MODUL AJAR Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D) Topik: Perasaan dan Perilaku Tokoh dalam Folk Story: Kindness and Happiness INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Perasaan dan Perilaku Tokoh dalam Folk Story: Kindness and Happiness |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat membaca teks lanjutan cerita 'The Ugly Duckling' dan mengidentifikasi informasi tersurat maupun tersirat tentang perasaan, sifat, dan perilaku tokoh yang mencerminkan kindness and happiness.
- Murid dapat menjelaskan perasaan dan perilaku tokoh dalam cerita 'The Ugly Duckling' menggunakan kosakata ekspresi perasaan (pleased, angry, worried, sorry) dalam kalimat sederhana secara lisan.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian merasa sedih atau senang karena perlakuan orang lain? Bagaimana perasaan kalian saat itu?
- Menurutmu, mengapa kebaikan (kindness) bisa membuat seseorang merasa bahagia?
- Apa yang akan terjadi pada si Ugly Duckling di akhir cerita? Apakah dia akan menemukan kebahagiaan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan memimpin doa pembuka.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan gambar ekspresi wajah (happy, sad, angry, worried, scared) dan meminta murid menyebutkan feeling words dalam bahasa Inggris yang sudah mereka ketahui.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membaca lanjutan cerita The Ugly Duckling dan mengidentifikasi perasaan serta perilaku tokoh.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian merasa sedih karena perlakuan orang lain? Apa yang kalian rasakan?' untuk membangun koneksi personal dengan cerita.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan teks lanjutan cerita The Ugly Duckling (Part 3 — pertemuan dengan ayam, anjing, sapi, dan angsa) dari buku siswa halaman 91.
- Murid membaca teks secara individu dalam hati (silent reading) selama 8 menit.
- Guru memandu murid melingkari atau menggarisbawahi kata sifat yang menunjukkan perasaan tokoh (sad, scared, heartbroken, tired, nervous, happy, pleased) dengan pena warna merah.
- Guru menuliskan daftar feeling words yang ditemukan di papan tulis dan membahas makna masing-masing kata bersama murid.
- Guru mengajukan pertanyaan panduan untuk menggali informasi tersirat: 'Why did the Ugly Duckling feel heartbroken when the dog turned away?' dan 'What does the word politely tell us about the Ugly Duckling's character?'
- Murid menjawab 5 pertanyaan pemahaman tertulis tentang informasi tersurat dan tersirat dari teks (worksheet atau buku catatan).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid dalam kelompok berpasangan (pair work).
- Setiap pasangan mendiskusikan perasaan dan perilaku tokoh pada setiap bagian cerita menggunakan sentence frame: 'In this part, the Ugly Duckling felt ___ because ___.' dan 'The character showed kindness/unkindness when ___.'.
- Setiap pasangan bergiliran mempresentasikan hasil diskusi secara lisan di depan pasangan lain (small group sharing) menggunakan kosakata ekspresi perasaan: pleased, angry, worried, sorry, scared, heartbroken, happy.
- Guru berkeliling memberikan umpan balik korektif terhadap penggunaan kosakata dan struktur kalimat sederhana murid.
- Murid mengaitkan perilaku tokoh dengan nilai kindness dan happiness: 'Which characters showed kindness? How did kindness lead to happiness in the story?'
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu refleksi kelas dengan pertanyaan: 'What have you learned about feelings and kindness from this story?'
- Murid menuliskan 2-3 kalimat refleksi di buku catatan: satu kalimat tentang perasaan tokoh yang paling berkesan dan satu kalimat tentang bagaimana kindness bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Beberapa murid (2-3 orang) berbagi refleksi mereka secara lisan.
- Guru memberikan umpan balik positif dan menghubungkan refleksi murid dengan nilai-nilai kehidupan nyata.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: daftar feeling words yang dipelajari dan pesan moral tentang kindness dari cerita The Ugly Duckling.
- Guru melaksanakan asesmen akhir singkat: murid menjawab 3 pertanyaan lisan tentang perasaan dan perilaku tokoh.
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya.
- Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat teks dengan anotasi kosakata (word box) dan terjemahan kata-kata sulit. Murid yang sudah mahir mendapat teks tanpa bantuan anotasi dan pertanyaan inferensial tambahan.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dengan bimbingan langsung guru saat pair work dan boleh menggunakan campuran Bahasa Indonesia-Inggris. Murid yang sudah mahir diminta menjelaskan sepenuhnya dalam Bahasa Inggris dan menambahkan alasan (reasoning) pada jawaban mereka.
- Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menyebutkan perasaan tokoh dalam frasa sederhana. Murid yang sudah mahir menjelaskan perasaan dan perilaku tokoh dalam kalimat lengkap disertai bukti dari teks (evidence-based response).
ASESMENAwal:- Guru menampilkan gambar ekspresi wajah dan meminta murid menyebutkan feeling words yang sudah diketahui dalam Bahasa Inggris.
- Guru bertanya: 'What do you remember about the Ugly Duckling story from last meeting?' untuk mengecek pemahaman awal cerita.
Proses:- Guru mengamati kemampuan murid mengidentifikasi dan melingkari kata sifat perasaan dalam teks selama kegiatan membaca.
- Guru mencatat penggunaan kosakata target (pleased, angry, worried, sorry, scared, heartbroken, happy) selama pair work discussion.
- Guru memberikan umpan balik korektif langsung saat murid mempresentasikan hasil diskusi secara lisan.
Akhir:- Murid menjawab 3 pertanyaan lisan dari guru tentang perasaan dan perilaku tokoh cerita menggunakan kosakata target dalam kalimat sederhana.
- Murid mengumpulkan hasil jawaban tertulis 5 pertanyaan pemahaman bacaan (informasi tersurat dan tersirat) untuk dinilai guru.
Formatif:- Observasi guru selama kegiatan membaca: apakah murid mampu menemukan dan melingkari feeling words dalam teks.
- Observasi dan catatan anekdotal selama pair work: penggunaan kosakata ekspresi perasaan dan kelancaran berbicara.
- Umpan balik lisan guru terhadap jawaban murid saat diskusi kelas.
Sumatif:- Penilaian lisan di akhir pembelajaran: murid menjawab 3 pertanyaan tentang perasaan dan perilaku tokoh menggunakan kosakata target.
- Penilaian tertulis: jawaban 5 pertanyaan pemahaman bacaan tentang informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi informasi tersurat dan tersirat tentang perasaan dan perilaku tokoh (TP 8.2.3.1) | Murid belum mampu menemukan informasi tentang perasaan tokoh dalam teks meskipun dengan bantuan guru. | Murid mampu menemukan 1-2 informasi tersurat tentang perasaan tokoh dengan bantuan guru, tetapi belum mampu mengidentifikasi informasi tersirat. | Murid mampu menemukan sebagian besar informasi tersurat tentang perasaan dan perilaku tokoh secara mandiri dan mulai mengidentifikasi informasi tersirat dengan sedikit bantuan. | Murid mampu menemukan seluruh informasi tersurat dan tersirat tentang perasaan, sifat, dan perilaku tokoh secara mandiri dan menjelaskan bukti dari teks. | | Menjelaskan perasaan dan perilaku tokoh secara lisan menggunakan kosakata ekspresi perasaan (TP 8.2.3.2) | Murid belum mampu menyebutkan perasaan tokoh secara lisan meskipun dengan bantuan guru dan sentence frame. | Murid mampu menyebutkan 1-2 perasaan tokoh secara lisan menggunakan sentence frame dengan bantuan guru, tetapi penggunaan kosakata masih terbatas. | Murid mampu menjelaskan perasaan dan perilaku tokoh secara lisan menggunakan 3-4 kosakata target dalam kalimat sederhana dengan sedikit bantuan. | Murid mampu menjelaskan perasaan dan perilaku tokoh secara lisan menggunakan beragam kosakata target dalam kalimat sederhana yang runtut dan memberikan alasan berdasarkan cerita tanpa bantuan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid berhasil menemukan dan memahami feeling words dalam teks cerita?
- Apakah pair work berjalan efektif dan semua murid mendapat kesempatan berbicara menggunakan kosakata target?
- Apakah diferensiasi yang diberikan cukup membantu murid yang membutuhkan dukungan lebih?
- Langkah mana yang perlu diperbaiki agar murid lebih aktif menggunakan Bahasa Inggris secara lisan?
Refleksi Murid:- Kata-kata perasaan (feeling words) apa saja yang baru saya pelajari hari ini?
- Bagian mana dari cerita The Ugly Duckling yang membuat saya paling tersentuh dan mengapa?
- Apa yang masih sulit bagi saya saat menjelaskan perasaan tokoh dalam Bahasa Inggris?
- Bagaimana saya bisa menunjukkan kindness kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII, Bab 2 'Kindness Begins with Me', halaman 85-91.
- Buku Guru: English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII, Bab 2, panduan Section 2 dan Section 5.
- Gambar ekspresi wajah (flashcards) untuk asesmen awal dan pengenalan feeling words.
- Papan tulis dan spidol warna untuk mencatat daftar kosakata perasaan.
- Worksheet pertanyaan pemahaman bacaan (disiapkan guru).
- Sentence frame cards: 'The Ugly Duckling felt ___ because ___.' dan 'The character showed kindness when ___.'.
|