Modul AjarPertemuan 8Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 6: Fractured Stories

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 10 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 6: Fractured Stories". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 6: Fractured Stories

Bahasa Inggris - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 6: Fractured Stories

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAsesmen Sumatif Bab 6: Fractured Stories
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh terhadap teks naratif fractured story lisan dan tertulis dengan menjawab pertanyaan tentang gagasan utama, detail, serta informasi tersurat dan tersirat secara individual
  2. Murid dapat memproduksi teks naratif fractured story sederhana secara mandiri dengan struktur teks, unsur kebahasaan (termasuk conditional sentences), dan sudut pandang alternatif yang tepat sebagai bukti capaian bab 6

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana perubahan satu elemen cerita dapat menghasilkan makna yang berbeda?
  2. Apa yang membuat fractured story tetap menarik meskipun kita sudah tahu cerita aslinya?
  3. Bagaimana conditional sentences membantu kita membayangkan kemungkinan alternatif dalam cerita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan menyapa murid dan mengecek kehadiran (5 menit)
  • Guru mengingatkan kembali konsep fractured story yang telah dipelajari sepanjang bab 6 dengan menanyakan contoh cerita yang pernah diubah murid
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif: menunjukkan pemahaman terhadap teks naratif fractured story dan kemampuan memproduksi teks fractured story secara mandiri
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan bertanya: Apa elemen cerita yang paling sulit kalian ubah ketika membuat fractured story? (untuk memahami kesiapan murid)
  • Guru menjelaskan tahapan asesmen: bagian pemahaman (menyimak/membaca) dan bagian produksi (menulis fractured story)
  • Guru menyampaikan kriteria penilaian secara singkat dan memberi kesempatan murid bertanya

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan soal asesmen bagian pemahaman yang berisi teks naratif fractured story dalam bentuk tertulis atau audio
  • Murid membaca/menyimak teks fractured story secara individu dengan seksama (10 menit)
  • Murid menjawab pertanyaan pemahaman yang mencakup: identifikasi gagasan utama, detail cerita, informasi tersurat (explicit), dan informasi tersirat (implicit) dari teks
  • Murid mengidentifikasi elemen cerita yang diubah dalam fractured story tersebut (karakter, setting, ending, atau sudut pandang)
  • Murid menganalisis penggunaan conditional sentences dalam teks dan fungsinya dalam menciptakan alternatif cerita

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan soal asesmen bagian produksi: murid diminta memilih satu cerita tradisional/populer yang mereka kenal
  • Murid menuliskan draft perubahan menggunakan text organizer (traditional version vs fractured version) yang mencakup: title, characters, setting, problems, solution
  • Murid menulis teks naratif fractured story lengkap (minimal 200 kata) berdasarkan draft yang telah dibuat
  • Murid memastikan penggunaan struktur teks naratif yang tepat: orientation, complication, resolution
  • Murid menerapkan unsur kebahasaan yang sesuai: past tense, conditional sentences, dan kosakata deskriptif
  • Murid mengecek checklist: perubahan kata dalam judul, karakter baru/swap karakter, objek penting, setting, point of view, atau resolusi cerita
  • Murid menyelesaikan tulisan dan memastikan perubahan yang dibuat menghasilkan perspektif alternatif yang jelas (45 menit)

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali jawaban pemahaman dan teks fractured story yang telah mereka tulis
  • Murid mengevaluasi apakah teks yang mereka produksi sudah memenuhi kriteria: struktur teks lengkap, penggunaan conditional sentences tepat, dan perubahan elemen cerita konsisten
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat: Apa tantangan terbesar dalam membuat fractured story? Apa yang akan saya perbaiki jika menulis fractured story lagi?
  • Murid menyerahkan lembar jawaban kepada guru

Penutup:

  • Guru mengumpulkan semua lembar jawaban asesmen dari murid (5 menit)
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kerja keras murid dalam menyelesaikan asesmen sumatif bab 6
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan diinformasikan pada pertemuan berikutnya disertai umpan balik
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang kesulitan, sediakan teks fractured story yang lebih pendek dengan kosakata sederhana. Untuk murid cepat, sediakan teks yang lebih kompleks dengan implicit information yang lebih menantang
  • Proses: Murid yang kesulitan menulis dapat membuat perubahan hanya pada 2-3 elemen cerita (misal: ending dan setting saja). Murid cepat diminta mengubah semua elemen dan menambahkan ilustrasi atau storyboard sederhana
  • Produk: Murid yang kesulitan dapat menulis fractured story minimal 150 kata dengan struktur sederhana. Murid cepat diminta menulis minimal 250 kata dengan penggunaan conditional sentences yang bervariasi (type 1, 2, atau 3) dan dapat menambahkan mode presentasi lain (gambar/diagram)

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik: Apa elemen cerita yang paling sulit kalian ubah ketika membuat fractured story? (untuk mengukur kesiapan dan mengidentifikasi kesulitan awal murid)

Proses:

  • Observasi saat murid membaca/menyimak teks: apakah murid fokus dan memahami instruksi
  • Monitoring saat murid mengisi text organizer: apakah murid dapat mengidentifikasi elemen yang akan diubah
  • Cek progres penulisan: apakah murid menerapkan struktur naratif dan conditional sentences dengan tepat

Akhir:

  • Penilaian jawaban pemahaman teks menggunakan kunci jawaban dan rubrik: ketepatan identifikasi gagasan utama, detail, dan inferensi
  • Penilaian produk teks fractured story menggunakan rubrik: struktur teks (orientation-complication-resolution), unsur kebahasaan (past tense, conditional sentences), kreativitas perubahan, dan koherensi cerita
  • Analisis lembar refleksi murid untuk memahami proses belajar dan area yang perlu diperbaiki

Formatif:

  • Observasi selama murid mengerjakan: kecepatan memahami teks, fokus dalam menulis, penggunaan text organizer
  • Monitoring penggunaan checklist oleh murid saat menulis fractured story

Sumatif:

  • Tes tertulis pemahaman teks fractured story: menjawab pertanyaan tentang gagasan utama, detail, informasi tersurat dan tersirat (skor 0-40)
  • Produk teks naratif fractured story: dinilai berdasarkan struktur teks, unsur kebahasaan, kreativitas perubahan, dan kesesuaian dengan kriteria (skor 0-60)
  • Total skor asesmen sumatif: 100

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman teks fractured story (gagasan utama dan detail)Murid belum dapat mengidentifikasi gagasan utama atau detail cerita dengan tepat (0-10)Murid dapat mengidentifikasi gagasan utama namun detail cerita masih kurang tepat (11-20)Murid dapat mengidentifikasi gagasan utama dan sebagian besar detail cerita dengan tepat (21-30)Murid dapat mengidentifikasi gagasan utama, detail, serta informasi tersurat dan tersirat dengan akurat (31-40)
Struktur teks naratif fractured storyTeks tidak memiliki struktur orientation-complication-resolution yang jelas (0-5)Teks memiliki 1-2 bagian struktur namun kurang lengkap (6-10)Teks memiliki struktur lengkap namun transisi antar bagian kurang halus (11-15)Teks memiliki struktur lengkap dan koheren dengan transisi yang jelas (16-20)
Unsur kebahasaan (past tense dan conditional sentences)Banyak kesalahan penggunaan past tense dan tidak ada conditional sentences (0-5)Penggunaan past tense sebagian tepat, conditional sentences minimal atau kurang tepat (6-10)Penggunaan past tense sebagian besar tepat, conditional sentences digunakan dengan cukup tepat (11-15)Penggunaan past tense konsisten dan tepat, conditional sentences digunakan secara efektif untuk menunjukkan alternatif (16-20)
Kreativitas dan kesesuaian perubahan ceritaPerubahan minimal atau tidak relevan dengan konsep fractured story (0-5)Perubahan ada namun kurang kreatif atau tidak konsisten (6-10)Perubahan jelas dan konsisten pada beberapa elemen cerita dengan kreativitas cukup baik (11-15)Perubahan sangat kreatif, konsisten, dan menghasilkan perspektif alternatif yang menarik (16-20)

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi asesmen cukup jelas bagi semua murid?
  • Apakah alokasi waktu sesuai dengan kemampuan murid menyelesaikan kedua bagian asesmen?
  • Bagian mana dari asesmen yang paling menantang bagi murid dan bagaimana saya dapat memberikan scaffolding lebih baik di pembelajaran berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Apa tantangan terbesar yang saya hadapi saat mengerjakan asesmen ini?
  • Bagian mana dari fractured story yang paling saya kuasai dan bagian mana yang masih perlu saya perbaiki?
  • Apa yang akan saya lakukan berbeda jika saya menulis fractured story lagi?
  • Apa yang saya pelajari tentang cara membuat cerita alternatif yang menarik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Inggris Work in Progress Kelas X (Bab 6: Fractured Stories)
  2. Buku Guru Bahasa Inggris Work in Progress Kelas X (Panduan Bab 6)
  3. Lembar soal asesmen pemahaman (teks fractured story dan pertanyaan)
  4. Lembar soal asesmen produksi (text organizer dan instruksi penulisan)
  5. Checklist elemen fractured story
  6. Lembar refleksi murid
  7. Kamus Bahasa Inggris-Indonesia (cetak atau digital)
  8. Contoh teks fractured story dari pembelajaran sebelumnya

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.