Modul AjarBab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8 Bab 2: Kindness Begins with Me

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Inggris kelas 8 untuk Bab 2 "Kindness Begins with Me", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 8 Bab 2: Kindness Begins with Me

Bahasa Inggris - Kelas 8

Bab 2

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 2 — Kindness Begins with Me

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 2 — Kindness Begins with Me
Alokasi Waktu18 JP (18 x 40 menit = 720 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.2.1 Mengidentifikasi gagasan utama dan informasi rinci dari teks lisan berupa cerita imajinatif tentang kebaikan
  2. TP 8.2.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan alur cerita imajinatif secara lisan dengan kalimat sederhana dan majemuk
  3. TP 8.2.3 Menganalisis alur informasi serta informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita imajinatif tertulis
  4. TP 8.2.4 Mengomunikasikan gagasan melalui teks cerita imajinatif tertulis menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks yang tepat
  5. TP 8.2.5 Mengemukakan pendapat tertulis mengenai tindakan dan perilaku tokoh dalam teks cerita imajinatif terkait nilai kebaikan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. What comes to your mind when you hear the story title 'The Ugly Duckling'?
  2. How do we know the main idea and specific details when listening to an English story?
  3. How can we connect two simple events in a story using conjunctions like 'and', 'but', or 'so'?
  4. When retelling a story aloud, how do simple and compound sentences make the plot clearer to listen to?
  5. How can we identify the sequence of events (beginning, middle, ending) in a written story?
  6. What is the difference between facts directly stated in the story and clues that we have to conclude ourselves?
  7. How can we turn our ideas about helping others into an imaginative written story?
  8. How do conjunctions like 'and', 'but', and 'so' help connect events in our story?
  9. What do you think about the yellow ducklings' behavior towards the Ugly Duckling?
  10. Why is it important to share our thoughts in writing about characters' good or bad actions in a story?
  11. How do the kind actions of characters in a story lead to a happy ending?
  12. How can you retell and write an imaginative story using simple and compound sentences clearly?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Gagasan Utama dan Informasi Rinci dari Teks Lisan Cerita Imajinatif 'The Ugly Duckling' — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Mengidentifikasi gagasan utama dan informasi rinci dari teks lisan berupa cerita imajinatif tentang kebaikan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyimak rekaman cerita imajinatif 'The Ugly Duckling Part 1' untuk mengidentifikasi gagasan utama dan informasi rincinya (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan memperdengarkan rekaman pendek monolog (Audio 2.1 percakapan Galang dan Monita) lalu menanyakan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'What are Galang and Monita talking about?' (acuan jawaban: listening to a story assignment entitled 'The Ugly Duckling') dan (2) 'Who gave them the assignment?' (acuan jawaban: Ibu Ida) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati 4 gambar aktivitas tokoh pada layar/papan tulis: (1) Mother Duck sitting on eggs, (2) Eggs cracking, (3) One big gray egg left, (4) Yellow ducklings swimming; guru memandu permainan tebak gerak (mime the action) untuk kosakata kunci 'sat', 'crack', 'swim' guna membangun kosakata sebelum menyimak (10 menit).
  • Guru memperdengarkan rekaman teks lisan cerita imajinatif 'The Ugly Duckling Part 1' (Audio 2.2) secara utuh pemutaran pertama (teks menceritakan Mother duck yang mengerami telur-telurnya di sarang hingga menetas menjadi anak bebek kuning lucu, namun tersisa satu telur abu-abu besar yang belum menetas) (10 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru mengidentifikasi gagasan utama dari teks lisan tersebut dengan memilih opsi yang tepat: 'What is the audio mainly about?' [A. Mother Duck waiting for her eggs to hatch; B. The ducklings flying away] (acuan: A. Mother Duck waiting for her eggs to hatch) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Menyimak (Listening Worksheet) berisi 5 butir informasi rinci dan memperdengarkan rekaman Audio 2.2 pemutaran kedua dan ketiga (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid menyimak dan mengidentifikasi informasi rinci teks lisan dengan melengkapi 5 butir pernyataan pada lembar kerja: (1) Where did Mother Duck sit? (acuan: in her nest/by the pond), (2) How was the weather when she sat on her eggs? (acuan: warm/sunny), (3) How many small eggs cracked first? (acuan: five/the yellow ducklings' eggs), (4) What sound did the newly hatched ducklings make? (acuan: 'peep peep' / 'quack'), (5) What was different about the last unhatched egg? (acuan: it was bigger/gray) (20 menit).
  • Setiap pasangan saling memverifikasi hasil identifikasi informasi rinci mereka dan mencocokkan bukti kata kunci yang mereka tangkap dari rekaman lisan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan strategi menyimak yang efektif untuk menemukan gagasan utama (menangkap topik umum yang berulang) dan informasi rinci (mencatat kata tanya seperti where, how, what) (10 menit).
  • Murid menuliskan satu hal yang sudah mereka kuasai dengan baik dan satu tantangan yang dirasakan saat mendengarkan cerita berbahasa Inggris pada sticky note refleksi (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil lembar kerja identifikasi informasi rinci murid serta menegaskan kembali kata kunci cerita 'The Ugly Duckling Part 1' (5 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya cerita akan berlanjut ke Part 2 untuk mengungkapkan alur cerita secara lisan, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks lisan dengan tempo jeda antar-kalimat yang lebih lambat dan lembar kerja berformat pilihan ganda, sedangkan murid mahir menyimak teks audio berkecepatan normal dengan lembar isian singkat mandiri.
  • Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid berkesiapan awal rendah mendapat panduan kata kunci pemandu (guiding keywords: 'eggs', 'nest', 'crack') saat menyimak, sementara murid berkesiapan tinggi mendengarkan audio secara mandiri tanpa kartu bantuan.
  • Produk: Seluruh murid mengidentifikasi gagasan utama dan 5 butir informasi rinci teks lisan 'The Ugly Duckling Part 1' pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru memperdengarkan audio dialog pendek (Audio 2.1) dan mengajukan 2 pertanyaan lisan: (1) 'What are Galang and Monita talking about?' (acuan: listening to a story assignment entitled 'The Ugly Duckling'); (2) 'Who gave them the assignment?' (acuan: Ibu Ida). Murid yang menjawab 2 benar berada pada kesiapan siap; 0-1 benar memerlukan scaffolding kosakata pada tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi keterlibatan menyimak dan pemeriksaan lembar kerja identifikasi lisan Audio 2.2: (1) Gagasan utama teks lisan (acuan: Mother Duck waiting for her eggs to hatch); (2) 5 butir rincian: Butir 1 lokasi Mother Duck (acuan: in her nest/by the pond), Butir 2 kondisi cuaca (acuan: warm/sunny), Butir 3 telur yang menetas lebih dulu (acuan: five/yellow ducklings' eggs), Butir 4 suara anak bebek (acuan: 'peep peep' / 'quack'), Butir 5 ciri telur terakhir (acuan: bigger/gray).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup berupa pertanyaan cepat: 'From what you heard today, why was Mother Duck surprised at the end of Part 1?' (acuan jawaban: because one egg was big, gray, and had not hatched yet).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik lisan respons menyimak percakapan pendek Audio 2.1 Galang dan Monita.
  • Asesmen proses melalui lembar kerja identifikasi gagasan utama (1 butir pilihan acuan) dan 5 butir informasi rinci dari rekaman lisan cerita imajinatif Audio 2.2 'The Ugly Duckling Part 1'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Gagasan Utama Teks LisanBelum mampu menentukan gagasan utama teks lisan 'The Ugly Duckling Part 1' meski telah diperdengarkan rekaman berulang.Mampu menentukan gagasan utama teks lisan 'The Ugly Duckling Part 1' dengan bantuan pengulangan audio dan bimbingan langsung guru.Mampu mengidentifikasi gagasan utama teks lisan 'The Ugly Duckling Part 1' secara tepat sesuai acuan dengan sedikit bimbingan.Mampu mengidentifikasi gagasan utama teks lisan 'The Ugly Duckling Part 1' secara mandiri, tepat sesuai acuan, dan menyebutkan bukti kalimat rekaman yang mendukungnya.
Identifikasi Informasi Rinci Teks LisanHanya mampu mengidentifikasi 0-1 dari 5 butir informasi rinci teks lisan secara tepat sesuai daftar acuan.Mampu mengidentifikasi 2-3 dari 5 butir informasi rinci teks lisan secara tepat sesuai daftar acuan.Mampu mengidentifikasi 4 dari 5 butir informasi rinci teks lisan secara tepat sesuai daftar acuan.Mampu mengidentifikasi seluruh 5 butir informasi rinci teks lisan secara tepat dan lengkap sesuai daftar acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mendengar rekaman audio dengan jelas dan fokus menyimak teks cerita lisan?
  • Apakah aktivitas permainan tebak gerak kosakata kunci membantu murid memahami informasi rinci saat menyimak?

Murid:

  • Bagian mana dari rekaman cerita 'The Ugly Duckling Part 1' yang paling mudah dan paling sulit kamu pahami kata-katanya?
  • Cara apa yang membantumu menangkap informasi rinci (seperti warna telur, tempat, dan suara) saat mendengarkan audio berbahasa Inggris?

Pertemuan 2 — Mengungkapkan Gagasan Alur Cerita Imajinatif secara Lisan dengan Kalimat Sederhana dan Majemuk — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan alur cerita imajinatif secara lisan dengan kalimat sederhana dan majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengungkapkan gagasan alur cerita imajinatif secara lisan menggunakan kalimat sederhana (simple sentence) dan kalimat majemuk (compound sentence) (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menyajikan 2 pasangan klausa alur cerita di papan tulis dan meminta murid menggabungkannya secara lisan menggunakan kata hubung yang tepat (acuan: [1] 'The mother duck sat on her eggs' + 'they hatched' -> 'The mother duck sat on her eggs and they hatched'; [2] 'The ugly duckling was sad' + 'everyone teased him' -> 'The ugly duckling was sad because/for/and everyone teased him' atau 'Everyone teased the ugly duckling, so he was sad') (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan pemodelan guru tentang cara merangkai alur cerita lisan dengan kalimat sederhana (satu klausa independen: Subject + Verb + Object/Adverbial, contoh: 'The ugly duckling walked away alone.') dan kalimat majemuk (dua klausa independen dihubungkan 'and', 'but', 'so', contoh: 'The yellow ducklings laughed at him, but he stayed quiet.') (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati 4 kartu alur cerita The Ugly Duckling di meja masing-masing: Kartu 1: 'Mother duck loved all eggs, but one egg was very big'; Kartu 2: 'The big egg hatched and an ugly duckling came out'; Kartu 3: 'The other animals bullied him, so he left the farm'; Kartu 4: 'He grew into a beautiful swan and everyone was amazed' (acuan alur kronologis: urutan Kartu 1 -> Kartu 2 -> Kartu 3 -> Kartu 4) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam aktivitas tantangan berpasangan 'Story Relay Game' yang menyenangkan, setiap pasangan murid bergantian secara lisan mengungkapkan 4 gagasan alur cerita tersebut secara runtut; pasangan pertama melisankan Kartu 1 dan 2, pasangan kedua menyambung Kartu 3 dan 4 menggunakan kalimat sederhana dan majemuk yang tepat (20 menit).
  • Secara mandiri atau berpasangan bergantian, murid melakukan unjuk kerja lisan menceritakan alur imajinatif The Ugly Duckling secara lisan tanpa membaca teks penuh, menggunakan minimal 2 kalimat sederhana dan 2 kalimat majemuk berkonjungsi 'and'/'but'/'so' di hadapan guru atau teman pasangannya (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling memberikan umpan balik lisan terstruktur kepada pasangannya menggunakan lembar ceklis pengamatan tentang apakah alur cerita tersampaikan secara runtut dan menggunakan gabungan kalimat sederhana serta kalimat majemuk (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengungkapkan gagasan alur cerita secara lisan dengan memadukan kalimat sederhana dan majemuk (8 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi lisan seluruh murid, memberikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai teks tertulis, dan menutup kelas dengan doa (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu alur dengan kata hubung yang dicetak tebal sebagai perancah (scaffolding) bagi murid yang membutuhkan panduan.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bantuan, guru memberikan templat kalimat lisan (sentence starter); bagi murid yang mahir, diberikan tantangan menggunakan variasi kata hubung koordinatif (and, but, so, yet) secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat memilih melisankan alur cerita dengan bantuan kartu alur bergambar atau melisankan alur secara langsung tanpa melihat kartu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan singkat di awal pembelajaran: Murid melisankan penggabungan 2 klausa peristiwa menjadi kalimat majemuk menggunakan kata hubung 'and', 'but', atau 'so' (acuan jawaban benar: [1] 'The mother duck sat on her eggs and they hatched'; [2] 'Everyone teased him, so the ugly duckling was sad').

Proses:

  • Formatif unjuk kerja lisan selama kegiatan Story Relay Game: Guru mengamati kemampuan murid mengungkapkan 4 alur peristiwa secara lisan menggunakan minimal 2 kalimat sederhana dan 2 kalimat majemuk (acuan alur target: [1] penetasan telur besar; [2] ejekan hewan lain; [3] kepergian anak itik dari peternakan; [4] perubahan menjadi angsa cantik).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: Setiap murid melisankan 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk penutup alur cerita (acuan kriteria: kalimat sederhana memuat 1 klausa independen alur cerita seperti 'The swan spread his wings', dan kalimat majemuk memuat 2 klausa independen yang dihubungkan konjungsi setara seperti 'The other swans welcomed him and he felt truly happy').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja lisan mengungkapkan alur cerita imajinatif menggunakan instrumen lembar pengamatan kalimat sederhana dan majemuk.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengungkapan Gagasan Alur Cerita secara LisanMelisankan kurang dari 2 alur peristiwa cerita imajinatif secara tepat.Melisankan 2 alur peristiwa cerita imajinatif secara lisan secara tepat sesuai urutan cerita.Melisankan 3 alur peristiwa cerita imajinatif secara lisan secara tepat dan runtut.Melisankan seluruh 4 alur peristiwa cerita imajinatif (penetasan telur, ejekan teman, kepergian, perubahan menjadi angsa) secara lisan secara tepat dan runtut.
Penggunaan Kalimat Sederhana dan Majemuk secara LisanBelum menggunakan kalimat sederhana maupun majemuk yang tepat saat melisankan alur cerita.Hanya menggunakan kalimat sederhana secara lisan tanpa kalimat majemuk dalam mengungkapkan alur.Menggunakan minimal 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk yang tepat saat mengungkapkan alur cerita secara lisan.Menggunakan minimal 2 kalimat sederhana dan 2 kalimat majemuk dengan kata hubung (and/but/so) secara tepat saat mengungkapkan alur cerita secara lisan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas berpasangan Story Relay Game efektif mendorong murid berani melisankan alur cerita dalam bahasa Inggris?
  • Bagian mana dari pembentukan kalimat majemuk lisan yang masih menjadi kendala bagi sebagian murid?

Murid:

  • Bagian alur mana dari cerita The Ugly Duckling yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu ungkapkan secara lisan?
  • Kata hubung apa yang paling lancar kamu gunakan saat menggabungkan kalimat alur secara lisan?

Pertemuan 3 — Menganalisis Alur Informasi serta Informasi Tersurat dan Tersirat dari Teks Cerita Imajinatif Tertulis — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.3 Menganalisis alur informasi serta informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita imajinatif tertulis

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis alur cerita (tahapan peristiwa awal, tengah, akhir) serta menemukan informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita imajinatif tertulis (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan kutipan: 'The duckling hid behind the bush because the others pecked him.' lalu memberikan 2 pertanyaan: (1) Tersurat: Why did the duckling hide behind the bush? (acuan: because the others pecked him); (2) Tersirat: How did the duckling feel when he hid? (acuan: sad/scared/frightened/unhappy/lonely) untuk memetakan kesiapan murid (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks cerita imajinatif tertulis berjudul 'The Ugly Duckling (Part 2 & 3)' yang memuat alur cerita dan detail peristiwa (12 menit).
  • Guru memandu pembedahan konsep: (a) alur informasi peristiwa naratif (Orientation, Complication, Resolution); (b) informasi tersurat (explicit information: langsung tertulis pada teks); dan (c) informasi tersirat (implicit information: disimpulkan berdasarkan petunjuk kata sifat atau tindakan tokoh) (13 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan mengikuti permainan detektif teks 'Story Detective Challenge': mencocokkan 3 kartu kutipan peristiwa dengan 3 tahapan alur yang tepat secara cepat dan tepat: Kartu A 'Mother Duck sat on her eggs near the river' -> Orientation; Kartu B 'The farm animals laughed at the grey duckling and made him run away' -> Complication; Kartu C 'The duckling saw his reflection and realized he was a beautiful swan' -> Resolution (acuan: A-Orientation, B-Complication, C-Resolution) (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Analisis Teks secara mandiri untuk menganalisis alur informasi dengan menyusun 3 runtutan alur kejadian serta menjawab 4 butir pertanyaan analitis: Butir 1 (Tersurat): 'Where did the ugly duckling spend the cold winter?' (acuan: in an empty barn/near the frozen pond); Butir 2 (Tersurat): 'Who took care of the duckling when he was freezing?' (acuan: a kind farmer); Butir 3 (Tersirat): 'Why didn't the duckling want to look at his reflection in the pond at first?' (acuan: he thought he was still ugly/he lacked confidence/he was afraid of being disappointed); Butir 4 (Tersirat): 'What kind of character trait did the farmer show towards the duckling?' (acuan: kind/compassionate/caring/helpful) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memeriksa hasil analisisnya secara berpasangan menggunakan panduan kunci verifikasi informasi tersurat dan petunjuk teks untuk informasi tersirat yang diberikan guru (15 menit).
  • Guru bersama murid membahas strategi menemukan bukti tekstual tersurat (mencocokkan kata kunci pertanyaan dengan kalimat teks) dan menarik inferensi tersirat (menghubungkan tindakan tokoh dengan emosi/sifat) (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali cara menganalisis alur informasi serta membedakan informasi tersurat dan tersirat dalam teks naratif (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir singkat: menyebutkan 1 ciri informasi tersirat dari teks yang baru dibaca (acuan: jawabannya tidak tertulis langsung tetapi disimpulkan dari petunjuk kalimat/perilaku tokoh) (3 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang mengomunikasikan gagasan cerita tertulis, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan cetak tebal (bold) pada kalimat kunci penanda alur; murid yang lebih mahir membaca teks utuh tanpa penanda visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam mengenali kata kunci petunjuk tersirat; murid yang mahir menganalisis bukti tersirat secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menjawab pertanyaan tersirat dengan memilih 1 dari 2 opsi alasan berbasis teks; murid mahir menuliskan inferensi tersirat beserta nomor baris bukti teksnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik membaca kutipan singkat 'The duckling hid behind the bush because the others pecked him.' dengan 2 butir pertanyaan tertulis: Butir 1 (Tersurat): 'Why did the duckling hide behind the bush?' (acuan: because the others pecked him); Butir 2 (Tersirat): 'How did the duckling feel when he hid?' (acuan: sad/scared/frightened/unhappy/lonely).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri membaca: (1) Ketepatan menganalisis 3 tahapan alur (Orientation, Complication, Resolution); (2) Ketepatan menjawab 2 butir informasi tersurat (Butir 1 acuan: in an empty barn/near the frozen pond; Butir 2 acuan: a kind farmer); (3) Ketepatan menjawab 2 butir informasi tersirat (Butir 3 acuan: he thought he was still ugly/lacked confidence; Butir 4 acuan: kind/compassionate/caring).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan/tulis 1 butir: 'Sebutkan apa perbedaan utama cara menemukan informasi tersurat dan informasi tersirat dalam teks cerita!' (acuan: informasi tersurat ditemukan langsung tertulis pada kalimat teks, sedangkan informasi tersirat memerlukan kesimpulan berdasarkan petunjuk kata/peristiwa dalam teks).

Formatif:

  • Tes tertulis objektif singkat (asesmen awal diagnostik informasi tersurat dan tersirat)
  • Unjuk kerja mandiri lembar analisis alur dan pertanyaan pemahaman bacaan (informasi tersurat dan tersirat)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Alur Informasi Teks CeritaBelum tepat menentukan tahapan alur informasi teks (0-1 tahapan dari Orientation, Complication, Resolution tepat).Menganalisis alur informasi teks secara tepat pada 2 tahapan alur (dari Orientation, Complication, Resolution).Menganalisis alur informasi teks secara tepat pada seluruh 3 tahapan alur (Orientation, Complication, Resolution).Menganalisis alur informasi teks secara mandiri dan tepat pada seluruh 3 tahapan alur serta mampu menunjukkan bukti kalimat pembuka tiap tahapan.
Menganalisis Informasi TersuratBelum tepat menjawab 2 butir pertanyaan informasi tersurat (0 butir tepat sesuai acuan).Menjawab tepat 1 dari 2 butir pertanyaan informasi tersurat sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab tepat seluruh 2 butir pertanyaan informasi tersurat sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab tepat seluruh 2 butir pertanyaan informasi tersurat sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri tanpa bantuan klarifikasi kosakata.
Menganalisis Informasi TersiratBelum mampu menyimpulkan informasi tersirat (0 butir tepat sesuai acuan kriteria penerimaan).Menyimpulkan informasi tersirat secara tepat pada 1 dari 2 butir pertanyaan sesuai acuan kriteria penerimaan.Menyimpulkan informasi tersirat secara tepat pada seluruh 2 butir pertanyaan sesuai acuan kriteria penerimaan.Menyimpulkan informasi tersirat secara tepat pada seluruh 2 butir pertanyaan sesuai acuan kriteria penerimaan serta mampu menyertakan frasa bukti teks pendukungnya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks bacaan yang disajikan memiliki tingkat kesulitan kosakata yang sesuai bagi pemahaman membaca murid kelas 8?
  • Bagian mana dari analisis alur atau inferensi tersirat yang paling banyak memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Langkah apa yang paling membantuku menemukan jawaban yang tidak tertulis langsung (tersirat) di dalam teks?
  • Apakah aku sudah dapat membedakan tahapan alur awal, masalah, dan akhir cerita dengan mudah?

Pertemuan 4 — Mengomunikasikan Gagasan melalui Teks Cerita Imajinatif Tertulis Menggunakan Kalimat Sederhana dan Majemuk — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.4 Mengomunikasikan gagasan melalui teks cerita imajinatif tertulis menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menulis cerita imajinatif bertema kebaikan menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks yang tepat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca 3 kalimat acak di papan tulis lalu mengklasifikasikannya sebagai simple sentence atau compound sentence: (1) 'The little mouse was very kind.' (acuan: simple sentence); (2) 'The lion fell into a trap, but the mouse helped him.' (acuan: compound sentence); (3) 'The elephant smiled, and the rabbit jumped happily.' (acuan: compound sentence) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati teks model cerita imajinatif bertema kebaikan berjudul 'The Helpful Deer' dan mengidentifikasi struktur teks: Orientation (pengenalan tokoh rusa dan latar hutan), Complication (seekor burung kecil sayapnya terluka), dan Resolution (rusa merawat sayap burung hingga sembuh) (15 menit).
  • Murid membedakan kalimat sederhana (simple sentence) dan kalimat majemuk (compound sentence dengan kata hubung 'and', 'but', 'so') di dalam teks model melalui permainan 'Sentence Sorting Relay': murid dalam kelompok 4 orang berlari bergantian menempelkan 4 strip kalimat ke kolom yang tepat di papan: (1) 'The deer walked slowly in the forest.' -> kolom Simple; (2) 'The little bird cried loudly.' -> kolom Simple; (3) 'The deer heard the cry, and he ran quickly.' -> kolom Compound; (4) 'The bird could not fly, so the deer carried it home.' -> kolom Compound (acuan: pasangan klasifikasi di atas) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid merancang kerangka teks cerita imajinatif tertulis bertema kebaikan dengan menentukan gagasan pokok tiap bagian: Orientation (menentukan tokoh fabel dan latar tempat), Complication (menentukan masalah kesulitan/kebutuhan tokoh), dan Resolution (menentukan tindakan kebaikan untuk menyelesaikan masalah) pada lembar perancangan (20 menit).
  • Murid menulis draf lengkap teks cerita imajinatif tertulis (minimal 3 paragraf: Orientation, Complication, Resolution) dengan mengomunikasikan gagasan tindakan kebaikan menggunakan kombinasi minimal 3 kalimat sederhana dan 3 kalimat majemuk (menggunakan 'and', 'but', atau 'so') (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan penyuntingan mandiri terhadap teks cerita imajinatif yang telah ditulis dengan mencentang daftar periksa struktur teks (Orientation, Complication, Resolution) dan menandai garis bawah untuk kalimat sederhana serta tanda kurung untuk kalimat majemuk yang telah digunakan (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara mengomunikasikan gagasan cerita imajinatif melalui struktur Orientation, Complication, Resolution serta penggunaan kalimat sederhana dan majemuk (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil draf tulisan murid, mengingatkan persiapan melanjutkan pembahasan nilai tokoh untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata hubung ('and', 'but', 'so') dan pemantik alur cerita, sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan menggunakan ragam kata hubung majemuk yang lebih bervariasi.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan terfokus pada murid yang kesulitan menggabungkan dua klausa menjadi kalimat majemuk, sementara murid yang telah mandiri langsung menyusun draf cerita secara utuh.
  • Produk: Murid dengan kecepatan belajar tinggi menghasilkan cerita dengan rincian tindakan kebaikan yang lebih elaboratif dan menggunakan lebih dari 4 kalimat majemuk.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi kalimat sederhana dan majemuk dari 3 kalimat tertulis: (1) 'The little mouse was very kind.' (acuan: simple sentence); (2) 'The lion fell into a trap, but the mouse helped him.' (acuan: compound sentence); (3) 'The elephant smiled, and the rabbit jumped happily.' (acuan: compound sentence).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam penyusunan kerangka struktur teks cerita imajinatif (Orientation, Complication, Resolution).
  • Pemeriksaan draf tulisan cerita imajinatif murid dalam mengomunikasikan gagasan kebaikan menggunakan kalimat sederhana dan kalimat majemuk (kriteria: memuat minimal 3 kalimat sederhana dan 3 kalimat majemuk dengan kata hubung 'and', 'but', atau 'so').

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan mandiri hasil draf teks cerita imajinatif tertulis menggunakan daftar periksa mandiri: kriteria keterpenuhan memuat struktur lengkap (Orientation, Complication, Resolution) dan penggunaan kalimat sederhana serta kalimat majemuk (kriteria penerimaan: draf cerita tersusun atas 3 bagian alur dan memuat minimal masing-masing 3 kalimat sederhana dan majemuk yang bermakna padu).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja pengklasifikasian kalimat sederhana dan majemuk
  • Penilaian produk draf tulisan teks cerita imajinatif tertulis menggunakan rubrik analitik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur Teks Cerita ImajinatifTeks tertulis hanya memuat 1 bagian struktur teks (hanya Orientation atau Complication saja).Teks tertulis memuat 2 bagian struktur teks (misalnya Orientation dan Complication tanpa Resolution yang jelas).Teks tertulis memuat struktur teks yang lengkap (Orientation, Complication, dan Resolution) secara tepat.Teks tertulis memuat struktur teks yang lengkap (Orientation, Complication, dan Resolution) secara runtut, utuh, dan gagasan tersampaikan sangat jelas.
Penggunaan Kalimat Sederhana dan MajemukHanya menggunakan kalimat sederhana tanpa penggunaan kalimat majemuk, atau penggunaan kalimat majemuk keliru seluruhnya.Menggunakan kalimat sederhana dan 1-2 kalimat majemuk dengan kata hubung ('and'/'but'/'so') yang tepat dengan bimbingan guru.Menggunakan minimal 3 kalimat sederhana dan 3 kalimat majemuk dengan kata hubung ('and'/'but'/'so') secara tepat dan mandiri.Menggunakan lebih dari 3 kalimat sederhana dan lebih dari 3 kalimat majemuk secara variatif, tepat, padu, dan sepenuhnya mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu menulis teks cerita imajinatif (35 menit) mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian mana dari struktur teks dan pembuatan kalimat majemuk yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Bagian cerita mana (Orientation, Complication, atau Resolution) yang paling mudah dan paling menantang untuk saya tulis?
  • Apakah saya sudah berhasil menghubungkan kalimat menggunakan 'and', 'but', dan 'so' dalam cerita saya?

Pertemuan 5 — Mengemukakan Pendapat Tertulis mengenai Tindakan dan Perilaku Tokoh Cerita Imajinatif Terkait Nilai Kebaikan — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.5 Mengemukakan pendapat tertulis mengenai tindakan dan perilaku tokoh dalam teks cerita imajinatif terkait nilai kebaikan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu mengemukakan pendapat tertulis mengenai tindakan tokoh cerita imajinatif terkait nilai kebaikan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca kutipan tindakan tokoh 'The yellow ducklings said: You are ugly, go away!' lalu menuliskan respons tertulis singkat 1 kalimat apakah tindakan tersebut baik atau buruk menggunakan pemantik 'In my opinion, the yellow ducklings were ... because ...' (acuan penerimaan: murid menuliskan pendapatnya bahwa tindakan tersebut tidak baik/rude/cruel/mean beserta alasan terkait penolakan fisik) (10 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan tujuan pembelajaran dan menyampaikan alur kegiatan menulis pendapat hari ini (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati contoh teks opini tertulis singkat tentang perilaku Elephant dalam cerita 'Elephant and Friends' yang disajikan guru di papan tulis: 'In my opinion, the Elephant is kind and brave because he protected the small animals from the tiger.' (10 menit).
  • Murid membedah formula penulisan kalimat opini terstruktur: [Stating Opinion: In my opinion / I think / I believe] + [Character's Action: the character is kind/cruel because ...] + [Evidence from story: he/she helped/bullied ...] (10 menit).
  • Tantangan Berpasangan Menggembirakan: Secara berpasangan, murid memainkan kartu pemicu 'Opinion Match Challenge' dengan mencocokkan 3 kartu tindakan tokoh cerita dengan 3 kartu alasan nilai kebaikan: (1) 'The mother duck protected the gray duckling' dipasangkan dengan 'This shows loving kindness because she accepts differences'; (2) 'The animals rejected the elephant because of his size' dipasangkan dengan 'This is unkind behavior because they judge by physical appearance'; (3) 'The elephant kicked the tiger away' dipasangkan dengan 'This shows bravery and kindness because he saved his friends' (acuan: pasangan 1-1, 2-2, 3-3) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Kerja Menulis Pendapat yang memuat 2 cuplikan tindakan tokoh dari cerita 'The Ugly Duckling' dan 'Elephant and Friends': Kasus A (Tindakan The Yellow Ducklings yang mengejek The Ugly Duckling) dan Kasus B (Tindakan Elephant yang menolong monyet, kelinci, dan katak dari kejaran harimau) (10 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan paragraf opini tertulis (terdiri dari 3-4 kalimat) mengenai tindakan tokoh pada Kasus A dan Kasus B, memuat pernyataan opini, penilaian tindakan terkait nilai kebaikan (kindness/unkindness), dan alasan berdasarkan peristiwa cerita (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali draf tulisan opininya sendiri secara berkesadaran menggunakan daftar centang mandiri: (1) Apakah saya sudah menuliskan pendapat saya dengan jelas? (2) Apakah saya sudah menyebutkan tindakan tokoh yang dinilai? (3) Apakah saya sudah menyertakan alasan terkait nilai kebaikan? (10 menit).
  • Dua orang sukarelawan murid menempelkan hasil tulisan opininya di dinding kelas, dan guru memberikan konfirmasi serta umpan balik penguatan terhadap ketepatan perumusan pendapat tertulis dan alasan nilai kebaikan yang digunakan (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara mengemukakan pendapat tertulis mengenai tindakan tokoh dan pentingnya meneladani nilai kebaikan dalam kehidupan (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat: murid menuliskan 1 kalimat kesimpulan akhir tentang pelajaran kebaikan yang didapat dari perilaku tokoh cerita imajinatif (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kasus dengan bank kosakata kata sifat nilai kebaikan (kind, helpful, caring, rude, arrogant, supportive) untuk murid yang membutuhkan bantuan; teks kasus murni tanpa bantuan kosakata bagi murid yang sudah siap.
  • Proses: Memberikan panduan kalimat rumpang (sentence starters) seperti 'I think ... acted kindly because ...' bagi murid yang membutuhkan scaffolding dalam menulis opini.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menuliskan 2 kalimat opini terstruktur (1 untuk Kasus A dan 1 untuk Kasus B); murid yang mahir menuliskan 4 kalimat opini lengkap yang menghubungkan kedua kasus dengan nilai kebaikan sehari-hari.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan menulis opini (kegiatan pendahuluan): Murid menuliskan respons singkat 1 kalimat atas kutipan tindakan: 'The yellow ducklings said: You are ugly, go away!' dengan format 'In my opinion, the yellow ducklings were ... because ...' (Kriteria penerimaan operasional: murid mampu menyatakan kata sifat penilaian seperti unkind/bad/rude/cruel dan menuliskan alasan logis bahwa mengejek fisik adalah tindakan tidak baik).

Proses:

  • Penilaian formatif pada tahap Mengaplikasi: Guru memeriksa draf tulisan opini tertulis murid pada Kasus A (The Yellow Ducklings) dan Kasus B (The Elephant) menggunakan rubrik penilaian pendapat tertulis (kriteria penerimaan: paragraf memuat ungkapan opini, identifikasi tindakan tokoh, serta alasan pendukung yang relevan dengan nilai kebaikan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menuliskan 1 kalimat reflektif tertulis mengenai pentingnya nilai kebaikan tokoh, misalnya: 'In my opinion, being kind like the elephant is important because friends always need help.' (Kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat frasa opini pribadi dan alasan nilai kebaikan yang logis).

Formatif:

  • Penilaian kinerja menulis terstruktur: Lembar Kerja menulis pendapat tentang tindakan tokoh cerita imajinatif
  • Observasi diagnostik awal kesiapan menyusun kalimat opini sederhana

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengungkapan Pendapat TertulisBelum mampu menuliskan kalimat pendapat tentang tindakan tokoh, atau pendapat yang ditulis tidak terkait dengan tindakan tokoh dalam cerita.Mampu menuliskan kalimat pendapat tentang tindakan tokoh namun belum menggunakan frasa penanda opini (misal: 'In my opinion/I think') dan belum menyertakan alasan nilai kebaikan.Mampu mengemukakan pendapat tertulis mengenai tindakan tokoh dengan frasa opini yang jelas dan menyertakan alasan terkait nilai kebaikan yang sesuai dengan alur cerita.Mampu mengemukakan pendapat tertulis mengenai tindakan tokoh secara mandiri, dengan frasa opini yang jelas, argumen nilai kebaikan yang mendalam, serta bukti tindakan tokoh yang tepat dari teks.
Keterkaitan Alasan dengan Nilai KebaikanAlasan tertulis tidak logis atau tidak menunjukkan pemahaman terhadap nilai kebaikan (kindness/unkindness).Menyertakan alasan tertulis namun masih sangat terbatas dan belum secara spesifik mengaitkan tindakan tokoh dengan konsep kebaikan.Menyertakan alasan tertulis yang relevan dan logis yang mengaitkan tindakan tokoh secara tepat dengan nilai kebaikan (misal: menolong, menghargai perbedaan, tidak membeda-bedakan).Menyertakan alasan tertulis yang mendalam dan komprehensif yang mengaitkan tindakan tokoh secara tepat dan kritis dengan prinsip nilai kebaikan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi dan perancah (scaffolding) yang diberikan membantu seluruh murid berhasil menuliskan pendapatnya sendiri tentang tindakan tokoh?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengevaluasi perilaku tokoh dari perspektif nilai kebaikan?

Murid:

  • Apakah saya sudah bisa mengemukakan pendapat secara tertulis tentang tindakan tokoh baik dan buruk dalam bahasa Inggris?
  • Bagian mana dari menulis pendapat hari ini yang paling menantang bagi saya?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Mengidentifikasi gagasan utama dan informasi rinci dari teks lisan berupa cerita imajinatif tentang kebaikan
  • TP 8.2.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan alur cerita imajinatif secara lisan dengan kalimat sederhana dan majemuk
  • TP 8.2.3 Menganalisis alur informasi serta informasi tersurat dan tersirat dari teks cerita imajinatif tertulis
  • TP 8.2.4 Mengomunikasikan gagasan melalui teks cerita imajinatif tertulis menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks yang tepat
  • TP 8.2.5 Mengemukakan pendapat tertulis mengenai tindakan dan perilaku tokoh dalam teks cerita imajinatif terkait nilai kebaikan

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan tempat duduk individual untuk menjaga kemandirian asesmen (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 2, yaitu mengukur pemahaman membaca alur dan informasi tersurat-tersirat, menulis draf cerita imajinatif bertema kebaikan beserta opini tokoh, serta performa menyimak dan menceritakan alur secara lisan bergantian (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Tertulis kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian A (membaca-menganalisis teks fabel 'The Kind Dove and the Ant'), Bagian B (menulis cerita imajinatif bertema kebaikan 3 paragraf dengan kalimat sederhana dan majemuk), serta Bagian C (menulis 1 paragraf opini mengenai tindakan tokoh) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara mandiri mengerjakan Bagian A Tes Tertulis (analisis alur dan 4 butir pertanyaan teks tertulis 'The Kind Dove and the Ant': Soal 1 gagasan alur awal/orientation; Soal 2 informasi tersurat; Soal 3 informasi tersirat; Soal 4 alur penyelesaian/resolution. Acuan: (1) Dove helps the struggling ant by dropping a leaf; (2) The hunter aims his net at the dove; (3) The ant bites the hunter because it feels grateful and wants to return the kindness; (4) The dove flies away safely), serta Bagian B (menulis draf cerita imajinatif bertema kebaikan dengan struktur Orientation, Complication, Resolution menggunakan kalimat sederhana dan majemuk) dan Bagian C (menulis 1 paragraf opini mengenai tindakan tokoh dengan alasan pendukung) (65 menit).
  • Bersamaan dengan pengerjaan tertulis mandiri di kelas, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru secara rotasi (1,5 menit per murid x 28-30 murid) untuk melaksanakan Asesmen Unjuk Kerja Lisan. Guru membacakan teks lisan pendek: 'A thirsty Crow found a pitcher with a little water at the bottom. He could not reach it. Then, a kind Sparrow came and brought small pebbles. Together, they dropped pebbles into the pitcher until the water rose, and the Crow could drink.' Murid menjawab 2 pertanyaan lisan simakan: (1) 'What is the main idea of the story?' (Acuan jawaban: A kind sparrow helps a thirsty crow get water using pebbles), (2) 'How did the sparrow help the crow?' (Acuan jawaban: By bringing small pebbles to drop into the pitcher), kemudian murid menceritakan kembali alur cerita tersebut secara lisan dalam 2-3 kalimat menggunakan kalimat sederhana dan majemuk (Acuan performa: menyebutkan awal kehausan gagak, tengah tindakan burung pipit membantu membawa batu kerikil, dan akhir air naik sehingga gagak minum, dengan penghubung koordinatif seperti 'and', 'but', atau 'so') (40 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru menginstruksikan murid berhenti menulis, mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis ke meja guru, dan melakukan hening sejenak untuk meninjau perasaan serta kesiapan diri setelah menyelesaikan rangkaian asesmen Bab 2 (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi bahwa seluruh tahapan asesmen sumatif Bab 2 telah selesai dilaksanakan dengan jujur dan tertib (1 menit).
  • Guru memandu murid merangkum perjalanan pembelajaran Bab 2 'Kindness Begins with Me', mengingatkan penerapan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, dan menutup sesi dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi konten untuk menjaga standarisasi asesmen sumatif; naskah tes tertulis dan teks lisan seragam untuk seluruh murid.
  • Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan teks lisan secara perlahan dengan artikulasi jelas hingga 2 kali pengulangan bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah isi pertanyaan maupun kriteria penilaian.
  • Produk: Produk asesmen tetap setara sesuai acuan ATP: lembar kerja tertulis mandiri (Bagian A, B, C) dan rekaman skor performa unjuk kerja lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan asesmen mandiri melalui konfirmasi pemahaman petunjuk teknis 3 bagian lembar kerja tertulis dan alur giliran unjuk kerja lisan di meja guru.

Proses:

  • Pemantauan kepatuhan pengerjaan mandiri dan ketepatan alokasi waktu per bagian lembar kerja tertulis selama kelas berlangsung.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis membaca-menulis dan unjuk kerja lisan menyimak-berbicara berputar: lembar kerja tertulis yang memuat analisis alur cerita, teks cerita imajinatif bertema kebaikan, dan paragraf opini tokoh, serta performa lisan merespons pertanyaan pemahaman simakan dan menceritakan kembali alur cerita imajinatif
  • tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis murid yang memuat analisis alur, informasi tersurat dan tersirat cerita imajinatif, draf cerita imajinatif tertulis bertema kebaikan dengan struktur lengkap, serta satu paragraf opini mengenai tindakan tokoh yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (70 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, pedoman penskoran pemahaman bacaan, dan rubrik penilaian menulis naratif serta opini)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: kinerja lisan tiap murid menjawab 2 pertanyaan gagasan utama/rinci dari teks fabel lisan pendek guru dan menceritakan kembali alur cerita menggunakan kalimat sederhana dan majemuk, dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas menyelesaikan lembar kerja mandiri (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja menyimak dan berbicara lisan)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis membaca-menulis dan unjuk kerja lisan menyimak-berbicara berputar: lembar kerja tertulis yang memuat analisis alur cerita, teks cerita imajinatif bertema kebaikan, dan paragraf opini tokoh, serta performa lisan merespons pertanyaan pemahaman simakan dan menceritakan kembali alur cerita imajinatif
  • tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis murid yang memuat analisis alur, informasi tersurat dan tersirat cerita imajinatif, draf cerita imajinatif tertulis bertema kebaikan dengan struktur lengkap, serta satu paragraf opini mengenai tindakan tokoh yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (70 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, pedoman penskoran pemahaman bacaan, dan rubrik penilaian menulis naratif serta opini)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: kinerja lisan tiap murid menjawab 2 pertanyaan gagasan utama/rinci dari teks fabel lisan pendek guru dan menceritakan kembali alur cerita menggunakan kalimat sederhana dan majemuk, dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas menyelesaikan lembar kerja mandiri (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja menyimak dan berbicara lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Simakan Teks Lisan (TP 8.2.1)Tidak mampu menjawab kedua pertanyaan simakan dengan tepat.Menjawab tepat 1 dari 2 pertanyaan simakan teks fabel lisan (Acuan: Soal 1 gagasan utama burung pipit membantu gagak haus; Soal 2 informasi rinci membawa kerikil kecil).Menjawab tepat 2 dari 2 pertanyaan simakan teks fabel lisan (Acuan: Soal 1 gagasan utama burung pipit membantu gagak haus; Soal 2 informasi rinci membawa kerikil kecil).Menjawab tepat 2 dari 2 pertanyaan simakan secara mandiri, lengkap, dan langsung tanpa pengulangan pembacaan.
Pengungkapan Alur Cerita secara Lisan (TP 8.2.2)Menceritakan alur secara lisan tidak lengkap (hanya 1 peristiwa) tanpa kalimat majemuk.Menceritakan kembali alur cerita secara lisan memuat 2 bagian peristiwa (awal-tengah atau tengah-akhir) menggunakan kalimat sederhana saja.Menceritakan kembali seluruh alur cerita secara lisan (awal: gagak haus, tengah: pipit membawa kerikil dan memasukkannya, akhir: air naik dan gagak minum) menggunakan gabungan kalimat sederhana dan majemuk.Menceritakan kembali seluruh alur cerita secara lisan dengan runtut, lancar tanpa jeda ragu, menggunakan variasi kalimat sederhana dan majemuk yang tepat secara mandiri.
Analisis Alur dan Informasi Teks Tertulis (TP 8.2.3)Menjawab tepat kurang dari 2 butir pertanyaan analisis teks tertulis.Menjawab tepat 2 dari 4 butir pertanyaan teks 'The Kind Dove and the Ant' (Acuan: Soal 1 awal cerita merpati menolong semut; Soal 2 pemburu mengincar merpati; Soal 3 semut membalas kebaikan merpati; Soal 4 merpati terbang selamat).Menjawab tepat 3-4 dari 4 butir pertanyaan teks 'The Kind Dove and the Ant' (Acuan: Soal 1 awal cerita merpati menolong semut; Soal 2 pemburu mengincar merpati; Soal 3 semut membalas kebaikan merpati; Soal 4 merpati terbang selamat).Menjawab tepat seluruh 4 butir pertanyaan analisis alur, informasi tersurat, dan tersirat dengan rumusan kalimat yang lengkap dan tepat.
Menulis Teks Cerita Imajinatif (TP 8.2.4)Menulis teks cerita tidak lengkap strukturnya (hanya memuat 1 bagian struktur) dan hanya memakai frasa lepas.Menulis teks cerita yang memuat 2 bagian struktur teks dengan kalimat sederhana.Menulis teks cerita imajinatif bertema kebaikan dengan struktur lengkap (Orientation, Complication, Resolution) menggunakan variasi kalimat sederhana dan kalimat majemuk.Menulis teks cerita imajinatif bertema kebaikan dengan struktur lengkap, alur gagasan sangat terorganisasi, serta menggunakan variasi kalimat sederhana dan majemuk secara tepat dan konsisten.
Mengemukakan Pendapat Tertulis Tokoh (TP 8.2.5)Menulis pendapat mengenai tokoh tanpa menyertakan alasan terkait nilai kebaikan.Menulis 1 kalimat pendapat mengenai tindakan tokoh dengan alasan sederhana namun belum terhubung jelas dengan nilai kebaikan.Menulis 1 paragraf opini mengenai tindakan atau perilaku tokoh dalam teks dengan alasan pendukung yang jelas terkait nilai kebaikan.Menulis 1 paragraf opini mengenai tindakan tokoh secara mendalam, kritis, dan koheren terkait nilai kebaikan dengan kalimat terstruktur rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit untuk rotasi unjuk kerja lisan mencukupi seluruh murid di kelas secara tertib?
  • Bagian mana dari tes tertulis membaca-menulis yang paling banyak menunjukkan tantangan bagi murid?

Murid:

  • Bagian asesmen mana (menyimak-berbicara lisan atau membaca-menulis tertulis) yang paling berhasil kamu selesaikan dengan baik?
  • Pelajaran berharga apa tentang nilai kebaikan yang kamu peroleh selama mempelajari bab ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2022, English for Nusantara SMP/MTs Kelas VIII, Penulis: Ika Lestari Damayanti, dkk.
  2. Buku Panduan Guru English for Nusantara Kelas VIII SMP/MTs, Chapter 2 'Kindness Begins with Me', Unit 1.
  3. Rekaman Audio 2.1 (Dialog Galang & Monita) dan Audio 2.2 (Story of The Ugly Duckling Part 1).
  4. Speaker aktif, lembar kerja menyimak (Listening Worksheet), dan gambar ilustrasi aktivitas tokoh.
  5. Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (2022), Chapter 2: Kindness Begins with Me, Unit 1
  6. Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (2022), Chapter 2 Section 1 & 2
  7. Kartu alur bergambar cerita 'The Ugly Duckling' (4 kartu alur kronologis)
  8. Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2022)
  9. Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII, Chapter 2 Unit 2: Kindness and Happiness
  10. Teks cetak cerita imajinatif 'The Ugly Duckling'
  11. Lembar Kerja Murid (Analisis Alur dan Informasi Bacaan)
  12. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Buku Panduan Guru dan Buku Siswa). Penulis: Ika Lestari Damayanti, dkk.
  13. Teks model cerita imajinatif 'The Helpful Deer'
  14. Lembar kerja menulis cerita imajinatif (Story Planner Worksheet)
  15. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas VIII (Buku Panduan Guru & Buku Siswa). Penulis: Ika Lestari Damayanti, dkk.
  16. Lembar Kerja Menulis Pendapat (Opinion Writing Worksheet)
  17. Kartu Aktivitas 'Opinion Match Challenge'
  18. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. English for Nusantara SMP/MTs Kelas VIII (Buku Panduan Guru dan Buku Siswa). Jakarta: Kemendikbudristek.
  19. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 2 (Teks membaca fabel 'The Kind Dove and the Ant', lembar menulis draf naratif, dan lembar opini tokoh).
  20. Teks lisan stimulus guru ('The Thirsty Crow and the Kind Sparrow') dan format rubrik penskoran lisan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.