MODUL AJAR Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E) Topik: Berbicara tentang Fractured Story: Retelling dan Menyusun Ulang Cerita Secara Lisan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Berbicara tentang Fractured Story: Retelling dan Menyusun Ulang Cerita Secara Lisan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menceritakan kembali (retell) potongan teks naratif fractured story secara lisan dengan urutan yang benar dan menggunakan bahasa Inggris yang sesuai.
- Murid dapat bekerja sama dengan teman untuk menyusun ulang potongan cerita fractured story menjadi narasi yang utuh dan runtut, lalu mendiskusikan struktur teks serta elemen intrinsiknya secara lisan.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu membaca atau mendengar cerita rakyat yang akhir ceritanya diubah menjadi tidak terduga?
- Jika kamu hanya mengetahui sebagian kecil dari sebuah cerita, bagaimana caramu bekerja sama dengan orang lain untuk merangkai cerita tersebut menjadi utuh dan masuk akal?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
- Guru melakukan asesmen awal dengan meminta beberapa murid menceritakan secara singkat (1-2 kalimat) cerita fiksi yang paling mereka ingat untuk mengecek kesiapan berbicara.
- Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu menceritakan kembali potongan cerita dan menyusunnya menjadi utuh secara berkelompok.
- Guru mendemonstrasikan kegiatan dengan memanggil dua murid ke depan. Guru menceritakan satu potongan cerita (misal: Princess Mandalika), lalu bertanya 'Excuse me, would you like to hear my story?' untuk memancing interaksi.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan potongan-potongan cerita fractured story secara acak kepada setiap murid.
- Murid membaca, memahami, dan menghafalkan inti dari potongan cerita yang mereka dapatkan secara mandiri tanpa menunjukkannya kepada teman.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berkeliling kelas mencari teman yang memiliki potongan cerita dari judul yang sama dengan cara saling menceritakan kembali (retell) secara lisan.
- Setelah menemukan kelompoknya, murid bekerja sama menyusun ulang potongan-potongan tersebut menjadi cerita yang runtut dan utuh.
- Murid dalam kelompok mendiskusikan struktur teks (orientasi, komplikasi, resolusi) dan elemen intrinsik cerita tersebut secara lisan.
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Setiap kelompok melaporkan secara lisan hasil susunan cerita mereka di depan kelas secara bergantian.
- Kelompok lain menyimak dan memberikan umpan balik terkait kelancaran, urutan cerita, dan ketepatan elemen intrinsik yang disampaikan.
- Guru memandu murid untuk mengevaluasi strategi komunikasi yang mereka gunakan saat mencari teman kelompok tadi.
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai pentingnya memahami alur dan elemen cerita.
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan apresiasi atas keberanian murid berbicara dalam bahasa Inggris.
- Murid mengisi lembar refleksi singkat (asesmen akhir/diri) mengenai pengalaman belajar hari ini.
- Guru menutup kelas dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Guru menyiapkan potongan cerita dengan tingkat kesulitan kosakata yang berbeda; teks yang lebih sederhana diberikan kepada murid yang membutuhkan bimbingan.
- Proses: Bagi kelompok yang kesulitan menyusun urutan cerita, guru memberikan pertanyaan pemandu (scaffolding) terkait kata hubung waktu (time connectives) yang ada di teks.
- Produk: Murid yang sudah mahir dapat menceritakan kembali dengan improvisasi kata-kata sendiri, sedangkan murid yang masih berkembang diperbolehkan menggunakan catatan kecil (cue cards) berisi kata kunci.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan singkat di awal kelas: Murid diminta menyebutkan satu cerita fiksi dan menceritakan satu kejadian di dalamnya dalam 1-2 kalimat bahasa Inggris.
Proses:- Guru berkeliling membawa lembar observasi, memantau keaktifan murid berbicara bahasa Inggris saat mencari pasangan cerita dan kemampuan kolaborasi saat menyusun teks.
Akhir:- Presentasi lisan kelompok di akhir sesi dinilai menggunakan rubrik yang mencakup kelancaran retelling, ketepatan urutan cerita, dan pemahaman elemen intrinsik.
Formatif:- Observasi guru saat murid berkeliling melakukan retelling dan saat diskusi kelompok menyusun cerita (Assessment as/for Learning).
Sumatif:- Penilaian performa lisan saat kelompok mempresentasikan susunan cerita utuh dan elemen intrinsiknya di depan kelas (Assessment of Learning).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Kembali (Retelling) & Pelafalan | Murid belum mampu menceritakan kembali potongan ceritanya, pelafalan tidak jelas sehingga pesan tidak tersampaikan. | Murid mampu menceritakan sebagian kecil ceritanya dengan banyak jeda, pelafalan cukup bisa dipahami meski ada kesalahan dasar. | Murid mampu menceritakan kembali potongan ceritanya dengan lancar, pelafalan baik dan pesan tersampaikan dengan jelas. | Murid mampu menceritakan kembali dengan sangat lancar, menggunakan intonasi dan ekspresi yang tepat, serta pelafalan sangat jelas. | | Menyusun Ulang Cerita (Story Sequencing) | Kelompok tidak mampu menyusun potongan cerita menjadi urutan yang logis. | Kelompok mampu menyusun sebagian cerita, namun masih terdapat urutan alur (orientasi, komplikasi, resolusi) yang terbalik atau hilang. | Kelompok mampu menyusun seluruh potongan cerita menjadi narasi yang utuh dan runtut sesuai struktur teks naratif. | Kelompok mampu menyusun cerita dengan sangat runtut dan dapat menjelaskan alasan logis di balik urutan tersebut dengan sangat meyakinkan. | | Diskusi Elemen Intrinsik & Kolaborasi | Murid pasif dalam kelompok dan tidak dapat mengidentifikasi elemen intrinsik cerita. | Murid kurang aktif berkolaborasi, hanya mampu mengidentifikasi 1-2 elemen intrinsik (misal: tokoh saja) dengan bantuan guru. | Murid aktif berkolaborasi dan mampu mendiskusikan serta menyebutkan elemen intrinsik (tokoh, latar, masalah, solusi) secara lisan dengan tepat. | Murid memimpin kolaborasi dalam kelompok, mampu menganalisis elemen intrinsik secara mendalam dan menyampaikannya secara lisan dengan sangat komprehensif. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah instruksi untuk kegiatan mencari pasangan cerita (jigsaw retelling) cukup jelas dan dipahami oleh seluruh murid?
- Apakah alokasi waktu mencukupi untuk tahap diskusi dan presentasi lisan?
- Bagaimana saya bisa memfasilitasi murid yang masih malu atau ragu untuk berbicara bahasa Inggris di pertemuan selanjutnya?
Refleksi Murid:- Apa bagian yang paling menantang saat kamu harus menceritakan potongan ceritamu kepada teman lain?
- Bagaimana perasaanmu ketika potongan-potongan cerita yang acak akhirnya berhasil disusun menjadi satu cerita yang utuh?
- Strategi apa yang kelompokmu gunakan untuk menentukan urutan cerita yang benar?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2022)
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress Kelas X
- Kertas cetak berisi potongan-potongan cerita fractured story (misal: Princess Mandalika, Biwar) yang sudah digunting oleh guru
|