Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Mempresentasikan dan Mendiskusikan Nilai Kebaikan dalam Folk Story (Act it Out & Sharing)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 8 dengan topik "Mempresentasikan dan Mendiskusikan Nilai Kebaikan dalam Folk Story (Act it Out & Sharing)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Mempresentasikan dan Mendiskusikan Nilai Kebaikan dalam Folk Story (Act it Out & Sharing)

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Mempresentasikan dan Mendiskusikan Nilai Kebaikan dalam Folk Story (Act it Out & Sharing)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMempresentasikan dan Mendiskusikan Nilai Kebaikan dalam Folk Story (Act it Out & Sharing)
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan cerita imajinatif yang telah ditulis secara lisan di depan kelas menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan lafal dan intonasi yang dapat dipahami.
  2. Murid dapat mengungkapkan pendapat tentang nilai moral kebaikan (kindness) dalam folk story yang disajikan teman dan mempertahankan pendapat tersebut dalam diskusi kelas secara lisan dengan kalimat sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. What makes a character in a folk story kind or unkind? Can you give an example?
  2. Have you ever shown kindness to someone who is different from you? How did it feel?
  3. Why do you think folk stories often teach us about kindness and moral values?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan memimpin doa pembuka.
  • Guru melakukan ice-breaking singkat: meminta 2-3 murid menyebutkan satu kata dalam Bahasa Inggris yang menggambarkan 'kindness'.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mempresentasikan folk story dan berdiskusi tentang nilai kebaikan.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta murid mengangkat tangan sesuai tingkat kesiapan (very ready / a little nervous / need more practice) untuk mengukur kepercayaan diri sebelum presentasi.
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik dan meminta murid berpikir sejenak (think time 30 detik) sebelum 2 murid berbagi jawaban singkat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengingatkan kembali elemen penting storytelling: lafal (pronunciation), intonasi (intonation), ekspresi (expression), dan volume suara.
  • Guru menampilkan checklist persiapan presentasi dari Buku Siswa Section 7 dan meminta setiap kelompok memverifikasi kesiapan: setiap anggota sudah memiliki peran (karakter/narrator), merasa nyaman, dan percaya diri.
  • Guru memberikan contoh singkat (modeling) cara mempresentasikan satu adegan dengan lafal dan intonasi yang jelas selama 1-2 menit.
  • Murid dalam kelompok melakukan rehearsal singkat (3 menit) sambil saling memberi masukan tentang lafal dan intonasi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mempersilakan kelompok pertama untuk tampil mempresentasikan folk story mereka di depan kelas (waktu per kelompok: 5-7 menit).
  • Murid penonton menyimak presentasi dan mencatat di graphic organizer sederhana: (1) karakter utama, (2) tindakan kebaikan yang ditunjukkan, (3) nilai moral yang dipelajari.
  • Setelah setiap penampilan, guru membuka sesi diskusi kelas: murid penonton mengungkapkan pendapat tentang nilai kindness dalam cerita menggunakan sentence starters yang disediakan guru (misalnya: 'I think the moral value is... because...', 'In my opinion, the character showed kindness when...').
  • Murid presenter menanggapi pendapat teman dan mempertahankan interpretasi mereka tentang nilai kebaikan dalam cerita.
  • Guru memfasilitasi diskusi dengan memberikan scaffolding berupa follow-up questions: 'Can you explain why you think so?' atau 'Do you agree or disagree with your friend's opinion?'
  • Kelompok berikutnya tampil dan proses diskusi diulang hingga semua kelompok selesai (atau sesuai waktu yang tersedia).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid secara individu menulis 2-3 kalimat refleksi di sticky note atau kertas kecil: (1) Apa nilai kindness yang paling berkesan dari presentasi hari ini? (2) Apa yang ingin saya perbaiki untuk presentasi berikutnya?
  • Beberapa murid (2-3 orang) berbagi refleksi mereka secara lisan ke kelas.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap usaha semua kelompok dan menyimpulkan nilai-nilai kebaikan yang muncul dari berbagai folk story yang dipresentasikan.
  • Murid melakukan self-assessment menggunakan checklist sederhana: kemampuan berbicara di depan kelas, kejelasan lafal dan intonasi, serta keberanian menyampaikan pendapat.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pentingnya mempresentasikan cerita dengan percaya diri dan mendiskusikan nilai moral secara kritis.
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang kekuatan dan area perbaikan dari presentasi dan diskusi hari ini.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat kartu bantuan (cue cards) berisi sentence starters dan vocabulary list terkait feelings dan moral values. Murid yang sudah mahir ditantang untuk memberikan pendapat tanpa cue cards dan menggunakan kalimat majemuk yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang kurang percaya diri boleh membaca sebagian script saat presentasi. Murid yang lebih mahir diminta berimprovisasi dan menambahkan ekspresi dramatik. Dalam diskusi, murid yang membutuhkan waktu lebih diberi kesempatan berpikir lebih lama atau berdiskusi dengan teman sebangku dulu (think-pair-share) sebelum berbicara di kelas.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menyampaikan satu pendapat singkat tentang nilai moral. Murid yang lebih mahir diminta menyampaikan pendapat disertai alasan dan contoh dari cerita, serta menanggapi pendapat teman yang berbeda.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menunjukkan tingkat kesiapan presentasi dengan mengangkat tangan (skala 1-3) untuk mengidentifikasi murid yang membutuhkan dukungan tambahan.
  • Guru bertanya secara lisan: 'Can you tell me one moral value from the folk story your group wrote?' untuk mengecek pemahaman dasar sebelum presentasi.

Proses:

  • Guru menggunakan checklist observasi selama presentasi untuk menilai lafal, intonasi, volume, dan ekspresi setiap anggota kelompok.
  • Guru mencatat partisipasi murid dalam diskusi: apakah murid mampu menyampaikan pendapat menggunakan kalimat sederhana dan mempertahankannya.
  • Guru memberikan umpan balik lisan langsung (immediate feedback) setelah setiap presentasi kelompok untuk mendorong perbaikan.

Akhir:

  • Penilaian kinerja presentasi kelompok berdasarkan rubrik 4 level (Belum Berkembang - Sangat Berkembang) mencakup aspek: pronunciation, intonation, expression, dan fluency.
  • Penilaian individu kemampuan berpendapat dalam diskusi berdasarkan rubrik 4 level mencakup aspek: kejelasan pendapat, penggunaan alasan pendukung, dan kemampuan mempertahankan argumen.

Formatif:

  • Observasi guru selama rehearsal kelompok: kesiapan peran, kerja sama, dan kejelasan lafal.
  • Checklist pengamatan selama presentasi: volume suara, intonasi, ekspresi, dan kelancaran bercerita.
  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi: keberanian menyampaikan pendapat dan kemampuan mempertahankan argumen.

Sumatif:

  • Penilaian kinerja (performance assessment) presentasi kelompok menggunakan rubrik storytelling.
  • Penilaian lisan individu: kemampuan mengungkapkan dan mempertahankan pendapat tentang nilai kindness dalam diskusi kelas.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pronunciation & Intonation (Lafal dan Intonasi)Lafal dan intonasi sangat sulit dipahami; banyak kata yang salah ucap sehingga pesan tidak tersampaikan.Lafal dan intonasi kadang sulit dipahami; beberapa kata salah ucap tetapi pesan utama masih bisa ditangkap.Lafal dan intonasi sebagian besar dapat dipahami dengan jelas; kesalahan minor tidak mengganggu pemahaman.Lafal dan intonasi jelas, tepat, dan natural; pesan tersampaikan dengan sangat baik dan mudah dipahami pendengar.
Expression & Confidence (Ekspresi dan Kepercayaan Diri)Tidak menunjukkan ekspresi; membaca script sepenuhnya tanpa kontak mata; terlihat sangat tidak percaya diri.Ekspresi minimal; sebagian besar waktu membaca script; kontak mata jarang; kepercayaan diri masih rendah.Ekspresi cukup baik dan sesuai karakter; sesekali melihat script; ada kontak mata dengan penonton; cukup percaya diri.Ekspresi sangat baik, hidup, dan sesuai karakter; tidak bergantung pada script; kontak mata konsisten; sangat percaya diri.
Content & Fluency (Isi Cerita dan Kelancaran)Cerita tidak lengkap atau sangat sulit diikuti; banyak jeda panjang; penggunaan kalimat sederhana belum tepat.Cerita dapat diikuti tetapi ada bagian yang hilang atau membingungkan; jeda cukup sering; kalimat sederhana dengan beberapa kesalahan.Cerita lengkap dan dapat diikuti dengan baik; jeda wajar; menggunakan kalimat sederhana dan beberapa kalimat majemuk dengan tepat.Cerita lengkap, runtut, dan menarik; sangat lancar; menggunakan variasi kalimat sederhana dan majemuk dengan tepat dan natural.
Expressing & Defending Opinion (Mengungkapkan dan Mempertahankan Pendapat)Tidak mampu mengungkapkan pendapat tentang nilai moral; diam atau hanya menjawab ya/tidak.Mampu mengungkapkan pendapat sederhana tentang nilai moral tetapi tanpa alasan pendukung; belum mampu mempertahankan pendapat saat ditanya.Mampu mengungkapkan pendapat tentang nilai moral dengan satu alasan pendukung; mampu mempertahankan pendapat dengan penjelasan sederhana saat ditanya.Mampu mengungkapkan pendapat yang jelas tentang nilai moral dengan alasan dan contoh dari cerita; mampu mempertahankan pendapat secara meyakinkan dan menanggapi pendapat berbeda dengan sopan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua kelompok mendapat kesempatan yang cukup untuk presentasi dan berdiskusi dalam waktu yang tersedia?
  • Apakah sentence starters dan scaffolding yang diberikan efektif membantu murid mengungkapkan pendapat dalam Bahasa Inggris?
  • Apakah ada murid yang belum berpartisipasi aktif dalam diskusi? Strategi apa yang bisa saya gunakan untuk melibatkan mereka di pertemuan berikutnya?
  • Apakah rubrik penilaian yang digunakan sudah mencerminkan tujuan pembelajaran dengan tepat?

Refleksi Murid:

  • What did I do well during the presentation today?
  • What was difficult for me: speaking in front of the class or giving my opinion in the discussion?
  • What is one thing I want to improve for my next English presentation?
  • What kindness value from today's stories do I want to practice in my daily life?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa English for Nusantara Kelas VIII, Chapter 2: Kindness Begins with Me (Section 7 - Your Turn: Perform Your Storytelling)
  2. Buku Panduan Guru English for Nusantara Kelas VIII, Chapter 2 (Section 7 - Enrichment: Act it Out)
  3. Script cerita imajinatif yang telah ditulis murid pada pertemuan sebelumnya (Section 6)
  4. Checklist persiapan presentasi dari Buku Siswa
  5. Kartu bantuan (cue cards) berisi sentence starters untuk diskusi: 'I think...', 'In my opinion...', 'I agree/disagree because...'
  6. Graphic organizer sederhana untuk mencatat karakter, tindakan kebaikan, dan nilai moral
  7. Rubrik penilaian presentasi dan diskusi (dicetak untuk self-assessment murid)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.