye anti-littering dan lembar kerja asesmen sumatif terpadu.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.