MODUL AJAR Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D) Topik: Look Around You: Mengemukakan Pendapat tentang Kondisi Lingkungan Sekolah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Look Around You: Mengemukakan Pendapat tentang Kondisi Lingkungan Sekolah |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat memahami gagasan utama dan informasi rinci dari teks lisan berupa dialog tentang tindakan menjaga lingkungan sekolah (contoh: penggunaan plastik di kantin) dengan menjawab pertanyaan pemahaman secara lisan.
- Murid dapat mengungkapkan pendapat tentang situasi lingkungan di sekitar sekolah (contoh: sampah plastik, pemborosan air) menggunakan kalimat sederhana dan ekspresi opini dalam bahasa Inggris secara lisan.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Have you ever seen trash overflowing from a trash can at school? How did you feel about it?
- Do you think using plastic bags and straws at the school canteen is a problem? Why or why not?
- What can students like us actually do to make our school environment cleaner?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dalam bahasa Inggris dan mengondisikan kelas: 'Good morning, everyone! How are you today? Let's start our class.'
- Guru meminta murid mengamati 2–3 gambar singkat (ditampilkan di papan/proyektor) yang memperlihatkan kondisi nyata di sekitar sekolah: tong sampah penuh, sampah plastik berserakan di kantin, dan keran air yang bocor.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu dan menampung jawaban murid secara singkat tanpa menghakimi: 'Look at these pictures. What do you see? Have you ever seen something like this at our school?'
- Asesmen diagnostik awal: guru meminta murid menuliskan satu kata atau frasa dalam bahasa Inggris di sticky note/selembar kertas kecil yang menggambarkan perasaan mereka melihat gambar tersebut (contoh: 'sad', 'worried', 'angry', 'normal'). Guru mengumpulkan dan membaca cepat untuk memetakan kesadaran awal murid.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: 'Today we will listen to a dialogue about plastic waste at the canteen, understand the main idea, and then share our own opinions about the environment around us.'
- Guru menjelaskan alur kegiatan dalam 3 langkah singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperkenalkan kosakata kunci sebelum mendengarkan audio: 'trash can', 'plastic waste', 'reduce', 'container', 'environment'. Guru menampilkan kata + gambar/ilustrasi di papan dan meminta murid mengulang pengucapan bersama (choral repetition).
- Guru membagikan Lembar Kerja (Worksheet 3.1) berisi 6 pertanyaan pilihan ganda yang akan dijawab murid saat dan setelah mendengarkan Audio 3.1 (dialog Andre dan Monita di kantin tentang sampah plastik).
- Murid mendengarkan Audio 3.1 untuk pertama kali: guru meminta murid hanya mendengarkan tanpa menulis, fokus pada konteks dan suasana dialog. (Prinsip Berkesadaran: murid diajak hadir penuh saat menyimak, bukan sekadar mencatat.)
- Murid mendengarkan Audio 3.1 untuk kedua kali: kali ini murid mulai menjawab pertanyaan di lembar kerja secara mandiri.
- Guru memfasilitasi diskusi jawaban bersama kelas: 'Let's discuss the answers. Who wants to answer question number one?' Guru memberi ruang bagi murid yang memiliki jawaban berbeda untuk menyampaikan pendapatnya.
- Guru mengonfirmasi jawaban yang benar dan menjelaskan secara singkat alasan pilihan jawaban yang tepat, mengaitkan kembali dengan isi dialog.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru memperkenalkan ekspresi opini sederhana yang akan digunakan murid untuk berbicara: 'I think...', 'In my opinion...', 'I believe...', 'We should...', 'It's important to...'. Ekspresi ini dituliskan di papan sebagai scaffolding selama kegiatan.
- Guru mencontohkan cara menggunakan ekspresi tersebut secara natural dengan konteks nyata sekolah: 'I think the trash cans at our canteen are not enough. We should add more trash cans near the food stalls.' Murid diminta mengamati struktur kalimat yang digunakan.
- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu kartu situasi (situation card) yang menggambarkan kondisi lingkungan sekolah: (a) sampah plastik berserakan di kantin, (b) keran air di toilet yang dibiarkan mengalir, (c) tumpukan sampah di depan kelas karena tong sampah kurang. (Prinsip Menggembirakan: kartu situasi bergambar dan berwarna membuat kegiatan lebih menarik.)
- Dalam kelompok, murid berdiskusi selama ±7 menit: apa masalah yang mereka lihat di kartu situasi, bagaimana pendapat mereka, dan apa yang seharusnya dilakukan. Semua anggota wajib menyampaikan minimal satu kalimat opini menggunakan ekspresi dari papan.
- Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan pendapat kelompoknya di depan kelas (2–3 kalimat). Murid lain mendengarkan dan boleh merespons dengan setuju atau tidak setuju beserta alasannya. (Prinsip Bermakna: murid berbicara tentang situasi nyata yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.)
- Guru memberikan umpan balik konstruktif secara langsung: memberikan apresiasi atas usaha, mengoreksi kesalahan struktur kalimat yang berulang secara umum (bukan menyinggung murid tertentu), dan menguatkan penggunaan ekspresi yang sudah tepat.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid berhenti sejenak dan bertanya secara reflektif: 'Before we finish, let's think for a moment. What is the most important thing you learned today about our school environment?' Murid diberi waktu 1–2 menit untuk berpikir secara diam (think time). (Prinsip Berkesadaran: memberi ruang untuk memproses pengalaman belajar secara sadar.)
- Guru memandu kegiatan 'Exit Ticket' secara lisan: secara bergilir, beberapa murid diminta menyebutkan satu hal yang mereka pelajari hari ini (I learned that...) dan satu hal yang ingin mereka lakukan setelah ini (I will... / We should...) dalam bahasa Inggris.
- Guru mengaitkan topik hari ini dengan nilai kepedulian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab warga sekolah dan warga negara yang baik: 'Taking care of our school environment is not just about keeping it clean — it shows that we care about each other and our community.' (Prinsip Bermakna: koneksi antara pembelajaran bahasa dan nilai kehidupan nyata.)
- Murid mengisi lembar refleksi singkat (bisa berupa emoji + 1 kalimat): (1) Bagaimana perasaanmu hari ini saat belajar? (pilih emoji) (2) Satu hal yang kamu pahami tentang menjaga lingkungan sekolah dalam bahasa Inggris.
Penutup:- Guru merangkum poin utama pembelajaran: kosakata tentang lingkungan, isi dialog Audio 3.1, dan cara mengungkapkan pendapat dalam bahasa Inggris.
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid: 'You all did a great job today! I'm proud of how you shared your opinions.'
- Guru menyampaikan gambaran singkat pertemuan berikutnya (Unit 2 — prosedur menjaga lingkungan) agar murid memiliki koneksi antara pertemuan.
- Guru menutup kelas dengan salam dalam bahasa Inggris: 'Keep caring for our environment. See you next time. Goodbye!'
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan transkrip audio (Audio 3.1 script) untuk dibaca sambil mendengarkan, sehingga mereka dapat mengikuti alur dialog lebih mudah. Murid dengan kemampuan lebih tinggi diminta menyimak tanpa transkrip dan menuliskan ringkasan singkat isi dialog sebelum menjawab pertanyaan.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan dapat menjawab pertanyaan pilihan ganda secara berpasangan (pair work) sebelum berdiskusi dalam kelompok besar. Murid yang sudah cepat memahami dapat diberi pertanyaan tambahan berbentuk open-ended: 'What other problems do you think exist in our school environment?' untuk memperdalam penalaran.
- Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup menyampaikan 1–2 kalimat opini menggunakan template yang sudah disediakan ('I think... We should...'). Murid yang lebih mahir didorong untuk menyampaikan 3–4 kalimat opini dengan memberikan alasan (I think... because...) dan mengajukan solusi yang lebih spesifik.
ASESMENAwal:- Guru meminta murid menuliskan satu kata atau frasa dalam bahasa Inggris di kertas kecil yang menggambarkan perasaan mereka saat melihat gambar kondisi lingkungan sekolah (tong sampah penuh, sampah plastik berserakan). Tujuannya untuk memetakan kosakata awal murid dan tingkat kesadaran mereka terhadap isu lingkungan sebelum pembelajaran dimulai.
- Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Can you name one environmental problem at our school in English?' untuk mengukur kosakata awal murid.
Proses:- Observasi saat murid mendengarkan Audio 3.1 (putaran kedua): guru berkeliling dan mengamati apakah murid dapat mengidentifikasi kata kunci dan menjawab pertanyaan di lembar kerja.
- Observasi diskusi kelompok (situation card activity): guru menggunakan checklist sederhana untuk mencatat apakah setiap murid sudah menggunakan minimal satu ekspresi opini ('I think...', 'In my opinion...', 'We should...') dalam diskusi kelompok.
- Umpan balik lisan langsung saat presentasi kelompok: guru memberikan koreksi dan penguatan secara real-time terhadap penggunaan kalimat dan ekspresi opini murid.
Akhir:- Exit Ticket lisan: sebelum menutup kelas, guru memanggil 4–5 murid secara acak untuk menyampaikan satu kalimat pendapat tentang kondisi lingkungan sekolah dalam bahasa Inggris menggunakan ekspresi opini yang telah dipelajari. Guru menilai menggunakan rubrik 4 level.
- Lembar refleksi singkat: murid menuliskan satu kalimat dalam bahasa Inggris tentang apa yang mereka pelajari hari ini terkait menjaga lingkungan sekolah (I learned that... / I think we should...). Dinilai sebagai bukti tertulis pencapaian TP 8.3.1.2.
Formatif:- Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok — guru mencatat kemampuan murid menggunakan ekspresi opini dalam bahasa Inggris menggunakan lembar observasi sederhana (checklist).
- Penilaian lisan saat presentasi kelompok — guru menilai kemampuan murid menyampaikan pendapat menggunakan kalimat sederhana dan ekspresi opini yang tepat.
- Lembar Kerja Worksheet 3.1 (6 soal pilihan ganda) — mengukur pemahaman murid terhadap gagasan utama dan informasi rinci dari Audio 3.1.
Sumatif:- Exit Ticket lisan: murid menyampaikan satu pendapat tentang kondisi lingkungan sekolah menggunakan minimal satu ekspresi opini dalam bahasa Inggris secara mandiri di akhir pertemuan.
- Lembar refleksi tertulis (1 kalimat dalam bahasa Inggris): menunjukkan pemahaman murid tentang topik dan kemampuan mengekspresikan pendapat secara sederhana.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Teks Lisan (TP 8.3.1.1) — Menjawab Pertanyaan tentang Dialog | Murid tidak dapat menjawab pertanyaan pemahaman tentang isi dialog, atau jawaban tidak relevan dengan isi audio. | Murid dapat menjawab 1–2 pertanyaan pemahaman dengan benar, namun mengalami kesulitan mengidentifikasi gagasan utama dan informasi rinci dari dialog. | Murid dapat menjawab 3–4 pertanyaan pemahaman dengan benar dan mampu mengidentifikasi gagasan utama dialog meskipun ada beberapa informasi rinci yang terlewat. | Murid dapat menjawab 5–6 pertanyaan pemahaman dengan benar, mengidentifikasi gagasan utama dan informasi rinci dari dialog dengan tepat, dan dapat menjelaskan kembali isi dialog secara singkat dalam bahasa Inggris. | | Pengungkapan Pendapat Lisan (TP 8.3.1.2) — Penggunaan Ekspresi Opini | Murid tidak menggunakan ekspresi opini ('I think...', 'In my opinion...', dll.) sama sekali, atau hanya berbicara dalam bahasa Indonesia. | Murid menggunakan satu ekspresi opini dalam bahasa Inggris namun kalimatnya tidak lengkap atau sulit dipahami (contoh: 'I think... plastic bad.'). | Murid menggunakan satu atau dua ekspresi opini dalam kalimat sederhana yang dapat dipahami, meskipun ada beberapa kesalahan gramatikal (contoh: 'I think we should reduce the plastic. It is bad for environment.'). | Murid menggunakan dua atau lebih ekspresi opini dalam kalimat yang lengkap, jelas, dan dapat dipahami dengan baik, serta menyertakan alasan sederhana (contoh: 'In my opinion, we should bring our own container. I think plastic is bad for the environment and for our health.'). | | Kelancaran dan Kepercayaan Diri Berbicara | Murid tidak mau berbicara di depan kelas atau kelompok, diam saat diminta berpendapat. | Murid berbicara dengan sangat ragu-ragu, sering berhenti lama, dan membutuhkan banyak dorongan dari guru atau teman untuk menyelesaikan kalimatnya. | Murid berbicara dengan cukup percaya diri meskipun ada jeda, dan dapat menyampaikan pendapat hingga selesai dengan sedikit bantuan. | Murid berbicara dengan percaya diri dan lancar, menyampaikan pendapat secara mandiri, dan dapat merespons komentar atau pertanyaan teman sekelas. | | Kosakata dan Relevansi Topik Lingkungan | Murid tidak menggunakan kosakata terkait lingkungan yang dipelajari (trash, plastic waste, reduce, container, environment) dalam pembicaraan. | Murid menggunakan 1 kosakata terkait lingkungan yang dipelajari, namun penggunaannya kurang tepat dalam konteks. | Murid menggunakan 2–3 kosakata terkait lingkungan yang dipelajari dengan tepat dalam konteks kalimat pendapatnya. | Murid menggunakan 4 atau lebih kosakata terkait lingkungan yang dipelajari dengan tepat dan natural dalam kalimat pendapat yang relevan dengan situasi nyata sekolah. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan presentasi? Jika tidak, hambatan apa yang paling banyak muncul?
- Apakah audio dan kartu situasi yang digunakan sudah cukup relevan dan menarik bagi murid kelas 8? Apakah ada yang perlu diganti atau disesuaikan?
- Apakah scaffolding ekspresi opini di papan membantu murid yang memerlukan dukungan, atau justru membuat murid yang lebih mampu kurang tertantang?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu diperluas atau diperpendek?
- Seberapa efektif diferensiasi yang diterapkan hari ini dalam menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
Refleksi Murid:- What did you learn today about our school environment? Can you say it in English?
- Was it easy or difficult to share your opinion in English today? What made it challenging?
- Do you think the problems in the dialogue (like plastic waste at the canteen) also happen at our school? What do you feel about that?
- What is one thing you want to do differently at school after today's lesson?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: English for Nusantara Kelas VIII (Kemendikbudristek) — Bab 3 'Love Our World', Unit 1 'Look Around You', halaman 130–147.
- Buku Panduan Guru: English for Nusantara Kelas VIII (Kemendikbudristek) — Bab 3, Section 2 Listening, halaman 194–198.
- Audio 3.1 (dialog Andre dan Monita tentang sampah plastik di kantin) — tersedia di buku paket atau platform digital Kemendikbudristek.
- Gambar/foto kondisi lingkungan sekolah (tong sampah penuh, sampah plastik, keran air bocor) — dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor.
- Kartu situasi (situation cards) bergambar dan berwarna untuk kegiatan diskusi kelompok — dibuat oleh guru sesuai konteks sekolah masing-masing.
- Lembar Kerja murid (Worksheet 3.1) — 6 soal pilihan ganda berdasarkan Audio 3.1.
- Lembar refleksi murid — berisi kolom emoji dan satu kalimat refleksi dalam bahasa Inggris.
- Papan tulis/proyektor untuk menampilkan kosakata kunci dan scaffolding ekspresi opini.
- Sticky notes atau kertas kecil untuk asesmen diagnostik awal (kata/frasa perasaan murid).
|