Modul AjarPertemuan 7Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Menulis dan Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 10 dengan topik "Menulis dan Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Menulis dan Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal

Bahasa Inggris - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menulis dan Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenulis dan Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis draf teks naratif fractured story sederhana dengan mengubah minimal satu bagian cerita (orientasi, komplikasi, atau resolusi) menggunakan struktur teks naratif dan unsur kebahasaan yang tepat, termasuk conditional sentences.
  2. Murid dapat mempresentasikan fractured story yang telah ditulis dalam bentuk teks tertulis atau multimodal (cetak atau digital), disertai penjelasan alasan pemilihan sudut pandang alternatif tersebut.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. What if your favorite fairy tale had a completely different ending—how would the story change and what new lessons might it teach?
  2. If you could rewrite a famous story from the villain’s perspective, how would you tell it and why would your version be interesting?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam, menanyakan kabar, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan belajar murid.
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: mengajukan pertanyaan lisan tentang unsur teks naratif (orientation, complication, resolution) dan meminta contoh conditional sentence tipe 2/3 untuk mengukur pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini murid akan menulis draf dan mempresentasikan fractured story berdasarkan cerita pilihan mereka.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing imajinasi dan rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca contoh fractured story dari Buku Siswa (Little Red Riding Hood) dan mengidentifikasi elemen yang diubah (karakter, setting, resolusi) secara individu.
  • Secara berpasangan, murid mendiskusikan perubahan apa yang dapat dilakukan pada cerita pendek yang mereka kenal menggunakan bagan 'What if...' dan 'What is Next?' dari Buku Siswa
  • Guru menjelaskan secara singkat penggunaan conditional sentences untuk menyatakan perubahan skenario (misal: 'If the wolf had been friendly, Little Red Riding Hood would have had a tea party') serta menekankan struktur naratif yang benar.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memilih satu cerita pendek yang dikenal (dari internet atau ingatan) dan mengisi 'Narrative Text Organizer' (Task 6A) untuk merancang perubahan—minimal satu elemen cerita.
  • Murid menulis draf cerita fractured story dengan bimbingan guru, memastikan penggunaan struktur naratif (orientation, complication, resolution) dan conditional sentences yang tepat.
  • Murid menyusun presentasi singkat: dapat berupa teks tertulis rapi atau multimodal (storyboard digital, slide, poster) yang memuat cerita dan alasan pemilihan sudut pandang alternatif.
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik individual, membantu kesulitan, dan mendorong kreativitas.

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid saling bertukar draf atau presentasi dengan teman sebangku dan memberikan umpan balik menggunakan checklist 'Put a Checklist' (Task 6B) yang mencakup aspek perubahan, struktur teks, dan kebahasaan.
  • Beberapa murid sukarela mempresentasikan fractured story-nya di depan kelas; guru dan teman sekelas memberikan apresiasi dan saran membangun.
  • Murid menulis refleksi singkat di jurnal belajar: apa yang berhasil, kendala, dan apa yang akan diperbaiki untuk pengembangan cerita selanjutnya.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan langkah-langkah menulis fractured story dan pentingnya sudut pandang alternatif.
  • Guru mengumpulkan draf tertulis dan/atau tautan digital produk murid sebagai asesmen sumatif.
  • Guru memberikan apresiasi dan menyampaikan rencana tindak lanjut: pertemuan berikutnya akan membaca dan menganalisis fractured story lain serta berlatih menulis eksposisi.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid dengan kemampuan rendah disediakan pilihan cerita sederhana (fabel lokal) dan panduan langkah-demi-langkah; murid dengan kemampuan tinggi boleh memilih cerita kompleks atau membuat perubahan pada lebih dari satu elemen.
  • Proses: Murid lambat mendapat bimbingan langsung guru saat menulis draf; murid cepat bekerja mandiri dan bertindak sebagai tutor sebaya.
  • Produk: Murid lambat cukup membuat draf dengan perubahan satu elemen di kertas; murid cepat dapat menghasilkan cerita yang merombak banyak element dan menyajikannya dalam format digital interaktif (Canva, Google Slides).

ASESMEN

Awal:

  • Diagnostik lisan: murid menjawab pertanyaan tentang struktur naratif dan membuat satu contoh kalimat conditional (if-clause) secara spontan.

Proses:

  • Observasi partisipasi dalam diskusi berpasangan dan kemandirian saat menulis draf.
  • Peer assessment dengan checklist dari Buku Siswa (Task 6B).
  • Catatan guru berdasarkan bimbingan individual.

Akhir:

  • Pengumpulan draf cerita fractured story yang telah direvisi dan produk presentasi (cetak/digital).
  • Penilaian menggunakan rubrik kemampuan menulis dan mempresentasikan.

Formatif:

  • Observasi diskusi dan proses menulis draf
  • Checklist umpan balik sejawat (Task 6B)
  • Refleksi jurnal belajar

Sumatif:

  • Penilaian produk draf cerita akhir
  • Penilaian presentasi (teks tulis atau multimodal) menggunakan rubrik

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis Draf Teks Naratif Fractured Story (struktur teks, kebahasaan, kreativitas)Belum mampu menuliskan draf dengan struktur naratif yang jelas (orientasi, komplikasi, resolusi); perubahan cerita tidak teridentifikasi; kosakata terbatas, banyak kesalahan grammar, conditional sentence tidak tepat.Struktur naratif ada namun belum lengkap; ada perubahan cerita tetapi masih sederhana; penggunaan conditional sentences kurang tepat; beberapa kesalahan mengganggu makna.Menuliskan cerita dengan struktur naratif yang sesuai; perubahan cerita jelas dan orisinal pada minimal satu elemen; penggunaan conditional sentences cukup tepat; sedikit kesalahan tetapi tidak mengganggu makna.Cerita ditulis dengan struktur naratif yang lancar; perubahan cerita kreatif, konsisten, dan orisinal; penggunaan conditional sentences sangat tepat dan variatif; bahasa hidup dan efektif.
Mempresentasikan Fractured Story dalam Bentuk Teks atau Multimodal (penyampaian, alasan, media)Presentasi tidak jelas, tidak disertai penjelasan alasan pemilihan sudut pandang alternatif; media pendukung tidak memadai.Presentasi sederhana, penjelasan alasan singkat dan permukaan; media yang digunakan sederhana.Presentasi cukup jelas dan terstruktur, disertai alasan yang masuk akal; media kreatif (cetak/digital) mendukung penyampaian cerita.Presentasi sangat jelas, menarik, dan meyakinkan; alasan mendalam serta reflektif; media multimodal sangat kreatif dan efektif memperkuat cerita.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan menulis dan presentasi berhasil mendorong murid memahami struktur naratif dan conditional sentence?
  • Apa kendala yang ditemui murid saat mengidentifikasi dan mengubah elemen cerita?
  • Bagaimana respons murid terhadap umpan balik sejawat dan apakah itu meningkatkan kualitas draf?
  • Apakah waktu 90 menit cukup untuk seluruh rangkaian kegiatan, atau perlu penyesuaian?

Refleksi Murid:

  • Cerita apa yang paling kamu sukai untuk diubah? Mengapa?
  • Bagaimana kamu menggunakan conditional sentence untuk menunjukkan perubahan skenario? Berikan contoh.
  • Apa umpan balik paling berharga dari temanmu, dan bagaimana kamu akan menggunakannya untuk memperbaiki ceritamu?
  • Bagian mana yang paling menantang: menulis draf atau menyiapkan presentasi? Rencana apa yang akan kamu lakukan lain kali?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X, Bab 6 (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Guru Bahasa Inggris SMA/SMK/MA Kelas X
  3. Laptop/tablet dengan akses internet untuk mencari cerita pendek dan membuat presentasi digital (Canva, Google Slides)
  4. Proyektor dan speaker untuk presentasi
  5. Kertas, alat tulis, sticky notes untuk umpan balik
  6. Contoh fractured story dari platform cerita daring (Storynory, Wattpad) dan video pendek adaptasi alternatif (YouTube)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.