Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Berbicara tentang Fractured Story: Retelling dan Menyusun Ulang Cerita Secara Lisan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 10 dengan topik "Berbicara tentang Fractured Story: Retelling dan Menyusun Ulang Cerita Secara Lisan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 10: Berbicara tentang Fractured Story: Retelling dan Menyusun Ulang Cerita Secara Lisan

Bahasa Inggris - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Berbicara tentang Fractured Story: Retelling dan Menyusun Ulang Cerita Secara Lisan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBerbicara tentang Fractured Story: Retelling dan Menyusun Ulang Cerita Secara Lisan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali (retell) potongan teks naratif fractured story secara lisan dengan urutan yang benar dan menggunakan bahasa Inggris yang sesuai.
  2. Murid dapat bekerja sama dengan teman untuk menyusun ulang potongan cerita fractured story menjadi narasi yang utuh dan runtut, lalu mendiskusikan struktur teks serta elemen intrinsiknya secara lisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu membaca atau mendengar cerita rakyat yang akhir ceritanya diubah menjadi tidak terduga?
  2. Jika kamu hanya mengetahui sebagian kecil dari sebuah cerita, bagaimana caramu bekerja sama dengan orang lain untuk merangkai cerita tersebut menjadi utuh dan masuk akal?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta beberapa murid menceritakan secara singkat (1-2 kalimat) cerita fiksi yang paling mereka ingat untuk mengecek kesiapan berbicara.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu menceritakan kembali potongan cerita dan menyusunnya menjadi utuh secara berkelompok.
  • Guru mendemonstrasikan kegiatan dengan memanggil dua murid ke depan. Guru menceritakan satu potongan cerita (misal: Princess Mandalika), lalu bertanya 'Excuse me, would you like to hear my story?' untuk memancing interaksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan potongan-potongan cerita fractured story secara acak kepada setiap murid.
  • Murid membaca, memahami, dan menghafalkan inti dari potongan cerita yang mereka dapatkan secara mandiri tanpa menunjukkannya kepada teman.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berkeliling kelas mencari teman yang memiliki potongan cerita dari judul yang sama dengan cara saling menceritakan kembali (retell) secara lisan.
  • Setelah menemukan kelompoknya, murid bekerja sama menyusun ulang potongan-potongan tersebut menjadi cerita yang runtut dan utuh.
  • Murid dalam kelompok mendiskusikan struktur teks (orientasi, komplikasi, resolusi) dan elemen intrinsik cerita tersebut secara lisan.

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Setiap kelompok melaporkan secara lisan hasil susunan cerita mereka di depan kelas secara bergantian.
  • Kelompok lain menyimak dan memberikan umpan balik terkait kelancaran, urutan cerita, dan ketepatan elemen intrinsik yang disampaikan.
  • Guru memandu murid untuk mengevaluasi strategi komunikasi yang mereka gunakan saat mencari teman kelompok tadi.

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai pentingnya memahami alur dan elemen cerita.
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan apresiasi atas keberanian murid berbicara dalam bahasa Inggris.
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat (asesmen akhir/diri) mengenai pengalaman belajar hari ini.
  • Guru menutup kelas dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyiapkan potongan cerita dengan tingkat kesulitan kosakata yang berbeda; teks yang lebih sederhana diberikan kepada murid yang membutuhkan bimbingan.
  • Proses: Bagi kelompok yang kesulitan menyusun urutan cerita, guru memberikan pertanyaan pemandu (scaffolding) terkait kata hubung waktu (time connectives) yang ada di teks.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat menceritakan kembali dengan improvisasi kata-kata sendiri, sedangkan murid yang masih berkembang diperbolehkan menggunakan catatan kecil (cue cards) berisi kata kunci.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat di awal kelas: Murid diminta menyebutkan satu cerita fiksi dan menceritakan satu kejadian di dalamnya dalam 1-2 kalimat bahasa Inggris.

Proses:

  • Guru berkeliling membawa lembar observasi, memantau keaktifan murid berbicara bahasa Inggris saat mencari pasangan cerita dan kemampuan kolaborasi saat menyusun teks.

Akhir:

  • Presentasi lisan kelompok di akhir sesi dinilai menggunakan rubrik yang mencakup kelancaran retelling, ketepatan urutan cerita, dan pemahaman elemen intrinsik.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berkeliling melakukan retelling dan saat diskusi kelompok menyusun cerita (Assessment as/for Learning).

Sumatif:

  • Penilaian performa lisan saat kelompok mempresentasikan susunan cerita utuh dan elemen intrinsiknya di depan kelas (Assessment of Learning).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Kembali (Retelling) & PelafalanMurid belum mampu menceritakan kembali potongan ceritanya, pelafalan tidak jelas sehingga pesan tidak tersampaikan.Murid mampu menceritakan sebagian kecil ceritanya dengan banyak jeda, pelafalan cukup bisa dipahami meski ada kesalahan dasar.Murid mampu menceritakan kembali potongan ceritanya dengan lancar, pelafalan baik dan pesan tersampaikan dengan jelas.Murid mampu menceritakan kembali dengan sangat lancar, menggunakan intonasi dan ekspresi yang tepat, serta pelafalan sangat jelas.
Menyusun Ulang Cerita (Story Sequencing)Kelompok tidak mampu menyusun potongan cerita menjadi urutan yang logis.Kelompok mampu menyusun sebagian cerita, namun masih terdapat urutan alur (orientasi, komplikasi, resolusi) yang terbalik atau hilang.Kelompok mampu menyusun seluruh potongan cerita menjadi narasi yang utuh dan runtut sesuai struktur teks naratif.Kelompok mampu menyusun cerita dengan sangat runtut dan dapat menjelaskan alasan logis di balik urutan tersebut dengan sangat meyakinkan.
Diskusi Elemen Intrinsik & KolaborasiMurid pasif dalam kelompok dan tidak dapat mengidentifikasi elemen intrinsik cerita.Murid kurang aktif berkolaborasi, hanya mampu mengidentifikasi 1-2 elemen intrinsik (misal: tokoh saja) dengan bantuan guru.Murid aktif berkolaborasi dan mampu mendiskusikan serta menyebutkan elemen intrinsik (tokoh, latar, masalah, solusi) secara lisan dengan tepat.Murid memimpin kolaborasi dalam kelompok, mampu menganalisis elemen intrinsik secara mendalam dan menyampaikannya secara lisan dengan sangat komprehensif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi untuk kegiatan mencari pasangan cerita (jigsaw retelling) cukup jelas dan dipahami oleh seluruh murid?
  • Apakah alokasi waktu mencukupi untuk tahap diskusi dan presentasi lisan?
  • Bagaimana saya bisa memfasilitasi murid yang masih malu atau ragu untuk berbicara bahasa Inggris di pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian yang paling menantang saat kamu harus menceritakan potongan ceritamu kepada teman lain?
  • Bagaimana perasaanmu ketika potongan-potongan cerita yang acak akhirnya berhasil disusun menjadi satu cerita yang utuh?
  • Strategi apa yang kelompokmu gunakan untuk menentukan urutan cerita yang benar?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2022)
  2. Buku Siswa Bahasa Inggris: Work in Progress Kelas X
  3. Kertas cetak berisi potongan-potongan cerita fractured story (misal: Princess Mandalika, Biwar) yang sudah digunting oleh guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.