Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Menceritakan Kembali Folk Story 'The Ugly Duckling' (Retelling a Story)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 8 dengan topik "Menceritakan Kembali Folk Story 'The Ugly Duckling' (Retelling a Story)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Menceritakan Kembali Folk Story 'The Ugly Duckling' (Retelling a Story)

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menceritakan Kembali Folk Story 'The Ugly Duckling' (Retelling a Story)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenceritakan Kembali Folk Story 'The Ugly Duckling' (Retelling a Story)
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali cerita imajinatif 'The Ugly Duckling' secara lisan menggunakan past tense, time connectives, dan kosakata sifat/perilaku tokoh dalam kalimat sederhana dan majemuk.
  2. Murid dapat mengidentifikasi nilai moral kebaikan (moral value of kindness) dari cerita 'The Ugly Duckling' dan mengungkapkannya secara lisan dengan kalimat sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Have you ever felt different from others? How did it make you feel, and how did people around you treat you?
  2. What do you think the Ugly Duckling felt when his brothers and sisters said 'Go away!'? Why do you think kindness is important in that situation?
  3. If you were Mother Duck, what would you say to comfort the Ugly Duckling? How would you say it in English?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kabar murid dalam bahasa Inggris: 'Good morning, everyone! How are you feeling today?'
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta murid menjawab secara lisan dua pertanyaan singkat — 'Can you name three characters from The Ugly Duckling?' dan 'What happened at the end of the story?' — untuk mengukur kesiapan belajar murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: 'Today, we are going to retell The Ugly Duckling story using past tense and time connectives, and we will also talk about its moral value of kindness.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan kedua secara lisan, memberi waktu 2 menit bagi murid untuk berbagi jawaban singkat dengan teman sebangku (think-pair-share), lalu meminta 2–3 murid berbagi ke kelas.
  • Guru menayangkan gambar/ilustrasi adegan kunci dari cerita 'The Ugly Duckling' (misalnya adegan di kolam dan adegan Mother Duck menghibur) sebagai pengingat visual alur cerita.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memutar Audio 2.3 (rekaman readers' theatre The Ugly Duckling Part 2) sambil menampilkan script di layar. Murid menyimak dan mengikuti teks secara diam. (Berkesadaran: murid fokus pada alur cerita dan penggunaan bahasa secara sadar.)
  • Setelah audio selesai, guru memimpin diskusi singkat dengan pertanyaan pemahaman: 'What did the Ugly Duckling do first? Then what happened? How did the story end?' Murid menjawab secara lisan, guru mencatat key events di papan tulis menggunakan time connectives: First, Then, After that, Finally.
  • Guru menjelaskan secara eksplisit fungsi time connectives (First, Then, After that, Finally, In the end) dan penggunaan Simple Past Tense dalam retelling. Murid mengidentifikasi minimal 3 contoh kalimat past tense dari script yang sudah ditampilkan. (Berkesadaran: murid mengonstruksi pemahaman tata bahasa secara aktif dari teks nyata.)
  • Guru memandu murid menyusun story map sederhana di buku catatan: kolom Characters, Setting, Problem, Events (urut), Solution, Moral Value. Murid mengisi bersama dipandu guru selama 5 menit.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok 5 orang. Setiap kelompok mendapat satu salinan script readers' theatre The Ugly Duckling (Narrator 1, Narrator 2, Mother Duck, The Ugly Duckling, Yellow Duckling). Murid memilih peran masing-masing. (Menggembirakan: murid aktif berperan sebagai tokoh cerita.)
  • Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berlatih membaca script sesuai peran, memperhatikan intonasi, ekspresi, dan penggunaan past tense. Guru berkeliling memberikan umpan balik langsung (assessment for learning).
  • Setelah latihan, guru meminta setiap kelompok melakukan retelling storytelling performance di depan kelas atau antar kelompok secara bergiliran. Murid boleh memegang script sebagai pegangan, namun didorong untuk sesekali melepas teks dan bercerita dengan kata-kata sendiri. (Bermakna: murid merasakan langsung bagaimana menyampaikan cerita kepada audiens nyata.)
  • Setelah setiap kelompok tampil, 1–2 murid dari kelompok penonton memberikan umpan balik singkat: 'I like how they said... ' atau 'They used the time connective... very well.' Guru memfasilitasi umpan balik yang positif dan konstruktif. (Menggembirakan: suasana apresiasi antar teman.)
  • Guru memandu diskusi singkat (5 menit): 'What is the moral value of this story? Can you say it in English in one sentence?' Setiap kelompok diminta merumuskan satu kalimat moral value secara lisan, misalnya: 'We should be kind to people who are different.' (Bermakna: menghubungkan cerita dengan nilai kehidupan nyata.)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menjawab secara lisan atau tertulis (pilihan murid) dua pertanyaan refleksi: (1) 'What did you learn from The Ugly Duckling story about kindness?' dan (2) 'Was there a time when you or someone you know showed kindness to someone who felt different? Tell us briefly.' (Bermakna: mengaitkan nilai moral cerita dengan pengalaman pribadi murid.)
  • Guru meminta 3–4 murid berbagi refleksi mereka secara lisan di depan kelas. Guru merespons dengan apresiasi dan mengaitkan kembali ke nilai keimanan dan ketakwaan: 'Being kind to others is also part of our faith and values as human beings.' (Berkesadaran: murid memaknai cerita pada level nilai dan karakter.)
  • Murid mengisi lembar penilaian diri (self-assessment) singkat dengan 3 pernyataan: (a) 'I can retell The Ugly Duckling using past tense.' (b) 'I used time connectives in my retelling.' (c) 'I can explain the moral value of kindness from the story.' — dengan skala: Belum / Mulai / Sudah Bisa. (Berkesadaran: murid mengelola proses belajarnya sendiri.)

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran: 'So today we retold The Ugly Duckling using past tense and time connectives, and we learned that kindness towards differences is an important value.'
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: meminta 2–3 murid secara acak menceritakan kembali satu adegan dari cerita dalam 3–4 kalimat menggunakan past tense dan minimal satu time connective.
  • Guru memberikan umpan balik akhir secara umum: menyebutkan hal yang sudah bagus dari penampilan kelas dan satu hal yang bisa ditingkatkan.
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi murid: 'You all did a great job today! Remember, just like the Ugly Duckling, we should always be kind to everyone, no matter how different they are.'
  • Guru menutup kelas dengan salam penutup dalam bahasa Inggris: 'See you next time, and keep being kind!'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan story map yang telah diisi sebagian oleh guru sebagai scaffolding saat retelling. Murid yang lebih cepat dapat diberi tantangan tambahan: menceritakan kembali tanpa script dan menambahkan ekspresi emosi tokoh menggunakan adjective phrases.
  • Proses: Murid yang kesulitan diperbolehkan membaca script penuh saat performance. Murid yang sudah percaya diri didorong bercerita dengan kata-kata sendiri (paraphrase), minimal untuk satu adegan. Guru memberikan sentence starters seperti 'First, the Ugly Duckling...' bagi murid yang membutuhkan.
  • Produk: Sebagian besar murid menceritakan kembali melalui readers' theatre. Murid dengan kemampuan lebih tinggi dapat diminta memberikan retelling bebas (free retelling) secara individual dengan menambahkan pendapat pribadi tentang moral value cerita menggunakan kalimat majemuk.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan dua pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Can you name three characters from The Ugly Duckling?' dan 'What happened at the end of the story?' untuk mendiagnosis seberapa jauh murid mengingat alur dan tokoh cerita.
  • Guru mencatat respons murid secara informal untuk menyesuaikan tingkat scaffolding yang diberikan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mengisi story map: apakah murid dapat mengidentifikasi urutan events dengan benar menggunakan time connectives.
  • Monitoring saat latihan readers' theatre: guru memperhatikan ketepatan penggunaan Simple Past Tense dan kelancaran pengucapan, serta memberikan umpan balik langsung kepada kelompok.
  • Peer feedback terstruktur: murid kelompok penonton memberikan satu kalimat apresiasi dan satu saran konstruktif setelah kelompok tampil.

Akhir:

  • Asesmen lisan individual singkat di penutup: murid yang dipilih secara acak menceritakan kembali satu adegan pilihan dari 'The Ugly Duckling' dalam 3–4 kalimat menggunakan past tense dan minimal satu time connective.
  • Guru menilai kemampuan murid mengungkapkan moral value of kindness secara lisan dalam kalimat sederhana (misalnya: 'The story teaches us to be kind to people who are different from us.').
  • Lembar self-assessment murid dikumpulkan sebagai data asesmen diri yang dapat digunakan guru untuk perencanaan tindak lanjut pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi lisan selama diskusi pemahaman story map (guru mencatat partisipasi dan ketepatan jawaban murid).
  • Umpan balik antar teman (peer feedback) setelah setiap kelompok tampil menggunakan kalimat apresiasi sederhana.
  • Penilaian diri (self-assessment) murid pada lembar refleksi dengan 3 indikator kemampuan retelling.

Sumatif:

  • Asesmen lisan akhir: guru meminta 2–3 murid secara acak menceritakan kembali satu adegan cerita dalam 3–4 kalimat menggunakan past tense dan time connectives.
  • Penilaian performance readers' theatre kelompok menggunakan rubrik 4 level pada aspek: penggunaan past tense, time connectives, kosakata sifat/perilaku tokoh, dan penyampaian moral value.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Simple Past TenseMurid tidak menggunakan Simple Past Tense atau sering menggunakan bentuk verb yang salah sehingga makna tidak tersampaikan.Murid menggunakan Simple Past Tense pada beberapa kalimat namun masih banyak kesalahan bentuk verb (misalnya: 'He go to the pond' bukan 'He went to the pond').Murid menggunakan Simple Past Tense dengan cukup konsisten; terdapat satu atau dua kesalahan kecil yang tidak mengganggu pemahaman.Murid menggunakan Simple Past Tense secara konsisten dan tepat dalam seluruh kalimat retelling, baik kalimat sederhana maupun majemuk.
Penggunaan Time ConnectivesMurid tidak menggunakan time connectives atau menggunakannya secara acak sehingga urutan cerita tidak jelas.Murid menggunakan 1 time connective (misalnya hanya 'then') namun urutan cerita masih kurang logis.Murid menggunakan 2–3 time connectives (misalnya: first, then, after that) sehingga urutan cerita cukup jelas.Murid menggunakan 4 atau lebih time connectives (first, then, after that, finally, in the end) secara tepat dan urutan cerita sangat jelas dan runut.
Kosakata Sifat dan Perilaku TokohMurid tidak menggunakan kosakata sifat atau perilaku tokoh sama sekali dalam retelling.Murid menggunakan 1 kosakata sifat atau perilaku tokoh namun kurang tepat konteksnya (misalnya: menyebut tokoh 'sad' tanpa kaitan kejadian).Murid menggunakan 2–3 kosakata sifat atau perilaku tokoh dengan tepat dan relevan dengan kejadian dalam cerita.Murid menggunakan 4 atau lebih kosakata sifat dan perilaku tokoh (misalnya: brave, sad, angry, kind, different) secara tepat dan terintegrasi dalam kalimat retelling.
Penyampaian Moral Value of KindnessMurid tidak dapat menyebutkan moral value dari cerita meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan kata kunci 'kindness' atau 'kind' namun belum mampu merumuskannya dalam kalimat utuh.Murid dapat mengungkapkan moral value dalam satu kalimat sederhana yang kurang lengkap, misalnya: 'We must be kind.'Murid dapat mengungkapkan moral value of kindness dalam kalimat sederhana yang lengkap dan terhubung dengan cerita, misalnya: 'The story teaches us to be kind to people who are different from us because everyone deserves to be treated well.'
Kelancaran dan Kepercayaan Diri BerbicaraMurid tidak mau atau sangat ragu berbicara; retelling tidak tersampaikan.Murid berbicara dengan banyak jeda panjang dan sangat bergantung pada script; ekspresi datar.Murid berbicara dengan beberapa jeda namun retelling cukup tersampaikan; kadang melepas script untuk bercerita.Murid berbicara dengan lancar dan percaya diri; sesekali atau sepenuhnya lepas dari script; intonasi dan ekspresi mendukung penyampaian cerita.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk latihan readers' theatre cukup sehingga semua kelompok dapat tampil?
  • Sejauh mana scaffolding yang diberikan (story map, sentence starters) membantu murid yang kesulitan dalam retelling?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil mendorong murid menghubungkan cerita dengan pengalaman nyata dan nilai moral mereka?
  • Kelompok atau murid mana yang perlu mendapat perhatian lebih pada pertemuan berikutnya terkait penggunaan past tense dan time connectives?

Refleksi Murid:

  • What new words or phrases did you learn today that you can use when telling a story in English?
  • Was it easy or difficult to retell the story using past tense? What made it challenging?
  • What is the moral value of The Ugly Duckling, and have you ever experienced or seen a similar act of kindness in your life?
  • What is one thing you want to improve in your English storytelling next time?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Bab 2, Section 6 dan Section 7)
  2. Buku Guru: English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Panduan Section 6 – Retelling, Bab 2)
  3. Audio 2.3: Rekaman readers' theatre 'The Ugly Duckling' Part 2 (tersedia di buku digital/platform resmi Kemendikbud)
  4. Script readers' theatre 'The Ugly Duckling' (Table 2.1 dari Buku Siswa, dicetak atau ditampilkan di layar)
  5. Ilustrasi/gambar adegan kunci cerita 'The Ugly Duckling' (disiapkan guru sebagai bahan visual di papan tulis atau proyektor)
  6. Lembar story map (Characters, Setting, Problem, Events, Solution, Moral Value) — disiapkan guru sebagai handout
  7. Lembar self-assessment murid (disiapkan guru, berisi 3 indikator retelling dengan skala Belum/Mulai/Sudah Bisa)
  8. Proyektor/layar untuk menampilkan script, gambar, dan catatan time connectives
  9. Papan tulis/whiteboard untuk mencatat key events dan time connectives selama diskusi kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.