Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Mengenal Folk Story: Kindness Towards Differences (The Ugly Duckling – Orientasi Cerita)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 8 dengan topik "Mengenal Folk Story: Kindness Towards Differences (The Ugly Duckling – Orientasi Cerita)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8: Mengenal Folk Story: Kindness Towards Differences (The Ugly Duckling – Orientasi Cerita)

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Mengenal Folk Story: Kindness Towards Differences (The Ugly Duckling – Orientasi Cerita)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMengenal Folk Story: Kindness Towards Differences (The Ugly Duckling – Orientasi Cerita)
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi judul, tokoh, dan latar cerita rakyat imajinatif 'The Ugly Duckling' dari teks lisan yang didengar dengan menjawab pertanyaan sederhana secara lisan.
  2. Murid dapat menghubungkan nilai kebaikan (kindness towards differences) dengan peristiwa awal cerita 'The Ugly Duckling' menggunakan kalimat sederhana secara lisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Have you ever felt different from the people around you? How did that make you feel?
  2. If you saw someone being left out or treated unkindly because they looked different, what would you do?
  3. What do you think the story 'The Ugly Duckling' is about just from its title?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kabar murid dalam Bahasa Inggris: 'Good morning, everyone! How are you feeling today?'
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan 3–4 gambar cerita rakyat terkenal (Cinderella, Pinocchio, The Ugly Duckling, dll.) dan bertanya kepada murid: 'Do you know any of these stories? Which one do you like? Have you heard of The Ugly Duckling before?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi ruang murid menjawab dengan bebas: 'Have you ever felt different from your friends? What happened?' Guru mendengarkan respons dengan terbuka tanpa menghakimi.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dalam Bahasa Indonesia: 'Hari ini kita akan mendengarkan cerita The Ugly Duckling. Kalian akan berlatih mengenali tokoh, latar, dan judul cerita, serta menghubungkan cerita ini dengan nilai kebaikan terhadap perbedaan.'
  • Guru memotivasi murid dengan menyampaikan bahwa cerita rakyat menyimpan pelajaran hidup yang bisa kita gunakan sampai hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • BERKESADARAN — Guru menampilkan gambar-gambar yang menggambarkan aktivitas/adegan dari berbagai cerita (sesuai Section 2 Buku Siswa, Picture 2.1). Guru meminta murid mengamati gambar dengan tenang selama 1 menit dan menuliskan satu kata atau frasa tentang apa yang mereka lihat di buku catatan masing-masing.
  • Guru menjelaskan bahwa beberapa gambar mewakili adegan dari The Ugly Duckling. Murid diminta berpasangan dan berdiskusi: 'Which pictures do you think belong to The Ugly Duckling? Give a number based on your predicted sequence.' (Prediction activity, sesuai Section 2b Buku Siswa).
  • Guru memperdengarkan Audio 2.1 (percakapan Monita dan Galang). Murid menyimak dan mengisi judul cerita yang didengar oleh Galang dan Monita pada lembar kerja. Guru memandu: 'Listen carefully to the conversation. What is the title of the story they are talking about?'
  • BERMAKNA — Guru memperdengarkan Audio 2.2 (The Ugly Duckling Part 1). Murid menyimak dan memeriksa kembali prediksi urutan gambar mereka. Guru mengingatkan: 'Now listen and check — were your predictions correct?'
  • Setelah audio selesai, guru mengajukan pertanyaan lisan secara klasikal untuk mengecek pemahaman dasar: 'What is the title of the story? Who are the characters? Where does the story take place?' Murid menjawab secara bergantian dengan kalimat sederhana.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • MENGGEMBIRAKAN — Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok mendapatkan kartu bergambar (picture cards) adegan The Ugly Duckling Part 1. Murid menyusun kartu sesuai urutan cerita yang baru mereka dengar.
  • BERMAKNA — Setelah menyusun kartu, tiap kelompok berdiskusi menjawab pertanyaan panduan yang diberikan guru di lembar kerja: (1) 'Who are the characters in the story?' (2) 'Where does the story happen?' (3) 'What happened to The Ugly Duckling at the beginning of the story?'
  • Setiap kelompok menunjuk satu juru bicara untuk menyampaikan jawaban mereka secara lisan di depan kelas menggunakan kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris, misalnya: 'The characters are the Ugly Duckling, Mother Duck, and the yellow ducklings. The story happens near a pond.'
  • BERMAKNA — Guru memandu murid menghubungkan peristiwa awal cerita dengan nilai kindness towards differences. Guru bertanya: 'In the beginning of the story, how were the yellow ducklings treating the Ugly Duckling? Was that kind or unkind? What should they have done instead?' Murid merespons secara lisan dengan kalimat sederhana.
  • Murid secara berpasangan berbagi satu kalimat yang menghubungkan nilai kebaikan dengan cerita, contoh: 'The yellow ducklings were unkind to the Ugly Duckling because he looked different. Kindness means we should be nice to everyone, even if they are different.' Guru berkeliling memberi umpan balik langsung.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • BERKESADARAN — Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan duduk tenang sejenak (1 menit). Guru memandu refleksi diri dengan pertanyaan lisan: 'Think quietly: have you ever been in a situation like the Ugly Duckling — feeling different or left out? Or have you ever seen someone else in that situation?'
  • BERMAKNA — Murid menuliskan jawaban refleksi singkat di buku catatan (3–5 kalimat dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris sesuai kemampuan): 'Cerita ini mengingatkanku bahwa...' atau 'The Ugly Duckling teaches me that...'
  • Guru mengajak 2–3 murid sukarela berbagi refleksi mereka secara lisan kepada kelas. Guru merespons dengan afirmatif dan menghargai setiap jawaban.
  • Guru memberi penguatan nilai: 'Being kind to people who are different from us is one of the most important things we can do. The Ugly Duckling shows us that everyone has value, no matter how they look.' Guru menghubungkan nilai ini dengan kehidupan nyata murid di sekolah dan lingkungan sekitar.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama: 'So, what did we learn today? What is the title? Who are the characters? What is the setting? What value did we find in the story?'
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: meminta 3–4 murid menjawab satu pertanyaan penutup secara spontan — 'Can you name one character and tell me one thing that happened in the story?'
  • Guru meminta murid mengisi kartu refleksi singkat (sticky note atau lembar kecil) dengan menjawab: (1) Satu hal yang aku pelajari hari ini: ... (2) Satu pertanyaan yang masih aku miliki: ...
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelas atas partisipasi aktif mereka.
  • Guru menyampaikan gambaran singkat pertemuan berikutnya: 'Next time, we will continue listening to more parts of The Ugly Duckling and explore what happens next.'
  • Guru menutup kelas dengan salam: 'Thank you for your great effort today. See you next time!'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan cerita rakyat dalam Bahasa Inggris dapat diberikan teks tertulis singkat (2–3 kalimat) sebagai pendamping saat audio diputar. Murid yang sudah mengenal cerita dapat diminta membaca versi lebih panjang atau versi berbeda dari The Ugly Duckling sebagai pengayaan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menjawab pertanyaan identifikasi tokoh dan latar dengan bantuan daftar pilihan kata (word bank) yang disediakan guru. Murid yang lebih cepat dapat diminta membuat kalimat yang lebih kompleks untuk menghubungkan nilai kebaikan dengan cerita, tanpa bantuan word bank.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menjawab pertanyaan identifikasi secara lisan dengan kalimat satu-dua kata atau frasa pendek. Murid yang lebih mahir dapat menyampaikan 2–3 kalimat utuh yang menghubungkan peristiwa cerita dengan nilai kindness towards differences.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar cerita rakyat dan bertanya: 'Do you know any of these stories? Have you heard of The Ugly Duckling?' — untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang folk story dan konteks cerita.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Have you ever felt different from the people around you?' — untuk mengaktifkan pengalaman pribadi murid dan kesiapan belajar secara afektif.

Proses:

  • Observasi checklist partisipasi lisan selama kegiatan tanya jawab klasikal (apakah murid dapat menyebutkan judul, tokoh, dan latar setelah mendengarkan audio).
  • Pemantauan diskusi kelompok saat menyusun picture cards — guru berkeliling mengamati dan mencatat murid yang kesulitan atau sangat lancar.
  • Umpan balik langsung saat murid berpasangan menyampaikan kalimat tentang nilai kindness — guru mengoreksi atau mengapresiasi secara spesifik dan segera.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan penutup kepada 3–4 murid: 'Name one character and tell me one event from the beginning of the story.' — dinilai menggunakan rubrik lisan 4 level.
  • Kartu refleksi tertulis murid dikumpulkan sebagai bukti asesmen akhir pertemuan: guru membaca dan memberi tanda/catatan singkat sebelum pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid selama diskusi kelompok dan tanya jawab lisan (menggunakan checklist keaktifan)
  • Penilaian lisan spontan saat murid menjawab pertanyaan identifikasi tokoh, judul, dan latar cerita secara klasikal
  • Pemantauan hasil susunan picture cards oleh kelompok untuk mengecek pemahaman urutan cerita
  • Umpan balik langsung guru saat murid berpasangan menyampaikan kalimat yang menghubungkan nilai kindness dengan cerita

Sumatif:

  • Penilaian lisan penutup: murid menjawab 1 pertanyaan identifikasi (tokoh/latar/judul) dan 1 pertanyaan nilai (hubungan kindness dengan cerita) secara spontan
  • Kartu refleksi tertulis murid (satu hal yang dipelajari dan satu pertanyaan yang masih dimiliki) sebagai bukti pemahaman akhir pertemuan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi judul, tokoh, dan latar cerita (TP 8.2.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan judul, tokoh, atau latar cerita meskipun sudah diberi petunjuk.Murid dapat menyebutkan satu dari tiga elemen (judul ATAU tokoh ATAU latar) dengan bantuan guru atau word bank.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih elemen (judul, tokoh, latar) secara lisan dengan kalimat sederhana, meskipun ada beberapa kesalahan ejaan/pelafalan.Murid dapat mengidentifikasi judul, tokoh utama, dan latar cerita secara lengkap dan jelas dalam kalimat sederhana yang lancar tanpa bantuan.
Menghubungkan nilai kindness towards differences dengan peristiwa awal cerita (TP 8.2.1.2)Murid tidak dapat menghubungkan nilai kebaikan dengan peristiwa cerita meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan bahwa ada nilai kebaikan dalam cerita, tetapi belum dapat menjelaskan hubungannya dengan peristiwa spesifik, hanya menjawab ya/tidak.Murid dapat menyampaikan hubungan antara nilai kindness dan peristiwa awal cerita menggunakan 1–2 kalimat sederhana, meskipun penjelasannya masih umum.Murid dapat menjelaskan secara spesifik bagaimana peristiwa awal cerita (misalnya, yellow ducklings menolak the Ugly Duckling) berkaitan dengan nilai kindness towards differences menggunakan kalimat sederhana yang runtut dan jelas.
Partisipasi dan komunikasi lisanMurid tidak berpartisipasi secara lisan dalam diskusi dan tanya jawab meskipun sudah dimotivasi.Murid berpartisipasi dengan menjawab hanya jika ditunjuk langsung, dengan respons sangat singkat (satu kata).Murid berpartisipasi aktif dalam beberapa momen kegiatan, menjawab dengan frasa atau kalimat pendek, dan mendengarkan teman dengan cukup baik.Murid berpartisipasi aktif secara konsisten, menyampaikan gagasan dalam kalimat sederhana yang dipahami dengan jelas, dan merespons pendapat teman dengan sopan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi menyimak audio sudah cukup jelas sehingga murid dapat mengidentifikasi tokoh, judul, dan latar tanpa kebingungan?
  • Murid mana yang tampak kesulitan menghubungkan nilai kindness dengan peristiwa cerita? Dukungan apa yang perlu disiapkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan diskusi berpasangan dan kelompok berjalan efektif? Adakah dinamika kelompok yang perlu diperbaiki?
  • Apakah alokasi waktu 2x40 menit cukup untuk semua tahapan? Bagian mana yang perlu diperpendek atau diperpanjang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu ketahui hari ini tentang cerita 'The Ugly Duckling' yang sebelumnya tidak kamu tahu?
  • Menurutmu, apa yang bisa kita pelajari dari perlakuan bebek-bebek kuning kepada The Ugly Duckling?
  • Adakah momen dalam hidupmu atau lingkunganmu yang mirip dengan apa yang dialami The Ugly Duckling? Apa yang kamu rasakan atau lakukan saat itu?
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling mudah dan paling sulit bagimu? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII — Chapter 2 'Kindness Begins with Me', Section 1 & Section 2 (halaman 70–73)
  2. Buku Guru: English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII — Panduan Chapter 2, instruksi Audio 2.1 dan Audio 2.2 (halaman 113–115)
  3. Audio 2.1: Percakapan Monita dan Galang tentang penugasan mendengarkan cerita
  4. Audio 2.2: The Ugly Duckling Story Part 1
  5. Picture cards adegan The Ugly Duckling (disiapkan guru — dapat dicetak dari ilustrasi buku siswa atau sumber gambar bebas hak cipta)
  6. Lembar kerja murid: prediction activity, pertanyaan identifikasi tokoh/latar, dan panduan kalimat nilai kindness
  7. Kartu refleksi (sticky note atau kertas kecil) untuk asesmen akhir
  8. Perangkat audio (speaker/laptop/LCD proyektor) untuk memutar audio cerita
  9. Word bank (opsional, untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih): daftar nama tokoh, kata sifat, dan kosakata latar cerita

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.