Modul AjarPertemuan 5Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Memirsa dan Berdiskusi: Menganalisis Fractured Story dalam Teks Multimodal

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 10 dengan topik "Memirsa dan Berdiskusi: Menganalisis Fractured Story dalam Teks Multimodal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Memirsa dan Berdiskusi: Menganalisis Fractured Story dalam Teks Multimodal

Bahasa Inggris - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Memirsa dan Berdiskusi: Menganalisis Fractured Story dalam Teks Multimodal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMemirsa dan Berdiskusi: Menganalisis Fractured Story dalam Teks Multimodal
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis informasi tersurat dan tersirat dari teks naratif fractured story dalam bentuk multimodal (gambar, video, atau komik) dengan mengidentifikasi bagaimana elemen visual mendukung perubahan sudut pandang cerita.
  2. Murid dapat mendemonstrasikan komunikasi efektif dalam menyampaikan pendapat dan alasan sederhana tentang perubahan yang terdapat dalam fractured story yang telah diamati, dalam diskusi kelompok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu membaca atau menonton cerita klasik seperti Cinderella atau Little Red Riding Hood dari sudut pandang tokoh antagonisnya? Apa yang kamu rasakan?
  2. Mengapa sebuah cerita yang sama bisa terasa sangat berbeda ketika diceritakan dari sudut pandang yang berbeda?
  3. Bagaimana gambar, komik, atau video dapat mengubah cara kita memahami sebuah cerita dibandingkan hanya membaca teksnya saja?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar berdampingan — satu panel komik versi tradisional Little Red Riding Hood dan satu panel komik versi fractured (misalnya dari sudut pandang serigala) — lalu bertanya kepada murid, 'What do you notice? How are these two images different?' Murid menjawab secara lisan singkat (5 menit).
  • Guru mencatat respons murid di papan tulis untuk memetakan pemahaman awal tentang konsep sudut pandang dan perubahan cerita.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara berurutan dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum merespons secara singkat (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menganalisis fractured story dalam teks multimodal dan berdiskusi menyampaikan pendapat secara efektif (3 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat: memirsa teks multimodal → menganalisis → berdiskusi kelompok → merefleksi (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan teks multimodal fractured story berupa video pendek atau komik digital berdurasi 3–5 menit — misalnya versi 'The True Story of the Three Little Pigs' dalam format animasi atau komik strip — dan meminta murid menyimak dengan penuh perhatian (Berkesadaran).
  • Sebelum memirsa, guru membagikan Lembar Kerja Analisis Multimodal kepada setiap murid. Lembar kerja berisi kolom: (1) Elemen Visual yang Diamati, (2) Informasi Tersurat, (3) Informasi Tersirat, (4) Sudut Pandang Cerita, (5) Perubahan dari Versi Tradisional.
  • Murid memirsa teks multimodal secara saksama dan mengisi kolom (1) dan (2) secara mandiri selama pemutaran berlangsung.
  • Guru memutar ulang bagian tertentu dari video/komik yang menampilkan elemen visual kunci (ekspresi karakter, warna latar, simbol visual) dan meminta murid memperhatikan bagaimana elemen visual tersebut mendukung perubahan sudut pandang cerita (Berkesadaran).
  • Guru memandu murid dengan pertanyaan scaffolding: 'What does the color/expression/setting tell you about this character's perspective?' dan 'What is NOT said in words but shown through images?' untuk membantu murid mengisi kolom (3) dan (4) (Bermakna).
  • Murid melengkapi seluruh kolom lembar kerja secara mandiri (10 menit).
  • Guru berkeliling memantau pengisian lembar kerja dan memberikan umpan balik singkat kepada murid yang membutuhkan bimbingan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3–4 orang secara heterogen berdasarkan hasil asesmen awal (Bermakna).
  • Setiap kelompok mendapatkan satu set kartu analisis berisi potongan panel komik fractured story yang berbeda dari teks yang telah ditonton — misalnya panel dari 'Cinderella' versi sudut pandang ibu tiri atau 'Sleeping Beauty' versi sudut pandang penyihir — sebagai bahan diskusi tambahan (Menggembirakan).
  • Kelompok mendiskusikan pertanyaan panduan berikut menggunakan hasil lembar kerja masing-masing dan kartu analisis: (a) 'What visual elements show a change in perspective?' (b) 'What explicit information does the multimodal text give us?' (c) 'What implicit message is conveyed through the visuals?' (d) 'How is this fractured version different from the traditional story and why does it matter?'
  • Setiap anggota kelompok wajib menyampaikan minimal satu pendapat beserta alasan dalam diskusi. Guru mengingatkan murid untuk menggunakan frasa komunikasi efektif seperti: 'I think... because...', 'In my opinion...', 'I agree/disagree with... because...' (Bermakna).
  • Kelompok menyusun poin-poin utama hasil diskusi mereka dalam format ringkasan lisan (bukan tertulis panjang) yang akan disampaikan kepada kelas — setiap kelompok menyiapkan 2–3 poin utama (Menggembirakan).
  • Guru melakukan asesmen proses dengan berkeliling, mengamati diskusi kelompok, mencatat kemampuan murid dalam menganalisis elemen visual dan menyampaikan pendapat menggunakan rubrik observasi diskusi.
  • Setiap kelompok menyampaikan poin utama hasil diskusi mereka secara lisan kepada kelas (masing-masing kelompok 2–3 menit). Kelompok lain diberi kesempatan merespons atau menambahkan pendapat (Menggembirakan).
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif setelah setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi, menekankan kualitas analisis elemen visual dan efektivitas komunikasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk melakukan refleksi konten secara individual: murid mengisi bagian refleksi di lembar kerja dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'One thing I now understand about fractured stories in multimodal texts that I didn't before is...' dan (2) 'One visual element that I found most powerful in changing the story's perspective was... because...' (Berkesadaran).
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela berbagi jawaban refleksi mereka dengan kelas untuk memperkaya pemahaman bersama (Bermakna).
  • Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan konteks kehidupan nyata: 'Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat berita, iklan, atau konten media sosial yang menyampaikan cerita dari satu sudut pandang saja. Kemampuan menganalisis seperti yang kalian lakukan hari ini membantu kalian menjadi pembaca dan pemirsa yang kritis.' (Bermakna).
  • Murid melakukan refleksi suasana belajar dengan memilih emoji yang mewakili perasaan mereka selama pembelajaran (senang, bingung, tertantang, bosan) dan menuliskan satu kata alasannya di sticky note atau di kolom refleksi lembar kerja (Berkesadaran).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: apa itu fractured story, bagaimana elemen visual mendukung perubahan sudut pandang, dan pentingnya komunikasi efektif dalam diskusi (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid menuliskan satu kalimat dalam bahasa Inggris yang merangkum perbedaan antara versi tradisional dan versi fractured dari cerita yang telah diamati, beserta satu elemen visual yang mendukung perbedaan tersebut (5 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar kerja murid sebagai bukti asesmen proses dan akhir.
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dalam diskusi hari ini.
  • Guru memberikan informasi singkat tentang kegiatan pertemuan berikutnya yang akan melanjutkan eksplorasi fractured story ke tahap produksi teks.
  • Guru menutup kelas dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan (lambat) diberikan teks multimodal dengan kompleksitas lebih rendah — misalnya komik strip dengan teks balon yang lebih eksplisit dan kosakata lebih sederhana — serta daftar kosakata kunci (glossary) yang disiapkan guru. Murid yang sudah mahir (cepat) diberikan teks multimodal tambahan berupa video tanpa subtitle atau komik tanpa teks balon, sehingga mereka harus mengandalkan analisis visual sepenuhnya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan mendapatkan lembar kerja dengan pertanyaan scaffolding yang lebih terstruktur dan pilihan jawaban sebagian (sentence starters). Murid yang sudah mahir mendapatkan lembar kerja terbuka tanpa scaffolding dan ditantang untuk membandingkan dua teks multimodal fractured story sekaligus. Guru memberikan bimbingan intensif kepada kelompok yang membutuhkan selama diskusi.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan cukup menyampaikan pendapat dalam 1–2 kalimat sederhana dengan struktur 'I think... because...' Murid yang sudah mahir diharapkan dapat menyampaikan analisis yang lebih elaboratif dengan menggunakan minimal 3 frasa argumentasi berbeda dan merespons pendapat teman secara kritis dalam diskusi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar/panel komik berdampingan (versi tradisional vs. fractured) dan meminta murid menjawab secara lisan: 'What do you notice? How are these two images different?' — untuk memetakan pemahaman awal murid tentang konsep sudut pandang dan perubahan cerita sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mencatat respons murid di papan tulis dan menggunakannya sebagai dasar pengelompokan heterogen serta penentuan tingkat scaffolding yang dibutuhkan.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru selama murid mengisi Lembar Kerja Analisis Multimodal secara individual: guru memperhatikan apakah murid mampu membedakan informasi tersurat dan tersirat dari elemen visual.
  • Observasi diskusi kelompok menggunakan rubrik observasi diskusi: guru mencatat kemampuan murid menyampaikan pendapat dengan alasan menggunakan frasa komunikasi efektif dalam bahasa Inggris.
  • Umpan balik lisan konstruktif diberikan guru kepada setiap kelompok setelah presentasi hasil diskusi.
  • Refleksi tertulis individual murid di akhir tahap Merefleksi: dua pertanyaan refleksi konten yang mengukur kedalaman pemahaman murid tentang elemen visual dan perubahan sudut pandang.

Akhir:

  • Murid menuliskan satu kalimat ringkasan dalam bahasa Inggris yang mencakup: (1) perbedaan antara versi tradisional dan versi fractured dari cerita yang diamati, dan (2) satu elemen visual spesifik yang mendukung perubahan sudut pandang tersebut — dinilai menggunakan rubrik analisis.
  • Lembar Kerja Analisis Multimodal yang telah dilengkapi secara menyeluruh dikumpulkan dan dinilai berdasarkan rubrik 4 level untuk aspek analisis informasi tersurat/tersirat dan identifikasi elemen visual.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok menggunakan rubrik observasi: mencatat kemampuan murid menganalisis elemen visual dan menyampaikan pendapat dengan alasan.
  • Pemantauan pengisian Lembar Kerja Analisis Multimodal secara individual selama tahap Memahami.
  • Umpan balik lisan guru kepada setiap kelompok setelah presentasi hasil diskusi.
  • Refleksi tertulis murid di akhir tahap Merefleksi sebagai bukti pemahaman proses.

Sumatif:

  • Kalimat ringkasan akhir dalam bahasa Inggris yang ditulis murid di Penutup: mendeskripsikan perbedaan versi tradisional dan fractured serta satu elemen visual pendukung.
  • Lembar Kerja Analisis Multimodal yang telah dilengkapi secara menyeluruh dinilai berdasarkan rubrik analisis teks multimodal.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Informasi Tersurat dan Tersirat dari Teks Multimodal (TP 10.6.5.1)Murid belum dapat mengidentifikasi informasi tersurat maupun tersirat dari teks multimodal. Murid tidak dapat menghubungkan elemen visual dengan perubahan sudut pandang cerita.Murid dapat mengidentifikasi sebagian informasi tersurat dari teks multimodal, namun belum dapat menggali informasi tersirat. Murid menyebutkan elemen visual yang ada tetapi belum dapat menjelaskan hubungannya dengan perubahan sudut pandang.Murid dapat mengidentifikasi informasi tersurat dan sebagian informasi tersirat dari teks multimodal dengan cukup tepat. Murid dapat menjelaskan bagaimana satu atau dua elemen visual mendukung perubahan sudut pandang cerita dengan alasan yang memadai.Murid dapat menganalisis informasi tersurat dan tersirat dari teks multimodal secara mendalam dan tepat. Murid dapat menjelaskan secara rinci bagaimana berbagai elemen visual (ekspresi, warna, komposisi, simbol) secara bersama-sama mendukung perubahan sudut pandang cerita dengan alasan yang kuat dan logis.
Komunikasi Efektif dalam Diskusi Kelompok (TP 10.6.5.2)Murid tidak menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok, atau menyampaikan pendapat tanpa alasan sama sekali. Murid tidak menggunakan frasa komunikasi dalam bahasa Inggris.Murid menyampaikan pendapat sederhana dalam diskusi kelompok dengan alasan yang sangat terbatas. Murid mencoba menggunakan frasa komunikasi dalam bahasa Inggris namun sering beralih ke bahasa Indonesia.Murid menyampaikan pendapat yang jelas disertai alasan yang cukup memadai dalam diskusi kelompok. Murid menggunakan frasa komunikasi dalam bahasa Inggris seperti 'I think... because...' atau 'In my opinion...' dengan cukup konsisten.Murid menyampaikan pendapat yang jelas, terstruktur, dan disertai alasan yang kuat dalam diskusi kelompok. Murid menggunakan berbagai frasa komunikasi efektif dalam bahasa Inggris secara konsisten, merespons pendapat teman dengan kritis dan santun, serta aktif mendorong anggota kelompok lain untuk berpartisipasi.
Identifikasi Elemen Visual dalam Teks MultimodalMurid tidak dapat mengidentifikasi elemen visual yang relevan dalam teks multimodal.Murid dapat menyebutkan satu elemen visual dari teks multimodal namun belum dapat menjelaskan fungsinya dalam mendukung makna cerita.Murid dapat mengidentifikasi dua atau lebih elemen visual dan menjelaskan fungsinya dalam mendukung makna atau perubahan sudut pandang cerita dengan cukup tepat.Murid dapat mengidentifikasi berbagai elemen visual secara spesifik dan menjelaskan secara mendalam bagaimana setiap elemen tersebut berkontribusi pada perubahan sudut pandang dan makna keseluruhan fractured story.
Kelengkapan dan Kedalaman Lembar Kerja AnalisisLembar kerja tidak diisi atau hanya diisi kurang dari dua kolom dengan jawaban yang tidak relevan.Lembar kerja diisi sebagian (2–3 kolom) dengan jawaban yang relevan namun sangat singkat dan kurang mendalam.Lembar kerja diisi secara lengkap (semua kolom) dengan jawaban yang relevan dan cukup mendalam, meskipun ada beberapa bagian yang masih perlu elaborasi.Lembar kerja diisi secara lengkap dan menyeluruh dengan jawaban yang relevan, mendalam, dan menunjukkan kemampuan berpikir kritis. Murid memberikan contoh spesifik dari teks multimodal untuk mendukung setiap analisisnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah teks multimodal yang dipilih sudah cukup efektif untuk membantu murid mengidentifikasi perubahan sudut pandang dalam fractured story? Apa yang perlu diubah untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah semua murid mendapatkan kesempatan yang setara untuk menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok? Bagaimana cara saya memastikan partisipasi yang lebih merata?
  • Apakah scaffolding yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang berbeda-beda? Murid mana yang masih membutuhkan dukungan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid sejak awal pembelajaran?
  • Seberapa efektif asesmen proses yang saya lakukan dalam memberikan gambaran nyata tentang perkembangan pemahaman murid?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang bagaimana elemen visual dalam komik, gambar, atau video dapat mengubah cara kita memahami sebuah cerita?
  • Seberapa percaya diri kamu dalam menyampaikan pendapat dan alasanmu dalam diskusi kelompok tadi? Apa yang ingin kamu tingkatkan?
  • Bagaimana kemampuan menganalisis fractured story dari teks multimodal ini bisa berguna dalam kehidupanmu sehari-hari, misalnya saat membaca berita atau menonton konten di media sosial?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menantang bagimu? Mengapa?
  • Apa satu hal yang masih ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang fractured stories?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Inggris 'Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X' — Budi Hermawan, Dwi Haryanti, dan Nining Suryaningsih (Kemendikbudristek, 2022) — Bab 6 Fractured Stories, Task 3 dan Task 4.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris 'Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X' — Bab 6 Fractured Stories.
  3. Video animasi atau komik digital fractured story: misalnya 'The True Story of the Three Little Pigs' (Jon Scieszka) versi animasi YouTube, atau komik strip 'Cinderella' dari sudut pandang ibu tiri.
  4. Lembar Kerja Analisis Multimodal (dibuat guru): berisi kolom Elemen Visual, Informasi Tersurat, Informasi Tersirat, Sudut Pandang, dan Perubahan dari Versi Tradisional.
  5. Kartu Analisis Panel Komik (dibuat guru): potongan panel komik fractured story untuk kegiatan diskusi kelompok.
  6. Proyektor atau layar untuk menampilkan teks multimodal.
  7. Papan tulis atau whiteboard untuk mencatat respons murid selama asesmen awal dan diskusi kelas.
  8. Sticky note atau lembar refleksi emoji untuk kegiatan refleksi suasana belajar.
  9. Akses internet (opsional): untuk murid yang ingin mengeksplorasi contoh fractured story tambahan secara mandiri.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.